• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. merancang strategi komunikasi visual D3-Rekam Medis ITSK Soepraoen Malang melalui social

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. merancang strategi komunikasi visual D3-Rekam Medis ITSK Soepraoen Malang melalui social"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

13 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain Corporate Brand Awarness serta merancang strategi komunikasi visual D3-Rekam Medis ITSK Soepraoen Malang melalui social media. Selain itu penelitian ini juga untuk meningkatkan Brand identity melalui desain visual yang akan dirancang oleh peneliti. Nantinya Desain visual yang di rancang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi sebagai upaya meningkatkan visual identitiy melalui social media. Nantinya rancangan yang dibuat oleh peneliti akan disesuaikan dengan visi dari prodi rekam medis yaitu “Menjadi Politeknik Kesehatan yang Terkemuka” serta misi yaitu

“Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang terkemuka dan berdaya saing yang tinggi dalam bidang kesehatan”. Strategi Komunikasi visualnya sendiri berfokus kepada manajemen social media bagaimana peneliti dapat menarik konsumen untuk datang ke social media D-3 Rekam Medis ITSK Soepraoen.

Program Studi D-3 Rekam Medis merupakan program studi baru di ITSK Soepraoen dikarenakan ITSK Soepraoen Malang berdiri pada tanggal 24 juni 2020 hal itu yang membuat Progam Studi D-3 Rekam Medis Prodi D-3 Rekam Medis memerlukan perancangan Corporate Brand Awarness untuk memperluas informasi terkait Prodi D-3 Rekam Medis ke masyarakat luas yang tidak mengetahui adanya prodi ini, dan juga untuk meningkatkan jumlah mahasiswa dengan menonjolkan identitas dan citra yang dimiliki oleh prodi ini agar dapat bersaing dengan kampus lain di kota Malang. Tercatat dalam data pencarian GOOGLE bahwa ITSK Soepraoen adalah Kampus kesehatan nomor dua dengan rating sebanyak 4,8 dari 95 orang

(2)

14 responden dengan keyword “Kampus kesehatan di Kota Malang” dibawah peringkat pertamanya yaitu Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang dengan rating 4,7 dari 403 Respoden.

No Nama Instansi/Kampus Rating Jumlah Ulasan 1 Politeknik Kesehatan

Kemenkes Malang

4,7 / 5 430 Ulasan

2 Poltekes RS dr. Soepraoen 4,8 / 5 95 Ulasan 3 STikes Maharani Malang 4,5 / 5 85 Ulasan 4 STikes Kendedes Malang 4,4 / 5 55 Ulasan

5 POLKESMA 4,6 / 5 27 Ulasan

Gambar 1.1 :Data Pencarian terbanyak dengan keyword “Kampus Kesehatan Kota Malang” (Sumber GOOGLE)

Tabel 1 : Tabel Data Pencarian terbanyak dengan keyword

“Kampus Kesehatan Kota Malang”

(3)

15 Saat ini banyak sekali lembaga pendidikan yang ada di masyarakat baik itu kampus negeri ataupun kampus swasta, banyaknya Universitas-universitas tersebut membuat masyarakat juga mempunyai pilihan yang cukup beragam. Hal tersebut membuat setiap sekolah harus memberikan keunggulan tersendiri yang berbeda dengan kompetitornya terlebih lagi biasanya universitas swasta melakukan penerimaan siswa baru jauh hari sebelum sekolah-sekolah negeri. Maka dari itu, perancangan Corporate Brand Awarness ini bertujuan untuk merancang Corporate Brand Awarness D-3 Rekam medis ITSK Soepraoen sebagai guna meningkatkan insight dan engagement untuk program studi D-3 Rekam Medis sehingga dapat menambahkan jumlah mahasiswanya dan tentunya dapat bersaing dengan Universitas kesehatan lain di Kota Malang.

Berdasarkan data SURYAMALANG.COM dari berberapa perguruan tinggi di Kota Malang, Pertumbuhan jumlah mahasiswa di Kota Malang meningkat sekitar 5-10 % setiap tahunnya. (Hasanah, 2017) Di Tahun 2020 pengguna social media di Indonesia, menurut Hootsuite (Wea are social), mencapai total 160 juta pengguna social media aktif di Indonesia pada Januari 2020. Jumlah pengguna social media di Indonesia terus meningkat mencapat 12 juta (8,1 Persen) antara bulan April 2019 hingga Januari 2020. Lalu penetrasi dari social media di Indonesia sebesar 59 persen pada Januari 2020. Maka dapat disimpulkan bahwa persangaingan Universitas di Kota Malang sangatlah besar apalagi Fakultas kesehatan di Kota Malang tidaklah banyak dibandingkan dengan Kampus umum. Agar orang tua siswa mengetahui sekolah mana yang dapat menjadi pilihan anaknya, maka dari itu kampus perlu mengenalkan diri ke masyarakat, namun hal itu tentunya membutuhkan cara atau strategi. Branding dalam komunikasi tidak hanya sekedar logo dan nama saja, brand merupakan sebuah janji suatu organisasi dimana kampus itu sendiri memberikan sebuah prinsip kepada calon mahasiswa agar berkenan untuk mencalonkan diri ke kampus tersebut. Menurut Kotler brand adalah sebuah nama, istilah, tanda, symbol, rancangan

(4)

16 atau kombinasi semua unsur yang digunakan untuk mengenali produk atau sebuah jasa dari seseorang atau sebuah kelompok antara penjual dan pesaingnya. (Nastain, 2017)

Agar dapat mengetahui kampus mana yang dapat menjadi pilihan mereka, kampus perlu mengenalkan diri ke masyarakat, namun hal ini tentunya membutuhkan sebuah cara atau strategi.

Branding dan promosi merupakan cara yang dapat digunakan. Melalui branding harapannya dapat memberikan kesan positif dan mudah diingat di benak masyarakat. Promosi juga dapat dilakukan tujuannya yaitu untuk mengenalkan sebuah produk ataupun jasa. Bahri, S. (2013 : 135) menjelaskan bahwa dalam arti khusus promosi merupakan hubungan yang komunikatif antara penjual maupun produsen kepada konsumen untuk membujuk, memberi tahu serta mendorong mereka untuk membeli produk yang ditawarkan. Saat ini branding maupun promosi sudah sering dilakukan melalui media komunikasi berbentuk visual seperti pamphlet, majalah, brosur, website maupun melalui media sosial yang mereka miliki, karena bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat maka media komunikasi tersebut juga dibuat dengan desain visual yang menarik pula.

Konsep branding dengan visual yang menarik inilah yang sering disebut dengan visual branding.

Visual branding adalah salah satu strategi yang dapat digunakan oleh sebuah brand, instansi atau perusahaan dengan memanfaatkan branding yang dikemas menarik secara visual. Melalui visual branding, sebuah produk, brand, instansi maupun perusahaan bisa lebih dikenal masyarakat dan tentu harapannya strategi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membangun brand awareness di masyarakat . Brand image yang positif juga bisa diraih jika visual branding dilakukan dengan konsep yang sesuai dengan karakter yang akan dibangun serta berbeda dengan kompetitor atau pesaingnya.

(5)

17 Perkembangan teknologi digital juga turut mempengaruhi bagaimana peran Kampus- Kampus di indonesia untuk mengkomunikasikan visual mereka dalam penyebaran informasi untuk kebutuhan pemasaran dan promosi di sosial media. Konten-konten sosial media kemudian jadi ajang untuk membangun media komunikasi antara kampus-kampus kepada calon mahasiswa. Pada akhirnya kemudian konten-konten komunikasi visual tersebut menjadi “bentuk baru” atau “inovasi” dari cara promosi yang berbasis teknologi digital.Media yang memanfaatkan visualisasi dalam promosi produk (barang/jasa) dinamakan media visual. Dapat diartikan bahwa media visual adalah sarana komunikasi dengan menggunakan panca indera penglihatan dengan komposisi warna, gambar, dan grafik. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dikemas dengan kreatif untuk menarik perhatian mata atau penglihatan (Maria, 2018)

Lalu visual branding memiliki beberapa struktur elemen. Diantaranya yaitu warna, lalu juga berupa logo ataupun style desain yang digunakan. Bisa juga melalui elemen-elemen ini digunakan agar brand mampu menampilkan nilai-nilai atau ciri khas apa yang akan mereka tonjolkan. Berikut adalah contoh visual branding dilakukan oleh Fakultas Kodekteran Universitas Brawijaya Malang yang mengusung tema vintage color dan abstrak untuk bagian shape.

Gambar 1.2 Visual Branding Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang

(6)

18 Maka dari itu munculah pertanyaan bagaimanakah cara meningkatkan brand awareness yang tepat sasaran. Pada artikel yang ditulis oleh jurnal.id mengatakan bahwa data dari Nielsen Global New Product Innovation Survey menunjukkan, 59% konsumen lebih memilih untuk memakan produk baru yang dibuat oleh brand yang tidak asing bagi mereka. (Jurnal.id, 2019) Menumbuhkan dan meningkatkan brand awareness bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun jika tepat sasaran nantinya akan memberikan dampak jangka panjang untuk corporate yang bersangkutan.

Pada era modern sekarang social media menjadi media informasi paling cepat dan efektif untuk para corporate menyebarkan informasi terkait produk yang mereka buat. Berdasarkan hasil riset dari Wearesosial Hootsuite yang mereka rilis Januari 2019 bahwa pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total keseluruhan populasi Indonesia. Jumlah tersebut naik 20% dari survey sebelumnya. Kemudian untuk pengguna media sosial mobile (smartphone) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi. Lalu data yang bersumber dari databoks.katadata.co.id yang mereka rilis tahun 2022 dengan judul “Most Used Social Media Platforms” mengatakan whatsapp menjadi sebuah platform yang paling sering digunakan oleh pengguna media sosial di Indonesia berusia 16 sampai 64 tahun. Presentase pengguna yang mengakses Whatsapp mencapai 88%. Media sosial yang lainnya seperti Instagram mendapatkan 84%, Facebook sebesar 81%, dan Tiktok yang mencapai 63%.

Mereka juga menambahkan informasi bahwa rata – rata waktu yang dihabiskan oleh masyarakat Indonesia untuk mereka mengakses sosial media kurang lebih selama 3 jam 26 menit.

Total pengguna aktif sosial media sebanyak 160 juta atau 59% dari semua total penduduk Indonesia, serta total hampir 99% masyarakat sering mengakses media sosial menggunakan smartphone mereka.

(7)

19 Dari data di atas menunjukan bahwa social media menjadi sarana yang paling efektif untuk menunjung promosi terhadap sebuah perusahaan di jaman sekarang terlebih Instagram dan facebook sebagai social media yang berbasis postingan dan video pendek. Hal ini sangat sesuai dengan prodi rekam medis yang akan memulai untuk memulai membuat sebuah corporate brand awarness di social media untuk meningkatkan jumlah insight dan engagement sebagai cara untuk menarik para calon mahasiswa baru.

Salah satu tenaga pendidikan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) Soepraoen Malang merupakan institusi pendidikan tinggi tenaga kesehatan yang berada dibawah naungan Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada yang berpusat di Jakarta. Yayasan yang didirikan oleh para purnawirawan Kesehatan Angkatan Darat ini bergerak di bidang pendidikan dan sosial yang menaungi beberapa institusi pendidikan kesehatan dibeberapa wilayah Indonesia. ITSK Soperaoen selama ini telah melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan jumlah mahasiswanya dengan

Gambar 1.3 Platform Media Sosial Paling Aktif

(Sumber : https://datareportal.com/reports/digital-2019-indonesia di akses pada18 mei 2022)

(8)

20 melakukan seminar di berbagai sekolah yang berfokus di bidang kesehatan, serta melakukan image building di Instagram, facebook fanspage , dan Website pribadi.

ITSK Soepraoen memiliki 11 Prodi yaitu D3- Keperawatan , D3- Kebidanan , D3- Akupuntur , D3- Farmasi , D3- Rekam Medis , D4- Kebidanan , Profesi Bidan , S1- Fisiotrapi , S1- Farmasi Klinis dan Komunitas , S1- Keperawatan , S1- Ilmu Komputer atau Informatika.

Berdasarkan 11 Prodi itu nantinya peneliti akan berfokus untuk membranding prodi D3- Rekam Medis yang di kepalai oleh Bapak Anis Ansyori, S.Psi., MMRS sejak 2019. Hal ini membuat peneliti tertarik dikarenakan prodi D3- Rekam medis adalah prodi yang sangat di butuhkan di dunia kesehatan.. Rekam medis bisa diibaratkan jantungnya atau back bone-nya rumah sakit.

Tanpa dilengkapi dengan perekaman medis yang terpelajar dan terididik, maka jalannya rumah sakit bisa kacau balau maka dari itu tenaga rekam medis yang terpelajar sangat dibutuhkan oleh rumah sakit.

Pada acara Seminar Nasional Rekam Medis Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (Sekarsa) yang bertemakan ’’Persiapan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Menuju Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2020”, bawasanya peran perekam medis sangat penting dalam mengelola data setiap pasien, mulai dari riwayat penyakit, diagnosa dokter, metode pengobatan, dan lain-lain hingga mengolahnya menjadi pembiayaan dan diajukan dalam klaim asuransi, di antaranya BPJS kesehatan. Untuk membuatnya dibutuhkan keahlian dalam pendataan yang cermat dan teliti serta terus terupdate.

Berdasarkan pendataan yang pernah dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan di puskesmas dan rumah sakit di Indonesia, sedikitnya dibutuhkan 50.000 lebih tenaga rekam medis. Sementara yang tersedia saat ini baru sekitar 5.000 lulusan atau 10 persen dari kebutuhan. Hal ini juga terungkap dalam makalah yang dibawakan pembicara Anis Fuad SKed DEA. Dia

(9)

21 mengungkapkan, berdasarkan data dari Kemenkes 2017, dari 2.734 rumah sakit di Indonesia, yang memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan berfungsi ada 1.423, memiliki SIMRS namun tidak berfungsi 134, dan yang belum memiliki SIMRS sebanyak 1.177 rumah sakit.

Dapat di Tarik kesimpulan bahwa saat ini Indonesia sangat membutuhkan tenaga kerja rekam medis maka dari itu branding social media yang efektif serta desain visual yang dapat mempresentasikan prodi rekam medis sangat dibutuhkan untuk menambah minat mahasiswa untuk masuk di prodi rekam medis , serta membantu bagaimana agar social media seperti Instagram , Facebook , Twitter atau websitenya lebih menarik dan di datangi oleh para mahasiswa- mahasiswanya sendiri atau pengunjung lain agar dapat berinteraksi dan mengetahui tentang Prodi D3- Rekam Medis.

Menurut Retno Dewi Prisusanti., S.ST., MPH dosen dari D-3 Rekam Medis saat ini prodi sedang kesulitan untuk menambahkan konten-konten yang akan di sajikan di Instagram prodi rekam medis sendiri, dikarenakan wawasan terhadap pembuatan desain visual yang efektif dan efesien untuk disajikan di social media. Saat ini hanya 2 orang yang mengurus social media prodi D-3 Rekam Medis yaitu Retno Dewi Prisusanti., S.ST., MPH selaku dosen serta salah satu mahasiswa dari prodi tersebut.Kurangnya anggota serta wawasan terhadap pembuatan desain visual membuat social media rekam medis menjadi terhambat, terhitung postingan di Instagram berhenti sejak 4 september 2020 dan followers di social media tidak ada peningkatan sejak 3 bulan terakhir.

(10)

22

Tak hanya prodi D-3 Rekam medis , prodi lain juga kesulitan untuk pembuatan konten-konten di social media serta meningkatkan jumlah followers di Instagram setiap prodi. Dari data yang peneliti dapat terhitung hingga tahun 2020 pengikut Instagram 9 prodi ITSK Soepraoen :

No Nama Prodi Pengikut

1 Prodi D3 dan D4 - Kebidanan 957 Followers 2 Prodi D3 dan S1 - Keperawatan 894 Followers 3 Prodi S1- Fisiotropi 1051 Followers 4 Prodi D3- Rekam Medis 965 Followers 5 Prodi D3- Akupuntur 590 Followers

Gambar 1.4 : Social Media Prodi Rekam Medis ITSK Soepraoen

(11)

23 6 Prodi S1- Farmasi Klinis dan

Komunitas

990 Followers

7 Prodi Profesi Bidan 600 Followers

Bisa kita lihat bahwa 9 prodi diatas memiliki followers yang sangat sedikit dibandingkan dengan prodi kompetitornya kita beri contoh prodi rekam medis poltekes Malang yang memiliki 1072 pengikut Instagram.

Dari 11 prodi di atas diketahui hanya 9 prodi yang memiliki Instagram, dikarenakan ada 2 prodi seperti D3- Keperawatan dan D4- Keperawatan yang menjadi satu di Instagram

@keperawatan.soepraoen, serta S1- Ilmu Komputer atau informatika yang masih belum mempunya akun Instagram sendiri.

Tabel 1.2 : Jumlah Followers Semua Program Studi ITSK Soeopraoen Malang

Gambar : 1.5

(12)

24 Oleh karena itu, kebutuhan Corporate Brand Awarness menjadi hal yang perlu untuk perhatikan bagi para prodi diatas, karena selain meningkatkan efektifitas dan efesiensi dapat juga untuk menyebarkan informasi dari Kampus ITSK Soepraoen dan terkhususnya untuk prodi D3- Rekam Medis juga dapat lebih di kenal lagi oleh masyarakat luas tidak hanya di Kota Malang.

Pada perancangan tugas akhir ini peneliti lebih memfokuskan pada corporate brand awarness di social media seperti Instagram, dan facebook prodi rekam medis, sehingga memberikan konten-konten yang nantinya diupload setiap minggu sesuai jadwal yang nantinya ditentukan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana cara membuat perancangaan konsep design yang dapat meningkatkan brand awareness dari social media prodi D-3 Rekam Medis ITSK Soepraoen ?

2. Bagaimana menentukan media yang tepat untuk meningkatkan brand awareness dari social media ITSK Soepraoen ?

3. Bagaimana cara merancang Corporate Identity dan stragtegi komunikasi untuk meningkatkan Brand Awarness yang efektif adan efesian melalui social media D-3 Rekam Medis ITSK Soepraoen ?

(13)

25 1.3 Tujuan Perancangan

Tujuan dari dari perancangan ini adalah sebagai berikut :

1. Membuat sebuah konsep perancangan design yang dapat meningkatkan brand awareness dari social media prodi D-3 Rekam Medis ITSK Soepraoen.

2. Menentukan media yang tepat untuk meningkatkan brand awareness dari social media ITSK Soepraoen

3. Membuat Perancangan Corporate Identity dan Strategi Komunikasi untuk meningkatkan Brand Awarness yang efektif dan efesien melalui social media D-3 Rekam Medis ITSK Soepraoen.

1.4 Manfaat Perancangaan

Sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka manfaat dan perancangan ini adalah :

1. Manfaat Akademis

a. Memberikan desain yang efektif dan efesian sesuai dengan visi dan misi prodi D3- Rekam Medis sehingga mampu menunjukkan visual identity dari prodi D3-Rekam medis.

b. Memberikan kontribusi kepada Prodi D3-Rekam Medis untuk memperoleh loyalitas klien.

2. Manfaat Praktis

Secara Praktis penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut :

(14)

26 a. Bagi penulis

Dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung tentang cara mengelola instagram sebuah perusahaan.

b. Bagi Mahasiswa

Sebagai sumber refrensi bagi para penelitian selanjutnya.

c. Bagi Peneliti Lain

Bagi penelitian lain yang akan atau sedang melakukan penelitian mengenai perancangan visual identity di social media, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber rujukan , sehingga dapat memberikan kontribusi bagi penelitianya

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa rasio daging buah pisang mas dan daging buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar air,

SKPD; tersedianya dana kegiatan kursus, sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis bagi staf administrasi 5 orang serta 15 orang magang petugas teknis (15 orang);.

Pengembangan Tanggung Jawab Pribadi dan Sosial Anak Melalui Penerapan Model Hellison (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas V SDN Gegerkalong 1-2)..

Melalui model RME setelah mengamati gambar yang di share di Screen Zoom siswa mampu memahami penentuan posisi bilangan pecahan sederhana pada garis bilangan dengan tepat.. Melalui

Kata Pengantar ... Latar Belakang masalah………... PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PERUSAHAAN ………. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance

• Stabilitas Thiamin sangat baik pada pH rendah (pH asam) seperti pada produk Jus Buah, akan tetapi akan menurun stabilitasnya bila terdapat ion Cu (Copper / tembaga) 

Dari alasan diatas, maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tentang sirup obat yang mengandung alkohol dengan judul skripsi “Pandangan Majelis Ulama’ Indonesia

ABSTRAK : Aplikasi dari soil cement column untuk memperbaiki daya dukung dari tanah lempung lunak Margomulyo diteliti dalam penelitian ini untuk menemukan kenaikan dari daya