BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan sumber daya manusia. Menurut ukuran normatifnya, pendidikan sangat berperan dalam membentuk akhlak pribadi manusia. Dengan hal tersebut, pemerintah menyadari akan pentingnya pendidikan. Pemerintah pun mulai serius dalam menangani bidang pendidikan, karena diharapkan dengan sistem pendidikan yang baik akan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. (UU_Nomor_20_Tahun 2003, n.d.) menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi dalam pengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangakn potensinya hingga menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sekolah (penyelenggaran pendidikan) adalah kerja sama sejumlah orang yang menjalankan seperangkat fungsi mendasar, untuk melayani kelompok umur tertentu dalam ruang kelas, yang pelaksanaannya dibimbing oleh guru melalui kurikulum yang bertingkat untuk mencapai tujuan
instruksional, dengan terikat akan norma dan budaya yang mendukungnya sebagai suatu sistem nilai (Sari, 2021)
Penyelenggara pendidikan membutuhkan dana serta pengelolaan yang tepat. Anggaran kas merupakan hal yang penting untuk kelangsungan hidup sekolah. Anggaran kas memiliki peran yang penting dalam mengendalikan kas. Dengan adanya penyusunan anggaran kas akan membantu organisasi dalam mempersiapkan keputusan pembelanjaan dalam jangka pendek atau pun jangka panjang, menentukan posisi kas pada berbagai waktu, memperkirakan kemungkinan surplus atau defisit, bahkan dapat berfungsi sebagai dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas yang sebenarnya.
Pengendalian dan pengelolaan atau dengan kata lain manajemen keuangan sangat diperlukan oleh berbagai perusahaan, baik perusahaan yang mencari laba maupun lembaga pendidikan yang pada umumnya berorientasi pada nirlaba. Jadi, pengelolaan atau manajemen mengenai bagaimana memperoleh aset, mendanai aset dan mengelola aset untuk mencapai tujuan, perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen yang ada dalam sebuah badan organisasi.
Dalam setiap kegiatan operasional sekolah, pasti memerlukan kas untuk membiayai setiap keperluan kegiatannya agar sekolah juga bisa mendapatkaan pemasukan dari kegiatan operasional tersebut untuk keberlangsungan hidup sekolah. Sumber pendapatan SMKS YWKA Medan menurut Yayasan berasal dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP),
Pembuatan Baju Olahraga, dan sumber pendapatan SMKS YWKA Medan lainnya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Pendapatan adalah pendapatan yang merupakan total pendapatan moneter atau non- moneter seseorang atau rumah tangga selama periode tertentu (Siregar et al., 2022). SMKS YWKA Medan memiliki Program Kerja dan Rencana Anggaran (PKRA) yang di dalamnya membahas tentang program dan realisasi suatu anggaran. Selisih pendapatan yang lebih besar daripada pengeluaran merupakan profit bagi sekolah, sedangkan jika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan maka sekolah SMKS YWKA Medan akan kesulitan dalam mengelola keuangannya.
SMKS YWKA menjalankan pendidikan dengan anggaran yang direncanakan melalui dana operasional sekolah. Dana operasional sendiri merupakan sumber pendapatan yang dihasilkan dari SPP. SPP sendiri bersumber dari iuran siswa yang bersekeloah di SMKS YWKA, dana tersebut yang dijadikan pihak SMKS YWKA dalam menjalankan Pendidikan untuk tingkat sekolah menengah kejuruan, hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dapat dilihat pada data anggaran kas tahun 2017- 2021 (lampiran I). Pembiayaan pada instansi pendidikan baik formal dan nonformal merupakan tahapan yang memiliki beberapa tujuan baik pada sistem pengelolaan keuangan. Sekolah selalu membuat penyediaan sumber daya yang mencukupin dan memadai untuk peserta didik sehingga mereka memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman baik secara keilmuan dan keterampilan (Sari, 2021). Akan tetapi kendala akan selalu ada terutama
kurangnya sumber daya yang dimiliki dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa realisasi anggaran kas terjadi selisih angka antara anggaran dan realisasi, justru hal tersebut menjadi sebuah temuan peneliti yang akan peneliti fokuskan pada penelitian yang peneliti rancang.
Berdasarkan fenomena di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Anggaran Kas sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian pada Sekolah Menengah Kejuruan Swasta YWKA Medan.”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Bagaimana analisis anggaran kas sebagai alat perencanaa dan pengendalian pada SMKS YWKA Medan?
2) Apa faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan selisih antara anggaran kas dan realisasi pada SMKS YWKA Medan?
1.3 Fokus Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan rumusan masalah di atas, maka fokus masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Analisis anggaran kas sebagai alat perencanaan dan pengendalian pada SMKS YWKA Medan pada tahun 2017 – 2021.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Untuk menganalisis dan mengetahui anggaran kas sebagai alat perencanaan dan pengendalian pada SMKS YWKA Medan.
2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan selisih antara anggaran kas dan realisasi pada SMKS YWKA Medan.
1.5 Manfaat Penelitian
Dari tujuan penelitian, maka manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Bagi Penulis
Diharapkan dapat menambah wawasan mengenai penggunaan anggaran serta mengetahui pengendalian biaya perusahaan, terutama pada anggaran kas.
2) Bagi Sekolah
Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun anggaran kas serta pengambilan keputusan untuk perbaikan sekolah yang lebih baik.
3) Bagi Peneliti Selanjutnya
Dijadikan bahan pengembangan untuk penelitian selanjutnya.