• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

26

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yang artinya mendiskripsikan suatu peristiwa atau perilaku tertentu yang ada dalam waktu tertentu, yaitu hanya semata-mata melukiskan keadaan obyek atau peristiwa tanpa suatu maksud mengambil kesimpulan yang berlaku secara umum.24 Sedangkan jenis penelitian deskriptif berasal dari bahasa inggris yaitu descriptive, yang artinya melukiskan ataupun menggambarkan sesuatu yang berarti sebenarnya (harfiah), dan didapatkan dari gambar atau foto yang didapat oleh peneliti dari data lapangan atau gambar maupun kata-kata yang dapat digunakan peneliti untuk menjelaskan hasil penelitian.25

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan, dan fenomena-fenomena secara langsung di lapangan. Data akan disajikan dalam bentuk narasi, dalam hal ini berkaitan mengenai analisis program dinas kesehatan dalam penanganan mengenai pengidap HIV/AIDS di provinsi Bali.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini yaitu di Yayasan Spirit Paramacitta yang berlokasi di Jln. Pulau Singkep Gang X No. 1 Banjar Kepisah Pedungan Denpasar Bali.

Yayasan Spirit Paramacitta yang disingkat YSP berdiri pada tanggal 25 Januari tahun 2001. Yayasan Spirit Paramacitta mendampingi jumlah ODHA di tahun

24 Huberman, dan Miles. (2014). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia

25 Usman, Husaini & Akbar, P. S. (2014). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara. h- 129.

(2)

27

2021 sebanyak 7.000 orang yang tersebar di 8 kabupaten yang salah satunya termasuk Kota Denpasar.

Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di Yayasan Spirit Paramacitta kota Denpasar Bali di karenakan isu HIV/AIDS selalu menarik perhatian banyak orang, baik di ranah nasional maupun internasional. Selain itu Yayasan Spirit Paramacitta memiliki daya tarik untuk diteliti, karena berada di Provinsi Bali dan berada di pusat kota yaitu Danpasar. Meskipun berada di daerah yang cukup terkenal karena keindahan alamnya, akan tetapi pergaulan di Bali juga cukup rentan di dukung dengan adanya budaya barat yang mulai masuk ke Indonesia. Bali merupakan pertama kali ditemukannya kasus penyakit HIV/AIDS, namun dengan adanya upaya pengendalian HIV/AIDS menjadi lebih intensif dengan adanya lembaga maupun komunitas lainnya dalam memberikan literasi terhadap ODHA.

C. Subjek Penelitian

Dalam penelitian kualitatif, hal yang menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengumpulan data adalah pemilihan informan. Subyek Penelitian dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sample.

Purposive sample adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan

tertentu.26 Peneliti akan mengambil subyek dari perwakilan ODHA di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar Bali.

26 Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfa. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Pt Alfabet

(3)

28

Adapun beberapa kriteria-kriteria subyek sebagai berikut:

1) Pengurus Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar Bali.

2) Minimal 5 tahun sudah tergabung dalam Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar Bali.

3) Terlibat dengan HIV/AIDS dan mengikuti program yang ada di Yayasan Spirit Paramacitta Denpasar Bali.

4) Bersedia dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti tanpa adanya rasa paksaan.

Pada penelitian ini peneliti memperoleh data dari 5 orang subjek.

Subjek tersebut adalah Kepala Yayasan, juga pengurus yang mengetahui seluruh proses berjalannya program-program di Yayasan spirit Paramacitta, dan anggota yang ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang ada.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi dalam penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Observasi

Observasi yaitu “suatu teknik dengan mengamati langsung serta mencatat hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang diteliti”. Pada penelitian kualitatif, observasi merupakan salah satu mengumpulkan data yang populer. Untuk terlaksananya observasi dengan baik perlu disusun instrumen, yaitu pedoman observasi. Pedoman tersebut biasanya dalam

(4)

29

bentuk daftar cek (chek list) atau daftar isian. Adapun aspek yang diobservasi meliputi keperilakuan, keadaan fisik, pertumbuhan dan perkembangan subjek tertentu dan sebagainya.27 Dalam hal ini, pengamatan dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu:

1. Pengamat berperan serta, yaitu seorang pengamat melakukan dua peran sekaligus sebagai pengamat dan menjadi anggota resmi dari objek atau kelompok yang diamati.

2. Pengamatan tanpa berperan serta, yaitu seorang pengamat hanya berfungsi untuk melakukan pengamatan saja, tanpa ikut menjadi anggota dari objek yang diteliti.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode observasi langsung dan tanpa berperan serta karena penulis hanya sebagai pengamat.

Sedangkan objek yang diamati adalah program Yayasan Spirit Paramacitta dalam menangani problem psikososial di kota Denpasar Provinsi Bali.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.28

27 Ibid.

28 Ibid.

(5)

30

Pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara, yaitu jenis wawancara yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1) Pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dinyatakan dalam proses wawancara.

2) Penyusunan pokok-pokok itu dilakukan sebelum wawancara dilakukan.

3) Pokok-pokok yang dirumuskan tidak perlu ditanyakan secara berurutan.

4) Penggunaan dan pemilihan kata-kata untuk wawancara dalam hal tertentu tidak perlu dilakukan sebelumnya.

5) Petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok- pokok yang direncanakan dapat tercakup seluruhnya.

6) Wawancara baku terbuka, yaitu jenis wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan, kata-katanya dan cara penyajiannya pun sama untuk setiap responden.

c. Dokumentasi

Teknik dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Dokumen dalam penelitian ini digunakan sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsir, bahkan untuk

(6)

31

meramalkan.29 Pada dasarnya proses studi dokumentasi bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri, akan tetapi seringkali bersamaan dengan penggunaan teknik pengumpulan data yang lainnya.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah “proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan kerja”.30 Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pembahasan penelitian serta hasilnya diuraikan melalui kata- kata berdasarkan data empiris yang diperoleh. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif, maka analisis data yang digunakan non statistik.

Analisis data dalam penelitian kualitatif berlangsung secara interaktif, dimana pada setiap tahapan kegiatan tidak berjalan sendiri-sendiri. Meskipun tahap penelitian dilakukan sesuai dengan kegiatan yang direncanakan, akan tetapi kegiatan ini tetap harus dilakukan secara berulang antara kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serat verifikasi atau penarikan suatu kesimpulan. Untuk menganalisa data dalam penelitian ini, digunakan langkah-langkah atau alur yang terjadi bersamaan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau balur verifikasi data.31

1. Reduksi data, adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan data kasar yang muncul dari catatan-

29 J.Moleong, Lexy. (2014). Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Pt Remaja Rosdakarya, Bandung.

30 Ibid.

31 Huberman, dan Miles. (2014). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia

(7)

32

catatan yang tertulis di lapangan. Reduksi data ini bertujuan untuk menganalisis data yang lebih mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data agar diperoleh kesimpilan yang dapat ditarik atau verifikasi. Dalam penelitian ini, proses reduksi data dilakukan dengan mengumpulkan data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dipilih dan dikelompokkan berdasarkan kemiripan data.

2. Penyajian data, adalah pengumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam hal ini, data yang telah dikategorikan tersebut kemudian diorganisasikan sebagai bahan penyajian data. Data tersebut disajikan secara deskriptif yang didasarkan pada aspek yang diteliti.

3. Verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Verifikasi data adalah sebagian dari suatu kegiatan utuh, artinya makna-makna yang muncul dari data telah disajikan dan diuji kebenarannya, kekokohannya dan kecocokannya. Penarikan kesimpulan berdasarkan pada pemahaman terhadap data yang disajikan dan dibuat dalam pernyataan singkat dan mudah dipahami dengan mengacu pada pokok permasalahan yang diteliti.

F. Teknik Keabsahan Data

Teknik keabsahan data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketentuan dalam penelitian, dan triangulasi. Digunakannya uji ini dimaksudkan

(8)

33

untuk mendapatkan data yang lebih mendalam mengenai subyek penelitian.32 Adapun pengujian kredibilitas data adalah sebagai berikut :

1. Perpanjangan Pengamatan. Perpanjangan pengamatan perlu dilakukan karena berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dirasakan data yang diperoleh masih kurang memadai. Menurut Moleong (2014) perpanjangan pengamatan berarti peneliti tinggal di lapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.

2. Peningkatan ketekunan, berarti melakukan pengamatan secara lebih mendalam untuk memperoleh kepastian data. Meningkatkan ketekunan dilakukan dengan membaca berbagai referensi baik buku maupun dokumen yang terkait dengan temuan yang diteliti sehingga berguna untuk memeriksa data apakah benar dan bisa dipercaya atau tidak.

3. Triangulasi. Analisa triangulasi merupakan suatu metode analisis untuk mengatasi masalah akibat dari kajian mengandalkan suatu teori saja, satu macam data atau satu metode penelitian saja. Triangulasi dapat diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara.

Menurut Sugiyono (2016), terdapat minimal 3 (tiga) macam triangulasi, yaitu :

a. Triangulasi sumber data.

Pada triangulasi ini, data di cek kredibilitasnya dari berbagai sumber data yang berbeda dengan teknik yang sama, misalnya mengecek sumber data antara bawahan, atasan dan teman.

32 Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta. (2016).

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Pt Alfabet

(9)

34

b. Triangulasi teknik pengumpulan data.

Data dicek kredibilitasnya dengan menggunakan berbagai teknik yang berbeda dengan sumber data yang sama.

c. Triangulasi waktu pengumpulan data.

Data di cek kredibilitasnya dengan waktu yang berbeda-beda namun dengan sumber data dan teknik yang sama.

Triangulasi merupakan teknik keabsahan data yang memberikan peneliti berbagai pilihan dalam menentukan validitas data yang diperoleh dalam penelitian menjadi lebih konsisten, tuntas dan pasti serta meningkatkan kekuatan data.

Referensi

Dokumen terkait

produk yang sama baikknya dengan metode lain,yang tidak terlalu produk yang sama baikknya dengan metode lain,yang tidak terlalu banyak memerlukan biaya tambahan (bahan pembantu,

Dari latar belakang yang diutarakan diatas maka penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran metakognitif dalam meningkatkan

Guna meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan langkah-langkah a) menyelenggarakan pelatihan dalam bisnis keuangan

Sebagaimana kita tau pasar adalah sebuah tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu untuk menjual atau membeli suatu barang

berhadap dengan hukum, peran guru sangat besar tentu melalui sebuah dialetika yang dikenal dengan sebutan memanusiakan hubungan. pendidikan karakter yang diimbangi

Laporan Kinerja ini disusun berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan berpedoman pada

Jika Dari hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh nilai uptake yang sangat tinggi untuk pasien hipertiroid toksik dibandingkan dengan batas normal angka

Social Media Specialist dan Florentina Noviana selaku Senior Designer. Oleh karena itu, penulis bertugas dan bertanggung jawab atas proyek yang telah diberikan