17
Universitas Kristen Petra
3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah dengan penelitian asosiatif. Menurut Supriyanto (2009) penelitian asosiatif adalah metode penelitian yang dilakukan untuk menghubungkan variabel satu dengan variabel lain dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui hubungan variabel nilai tukar, suku bunga, inflasi, dan jumlah uang beredar dengan PPP di Indonesia.
3.2 Gambaran Populasi dan Sampel Penelitian 3.2.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2009). Dalam penelitian ini, populasi yang akan diteliti adalah data bulanan dari nilai tukar, suku bunga, inflasi, dan jumlah uang beredar.
3.2.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2009). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability atau non-random sampling dengan teknik purposive sampling.
Non-probability atau non-random sampling adalah metode yang tidak didasarkan pada mekanisme yang acak dalam pemilihan sampel penelitian. Kriteria sampel yang digunakan adalah:
1. Data bulanan kurs tengah Indonesia periode 1998-2015.
2. Data bulanan suku bunga riil di Indonesia periode 1998-2015.
3. Data bulanan inflasi di Indonesia periode 1998-2015
4. Data bulanan jumlah uang beredar M2 di Indonesia periode 1998-2015
18
Universitas Kristen Petra
3.3 Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini akan menggunakan data yang sudah tersedia dan siap untuk digunakan, berdasarkan dari definisi tersebut, maka data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder (Kumar, 2011). Data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data serta dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Adapun sumber dari data tersebut di ambil dari situs Bank Indonesia dan data dari perpustakaan Bank Indonesia.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan kategori dan klasifikasi data-data tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian baik dari sumber dokumen/buku-buku, website, dan penelitian-penilitian terdahulu (Sugiyono, 2011). Pengumpulan informasi seperti kurs tengah, suku bunga riil, inflasi, dan jumlah uang beredar diambil dari web-web yang menyediakan data tersebut seperti situs Bank Indonesia dan data dari perpustakaan Bank Indonesia.
3.5 Definisi Operasional Variabel 1. Variabel dependent
Konsep : Purchasing Power Parity
Definisi : Nilai kekuatan daya beli antara rupiah dengan dollar Amerika dalam bentuk nilai tukar yang seimbang dalam lingkup daya beli antara Indonesia dan Amerika.
Indikator empirik : Untuk mengukur nilai tukar yang seimbang untuk kedua negara digunakan rumus 2.4
F = 𝑅𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ
𝐷𝑜𝑙𝑎𝑟 𝐴𝑆 x (1+𝐼𝑖𝑛𝑑) (1+𝐼𝑎𝑠)
19
Universitas Kristen Petra
` Dimana:
F = Equilibrium nilai tukar baru Sa = Nilai Rupiah pada periode dasar
Sb = Nilai Dolar Amerika pada periode dasar Ia = Persentase inflasi Indonesia
Ib = Persentase inflasi Amerika Serikat
2. Variabel independent
Konsep : Nilai Tukar
Definisi : Nilai untuk menentukan harga 1 dolar Amerika dalam rupiah tanpa spread dalam biaya transaksi (kurs tengah)
Proxy : Data bulanan kurs tengah Rupiah dengan dolar Amerika pada periode 1998-2015 dari buku Laporan Tahunan Bank Indonesia
Konsep : Suku Bunga
Definisi : Suku bunga yang ditentukan oleh pemerintah untuk menjalankan perekonomian dan kebijakan-kebijakan perekonomian yang telah disesuaikan dengan tingkat inflasi
Indikator empirik : Untuk menghitung suku bunga riil digunakan rumus 2.2 yaitu
𝑆𝑢𝑘𝑢 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑟𝑖𝑖𝑙 = Suku Bunga – 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑓𝑙𝑎𝑠𝑖
Konsep : Inflasi
Definisi : Persentase perubahan indeks harga konsumsi Indonesia dalam barang dan jasa domestik dan impor dari negara lain yang mencakup: makanan, minuman, tempat tinggal, pakaian, transportasi, kesehatan, rekreasi, pendidikan dan komunikasi.
20
Universitas Kristen Petra
Proxy : Persentase perubahan CPI per bulan dari buku Laporan Tahunan Bank Indonesia pada periode 1998-2015
Konsep : Jumlah Uang Beredar
Definisi : Sirkulasi uang beredar dalam bentuk uang kartal, giral, kuasi, dan surat berharga dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun di Indonesia
Proxy : Data bulanan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) dari buku Laporan Tahunan Bank Indonesia pada periode 1998-2015
3.6 Metode Analisis
Dalam rangka menyelesaikan dan menjawab hipotesa maka akan dilakukan uji hubungan kausalitas Granger. Kausalitas adalah kajian terhadap hubungan sebab akibat antara dua atau lebih variabel, apakah variabel x mempengaruhi y atau variabel y mempengaruhi x. Kausalitas Granger mengkaji variabel manakah yang terlebih dahulu mempengaruhi variabel lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Berikut langkah-langkahnya:
1) Uji stasioner
Stasioner merupakan suatu kondisi data time series yang jika rata-rata, varian dan kovarian dari peubah-peubah tersebut seluruhnya tidak dipengaruhi oleh waktu (Juanda dan Junaidi, 2012). Pengujian data dapat dilakukan dengan menggunakan uji Augmented Dickey-Fuller (ADF) dan Phillips-Peron (PP). Suatu data dapat dikatakan sebagai data yang stasioner jika terdapat unit root dalam data tersebut. Prosedur untuk mengetahui data stasioner atau tidak dengan cara membandingkan antara nilai statistik ADF atau PP dengan nilai kritis distribusi Mac Kinnon. Nilai statistik ADF atau PP ditunjukkan oleh nilai t-statistik. Jika nilai absolut statistik ADF atau PP lebih besar dari nilai kritisnya, maka data yang diamati menunjukkan
21
Universitas Kristen Petra
stasioner dan jika sebaliknya nilai statistik ADF atau PP lebih kecil dari nilai kritisnya maka data tidak stasioner.
𝛥𝑌𝑡 = 𝛿𝑌𝑡−1+ 𝛼𝑖 ∑𝑚𝑖=1𝛥𝑌𝑡−1+ 𝜀𝑡 (3.1)
𝑌𝑡 = Variabel yang diteliti (PPP, NT, SBR, INF, JUB) 𝛥 = Koefisien regresi
t = Periode m = Panjang lag 𝜀𝑡 = Error term
Syarat-syarat penerimaan dan penolakan stasioneritas data:
H0 = probabilitas > 5% (terdapat unit root) H1 = probabilitas < 5% (tidak terdapat unit root)
H0 ditolak jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai critical value 5%.
Uji stasioneritas seluruh variabel dilakukan pada tingkat first difference dan harus stasioner agar dapat dilanjutkan pada uji berikutnya yaitu uji kointegrasi.
2) Uji kointegrasi
Uji kointegrasi dapat digunakan untuk mengetahui apakah dua atau lebih variabel ekonomi atau variabel finansial memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang. Variabel-variabel harus stasioner pada tingkat first difference untuk melakukan uji kointegrasi. Uji kointegrasi Johansen akan menggunakan model VAR(p). Selanjutnya, akan dilakukan penentuan rank А yang dinyatakan dengan r melalui E-Views dan kemudian, dilakukan Trace Test untuk menemukan hubungan kointegrasi.
Syarat-syarat penerimaan dan penolakan uji VAR data:
H0 = probabilitas > 5% (terdapat kointegrasi) H1 = probabilitas < 5% (tidak terdapat kointegrasi)
22
Universitas Kristen Petra
Vector Error Correction Model (VECM) dimana VECM adalah model ekonometrika dinamis untuk menentukan persamaan kointegrasi dalam jangka panjang, dimana VECM digunakan bila ada hubungan kointegrasi dari uji VAR.
Syarat-syarat penerimaan dan penolakan VECM data:
H0 = probabilitas > 5% (Persamaan ditolak) H1 = probabilitas < 5% (Persamaan diterima)
Jika persamaan model memiliki nilai probabilitas di bawah 5% maka uji kausalitas Granger dapat dilakukan
3) Uji Kausalitas Granger
Uji Kausalitas Granger pertama kali dikemukakan oleh Engel dan Granger.
Tujuan kausalitas Granger adalah meneliti apakah variabel A berhubungan kausal pada B, ataukah B berhubungan kausal A, ataukah hubungan antara A dan B timbal balik. Uji kausalitas Granger menguji arah hubungan variabel dependen dengan independen dalam jangka pendek. Bentuk dari model kausalitas Granger adalah sebagai berikut:
PPPt = α + ϕPPPt-1 + βNTt-1 + et (3.4a)
NTt = α + ϕNTt-1 + βPPPt-1 + et (3.4b)
PPPt = α + ϕPPPt-1 + βSBRt-1 + et (3.5a) SBRt = α + ϕSBRt-1 + βPPPt-1 + et (3.5b)
PPPt = α + ϕPPPt-1 + βINFt-1 + et (3.6a) INFt = α + ϕINFt-1 + βPPPt-1 + et (3.6b)
PPPt = α + ϕPPPt-1 + βJUBt-1 + et (3.7a) JUBt = α + ϕJUBt-1 + βPPPt-1 + et (3.7b)
23
Universitas Kristen Petra
Dimana
Y = PPP
X = nilai tukar; suku bunga; inflasi; jumlah uang beredar T = periode/waktu
a = konstanta
β1 = koefisien Regresi e = error
Syarat-syarat penerimaan dan penolakan kausalitas Granger data:
H0 = probabilitas > 5% (Tidak terdapat hubungan kausal) H1 = probabilitas < 5% (Terdapat hubungan kausal)