Pengaruh Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Terhadap Biaya Utang (Study pada Perusahaan Food and Beverages di Bursa Efek
Indonesia 2018-2020)
Abdullah Musaddad1, Deasy Ervina2*
1,2Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hayim Asy’ari Jl. Irian Jaya No.55 Tebuireng, Cukir, Kec. Diwek, Kab. Jombang e-mail: [email protected]1, [email protected]2
Abstract
This study aims to determine the effect of tax avoidance on the cost of debt in food and beverages companies on the IDX for the 2018-2020 period. Using quantitative methods with secondary data in the form of financial statements of food and beverages companies on the IDX for the 2018-2020 period. Sampling used purposive sampling of 14 food and beverages companies on the IDX for the 2018-2020 period. The data is processed using SPSS with the results of the study showing that tax avoidance has no effect on the cost of debt.
Keywords: Tax Avoidance; Cost of Debt.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penghindaran pajak terhadap biaya utang pada perusahaan food and beverages di BEI periode 2018-2020. Menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan food and beverages di BEI periode 2018-2020. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 14 perusahaan food and beverages di BEI periode 2018-2020. Data diolah menggunakan SPSS dengan hasil penelitian menunjukan bahwa penghindaran pajak tidak berpengaruh terhadap biaya utang.
Kata kunci: Penghindaran Pajak; Biaya Utang.
PENDAHULUAN
Sebagai negara berkembang, Indonesia mendapatkan pemasukan terbesar dari pajak.
Sedangkan pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk kepentingan negara diatur dalam undang-undang untuk kesejahteraan rakyat. Penerimaan keuntungan terbesar negara dalam bidang pajak berasal dari company. Company berkewajiban mengeluarkan dana untuk pajak sesuai tarif yang sudah dipilih oleh Direktorat Jendral Pajak, yang bisa disalurkan pada kepentingan negara (Purwanti, 2016).
Pajak sebagai penghasilan negara, tapi pada perusahaan pajak dihitung menjadi tanggungan yang bisa memperkecil laba bersih company. Keinginan pemerintah untuk menerima pajak yang tinggi dan terus-menerus akan berbeda tujuan dengan company yang ingin tagihan pajak sekecil-kecilnya. Usaha mengecilkan total pajak yang wajib dibayar, company melakukan tindakan tax management. Tindakan ini sebagai perantara untuk menyelesaikan kewajibannya dengan baik, sehingga total pajak yang ditanggung bisa diperkecil agar mendapat laba dan utang yang diharapkan (Suandy, 2011). Dalam tax management bisa dipecah menjadi dua, pertama mengikuti aturan perpajakan dengan baik dan berusaha untuk mencapai laba dan utang yang semestinya.
tax management bukan hanya mengatur total pajak yang semestinya dilunasi, tapi juga mengikuti aturan pajak dengan baik. Sehingga pada nantinya tidak terkena denda pajak.
Salah satunya yang digunakan tax management ialah penghindaran pajak (Suandy, 2011).
Penghindaran pajak menjadi suatu tindakan yang bertujuan mengoptimalkan laba sesudah pajak. Penghindaran pajak sebagai cara meminimalisir pajak yang bersifat legal, karena bukan melanggar aturan yang sudah ada. Tetapi dengan mengoptimalkan kelemahan hukum pajak, sedangkan tax evasion ialah meminimalkan pajak bersifat ilegal atau bisa dikenal sebagai penggelapan pajak. Penghindaran pajak sebagai sarana pengoptimalan beban pajak, biasanya dengan cara menjauhi pengenaan pajak menggunakan transaksi bukan sebagai objek pajak. Penghindaran pajak ini diterapkan company sebagai aturan yang ditetapkan oleh pemimpin company. Praktek penghindaran pajak akan mencari keuntungan dari kekurangan hukum pajak dan tidak menyalahi hukum pajak. Pada konteks company, penghindaran pajak biasanya digunakan oleh company untuk memperkecil tingkat tanggungan pajak yang seharusnya dibayarkan dan juga menaikkan cash flow company. Pada konteks penghasilan negara, penghindaran pajak sudah menjadikan negara kehilangan penghasilan pajak yang harusnya bisa diperbuat untuk mengurangi tanggungan defisit atas anggaran negara (Budiman & Setiyono, 2012).
Company bisa meminimkan pajaknya yaitu bila memanfaatkan deductible expense, bisa juga melalui kata lain biaya yang bisa dikurangi. Deductible expense ialah menggunakan biaya utang. Biaya utang didefinisikan sebagai tanggungan sebelum pajak yang wajib dilunasi company jika melakukan pinjaman. Suatu perusahaan membutuhkan sumber dana untuk menunjang perkembangan bisnis dan juga dalam rangka untuk mempertahankan bisnis tersebut, perusahaan membutuhkan dana dari
luar company. Dana dari luar tersebut yang biasanya terjadi ialah memunculkan surat utang yang nanti bisa dibeli oleh pihak luar. Dengan melakukan hal tersebut, kreditor bisa memperoleh pendapatan berupa bunga. Bagi company, bunga ini sebagai tanggungan yang wajib dikasih company terhadap kreditor. Tanggungan yang dikasih company ini bisa menjadi biaya utang bagi company (Marcelliana, 2014).
Beberapa dana yang dikelola perusahaan dalam pendanaan ialah sumber internal (internal source) dan sumber eksternal (external sources). Internal source merupakan suatu dana atau modal yang dibuat atau didapatkan sendiri di dalam company tersebut, contohnya laba ditahan dan akumulasi penyusutan. External source merupakan suatu modal yang timbulnya dari luar company. Dana ini bisa berasal dari bank, asuransi, kreditur dan yang lain.
METODE PENELITIAN
Data yang dipilih pada penelitian merupakan data sekunder. Data sekunder yaitu data yang didapatkan melalui perantara seperti dokumen/laporan keuangan tahunan perusahaan ataupun sumber yang lainnya. Pendekatan yang dipilih dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Pedekatan kuantitatif ialah sebuah data berupa angka yang diaplikasikan untuk meneliti pada populasi atau sampel, teknik pemilihan sampel dibuat secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang sudah ditetapkan (Sugiyono, 2017).
Populasi yang dipilih pada penelitian ialah laporan keuangan Perusahaan Food and Beverages di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2020. Cara pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Purposive sampling salah satu cara pengumpulan sampel dengan ketentuan yang sudah dipilih oleh peneliti.
Tabel 1 Kriteria Sampel
No. Kriteria Sampel Jumlah
1. Perusahaan Sub Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
selama tahun penelitian 2018-2020. 33
2. Perusahaan yang tidak menyampaikan laporan tahunan berturut-turut pada
tahun 2018-2020. (16)
3. Perusahaan yang mengalami kerugian selama tahun 2018-2020. (3)
Jumlah Perusahaan 14
Periode Pengamatan (2018-2020) 3 Tahun
Sampel yang digunakan dalam penelitian 42
Sumber : www.idx.co.id
Uji Normalitas Data
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi data telah memenuhi persyaratan distribusi normal dan apakah residual dalam model regresi sudah terdistribusi secara normal. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Kolmogrov Smirnov (K-S), (Ghozali, 2013). Uji K-S dibuat dengan
membuat hipotesis:
H0: Data residual berdistribusi normal.
Ha: Data residual tidak berdistribusi normal
Data pengambilan keputusan pada uji K-S ini adalah sebagai berikut:
a. Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05 (α = 5%, tingkat signifikan) maka data berdistribusi normal.
b. Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05 (α = 5% tingkat signifikan) maka data berdistribusi tidak normal.
Uji Hipotesis Uji t (Persial)
Menurut Ghozali (2013) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (ɑ
= 5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:
1) Jika nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikan (Sig. < 0,05), maka variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
2) Jika nilai probabilitas lebih besar dari tingkat signifikan (Sig. > 0,05), maka variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif
Data statisk deskriptif menyajikan data, dalam penelitian tujuannya menjabarkan penjelasan atau kejelasan melalui data yang diteliti. Data yang dilihat pada penelitian ini ialah nilai tengah, standar deviasi, nilai tinggi, nilai rendah, dan total data.
Tabel 2 Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Penghindaran Pajak 42 2 33 24.02 6.664
Biaya Utang 42 2 242 77.36 62.270
Valid N (listwise) 42
Sumber data: SPSS versi 25 oleh peneliti
Berdasarkan tabel 2 penghindaran pajak mempunyai nilai rendah sebanyak 2, menjelaskan ternyata total terbawah pada company TBLA tahun 2020. Nilai tinggi penghindaran pajak sebanyak 33, menjelaskan total teratas pada company INDF tahun 2018. Dan nilai tengah penghindaran pajak sebanyak 24.02 dan standar deviasi sebanyak 6.664.
Biaya Utang mempunyai nilai rendah sebanyak 2, menjelaskan total terbawah
pada company DLTA tahun 2019. Nilai tinggi penghindaran pajak sebanyak 242, menjelaskan total teratas pada company TBLA tahun 2018. Dan nilai tengah Biaya Utang sebanyak 77.36 dan standar deviasi sebanyak 62.270.
Uji Normalitas Data
Tabel 3 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 42
Normal Parameter Mean .0000000
Std. Deviation 6174796944 Most Extreme Differences Absolute .122
Positive .122
Negative .166
Test Statistic .122
Asymp. Sig. (2-tailed) .119
Sumber data: SPSS versi 25 oleh peneliti
Hasil Pengelolaan data tersebut pada tabel 3 bahwa semua komponen banyaknya nilai Asymetri signifikan (2-tailed) sebanyak 0,119 > 0,05, menjelaskan hasil lebih banyak dari batas signifikan. Maka H0 diterima, artinya data normal.
Uji Hipotesis (Uji-t)
Tabel 4 Analisis Uji-t Coefficients
Model B
Unstandardized
Coefficients Standardized
Coefficients t Sig.
Std. Error Beta
1 (Constant) 106.373 36.492 2.915 .006
Penghindaran
Pajak -1.208 1.465 .129 .824 .415
Sumber data: SPSS versi 25 oleh peneliti
Berdasarkan Tabel 4 komponen independen belum pengaruh signifikan pada komponen dependen. Demikian hasil signifikan tax avoidance melalui uji-t memperoleh sebanyak 0,415 (sig. 0,415 > 0,05). Maka dari data tersebut H0 ditolak. Disimpulkan tax avoidance tidak berpengaruh signifikan pada cost of debt.
Berdasarkan hasil peneliti mengenai penghindaran pajak pengaruh pada Biaya Utang company food and beverages di BEI. Hasil Peneliti berarti tax avoidance belum pengaruh pada cost of debt yang dilihat pada hasil uji sig 0.415 > 0,05.
Hubungan Teori keagenan yaitu berpengaruh terhadap penghindaran pajak itu dikarenakan rencana pajak yang sudah dipaparkan pada teori keagenan, bila pemerintah menjadi pihak principal sedangkan manajemen menjadi pihak agent. Masing-masing mempunyai tujuan berbeda pada hal pelunasan pajak. Sedangkan Trade off theory berhubungan dengan Biaya utang dikarenakan teori ini menjelaskan bahwa utang ada dua sisi. Sisi positif dan sisi negatife, Sisi positif utang sebagai pelunasan bunga yang
bisa mengurangi pelunasan kena pajak. Penghematan pajak bisa menaikkan nilai pasar perusahaan.
Hal ini dapat disimpulkan bahwasanya penghindaran pajak pada biaya utang berhubungan positif dan tidak signifikan karena pengaruhnya sangatlah kecil. Hasil dari peneliti berlawanan pada penelitian yang dikerjakan oleh (Fitriani, 2017), mengatakan penghindaran pajak pengaruh pada biaya utang. Namun hasil peneliti sejalan dengan (Utama et al., 2019), mengatakan tax avoidance berhubungan positif tidak signifikan pada cost of debt.
PENUTUP
Hasil peneliti membuktikan penghindaran pajak tidak berpengaruh pada biaya utang company food and beverages di BEI tahun 2018-2020. Tax avoidance terhubung pada perusahaan, artinya tax avoidance sangat erat pada lingkungan investasi yang dikerjakan company. Sehingga tax dilakukan perusahaan agar memperkecil utang dan memberikan laba yang optimal untuk investor.
Adapun saran bagi Perusahaan food and beverages sebaiknya mengurus asuransi agar melindungi asset company, nantinya bisa mengecilkan masalah yang akan terjadi dan pilih dana internal (laba yang didapat) agar membiayai keperluan company. Selanjutnya bagi investor dapat mempertimbangkan kondisi Utang dalam suatu perusahaan, sehingga investor dapat mendapatkan dividen yang menguntungkan dan terhindar dari kerugian dalam berinvestasi.
Kemudian Saran peneliti seterusnya diinginkan menambah tahun penelitian lebih lama, nanti bisa mendapat hasil lebih baik dan bisa diperbarui, bisa menambah komponen faktor-faktor yang ikut serta berpengaruh pada DER dan menggunakan sampel lebih banyak serta macam yang varian baik dari banyak sektor, nanti hasil lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulllah, I. (2015). Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Pt . Aneka Gas Industri.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, 1, 182–190.
Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2011). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Terjemahan (10th ed.). Salemba Empat.
Budiman, J., & Setiyono. (2012). Pengaruh karakter eksekutif terhadap penghindaran pajak (tax avoidance). Thesis Universitas Gajah Mada.
Dyreng, S. D., Hanlon, M., & Maydew, E. L. (2008). Long-run corporate tax avoidance.
Accounting Review, 83(1), 61–82. https://doi.org/10.2308/accr.2008.83.1.61 Fitriani, S. A. (2017). Pengaruh Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Terhadap Biaya
Utang Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Skripsi-2017, 67. http://www.repository.trisakti.ac.id/webopac_usaktiana/index.
php/home/detail/detail_koleksi/8/SKR/subyek/00000000000000091235/0
Ghozali, I. (2013). Analisis Aplikasi Multivariate dengan proses SPSS. Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
Hanlon, M., & Heitzman, S. (2010). A review of tax research. Journal of Accounting and Economics, 50(2–3), 127–178. https://doi.org/10.1016/j.jacceco.2010.09.002 Ikhsan., A., & Prianthara, I. B. T. (2009). Akuntansi Untuk Manajer. Graha Ilmu.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Racial diversity and its asymmetry within and across hierarchical levels: The effects on financial performance. Human Relations, 72(10), 1671–1696. https://doi.org/10.1177/0018726718812602 Kasmir. (2018). Dasar-Dasar Perbankan (Revisi 201). Rajawali Pers.
Marcelliana, E. (2014). Pengaruh Tax Avoidance Terhadap Biaya Cost Of Debt. 1–6.
Masri, I., & Martini, D. (2012). Evaluation of “Determine; The OvuTest” as a device for identifying optimal time for conception. Fertility and Sterility, 47(4), 590–
596. https://doi.org/10.1016/S0015-0282(16)59108-0
Pohan, C. A. (2013). Manajemen Perpajakan Strategi Perencanaan Pajak dan Bisnis (Edisi Revi). PT. Gramedia Pustaka Utama.
Purwanti, N. (2016). Pengaruh Penghindaran Pajak Terhadap Biaya Hutang Pasca Perubahan Tarif Pajak Badan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Indonesia, 3(2), 113. https://doi.
org/10.30659/jai.3.2.113-128
Putera, B. S. (2006). Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan, Rasio Pertumbuhan Dan Return on Asset Terhadap Kebijakan Pendanaan. UNVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG, 1, 1–76.
Suandy, E. (2008). Hukum Pajak (Edisi 4). Salemba Empat.
Suandy, E. (2011). Perencanaan Pajak (Edisi 5). Salemba Empat.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Utama, F., KIRANA, D. J., & SITANGGANG, K. (2019). Pengaruh Penghindaran Pajak Terhadap Biaya Hutang Dan Kepemilikan Institusional Sebagai Pemoderasi.
Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 21(1), 47–60. https://doi.org/10.34208/jba.
v21i1.425 www.idx.co.id www.ojk.go.id