PERANAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENGGUNAAN NARKOBA TERHADAP REMAJA DALAM WILAYAH
DESA MARGA MANUNGGAL JAYA KECAMATAN SUNGAI BAHAR
KABUPATEN MUARO JAMBI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Program Strara Satu (S.1)
Dalam Ilmu Hukum Pidana Islam
OLEH:
FATHUR ROHMAN NIM: SHP130130
FAKULTAS SYARI’AH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SHULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
1439H/2018M
PERNYATAAN KEASLIAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Program Strata Satu (S1) di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Jambi, 31 Agustus 2018
FATHUR RAHMAN NIM: SHP.130130
ii
Pembimbing I : Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum Pemibimbing II: Drs. Asri Neldi
Alamat : Fakultas Syari’ah UIN STS Jambi
Jl. Jambi-Muara Bulian KM. 16 Simp. Sei Duren Kab. Muaro Jambi 31346 Telp. (0741) 582021
Jambi, 31 Agustus 2018 Kepada Yth.
Bapak Dekan Syari’ah
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Di –
JAMBI
PERSETUJUAN PEMBIMBING Assalamu’alaikum wr.wb.
Setelah membaca dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka skripsi saudari Fathur Rohman, NIM: SHP.130130 yang berjudul “Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Penggunaan Narkoba Terhadap Remaja dalam Wilayah Desa Marga Manunggal Jaya Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi” telah disetujui dan dapat diajukan untuk dimunaqasahkan guna melengkapi syarat-syarat memperoleh gelar Sarjana Strata 1 (S.1) dalam Ilmu Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Demikianlah, kami ucapkan terima kasih semoga bermanfaat bagi kepentingan Agama, Nusa dan Bangsa.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum Drs. Asri Neldi
NIP. 196312181994031001 NIP.1955021811983031003
iii
MOTTO
Artinya: Hai, orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah,adalah termasuk perbuatan Syaitan. Maka jauhilah penuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (Q.S. Al-Ma’idah: 90).1
1Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang: Cahaya Islam, 2011), hlm. 407.
v
PERSEMBAHAN
، َنْﯾِﻣَﻟﺎَﻌْﻟا ﱢبَر ُدْﻣَﺣْﻟا ْنَﻣ َو ِﮫِﺑﺎَﺣْﺻَأ َو ﮫﻟأ ﻰَﻠَﻋ َو ، َنْﯾِﻠَﺳ ْرُﻣْﻟا َو ِءﺎَﯾِﺑْﻧَ ْﻷا ِفَرْﺷَأ ﻰَﻠَﻋ ُمَﻼﱠﺳﻟا َو ُةَﻼﱠﺻﻟا َو
ُدْﻌَﺑ ﺎﱠﻣَأ ،ِنْﯾﱢدﻟا ِم ْوَﯾ ﻰَﻟِإ ٍنﺎَﺳ ْﺣِﺈِﺑ ْمُﮭَﻌِﺑَﺗ
Dengan Rahmat Allah yang maha pengasi lagi maha penyayang segala puji bagi Allah, atas segala nikmat dan karunianya yang telah engkau berikan, ucapan rasa syukur yang tiada hentinya pada-Mu ya Rabb, serta shalawat dan salam kepada
Nabi pilihan Muhammad SAW dan para sahabat yang mulia Kupersembahkan karya sederhana ini kepada :
Ayahanda tercinta Sujito dan ibunda tercinta Almh Halimah, sebagai tanda bakti rasa terima kasih atas segala pengorbanan, curahan kasih sayang yang tak terhingga, nasihat, dorongan, dan yang selalu menguatkan lewat doa- doanya
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Buat adik saya dan seluruh keluarga besar saya yang telah mendukung dan memberikan motivasi beserta do’a nya dalam menyelesaikan skripsi ini.
Teruntuk Guru-guruku yang saya muliakan, Kakak-kakakku tersayang, teman- temanku yang selalu memberi semangat, mendukumg dan selalu mendoakan.
Juga kepada seluruh masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya dan kepada para tokoh masyarakat yang telah memberikan informasi dan bantuan kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini.
Akhir kata, semoga skripsi ini memberikan manfaat baik untuk penulis maupun pembacanya aamiin .
vi
ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya. Sebagai data awal, penulis menemukan bahwa Penggunaan Narkoba dikalangan remaja di Desa Marga Manunggal Jaya dari tahun ke tahun mengalami pasang surut, seperti yang dapat ketahui dari sumber data Polsek Sungai Bahar tahun 2014 pengguna narkoba mencapai 3 orang, di tahun 2015 sebanyak 3 orang, dan pada tahun 2016 penggunaan narkoba ada 2 orang.
Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya. Skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa
Kesimpulan penelitian ini adalah peranan masyarakat dalam pencegahan penggunaan narkoba terhadap remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya adalah mengajak remaja mematuhi adat desa, mengajak remaja terlibat aktif dalam kegiatan agama seperti remaja masjid agar karakter para remaja menjadi seorang remaja yang religius dan berwawasan tinggi dengan adanya grup rebana para remaja menjadi ada kegiatan selain di lingkungan masjid itu sendiri. Peran lain di Desa Marga Manunggal Jaya adalah melibatkan remaja dalam menjaga ketentraman para warga di desa cara yang dilakukan adalah dengan selalu membuka aduan dari masyarakat itu sendiri dan melaporkan pada pihak berwajib dan melibatkan remaja dalam kegiatan social dengan tujuan menjaga pergaulan remaja Desa Marga Manunggal Jaya dalam bentuk kegiatan olah raga dan turnamen yang dibuat dan dibentuk oleh karang taruna dengan para remaja Desa Marga Manunggal Jaya. Hambatan masyarakat dalam pencegahan penggunaan narkoba terhadap remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya adalah ketidakmengertian remaja dan orang tua tentang aturan hukum narkoba, keengganan remaja bersosialisasi dengan masyarakat dan jarangnya sosialisasi tentang narkoba yang dilakukan pemerintah desa dan tokoh masyarakat.
Keyword:Peranan Masyarakat Penyalahgunaan Narkoba, Remaja
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang mana dalam penyelesaian skripsi ini penulis selalu diberikan kesehatan dan kekuatan, sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya.
Disamping itu tidak lupa pula shalawat serta salam penulis sampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) pada Fakultas Syari’ah Jurusan Jurusan Hukum Pidana Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Maka penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Dr. H. Hadri Hasan, MA. selaku Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
2. Bapak Dr. A. A. Miftah, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
3. Bapak H. Hermanto Harun, Lc,M.HI.,Ph.D, selaku Pembantu Dekan I, Ibu Dr. Rahmi Hidayati, S.Ag.,M.HI, selaku Pembantu Dekan II, Ibu Dr.
4. Yuliatin, S.Ag.,M.HI, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
5. Ibu Dr. Rabiatul Adawiyah, S.HI., MHI selaku Ketua Jurusan Hukum Pidana Islam dan Bapak Juharmen S.HI.,M.HI selaku Sekretaris Jurusan
Jurusan Hukum Pidana Islam Fakultas Syari’ah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
6. Bapak Dr. H. Ishaq, S.H.,M.Hum dan Bapak Drs. Asri Neldi selaku Dosen Pembimbing I dan II.
7. Bapak dan ibu dosen, asisten dosen, dan seluruh karyawan/karyawati Fakultas Syariah UIN STS Jambi.
8. Kepada Kepala Desa Marga Manunggal Jaya, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya yang telah sudi memberikan bantuan terkait informasi yang dibutuhkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini, baik langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari akan segala kekurangan dalam penulisan ini untuk itu penulis mengharapkan kepada semua pihak untuk memberikan sumbangan pemikiran serta saran demi kesempurnaan skripsi ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan imbalan yang sebesar-besarnya atas bantuan tersebut.
Jambi, JULI 2018 Penulis
FATHUR ROHMAN NIM: SHP130130
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
PENGESAHAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI... x
DAFTAR SINGKATAN... xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Batasan Masalah... 7
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 7
E. Kerangka Teori dan Konseptual... 9
F. Tinjauan Pustaka ... 26
BAB II METODE PENELITIAN A. Tempat dan Lokasi Penelitian... 28
B. Pendekatan Penelitian ... 28
C. Jenis dan Sumber Data ... 29
D. Instrumen Pengumpulan Data ... 30
E. Unit Analisis ... 31
F. Teknik Analisis Data... 32
G. Sistematika Penulisan ... 34
H. Jadwal Penelitian... 35
BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Historis dan Geografis... 35
B. Struktur Organisasi ... 37
C. Keadaan Sarana dan Prasarana... 37
D. Pembinaan Masyarakat Desa ... 39
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Penggunaan Narkoba Terhadap Remaja dalam Wilayah Desa Marga Manunggal Jaya ... 41
B. Hambatan Masyarakat dalam Pencegahan Penggunaan Narkoba Terhadap Remaja dalam Wilayah Desa Marga
Manunggal Jaya ... 56 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 62 B. Saran-Saran ... 63 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP
x
DAFTAR SINGKATAN
NARKOBA : Narkotika dan obat-Obatan Terlarang
UU : Undang-undang
BNN : Badan Narkotika Nasional
RT : Rukun Tetangga
RW : Rukun Warga
Kec. : Kecamatan
UPT : Unit Pelayanan terpadu
KK : Kepala Keluarga
BPD : Badan Permusyawaratan Desa LPM : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat PAUD : Pendidikan Anak Usia Dini
SMA : Sekolah Menengah Atas
xii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam kalangan remaja masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya Kecamatan Sungai Bahar sangat miris dengan maraknya penggunaan narkoba jenis ganja dari anak Sekolah Menengah Pertama sampai dengan tinggkat Kuliah yang memiliki pengetahuan yang lebih dari lainnya. Adapula yang di usia remaja yang telah menjual narkoba jenis ganja tersebut. Pemerintah juga harus berupaya agar Undang-Undang No. 39 tahun 2009 juga harus berjalan sebagaimana yang terkandung di dalam undang-undang tersebut.
Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada pasal 104-108 mengenai peran serta masyarakat. Pada pasal 104 berbunyi:
masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika”.2
Pengaruh era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi, liberalisasi perdagangan serta pesatnya kemajuan industri pariwisata menjadikan Indonesia semakin rawan peredaran gelap narkotika. Bahkan dewasa ini peredaran gelap narkotika di Indonesia semakin meningkat hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus narkotika yang terjadi di Indonesia. Di media massa, baik media cetak maupun media elektronik, hampir setiap hari ada saja
2Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
1
pemberitaan mengenai narkotika. Aparat penegak hukum pun tidak segan-segan memburu dan memberantas peredaran gelap narkotika sampai keakar-akarnya.
Pada era globalisasi ini masyarakat lambat laun berkembang. Dalam proses perkembangan itu selalu diikuti oleh proses penyesuaian diri. Penyesuaian diri tersebut kadangkala ada yang menyimpang dari peraturan dan norma yang ada di masyarakat maka hal ini dapat berakibat meningkatnya tingkat kriminalitas. Salah satu yang marak pada akhir-akhir ini adalah penyalahgunaan narkoba.
Pada saat ini penyalahgunaan narkoba telah merambah terhadap generasi muda, termasuk di Desa Marga Manunggal Jaya. Penyebaran narkoba menjadi sangat mudah pada anak karena anak sudah mulai mencoba-coba menghisap rokok. Pada awalnya mereka yang mengkonsumsi rokok diawali dengan diperkenalan oleh orang-orang sekitar. Setelah itu mereka kencanduan oleh rokok dan mencoba menggunakan narkoba. Tidak jarang pengedar narkoba menyisipkan zat-zat adiktif kepada lintingan tembakaunya. Awalnya mereka memberikan cuma-cuma setelah mereka kecanduan baru mereka memasang harga.
Letak geografis Desa Marga Manunggal Jaya memiliki posisi silang yang sangat strategis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Indonesia mempunyai kedudukan penting ditengah-tengah lalu lintas dunia international. Namun demikian, permasalahan letak dan kedudukan ini pada kenyataanya dapat memberikan dampak negatif maupun dampak positif. Peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya adalah salah satu bentuk dampak negatif dari keberadaan Desa Marga Manunggal Jaya pada posisi geografisnya. Hal ini
termasuk kondisi kehidupan sosial dan budaya serta situasi global yang diiringi kemajuan zaman dengan teknologinya.
Dari kenakalan remaja sangat berpengaruh dan berhubungan dengan narkotika, karena dengan kenakalan remaja tersebut dapat dengan mudah dimasuki oleh jaringan narkotika, karena penyebaran dan penyalahgunaan narkotikamakin canggih dan sekolah sekolahpun sudah dimasuki jaringan narkotika maka semua bentuk maksiat dan narkotika akan terjadi terus. 3
Menurut AR. Sujon & Boni Daniel, narkotika merupakan zat atau obat yang sangat berguna dan bermanfaat untuk diperlukan dalam pengobatan penyakit tertentu, namun jika disalahgunakan, maka berakibat fatal baik bagi perorangan ataupun masyarakat khususnya generasi muda.4 Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini penyalah gunaan narkotika sebagian dilakukan oleh kaum remaja.
Khusus di Indonesia keadaan ini kerap kali melanda anak-anak remaja di kota- kota besar. Jika ditelusuri secara cermat memang sangat sulit untuk mencari krelasi timbulnya kasus penyalahgunaan narkotika oleh anak remaja dengan kondisi-kondisi tertentu. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat perangsang yang sejenis oleh kaum remaja erat kaitannya dengan beberapa hal yang menyangkut sebab, motivasi dan akibat yang ingin dicapai.5
Al-Qur’an secara tegas telah melarang minuman khamr, yaitu minuman yang memabukkan. Narkotika dan jenis minuman keras. Termuat dalam Q.S. Al Maidah (5) ayat 90:
3Sofyan S. Willis, Remaja & Masalahnya: Mengupas Berbagai Bentuk Kenakalan Remaja, Free Sex dan Pemecahannya (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 89.
4AR. Sujon & Boni Daniel, Komentar dan Pembahasan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentag Narkotika, (Jakarta: Sinar Grafika, 20011), hlm. 59.
5Sudarsono, Kenakalan Remaja (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1995), hlm. 67.
Artinya: Hai, orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah,adalah termasuk perbuatan Syaitan. Maka jauhilah penuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.6
Khamr ialah sumber keresahan, permusuhan dan kebencian yang akan menghancurkan persatuan dan kesatuan ummat dan akan memalingkan manusia dari bertakwa kepada Allah SWT. Diterangkan dalam QS An Nisaa’(4) ayat 43:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.7
6Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang: Cahaya Islam, 2011), hlm. 407.
7Ibid., hlm. 128.
Jadi peran serta masyarakat sangat berpengaruh besar dalam pencegahan pengguna narkoba dikalangan remaja Desa Marga Manunggal Jaya. Disini peneliti hanya memokuskan pada tokoh masyarakat yang akan dimintai keterangan karena tokoh masyarakat sangat berpengaruh dalam Desa Marga Manunggal Jaya. Sampai saat ini secara aktual, penyebarluasan narkotika dan obat-obatan terlarang mencapai tingkat yang memprihatinkan. Hampir seluruh enduduk dunia dapat dengan mudah mendapatkan narkotika dan obat-obatan terlarang misalnya dari bandar/pengedar yang menjual di daerah sekolah, tempat diskotik dan tempat pelacuran. Mencermati uraian mengenai peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan penanggulangan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika dan psikotropika sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, dapat dikemukakan pemerintah sangat mengharapkan bantuan masyarakat untuk ikut serta mencegah, menanggulangi penyalahgunaan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika dan psikotropika dan masyarakat mendapat jaminan keamanan dan perlindungan darim pihak yang berwenang.
Penggunaan Narkoba dikalangan remaja di Desa Marga Manunggal Jaya dari tahun ke tahun mengalami pasang surut, seperti yang dapat ketahui dari sumber data Polsek Sungai Bahar tahun 2014 pengguna narkoba mencapai 3 orang, di tahun 2015 sebanyak 3 orang, dan pada tahun 2016 penggunaan narkoba ada 2 orang.8 Untuk itu perlu adanya peran serta masyarakat dalam membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Tiga komponen dasar
8Wawancara dengan Purwanto, Kapolsek Sungai Bahar, 4 Juni 2017
dalam penanggulangan kejahatan ini yaitu masyarakat/sekolah, pemerintah dan polisi atau penegak hukum.
Masyarakat berperan sebagai subyek sekaligus obyek dari langkah penanggulangan narkotika, aparat penegak hukum utamanya polisi menjadi fasilitator dan pemerintah berperan sebagai pendukung terhadap kegiatan penanggulangan narkotika oleh masyarakat. Penanggulangan narkotika oleh masyarakat didasarkan pada pendapat bahwa setiap organisasi atau kelompok dalam suatu daerah memiliki sumber daya yang unik yang dapat di kontribusikan pada usaha penanggulangan narkotika. Selama tahun 2017 ini angka kriminal yang terjadi di Muaro Jambi relatif menurun untuk tahun 2016 jumlah kejahatan di wilayah Muaro Jambi ada 543, tahun 2017 terdapat penurunan 458 kasus.
Tindak pidana narkoba selama tahun 2017 satuan reser narkoba menagani 41 kasus tersangka di proses 59 orang dengan 53 pria dan 6 orang wanita.9
Dalam hal ini peran para tokoh masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya dalam pencegahan penggunaan narkoba dikalangan remaja adalah dengan melakukan ronda di setiap RT-RT agar dapat selalu mengawasi kegiatan para remaja di malam hari dan setiap RT harus mengawasi setiap warga yang masuk dalam lingkungan RT tersebut. Desa Marga Manunggal Jaya juga telah berkordinasi kepada Polisi agar sesering mungkin melakukan pengawasan terhadap desa. Peran tokoh karang taruna sangat penting dalam membangun para karakter remaja Desa Marga Manunggal Jaya dengan melakukan kegiatan keolah-
9http://jambi.tribunnews.com/2018/01/04polres-muarojambi-unkap-kasus-ditahun-2017, diakses pada 7 Agustus 2018
ragaan yang paling banyak digemari para remaja seperti turnamen bola kaki atau bola volly.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik menelitinya lebih lanjut dalam bentuk skripsi dengan judul: Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Penggunaan Narkoba Terhadap Remaja dalam Wilayah Desa Marga Manunggal Jaya Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi.
B. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan, dapat ditegaskan bahwa yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ini adalah:
1. Bagaimana peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya?
2. Bagaimana hambatan masyarakat dalam pencegahan penggunaan narkoba terhadap remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya?
C. Batasan Masalah
Dalam peranan masyarakat dalam pencegahan narkoba terhadap remaja, penulis hanya membahas tentang peran tokoh masyarakat dalam pencegahan narkoba terhadap remaja di Desa Marga Manunggal Jaya Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi.
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka peneliti menentukan tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Tujuan penelitian
Tujuan yang diharapkan dan ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Ingin mengetahui peran masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya.
b. Ingin mengetahui hambatan masyarakat dalam pencegahan penggunaan narkoba terhadap remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya.
2. Manfaat penelitian
Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis mengharapkan manfaat penelitian dan memberikan kontribusi sebagai berikut:
a. Manfaat Teoritis. Adapun manfaat dari segi teoritis dapat dilihat di bawah ini, yaitu:
1) Penelitian ini diharapkkan dapat memberikan kontribusi untuk mengembangkan peraturan pada desa agar lebih terjaganya ketentraman dan keamanan bagi seluruh masyarakat desa.
2) Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bantuan masukan dalam pengetahuan sebagai peranan masyarakat untuk melakukan pencegahan penggunaan narkoba dikalangan remaja dan masyarakat setempat.
b. Manfaat Praktis
1) Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pegangan dan pedoman bagi para penegak hukum, pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya agar lebih memperhatikan para remaja dan desa yang jauh dari pusat pemerintahan.
2) Hasil penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran untuk para masyarakat agar dapat melakukan pengawasan terhadap lingkungannya.
E. Kerangka Teoritis dan Konseptual 1. Kerangka Teoritis
Kerangka teori sebagai pedoman bagi penulis sebagai pedoman dalam penelitian guna untuk mengetahui maksud yang terkandung dalam judul proposal dan menghindari penafsiran yang berbeda sehingga penulisan ini terarah dan lebih baik, maka skripsi ini sangat perlu diperhatikan kerangka teori dibawah ini.
Kerangka teori yang terdapat dalam skripsi ini adalah teori peran atau yang disebut dengan role of theory (bahasa Inggris), bahasa belanda disebut dengan theorie de rol, sedangkan dalam bahasa Jerman dengan theorie von der rolle.
Teori ini dikembangkan oleh Khan, merupakan penekanan sifat individual sebagai pelaku sosial yang mempelajari perilaku yang sesuai dengan posisi yang ditempati di masyarakat. Teori peran atau role theory merupakan: “Teori yang mengkaji dan menganalisis tentang peran dari institusi dan masyarakat dalam memecahkan, menyelesaikan dan mengakhiri masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”10
Peran yang dikaji dalam hal ini adalah peran masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, terlihat dengan makin banyaknya pengguna narkoba dari semua kalangan. Namun yang lebih memprihatinkan penyalahgunaan narkoba saat ini
10Salim HS & Erlies Septiana Nurbani, Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Disertasi Dan Tesis (Buku Kedua), (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2014), hlm. 141.
justru banyak dilakukan oleh kalangan remaja. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa di masa depan. Para pecandu narkoba itu pada umumnya berusia 11 sampai 24 tahun artinya usia tersebut tergolongkan usia produktif atauusia pelajar.11
Penyalahgunaan narkoba adalah kondisi yang dapat dikatakan sebagai gangguan jiwa, sehingga penggunapenderita tidak lagi mampu memfungsikan diri secra wajar dalam masyarakat bahkan akan mengarah pada prilaku maladaptif (kecemasan/ketakutan berlebihan). Kondisi ini memerlukan perhatian secara serius yang tanggung jawab tidak hanya pada pelaksanan hukum semata, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral masyarakat sebagai ccial bakal pertumbuhan seseorang (mulai kanak-kanak hingga dewasa) agar nilai-nilai moral etika kehidupan sebagai barometer terhadap apa yang wajar maupun tidak wajar tetep terjaga.
Berdasarkan undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 penyalgunaan narkoba diartikan sebagai orang yang menggunakan narkoba tanpa hak atau pun melawan narkoba, sedangkan ketergantungan narkoba adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkotika secara terus menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan atau dihentikan secara tiba-tiba menimbulkan gejala fisik dan psikis.
Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu perilaku menyimpang yang banyak terjadi dalam masyarakat saat ini. Bentuk-bentuk penyalahgunaan
11Alya Nurmaya, Penyalahgunaan NAPZA di Kalangan Remaja (Jurnal Psikologi Pendidikan
& Konseling Vol. 2 Nomor 1 Juni 2016), hlm. 27.
narkoba, seperti mengkonsumsi dengan dosis yang berlebihan, memperjual- belikan tanpa izin serta melanggar aturan yang ditetapkan dalam undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Penyalahgunaan narkoba dapat dikategorikan sebagai kejahatan tanpa korban (crime without victim). Pengertian kejahatan tanpa korban berarti kejahatan ini tidak menimbulkan korban sma sekali, akan tetapi pelaku sebagai korban. Kejahatan yang secara kriminologi diartikan sebagai crime without victim ini sangat sulit diketahui keberadaannya, karena mereka dapat melakukan aksinya dengan sangat tertutup dan hanya diketahui orang-orang tertentu, oleh karena itu sangat sulit memberantas kejahatan itu. Penamaan itu sebenarnya merujuk pada sifat kejahatan tersebut, yaitu adanya dua pihak yang melakukan transaksi atau hubungan (yang dilarang) namun pihak yang melakukan transaksi merasa tidak menderita kerugian atas pihak lain.
Kejahatan tanpa korban biasanya hubungan antara pelaku dan korban tidak kelihatan akibatnya. Dalam kejahatan ini tidak ada sasaran korban sebab semua pihak terlibat dan termasuk dalam kejahatan tersebut.12
Pada umumnya secara keseluruhan faktor-faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dapat dikelompokkan menjadi:13 a. Faktor internal pelaku
Ada berbagai macam penyebab kejiwaan yang dapat mendorong seseorang terutama remaja untuk terjerumus kedalam penyalah gunaan narkotika dan psikotropika, penyebab internal itu antara lain sebagai berikut:
12Moh. Taufik, dkk., Tindak Pidana Narkotika (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005), hlm. 30.
13A.W. Widjaya, Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika (Bandung:
Amrico, 1985), hlm. 25-26.
1) Perasaan egois. Merupakan sifat yang dimiliki oleh setiap orang sifat ini sering kali mendominasi perilaku seseorang seccara tanpa sadar, begitu juga bagi orang yang berhhubungan dengan narkotika dan psikotropika baik secara pengguna maupun pengedar. Pada suatu ketika rasa egoisnya dapat mendorong untuk memiliki dan atau menikmati secara penuh apa yang mungkin dapat dihasilkan dari narkoba.
2) Kehendak ingin bebas. Sifat ini juga merupakan suatu sifat dasar yang dimiliki manusia, sementara dalam tata pergaulan masyarakat norma-norma yang ada membatasi kehendak ingin bebas ini muncul dan terwujud ke dalam perilaku setiap kali seseorang diimpit bebab pikiran dan perasaan. Dalam hal ini ketika seseorang yang sedang dalam himpitan besar tersebut berinteraksi dengan orang yang menggunakan narkotika maka dengan sangat mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
3) Kegoncangan jiwa. Hal ini pada umumnya terjadi karena salah satu sebab yang secara kejiwaan hal tersebut tidak mampu dihadapi atau diatasinya.
Dalam keadaan jiwa yang labil, apabila ada piak-pihak yang berkomunikasi dengannya mengenai narkoba maka ia kan mudah terlibat dalam penyalgunaan narkotika.
4) Rasa keingintahuan. Perasaan ini pada umumnya lebi dominan terjadi pada remaja, erasaan ingin tahu ini tidak terbatas pada hal-hal yang positiff tetapi juga kapada hal-hal yang siatnya negatif. Rasa ingin tahu tentang narkotika dan psikotropika, juga dapat mendorong seorang remaja melakukan perbuatan yang tergolong dalam penyalahhgunaan narkotika.
b. Faktor eksternal pelaku
Faktor-faktor yang datang dari luar ini banyak sekali, diantaranya yang paling penting adalah:
1) Keadaan ekonomi. Keadaan ekonomi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua keadaan, yakni keadaan ekonomi yang baik dan keadaan ekonomi yang kurang. Dalam hubungannya dengan penyalahgunaan narkotika, kedua keadaan ekonomi sama-sama memberikan peluang kepada seseorang.
2) Pergaulan/lingkungan. Lingkungan yang tidak baik maupun yang tidak mendukung dan menampung segala sesuatu yang menyangkut perkembangan psikologis anak dan kurangnya perhatian terhadap anak, juga bisa mengarahkan seorang anak untuk menjadi pemakai narkoba.14
3) Kemudahan. Mudahnya narkotika didapat dan didukung faktor-faktor diatas semakin memperlengkap timbulnya penyalahgunaan narkotika.
4) Kurangnya pengawasan. Selain aktor diatas adapula beberapa faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya pemakaian narkoba dikalangan remaja Desa Marga Manunggal Jaya yaitu dengan datangnya orang-orang baru yang pindahan dari daerah lain atau sekedar singgah mengunjungi keluarga di desa tersebut atau juga adanya even-even besarseperti konser musik, pasar malam yang semuanya dilakukan pada malam hari.
Penyalahgunaan narkotika yang dilakukan seorang dapat di artikan menggunakan narkoba tidak sebagai mana mestinya, dalam hal ini tentunya diluar pengawasan seorang dokter atau pihak yang berwenang. Terjadinya penyalgunaan
14A.R. Sujono & Boni Daniel, op. cit., hlm. 7.
penggunaan narkoba di dalam masyarakat tentunya sangat mempengaruhi masyarakat itu sendiri, pengaruh itu bisa berupa pengaruh terhadap ketenangan dalam masyarakat, pengaruh terhadap timbulnya kejahatan dalam masyarakat dan lain sebagainya.
Menurut Dadang Hawari dalam buku Mardani, diantara faktor-faktor yang berperan dalam penggunaan narkoba adalah:
a. Faktor kepribadian anti sosial dan psikopatik
b. Kondisi kejiwaan yang mudah merasa keewa dan depresi
c. Kondisi keluarga yang meliputi keutuhan keluarga, kesibukan orang tua, hubungan orang tua dengan anak
d. Kelompok teman sebaya
e. Nakotika itu sendiri mudah diperoleh dan tersedianya lingkungannya.15
Setiap jenis obat dapat menyebahayakan tubuh bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pemakaiannya. Efek obat terhadap tubuh manusia tergantung dari berbagai faktor psikologis seperti berat badan, kecccenderungan alergi dan lain- lain. Apalagi obat yang digunakan narkotika tentunya akan membahayakan hidup dan masa depan baik pemakai sendiri maupun orang lain. Penyalahgunaan narkotika maupun psikotropika atau yang disebut dengan istilah narkoba dapat menimbulkan akibat atau resiko, baik secara hukum, medis maupun psikologis.16
Secara hukum, akibat dari penyalahgunaan Narkoba akan terkena pidana penjara sampai pidana mati bagi pemakai/pengedar/bandar (pada BAB XV
15Mardani, Penyalahgunaan Narkoba dalam Prespektif Hukum Islam dan Hukum Pidana Nasional (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007), hlm. 102.
16Muh. Adlin Sila, Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba oleh Masyarakat Sekolah (Jakarta: Departemen Agama RI, 2003), hlm. 5.
Ketentuan Pidana pasal 111 sampai pasal 151 Undang-undang No 35 tahn 2009) yang dijatuhi hukuman pidana.
Secara medis akibat yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba antara lain:
a. Rusaknya susunan syaraf pusat.
b. Rusaknya organ tubuh, seperti hati dan ginjal.
c. Timbulnya penyakit kulit sepperti bintik-bintik mera pada kulit, kudis dan sebaginya.
d. Lemahnya fisik, normal dan daya pikir.
e. Sedangkan yang lebih berbahaya adalah dapat menimbulkan kematian.17 Serta akibat secara psikologis yang ditimbulkan bagi pengguna narkoba antara lain:
a. Kerja lamban dan ceroboh sering tegang dan gelisah b. Hilang rasa percaya diri, apatis, penghayal, penuh curiga c. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal d. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
e. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman bahkan bunuh diri.
Narkoba seperti yang telah dijelaskan diatas merupakan bahan berbahaya yang bisa merusak sistem organ dan daya pikir logis manusia. Mereka kemudian bertindak bukan lagi atas dasar rasionalisme, tetapi sudah dikuasai oleh at-zat yang terkandung dalam narkoba, bila narkoba digunakan seara terus menerus maka akan menyebabkan ketergantungan.
17Ibid., hlm. 6.
Dampak dari penggunaan narkoba bila digunakan secara terus menerus dapat menyebabkan pada fisik, psikis dan kondisi sosial.
a. Bagi diri sendiri 1) Dampak fisik
a) Mengganggu sistem kerja jantung dan pembulu darah (kardiovaskuler) seperti : infeksi akut pada otot-otot jantung, serta mengalami gangguan pada sistem peredaran darah.
b) Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal pada remaja (mudah lupa, sulit konsentrasi)
c) Mengalami gangguantimbul penyakit pada kulit (dermatologis) misalnya: penanahan (abses), alergi
d) Mengalami gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: tertekannya fungsi pernapasan, kesulitan dalam bernafas, serta pengerasan jaringan dalam paru-paru
e) Sering mengalami sakit kepala, mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan kesulitan tidur.
f) Mengalami dampak negatif pada ksehatan reproduksi dimana pemakai mengalami gangguan pada endokrin seperti: penurunan fungsi seksual g) Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara
lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
h) Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, resikonya adalah tertular penyakit
seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya.
i) Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tumbuh untuk menerimanya, over dosis bisa menyebabkan kematian.
j) Gangguan pada sistem syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan, kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
k) Euphoria yaitu suatu perasaan riang gembira yang dapat ditimbulkan oleh narkoba, yang abnormal dan tidak sepadan/tidak sesuai dengan keadaan jasmani/rohani si pemakai sebenarnya. Efek ini ditimbulkan oleh dosis yang tidak begitu tinggi.18
2) Dampak psikis
a) Lamban kerja, ceroboh kerja, sering terganggu dan gelisah.
b) Hilang kepercayaan diri, apathis, sering berkhayal, penuh curiga.
c) Agitatif, menjadi ganas dan berprilaku brutal.
d) Sulit konsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.
e) Cenderung menyakiti diri sendiri, tidak aman bahkan bunuh diri.
f) Sopan santun hilang, tidak lagi peduli dengan orang lain, jadi orang asosial.19
b. Bagi keluarga
18Hari Sasangka, Narkoba dan Psikotropika dalam Hukum Pidana (Bandung: Mandar Maju, 2003), hlm 25.
19Reza Indragiri Amriel, Psikologi Kaum Muda Pengguna Narkoba (Jakarta: Salemba Humanika, 2007), hlm. 45.
Suasana nyaman dan ketentraman terganggu. Keluarga resah karena barang-barang berharga di rumah hilang anak berbohong, mencuri, menipu, bersikap kasar, acuh tak accuh dengan urusan keluarga, tak bertanggung jawab, hidup semaunya dan asosiasi.
Orang tua merasa malu dengan warga dan tetangganya karena mempunyai anak seorang pecandu. Mereka juga merasa bersalah, tetapi juga sedih dan marah. Perilaku orang tua juga ikut berubah, sehingga fungsi keluarga menjadi terganggu. Mereka berusaha menutupi perbuatan anak, agar tidak diketahui oleh orang luar orang tua juga putus asa. Masa depan anak tidak jelas, anak putus sekolah atau menganggur, karena mereka dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan. Stres meningkat, kehidupan ekonomi morat-marit tidak karuan, keluarga juga bukan hanya menanggung beban sosial, tapi juga menanggung beban ekonomi.
c. Bagi sekolah/pendidikan
Narkoba merusak disiplin dan motivasi yang sangat penting bagi proses belajar siswa penyalahgunaan narkoba menanggung suasana belajar mengajar.
Prestasi menurun drastis, sering membolos dari pada siswa yang lain.
Penyalahgunaan narkoba behubungan dengan kejahatan dan perilaku sosial lain yang mengganggu suasana tertib dan aman, perusakan barang milik sekolah dan meningkatnya perkelahian antar siswa. Mereka juga mencciptakan iklim acuh tak acuh dan tidak menghormati apalagi sopan santun kepada guru atau orang yang lebih tua.
d. Bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara
Mafia perdagangan gelap selalu berusaha memasok narkoba. Terjalin hubungan antara pengedar atau bandar dan korban sehingga tercipta pasar gelap. Oleh karena itu, sekali pasar terbentuk, sulit untuk memutus mata rantai peredarannya. Masyarakat yang rawan dengan narkoba tidak memiliki daya tahan, sehingga kesinambungan pembangunan teramcam. Negara menderita kerugian, karena masyarakatnya tidak produktif dan tingkat kejahatan meningkat, belum lagi sarana dan prasarana yang harus disediakan, disamping itu merusak generasi penerus bangsa.
e. Dampak lain berkaitan dengan pemakaian narkoba20
Makin tinggi dosis narkoba yang digunakan dan makin lama pemakaiannya, makin hebat gejala sakitnya. Sakaw adalah gejala putus zat karena pemakaian putaw (heroin). Gejala sakit karena putus putaw pada umumnya berlangsung hingga 4-5 hari setelah pemakaian dihentikan. Akan tetapi, pada beberapa jenis zat lain dapat berlangsung berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Itulah antara lain yang menyebabkan pecandu narkoba tidak mampu menghentikan pemakaiannya. Ia perlu tetap memepertahankan keadaan-keadaan normal dengan tetap memakai narkoba, sebab diluar pemakaian narkoba ia menjadi ‘sakit’ atau ‘tidak normal’.
Toleransi adalah keadaan ketika dosis yang sama tidak lagi berpengaruh seperti penggunaan sebelumnya. Akibatnya, perlu jumlah yang semakin besar, sehingga ia dapat menjadi overdosis dan meninggal. Akibat lain, ia mencoba berbagai macam jenis narkoba, agar diperoleh pengaruh yang diinginkannya,
20http://www.sumbbu.com/2016/06/akibat-penyalahgunaan-narkoba-pada-diri-remaja.html diakses pada 24 oktober 2017
dengan resiko kerusakan organ-organ tubuh makin besar, dan resiko kematian karena pengaruh zat yang menguatkan pengaruh zat yang lainnya.
Menyangkal (denial) adalah gejala lain ketergantungan. Menyangkal artinya menolak mengakui adanya masalah. Gejala ketergantungan adalah tetap melanjutkan kegiatan kecanduannya, walau mengetahui dampak buruknya. Pecandu berkata bahwa ia dapat menghentikan penggunaan narkoba setiap saat ia menginginkannya, tetapi pada kenyataannya ia tidak mampu. Ia menyangkal keadaannya yang ketergantungan, meskipun akibat pemakaian narkoba tampak jelas bagi dirinya dan orang lain.
Pecandu menyangkal dengan berbohong tentang kecanduannya, menyembunyikan suplai dan penyimpanan narkobanya, sergta munccul dimuka umum solah-olah tidak bermasalah dan normal. Mereka sangat dikuasai oleh narkoba dan terus memakai narkoba, meski dihukum, diperingati dan dinasehati. Mereka menyalahkan orang lain untuk persoalan mereka, mengasihani diri sendiri, dan mencoba mengendalikan dan memanipulasi orang lain. Mereke beralsan untuk tetap memakai narkoba, menarik diri sendiri dari orang-orang yang mengasihi dan memperdulikannya, serta hidup tanpa tanggung jawab.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS dikalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian.
Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat
penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.21
2. Konseptual
Kerangka konseptual adalah penggambaran antara konsep-konsep khusus yang merupakan kumpulan dalam arti yang berkaitan, dengan istilah yang akan diteliti/atau diuraikan dalam karya ilmiah.22 Berikut adalah kerangka konseptual yang dimaksudkan di dalam penelitian adalah sebagai berikut:
a. Peranan
Pengertian Peranan Adalah Peranan berasal dari kata peran, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pemain. Peran adalah orang yang menjadi atau melakukan sesuatu yang khas, atau “perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat”. Jika ditujukan pada hal yang bersifat kolektif di dalam masyarakat, seperti himpunan, gerombolan, atau organisasi, maka peranan berarti “perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh organisasi yang berkedudukan di dalam sebuah mayarakat”.
b. Masyarakat
Pengertian masyarakat yaitu sekumpulan orang yang, terdiri dari berbagai kalangan, baik golongan mampu ataupun golongan tak mampu, yang tinggal di dalam satu wilayah dan telah memiliki hukum adat, norma-norma serta berbagai peraturan yang siap untuk ditaati.
21http://www.newsfarras.com/2014/09/dampak-akibat-buruk-narkoba.htmlm=1, diakses pada 28 november pukul 20:00
22Zainudin Ali, Metode Penelitian Hukum (Jakarta: Sinar Grafika, 2014), hlm. 96.
Masyarakat awalnya terbentuk dari sekumpulan orang saja. Misalnya sebuah keluarga yang dipimpin oleh kepala keluarga lalu kemudian berangsur- angsur dari sekeluarga membentuk RT dan RW hingga akhirnya membentuk sebuah dusun. Dusun pun kemudian berkembang menjadi beberapa Kecamatan lalu menjadi Kabupaten, Provinsi hingga akhirnya membentuk sebuah Negara.
Salah satu faktor yang mengefektifkan suatu peraturan adalah warga masyarakat. Yang dimaksud disini adalah kesadara untuk mematuhi suatu peraturan perundang-undangan, yang kerap disebut derajat kepatuhan. Secara sederhana dapat dikatakan, bahwa kepatuhan masyarakat terhadap hukum merupakan salah satu indikator berfungsinya hukum yang bersangkutan.23
c. Pencegahan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pencegahan adalah cara, perbuatan mencegah, penegahan, penolakan.24 Pencegahan adalah cara seseorang untuk menangkal suatu hal yang akan terjadi baik kepada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.
d. Penggunan Narkoba
Pengertian penggunaan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan menggunakan sesuatu.25 Narkoba merupakan singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya). Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat
23Zainuddin Ali, op-cit., hlm. 65.
24Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), hlm. 450.
25Ibid., hlm. 255.
tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.26
Menurut UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika disebutkan pengertian dari: Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.27
Narkoba bersal dari bahasa Yunani, dai kata Narke yang berarti beku, lumpuh dan dungu. Menurut farmakologi medis, yaitu Narkotika adalah obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri yang berasal dari daerah Visceral(organ dalam tubuh seperti lambung, usus, pankreas dan jantung) dan dapat menimbulkan efek stupor (bengong masih sadar namun harus di gertak) Secara umum, yang dimaksud dengan narkotika adalah sejenis zat yang dapat menimbulkan pengaruhpengaruh tertentu bagi orang-orang yang menggunakannya, yaitu dengan cara mengirup, menghisap atau memasukkan ke dalam tubuh atau lain sebagainya.
Sedangkan prekursor narkotika adalah zat atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan narkoba.
e. Remaja
Pengertian Remaja - Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak – kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan
26Siswanto Sunarso, Penegakan Hukum Psikotropika: Dalam Kajian Sosiologi Hukum (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2005), hlm. 45.
27Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. 39 Tahun 2009
seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa dewasa muda.28 Menurut WHO remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, sedangkan batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun, namun jika pada usia remaja telah menkah maka tergolong dalam remaja, sedangkan dalam ilmu psikologi rentang usia dibagi menjadi tiga yaitu: remaja awal (10-13 tahun), remaja pertengahan (14-16), dan remaja akhir (17-19 tahun).
Remaja adalah manusia pada usia tertentu yang sedang dinamik, sehingga dalam usia tersebut remaja banyak dihadapkan oleh masalah yang timbul baik berasal dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya. Menghadapi masalah yang terjadi pada dirinya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang antara lain tingkat pendidikan dari remaj itu sendiri. Bagi remaja yang berpendidikan dan berpola pikir luas maka dia akan menghadapi masalah dengan mengambil langka- langkah yang kiranya perlu dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapinya tapi bagi remaja yang tidak berfikiran luas dan sering mengalami jalan buntu untuk jalan keluarnya dalam menghadapi maslah cenderung mencari jalan tempat pelarian yang dianggap mereka dapat mengurangi masalah tersebut walaupun untuk sementara seperti memakai narkoba.
Masa remaja adalah usia dimana individu berintegritas dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merassa dibawah orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam
28Http://Psikologi-Pengertian-Remaja.Html?M=1Diakses 1juni 2017
masalah hak integritas dalam masyarakat mempunyai aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber terrmasuk juga perubahan yang mencolok.
f. Desa Marga Manunggal Jaya
Desa Marga Manunggal Jaya merupakan binaan Transmigrasi UPT Sungai Bahar IV yang Penempatanya pada bulan Juli Tahun 1989, yang kemudian diserahkan ke Pemerintah daerah Tingkat II Batang Hari pada tanggal 1 Agustus 1992. Desa Marga Manunggal Jaya terletak di Sungai Bahar IV Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Marga Manunggal Jaya merupakan Ibu Kota Kecamatan.
F. Tinjauan Pustaka
Penulis menemukan beberapa penelitian yang ada hubungannya dengan masalah yang akan diteliti, yaitu Neli Agustin29 dengan skripsinya yang berjudul Upaya Pemerintah dalam Memberantas Narkoba (Study Terhadap Implementasi Permberantasan Narkoba oleh Badan Narkotika Nasionsional Kabupaten Batanghari). Yang mana dalam skripsinya membahas upaya pemberantasan Narkoba oleh pemerintah melalui implementasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang hari. Dari hasil tinjauan pustaka yang di kutip dari Neli Agustin tersebut terdapat kesamaan dan perbedaan dengan judul skripsi yang akan di teliti. Yaitu yang berjudul Analisis Putusan Hakim nomor.701/pid sus/2016 PN Jambi Tentang sanksi terhadap Penyalahgunaan Narkotika Perspektif Hukum Islam. Persamaannya yaitu sama-sama meneliti tentang kasus Narkotika.
Perbedaannya yaitu Neli Agustin meneliti tentang upaya pemerintah dalam
29Mahasiswa IAIN STS JAMBI 2014/2015
memberantas narkotika dan penelitian yang dia lakukan di wilayah Kabupaten Batang Hari sedangkan penelitian yang akan di teliti yaitu tentang Analisis Analisis Putusan Hakim Nomor.701/pid sus/2016/PN Jambi tentang Sanksi terhadap Penyalahgunaan Narkotika Perspektif Hukum Islam.
Edi Saputra30dengan skripsi yang berjudul Upaya Pencegahan Peredaran Narkotika di LP kelas II A Jambi. Dalam skripsinya memuat tentang peran serta fungsi lembaga pemasyarakatan dalam mencegah perdaran narkotika di dalam LP kelas II A Jambi. Dari hasil tinjauan pustaka yang dikutip dari Edi Saputra tersebut terdapat kesamaan dan perbedaan dengan judul yang akan di teliti. Yaitu yang berjudul Analisis Putusan Hakim Nomor.701/pid sus/2016/PN Jambi tentang Sanksi terhadap Penyalahgunaan Narkotika Perspektif Hukum Islam.
Kesamaannya ialah sama-sama meneliti tentang kasus Narkotika. Perbedaannya ialah Edi Saputra meneliti tentang upaya pencegahan peredaran Narkotika di LP kelas II A Jambi. Sedangkan Skripsi yang akan di teliti yaitu tentang Analisis Putusan Hakim Nomor.701/pidsus/2016/PN Jambi tentang sanksi terhadap penyalahgunaan narkotika perspektif hukum Islam.
Sedangkan peneliti membahas tentang peranan masyarakat dalam melakukan pencegahan penggunaan narkoba dikalangan remaja Desa Marga Manunggal Jaya yang lebih memfokuskan pada tindakan preventif agar tidak terjadinya penggunaan narkoba dikalangan remaja yang melibatkan para tokoh masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya. Jadi antara penelitian terdahulu dan peneliti ini terdapat perbedaan dan persamaan diantaranya.
30Mahasiswa IAIN STS JAMBI 2014/2015
Persamaan penelitiannya adalah dengan sama-sama meneliti pada penyalahgunaan narkoba, dan perbedaannya adalah penelitian sebelumnya meneliti peranan Lapas dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika.
BAB II
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Marga Manunggal Jaya Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian mengambil lokasi ini karena tempat ini banyak terjadi pengguna narkoba yakni remaja. Sedangkan waktu penelitian berkisar antara bulan Oktober 2017 hingga bulan Januari 2018.
B. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hukum empiris yaitu penerapan hukum yang terjadi di masyarakat, atau bekerjanya hukum dalam masyarakat. Jadi hukum dikonsepkan sebagai perilaku nyata (actual behavior) yang meliputi perbuatan dan akibatnya dalam hubungan hidup bermasyarakat.31 Berdasarkan pendahuluan yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa penelitian ini termasuk penelitian studi kasus yang dilakukan dengan cara mengamati orang- orang dalam kondisi yang wajar. Yaitu dengan pendekatan kualitatif, pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian arau remaja di Desa Marga Manunggal Jaya.
31H. Ishaq, Metode Penelitian Hukum:Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi (Bandung:
Alfabeta, 2017), hlm. 71.
28
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya dilapangan.32Data primer dalam penelitian ini adalah data wawancara dan observasi dengan pihak-pihak terkait di lapangan untuk mendapatkan data peranan masyarakat dalam pencegahan penggunaan narkoba dikalangan remaja pada Desa Marga Manunggal Jaya.
Data sekunder adalah data yang, mencangkup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan, dan sebagainya.33 Dokumen yang dimaksud adalah gambaran umum Desa Marga Manunggal Jaya seperti sejarah, letak geografis, struktur organisasi dan lain sebagainya.
2. Sumber Data
Sumber primer terdiri dari berasal dari hasil wawancara dan observasi dengan sejumlah responden/informan yang berkaitan dengan penelitian ini.34 Sumber data sekunder berasal dari hasil penelitian pustaka berupa buku-buku, jurnal, kamus yang ada kaitannya dengan yang diteliti.35 Sumber data berasal dari Desa Marga Manunggal Jaya yaitu polisi sebanyak 2 orang, tokoh masyarakat
32Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi, Edisi Revisi, (Jambi: Fakultas Syariah UIN STS Jambi dan Syariah Press, 2012), hlm. 299.
33Amiruddin & Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2004), hlm. 30.
34Peter Mahmud Marzuki dalam Ishaq, Metode Penelitian Hukum Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi…, hlm. 68.
35Ibid., hlm. 71.
sebanyak 5 orang, masyarakat sebanyak 4 orang, remaja Pengguna narkoba sebannyak 2 orang dan alim ulama sebanyak 5 orang.
D. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumulan data adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan faka penelitian.36 Instrumen pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
1. Observasi
“Observasi merupakan kegiatan pemuatan perhatian semua objek dengan menggunakan seluruh indera.”37 Observasi yang digunakan dalam penelitian adalah observasi partisipasi. Observasi untuk mendapatkan data mengenai peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya.
2. Wawancara
“Wawancara adalah sebuah dialog yang dilaksanakan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.”38 Wawancara dengan digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dengan tokoh adat, pemangku adat, pihak kepolisian mengenai peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya.
36Bambang Waluyo, Penelitian Hukum dalam Praktek (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2002), hlm. 49.
37Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 156.
38Ibid., hlm. 155.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah sejumlah dokumen-dokumen yang digunakan untuk mencari data dari hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, agenda dan sebagainya.39 Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan informasi non manusia, sumber informasi (data) non manusia ini berupa catatan-catatan, dan arsip-arsip yang ada kaitannya dengan fokus penelitian. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen. Fungsinya sebagai pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui hasil wawancara mendalam. Dokumentasi penulis gunakan sebagai intrumen utama untuk memperoleh semua data-data yang berhubungan dengan gambaran umum Desa Marga Manunggal Jaya.
E. Unit Analisis
Unit analisis pada penelitian ini adalah tokoh masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya, remaja pengguna narkoba, dan pihak kepolisian. Sedangkan sampel yang menjadi reseponden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Polisi sebanyak 2 orang
2. Tokoh masyarakat sebanyak 5 orang 3. Masyarakat sebanyak 4 orang
4. Remaja Pengguna narkoba sebannyak 2 orang 5. Alim Ulama sebanyak 5 orang.
Jadi jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 17 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non sampling yaitu purposive sampling
39Bambang Waluyo, op. cit., hlm. 52.
merupakan pengambilan sampel dengan cara tertentu yang dianggap mengetahui objek penelitian.40
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
“Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan, perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakkan dan transformasi data-data kasar yang muncul dari catatan-catatan yang tertulis di lapangan.”41 Masalah masalah peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya diambil melalui wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data tersebut sehingga bisa disajikan.
2. Penyajian Data
“Penyajian data adalah sekumpulan informasi yang memungkinkan peneliti melakukan penarikan kesimpulan.”42 Penyajian data mengenai masalah peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya yang telah direduksi melalui bab-bab yang sudah tersedia.
40H. Ishaq, op. cit., hlm. 109.
41Matthew B. Miles & A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif, Terj. Tjetjep Rohedi Rohidi (Jakarta: UI Press, 2007), hlm. 16.
42Ibid., hlm. 17.
3. Verifikasi/Penarikan Kesimpulan
Langkah ketiga dalam analisis data dalam penelitian kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.43 Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan mengalami perubahan apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak. Mengapa bisa demikian? Karena seperti telah dikemukakan di atas bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau bahkan gelap, sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, maupun hipotesis atau teori.44 Kesimpulan ini dapat dibuat setelah seluruh data dianalisis mengenai peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya.
43Ibid., hlm. 18-20.
44Ibid., hlm. 19.
G. Sistematika Penulisan
Penyusunan skripsi ini terbagi kepada lima bab, antara babnya ada yang terdiri dari sub-sub bab. Masing-masing bab membahas permasalahan- permasalahan tersendiri, tetapi tetap saling berkaitan antara sub bab dengan bab yang berikutnya. Untuk memberikan gambaran secara mudah agar lebih terarah dan jelas mengenai pembahasan skripsi ini penyusun menggunakan sistematika dengan membagi pembahasan sebagai berikut:
Bab pertama: merupakan pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan kegunaaan penelitian, tinjauan pustaka.
Bab kedua: berisikan tentang metode penelitian, yakni mengenai pendekatan penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, metode analisis data, sistematika penulisan dan jadwal penelitian.
Bab ketiga: menguraikan tentang gambaran umum Desa Marga Manunggal Jaya.
Bab keempat: Berisi pembahasan mengenai peranan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dalam wilayah Desa Marga Manunggal Jaya.
Bab kelima: Bab ini akan diuraikan kesimpulan dari bab-bab terdahulu dari kesimpulan yang diperoleh tersebut penulis memberikan saran sebagai refleksi bagi semua pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung mengenai penelitian ini.
H. Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama enam bulan. Penelitian dilakukan dengan pembuatan proposal, kemudian dilanjutnya dengan perbaikan hasil seminar proposal skripsi. Setelah pengesahan judul dan izin riset, maka penulis mengadakan pengumpulan data, verifikasi dan analisis data dalam waktu yang berurutan. Hasilnya penulis melakukan konsultasi dengan pembimbing sebelum diajukan kepada sidang munaqasah. Adapun jadwal kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1 Jadwal Penelitian
No Kegiatan
Bulan Mei
2017
Sept 2017
Okto 2017
Nov 2017
Des 2017
Jan 2018 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Pembuatan
Proposal
x x x 2. Seminar dan
Perbaikan Hasil Seminar
x
3. Pengumpulan Data, Verifikasi dan Analisa Data
x x x x x x
4. Membuat Laporan Penelitan/Draf Skripsi
x x x x x
5. Konsultasi pembimbing
x x x X x x x X x x x
6. Perbaikan x
7. Penggandaan Laporan
x
Catatan: Jadwal Berubah Sesuai Waktu
BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Historis dan Geografis
1. Historis
Desa Marga Manunggal Jaya merupakan binaan Transmigrasi UPT Sungai Bahar IV yang Penempatannya pada bulan Juli Tahun 1989, yang kemudian diserahkan ke Pemerintah daerah Tingkat II Batang Hari pada tanggal 1 Agustus 1992. Desa Marga Manunggal Jaya terletak di Sungai Bahar IV Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi, dan Desa Marga Manunggal Jaya merupakan Ibu Kota Kecamatan.45
a. Jarak ke Ibu Kota Kecamatan : 0 Km b. Jarak ke Ibu Kota Kabupaten : 130 Km c. Jarak ke Ibu Kota Propinsi : 82 Km
Desa Marga Manunggal Jaya berbatasan dengan:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Mekar Sari Makmur b. Sebelah Timur dengan Desa Panca Mulya.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tri Jaya
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Rantau Harapan.46 2. Geografis
Secara geografis, luas wilayah Desa Marga Manunggal Jaya adalah 1.817 Ha terdiri dari:
a. 1.317,40 Ha Kebun Kelapa Sawit.
45Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
46Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
36
b. 375 Ha Lahan untuk Pertanian Tanaman Pangan c. 125 Ha Lahan Pekarangan/ Perumahan
d. Sisanya perkantoran, sarana pendidikan, TKD, tanah restan dan fasilitas umum lainya.47
B. Struktur Organisasi
Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya mulai efektif melaksanakan fungsinya pada tanggal 1 Agustus 1993 sampai dengan sekarang.Perangkat Desa Marga Manunggal Jaya dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan dibantu oleh seorang sekretaris Desa, 3 Kaur dan 2 kepala Dusun. Untuk menjalankan roda Pemerinatahan desa, BPD dan LPM telah berfungsi sebagaimana mestinya.
Lembaga yang ada di Desa Marga Manunggal Jaya sebagai berikut: BPD, LPM, PKK, Karang Taruna, Kelompok Tani, RT, Lembaga Pendidikan dan Lembaga Adat.48
C. Keadaan Sarana dan Prasarana 1. Kependudukan
Jumlah Penduduk Desa Marga Manunggal Jaya adalah 3.121 jiwa terdiri dari:
a. Laki-Laki : 1.635 Jiwa b. Perempuan : 1.486 Jiwa c. Jumlah KK : 816 KK.49
Jumlah remaja Desa Marga Manunggal Jaya 478 Laki-laki dan 345 Perempuan.
47Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
48Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
49Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
2. Agama
Penduduk Desa Marga Manunggal Jaya 96% beragama Islam dan sisanya beragama Kristen dan lain-lain.
a. Jumlah Masjid : 4 buah.
b. Jumlah Surau/Mushola : 12 buah c. Jumlah Gereja : 1 buah.50
3. Mata Pencaharian
Sebagaian besar Penduduk Desa Marga Manunggal Jaya atau 500 KK bermata pencaharian sebagai Petani Perkebunan kelapa Sawit dan sisanya adalah pegawai Negeri Sipil, pedagang, peternak/penggemukan sapi, wirasasta dan buruh tani dan lain-lain.51
4. Bidang Kesehatan
Kesadaran masyarakat Desa Marga Manunggal Jaya terhadap pentingnya arti Kesehatan bagi tubuhnya sangat tinggi. Di Desa Marga Manunggal Jaya telah berdiri puskesmas sebanyak 1 unit, posyandu sebanyak 4 unit, Dokter umum sebanyak 3 orang, dokter gigi sebanyak 1 orang dan bidan Desa sebanyak 6 orang.52
50Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
51Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017
52Dokumentasi Pemerintah Desa Marga Manunggal Jaya, 2017