• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TRITERPEN GLIKOSIDA TERIPANG TIMBU KOLONG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH TRITERPEN GLIKOSIDA TERIPANG TIMBU KOLONG"

Copied!
211
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH TRITERPEN GLIKOSIDA TERIPANG TIMBU KOLONG (Holothuria atra) TERHADAP

EKSPRESIPROTEIN Fas DAN Bcl-2 DALAM INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL SUPRI’S

CLONE 1 (Sp-C1) SEBAGAI TERAPI KARSINOMA SEL SKUAMOSA LIDAH

DISERTASI

UTMI ARMA 138117003

PROGRAM DOKTOR (S-3) ILMU KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2018

(2)

PENGARUH TRITERPEN GLIKOSIDA TERIPANG TIMBU KOLONG (Holothuria atra) TERHADAP

EKSPRESI PROTEIN Fas DAN Bcl-2 DALAM INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL SUPRI’S

CLONE 1 (Sp-C1) SEBAGAI TERAPI KARSINOMA SEL SKUAMOSA LIDAH

DISERTASI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Menyandang Gelar Doktor (Dr) Dengan Segala Hak dan Kewajibannya di Bidang Ilmu Kedokteran Gigi

Pada Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

UTMI ARMA 138117003

PROGRAM DOKTOR (S-3) ILMU KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

MEDAN 2018 PROMOTOR

Prof. Dr. drg. Hj. Mieke Hemiawati Satari, M. Kes Guru Besar Tetap Ilmu Oral Biologi

Pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran

Bandung

CO-PROMOTOR

Prof. Dr. Drs. Syafruddin Ilyas, M. Biomed

Guru Besar Tetap dalam Bidang Genetika Molekular Reproduksi Pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Sumatera Utara Medan

CO-PROMOTOR Prof. Dr. Dian Handayani, Apt

Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Pada Fakultas Farmasi

Universitas Andalas Padang

(4)

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : UTMI ARMA

NIM : 138117003

Program Studi : Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran Gigi Jenis Karya : Disertasi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non- exclusive Royalty Free Right) atas disertasi saya yang berjudul:

PENGARUH TRITERPEN GLIKOSIDA TERIPANG TIMBU KOLONG (Holothuria atra) TERHADAP EKSPRESI PROTEIN Fas DAN Bcl-2 DALAM INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL SUPRI’S CLONE 1 (Sp-C1) SEBAGAI TERAPI

KARSINOMA SEL SKUAMOSA LIDAH

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan), dengan Hak Bebas Royalti Non-eksklusif ini, Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media/formatkan, mengelola dalam bentuk database, merawat, dan mempublikasikan disertasi saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis dan sebagai pemilik hak cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Medan Pada tanggal : April 2018 Yang menyatakan

(5)

UTMI ARMA

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Hasil penelitian ini adalah hasil karya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

telah saya nyatakan dengan benar

Nama : UTMI ARMA NIM : 138117003

(6)
(7)
(8)

ABSTRAK

Karsinoma sel skuamosa rongga mulut memiliki insiden tertinggi keenam diantara berbagai bentuk kanker diseluruh dunia dan delapan kanker yang paling umum di dunia. Karsinoma sel skuamosa rongga mulut cenderung bertambah dan lebih dari 90% dari semua kanker mulut. Pengobatan standar yang dilakukan adalah pembedahan, radioterapi, kemoterapi maupun kombinasi, namun kebanyakan penderita karsinoma rongga mulut terutama karsinoma lidah datang dalam stadium lanjut. Selama beberapa dekade terakhir, tidak ada terapi sistemik yang efektif untuk penderita karsinoma lidah dengan stadium lanjut, sehingga prognosis penderita karsinoma lidah pada stadium lanjut masih buruk. Dalam karsinoesis, disregulasi apoptosis yang melibatkan protein Fas dan Bcl-2 berhubungan dengan perkembangan tumor, progresivitas, serta resistensi tumor terhadap terapi. Salah satu perawatan yang sedang dikembangkan antara lain pencarian bahan alam/herbal. Wawasan ini memacu dikembangkannya strategi terapi yang ditargetkan untuk mengaktifkan apoptosis sehingga dapat membunuh sel kanker. Triterpen glikosida yang terkandung dalam teripang timbu kolong (Holothuria atra) memiliki potensi antikanker diharapkan mampu menginduksi apoptosis dengan mengintervensi jalur yang melibatkan ekspresi protein Fas dan Bcl-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong dan mengeksplorasi pengaruh senyawa aktif terhadap ekspresi protein Fas dan Bcl-2 sebagai mekanisme molekuler apoptosis untuk menemukan target molekuker terapi karsinoma sel skuamosa lidah.

Penelitian merupakan studi eksperimen laboratorium yang terdiri atas 2 tahap. Penelitian tahap 1 bersifat deskriptif eksploratif untuk mengisolasi senyawa aktif triterpen glikosida mulai dari ekstrak dan fraksinasi dari 3 jenis teripang (1) timbu kolong (Holothuria atra), (2) teripang cempedak (Bohadschia marmorata) dan, (3) teripang gamat (Stichopus variegatus) dilakukan uji sitotoksik sebagai model ideal antikanker yang potensial yaitu senyawa bioaktif dari 3 teripang yang memiliki potensi untuk membunuh sel kanker. Penelitian tahap 2 merupakan penelitian eksperimental in vitro dengan rancangan acak lengkap (RAL) berupa uji pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong untuk menilai pengaruhnya terhadap ekspresi protein Fas dan Bcl-2 dalaminduksi apoptosis pada kultur sel Sp-C1. Kelompok penelitian terdiri atas kelompok kontrol dan kelompok yang diberi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong dengan dosis 0,5xIC50, IC50, 1,5xIC50, 2xIC50 dan 2,5xIC50 dengan waktu pengamatan pada jam 24. Ekspresi protein diukur dengan metode immunositokimia, sedangkan deteksi apoptosis menggunakan metode Double

(9)

Staining Ethidium Bromida Acridin Orange

Hasil yang didapatkan adalah senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong memiliki aktivitas antikanker yang sangat kuat (IC50=0,23 µg/mL) terhadap Sp-C1. Ekspresi optimum Fas dan Bcl-2 untuk inisiasi apoptosis berturut-turut terjadi pada dosis 2xIC50 dan 2,5xIC50

Kata kunci : apoptosis, ekspresi protein Fas dan Bcl-2, Supri’s-Clone 1 (Sp-C1), teripang timbu kolong (Holothuria atra), triterpen glikosida, target terapi

. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara ekpresi masing-masing Fas dan Bcl-2 dengan nilai r berturut- turut 0,698 dan 0,812 dengan tingkat apoptosis r=0,837. Jadi semakin tinggi pemberian dosis senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong maka semakin tinggi apoptosis pada kultur sel Sp-C1. Hal ini menandakan pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong menyebabkan ekspresi protein tersebut menghasilkan puncak sinyal yang mengaktivasi fase eksekusi apoptosis dan menunjukkan interaksi antara jalur ekstrinsik dan instrinsik sehingga memperkuat proses induksi apoptosis dalam menghambat pertumbuhan kanker. Disimpulkan bahwa senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong merupakan antikanker yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi ekspresi protein Fas dan Bcl-2 dalam menginduksi apoptosis.

(10)

ABSTRACT

Squamous cell carcinoma of the oral cavity has the sixth highest incidence among various forms of cancer worldwide and eight of the most common cancers in the world. Squamous cell carcinoma of the oral cavity tends to increase and more than 90% of all oral cancers. Standard treatment is surgery, radiotherapy, chemotherapy or combination, but most patients with oral carcinoma, especially tongue carcinoma come in an advanced stage. Over the past few decades, there has been no effective systemic therapy for patients with advanced stage carcinoma, so the prognosis of patients with advanced carcinoma of the tongue is still poor. In carcinoesis, apoptotic dysregulation involving the Fas and Bcl- 2protein expressiones is associated with tumor development, progression, and tumor resistance to therapy. One of the treatments being developed is the search for natural / herbal ingredients. This insight spurs the development of a therapeutic strategy targeted to activate apoptosis so that it can kill cancer cells.

Triterpen glikosida contained in timbu cucumber has potency anticancer expected to induce apoptosis by intervening path involving protein expression of Fas and Bcl-2

The purpose of this study was to isolate the active compound triterpen glikosida of black sea cucumber and explore the effect of the active compound on the protein expression of Fas and Bcl-2 as the molecular mechanism of apoptosis to find molecular targets of tongue squamous cell carcinoma therapy.The study was a laboratory experimental study consisting of 2 stages. The first phase of the study was descriptive explorative to isolate the triterpen glycoside active compound from extract and fractionation of 3 types of sea cucumber (1)Black sea cucumber (Holothuria atra), (2)Bohadschia marmorata and (3) Stichopus variegatus cytotoxic test was performed as an ideal model of potential anticancer at that is a bioactive compound of 3 sea cucumbers that have the potential to kill cancer cells. The second phase of the study was an experimental in vitro study with complete randomized design (RAL) in the form of active triterpen glycoside trait test of trepang cucumber to assess its effect on Fas and Bcl-2 protein expression in induction of apoptosis on cell culture of Sp-C1. The study group consisted of a control group and a group of active triterpen glycoside compound trunks of cucumber dock with dose of 0.5xIC50, IC50, 1xIC50, 2xIC50 and 2.5xIC50

with observation time at 24 hours. Protein expression was measured by immunocytochemistry, while apoptotic detection Double Staining Ethidium Bromida Acridin Orange

(11)

The result of this research showed that active triterpen glycoside compound of trepang cucumber has a very strong anticancer activity (IC50 = 0,23 μg / mL) to Sp-C1. The optimum protein expression of Fas and Bcl-2 for successful apoptosis initiation occurred at doses of 2xIC50 and 2.5xIC50

Keywords: apoptosis, protein expression of Fas and Bcl-2, Supri's-Clone 1 (Sp- C1), sea cucumber (Holothuria atra), triterpen glycoside, target therapy

. There is a very strong relationship between expression of each of the Fas and Bcl-2 es with r values of 0.698 and 0.812 respectively with apoptosis r = 0.837. So the higher the dosage of active triterpenes of trusspole glikosida sea cucumber is higher then apoptosis in Sp-C1 culture. This indicates that the active triterpen glycoside compound of trepang cucumbers causes the e expression to produce a signal peak that activates the apoptotic phase of execution and shows the interaction between the extrinsic and intrinsic pathways thus strengthening the apoptotic induction process in inhibiting cancer growth. It was concluded that the active compound triterpenes of trunks of sea cucumber glycoside are very strong anticancer that can affect the protein expression of Fas and Bcl-2 e in inducing apoptosis.

(12)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP 1. Keterangan Diri

Nama Utmi Arma, drg, MDSc

NIM 138117003

Tempat/Tanggal Lahir Pasaman/24 April 1969

Jenis Kelamin Perempuan

Status Perkawinan Menikah

Agama Islam

Nama Ayah Arnoli

Nama Ibu Asma (almh)

Nama Suami Dian Iskandar, SH

Nama Anak 1. Ahmad Ghazali Adam

2. Sarah Nabila Luqyana

Alamat Rumah Komp. Perumahan Bumi Lubuk Buaya

Indah BlokBNo. 4, Kel. Lubuk Buaya, Kec.Koto Tangah, Padang (25176)

Alamat Tempat Bekerja Jl. Aie Pacah, KM 15 By Pass Padang, Sumatera Barat(25176)

No. Kontak dan email 08126770599 dan [email protected] Golongan/Pangkat IVa/ Lektor Kepala

NIP 196904241993032001

2. Pendidkan Formal

No. Nama Sekolah / Universitas Tahun Lulus 1. SD Inpres 10/73 Sarilamak Kec.

Harau Kab. 50 Kota

1982

2. SMPN 1 Payakumbuh 1985

3. SMAN 3 Payakumbuh 1988

4. FKG Univ Baiturrahmah, Padang 1995 5. University of Malaya, Malaysia 1998 3. Riwayat Pekerjaan

No. Jabatan Institusi Tahun

1. Dosen FKG Unbrah Padang 1995- sekarang 1. Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mulut 1999 - 2006 2. Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Gigi 2006 – 2011 5. Dekan Fakultas Kedokteran Gigi 2011 – 2015 6. Ketua Devisi

Materi Uji

UKMP2DG 2014-2016

(13)

4. Pelatihan, Seminar dan Lokakarya

- Workshop Nasional Item Review CBT dan OSCE Kedokteran Gigi Gelombang I Tahun 2013

- Workshop Nasional Item Review CBT dan OSCE Kedokteran Gigi Gelombang III Tahun 2013

- Pelatiahan Advance Medical Emergency In Dentistry (AMED), Mei 2013 - WorkshopAdvance First Aid and Medical Support (AFAMS), Mei 2013 - Kepastian Hukum Kepada Masyarakat, Dokter dan Dokter Gigi dalam

Penyelenggaraan Praktik Kedokteran, September 2013

- Seminar Nasional Penerapan Complimentary Alternative Medicine (CAM)

& Herbal Medik dalam Pelayanan Kesehatan, 2013

- Mastering the Latest Science and Tecnology of Conservative Dentistry for General Practice, 2014

- Lokakarya Program Pengembangan Test Formatif dalam Rangka Uji Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI), 2014

- Finalisasi Blue Print Ujian MCQ CBT dan OSCE UKMP2DG 2014

- Pelaporan Hasil UKMP2DG dan Persiapan Pelaksanaan UKMP2DG Tahun 2015

- Workshop Peningkatan Tata Kelola PTS, Agustus 2015

(14)

- FORKOMIL III ( The Patway to Reach Higher Competency Though Science and Technology in Dentistry), 2015

- Seminar Kedokteran Gigi Pascasarjana, Ilmu Kedokteran Gigi, " Tantangan Dalam Penegakkan Diagnosis Tumor pada Rongga Mulut", 2016

- FGD Penulisan dan Review Soal Uji Praktek UKMP2DG, 2016 - Lokakarya Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2016 - Pelatihan Laporan Kerja Dosen dan Laporan Kinerja Dosen, 2016 - Oral Medicine and Its Related Discipline Conference, SINOM, 2017 - The Newest Knowledge in Dentistry for Improving Comprehensive Oral

Healthcare, Sriwijaya Dentistry 2017

5. Hasil Penelitian dan Publikasi Ilmiah

- Manifestasi Hemofilia pada Penderita yang Berhubungan dengan Pearawatan Gigi dan Mulut: Menara Universitas Muhammadiyah SumbarISSN : 1693-2617, Vol VIII No. 41 Oktober 2013

- Xerostomia Berpengaruh terhadap Kesehatan Rongga Mulut Kopertis Wil XISSN : 1979-9292, Vol 7 No.1 Maret 2013

- Trigeminal Neuralgia: Menara Universitas Muhammadiyah SumbarISSN : 1693-2617, Vol. IV No. 37 Mei 2013

- Stomatitis Aftosa Rekuren: Menara Universitas Muhammadiyah SumbarISSN : 1693-2617, Vol. VI No.39 Juli 2013

- Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi Dokter Gigi Indonesia Edisi Revisi Kedua, Dikti 2013

(15)

- Prevalensi Prakanker dan Kanker pada Perempuan Pengkonsumsi Buah Pinang (Areca catechu) Perhimpunan Kanagarian Talu Kecamatan Talamau Kabupten Pasaman Barat, prosiding Tantangan dalam penegakkan diagnosa tumor pada rongga mulut. Prosiding “Tantangan dalam Penegakkan Diagnosa Tumor pada Rongga Mulut, USU Medan, 2016

- Anticancer Potency of Black Sea Cucumber (Holothuria atra) from Mentawai Island, Indonesia. jurnal.unpad.ac.id vol 29, No.1 (2017)

- Potensi Antibakteri Teripang Timbu Kolong (Holothuria atra) terhadap Streptokokus Viridans pada Karies Gigi. jurnal.unpad.ac.id vol 29, No.1 (2017)

- Uji Aktivitas Antibakteri ekstrak Teripang Pasir Coklat (Bohadschia marmorata) terhadap Streptokokus Viridans pada Karies Gigi. Proceeding:

Sriwijaya Dentistry 2017

(16)

KATA PENGANTAR

Bismillahhirahmanirrahiim, puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah Subhaanahu wata’aala, karena berkat rahmat dan karuniaNya maka disertasi dengan judul “ Pengaruh Triterpen Glikosida Teripang Timbu Kolong (Holothuria atra) terhadap Ekspresi Protein Fas dan Bcl-2 dalam Induksi Apoptosis pada Kultur Sel Supri,s Clone 1 (Sp-C1) sebagai Terapi Karsinoma Sel Skuamosa Lidah” ini dapat diselesaikan. Disertasi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar doktor pada Program Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sembah sujud dan terima kasih yang tidak terhingga kepada ayahanda H.

Arnoli, Ibu Asma (almh) dan Ibu Hj. Ernawati, S.Pd orang tua yang saya kagumi dan cintai dan telah memberi tauladan atas segenap cinta, doa, asuhan, bimbingan, mengajarkan kesabaran, kerendahan hati dan selalu bersyukur serta selalu memanjatkan doa yang tulus untuk keberhasilan anak-anaknya sejak dilahirkan hingga saat ini. Kepada Bapak Syaifoelanwar (alm) dan ibu Zuhaili Djarimi (mertua) terima kasih atas doa dan kasih sayang serta dorongan selama ini.

Semoga Allah selalu memuliakan, memberkahi dan memberikan rahmatNya papa dan bu Erna dan ibu mertua di dunia dan akhirat serta untuk ibu Asma dan Bapak Syaifoelanwar diterangi, dilapangkan, dan dijauhi dari azab kubur serta Insya Allah masuk surga.

Saya menyadari proses pendidikan yang merupakan jenjang tertinggi yang ditempuh ini dapat terlaksana berkat dukungan dan fasilitas pendidikan yang

(17)

disediakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara khususnya Program Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Gigi, sehingga saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak terkait yang telah banyak membantu. Pada kesempatan ini saya sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada yang terhormat Rektor Universitas Sumatera Utara. Ucapan terima kasih dan penghargaan saya kepada Prof.

Nazruddin, drg.,C.Ort.,PhD.,Sp.Ort.(K) selaku Ketua Program Pascasarjana saat ini dan Dr. Ameta Primasari, drg., MDSc., M.Kes selaku Ketua yang terdahulu dan sahabat yang selalu memberi semangat dan perhatian penuh. Kepada Prof.

Sondang Pintauli, drg., PhD dan Lidya Irani Nainggolan, drg.,Sp.RKG selaku Sekretaris Program Pascasarjana yang terdahulu yang telah banyak memberikan inspirasi, dan motivasi sehingga proses pendidikan yang saya jalani dapat berjalan lancar dan penuh tanggung jawab.

Saya juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada yang terhormat Dr. Trelia Boel, drg., M.Kes., Sp. RKG,(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi saat ini dan Prof. Nazruddin, drg.,C.Ort.,PhD.,Sp.Ort.(K) selaku Dekan terdahulu, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalani pendidikan Program Doktor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

Rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat Prof. Dr. Hj. MiekeHemiawati Satari, drg.,M.Kes sebagai Promotor dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung, yang telah banyak mencurahkan perhatian, bimbingan, arahan, dorongan, motivasi, wawasan dan

(18)

sumbangan pemikiran selama saya menjalani pendidikan dan menyelesaikan disertasi ini. Beliau menjadi sosok ibu dan guru serta mendapatkan pelajaran hidup yang tidak ternilai harganya dan terasa indah dalam penyelesaian disertasi ini.

Semoga Allah senantiasa memuliakan dan memberikan rahmatNya kepada beliau dan keluarganya

Terima kasih kepada yang terhormat Prof. Dr. SyafruddinIlyas, M.Biomed selaku Co-promotor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara, Medan atas semua bimbingan, arahan dan masukkan, pemikiran yang sangat berarti bagi saya dalam menyelesaikan disertasi ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Prof. Dr. Dian Handayani, Apt selaku Co-promotor dari Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang yang telah membimbing, memberikan masukkan, arahan memberikan dan menumbuhkan keyakinan dalam diri serta menjadi teman bertukar pikiran dalam penyelesaian disertasi ini. Semoga Allah membalas segala kebaikan beliau berdua, dan merahmatinya.

Perkenankan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang kepada yang terhormat drg. Supriatno., M.Kes., MDSc., Ph.D selaku Ka. Unit Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada yang telah memberikan saya izin menggunakan cell lineSupri’s Clone 1 (Sp-C1) untuk keperluan penelitian saya, semoga beliau senantiasa dimuliakan, diberkahi dan dirahmati Allah SWT. Dan bu Yuli yang selalu siap membantu di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gajah Mada.

(19)

Terima kasih yang sebesar besarnya kepada yang terhormat kepada Prof.

Dr. H. Dayar Arbain, Apt, selaku Direktur Laboratorium Biota Sumatera Universitas Andalas Padang yang sudah mengizinkan melakukan penelitian, selalu memberi semangat, membantu ilmu tentang cara pengolahan bahan herbal yang tidak diketahui sama sekali sampai menjadi menyenangkan. Kepada (1) Prof. Dr. Deddi Prima Putra, Apt (2) Prof. Dr. Amri Bakhtiar, Apt (3) Dr. Friadi, Apt dosen Fakultas Farmasi Unand dan adek-adek (Nofrizal, M.Farm, Nova Syafni, M.Farm, Apt, M. Rifqi Efendi, M.Farm, Apt dan Arif Ferdian, S. Farm, Apt) yang sangat membantu dalam melakukan penelitian dan tidak bosan- bosannya menunjukkan dari yang tidak tahu menjadi tahu dan menyenangkan.

Kepada Harmizal (Mimi) analis Farmasi Unand yang membantu penelitian terima kasih.

Kepada yang terhormat Bapak H. Amran Sutan Sidi Sulaiman dan Ibu Hj.

Maizarnis ( bu Je) sebagai ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Padang, Prof.

Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S selaku Rektor Universitas Baiturrahmah saat ini dan Prof. Ir. Firdaus Rivai, M.Sc selaku Rektor yang terdahulu yang dengan kebijakan beliau telah memberikan kesempatan pada saya untuk menjalani pendidikan doktor. Terima kasih kepada ibu drg. Okmes Fadriyanti, Sp.Pros sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah yang telah memberikan kesempatan kepada saya sebagai tenaga dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga ilmu yang saya dapatkan dari pendidikan ini dapat saya baktikan untuk kemajuan dan kemaslahatan Universitas Baiturrahmah

(20)

dengan visi Universitas Baiturrahmah yakni “ Menjadi Universitas Terkemuka dan Unggul serta Didukung Insan yang Berakhlakul Karimah”.

Selanjutnya terima kasih kepada tim penguji (kolokium) Dr. Nila Kusuma, drg., M.Biomed, Prof. Dr. dr. H.M. Najib D. Lubis, Sp.PA.(K) dan Dr. Ameta Primasari, drg. MDSc., M.Kes atas kesediaannya memberikan koreksi, masukkan dan saran perbaikan dalam penulisan sripsi ini.

Suami tercinta H. Dian Iskandar, SH “Jazaakallah Khairan” semoga Allah SWT membalasmu dengan kebaikan. Rasanya tidak dapat saya ungapkan dengan kata-kata rasa syukur dan penghargaan yang setinggi-tinginya atas dukungan moril, materil dan semangat yang telah mendampingi saya dalam suka dan duka.

Demikian pula saya ungapkan rasa cinta kasih dari lubuk hati dalam kepada anak- anak tersayang Ahmad Ghazali Adam (Aga) dan Sarah Nabila Luqyana (Sarah), yang merupakan pelita hati dan dasar ketegaran saya. Mereka bertiga memberikan doa, cinta serta kasih sayang, pengorbanan, dorongan semanggat, kesabaran serta dukungan yang tulus walaupun telah kehilangan perhatian dalam waktu yang cukup lama. Semoga Allah memberikan kita keberkahan dunia dan akhirat dan menjadikan kalian anak-anak yang sholeh, sholehah serta membanggakan.

Saudara-saudaraku Agnes Emilia dan keluarga, Betrina dan keluarga dan Wiwit Olina dan keluarga. Demikian juga kepada ipar saya keluarga Delian, keluarga Rozian, keluarga Irzan, keluarga Yudhi, keluarga Riza dan keluarga Widyani serta seluruh keluarga besar yang telah meberikan dukungan, perhatian

(21)

serta persaudaraan yang erat selama ini. Semoga kita dapat terus membina kerukunan keluarga dan saling mengasihi selamanya.

Sahabat-sahabat seperjuangan program doktor angkatan 2013 mas Bambang, Dharli, Poppy, Ngena Ria, Lendrawati, Okmes Fadriyanti, Yenita Alamsyah, dan Edrizal, semoga kita semua menyelesaikan pendidikan S-3 dan terjalin hubungan silaturahim selalu. Teman-teman di bagian Ilmu Penyakit Mulut drg. Abu Bakar, M.Meded; drg. Fitria Mailiza, Sp. PM; drg. Dhona Afriza, M.Biomed; drg. Rifani; Oki dan Reni, yang sering membantu membimbing mahasiswa ko-ass di Modul III karena sering minta izin meninggalkan tugas karena penelitian serta teman-teman di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah yang telah memberikan dukungan dan semangat. Terima kasih kepada, Sisca dan Suci, atas bimbimgannya dan bantuan dalam analisa statistik disertasi ini. Spesial kepada drh. Basri A Gani yang membantu dengan iklas.

Semua pihak yang telah banyak membantu, baik langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, hanya Allah SWT yang mampu memberikan balasan yang terbaik.

Mudah-mudahan disertasi ini dapat memberikan manfaat yang sebanyak- banyaknya dan semoga kita semua senantiasa berada dalam ridho dan rahmat Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Medan, April 2018 Penulis

(22)

DAFTAR ISI

SAMPUL LUAR ... i SAMPUL DALAM ... ii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... iv HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ... v PERSETUJUAN KELAIKAN DISERTASI ... vi ABSTRAK ... vii ABSTRACT ... ix KATA PENGANTAR ... xi RIWAYAT HIDUP ... xvii DAFTAR ISI ... xx DAFTAR TABEL ... xxiv DAFTAR GAMBAR ... xxv DAFTAR SINGKATAN ... xxvii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Permasalahan ... 9 1.3 Rumusan Masalah ... 11 1.4 Pertanyaan Penelitian ... 12 1.5 Tujuan Penelitian ... 13 1.6 Manfaat Penelitian ... 14 1.7 Orisinalitas Penelitian ... 15 1.8 Potensi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) ... 16

(23)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 18 2.1 Tinjauan Umum Kanker ... 18 2.1.1. Definisi ... 18 2.1.2. Epidemiologi ... 18 2.2. Karsinoma Sel Skuamosa Rongga Mulut dan Lidah ... 20 2.2.1. Defenisi ... 20 2.2.2. Epidemiologi ... 20 2.2.3. Etiologi dan Faktor Predisposisi ... 23 2.2.4. Gejala dan Gambaran Klinis ... 24 2.2.5. Letak dan Insidensi ... 26 2.2.6. Klasifikasi berdasarkan Gambaran Histopatologis ... 27 2.2.7. Patologi dan Karsinogenesis... 30 2.2.7.1 Patologi ... 30 2.2.7.2 Karsinogen dan Karsinogenesis ... 32 2.2.8. Prinsip Dasar Perawatan ... 40 2.3. Apoptosis ... 43 2.3.1. Gambaran Morfologi Apoptosis ... 46 2.3.2. Mekanisme Apoptosis ... 48 2.3.3. Fas ... 54 2.3.4. Bcl-2 ... 55 2.3.5. Disregulasi Apoptosis pada KSS Lidah ... 56 2.4. Teripang/Sea cucumber ... 57 2.4.1. Sejarah Perkembangan Teripang ... 59 2.4.2. Taksonomi ... 61 2.4.3. Kandungan Teripang Triterpen Glikosida,

Manfaatnya untuk Kesehatan serta sebagai

Antikanker ... 63 2.4.4. Triterpen Glikosida dan Apoptosis sebagai Target

Terapi pada Sel Kanker ... 70 2.5. Sel Supri’s - Clone (Sp-C1) ... 73 2.6. Kerangka Teori ... 75 2.7. Kerangka Konsep ... 76 2.8. Hipotesis ... 82 BAB 3 METODE PENELITIAN ... 84

3.1. Jenis dan Desain Penelitian ... 84 3.1.1. Jenis Penelitian ... 84 3.1.2. Desain Penelitian ... 84 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 85 3.3. Populasi dan Sampel Penelitian ... 86

3.3.1. Populasi Penelitian... 86 3.3.2. Sampel Penelitian ... 86 3.3.3. Kriteria Inklusi ... 88 3.3.4. Kriteria Eksklusi ... 88

(24)

3.4. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 88 3.4.1. Variabel Penelitian ... 88 3.4.1.1. Variabel Bebas ... 88 3.4.1.2. Variabel Terikat ... 88 3.4.1.3. Variabel Terkendali ... 88 3.4.1.4. Variabel Tak Terkendali ... 88 3.4.2. Definisi Operasional ... 89 3.5. Etika Penelitian ... 91 3.6. Metode Penggumpulan Data... 91 3.7. Uji Validitas dan Reabilitas ... 92

3.7.1. Uji Steroid/Triterpenoid dan HPLC (High

Performance Liquid Chromathography) ... 92 3.7.2. Uji Aktivitas Sitotolsik terhadap Kultur Sel Sp-C1

Metode MTT (3-4-5-dimetylthiazol-2yl-2,5-difenil

tetrazolium bromide) ... 93 3.7.3. Deteksi Apoptosis dengan Pemeriksaan Double

Staining Ethidium Bromida Acridin Orange ... 96 3.7.4. Deteksi Ekspresi Protein Metode Pengecatan

menggunakan KIT ICC/Immunositokimia) ... 96 3.8. Analisis Data ... 97 3.9. Prosedur Penelitian ... 100

3.9.1. Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Aktif dari Teripang .... 101 3.9.2. Penumbuhan, Perhitungan dan Panen Sel Sp-C1 ... 104 3.9.3. Pengujian Penelitian ... 104 BAB 4 HASIL PENELITIAN ... 106 4.1. Tahap Ekstraksi dan Fraksinasi 3 Jenis Teripang Mentawai... 106 4.2. Hasil Penelitian Tahap I ... 106 4.2.1. Penumbuhan KSS Lidah Sp-C1 ... 107 4.2.2. Isolasi Senyawa Aktif dari Teripang Timbu Kolong ... 107 4.2.3. Uji Steroid Senyawa Aktif Triterpen Glikosida ... 109 4.2.4. Uji Aktivitas Sitotoksik Senyawa Aktif Triterpen

Glikosida terhadap Sp-C1 metodeMTT Assay ... 110 4.2.5. Hasil uji HPLC ... 113 4.3. Hasil Penelitian Tahap II ... 114

4.3.1. Pengukuran Ekspresi Protein Fas dan Bcl-2 pada Kultur Sel Sp-C1 setelah PemberianSenyawa Aktif Triterpen Glikosida Teripang Timbu Kolong dengan

Metode Immunositokimia ... 114 4.3.2. Analisis dan Uji Statistik Ekspresi Protein Fas dan

Bcl-2 pada Kultur Sel Sp-C1 setelah PemberianSenyawa Aktif Triterpen

GlikosidaTeripang Timbu Kolong ... 115 4.3.3. Tingkat Konsentrasi (Dosis) yang Menghasilkan

Ekspresi Protein Fas Optimum pada Kultur Sel Sp-C1

(25)

setelah PemberianSenyawa Aktif Triterpen

GlikosidaTeripang Timbu Kolong ... 119 4.3.4. Dosis yang Menghasilkan Ekspresi Protein Bcl-2

Optimum pada Kultur Sel Sp-C1 setelah PemberianSenyawa Aktif Triterpen

GlikosidaTeripang Timbu Kolong ... 120 4.3.5. Pengaruh Ekspresi Protein Fas dan Bcl-2 Terhadap

Tingkat Apoptosis padaKultur Sel Sp-C1 Pemberian Senyawa Aktif Triterpen GlikosidaTeripang Timbu

Kolong ... 120 4.3.6. Deteksi Apoptosis padaKulltur Sel Sp-C1 dengan

MetodeDouble Staining Ethidium Bromida Acridin

Orange ... 123 4.3.7. Tingkat Apoptosis pada Kultur Sel Sp-C1

Berdasarkan DosisPemberianSenyawa Aktif setelah

Triterpen GlikosidaTeripang Timbu Kolong... 125 4.4. Pengujian Hipotesis ... 126 BAB 5 PEMBAHASAN ... 129

5.1. Uji Aktivitas Sitotoksik dengan Menggunakan Nilai IC50

5.2. Ekspresi Protein Fas dan Bcl-2 pada Kultur Sel Sp-C1

Pemberian Senyawa AktifTriterpen Glikosida ... 132 ... 129

5.3. Apoptosis Kultur Sel Sp-C1 Pemberian SenyawaAktif

Triterpen Glikosida ... 137 5.4. Keterbatasan Penelitian ... 143 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ... 144 6.1. Kesimpulan ... 144 6.2. Saran ... 145 DAFTAR PUSTAKA ... 146 LAMPIRAN ... 171

(26)

DAFTAR TABEL

No. Halaman 2.1. Target Potensial Kemoterapi Sistemik pada KSS Lidah ... 43 4.1. Nilai IC50

4.2. Nilai IC

Senyawa aktif Triterpen Glikosida ... 110

50

4.3. High Performance Liquid ChromatographyTG 1, TG3 dan TG5 ... 113 Senyawa Aktif Triterpen Glikosida 1,3 dan 5 ... 112

4.4. Ekspresi ProteinFas dan Bcl-2 ... 114 4.5. Hasil Uji ANOVA Ekspresi Faspada Seluruh Kelompok ... 116 4.6. Hasil Uji ANOVA ekspresi Bcl-2 pada seluruh kelompok ... 116 4.7. Hasil Uji ANOVA Apoptosis pada Seluruh Kelompok ... 116 4.8. Hasil uji Post-Hoc LSD Ekspresi Fas, Bcl-2dan Apoptosis pada

masing-masing Dosis ... 117 4.9. Korelasi Ekspresi Fas dan Bcl-2 terhadap Tingkat Apoptosis pada

Kultur Sp-C1 Pemberian Senyawa AktifTriterpen Glikosida ... 120 4.10. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Pengaruh EkspresiFas dan Bcl-

2 terhadap Tingkat Apoptosis pada Kultur Sel Sp-C1Pemberian

Senyawa Aktif Triterpen Glikosida Teripang Timbu Kolong ... 121 4.11. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhada Pengaruh Dosis terhadap

Tingkat Apoptosis Fas pada Kultur Sel Sp-C1 Pemberian Senyawa

Aktif Triterpen Glikosida Teripang Timbu Kolong ... 125 4.12. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhada Pengaruh Dosis terhadap

Tingkat Apoptosis Bcl-2 pada Kultur Sel Sp-C1Pemberian Senyawa

Aktif Triterpen Glikosida Teripang Timbu Kolong ... 125

(27)

DAFTAR GAMBAR

No. Halaman 2.1. Karsinoma Sel Skuamosa Lidah... 26 2.2. Gambaran Histopatologis KSSwell differentiated.

2.3. Gambaran histopatologis

Terlihat proliferasi sel- selskuamousdisertai pembentukan keratin (keratine pearl) ... 28

KSSmoderate differentiated.

2.4. Gambaran histopatologis

Terlihat proliferasi selkarsinoma sebagian sel-sel skuamous berdiferensiasi denganpembentukankeratin di dalam sitoplasma sel tumor ... 28

KSS poorly differentiated.

2.5. Mekanisme pembelahan sel keratinosit mukosa mulut ... 31 Terlihat proliferasi selkarsinoma tanpa adanya diferensiasi sel sehingga sel menjadi sangat atipikaldan sulit dikenal ... 29

2.6. Skema sederhana dasar mulekular kanker ... 38 2.7. Perkembangan displasia epitel serta munculnya KSS lidah

terkaitakumulasi perubahan struktural yang irreversibel ... 39 2.8.

2.9.

Transduksi signal apoptosis secara garis besar ... 46

2.10.

Struktur sel yang mengalami apoptosis. Tampak fragmentasi inti membentuk massa padat kromatin di perifer ... 47

2.11.

Inisiasi apoptosis melalui jalur ekstrinsik ... 50

2.12. Teripang cempedak atau pasir coklat (Bohadschia marmorata)bagian tubuh superior dan lateral ... 62 Jalur instrinsik dari apoptosis ... 55

2.13. Teripang gamat (Stichopus variegatus) bagian tubuh superiordan lateral ... 63 2.14. Teripang timbu kolong (Holothuria atra) bagian tubuh superior dan

lateral ... 63 2.15. Apoptosis dari jalur ekstrinsik dan intrinsik... 74 2.16. Kerangka Teori ... 76 2.17. Kerangka Konsep ... 81

(28)

3.1. Prosedur Penelitian ... 100 4.1. Morfologi sel Sp-C1 ... 107 4.2. 12 subfraksi krom kolom cair (dari ekstrak methanol dengan pelarut

metanol,n-heksana, etil asestat dan butanol yang terdiri dari atas 1 dan 2 noda) ... 108 4.3. Pemeriksaan KLT plat silica gel GF254 terdiri dari 1 dan 2 noda

dengan menggunakan fase gerak/Eluen butanol. Gambar padasinar UV 365 nm, setelah menggunakan zat penampak noda 10% H2SO4

4.4. Hasil uji triterpenoid didapatkan 6 sampel yang mengandung senyawa aktif Triterpen Glikosida karena berubah warna menjadi merah atau kuning kemerahan ... 109

dalam etanol (a(i,ii), b, c,d, dan e) ... 108

4.5. Grafik hasil uji sitotoksik Sp-C1 fraksi TG1... 111 4.6. Grafik hasil uji sitotoksik Sp-C1 fraksi TG3... 111 4.7. Grafik hasil uji sitotoksik SP-C1 fraksi TG5 ... 112 4.8. (a) High Performance Liquid ChromatographyTG 1 ... 113 (b)High Performance Liquid ChromatographyTG 3 ... 113 (c)High Performance Liquid ChromatographyTG 5 ... 113 4.9. Grafik Pengaruh dosis terhadap ekspresiFassetelah pemberian

Triterpen Glikosida pada kultur sel Sp-C1 ... 119 4.10. Grafik pengaruh dosis terhadap ekspresiBcl-2 pemberian senyawa

aktif Triterpen Glikosida pada kultur sel Sp-C1 ... 119 4.11. Grafik nilai indeks apoptosis setelah pemberian senyawa aktif

Triterpen Glikosida pada kultur sel Sp-C1 ... 122

(29)

DAFTAR SINGKATAN

AIF : Apoptosis Inducing Factor Apaf-1 : apoptosis activating factor-1 APO1 : Apoptosis Antigen-1

A549 : Adenocarcinomic aveolar basal dan sel epitel manusia Bcl-2 : B cell limpoma-2

cDNA : Complementary DNA

BH : Bcl-2 Hemology

DED : Death effector domain DHA : Dekosaheksaenoat

DISC : Death inducing signaling complex DMEM : Dulbecco’s Modified Eagle Medium DNA : Deoxyribose Nucleic Acid

DR : Death Receptor

.

EGFR : Epidermal Growth Factor Receptor

EDTA :

ELISA :

Ethylene Diamine Tetra Acid

Enzyme-linked immunosorbent assay

FAS : Fatty Acid synthetase EPA : Eikosapentaenoat

FBS : Fetel bovine serum

FLIP : FLICE- inhibitory protein

GAPDH : Glyceraldehyde-3-phospate dehydrogenase IC50 : Inhibitory concentration

IR : Infra red

50

(30)

IGF-2 : Insulin grwoth factor-2 ILP-2 : IAP- like protein-2 KLT : Kromatografi lapis tipis

MTT : 3-4-5-dimetylthiazol-2yl-2,5-difenil tetrazolium bromida NIAP : Neuronal apoptosis inhibitory protein

NMR : Nuclear macnetic resonance PBS : Phosphat buffer saline RAL : Rancangan acak lengkap rRNA : ribosom Ribo Nucleat Acid SDS : Natrium dedosil sulfat Sp-C1 : Sel Supri’s-Clone

TGF-α : Transforming growth factor-α

TNFR 1 : Tumor necrosis factor family receptor-1

TRAILR : TNF- Related-Apoptosis-Inducing ligand Receptor TNFRSF-6 : Tumor necrosis factor receptor super family member-6 THF : Tetrahidrofuran

UV : Ultra violet

(31)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kanker dilaporkan sebagai penyebab utama kematian dari sepuluh penyebab kematian di dunia yang menduduki peringkat kedua dengan angka prediksi mencapai 13% kematian dan 22% akibat kematian tidak menular (Oliveret al..

2007). Pada tahun 2005-2015 diperkirakan mencapai 180 juta orang meninggal akibat kanker (Althunibatet al.,2013). Prevalensi kanker di Indonesia mencapai 3,7% dan 1,4 per mil. Prevalensi kanker di kota cenderung lebih tinggi dari pada desa, meningkat dengan bertambahan usia dan cenderung lebih tinggi pada pendidikan tinggi serta pada kelompok dengan kuintil indeks kepemilikan teratas.

(Riskesdas.,2013). Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) rongga mulut merupakan kanker yang insidennya semakin meningkat dari tahun ke tahun. (Bagan dan Scully.,2008).

Frekuensi KSS rongga mulut cenderung bertambah dan hingga kini sudah mencapai urutan ke6 dari 10 kanker yang paling tinggi di seluruh dunia. (Shah dan Gil.,2009)Lebih dari 90% dari semua kanker mulut adalah KSS. (Attar et al.,2010; Bagan et al.,2010) Pada umumnya KSS rongga mulut melibatkan lidah (ventral dan lateral),bibir, dasar mulut dan daerah orofaring. (Daley dan Mark.,2003; Dorland.,2000). Lidah merupakan daerah yang menjadi perhatian terhadap insiden terjadinya KSS rongga mulut. KSS lidah mewakili 25% sampai 50 % dari seluruh jumlah KSS rongga mulut. (Mahahan dan Wienberg.,2002;

Dantas et al., 2003)

(32)

Karsinoma sel skuamosa terjadi karena adanya perubahan dasar fisiologis sel yang tumbuh menjadi malignan, dengan ciri-ciri umum sebagai berikut: (1) tidak peka terhadap signal anti pertumbuhan, (2) menghindari apoptosis, (3) memiliki potensi replikasi yang tidak terbatas, (4) angiogenesis dan, (5) invasi dan metastasis ke jaringan lain. (Mahahan and Wienberg.,2002) Oleh karena itu target pengembangan obat anti kanker diarahkan pada induksi/pemacuan apoptosis, (Bo etal., 2015) penghambatan angiogenesis terutama untuk kanker solid seperti kanker payudara dan lidah, faktor pertumbuhan dan sinyal faktor pertumbuhan, serta regulasi siklus sel. (Ma et al.,2012; Zhang et al.,2014)

Karsinoma sel skuamosa diketahui dapat diperbaiki jika faktor risiko seperti genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan yang diubah. Faktor lingkungan seperti makanan, telah dibuktikan secara epidemiologis berkaitan erat dengan kanker. Walaupun penghilangan agen pemicu dari karsinoma secara total tidak selalu memungkinkan, pencegahan kanker dengan chemo menggunakan antimutagen dan antikarsinogen yang ada pada makanan atau produk alami telah disarankan oleh berbagai penelitian.Hal ini untuk menawarkan sarana pencegahan KSS lidah yang paling efektif bagi manusia. (Supriatno.,2005;Supriatno dan Yuletnawati.,2006)

Karsinoma sel skuamosa ditangani melalui operasi, radioterapi dan kemoterapi, saja atau dalam bentuk kombinasi, namun, tingkat kelangsungan hidup lima tahun adalah jelek, sekitar 50%. (Feller and Lemmer., 2012) Oleh karena itu, metode diagnostik dan terapi baru untuk mendeteksi KSS secara dini dan peningkatan tingkat kelangsungan hidup sangat diperlukan. Perawatan

(33)

KSSrongga mulut secara konvensional saat ini menggunakan obat-obatan kemoterapi, namun seringkali menimbulkan efek samping yang tidak kecil sehingga akan memperburuk kondisi pasien yang pada akhirnya tidak merespon terhadap efek terapeutik obat tersebut, sehingga peran kemoterapi saat ini lebih diarahkan pada bahan obat alam herbal medik yang dapat lebih direspon oleh pasien yaitu dengan efek samping yang minimal. Penggunaan obat-obatan konvensional dewasa ini pada kemoterapi telah bergeser kepenggunaan bahan alam (herbal medik) sebagaimana upaya pemerintah dalam program peningkatan, pengembangan dan pemanfaatan obat alam masyarakat. Penggunaan obat bahan alam medik diyakini memiliki efek samping yang minimal dibanding dengan yang konvensional. (Permenkes.,2012; Adewole and Ojewole.,2009) Oleh karena itu, metode diagnostik dan terapi baru untuk mendeteksi KSS rongga mulut secara dini dan meningkatkan kelangsungan hidup sangat diperlukan.

Balunas et al(2005) melaporkan bahwa lebih dari 60% obat-obatan yang disahkan untuk perawatan kanker berasal dari bahan alami. Sejumlah besar antimutagen dan anti karsinogen yang ada dalam produk alami seperti binatang laut dan tanaman menghambat satu atau lebih tahap karsinogenesis dan mencegah atau memperlambat perkembangan kanker. Ada banyak ragam binatang dan tumbuhan laut, diperkirakan 14.000 kelompok yang aktif secara farmakolongis telah dikumpulkan. Oleh karena itu, lingkungan laut adalah sumber yang kaya untuk penemuan obat anti karsinogenik yang baru dan juga obat alami untuk pencegahan kanker. Survey menyeluruh para farmakolongis telah diadakan oleh Institut Kanker Nasional AS selama 15

(34)

tahun. Survey ini menemukan bahwa 4% spesies laut (kebanyakan binatang) yang telah diuji, mengandung senyawa anti tumor. Ekstrak binatang laut terbukti memiliki aktifitas penghambat kanker pankreas yang signifikan, (Li et al., 2004) in vitro transformasi trachea tikus, dan aktifitas penghambatan pada penanda radang cyclooxygenase-2 dan 5-LOX. (Collin et al., 2006)

Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai anti kanker adalah teripang (Sea cucumber) yang merupakan binatang laut sebagai salah satu dari terapi alternatif yang dapat dikembangkan dan digunakan untuk antikanker.

Teripang berisi banyak nutrisi dan digunakan sebagai tonik(Zang.,2009;

Wijesinghe.,2013) yang salah satu biota laut Indonesia yang sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai obat herbal. (Januar et al.,2014). Biopotensi ini telah dilaporkan dalam banyak publikasi yang menguraikan berbagai kegiatan ekstrak teripang termasuk antioksidan (Liu et al.,2012), antimikroba (Moguel-Salazar et al.,2013), dan antikanker. (Albuntana et al.,2011; Inayah et al.,2012; Mangindaan and Fitje Lösung.,2013). Pada penelitian tentang sitotoksik ekstrak etanol aktivitas 14 spesies teripang Indonesia, ekstrak yang paling aktif berasal dari spesies Holothuria.(Chasanah et al.,2013). Dikepulauan Mentawai masyarakat mengenal hewan ini dengan nama Swallou. Jenis-jenis teripang yang banyak terdapat di Mentawai dan sangat mudah mendapatkannya, diantaranya: teripang, cempedak (Bohadschia marmorata), teripang gamat (Stishopus variegatus), teripang timbu kolong (Holothuria atra)dan teripang nanas (Thelenota ananas).

Dalam bidang kedokteran teripang (Sea cucumber) sudah banyak dilakukan penelitian untuk efek antikanker (Albuntana et al.,2011) antikanker pankreas, (Li

(35)

et al.,2008; Roginsky et al.,2010) hepatoma, (Hossain et al.,2013) antioksidan, (Soltani and Baharara.,2014)

Penggunaan teripang dalam bidang kedokteran gigi belum begitu banyak diantaranya sebagai bahan medikamen saluran akar yang memiliki sifat antimikrobial yang baik. (Tarigan.,2013)Mengkonsumsi jellyteripang dapat menghambat timbulnya kandida di rongga mulut pada orang tua. (Yano et al.,2013) Namun demikian, pemanfaatan teripang dalam sifat toksin dan anti karsinogenik yang terkandung didalamnya dapat dikembangkan sebagai alternatif terapi KSS rongga mulut.Banyak agen kemoterapi yang telah diuji, namun agen kemoterapi yang ada saat ini belum menghasilkan respons maksimal ataupun memberikan harapan hidup yang lebih baik pada penderita KSS rongga mulut.

kanker payudara, (Al Marzouqi.,2012; Ma et al.,2012) aktifitas ransangan osteogenik,(Baharara.,2012)menghambat interaksi antara fibril kolagen (Takehana et al.,2014) sebagai anti bakteri, antijamur dan sitotoksik (Mohammadizadeh et al.,2013), sebagai sumber antimikrobial, anti staphylococcal bakteri sebagai pembentukan biofilm (Schillaci et al.,2013) dan mengandung bahan aktif yaitu antibakteri, antifungi, antivirus, antitumor dan antikoagulan. (Kordi dan Gufran.,2010; Roihanah dan Sukoso.,2012)

Penelitian antikanker telah menjelaskan fraksi kasar dan pemisahan glikosida tunggal dari teripang. (Al Marzouqi et al.,2012; Li et al.,2008) Hasil pemisahan salah satunya triterpenoid glikosida diisolasi dari teripang Cucumaria frondosa menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis sel kanker pankreas serta pertumbuhan xenografi kanker pankreas dan payudara (Al Marzouqi et al.,2012; Li et al.,2008; Roginsky et al.,2010), menghambat migrasi dan invasi

(36)

pada sel kanker payudara secarain vitro, menghambat metastasis dalam bentuk syngeneic murine pada kanker payudara, berkemampuan mengatur sistem imun(Aminin et al.,2008) dan kemungkinanan bisa mempengaruhi sel tumor, sebagian dengan cara mengatur fungsi utama mediator inflamasi, reseptor prostaglandin E2 (PGE2

Agen kemoterapi pada KSS lidah yang ada saat ini juga tidak terlepas dari profil toksisitas yang tinggi dengan efek samping yang berat seperti efek mielosupresi dan neutotoksikserta timbulnya mekanisme resisten. (Park et al.,2006; Wirth et al.,2005) Strategi terapi baru diperlukan dengan target yang lebih terarah untuk meningkatkan hasil dan peningkatan efektifitas pengobatan.

(Ghassan and Abou-alfa.,2004; Park et al.,2006)Strategi terapi berdasarkan target molekuler melalui intervensi jalur transmisi sinyal dan regulasi apoptosis, menawarkan harapan baru bagi pilihan terapi yang lebih efektif. Target potensial untuk strategi kemoterapi sistemik pada KSS lidah diantaranya mekanisme melalui antiapoptosis, faktor pertumbuhan, stres oksidatif, inflamasi, checkpointsiklus sel, virus oncogen, pemendekan telomer, karsinogenesis, sel punca, dan angiogenesis. (Ghassan and Abou-alfa.,2004; Wirth et al.,2005)

)serta aktif memberikan kontribusi pada aksi mekanisme antimetastasis. (Ma et al.,2012)Triterpen glikosida yang menginduksi apoptosis sel kanker diantaranya kanker pankreas manusia melalui jalur mitokondria dan aktivasi caspase. Kesimpulannya, agen kemoterapi yang baru sangat dibutuhkan bagi pengobatan kanker, maka dari itu teripang diperkirakan memiliki efek penghambatan pertumbuhan yang kuat pada sel-sel kanker dan pengahambatan proliferasi dari sel kanker. (Li et al.,2008)

(37)

Terdapat beberapa obat seperti celocoxib, refecoxib, etodolak dan nimesulid, salah satu obat tersebut yaitu refocoxib, atas rekomendasi dari Food & Drug Administration (FDA) dinyatakan untuk pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskuler dan pada tahun 2004, kemudian ditarik dari pasaran. (Merc.,2004) Belum ada kajian ilmiah yang menguji senyawa triterpen glikosida dari teripang baik secara in vivo atau in vitro dengan menggunakan model KSS lidah.

Pemahaman tentang genetika dan pengobatan telah banyak mengalami kemajuan, namun sampai saat ini KSS lidah tetap merupakan penyakit yang mematikan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi protein yang memiliki aktifitas lebih ampuh melawan KSS lidah ini. Langkah penelitian lebih lanjut termasuk studi klinis tambahan perlu dilakukan terhadap target agen kemoterapi baru baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. (Park., et al.,2006; Wirth., et al.,2005) Proses karsinogenesis yang terjadi pada KSS lidah dapat dijadikan dasar intervensi pada jalur mekanisme yang mungkin memiliki potensi sebagai target terapeutik.

Salah satu target potensial untuk terapi KSS lidah yang belum banyak diteliti adalah jalur yang melalui mekanisme apoptosis, padahal dalam karsinogenesis KSS lidah terjadi disregulasi apoptosis sehingga jalur ini potensial untuk dikembangkan. Apoptosis merupakan suatu mekanisme kematian sel terprogram yang diinduksi oleh program intraseluler terkontrol. Pada proses apoptosis, sel yang harus mati mengaktifkan enzim-enzim pemecah protein. (Ho et al.,2009; Kumar., et al.,2003; Lu et al.,2005; Bassiouny et al.,2008) Inisiasi

(38)

apoptosis terjadi karena sinyal-sinyal dari jalur yang berbeda yaitu jalur ekstrinsik dan jalur intrinsik. Kedua jalur ini akhirnya sama-sama mengaktifkan enzim caspase dan berhubungan satu sama lain pada beberapa tahapan. Proses apoptosis ini sangat penting dalam pengembangan dan pemeliharaan organisme multisel melalui penghapusan sel berlebihan atau sel tidak diinginkan. (Kumar et al.,2003;

Raff et al.,1993)

Inisiasi jalur ekstrinsik melibatkan peran reseptor kematian diantaranya reseptorFas, sedangkan jalur intrinsik melibatkan peran molekul antiapoptosis Bcl-2. (WHO,2008)Ekspresiprotein Bcl-2 yang tinggi diketahui sebagai mekanisme proteksi untuk menghadapi berbagai stimulus yang menyebabkan kematian sel. (Cagle and Allen.,2009; Marschitz et al.,2000) Apoptosis berperan dalam menekan progresifitas kanker, baik jalur intrinsik (mitokondria sel) dan ekstrinsik (He et al.,2010; Liu et al.,2011). Disregulasi apoptosis sel berpengaruh pada proses karsinogenesis, progresivitas tumor terhadap radio-kemoterapi.

(Hsieh et al.,2009; Lu et al., 2005) Oleh karena itu pengembangan anti kanker dengan menginduksi apoptosis sangat potensial sebagai target terapi. (Hsieh et al.,2009)

Proses karsinogenesis KSS lidah terjadi disregulasi apoptosis yang menyebabkan inhibisi apoptosis pada fase inisiasi, baik jalur ekstrinsik maupun intrinsik sehingga sel tidak mengalami kematian. (He et al.,2010; Liu et al.,2011) Insidensi KSS lidah berhubungan dengan rendah ekspresi protein Fas yang merupakan suatu reseptor kematian sel, sehingga dapat menghambat inisiasi apoptosis jalur ekstrinsik. (Bassiouny, et al.,2008; Kumar, et al.,2003; Lee, et

(39)

al.,2001) Pada KSS lidah juga terjadi peningkatan ekspresi Bcl-2 yang merupakan suatu protein antiapoptosis yang menghambat inisiasi apoptosis jalur intrinsik.

(Chang and Xu.,2000; Lu, et al.,2005; Yildiz, et al.,2008).

Penelitian KSS lidah sampai saat belum banyak dilakukan terhadap bahan aktif yang terkandung dalam teripang Mentawai yang kemungkinan memiliki aktivitas siitotoksik juga terhadap KSS lidah, begitu pula tentang kemampuannya dalam menginduksi apoptosis pada sel KSS lidah serta bagaimana mekanisme kerjanya. Belum diketahui apakah terdapat bahan aktif yang dapat diisolasi dari teripang Mentawai yang dapat menginduksi apoptosis memalui jalur melibatkan Fas dan Bcl-2, sehingga perlu dilakukan penelitian ilmiah untuk mengungkapkannya. Proses terjadinya sinyal pro-apoptosis primer yang disebabkan oleh agen bioktif teripang memiliki karakteristik yang bergantung pada dosis pemberian, sehingga hal tersebut harus menjadi pertimbangan penting.

(Martin.,2006)

Sel kanker lidah Supri’s-Clone 1(Sp-C1) berasal hasil cloning dari limfodenopati penderita KSS lidah di Yokyakarta. Sp-C1 ini mempunyai spesifikasi yang mewakili ciri spesifik dari suatu KSS lidah, yaitu pertumbuhan sel kanker sangat cepat, mempunyai invasi dan metastasis yang tinggi,rerata lamanya penderita hidup pendek, dan sering menyebabkan rekurensi walaupun telah dilakukan terapi secara radikal. Sp-C1 telah banyak diteliti untuk mendapatkan senyawa antikankerdari tanaman obat (herbal) maupun efektivitas obat sintetik terhadap pertumbuhan sel kanker. (Ridlo dkk., 2012; Achmad., 2016) Sp-C1 jika ditanam dalam medium kultur yang tepat akan memiliki

(40)

morfologi dan diferensiasi fungsional yang sama dengan kondisi in vivo, sehingga sesuai dengan model in vitro untuk mempelajari aktivitas intraseluler, toksisitas xenobiotik, sitoprotektif, karsinogenesis, dan target agen terapi seperti halnya yang yang dilakukan pada penelitian ini. (Supriatno.,2005; Supriatno dan Yuletnawati.,2006).

1.2 Permasalahan

Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini ditujukan pada pengobatan KSS lidah terutama pengobatan kemoterapi sistemik pada KSS lidah yang saat ini masih menjadi persoalan karena aktivitas terapi yang rendah. Disregulasi apoptosis perpengaruh pada karsinogenesis organ lidah, progresivitas tumor dan resistensi tumor terhadap kemoterapi, sehingga mekanisme apoptosis merupakan mekanisme kematian sel terprogram intraseluler yang terkontrol yang diinisiasi melalui jalur ekstrinsik dan instrinsik. Proses terjadinya KSS lidah berhubungan dengan disregulasi apoptosis berupa rendahnya ekspresi Fasyang merupakan suatu reseptor kematian, sehingga menghambat inisiasi apoptosis melalui jalur ekstrinsik juga ditemukan peningkatan ekspresi Bcl-2 yang merupakan protein antiapoptosis yang menghambat inisiasi apoptosis melalui jalur intrinsik.

Teripang merupakan binatang laut, morfologinya memperlihatkan aktivitas antitumor yang kuat terhadap berbagai lini sel kanker. Terdapat beberapa bahan kimia yang terkandung dalam teripang yang diketahui memiliki kemampuan meninduksi apoptosis. Senyawa aktif yang terkandung dalam teripang diharapkan akan mampu menginduksi apoptosis dengan mengintervensi jalur kematian sel yang melibatkan protein Fas dan Bcl-2, yang berperan dalam karsinogenesis KSS

(41)

lidah.Berdasarkanpemikiran di atas, maka dilakukan penelitian untuk memperoleh senyawa aktif dari teripang yang dapat dijadikan kandidat agen terapi baru serta mengeksplorasi mekanisme kerja senyawa aktif tersebut terhadap ekspresi proteinFas dan Bcl-2, untuk menemukan target molekuler terapi yang baru pada KSS lidah.

Penelitian pendahuluan sudah dilakukan terhadap 3 jenis teripang yang berasal dari kepulauan Mentawai yaitu: (1) teripang timbu kolong (Holothuria atra), (2) teripang cempedak atau pasir coklat (Bohadschia marmorata) dan, (3) teripang gamat (Stichopus variegatus) mulai dari ekstraksi sampai fraksinasi (3 ekstrak teripang dan 9 fraksinasi n-heksana, etil asetat dan butanol) dari ketiga jenis teripang sehingga dilakukan uji sitotoksik (MTT asaay) di Universitas Gajah Mada pada tanggal 28 April - 31 Mei 2016, didapatkan bahwa ekstrak teripang timbu kolong (Holothuria atra) mempunyai sitotoksik yang baik terhadap KSS lidah. Dan dari hasil uji inilah dilanjutkan mencari senyawa aktif dari teripang timbu kolong dengan cara kolom.

1.3. Rumusan Masalah

Dari uraian diatas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :

1. Kandungan kimia dari teripang timbu kolong (Holothuria atra) melibatkan aktifitas bermakna sebagai produk bahan alam yang memiliki kemampuan mengobati KSS lidah

2. Proses karsinogenesis terjadi perubahan fisiologi sel berupa kemampuan menghindari apoptosis

(42)

3. Apoptosis diinduksi oleh program intraseluler terkontrol yang diinisiasi transmisi sinyal melalui jalur ekstrinsik dan intrinsik

4. Inisiasi jalur ekstrinsik melibatkan peran reseptor kematian Fas dan Bcl-2 pada jalur intrinsik

5. Ekspresi protein Fas dan Bcl-2 menghasilkan puncak sinyal yang mengaktivasi fase apoptosis

6. Teripang timbu kolong (Holothuria atra) mampu menginduksi apoptosis pada beberapa cell line KSS lidah

7. Teripang timbu kolong (Holothuria atra) memiliki kandungan senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen terapi KSS lidah.

8. Teripang timbu kolong (Holothuria atra) mempunyai kandungan senyawa aktif triterpen glikosida yang kuat untuk terapi KSS lidah

1.4. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latarbelakang masalah dan permasalahan yang sudah diuraikan, didapatkan pokok-pokok masalah yang akan diajukan pada pertanyaan penelitian ini sebagai berikut:

1. Apakah dari teripang timbu kolong (Holothuria atra) dapat diisolasi senyawa aktif triterpen glikosida yang memiliki aktivitas sitotoksikterhadap kultur sel Sp-C1?

(43)

2. Apakah terdapat perbedaan ekspresi protein Fasyang diberi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dibandingkan dengan yang tidak diberi senyawa aktif teripang timbu kolong?

3. Apakah terdapat perbedaan ekspresi proteinBcl-2 yang diberi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dibandingkan dengan yang tidak diberi senyawa aktif teripang timbu kolong?

4.

5.

Apakah terdapat perbedaan apoptosis yang diberi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dibandingkan dengan yang tidak diberi senyawa aktif teripang timbu kolong?

6.

Apakah terdapat korelasi konsentrasi pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) terhadap ekspresi protein Fas?

7.

Apakah terdapat korelasi konsentrasi pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) terhadap ekspresi protein Bcl-2?

Apakah

8. Apakah ekspresi optimum Fas dan Bcl-2 pada kultus sel Sp-C1 setelah pemberian senyawa triterpen glikosida teripang timbu kolong tergantung kepada dosis?

terdapat perbedaan profil ekspresi protein optimum Fas dan Bcl-2 pada setiap dosis, pada kultur sel Sp-C1 setelah pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong?

(44)

9. Apakah terdapat pengaruh ekspresi protein Fas dan Bcl-2 terhadap tingkat apoptosis, pada kultur sel Sp-C1 setelah pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong

10. Apakah Fas dan Bcl-2 dapat dijadikan target molekuler untuk terapi Sp- C1 oleh senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra)?

1.5. Tujuan Penelitian

Maksud dan tujuan penelitian ini secara umum untuk mengisolasi senyawa aktif dari teripang timbu kolong (Holothuria atra) dari Mentawai yang dapat dijadikan kandidat agent terapi untuk penderita KSS lidah, mengetahui kemampuan senyawa aktif dari teripang timbu kolong dalam menginduksi apoptosis pada KSS lidah, dan mengeksplorasi peran beberapa protein diantaranya Fas dan Bcl-2 dalam jalur mekanisme kerja senyawa aktif teripang timbu kolong untuk menemukan target molekuler terapi yang baru untuk penderita KSS lidah.

Tujuan khusus pada penelitian ini adalah:

1. Melakukan isolasi dan karakterisasi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dan melakukan uji aktivitas sitotoksik senyawa aktif triterpen glikosida terhadap kultur sel KSS Sp-C1

2. Menganalisis profil ekspresi protein Fas dan Bcl-2 pada kultur sel Sp-C1 setelah pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) berdasarkan dosis

(45)

3. Menentukan dan membandingan ekspresi optimum protein Fas dan Bcl-2 berdasarkan dosis pada kultur sel Sp-C1 setelah pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra)

4. Menganalisis pengaruh peningkatan ekspresi protein Fas dan Bcl-2 terhadap tingkat apoptosis, pada kultur Sp-C1 yang diberi senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra)

5. Menghitung dan menganalisis korelasi indeks apoptosis dengan dosis pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) pada kultur sel Sp-C1

6. Menganalisis dan menyimpulkan kemungkinan protein Fas dan Bcl-2 sebagaitarget molekuler untuk terapi KSS lidah manusia setelah pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) berdasarkan keseluruhan data

1.6. Manfaat Penelitian

Kegunaan penelitian ini menunjukkan manfaat teoritis dan praktis

1. Manfaat ilmiah dari penelitian ini diharapkan dapat memperoleh data mengenai kemampuan senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dalam menghambat pertumbuhan KSS lidah pada kultur sel Sp-C1 serta memahami dasar mekanisme kerja senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dalam menginduksi apoptosis khususnya jalur yang melibatkan Fas dan Bcl-2. Dari penelitian ini juga diharapkan dapat ditemukan suatu agen terapi dengan target molekular yang baru untuk pengobatan KSS lidah menggunakan senyawa aktif triterpen

(46)

glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) dalam menginduksi apoptosis melalui peran Fas dan Bcl-2.

2. Manfaat praktis penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian ilmiah lanjutan berupa uji pada hewan coba maupun uji klinis pada manusia di masa yang akan datang, sehingga teripang Holothuria atra dari kepulauan Mentawai dapat digunakan secara tepat dan aman oleh masyarakat sebagai salah satu agen terapi kanker dari bahan alam yang paten. Penelitian ini dapat juga menjadi dasar dari strategi terapi baru dengan target molekuler yang lebih terarah untuk meningkatkan hasil dan meningkatkan efektifitas pengobatan pada KSS lidah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi dari senyawa aktif triterpen glikosida pada teripang timbu kolong (Holothuria atra)dari Sumatera Barat khususnya Mentawai dalam rangka penggunaannya sebagai bahan alam medik pada terapi kemoprehensif.

3. Penelitian dapat dilanjutkan untuk mencari zat murni dan menentukan rumus kimia dari teripang timbu kolong (Holothuria atra).

4. Memberikan informasi dibidang Kedokteran Gigi mengenai senyawa aktif triterpen glikosida dari teripang timbu kolong (Holothuria atra) yang mempunyai potensi aktivitas antikanker.

1.7. Orisinalitas Penelitian

Berdasarkan penelusuran secara kepustakaan, peneliti belum menemukan penelitian tentang pengaruh senyawa aktif triterpen glikosida dari teripang timbu kolong (Holothuria atra) dari Mentawai sebagai terapi dari KSS lidah melalui jalur ekspresi protein Fas dan Bcl-2 dalam induksi apoptosis pada

(47)

kultur sel Sp-C1. Yang telah diteliti adalah efek holothurian glikosaminogen (hGAG) yang diisolasi dari teripang Stichopus japanicus menghambat metastasi dan trombosis sel melanoma (Yang et al., 2013), frondisite A menghambat metastasis kanker payudara dan prostaglandin E ( Ma et al., 2012), efek perbedaan glikosida triterpen, frondosite A dan cucumarioside A2-2 terhadap isolasi dari teripang pada aktivasi caspase dan apoptosis sel- sel leukemia manusia (Jin et al., 2009) dan kajian tentang jalur apoptosis pada kanker pankreas dan efek dari campuran teripang laut, frondosite A terhadap anti apoptosis. (Li et al., 2008).

1.8. Potensi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

Dari disertasi ini nantinya diharapkan potensi HaKI yang dapat didaftarkan oleh Universitas Sumatera Utara, sebagai berikut :

1. Ektrak dan fraksinasi dari teripang cempedak atau pasir coklat (Bohadschia marmorata) dari Mentawai Sumatera Barat mempunyai kandungan sitotoksik 2. Ektrak dan fraksinasi dari teripang gamat (Stichopus variegatus) dari

Mentawai Sumatera Barat mempunyai kandungan sitotoksik

3. Ektrak dan frakasinasi teripang timbu kolong (Holothuria atra) mempunyai kandungan sitotoksik

4. Senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap kultur sel KSS lidah Sp-C1.

5. Senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) mampu mengekspresi protein Fas dan Bcl-2 pada kultur sel Sp-C1 dalam menginduksi apoptosis

(48)

6. Ada hubungan perbandingan ekspresi optimum protein Fas dan Bcl-2 berdasarkan dosis pada kultur sel Sp-C1 setelah pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra).

7. Ada korelasi indeks apoptosis dengan dosis pemberian senyawa aktif triterpen glikosida teripang timbu kolong (Holothuria atra) pada kultur sel Sp-C1.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum Kanker 2.1.1 Definisi

(49)

Kanker adalah pertumbuhan sel tidak beraturan yang muncul dari satu sel.

Kanker merupakan pertumbuhan jaringan secara otonom dan tidak mengikuti aturan dan regulasi sel yang tumbuh normal. (Murray et al., 1997)Hal ini sejalan dengan defenisi dari American Cancer Society yang mengatakan kanker adalah istilah umum yang menunjukkan massa dari pertumbuhan dan penyebaran jaringan dan sel abnormal yang tidak terkendali. Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol, mempunyai kemampuan untuk menginvasi dan bermetastasis. (Soltani and Baharara., 2014

Kanker adalah penyakit yang tidak mengenal status sosial dan dapat manyerang siapa saja dan muncul akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker dalam perkembangannya. Sel-sel kanker ini dapat menyebar kebagian tubuh lainnya sehingga dapat menimbulkan kematian. (Familiy’s Doctor., 2006)

)

2.1.2 Epidemiologi

Pada tahun 2000, kanker telah didiagnosis pada sepuluh juta orang dan menyebabkan kematian sekitar 6,2 juta diseluruh dunia, terjadi peningkatan sekitar 22% sejak tahun 1990. Kanker menjadi penyebab kematian 10% dari morbiditas total diseluruh dunia dan berada pada urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular dan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara maju.

Meskipun kanker dianggap sebagai masalah di negara-negara maju, sekitar dua pertiga dari semua kanker terjadi ditiga perempat penduduk dunia yang hidup di negara-negara yang sedang berkembang. Diseluruh dunia, terdapat sekitar 22 juta orang penderita kanker. Jumlah kasus kanker dunia diprediksikan akan mengalami

(50)

peningkatan 5 juta hingga 15 juta kasus baru setiap tahun pada tahun 2020.

(WHO., 2003)Hal ini terutama berhubungan dengan bertambahnya masa hidup banyak penduduk, kemajuan ilmu kedokteran di dalam mengobati penyakit tidak menular lain, dan juga kecenderungan kebiasaan merokok dan gaya hidup tidak sehat masyarakat yang mengarah pada peningkatan munculnya jenis kanker tertentu. (Soltani and Baharara., 2014

Sekitar 10% dari tumor ganas yang terjadi dalam tubuh manusia terletak di mulut. Kanker mulut memiliki insiden tertinggi ke enam diantara berbagai bentuk kanker diseluruh dunia, (Oliveiraet al., 2006; das Neves et al., 2015) dan dari delapan kanker yang paling umum diseluruh dunia. (Scully and Bedi., 2000;

Morocchio et al., 2010)Kejadian kanker mulut bervariasi pada sebagian besar dari daerah yang kurang berkembang 65.000 dari 111.000 pasien laki-laki. (Morocchio et al., 2010; Parkin et al., 2002) Insiden standar usia laki-laki tertinggi (per 100.000 habitan) terdapat di Melanesia. (Parkin et al., 2002Di Amerika Selatan, Brasil memiliki insiden tertinggi (8,3 per 100.000 masyarakat). Di Brazil ketika laki-laki yang diperhitungkan, kanker mulut merupakan neoplasma ke enam yang paling umum, mewakili 2,6% dari seluruh keganasan, serta merupakan kanker kesembilan yang paling mematikan. (Morocchio et al., 2010) Tidak termasuk kanker kulit, kanker mulut adalah bentuk kanker yang paling umum yaitu di kepala dan daerah leher (38%), dengan dominasi pada jender laki-laki, 75% kasus di diagnosis pada dekade ketujuh dan 95% dari kasus diklasifikasikan sebagai KSS. Tingkat kelangsungan hidup yang rendah menggaris bawahi kebutuhan perawatan yang lebih besar pada pasien dengan kanker mulut. (Oliveira et al.,

)

(51)

2006)

2.2 Karsinoma Sel Skuamosa Rongga Mulut dan Lidah 2.2.1 Definisi

KSS rongga mulut dan lidah merupakan kanker ganas yang berasal dari mukosa epitel rongga mulut dan sebagian besar merupakan jenis karsinoma epidermoid. KSS lidah terjadi karena akumulasi mutasi genetik pada sel epitel lidah. Perubahan ini dapat disebabkan oleh paparan mutagen, penurunan kondisi tubuh serta iritasi kronis. Tembakau menghasilkan karsinogen kimia yang mempengaruhi metabolisme sel. Paparan karsinogen yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan perusakan genetik sel skuamosa hingga terbentuk kanker. (Bernes et al., 2003; Bouqout and Gundlach., 1986; Hermann et al., 2004)

KSS lidah adalah suatu neoplasma malignan yang timbul dari jaringan epitel mukosa lidah dengan selnya berbentuk sel epitel gepeng berlapis. Manifestasi klinik KSS lidah dan daerah lainnya di rongga mulut tidak berbeda. (Bernes et al., 2003; Hermann et al., 2004)

2.2.2. Epidemiologi

KSS adalah bentuk kanker paling umum di rongga mulut. Namun, ditemukan perbedaan antara negara serta antara daerah dalam satu negara mengenai kondisi KSS. Temuan ini mungkin berasal dari perbedaan secara lokal dalam prevalensi faktor risiko. (Oliveira et al., 2006)

KSS rongga mulut mempunyai angka morbiditas/mortalitas lebih tinggi dan semakin banyak pasien datang dipelayanan kesehatan dalam tahap lanjut dari

Gambar

Gambar 2.1Karsinoma Sel SkuamosaLidah (rsyarifario.wordpress.com)
Gambar 2.2Gambaran histopatologis KSS well differentiated.
Gambar  2.3  Gambaran histopatologis  KSSmoderate differentiated.
Gambar 2.5Mekanisme pembelahan sel keratinosit mukosa mulut (Sugerman dan  Savage.,  1999)
+7

Referensi

Dokumen terkait