1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara garis besar aktivitas perbankan syariah dapat dibagi menjadi 3 yaitu penyaluran dana, penghimpunan dana, dan multi jasa yang diberikan kepada nasabahnya. Dalam hal penyaluran dana perbankan syariah telah mengembangkan produk – produk pembiayaan yang dewasa ini telah banyak dimanfaatkan oleh dunia usaha baik untuk pembiayaan skala kecil, menengah dan besar. Hal ini dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat secara luas. Adapun produk pembiayaan yang sangat diminati dan menjadi bagian terbesar dalam perolehan pendapatan yang berasal dari portofolio pembiayaan murabahah.
Produk penyaluran dana (jual beli) murabahah dengan harga asal ditambah keuntungan yang disepakati antar pihak bank dengan nasabah dalam hal ini bank menyebutkan harga barang kepada nasabah yang kemudian bank memberikan laba dalam jumlah tertentu sesuai dengan kesepakatan.
Murabahah pada dasarnya merupakan sebuah produk pengkreditan berbasis syariah. Pembeli dapat membayarnya secara keseluruhan atau kredit.
Pembayaran dari nasabah dilakukan dengan cara angsuran dalam jangka
2
waktu yang telah ditentukan. Sistem pembayaran secara angsuran tadi dikenal dengan istilah bai’ bitsaman ajil (Rahmawaty, 2018).
Bank akan menunjuk pembeli (nasabah) sebagai agen untuk membeli barang yang diperlukannya atas nama bank dan menyelesaikan pembayaran harga barang dari biaya bank. Bank seketika itu juga menjual barang tersebut kepada pembeli (nasabah) pada tingkat harga yang disetujui bersama untuk dibayar dalam jangka waktu yang disetujui bersama. Pada waktu jatuh tempo, pembeli (nasabah) membayar harga jual barang yang telah disetujui kepada bank (Zamrodah, 2016).
PT BPRS Bumi Rinjani Batu sendiri merupakan lembaga keuangan syariah yang berdiri sejak 5 Oktober 2001. Dalam perkembangannya PT BPRS Bumi Rinjani Batu terus mengalami percepatan layanan dalam membantu kebutuhan masyarakat seperti pembiayaan kendaraan mobil dan sepeda motor, pembiayaan renovasi rumah, modal kerja atau modal usaha, dana pendidikan, dana kesehatan, dan dana investasi.
Nilai pembiayaan dengan prinsip murabahah pada PT BPRS Bumi Rinjani Batu sendiri mengalami pertumbuhan dan menjadi indeks pembiayaan tertinggi dibandingkan dengan pembiayaan musyarakah, mudharabah dan piutang multijasa. Berikut data pertumbuhan pembiayaan murabahah dalam 3 tahun terakhir :
3
Tabel 1.1 Pertumbuhan Pembiayaan Murabahah
Tahun 2019 2020 2021
Pembiayaan Murabahah 7.869.541 7.830.786 11.751.297
Presentase 88,5% 90,2% 93,2%
Sumber : ( PT BPRS Bumi Rinjani Batu, 2021 )
Faktor pertumbuhan pembiayaan murabahah yaitu :
1. Akad murabahah memiliki resiko yang relatif rendah baik dari sisi bank dan nasabah. Dari sisi nasabah jumlah angsuran tidak berubah sampai jatuh tempo. Dan keuntungan yang diperoleh dari sisi bank margin sudah ditetapkan pada harga jual.
2. Nasabah dapat membeli barang sesuai keinginan dan kemampuan ekonominya dan pembayarannya dengan sistem angsuran.
3. Tidak ada sistem bunga atau riba melainkan terdapat transparansi antara bank dan nasabah bahwa bank memberikan informasi harga jual dan biaya yang telah ditentukan serta disepakati bersama.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Mekanisme Pembiayaan Sepeda Motor Dengan Prinsip Murabahah Pada PT BPRS Bumi Rinjani Batu” .
4 B. Rumusan Masalah
Menurut pembahasan latar belakang diatas rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mekanisme identifikasi keputusan pembiayaan?
2. Bagaimana mekanisme pemeriksaan legalitas agunan dan pengikatan pembiayaan sepeda motor?
3. Bagaimana mekanisme realiasi pembiayaan dengan pihak – pihak yang terkait?
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan Tugas Akhir 1. Tujuan Penulisan
Menurut rumusan masalah di atas tujuan dari penulisan ini adalah :
a. Mendeskripsikan dan memahami mekanisme identifikasi keputusan pembiayaan
b. Mendeskripisikan dan memahami mekanisme pemeriksaan legalitas agunan dan pengikatan pembiayaan
c. Mendeskripisikan dan memahami mekanisme realisasi pembiayaan dengan pihak – pihak terkait
5 2. Manfaat Penulisan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat tercapai dalam memberikan pengetahuan terhadap calon nasabah serta dapat memberikan manfaat baik secara teori maupun secara praktis adalah sebagai berikut :
a. Manfaat Teoritis
1) Sebagai dasar teoritis bahwa dalam identifikasi keputusan pembiayaan sepeda motor dengan prinsip murabahah nasabah harus memenuhi persyaratan permohonan pembiayaan
2) Sebagai dasar teoritis bahwa pemeriksaan legalitas agunan dan pengikatan pembiayaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku
3) Sebagai dasar teoritis bahwa dalam mekanisme realisasi pembiayaan harus dikoordinasikan dengan pihak – pihak terkait
b. Manfaat Praktis
Manfaat praktis dari penelitian ini adalah : 1) Bagi Peneliti
Sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman dalam mengaplikasikan disiplin ilmu yang
6
diperoleh selama perkuliahan khususnya berkaitan dengan realisasi pembiayaan.
2) Bagi Program Studi Perbankan dan Keuangan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber untuk mengembangkan kegiatan keilmuan dan sebagai bahan referensi penelitian masa yang akan datang.
3) Bagi PT BPRS Bumi Rinjani Batu
Memberikan gambaran terhadap pemecahan suatu permasalahan yang sedang dihadapi serta meningkatkan kerjasama antar tim dalam melatih tanggung jawab.
4) Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi dan aplikasi pada masyarakat dalam menambah wawasan dan pengalaman untuk pengajuan pembiayaan.
7 D. Definisi Istilah dan Unjuk Kerja
1. Definisi Istilah
Menurut (Moenir, 2018) menyatakan bahwa, “Mekanisme adalah suatu rangkaian kerja sebuah alat untuk menyelesaikan sebuah masalah yang berhubungan dengan proses kerja untuk mengurangi kegagalan sehingga menghasilkan hasil yang maksimal”.
Menurut (Rachman, 2018) pembiayaan adalah pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihak – pihak yang tergolong mengalami kekurangan dana, pembiayaan produktif adalah jenis pembiayaan untuk meningkatkan usaha, baik usaha produksi, perdagangan maupun investasi, sedangkan pembiayaan konsumtif adalah digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, yang akan habis digunakan saat dipakai untuk memenuhi kebutuhan.
Dalam UU Nomor 10 Tahun 1998 disebutakn bahwa pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersbut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Penjualan suatu objek barang dengan penjelasan harga beli barang tersebut kepada pembeli dan kemudian pembeli akan membayar dengan harga lebih tinggi yang dianggap sebagai keuntungan (Patel, 2019).
8
Secara istilah, pada dasarnya terdapat kesepakatan para ulama dan ekonom muslim dalam substansi pengertian murabahah. Imam Al Kasani menjelaskan, murabahah dalah bentuk jual beli dengan diketahuinya harga pokok dengan adanya tambahan keuntungan tertentu (Nurhayati, 2012).
Murabahah merupakan akad jual beli barang pada harga pokok dengan
tambahan keuntungan yang disepakati, dilaksanakan dalam satu transaksi dengan wakalah, yaitu akad penyerahan kekuasaan dari seseorang kepada oranglain untuk mengajarkan sesuatu yang dibolehkan oleh syara’ dan berlaku selama yang mewakilkan masih hidup (Ummi & Rizky, 2017).
Perjanjian murabahah adalah jasa pembiayaan dengan mengambil bentuk transaksi jual beli dengan angsuran. Pada perjanjian murabahah pembelian barang atau asset yang dibutuhkan oleh nasabahnya dengan membeli barang itu dari pemasok barang dan kemudian menjualnya kepada nasabah tersebut dengan menambahkan suatu keuntungan. Dengan kata lain, penjualan barang oleh bank kepada nasabah dilakukan atas dasar cost plus profit (Sjahdeini, n.d.).
9 E. Unjuk Kerja
Dalam Mekanisme Pembiayaan Sepeda Motor Dengan Prinsip Murabahah Pada PT BPRS Bumi Rinjani Batu, menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 38 Tahun 2017 dalam bidang BPRS dengan judul unit memproses realisasi pembiayaan yang mendeskripisikan mengenai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam memproses realisasi pembiayaan. Unjuk kerja yang dijalankan dalam penelitian ini adalah :
Elemen Kompetensi
1. Mengidentifikasi keputusan pembiayaan Kriteria Unjuk Kerja
1.1 Keabsahan rekomendasi keputusan pembiayaan diidentifikasi 1.2 Materi keputusan pembiayaan diidentifikasi
1.3 Kelengkapan pemenuhan persyaratan realisasi pembiayaan diverifikasi.
2. Memeriksa legalitas agunan Kriteria Unjuk Kerja
2.1 keabsahan dokumen legalitas agunan pembiayaan diidentifikasi 2.2 Legalitas agunan diperoleh dari pihak yang berwenang
2.3 Keabsahan dokumen pendukung agunan diverifikasi
10
3. Mengkoordinasikan realisasi pembiayaan dengan pihak – pihak yang terkait
Kriteria Unjuk Kerja
3.1 surat persetujuan pembiayaan disusun sesuai dengan keputusan pembiayaan dan disampaikan kepada calon nasabah
3.2 Kesiapan para pihak yang akan terlibat dalam persiapan realisasi pembiayaan dikonfirmasi
4. Melakukan pengikatan pembiayaan
Kriteria Unjuk Kerja
4.1 Kebijakan dan peraturan perundang – undangan tentang perjanjian atau akad pembiayaan diidentifikasi
4.2 Keabsahan dokumen persyaratan perjanjian atau akad pembiayaan diverifikasi
4.3 perjanjian atau akad pembiayaan dan perikatan agunan disiapkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
4.4 Perjanjian atau akad pembiayaan yang telah ditandatangani disampaikan kepada para pihak.
11 5. Melaksanakan realisasi pembiayaan
Kriteria Unjuk Kerja
5.1 Dokumen pengikatan pembiayaan dan dokumen pendukung lainnya dicek kelengkapnnya.
5.2 pembiayaan direalisasikan sesuai dengan prosedur yang berlaku.