• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah Mei 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah Mei 2022"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

No. 28/06/63/Th. XXVI, 2 Juni 2022

„

„ Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan Mei 2022 sebesar 105,86.

„

„ Rata-rata Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani turun 3,69 persen dan Harga Gabah di tingkat Penggilingan turun 3,53 persen

Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah

Mei 2022

(2)

„

„

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

„

„

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

„

„

NTP Kalimantan Selatan Mei 2022 sebesar 105,86, angka ini menunjukkan petani mengalami kenaikan dalam hal perdagangan ketika tingkat rata-rata harga yang diterima mengalami kenaikan yang lebih cepat daripada tingkat rata-rata harga yang dibayar untuk konsumsi rumahtangga dan biaya produksi terhadap tahun dasar atau NTP di atas 100.

„

„

Pada Mei 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kalimantan Selatan sebesar 0,84 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau.

„

„

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan Mei 2022 sebesar 106,23. Nilai ini dapat diartikan bahwa untuk kegiatan usaha pertanian yang dilakukan petani mengalami kenaikan ketika rata-rata harga yang diterima mengalami kenaikan yang lebih cepat daripada tingkat rata-rata harga yang dibayar untuk biaya produksi, berarti kegiatan usaha yang dilakukan petani memberikan keuntungan.

A. Perkembangan Nilai Tukar Petani

(3)

1. Nilai Tukar Petani (NTP)

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 11 Kabupaten di Kalimantan Selatan pada Mei 2022, NTP Kalimantan Selatan turun 3,70 persen dibandingkan NTP April 2022, yaitu dari 109,93 menjadi 105,86. Penurunan NTP pada Mei 2022 disebabkan oleh turunnya indeks harga hasil produksi pertanian sedangkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun biaya produksi dan penambahan barang modal mengalami kenaikan.

Penurunan NTP Mei 2022 dipengaruhi oleh turunnya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,69 persen, Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 2,37 persen, dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 7,35 persen. Sementara itu, NTP pada Subsektor Perternakan mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,49 persen.

Tabel 1 Nilai Tukar Petani Per Subsektor Serta Persentase Perubahannya (2018=100)

Subsektor April

2022

Mei 2022

% Perubahan

(1) (2) (3) (4)

Gabungan

a. Nilai Tukar Petani (NTP) 109,93 105,86 -3,70

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 121,77 118.18 -2.95

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 110,77 111.63 0.78

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 110,98 111.92 0.84

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 110,60 111.24 0.58 Gabungan tanpa Perikanan

a. Nilai Tukar Petani (NTP) 110,49 106.08 -3.99

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 122,36 118.44 -3.20

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 110,75 111.65 0.82

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 110,89 111.83 0.85

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 110,64 111.34 0.64 1. Tanaman Pangan

a. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) 95,37 93.76 -1.69

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 105,22 104.30 -0.87

- Padi 104,62 103.64 -0.94

- Palawija 115,18 115.40 0.19

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 110,33 111.25 0.83

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 110,12 111.04 0.84

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 111,01 111.91 0.81 2. Hortikultura

a. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 104,82 102.34 -2.37

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 116,48 114.59 -1.62

- Sayur-sayuran 113,44 110.82 -2.30

- Buah-buahan 126,31 125.30 -0.80

- Tanaman Obat 88,59 87.48 -1.25

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 111,12 111.97 0.76

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 111,87 112.81 0.84

(4)

Subsektor April 2022

Mei 2022

% Perubahan

(1) (2) (3) (4)

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 107,84 108.28 0.41 3. Tanaman Perkebunan Rakyat

a. Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR) 136,50 126.48 -7.35

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 152,37 142.22 -6.66

- Tanaman Perkebunan Rakyat 152,37 142.22 -6.66

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 111,62 112.45 0.74

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 111,78 112.74 0.86

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 111,05 111.36 0.28 4. Peternakan

a. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 101,08 101.80 0.71

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 110,50 112.53 1.83

- Ternak Besar 112,59 115.69 2.75

- Ternak Kecil 112,77 113.74 0.86

- Unggas 109,33 110.77 1.32

- Hasil Ternak 106,12 108.30 2.05

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 109,32 110.54 1.12

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 111,61 112.55 0.84

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 108,16 109.52 1.26 5. Perikanan

a. Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) 102,37 102.87 0.49 b. Indeks Harga yang Diterima oleh Nelayan dan Pembudidaya Ikan (It) 113,75 114.64 0.78 c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Nelayan dan Pembudidaya Ikan (Ib) 111,12 111.44 0.29

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 112,25 113.11 0.76

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 110,07 109.89 -0.16 5.1. Perikanan Tangkap

a. Nilai Tukar Nelayan (NTN) 101,68 102.37 0.68

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Nelayan (It) 113,14 114.26 0.99

- Penangkapan Perairan Umum 112,20 113.01 0.72

- Penangkapan Laut 113,37 114.56 1.05

c. Indeks Harga yang Dibayar Nelayan (Ib) 111,27 111.61 0.31

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 112,32 113.15 0.74

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 110,14 109.94 -0.18 5.2. Perikanan Budidaya

a. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) 105,04 104.79 -0.24

b. Indeks Harga yang Diterima oleh Pembudidaya Ikan (It) 116,09 116.08 -0.01

- Budidaya Air Tawar 116,25 116.20 -0.04

- Budidaya Air Payau 115,08 115.31 0.20

c. Indeks Harga yang Dibayar oleh Pembudidaya Ikan (Ib) 110,52 110.78 0.23

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 112,01 112.95 0.84

- Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) 109,78 109.70 -0.07

(5)

2. Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It)

Pada Mei 2022, secara gabungan It turun sebesar 2,95 persen dibanding It April 2022, yaitu dari 121,77 menjadi 118,18. Penurunan It pada Mei 2022 disebabkan oleh turunnya It di tiga subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,87 persen; Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 1,62 persen, dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 6,66 persen . Sementara itu, It pada dua Subsektor lainnya mengalami kenaikan yaitu Subsektor Perternakan sebesar 1,83 persen, dan Subsektor Perikanan naik sebesar 0,78 persen.

3. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib)

Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada Mei 2022, secara gabungan Ib naik sebesar 0,78 persen bila dibanding Ib April 2022, yaitu dari 110,77 menjadi 111,63. Hal ini disebabkan oleh kenaikan nilai Ib pada semua subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,83 persen; Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 0,76 persen; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,74 persen; Subsektor Peternakan sebesar 1,12 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 0,29 persen.

4. NTP Menurut Subsektor

4.1. NTP Tanaman Pangan (NTPP)

Pada Mei 2022 terjadi penurunan NTPP sebesar 1,69 persen. Hal ini terjadi karena It mengalami penurunan sebesar 0,87 persen, sedangkan Ib naik sebesar 0,83 persen.

Penurunan It pada Mei 2022 disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok penyusun NTPP yaitu kelompok padi (dibeberapa daerah masih terdapat panen raya padi unggul) sebesar 0,94 persen, sedangkan kelompok palawija mengalami kenaikan (khususnya komoditas kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau) sebesar 0,19 persen.

Kenaikan Ib sebesar 0,83 persen disebabkan oleh kenaikan Indeks Kelompok Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,84 persen, dan Indeks Kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,81 persen.

4.2. NTP Tanaman Hortikultura (NTPH)

Pada Mei 2022 terjadi penurunan NTPH sebesar 2,37 persen. Hal ini terjadi karena It turun sebesar 1,62 persen, sedangkan Ib naik sebesar 0,76 persen.

Penurunan It pada Meil 2022 disebabkan oleh turunnya It pada kelompok penyusun NTPH yaitu kelompok sayur-sayuran (khususnya komoditas sawi hijau, daun bawang, cabai rawit, kangkung, bayam dan beberapa komoditas lainnya) sebesar 2,30 persen, kelompok tanaman buah-buahan (khususnya komoditas buah naga, jeruk, semangka, nangka) sebesar 0,80 persen, dan kelompok tanaman obat-obatan (khususnya komoditas kencur, kunyit) turun sebesar 1,25 persen.

(6)

Kenaikan Ib sebesar 0,76 persen yaitu dari 111,12 menjadi 111,97 disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,84 persen, dan indeks kelompok BPPBM naik sebesar 0,41 persen.

4.3. NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)

Pada Mei 2022 terjadi penurunan NTPR sebesar 7,35 persen. Hal ini terjadi karena It hanya turun sebesar 6,66 persen, sementara Ib naik sebesar 0,74 persen.

Penurunan It Mei 2022 disebabkan oleh turunnya indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat khususnya komoditas kelapa sawit, karet, dan kelapa.

kenaikan yang terjadi pada Ib disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,86 persen, dan indeks kelompok BPPBM naik sebesar 0,28 persen.

4.4. NTP Peternakan (NTPT)

Pada Mei 2022 terjadi kenaikan NTPT sebesar 0,71 persen. Hal ini terjadi karena It naik sebesar 1,83 persen, sedangkan Ib hanya naik sebesar 1,12 persen.

Kenaikan It Mei 2022 disebabkan oleh naiknya harga semua komoditas pada kelompok penyusun Subsektor Peternakan, yaitu kelompok ternak besar sebesar 2,75 persen, kelompok ternak kecil sebesar 0,86 persen, kelompok unggas sebesar 1,32 persen, dan kelompok hasil ternak sebesar 2,05 persen. Komoditas yang menyebabkan kenaikan It pada Subsektor Peternakan adalah kerbau, telur itik, sapi potong, ayam ras pedaging, itik dan beberapa komoditas lainnya.

Kenaikan pada nilai Ib disebabkan oleh naiknya indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,84 persen, dan BPPBM naik sebesar 1,26 persen.

4.5. NTP Perikanan (NTNP)

Pada Mei 2022 terjadi Kenaikan NTNP sebesar 0,49 persen. Hal ini terjadi karena It naik sebesar 0,78 persen, sedangkan Ib hanya naik sebesar 0,29 persen. Kenaikan It disebabkan oleh naiknya harga berbagai komoditas perikanan tangkap (khususnya komoditas kepiting laut, ikan lemuru, kembung, tenggiri, sepat, udang, papuyu dan beberapa komoditas lainnya) secara rata-rata sebesar 0,99 persen, sedangkan perikanan budidaya (khususnya komoditas ikan bawal, patin, mas, bandeng dan beberapa komoditas lainnya) mengalami penurunan sebesar 0,01 persen.

Kenaikan yang terjadi pada Ib disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,76 persen, sementara indeks kelompok BPPBM turun sebesar 0,16 persen.

1. Nilai Tukar Nelayan (NTN)

Pada Mei 2022, NTN naik sebesar 0,68 persen. Hal ini terjadi karena It naik sebesar 0,99 persen, sedangkan Ib hanya naik sebesar 0,31 persen. Kenaikan It disebabkan oleh naiknya It pada kelompok penangkapan di perairan umum (khususnya komoditas ikan sepat, udang, papuyu dan beberapa komoditas lainnya) sebesar 0,72 persen, dan kelompok penangkapan di laut (khususnya komoditas kepiting, lemuru, alu-alu, belanak dan beberapa komoditas

(7)

lainnya), sebesar 1,05 persen. Kenaikan nilai Ib disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,74 persen, sementara indeks kelompok BPPBM turun sebesar 0,18 persen.

2. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi)

Pada Mei 2022, NTPi turun sebesar 0,24 persen. Hal ini terjadi karena It turun sebesar 0,01 persen, sedangkan Ib naik sebesar 0,23 persen. Penurunan It disebabkan oleh turunnya harga beberapa jenis komoditas, khususnya ikan bawal, patin, mas dan beberapa komoditas lainnya. Kenaikan nilai Ib disebabkan oleh naiknya indeks kelompok KRT sebesar 0,84 persen, sementara indeks kelompok BPPBM turun sebesar 0,07 persen.

NTP Januari - Mei 2022

NTP Januari - Mei 2022 menggambarkan NTP yang terjadi selama tahun berjalan. NTP Kalimantan Selatan Januari - Mei 2022 lebih tinggi 3,15 persen dibandingkan NTP Tahun 2021 pada periode yang sama. Perubahan tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 14,57 persen.

NTP Januari - Mei 2022 tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yakni sebesar 133,85 dan terendah terjadi pada Subsektor Tanaman Pangan yakni sebesar 97,89.

Tabel 2 Nilai Tukar Petani Januari - Mei 2022 per Subsektor dan Gabungan (2018=100)

Subsektor

NTP Jan–Des

2021

Januari - Mei 2021 Januari - Mei 2022

% Perubahan

It Ib NTP It Ib NTP

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Tanaman Pangan 99,95 109.44 105.92 103.32 107.37 109.69 97.89 -5.25 2. Tanaman Hortikultura 101,68 110.20 106.92 103.06 117.63 110.48 106.47 3.30 3. Tanaman Perkebunan Rakyat 123,40 124.91 106.92 116.83 148.55 110.99 133.85 14.57 4. Peternakan 101,00 105.50 105.35 100.14 111.54 109.18 102.17 2.02 5. Perikanan 99,37 104.49 106.74 97.89 111.91 110.10 101.64 3.83 a. Tangkap 98,86 104.38 107.01 97.54 111.14 110.23 100.82 3.37 b. Budidaya 101,29 104.93 105.71 99.26 114.83 109.58 104.79 5.58 Gabungan 107,59 113.81 106.31 107.05 121.63 110.14 110.43 3.15

5. NTP Provinsi

Dari 34 provinsi, sebanyak 5 provinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 29 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP terbesar pada Mei 2022 terjadi di Provinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 1,02 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau yaitu sebesar 14,57 persen.

Dari 5 Provinsi di pulau Kalimantan pada Mei 2022, maka NTP tertinggi dicatat Provinsi Kalimantan Barat sebesar 138,05 dan terendah di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu sebesar 105,86. Jika dilihat dari persentase perubahan NTP Mei 2022 dibanding April 2022 lima Provinsi mengalami penurunan indeks NTP. Provinsi yang mengalami penurunan tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Barat sebesar 10,86 persen. Lebih rinci pada tabel 3.

6. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT)

Konsumsi Rumah Tangga Petani merupakan salah satu komponen Nilai yang Dibayar oleh

(8)

Tabel 3 Nilai Tukar Petani Provinsi dan Persentase Perubahannya, Mei 2022 (2018=100)

Provinsi

It Ib NTP

Indeks % Perubahan Indeks % Perubahan Rasio % Perubahan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Aceh 115.41 -0.74 109.48 0.40 105.42 -1.13

Sumatera Utara 128.87 -10.29 110.72 0.48 116.40 -10.72

Sumatera Barat 123.47 -2.78 113.17 1.10 109.11 -3.84

Riau 152.08 -14.19 111.80 0.44 136.03 -14.57

Jambi 146.15 -8.16 111.14 0.48 131.50 -8.60

Sumatera Selatan 123.44 -4.00 111.92 0.73 110.29 -4.69

Bengkulu 143.55 -12.62 113.01 1.04 127.02 -13.52

Lampung 117.72 -2.04 112.48 0.72 104.66 -2.74

Bangka Belitung 140.03 -9.35 113.27 0.74 123.62 -10.01

Kepulauan Riau 116.30 1.00 107.73 0.07 107.96 0.93

DKI Jakarta 108.07 -0.12 105.68 -0.08 102.27 -0.04

Jawa Barat 107.13 -0.02 110.56 0.25 96.90 -0.28

Jawa Tengah 116.02 1.53 113.79 0.51 101.96 1.02

DI Yogyakarta 112.04 -0.10 115.13 0.75 97.32 -0.84

Jawa Timur 113.20 1.06 112.62 0.56 100.52 0.50

Banten 112.32 -0.12 113.41 0.36 99.04 -0.48

Bali 103.99 0.11 110.80 -0.07 93.85 0.17

Nusa Tenggara Barat 115.32 -0.16 110.40 0.11 104.46 -0.27

Nusa Tenggara Timur 103.06 -0.84 109.18 0.19 94.39 -1.02

Kalimantan Barat 152.38 -10.37 110.39 0.55 138.05 -10.86

Kalimantan Tengah 140.19 -7.14 114.94 0.88 121.97 -7.95

Kalimantan Selatan 118.18 -2.95 111.63 0.78 105.86 -3.70

Kalimantan Timur 133.02 -9.56 109.45 0.35 121.54 -9.88

Kalimantan Utara 117.09 -1.92 107.78 0.16 108.63 -2.08

Sulawesi Utara 122.55 -0.57 110.67 -0.53 110.73 -0.04

Sulawesi Tengah 115.57 -1.28 113.14 0.06 102.15 -1.33

Sulawesi Selatan 109.51 -0.97 110.10 0.14 99.47 -1.11

Sulawesi Tenggara 109.52 0.03 109.55 0.71 99.97 -0.68

Gorontalo 115.38 -0.34 109.56 -0.67 105.31 0.33

Sulawesi Barat 128.78 -10.18 112.96 0.25 114.00 -10.41

Maluku 115.57 -1.13 110.81 0.44 104.30 -1.57

Maluku Utara 118.77 -1.01 110.85 -0.12 107.14 -0.89

Papua Barat 108.82 -0.16 109.06 0.37 99.78 -0.53

Papua 107.78 -0.07 107.33 0.23 100.41 -0.30

Nasional 117.89 -2.37 111.84 0.46 105.41 -2.81

Petani. Pada Mei 2022, Kalimantan Selatan terjadi kenaikan IKRT sebesar 0,84 persen yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,43 persen. sedangkan kelompok lainnya terjadi kenaikan berkisar antara 0,00 - 0,42 persen. Lebih rinci pada tabel 4.

(9)

Tabel 4 Indeks Harga Konsumen Perdesaan dan Persentase Perubahannya, April - Mei 2022 (2018=100)

Subsektor April

2022

Mei 2022

Persentase Perubahan

(1) (2) (3) (4)

1. Makanan, Minuman, dan Tembakau 115,09 116.74 1.43

2. Pakaian dan Alas Kaki 113,33 113.74 0.36

3. Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga 103,92 104.01 0.09 4. Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 110,37 110.77 0.36

5. Kesehatan 107,98 108.12 0.13

6. Transportasi 108,92 109.01 0.08

7. Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 99,28 99.28 0.00

8. Rekreasi, Olahraga dan Budaya 103,44 103.46 0.02

9. Pendidikan 100,37 100.37 0.00

10. Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 104,90 105.15 0.24

11. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 112,41 112.88 0.42

Konsumsi Rumah Tangga 110,98 111.92 0.84

(10)

5. NTUP Menurut Subsektor

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Harga yang dibayar oleh petani (Ib) dimana komponen Ib hanya meliputi Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Secara konseptual, NTUP mengukur seberapa cepat Indeks Harga yang Diterima oleh Petani dibandingkan dengan Indeks Harga Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal.

Pada Mei 2022, NTUP mengalami penurunan sebesar 3,51 persen. Hal ini terjadi karena It mengalami penurunan sebesar 2,95 persen sedangkan indeks BPPBM naik sebesar 0,58 persen. Seperti yang terlihat pada Tabel 5, terdapat tiga subsektor yang mengalami penurunan NTUP yaitu Subsektor Tanaman Pangan, Subsektor Tanaman Hortikultura, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat. Sementara subsektor mengalami kenaikan NTUP yaitu Subsektor Perternakan dan Subsektor Perikanan.

Subsektor April

2021

Mei 2021

% Perubahan

(1) (2) (3) (4)

1. Tanaman Pangan 94,78 93.20 -1.67

2. Hortikultura 108,01 105.82 -2.02

3. Tanaman Perkebunan Rakyat 137,21 127.71 -6.92

4. Peternakan 102,17 102.75 0.57

5. Perikanan 103,35 104.32 0.94

a. Tangkap 102,72 103.92 1.17

b. Budidaya 105,75 105.82 0.06

NTUP Gabungan 110,10 106.23 -3.51

Tabel 5 Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian per Subsektor dan Persentase Perubahannya, April - Mei 2022 (2018=100)

(11)

B. Perkembangan Harga Produsen Gabah

Survei harga produsen gabah Mei 2022 dilakukan di 10 Kabupaten meliputi Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Bumbu dan Balangan.

Dibulan Mei 2022 Harga terendah ditingkat petani sebesar RP 4.100,00 per kilogram dengan varitas ciherang Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Harga tertinggi mencapai Rp 7.852,00 per kilogram terdapat di Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala dengan varitas Siam Karang Dukuh.

Dibandingkan bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 3,69 persen, dari Rp 5.231,38 per Kg di bulan April 2022 menjadi Rp 5.038,19 per Kg di bulan Mei 2022, dimana pada bulan ini penurunan harga gabah cenderung disebabkan karena dibeberapa daerah mengalami panen raya khususnya padi unggul, sehingga harga penjualan gabah cenderung turun. Harga gabah di tingkat penggilingan turun 3,53 persen dari Rp 5.328,77 per Kg di bulan April 2022 menjadi Rp 5.140,61 per Kg di bulan Mei 2022, seperti pada tabel 7 berikut.

kelompok Kualitas

Harga di tingkat Petani (Rp/Kg) Harga Rata- rata di Tingkat

Penggilingan (Rp/Kg)

Harga Pembelian Pemerintah

(HPP) (RP/

Kg)

Selisih (4) & (5) thd (6)

Terendah tertinggi Rata-rata (Rp/Kg) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

GKP 4.100,00 7.852,00 5,038.19 5,140.61 4.200,00

(petani) 838.19 119.96

Ciherang Kec.Tapin Tengah,

Kab. Tapin

Siam Karang Dukuh Kec. Barambai Kab. Barito Kuala

4.250,00

(Penggilingan) 890.61 120.96

Keterangan:

GKG :KA 14,00% dan KH 3,00%

GKP :KA (14,01%-25,00%) dan KH (3,01%-10,00%)

HPP berdasarkan Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tgl. 19 Maret 2020

Tabel 6 Harga Gabah di Tingkat Petani dan Penggilingan dan HPP Menurut Kelompok Kualitas, Mei 2022 Kalimantan Selatan

(12)

kelompok Kualitas

Tingkat Petani (Rp/Kg) Tingkat Penggilingan (Rp/Kg) April

2022

Mei 2022

Perubahan (3) thd (2)

(%)

April 2022

Mei 2022

Perubahan (6) thd (5) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

GKP 5.231,38 5,038.19 -3.69 5.328,77 5,140.61 -3.53

Tabel 7 Rata-rata Gabah di Tingkat Petani dan Penggilingan Menurut Kualitas April - Mei 2022

Secara umum, komponen mutu gabah selama bulan Mei 2022 masih cenderung fluktuatif dengan perbedaan yang tidak terlalu besar, pada bulan ini terjadi kenaikan persentase kadar air dari 15,08 persen dibulan April 2022 menjadi 15,23 persen dibulan Mei 2022, dan kadar hampa/kotoran terjadi penurunan dari bulan sebelumnya. Kadar Hampa/

kotoran gabah kualitas GKP bulan Mei 2022 sebesar 2,87 persen.

kelompok Kualitas

Kadar Air (%) Kadar Hampa/Kotoran (%)

April 2022 Mei 2022 April 2022 Mei 2022

(1) (2) (3) (4) (5)

GKP 15,08 15.23 3,61 2.87

Tabel 8 Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kualitas Gabah April - Mei 2022

(13)

Gambar 1 Infografis Perkembangan Nilai Tukar Petani, Mei 2022

Berita Resmi Statistik No. 28/06/63/Th. XXVI, 2 Juni 2022

PERKEMBANGAN

NILAI TUKAR PETANI

DAN HARGA PRODUSEN GABAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Mei 2022

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

It

Indeks Harga

yang Diterima Petani

Ib

Indeks Harga

yang Dibayar Petani

NTUP = 106,23

NAIK

NTP = 105,86

TURUN

3,51%

TURUN

2,95% 0,78%

3,70%

GABAH KERING PANEN (GKP)

RATA-RATA HARGA GABAH

TINGKAT PETANI

TINGKAT PENGGILINGAN

5.038

Rp TURUN Rp

5.141

3,69% 3,53%

TURUN

TURUN

107,32

106,71 106,54 106,35

107,89 107,93

109,52 109,52 110,8

111,68 112,35 112,41 109,93

105,86

Mei Apr Mar Feb Jan'22 Des

Nov Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei

(14)

BADAN PUSAT STATISTIK

Fachri Ubadiyah SE, M.P

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Kalimantan Selatan

(0511) 679001 [email protected]

Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh Undang-Undang, hak cipta melekat pada Badan Pusat Statistik. Dilarang

mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

Untuk layanan perpustakaan, penjualan data mikro, publikasi elektronik, publikasi cetakan, dan peta digital wilayah kerja statistik sesuai peraturan yang berlaku maupun konsultasi statistik dapat menghubungi Pelayanan Statistik Terpadu (PST) di [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Indikator kinerja Renstra STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta terdiri dari tujuh bidang yaitu : Keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui

Nilai signifikansi pada variabel pengalaman kerja kuadrat yaitu 0,001 sehingga nilai ini lebih kecil dari 0,01 atau tingkat signifikansi 1%, sehingga dapat diambil

Oleh karena kedua aspek di atas sangat penting dimiliki oleh siswa, maka peneliti tertarik untuk melihat hubungan antara kedua kemampuan tersebut, yang diharapkan

Hanya saja, Kebun Raya Liwa belum tertata dengan rapih dibandingan dengan Kebun Raya lainnya seperti Kebun Raya Bogor yang sudah memiliki banyak taman koleksi

Asumsi ini didasarkan atas kondisi apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus yang berkaitan dengan belanja pegawai akan diikuti dengan pemberian DAU yang

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP STANDAR MUTU STAIN SAR ... Latar Belakang ... Komponen Standar Mutu STAIN SAR ... Pelaksanaan Standar Mutu ... Strategi Pemenuhan Standar STAIN

Duodenum merupakan tempat pencernaan makanan secara sempurna menjadi partikel-partikel sari makanan yang siap diserap oleh mukosa usus.. Jejunum dan ileum merupakan tempat

Massa bangunan fasilitas pendukung merupakan bangunan dengan skala lebih intim dibandingkan dengan bangunan hunian untuk memberikan suasana kampung bagi pengguna dan