(0332) 433261
Jl. Khairil Anwar No. 279 BONDOWOSO Kode Pos : 68214
BADANPENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO
http://bapenda.bondowosokab.go.id
i
Rencana Kerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2020 merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disyaratkan dalam Undang-Undang Nomor23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Rencana Kerja tersebut juga merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2018-2023 untuk jangka waktu satu tahun yang memuat rancangan prioritas program dan kegiatan yang akan direncanakan serta pendanaannya.
Renja ini disusun untuk dijadikan pedoman dan acuan bagi setiap elemen Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso sebagai pelaksana fungsi penunjang bidang keuangan dalam melaksanakan aktifitas, sehingga rencana penerimaan (target) yang telah ditetapkan dapat terpenuhi. Dan merupakan bentuk komitmen penuh untuk mencapai kinerja yang sebaik- baiknya dalam mewujudkan visi Kabupaten Bondowoso yakni “Terwujudnya Bondowoso Mandiri Ekonomi, Lestari, Sejahtera, Adil dan Terdepan (MELESAT) dalam bingkai Iman dan Takwa”.
Rencana Kerja sebagai dokumen perencanaan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah memuat kebijakan dan program / kegiatan dalam satu tahun sebagai acuan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2020 dan untuk mereview hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja tahun lalu dan perkiraan capaian tahun berjalan. Melalui Rencana Kerja diharapkan dapat memberikan kejelasan dan manfaat bagi institusi baik pemerintah maupun mitra kerja.
Bondowoso, 16 Juli 2019 Kepala Badan Pendapatan Daerah
Kabupaten Bondowoso
Dra. Hj. Endang Hardiyanti, MM Pembina Utama Muda NIP. 19610325 198703 2 002
ii
DAFTAR ISI ………..………...………… ii
BAB I PENDAHULUAN ………..……...……… 1
1.1. Latar Belakang ………….………... 1
1.2. Landasan Hukum ……... 4
1.3. Maksud dan Tujuan ………... 5
1.4. Sistematika Penulisan ………... 6
BAB II EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU 8 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah... 8
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah... 55
2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah ... 64
2.4. Review terhadap Rancangan RKPD ... 67
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 67
BAB III TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH... 68
3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional... 68
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah... 70
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH 72 BAB V PENUTUP... 75 LAMPIRAN
Renja Tahun 2020
1 BAB I
endahuluan
1.1. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah pada Pasal 4 Ayat 1 menyatakan bahwa Rencana Pembangunan Daerah meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) maupun Rencana Kerja (Renja) OPD tersebut merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang wajib disusun.
Sebagai dokumen rencana tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Renja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso mempunyai arti yang strategis dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintahan daerah mengingat beberapa hal sebagai berikut :
1. Renja OPD merupakan dokumen yang secara substansial penerjemahan dari visi, misi dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) instansi pemerintah sesuai arahan operasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
2. Renja merupakan acuan OPD untuk memasukan program kegiatan kedalam KUA dan PPAS dan perencanaan program
Renja Tahun 2020
2
kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
3. Renja OPD merupakan salah satu instrumen untuk evaluasi pelaksanaan program / kegiatan OPD untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja yang tercantum dalam Rencana Kinerja Tahunan sebagai wujud dari kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Rancangan Awal Rencana Kerja (Ranwal Renja) OPD adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Renstra OPD yang akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Renja OPD memuat tentang sasaran yang akan dicapai, arah kebijakan, program, kegiatan dan kebutuhan pendanaan.
Prinsip-prinsip di dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) OPD adalah sebagai berikut :
1. Berpedoman pada Renstra OPD dan mengacu pada rancangan awal RKPD.
2. Penyusunan Renja OPD bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan rangkaian kegiatan yang simultan dengan penyusunan RKPD, serta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan APBD.
3. Substansi Renja OPD memuat evaluasi status, kedudukan kinerja penyelenggaraan urusan wajib/pilihan OPD terhadap Renstra OPD, evaluasi pelaksanaan Renja OPD tahun lalu, rumusan tujuan, sasaran, program dan kegiatan, dana indikatif serta sumber dananya dan prakiraan maju.
4. Penyusunan program dan kegiatan OPD untuk tahun yang direncanakan mengacu pada ketentuan SPM (Standar Pelayanan Minimal) dan mempertimbangkan capaian kinerja SPM yang ada (jika SPM untuk kegiatan dimaksud tersedia).
Renja Tahun 2020
3
5. Rumusan program/kegiatan di dalam Renja OPD didasarkan atas pertimbangan urutan urusan pelayanan wajib/pilihan pemerintahan daerah yang memerlukan prioritas penanganan dan mempertimbangkan pagu indikatif masing-masing OPD.
6. Program/kegiatan dalam RKPD Kabupaten/Kota dirinci menurut sumber dana APBD Kabupaten/Kota, APBD Provinsi, APBN dan sumber dana lainnya.
7. Program dan kegiatan yang direncanakan memuat tolok ukur dan target capaian kinerja, keluaran, biaya satuan per keluaran, total kebutuhan dana, baik untuk tahun n dan tahun n+1.
Adapun alur Perencanaan dan Penganggaran Daerah selain merujuk pada UU 32/2004 juga diatur oleh UU No.
25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara seperti tergambar dibawah ini.
Gambar 1. Proses Perencanaan dan Penganggaran Tahunan
Renja Tahun 2020
4
1.2. Landasan Hukum
Adapun yang menjadi landasan hukum Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso dalam menyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2020 adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ;
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;
5. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah;
6. Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
10. Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015- 2019;
11. Permendagri No. 86 tahun 2018 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah
Renja Tahun 2020
5
Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
12. Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah;
13. Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 16 Tahun 2010 tentang Retribusi Daerah;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kab. Bondowoso
15. Peraturan Bupati Kabupaten Bondowoso Nomor 80 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan Rencana Kerja ini, antara lain :
a. Membantu meningkatkan konsistensi antara kebijakan dengan pelaksanaannya;
b. Meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam proses perumusan kebijakan dan perencanaan program;
c. Menyelaraskan program dengan penganggaran;
d. Meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan sumber daya dan keuangan;
e. Terwujudnya penilaian kinerja yang terukur sesuai dengan Renstra OPD.
Sedangkan tujuannya adalah :
Renja Tahun 2020
6
a. Menjabarkan Rencana Strategis ke dalam program dan kegiatan dalam 1 (satu) tahun anggaran;
b. Menjadikan pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso;
c. Sebagai upaya mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam perencanaan anggaran dan program kegiatan yang ada pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika RENJA Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun 2020, meliputi :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
BAB II EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah 2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan
Fungsi Perangkat Daerah
2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD 2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan
Masyarakat
BAB III TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH 3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah
Renja Tahun 2020
7
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH
BAB V PENUTUP
Renja Tahun 2020
8 BAB II
asil Evaluasi Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun Lalu
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) Tahun Lalu dan Capaian Renstra Badan Pendapatan Daerah Kab. Bondowoso A. Kondisi Umum OPD
Secara geografis memiliki luas wilayah 1.650 m2 dengan luas bangunan 986 m2 yang beralamatkan di Jalan Khairil Anwar No.279 , Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso berada di pusat kota dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Barat berbatasan dengan Stadion Magenda dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bondowoso
Sebelah Timur berbatasan dengan Rumah Bapak Yunus Pegawai Lapas Bondowoso
Sebelah Utara berbatasan dengan Gang Palm 04
Sebelah Selatan berbatasan dengan Rumah Bapak Edi Kedudukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso dipimpin oleh seorang Kepala Badan dan berada dibawah serta bertanggung jawab kepada Bupati. Badan Pendapatan Daerah dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah koordinasi administrasi Sekretaris Daerah.
Renja Tahun 2020
9
B. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso.
• Tugas Pokok
Berdasarkan Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 80 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso, menyebutkan bahwa Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso mempunyai tugas pokok membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten di Bidang Pendapatan.
• Fungsi Organisasi
1. Perumusan kebijakan di bidang pendapatan;
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pendapatan;
3. Pelaksanaan pendataan, penetapan dan penagihan pajak dan Retribusi daerah;
4. Pelaksanaan dan pengorganisasian pelaksanaan pemungutan pendapatan daerah;
5. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pendapatan daerah;
6. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.
• STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Lampiran Perbup Bondowoso Nomor 80 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah Kab.
Bondowoso, struktur organisasinya tergambar sebagai berikut :
Renja Tahun 2020
10
Dengan penjabaran tugas dan fungsi berikut : 1. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program, keuangan, hubungan masyarakat dan protokol.
Bagian Sekertariat mempunyai fungsi :
KEPALA BADAN Dra. Hj. Endang Hardiyanti, MM
KABID PAJAK DAN RETRIBUSI Widodo, S.Sos
KASUBBID PENGELOLAAN DATA DAN POTENSI Yudhi Achmad H, SE
KASUBBID PENERIMAAN DAERAH Inike Kusumawati,SE, MM
KASUBBID PENAGIHAN Misnandar
KABID PBB DAN BPHTB Muh. Kusno, S.Sos
KASUBBID PELAPORAN DAN AKUNTANSI PENERIMAAN DAERAH
M. Chairul F., S.Sos
KASUBBID PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI
Hosnol Yakin, ST
KASUBBID INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PBB
DAN BPHTB Erika Rachmawati, S.Sos KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL
SEKRETARIS Drs. Heru Sukamto, M.Si
KASUBBAG PROGRAM, EVALUASI DAN
KEUANGAN Susilowati, S.Sos
KASUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN Indra Kusuma A, SH
Renja Tahun 2020
11
a. Pelaksanaan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran;
b. Pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha, rumah tangga dan barang milik negara/daerah;
c. Pengelolaan urusan administrasi kepegawaian;
d. Penyelenggaraan urusan keuangan, perbendaharaan, akuntansi, verifikasi, ganti rugi, tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan pengelolaan sarana;
e. Pelaksanaan koordinasi penyusunan laporan keuangan, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ);
f. Pelaksanaan koordinasi program kegiatan dengan Bidang lainnya;
g. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas;
h. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Bidang Pajak dan Retribusi
Kepala Bidang Pajak dan Retribusi mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengelolaan pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan, air tanah dan kegiatan pendapatan pajak daerah selain PBB dan BPHTB serta melaksanakan penerimaan dana bagi hasil dan penerimaan lainnya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut Bidang Pajak dan Retribusi mempunyai fungsi :
a. Penyusunan rencana kerja mengacu pada rencana strategi badan;
b. Perumusan bahan kebijakan dan petujuk teknis pengelolaan pajak daerah selain PBB dan BPHTB;
Renja Tahun 2020
12
c. Pelaksanaan pengelolaan pajak daerah yang terdiri dari pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame, penerangan jalan, dan air tanah;
d. Pelaksanaan kegiatan penggalian dan pengembangan sumber pendapatan daerah selain PBB dan BPHTB;
e. Pembinaan pajak daerah selain PBB dan BPHTB;
f. Pelaksanaan administrasi/tata usaha pendapatan daerah selain PBB dan BPHTB ;
g. Pelaksanaan penyelesaian permasalahan pajak daerah selain PBB dan BPHTB;
h. Pelaksanaan pendataan dan pendaftaran wajib pajak daerah selain PBB dan BPHTB .
i. Pelaksanaan penghitungan, penetapan pajak daerah dan Retribusi daerah selain PBB dan BPHTB ;
j. Pelaksanaan penagihan pajak daerah selain PBB dan BPHTB ;
k. Pengendalian oprasional, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pendapatan selain PBB dan BPHTB ;
l. Pelaksanaan penyusunan dan perhitungan target pendapatan daerah selain PBB dan BPHTB ;
m. Pelaksanaan koordinasi program kegiatan dengan Bidang lainnya ;
n. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas dan ;
o. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Bidang PBB dan BPHTB
Kepala Bidang PBB dan BPHTB mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengelolaan pendapatan daerah yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan
Renja Tahun 2020
13
serta penerimaan dana bagi hasil PBB Migas, Kehutanan dan Perkebunan.
Bidang PBB dan BPHTB, mempunyai tugas :
a. Penyusunan perencanaan kerja bidang yang mengacu pada perencanaan strategis dinas ;
b. Pelaksanaan penyiapan bahan rumusan kebijakan dan petunjuk teknis pengelolaan PBB dan BPHTB ;
c. Pelaksanaan pengelolaan PBB dan BPHTB ;
d. Pelaksanaan pembinaan dan pamantauan pelayanan PBB dan BPHTB skala kabupaten ;
e. Melakukan evaluasi ketetapan nilai jual objek pajak PBB;
f. Melakukan perhitungan penetapan nilai obyek pajak PBB;
g. Melakukan administrasi pembetulan, pembatalan, keberatan, pengurangan, penghapusaan, kompensasi, restitusi atas permohonan dari wajib pajak dan penyelesaian permasalahannya;
h. Melakukan pendistribusian dan penyampaian informasi atas ketetapan PBB tahun berjalan;
i. Melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan Sub Bidang intensifikasi dan ekstensifikasi PBB dan BPHTB;
j. Melakukan koordinasi program kegiatan dengan sub bidang lainnya
k. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas dan;
l. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
• SUMBER DAYA PERANGKAT DAERAH
Berkaitan dengan tugas dan fungsinya, sumber daya manusia (Human Resources) Badan Pendapatan Daerah Kabupaten
Renja Tahun 2020
14
Bondowoso merupakan akumulasi dari berbagai jenis tingkatan pendidikan yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, pengkat/golongan serta masa kerja dalam rangka menunjang peningkatan kinerja serta optimalisasi target kinerja berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2018-2023.
Untuk mengetahui jumlah pegawai di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso adalah sebagai berikut :
Grafik 1. Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Berdasarkan grafik di atas, untuk klasifikasi tingkat pendidikan Strata 2 (S2) berjumlah 3 orang atau proporsinya sebesar 8 persen dari seluruh jumlah pegawai. Strata 1 (S1) mendominasi sebanyak 22 orang dengan proporsi 61 persen dari keseluruhan jumlah pegawai. Untuk klasifikasi SLTA berjumlah 10 orang dengan proporsi 28 persen. Untuk klasifikasi SLTP sebanyak 1 orang atau 3% dari seluruh pegawai.
3
22 10
1
Strata 2 (S2) Strata 1 (S1) SLTA/SMK/KPPA SLTP
Renja Tahun 2020
15
Untuk mengetahui jumlah pegawai yang telah dan belum mengikuti Diklat PIM, dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Grafik 2. Komposisi Pegawai Yang Telah/Belum Mengikuti Diklat Kepemimpinan
Berdasarkan grafik diatas, dari Pejabat Struktural di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso sebanyak 12 orang, pejabat eselon III yang belum Diklat PIM III sebanyak 1 orang serta pejabat eselon IV yang belum Diklat PIM IV sebanyak 3 orang.
Untuk mengetahui jumlah pegawai dari jenjang kepangkatan dan golongannya, dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Grafik 3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan/Ruang Jumlah pegawai berdasarkan pangkat dan golongan dari total keseluruhan pegawai, didominasi oleh golongan dan pangkat II/C berjumlah 13 orang atau 36 persen dari seluruh jumlah pegawai, sebagaimana tergambar dalam grafik berikut ini.
1
5
2
3
1
0 1 2 3 4 5 6
DIKLAT PIM II ADUM/ADUMLA/DIKLAT PIM IV SPAMA/DIKLAT PIM III BELUM DIKLAT PIM IV
BELUM DIKLAT PIM III
Renja Tahun 2020
16
Grafik 4. Komposisi Pegawai berdasarkan Gender
Berdasarkan Grafik diatas, jumlah keseluruhan pegawai Bapenda Kabupaten Bondowoso sebanyak 53 orang. Untuk klasifikasi pegawai berdasarkan gender 40 laki-laki yang terdiri dari pegawai ASN 28 orang dan PTT 12 orang. Pada pegawai perempuan berjumlah 13 orang diantaranya pegawai ASN 8 orang dan PTT sebanyak 5 orang.
1 13
3 2
5 3
5
2
1 1
0 2 4 6 8 10 12 14
II b II c II d III a III b III c III d IV a IV b IV c
36
28
8
17
12
5
0 5 10 15 20 25 30 35 40
1
ASN L P PTT L P
Renja Tahun 2020
17
Sejalan dengan tugas dan fungsinya, disamping sumber daya manusia, perlengkapan juga menjadi syarat mutlak dalam menunjang, mendorong serta memfasilitasi kinerja serta dalam mekanisme pencapaian target kinerja. Perlengkapan kantor berupa sarana dan prasarana yang memadai secara kualitas maupun kuantitas, diperlukan sebagai unsur pendukung bagi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Pendapatan Daerah. Sarana dan prasarana itu meliputi bangunan gedung kantor, meubel, alat komunikasi, alat transportasi, komputer dan lain-lain.
Saat ini Badan Pendapatan Daerah telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Data perlengkapan yang dimiliki Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso adalah sebagai berikut :
No Perlengkapan Keterangan
1. Kelompok A Tanah
2. Kelompok B Peralatan dan Mesin 3. Kelompok C Gedung dan Bangunan 4. Kelompok D Jalan, Irigasi, Jaringan a. Kelompok A (Tanah)
Tanah Kantor Jalan Khairil Anwar No 279 BondowosoTelepon (0332) 433261, luas tanah total 800 m2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Barat berbatasan dengan Stadion Magenda dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bondowoso
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Rumah Bapak Yunus Pegawai Lapas Bondowoso
3. Sebelah Utara berbatasan dengan Gang Palm 04
Renja Tahun 2020
18
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Rumah Bapak Edi b. Kelompok B (Peralatan dan Mesin)
1) Kendaraan Roda 4 (empat) a) Kijang Innova P 1169 AP b) Avanza Veloz P 655 AP
2) Kendaraan Roda 2 sebanyak 36 (tiga puluhenam) unit.
3) Alat kantor dan Rumah Tangga beserta kelengkapan peralatan lainnya total sebanyak 153 item ditempatkan di Badan Pendapatan Daerah Kab. Bondowoso
c. Kelompok C (Gedung dan Bangunan) terdiri dari bangunan Kantor Dinas
d. Kelompok D (Jalan, Irigasi, Jaringan)
C. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA OPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA OPD
Evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Renja Badan Pendapatan Daerah Tahun 2019 sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso dalam rangka pelaksanaan urusan penunjang di bidang keuangan pada tahun 2019 dilaksanakan 4 (empat) program dengan diimplementasikan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :
a. Program Pelayanan Administrasi dan Sarana Prasarana Perkantoran terdiri dari kegiatan :
1. Penyediaan Administrasi Perkantoran
2. Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur
b. Program Perencanaan dan Pelaporan terdiri dari kegiatan : 1. Penyusunan dan Pelaporan Perencanaan Pembangunan
Perangkat Daerah
2. Penyusunan Laporan Keuangan dan Aset
Renja Tahun 2020
19
c. Program Pelayanan PBB dan BPHTB terdiri dari kegiatan : 1. Pemutakhiran Data Obyek dan Subyek PBB dan BPHTB 2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi PBB dan BPHTB
3. Intensifikasi Penagihan PBB dan BPHTB
d. Program Peningkatan Pendapatan Daerah terdiri dari kegiatan :
1. Pemutakhiran Data Obyek Pajak dan PAD Lainnya 2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak dan PAD Lainnya 3. Intensifikasi Penagihan Pajak Daerah
❖ Evaluasi Program Tahun 2019
1.
Program Pelayanan Administrasi dan Sarana Prasarana Perkantoran
No Indikator Kegiatan
Realisasi Tahun 2019 Target
RPJMD 2019 2016 2017 2018 Target Reali
sasi Capaian
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Persentase ASN yang puas terhadap pelayanan administrasi perkantoran
-- 93,31% 98% 100% 100% 100% 100%
2 Persentase Sarana dan Prasarana Aparatur Yang Layak Fungsi
-- 100% 100% 100% 100% 100% 100%
1
EVALUASI PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2019
Renja Tahun 2020
20
Program Pelayanan Administrasi dan Sarana Prasarana Perkantoran Tahun 2019 sudah dilaksanakan 100%. Meski terdapat PTT tenaga kebersihan yang purna tugas karena pensiun, sudah diantisipasi dengan memberdayakan tenaga yang ada. Untuk sarana dan prasarana aparatur yang layak fungsi sudah terlaksana 100% sesuai target diantaranya pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas sebanyak 2 mobil dan 36 sepeda motor, pengadaan 2 (dua) unit kendaraan roda dua berupa Yamaha Lexi untuk operasional kantor. Pengembangan Sumber Daya Manusia juga telah dilaksanakan dengan mengirimkan 2 (dua) orang untuk mengikuti bimtek. Serta pengadaan bangunan gedung kantor untuk mengantisipasi keterbatasan ruang kerja yang ada.
Program Pelayanan Administrasi dan Sarana Prasarana Perkantoran Tahun 2018, dengan indikator ASN yang puas terhadap pelayanan administrasi perkantoran dengan capaian 98% dari target 100%. Hal ini dikarenakan belum tersedianya petugas kebersihan. Pengadaan petugas kebersihan dilaksanakan pada awal tahun 2019. Sedangkan untuk indikator persentase sarana dan prasarana aparatur yang layak fungsi terpenuhi capaiannya 100%.
Tahun 2017 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur rata-rata realisasi kinerjanya ≥100%, hanya pada kegiatan penyediaan jasa kebersihan kantor belum terlaksana (0%) dikarenakan masih belum adanya petugas kebersihan yang definitif. Solusi sementara adalah dengan memberdayakan staf PTT dari Bidang PBB.
Tahun 2016 belum ada target dan realisasi capaian mengingat pembentukan Badan Pendapatan Daerah Kab.
Renja Tahun 2020
21
Bondowoso pada awal tahun 2017 berdasarkan Perbup Bondowoso Nomor 80 tahun 2016.
2. Program Perencanaan dan Pelaporan
No Indikator Kegiatan
Realisasi (%) Tahun 2019 (%) Target RPJMD
2019 2016 2017 2018 Tar
get
Reali
sasi Capaian
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Persentase dokumen penyelengga- raan
pemerintahan yang sesuai pedoman yang disusun tepat waktu
-- 100 100 100 100 100 100
2 Persentase laporan
keuangan yang disusun tepat waktu
-- 100 100 100 100 100 100
Program Perencanaan dan Pelaporan tahun 2019 sudah dilaksanakan yang terdiri dari kegiatan penyusunan dan pelaporan pembangunan perangkat daerah; kegiatan penyusunan laporan keuangan dan aset target dan realisasi mencapai 100%.
Dokumen perencanaan meliputi : Rancangan Rencana Kerja, Rencana Kerja, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Rencana Kerja dan Anggaran Perubahan (RKA-P), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Dokumen Pelaksanaan
2
Renja Tahun 2020
22
Perubahan Anggaran (DPPA), Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra), Rancangan Rencana Strategis, Rancangan Akhir Rencana Strategis, Rencana Stategis (Renstra), LKPJ dan LKIP.
Dokumen laporan keuangan meliputi : Laporan Keuangan OPD Un-Audited tahun 2019, Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) dan Lampiran Bukti Pendukung Laporan Keuangan OPD tahun 2019.
3. Program Pelayanan PBB dan BPHTB
No Indikator Kegiatan
Realisasi Tahun 2019 Target
RPJMD 2019
2016 2017 2018 Target Reali
sasi Capaian
1 2 3 4 5 1 2 3
1 Rasio Ketepatan Pemutakhiran Data Obyek Dan Subyek PBB
0 0 100%
1250 1250
0,86%
3.000 348.649
0.88%
3.061 348.649
102,33% 11,45%
37.622 328.455
2 Persentase Pelunasan PBB
0 99,99% 74,86%
267.079 356.750
100%
351.649 351.649
80,72%
283.839 351.649
80,72
%
100%
3 Persentase Pelunasan BPHTB
0 159,42
%
136,15% 100%
4.550 4.550
112,86%
5.134,91 4.550,00
112,86% 100%
4 Persentase Ketepatan Pelunasan PBB
0 0 56,81%
121 213
100%
213 213
56,33%
120 213
56,33
%
100%
213 213
5 Persentase Ketepatan Validasi BPHTB
0 0 100% 100%
1.411 1.411
118%
1.665 1.411
118% 100%
1.000 1.000
3
Renja Tahun 2020
23
Program Pelayanan PBB dan BPHTB adalah program baru dimulai sejak tahun 2018. Sebelumnya di tahun 2017 hanya ada 1 (satu) program yang diampu oleh 2 (dua) bidang yaitu Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah.
Hasil Evaluasi Program Bidang PBB dan BPHTB sebagai berikut :
1. Indikator ratio ketepatan pemutakhiran data obyek dan subyek PBB dan BPHTB, target 100% sebanyak 3.000 obyek pajak PBB tersebar secara acak di seluruh Kabupaten Bondowoso dengan mempertimbangkan identifikasi petugas PBB, laporan dari desa/kecamatan dan laporan dari Wajib Pajak. Terealisasi sebanyak 3.061 OP Baru.
2. Indikator Persentase Pelunasan PBB. Dari 351.649 Wajib Pajak PBB P-2 yang diterbitkan SPPT PBB di tahun 2019 terealisasi 283.839 wajib pajak yang membayar lunas pajaknya atau 80,72% dari seluruh WP PBB P2.
Secara nominal, Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) realisasi penerimaan untuk tahun 2019 sebesar Rp 12.080.160.543,00 (76,99%) dari target Renstra/Renja Rp. 15.690.000.000,00. Adapun nilai baku di tahun 2019 sebanyak 352.756 SPPT senilai 15,699,252,831.00 dengan realisasi PBB P2 di tahun 2019 sebanyak 283.839 SPPT senilai Rp. 11,920,668,496.00.
dan pembayaran tunggakan PBB di tahun 2019 sebanyak 1.251 SPPT senilai Rp. 159.492.047,00 sehingga total penerimaan/realisasi PBB P2 di tahun 2019 mencapai 285.090 SPPT senilai Rp. 12.080.160.543,00. Dari segi persentase dan nominal, penerimaan PBB P2 tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018. Realisasi
Renja Tahun 2020
24
penerimaan PBB P2 tahun 2019 juga meningkat sebesar Rp. 12.080.160.543,00 (76,99%) dan realisasi PBB P2 tahun 2018 sebesar Rp. 11.205.701.196,00 (72,99%).
Tidak tercapainya target PBB P2 ini dikarenakan adanya kenaikan baku obyek pajak dan tingkat kesadaran wajib pajak masih rendah.
Upaya maksimal sudah dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kab. Bondowoso di tahun 2019 untuk mengoptimalkan persentase penerimaan PBB P-2 yaitu : - Sosialisasi Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak
Terhutang (SPPT) Tahun 2019.
- Melakukan monitoring dan evaluasi ke Kecamatan dan Desa/ Kelurahan secara intens bersama Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi PBB kabupaten Bondowoso.
- Menyelenggarakan Gebyar PBB P2 berhadiah kepada Wajib Pajak PBB P2 untuk memberikan motivasi dan meningkatkan kesadaran agar taat, patuh dan peduli dalam membayar pajak daerah.
- Memberikan bantuan transport kepada petugas pemungut, pada saat penyampaian SPPT Rp. 1.000,- /lembar dan penagihan dan penyetoran SPPT sebesar Rp. 3.000,00/lembar.
- Melakukan uji petik kepada Wajib Pajak PBB-P2
3. Indikator Persentase Pelunasan BPHTB selama tahun 2019 dengan capaian 112,86% dari target penerimaan BPHTB Rp. 4,550 Miliar terealisasi Rp, 5,134 Miliar. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya pengembangan perumahan di Kabupaten Bondowoso.
Renja Tahun 2020
25
4. Indikator Persentase Ketepatan Pelunasan PBB dengan capaian 56,33% dari 213 desa target PBB P2, yang melunasi sebanyak 120 desa.
5. Indikator Persentase Ketepatan Validasi BPHTB mencapai 118%.
Jumlah Surat Setoran Pajak Daerah – Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSPD – BPHTB) dengan target : 1411 berkas terealisasi 1.665 validasi SSPD.
Berikut evaluasi penerimaan PBB P2 tahun 2019 per kecamatan sampai dengan 31 Desember 2019.
Renja Tahun 2020
26
Sumber : Bidang PBB dan BPHTB, Bapenda Bondowoso
Kecamatan dengan capaian 80% sampai dengan 100% ada 8 (delapan) kecamatan yaitu Jambesari DS (85,2%), Sukosari (81,5%), Tapen (85,5%), Wonosari (80,6%), Wringin (99.6%), Tegalampel (81,00%), Taman Krocok (81,3%), Klabang (99,9%).
Yang lunas 100% ada 4 (empat) kecamatan meliputi Kecamatan Curahdami, Kecamatan Binakal, Kecamatan Pakem dan Kecamatan Botolinggo. Selebihnya mencapai target dibawah 80%.
4.
Program Peningkatan Pendapatan Daerah
N o
Indikator Kegiatan
Realisasi Tahun 2019 Target
RPJMD 2019
2016 2017 2018 Target Realisas
i Capaian
1 2 3 4 5 1 2 3
1 Persentase Penerimaan Pajak Daerah
110,67%
24.822,53 22.428,42
119,85%
29.749,10 24.822,53
113,77%
33.846 29.749
106.30%
38.789 36.500
108.99%
36.887 33.846
102,53% 141,39%
31.628 22.369 2 Persentase
Penerimaan Retribusi Daerah
89,05%
15.602,64 17.521,09
107,31%
16.743,72 15.602,64
152,20%
25.493 16.743
135.80%
25.685 18.913
96.86%
24.693 25.493
71,33% 130,99%
20.416 15.587 3 Persentase Penerimaan
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yg Dipisahkan
102,72%
3.749,92 3650,49
101,49%
3805,73 3749,92
101,05%
3.845 3.805
103.42%
3.977 3.845
103.42%
3.977 3.845
100% 101,49%
3.805 3.749 4 Persentase
Penerimaan Lain- Lain PAD yg Sah
115,15%
132.850 115.374
134,63%
178.852 132.850
119,81%
140.053 116.904
107.51%
142.672 132.709
109.23%
152.979 140.053
101,59% 116,52%
130.556 112.045 5 Persentase Wajib
Pajak
110,62%
2426 2193
111,58%
2707 2426
121,35%
3285 2707
112.93%
3057 2707
318.09%
633 199
281,67% 102,98%
2588 2513
Program Peningkatan Pendapatan Daerah adalah program baru dimulai sejak tahun 2018. Sebelumnya di tahun 2017 hanya ada 1 (satu) program yang diampu oleh 2 (dua) bidang
4
Renja Tahun 2020
27
yaitu Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan. Indikator yang tertera diatas, data akurat sudah tersedia di tahun-tahun sebelumnya.
1. Untuk indikator persentase peningkatan pajak daerah di tahun 2019, target sebesar 106,30% dan realisasi sebesar 108,99% sehingga capaian menjadi 102,53%. Secara nominal, penerimaan pajak daerah di tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Target dan Realisasi Pajak Daerah di tahun 2019
No Uraian Tahun 2019
Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
1.1.1 Pajak Daerah
a) Pajak Hotel 967.623.197,00 1.084.750.037,00 112,10 b) Pajak Restoran 2.578.130.002,00 3.300.916.764,00 128,04 c) Pajak Hiburan 47.248.500,00 101.129.000,00 214,04 d) Pajak Reklame 1.016.641.597,00 1.016.669.418,00 100,00 e) Pajak Penerangan
Jalan 13.717.576.344,00 13.772.866.563,00 100,40 f) Pajak Mineral Bukan
Logam dan Batuan 10.176.000,00 17.001.360,00 167,07 g) Pajak Parkir 84.401.600,00 192.710.220,00 228,33 h) Pajak Air Bawah
Tanah 137.061.854,00 186.292.194,00 135,92
i) Pajak Bumi dan
Bangunan P2 15.690.000.000,00 12.080.160.543,00 76,99 j)
Bea Perolehan Hak AtasTanah dan Bangunan
4.550.000.000,00 5.134.911.787,21 112,86
JUMLAH PAJAK DAERAH 38.798.859.094,00 36.887.407.886,21 95,07
Sumber data : Bidang Pajak dan Retribusi Bapenda Kab. Bondowoso
*) data bersifat sementara- Un Audited
Tahun 2019, yang belum memenuhi target 100% adalah :
Renja Tahun 2020
28
o Pajak Bumi dan Bangunan (76,99%) adanya kenaikan baku obyek pajak dan tingkat kesadaran wajib pajak masih rendah.
Sedangkan di tahun 2018, penerimaan pajak daerah di Kabupaten Bondowoso adalah sebagai berikut :
Target dan Realisasi Pajak Daerah di tahun 2018
Sumber data : Bidang Pajak dan Retribusi Bapenda Kab. Bondowoso;
Data Audited 2018
Dilihat dari segi persentase, pada tahun 2018 capaian 92,73% dengan realisasi Rp. 33.846.189.006,00.
Sedangkan di tahun 2019 capaian antara target dan realisasi pajak daerah sebesar 95,07%, dari segi nominal realisasinya Rp. 36.887.617.886,25.
2. Untuk indikator persentase penerimaan retribusi daerah di tahun 2019, target sebesar 135,80% dan realisasi
No Uraian Tahun 2018
Anggaran Realisasi * %
1 2 3 4 5
1.1.1 Pajak Daerah
a) Pajak Hotel 967.623.197,00 952.594.442,00 98,45
b) Pajak Restoran 2.289.512.060,00 2.578.130.002,00 112,61
c) Pajak Hiburan 25.676.250,00 47.248.500,00 184,02
d) Pajak Reklame 831.759.236,00 1.001.698.235,00 120,43
e) Pajak Penerangan Jalan 13.440.000.000,00 13.367.946.776,00 99,46 f) Pajak Mineral Bukan Logam
dan Batuan 6.294.307,00 16.001.280,00 254,22
g) Pajak Parkir 70.802.200,00 84.401.600,00 118,78
h) Pajak Air Bawah Tanah 118.558.503,00 167.170.339,00 141,00
i) Pajak Bumi dan Bangunan 15.500.000.000,00 11.205.701.196,00 72,29 j) Bea Perolehan Hak AtasTanah
dan Bangunan 3.250.000.000,00 4.425.296.636,00 136,16
JUMLAH PAJAK DAERAH 36.500.225.753,00 33.846.189.006,00 92,73
Renja Tahun 2020
29
sebesar 96,86% sehingga capaian menjadi 71,33% masuk ke dalam kategori Berhasil.
Secara nominal, penerimaan retribusi daerah di tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Anggaran dan Realisasi Retribusi Daerah Tahun 2019
No Uraian Tahun 2019
Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
1.1.2 Retribusi Daerah 25.685.908.679,00 24.693.672.638,18 96,14 (1) Retribusi Jasa Umum 23.903.695.229,00 21.667.179.346,18 90,64
a) Retribusi Pelayanan
Kesehatan 19.486.316.729,00 16.573.715.275,00 85,05 b) Retribusi Pelayanan
Persampahan/Kebersihan 120.604.000,00 121.519.500,00 100,76 c) Retribusi Pelayanan Parkir
di tepi Jalan Umum 3.059.183.000,00 3.215.227.000,00 105,10 d) Retribusi Pelayanan Pasar
(Pelataran) 465.083.000,00 489.992.500,00 105,36
e) Retribusi Pelayanan Pasar
(Los) 89.888.000,00 123.442.725,00 137,33
f) Retribusi Pelayanan Pasar
(Kios) 270.611.000,00 438.436.940,00 162,02
g) Retribusi PKB – Mobil Penumpang - Mini
1.506.000,00 1.158.500,00 76,93
h) Retribusi PKB – Mobil Bus - Microbus
11.102.500,00 11.392.500,00 102,61
i) Retribusi PKB – Mobil Bus - Bus
540.000,00 642.500,00 118,98
j) Retribusi PKB – Mobil Barang/Beban Pick Up JBB > 3500
166.251.500,00 168.124.000,00 101,13
k) Retribusi PKB – Mobil Barang/Beban
Truck JBB > 3500
67.809.500,00 68.521.000,00 101,05
Renja Tahun 2020
30
1 2 3 4 5
l) Retribusi Pemanfaatan Ruang untuk Menara Telekomunikasi
164.800.000,00 455.006.906,18 276,10
(2) Retribusi Jasa Usaha 1.612.953.450,00 2.671.325.850,00 165,62 a) Retribusi Pemakaian
Kekayaan Daerah - Penyewaan Tanah dan Bangunan
823.018.000,00 1.940.358.000,00 235,76
b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah - Laboratorium
72.690.450,00 123.155.000,00 169,42
c) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah - Ruangan (Kamar Kecil)
24.350.000,00 10.300.000,00 42,30
d) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah - Kendaraan Bermotor (Mesin Gilas)
73.395.000,00 74.973.000,00 102,15
e) Retribusi Pasar
Grosir/Pertokoan 307.800.000,00 280.713.171,00 91,20
f) Retribusi Terminal 0,00 0,00 0,00
g) Retribusi Tempat Khusus
Parkir 13.200.000,00 13.441.000,00 101,83
h) Retribusi Tempat
Penginapan 16.000.000,00 6.500.000,00 40,63
i) Retribusi Tempat
Rekreasi 139.505.000,00 71.654.179,00 51,36
j) Retribusi Pelayanan Tempat Olahraga
18.695.000,00 18.629.000,00 99,65
k) Retribusi Penyediaan dan/
Atau Penyedotan Kakus
2.000.000,00 1.750.000,00 87,50
l) Retribusi Rumah Potong Hewan
45.862.500,00 45.915.000,00 100,11
m) Retribusi Pemeriksaan Kesehatan Hewan
76.437.500,00 83.937.500,00 109,81
Renja Tahun 2020
31
1 2 3 4 5
(3) Retribusi Perijinan Tertentu
169.260.000,00 355.167.442,00 209,84
a) Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan
168.900.000,00 355.167.442,00 210,28
b) Retribusi Ijin Gangguan 0,00 0,00 0,00
c) Retribusi Ijin Trayek kepada orang Pribadi
360.000,00 0,00 #DIV/0
JUMLAH RETRIBUSI DAERAH 25.685.908.679,00 24.693.672.638,18 96,14 Sumber : Bidang P&R Bapenda Bondowoso; Data Un-Audited 2019
Yang belum memenuhi target 100% PAD dari jenis Retribusi Daerah adalah :
1) Retribusi pelayanan kesehatan yang dikelola oleh Dinas kesehatan mencapai 85,05% dikarenakan terdapat klaim pelayanan non maskin bulan juli sampai dengan september 2019 yang belum terbayar sejumlah Rp. 2.197.800.683 oleh karena anggaran tidak tercukupi, Program Pelayanan Kesehatan yang dijamin Pemerintah Daerah dihentikan per 1 Oktober 2019, sehingga untuk puskesmas tidak bisa melakukan klaim pelayanan dan rujukan dari Oktober sampai dengan Desember 2019, Realisasi klaim non kapitasi pada tahun 2019 hanya sampai dengan pelayanan bulan september 2019, sehingga pelayanan Oktober sampai dengan Desember 2019 akan terealisasi pada tahun 2020.
Dan Penurunan rujukan dari Puskesmas untuk pemeriksaan laboratium karena petugas laboratorium di Puskesmas sudah lengkap dan pemeriksaan laboratorium dilaksanakan sendiri di puskesmas.
2) Retribusi PKB Mobil Penumpang – Mini mencapai 76,93%
tidak mencapai target karena sesuai dengan objek retribusi (banyak kendaraan yang sudah rusak).
Renja Tahun 2020
32
3) Retribusi pemakaian kekayaan daerah – ruangan (kamar kecil) yang dikelola oleh Disparpora mencapai 42,30%
dikarenakan sebanding dengan jumlah pengguna jasa ruangan.
4) Retribusi Pasar Grosir/Pertokoan mencapai 91,20% yang dikelola oleh Diskoperindag tidak tercapainya target dikarenakan Data pasar/potensi pasar sebagian tidak beraktifitas sehingga tahun 2019 retribusi pasar grosir/pertokoan muncul piutang.
5) Retribusi Tempat Penginapan mencapai 40,63% yang dikelola oleh Disparpora tidak tercapainya target dikarenakan Berkurangnya minat wisatawan untuk menginap di pesanggrahan akan tetapi para pengunjung mendirikan tenda di halaman pesanggrahan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata dan Kurang optimalnya penjaga objek dalam mempromosikan dan mengelola pesanggrahan sumber wringin.
6) Retribusi Tempat Rekreasi mencapai 51,36% dikelola oleh Disparpora yang meliputi Pemandian Alam Tasnan (0%);
Retribusi Pemandian Air Panas Blawan (74,08%); Retribusi Arung Jeram (80%); Retribusi Kawah Wurung (24,17%);
Retribusi Pemandangan Arak Arak (101,58%); Retribusi Objek wisata batu Soon Solor (73,6%) dan Retribusi Air Terjun Tancak Kembar (11,13%), pada Retribusi pemandian Alam Tasnan tidak mencapai target dikarenakan pihak pengelola belum membayar retribusi sesuai MOU perjanjian kerjasama dan akan dievaluasi terkait MOU perjanjian oleh tim dari Pemkab Bondowoso, Retribusi pemandian Air Panas Blawan menurunnya tingkat kunjungan ke objek wisata tersebut dikarenakan terkendala cuaca serta dampak pembakaran hutan oleh pihak yang tidak
Renja Tahun 2020
33
bertanggung jawab dan dampak limbah ternak dari masyarakat yang menimbulkan polusi dan ketidaknyamanan di sekitar objek wisata. Tidak tercapainya Retribusi Arung Jeram Bosamba dikarenakan hanya beroperasional pada waktu musim kemarau, sedangkan pada waktu musim hujan tidak beroperasional dikarenakan arus sungai sangat berbahaya; sedangkan di lokasi Kawah Wurung juga belum mencapai target dikarenakan akses jalan untuk menuju objek wisata rusak parah, dan pada akhir tahun 2019 mengalami perbaikan.
Padan retribusi objek wisata batu soon solor akan diadakan evaluasi terkait perjanjian bersama Perhutani KBH Bondowoso. Tidak tercapainya target Retribusi objek wisata tancak kembar dikarenakan akses jalan menuju objek wisata kurang mendukung dan minat kunjungan wisatawan relatif sedikit.
7) Retribusi pelayanan tempat olahraga mencapai target (99,65%) yang dikelola oleh Disparpora tidak tercapainya target dikarenakan minat klub untuk berolahraga di stadion berkurang dikarenakan banyak klub yang menggunakan lapangan yang ada di Kecamatan dan minat klub untuk berolahraga di GOR pada malam hari menurun dikarenakan ada kegiatan lain yang waktunya bersamaan dengan latihan.
8) Retribusi Penyediaan dan/ Atau Penyedotan Kakus (87,50%) yang dikelola oleh DLHP, tidak tercapainya taget karena sesuai dengan pengguna jasa penyedotan.
9) Retribusi Pemberian Izin Trayek Kepada Orang Pribadi tidak ada realisasi sama sekali (0%) yang dikelola Dinas PM, PTSP dan Naker dikarenakan Untuk Izin Trayek Dilapangan Sudah Banyak Yang Tidak Beroperasi Dan Kurangnya Kesadaran Pemilik Trayek.
Renja Tahun 2020
34
Jika dibandingkan dengan data target dan realisasi Retribusi Daerah Tahun 2018, adalah sebagai berikut :
Anggaran dan Realisasi Retribusi Daerah Tahun 2018
No Uraian Tahun 2018
Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
1.1.2 Retribusi Daerah 18.913.990.306,00 25.483.435.082,00 134,73 (1) Retribusi Jasa Umum 17.712.588.306,00 24.242.523.252,00 136,87
a) Retribusi Pelayanan
Kesehatan 13.891.777.806,00 19.262.029.821,00 138,66 b) Retribusi Pelayanan
Persampahan/Kebersihan 102.168.000,00 114.196.000,00 111,77 c) Retribusi Pelayanan
Parkir di tepi Jalan Umum 2.785.800.000,00 3.059.183.000,00 109,81 d) Retribusi Pelayanan Pasar
(Pelataran) 334.925.000,00 461.967.500,00 137,81 e) Retribusi Pelayanan Pasar
(Los) 89.888.000,00 124.387.250,00 138,38
f) Retribusi Pelayanan Pasar
(Kios) 175.217.000,00 857.150.781,00 489,19
g) Retribusi PKB – Mobil
Penumpang - Mini 1.514.000,00 1.506.000,00 99,47 h) Retribusi PKB – Mobil
Bus - Microbus 6.158.000,00 11.102.500,00 180,29 i) Retribusi PKB – Mobil Bus
- Bus 357.000,00 540.000,00 151,26
j) Retribusi PKB – Mobil Barang/Beban Pick Up
JBB > 3500 117.182.000,00 166.251.500,00 141,87 k) Retribusi PKB – Mobil
Barang/Beban Truck JBB
> 3500 42.801.500,00 67.809.500,00 158,43
l) Retribusi Pemanfaatan Ruang untuk Menara
Telekomunikasi 164.800.000,00 116.399.400,00 70,63 (2) Retribusi Jasa Usaha 1.042.042.000,00 1.133.027.220,00 108,73
a)
Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah - Penyewaan Tanah dan Bangunan
308.118.000,00 439.844.950,00 142,75
b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah -
Laboratorium 69.900.000,00 73.840.000,00 105,64
Renja Tahun 2020
35
1 2 3 4 5
c)
Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah -
Ruangan (Kamar Kecil) 23.650.000,00 7.650.000,00 32,35
d)
Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah - Kendaraan Bermotor (Mesin Gilas)
69.229.000,00 70.229.000,00 101,44
e) Retribusi Pasar
Grosir/Pertokoan 307.800.000,00 296.830.750,00 96,44
f) Retribusi Terminal 0,00 0,00 0,00
g) Retribusi Tempat Khusus
Parkir 13.200.000,00 7.750.000,00 58,71
e) Retribusi Tempat
Penginapan 13.750.000,00 13.750.000,00 0,00
f) Retribusi Tempat
Rekreasi 93.400.000,00 77.190.020,00 82,64
g) Retribusi Pelayanan
TempatOlahraga 18.695.000,00 20.015.000,00 107,06 h)
Retribusi Penyediaan dan/ Atau Penyedotan Kakus
2.000.000,00 1.750.000,00 87,50
i) Retribusi Rumah Potong
Hewan 45.862.500,00 43.627.500,00 95,13
j) Retribusi Pemeriksaan
Kesehatan Hewan 76.437.500,00 80.550.000,00 105,38 (3) Retribusi Perijinan
Tertentu 159.360.000,00 107.884.610,00 67,70
a) Retribusi IMB 159.000.000,00 107.884.610,00 67,85
b) Retribusi Ijin Gangguan 0,00 0,00 0,00
c) Retribusi Ijin Trayek
kepada orang Pribadi 360.000,00 - #DIV/0!
JUMLAH RETRIBUSI DAERAH 18.913.990.306,00 25.483.435.082,00 134,73
Sumber : Bidang P&R Bapenda Bondowoso; Data Audited 2018
Dilihat dari segi persentase, pada tahun 2018 realisasi mencapai 152,20% dengan realisasi Rp. 25.493.435.082,00.
Sedangkan di tahun 2019 persentase retribusi daerah sebesar 96,86% realisasinya Rp. 24.693.672.638,18. Ada penurunan sebesar sebesar Rp. 799.762.443,82 jika dibandingkan realisasi tahun 2018.
3. Indikator Persentase Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan tercapai 100%, masuk kategori kinerja
Renja Tahun 2020
36
Memuaskan dari target Rp. 3.977.527.552,77 yang diperoleh dari penyertaan modal (deviden) Bank BPD Jatim.
4. Indikator Persentase Peningkatan Lain-Lain PAD Yang Sah, target sebesar 107,51% dan realisasi sebesar 109,23%
sehingga capaian menjadi 101,59% masuk ke dalam kategori Memuaskan.
Penerimaan Lain-lain PAD Yang Sah pada tahun 2019 adalah sebagai berikut :
Anggaran dan Realisasi
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) Yang Sah Tahun 2019
No Uraian Tahun 2019
Anggaran Realisasi %
1 2 3 4 5
1.1.4 Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
142.672.548.671,80 152.979.360.961,99 107,22
a) Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan
260.360.000,00 418.899.117,00 160,89
b) Penerimaan Jasa Giro 1.000.000.000,00 1.485.914.330,81 148,59
c) Pendapatan Bunga (Deposito, Bunga Dana Bergulir)
10.000.000.000,00 18.857.839.426,19 188,58
d) Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR)
1.337.838.780,00 1.485.516.262,01 111,04
e) Pendapatan Denda Atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan
33.088.513,50 171.257.256,35 517,57
f) Pendapatan dari Pengembalian 12.559.329,00 33.055.840,00 263,20
g) Pendapatan dari Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum
82.700.000,00 78.200.000,00 94,56
h) Pendapatan Layanan Umum Daerah (BLUD)
90.160.000.000,00 90.944.283.944,63 100,87
i) Hasil dari Pengelolaan Dana Bergulir
49.008.113,29 0
j) Lain-Lain PAD yang sah Lainnya
309.213.515,01 338.423.975,00 109,45