DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan hidayah-Nya, buku Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang menjadi bagian dari kegiatan “Penyusunan Updating Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kota Malang Tahun 2016” ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) ini merupakan laporan yang memuat proses analisa dan perumusan konsep pembangunan sektor sanitasi terkait pelaksanaan kegiatan
“Penyusunan Updating Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kota Malang”. Materi yang disajikan terdiri dari Pendahuluan, Profil Sanitasi Kota Malang yang ada saat ini, Kerangka dan Strategi Pengembangan Sanitasi, Program Pendanaan Sanitasi serta Kegiatan Monitoring dan Evaluasi.
Terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) kegiatan “Penyusunan Updating Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kota Malang” ini. Masukan, sarana, dan informasi dari berbagai pihak telah cukup membantu dalam upaya penyempurnaan dokumen ini.
Malang, 2016
Tim Penyusun
K ATA P ENGANTAR
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ... I – 1 1.1.1 Peran BPS dalam Pembangunan Sanitasi Kota ... I – 2 1.1.2 Pentingnya Dokumen SSK yang Berkelanjutan ... I – 2 1.1.3 Hubungan Antara BPS Sebelumnya dengan BPS yang Dimutakhirkan ... I – 3 1.1.4 Target Akses Universal Bidang Sanitasi ... I – 3 1.1.5 Maksud & Tujuan ... I – 4 1.1.6 Sasaran ... I – 5 1.1.7 Kedudukan Dokumen Buku Putih Sanitasi (BPS) ... I – 5 1.1.8 Alasan Pemutakhiran Buku Putih Sanitasi (BPS) ... I – 7 1.2 METODE PENYUSUNAN ... I – 8 1.3 DASAR HUKUM ... I – 14 1.4 SISTEMATIKA PEMBAHASAN ... I – 17
BAB II PROFIL SANITASI KOTA MALANG
2.1 GAMBARAN WILAYAH ... II – 1 2.1.1 Kondisi Geografis ... II – 1 2.1.2 Kondisi Kependudukan ... II – 5 2.1.3 Kondisi Penggunaan Lahan ... II – 9 2.1.4 Kondisi Perekonomian ... II – 9 2.1.5 Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kota Malang ... II – 12 A. Struktur Ruang Wilayah Kota... II – 13 B. Pola Ruang Wilayah Kota ... II – 14 C. Kawasan Strategis ... II – 15 2.2 KEMAJUAN PELAKSANAAN SSK ... II – 18 2.2.1 Air Limbah Domestik ... II – 18 2.2.2 Pengelolaan Persampahan ... II – 19 2.2.3 Drainase Perkotaan ... II – 20
D AFTAR I SI
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
2.3 PROFIL SANITASI SAAT INI ... II – 20 2.3.1 Air Limbah Domestik ... II – 20 A. Kondisi Pengelolaan Limbah Cair ... II – 20 B. Karakteristik Pengelolaan Limbah Cair Domestik ... II – 28 C. Kelembagaan dan Peraturan ... II – 32 2.3.2 Pengolahan Persampahan... II – 33 A. Sistem dan Infrastruktur ... II – 33 B. Kondisi Pengelolaan Sampah dengan Sistem Komposting... II – 43 C. Kondisi Pengelolaan Sampah di TPA ... II – 46 D. Karakteristik Pengelolaan Sampah Rumah Tangga ... II – 46 E. Kelembagaan dan Peraturan ... II – 53 2.3.3 Drainase Perkotaan ... II – 56 A. Lokasi Genangan ... II – 56 B. Sistem dan Infrastruktur Drainase ... II – 65 C. Kondisi Drainase Lingkungan Sekitar Rumah ... II – 85 2.4 AREA BERESIKO DAN PERMASALAHAN MENDESAK SANITASI ... II – 88 2.4.1 Area Beresiko dan Permasalahan Air Limbah Domestik ... II – 88 A. Area Beresiko Air Limbah Domestik ... II – 88 B. Permasalahan Mendesak Air Limbah Domestik ... II – 91 2.4.2 Area Beresiko dan Permasalahan Persampahan ... II – 92 A. Area Beresiko Persampahan ... II – 92 B. Permasalahan Mendesak Persampahan ... II – 95 2.4.3 Area Beresiko dan Permasalahan Drainase Perkotaan ... II – 96 A. Area Beresiko Drainase Perkotaan ... II – 96 B. Permasalahan Mendesak Drainase Perkotaan ... II – 99
BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI
3.1 VISI DAN MISI SANITASI ... III – 1 3.2 PENTAHAPAN PENGEMBANGAN SANITASI ... III – 2 3.2.1 Tahapan Pengembangan Sanitasi ... III – 3 A. Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik ... III – 3 B. Tahapan Pengembangan Persampahan ... III – 5 C. Tahapan Pengembangan Drainase Perkotaan... III – 9 3.2.2 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Sanitasi ... III – 12 A. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Air Limbah Domestik... III – 12 B. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Persampahan ... III – 13 C. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Drainase Perkotaan ... III – 13 3.2.3 Skenario Pencapaian Sasaran ... III – 13 3.3 KEMAMPUAN PENDANAAN SANITASI DAERAH ... III – 14
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI
4.1 AIR LIMBAH DOMESTIK ... IV – 1 4.2 PENGELOLAAN PERSAMPAHAN ... IV – 4 4.3 DRAINASE PERKOTAAN ... IV – 6
BAB V PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKASI PENDANAAN SANITASI
5.1 RINGKASAN ... V – 1
5.2 KEBUTUHAN BIAYA PENGEMBANGAN SANITASI DENGAN SUMBER PENDANAAN
PEMERINTAH ... V – 2
5.3 KEBUTUHAN BIAYA PENGEMBANGAN SANITASI DENGAN SUMBER PENDANAAN
NON PEMERINTAH ... V – 2 5.4 ANTISIPASI FUNDING GAP ... V – 3
BAB VI MONITORING DAN EVALUASI
6.1 GAMBARAN UMUM STUKTUR MONITORING DAN EVALUASI SANITASI ... VI – 1 A. SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK ... VI – 2 B. SEKTOR PERSAMPAHAN ... VI – 27 C. SEKTOR DRAINASE... VI – 53
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1.1.2 ORGANISASI DAERAH LAMPIRAN 1.3.1 RINGKASAN EKSEKUTIF EHRA
LAMPIRAN 1.3.2 RINGKASAN EKSEKUTIF PERAN SWASTA LAMPIRAN 1.3.3 RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN KELEMBAGAAN
LAMPIRAN 1.3.4 RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN KOMUNIKASI DAN MEDIA LAMPIRAN 1.3.5 RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN PERAN SERTA MASYARAKAT LAMPIRAN 1.3.6 RINGKASAN EKSEKUTIF PENDANAAN DAN KEUANGAN DAERAH LAMPIRAN 1.3.7 RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN SANITASI SEKOLAH
LAMPIRAN 2 ANALISA SWOT
LAMPIRAN 3 KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) LAMPIRAN 5 DESKRIPSI PROGRAM DAN KEGIATAN LAMPIRAN 6 DAFTAR PERUSAHAAN CSR
LAMPIRAN 7 PENDANAAN PROGRAM LAMPIRAN 8 RENCANA KERJA TAHUNAN
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Tabel 1.1 Proses Penyusunan Pemutakhiran SSK ... I – 8
Tabel 2.1 Nama dan Luas Wilayah per Kecamatan Serta Jumlah Kelurahan ... II – 3 Tabel 2.2 Sebaran Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Tahun 2016 ... II – 5 Tabel 2.3 Distribusi dan Kepadatan Penduduk Tahun 2016 ... II – 5 Tabel 2.4 Jumlah Penduduk dan Kepala Keluarga Saat Ini dan Proyeksinya untuk 5 Tahun ... II – 7 Tabel 2.5 Tingkat Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk Saat Ini dan Proyeksinya untuk 5
Tahun ... II – 7 Tabel 2.6 Jumlah Penduduk Miskin per Kecamatan ... II – 8 Tabel 2.7 Penggunaan Lahan di Kota Malang ... II – 9 Tabel 2.8 Kemajuan Pelaksanaan SSK untuk Air Limbah ... II – 18 Tabel 2.9 Kemajuan Pelaksanaan SSK untuk Pengolahan Persampahan ... II – 19 Tabel 2.10 Kemajuan Pelaksanaan SSK untuk Drainase Perkotaan ... II – 20 Tabel 2.11 Cakupan Layanan Air Limbah Domestik Saat ini di Kota Malang ... II – 24 Tabel 2.12 Timbulan Sampah di Kota Malang ... II – 34 Tabel 2.13 Kondisi Prasarana dan Sarana Persampahan ... II – 41 Tabel 2.14 Lokasi Genangan di Kota Malang ... II – 58 Tabel 2.15 Kondisi Sarana dan Prasarana Drainase Perkotaan di Kota Malang ... II – 68 Tabel 2.16 Area Beresiko Air Limbah Domestik ... II – 88 Tabel 2.17 Permasalahan Mendesak Air Limbah Domestik ... II – 91 Tabel 2.18 Area Beresiko Persampahan ... II – 93 Tabel 2.19 Permasalahan Mendesak Persampahan ... II – 95 Tabel 2.20 Area Beresiko Drainase Perkotaan ... II – 97 Tabel 2.21 Permasalahan Mendesak Drainase Perkotaan ... II – 99
Tabel 3.1 Visi dan Misi Sanitasi Kota Malang ... III – 1 Tabel 3.2 Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik Kota Malang ... III – 5 Tabel 3.3 Tahapan Pengembangan Persampahan Kota Malang ... III – 9 Tabel 3.4 Tahapan Pengembangan Drainase Perkotaan Kota Malang ... III – 12 Tabel 3.5 Tujuan dan Sasaran Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik ... III – 12 Tabel 3.6 Tujuan dan Sasaran Pengembangan Sistem Persampahan ... III – 13 Tabel 3.7 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Drainase Perkotaan ... III – 13
D AFTAR T ABEL
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Tabel 3.9 Pertumbuhan Pendanaan Sanitasi pada APBD Kota Malang ... III – 15 Tabel 3.10 Perkiraan Besaran Pendanaan Sanitasi 2017 - 2021 ... III – 15
Tabel 3.11 Perkiraan Pertumbuhan Pendanaan APBD Kota Malang untuk
Operasional/Pemeliharan Sektor Sanitasi ... III – 16
Tabel 3.12 Perkiraan Pendanaan APBD Kota Malang untuk Kebutuhan
Operasional/Pemeliharaan Aset Sanitasi Terbangun Tahun 2021 ... III – 17 Tabel 3.13 Perkiraan Kemampuan APBD Kota Malang dalam Mendanai Program/Kegiatan
SSK ... III – 17
Tabel 5.1 Rekapitulasi Indikasi Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi ... V – 1 Tabel 5.2 Rekapitulasi Indikasi Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi untuk 5 tahun per
Sumber Anggaran ... V – 1 Tabel 5.3 Rekapitulasi dengan Sumber Pendanaan APBD Kabupaten ... V – 2 Tabel 5.4 Rekapitulasi dengan Sumber Pendanaan APBD Provinsi ... V – 2 Tabel 5.5 Rekapitulasi dengan Sumber Pendanaan APBN ... V – 2 Tabel 5.6 Rekapitulasi Pendanaan Sanitasi Partisipasi Swasta/CSR ... V – 3 Tabel 5.7 Rekapitulasi Pendanaan Sanitasi Partisipasi Masyarakat ... V – 3 Tabel 5.8 Funding Gap ... V – 3
Tabel 6.1 Capaian Strategis Air limbah 1 ... VI – 3 Tabel 6.2 Capaian Strategis Air Limbah 2 ... VI – 3 Tabel 6.3 Capaian Strategis Air limbah 3 ... VI – 6 Tabel 6.4 Capaian Strategis Air Limbah 4 ... VI – 9 Tabel 6.5 Capaian Kegiatan Air Limbah Domestik 1 ... VI – 12 Tabel 6.6 Capaian Kegiatan Air Limbah Domestik 2 ... VI – 12 Tabel 6.7 Capaian Kegiatan Air Limbah Domestik 3 ... VI – 14 Tabel 6.8 Capaian Kegiatan Air Limbah Domestik 4 ... VI – 16 Tabel 6.9 Evaluasi Air Limbah Domestik 1 ... VI – 21 Tabel 6.10 Evaluasi Air Limbah Domestik 2 ... VI – 21 Tabel 6.11 Evaluasi Air Limbah Domestik 3 ... VI – 23 Tabel 6.12 Evaluasi Air Limbah Domestik 4 ... VI – 25 Tabel 6.13 Pelaporan Monev Implementasi SSK Sektor Air Limbah Domestik ... VI – 27 Tabel 6.14 Capaian Strategis Persampahan 1 ... VI – 27 Tabel 6.15 Capaian Strategis Persampahan 2 ... VI – 28 Tabel 6.16 Capaian Strategis Persampahan 3 ... VI – 30 Tabel 6.17 Capaian Strategis Persampahan 4 ... VI – 31 Tabel 6.18 Capaian Strategis Persampahan 5 ... VI – 33 Tabel 6.19 Capaian Kegiatan Persampahan 1 ... VI – 36 Tabel 6.20 Capaian Kegiatan Persampahan 2 ... VI – 37 Tabel 6.21 Capaian Kegiatan Persampahan 3 ... VI – 39
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Tabel 6.22 Capaian Kegiatan Persampahan 4 ... VI – 42 Tabel 6.23 Capaian Kegiatan Persampahan 5 ... VI – 43 Tabel 6.24 Evaluasi Persampahan 1 ... VI – 50 Tabel 6.25 Evaluasi Persampahan 2 ... VI – 50 Tabel 6.26 Pelaporan Monev Implementasi SSK Sektor Persampahan ... VI – 53 Tabel 6.27 Capaian Strategis Drainase 1... VI – 53 Tabel 6.28 Capaian Strategis Drainase 2... VI – 55 Tabel 6.29 Capaian Strategis Drainase 3... VI – 57 Tabel 6.30 Capaian Kegiatan Drainase 1 ... VI – 60 Tabel 6.31 Capaian Kegiatan Drainase 2 ... VI – 60 Tabel 6.32 Capaian Kegiatan Drainase 3 ... VI – 61 Tabel 6.33 Evaluasi Drainase 1 ... VI – 64 Tabel 6.34 Evaluasi Drainase 2 ... VI – 65 Tabel 6.35 Evaluasi Drainase 3 ... VI – 66 Tabel 6.36 Pelaporan Monev Implementasi SSK Sektor Drainase ... VI – 69
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Gambar 1.1 Keterkaitan Dokumen Pemutakhiran SSK & Dokumen Perencanaan Lainnya ... I – 7 Gambar 1.2 Proses Penyusunan dan Pemutakhiran SSK ... I – 8
Gambar 2.1 Peta Wilayah Administrasi Kota Malang ... II – 2 Gambar 2.2 Peta Penggunaan Lahan Eksisting Kota Malang ... II – 10 Gambar 2.3 Peta Rencana Struktur Ruang Kota Malang ... II – 16 Gambar 2.4 Peta Pola Ruang Kota Malang ... II – 17 Gambar 2.5 Tempat Anggota Keluarga Dewasa BAB ... II – 28 Gambar 2.6 Kelompok Masyarakat Pelaku BABs ... II – 29 Gambar 2.7 Kepemilikan Jamban Pribadi ... II – 29 Gambar 2.8 Kepemilikan Jamban Pribadi tiap Kluster ... II – 29 Gambar 2.9 Jenis Jamban Pribadi ... II – 30 Gambar 2.10 Tempat Pembuangan Akhir Tinja ... II – 30 Gambar 2.11 Peta Cakupan Akses dan Sistem Layanan Sanitasi ... II – 31 Gambar 2.12 Peta Lokasi Sebaran TPS dan Transfer Depo di Kota Malang... II – 37 Gambar 2.13 Peta Lokasi Komposting Sampah ... II – 45 Gambar 2.14 Pola Penimbunan Sampah di TPA Supit Urang ... II – 46 Gambar 2.15 Kondisi Sampah di Sekitar Lingkungan Rumah ... II – 47 Gambar 2.16 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga ... II – 48 Gambar 2.17 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Tiap Kluster ... II – 48 Gambar 2.18 Upaya Pemilahan Sampah Rumah Tangga ... II – 49 Gambar 2.19 Pemilahan Sampah Rumah Tangga Tiap Kluster ... II – 49 Gambar 2.20 Jenis Sampah yang Dipilah ... II – 50 Gambar 2.21 Frekuensi Pengangkutan Sampah ... II – 50 Gambar 2.22 Frekuensi Pengangkutan Sampah Tiap Cluster ... II – 51 Gambar 2.23 Ketepatan Waktu Pengangkutan Sampah ... II – 51 Gambar 2.24 Pembayaran Uang Kebersihan ... II – 51 Gambar 2.25 Peta Cakupan Akses dan Sistem Layanan Persampahan ... II – 52 Gambar 2.26 Peta Lokasi Genangan di Kota Malang... II – 64 Gambar 2.27 Kepemilikan Saluran Rumah Tangga ... II – 85 Gambar 2.28 Pembuangan Air Limbah Dapur ... II – 85 Gambar 2.29 Pembuangan Air Limbah Kamar Mandi ... II – 86 Gambar 2.30 Pembuangan Air Limbah Tempat Cuci Pakaian ... II – 86
D AFTAR G AMBAR
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Gambar 2.31 Pembuangan Air Limbah Wastafel ... II – 87 Gambar 2.32 Kejadian Banjir ... II – 87 Gambar 2.33 Ketinggian Banjir ... II – 87 Gambar 2.34 Lama Banjir Mengering ... II – 88 Gambar 2.35 Peta Area Beresiko Air Limbah ... II – 90 Gambar 2.36 Area Beresiko Persampahan ... II – 94 Gambar 2.37 Area Beresiko Drainase Perkotaan ... II – 98
Gambar 3.1 Peta Zona Sanitasi Kota Malang Sub Sektor Pengelolaan Air Limbah ... III – 4 Gambar 3.2 Peta Zona Sanitasi Kota Malang Sub Sektor Persampahan ... III – 8 Gambar 3.3 Peta Zona Sanitasi Kota Malang Sub Sektor Drainase ... III – 11
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
1.1 LATAR BELAKANG
Kebijakan pembangunan wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia saat ini adalah berupa peningkatan pelayanan bagi penduduk. Kondisi eksisting yang ada saat ini adalah persebaran penduduk tersebar secara tidak merata sehingga mengakibatkan penyediaan prasarana dan sarana wilayah menjadi lebih sulit dan lebih mahal, sementara agenda pembangunan nasional harus dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia mulai dari tingkat pemerintah pusat sampai dengan pemerintah daerah dengan cara yang lebih terpadu, efisien, efektif serta harus memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat. Salah satu perwujudan agenda pembangunan nasional tersebut adalah pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang disiapkan secara lebih cerdas, terencana dan terpadu sesuai dengan kaidah pembangunan berkelanjutan.
Pendayagunaan sumber daya yang lebih optimal diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan pembangunan di berbagai daerah, penciptaan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan dengan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka perlu disiapkan upaya perencanaan program infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan lingkungan secara terpadu. Kementerian Pekerjaan Umum khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya mengambil inisiatif untuk mendukung Pemerintah Propinsi serta Pemerintah Kota/Kabupaten dalam menyiapkan perencanaan program yang dimaksud khususnya di bidang cipta karya sebagai embrio terwujudnya perencanaan program infrastruktur yang lebih luas. Salah satu yang disipakan dalam hal ini adalah perencanaan program untuk penanganan atau peningkatan kualitas sektor sanitasi (pengelolaan limbah cair, persampahan dan drainase permukiman).
Sebagaimana negara-negara berkembang lainnya, Indonesia saat ini juga menghadapi permasalahan di sektor sanitasi serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Sejak pemberlakuan otonomi daerah pada Januari 2001, bagaimanapun, permasalahan sanitasi bukan lagi menjadi urusan Pemerintah Pusat, tetapi menjadi salah urusan wajib bagi Pemerintah Kabupaten/Kota sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah. Namun dalam kenyataannya masih
BAB 1 PENDAHULUAN
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
banyak Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum atau kurang mampu mengurus dan memecahkan masalah di sektor sanitasi dan higiene ini
1.1.1 PERAN SSK DALAM PEMBANGUNAN SANITASI KOTA
Salah satu langkah program di bidang pembangunan sanitasi yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah adalah penyusunan dokumen SSK dan MPS. Dokumen SSK (Strategi Sanitasi Kota) merupakan dokumen perencanaan yang dijadikan sebagai pedoman semua pihak dalam mengelola sanitasi secara komprehensif, berkelanjutan dan partisipatif untuk memperbaiki perencanaan dan pembangunan sanitasi dalam rangka mencapai target‐target pencapaian layanan sektor sanitasi kota. Sedangkan dokumen MPS (Memorandum Program Sanitasi) ini merupakan dokumen rencana strategi dan komitmen pendanaan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait untuk implementasi pembangunan sektor sanitasi kota jangka menengah dalam rangka pelaksanaan pembangunan sanitasi yang komprehensif pada tingkat kota. Dokumen SKK dan MPS ini merupakan bagian dari dokumen pembangunan keciptakaryaan disusun dengan perspektif menuju keadaan pada masa depan yang diharapkan, berdasarkan dari data, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipakai, serta memperhatikan keragaman wawasan kegiatan tiap sektor perencanaan, termasuk perkembangan masyarakat dan lingkungan hidup berlangsung secara dinamis serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
1.1.2 PENTINGNYA DOKUMEN SSK YANG BERKELANJUTAN
Pemerintah Kota Malang telah menyusun dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) pada tahun 2010 yang memuat rencana strategis terkait pengembangan sektor sanitasi, rencana aksi sanitasi, informasi mengenai kegiatan sanitasi (project digest), penetapan prioritas dan zonasi (priority setting and sanitation zoning), serta upaya program lain dalam rangka peningkatan kualitas sanitasi Kota Malang.
Target yang ingin dicapai dalam dokumen SSK tersebut meliputi pengembangan pengelolaan air limbah dan sampah berbasis masyarakat dan ramah lingkungan serta perwujudan Kota Malang yang bebas genangan. Akan tetapi dokumen SSK dan MPS yang telah disusun tersebut telah berakhir masa berlakunya pada tahun 2014, dimana terdapat beberapa rencana program dan kegiatan yang belum dilaksanakan sehingga juga dianggap kurang relevan untuk mengatasi permasalahan bidang sanitasi yang mengalami perubahan yang relatif signifikan akibat perkembangan fisik dan sosial wilayah Kota Malang yang cukup pesat.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Oleh karena itu, agar dokumen perencanaan program sanitasi ini tetap sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan dan perkembangan kondisi kehidupan masyarakat, maka dipandang perlu melakukan pemutakhiran dokumen SSK dan MPS Malang tahun 2016 ini sehingga mampu mengakomodir kembali setiap perubahan atau rencana yang dirasakan tidak sempurna, berdampak jangka panjang dan menimbulkan dampak positif yang lebih baik bagi perkotaan. Selain itu, kegiatan pemutakhiran dokumen ini didukung dengan upaya Pemerintah Kota Malang yang telah menyusun Buku Putih Sanitasi Kota Malang pada tahun 2014 serta laporan studi Environmental Health Risk Assesment (EHRA) pada tahun 2015 sebagai sumber informasi (input) yang cukup penting.
1.1.3 HUBUNGAN ANTARA SSK SEBELUMNYA DENGAN SSK YANG DIMUTAKHIRKAN
Dalam rangka memperbaiki kualitas sanitasi permukiman sekaligus mengejar ketertinggalan pembangunan di sektor sanitasi serta untuk mencapai sasaran pembangunan sanitasi nasional, maka pemerintah Kota Malang melakukan updating dokumen SSK (Strategi Sanitasi Kota). Penyusunan updating SSK ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan (gap) antara kondisi eksisting dan capaian program 100-0-100.
Beberapa program sanitasi yang telah dicanangkan telah terlaksana namun beberapa program perbaikan sanitasi belum terlaksana dengan optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan updating terhadap dokumen percepatan pembangunan sanitasi (SSK) di Kota Malang untuk melihat capaian instansi dalam pelaksanaan program yang disesuaikan dengan volume dan anggaran daerah
1.1.4 TARGET AKSES UNIVERSAL BIDANG SANITASI
Seringkali sektor sanitasi dan higiene lebih dianggap sebagai isu pinggiran (marginal) atau isu tambahan yang tidak akan memperoleh posisi prioritas dalam agenda pembangunan daerah. Berbeda dengan kondisi daerah, isu terkait dengan sektor sanitasi dan air bersih ini menjadi salah satu agenda utama dalam perwujudan pembangunan global/dunia yakni Millenium Development Goals (MDG’s) dan Sustainable Development Goals (SGD’s). Untuk mendukung agenda global tersebut, pembangunan sektor sanitasi saat ini mulai diperhatikan dengan baik oleh pemerintah pusat/nasional yang termuat sebagai salah satu arahan dalam kebijakan nasional yakni RPJMN 2015-2019, dimana pemerintah pusat menyusun program dengan target capaian 100% masyarakat dapat mengakses air minum, 0% keberadaan kawasan permukiman kumuh serta 100%
masyarakat dapat mengakses sanitasi yang layak (program 100-0-100). Untuk kondisi nasional capaian eksisting air limbah sebesar 62,14%, untuk persampahan 86,37%, dan untuk drainase sebesar 57,90%. Capaian tahun 2015 sanitasi di Jawa Timur 63,11%
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
dengan target pada tahun 2019 sebesar 91%. Akses sanitasi Kota Malang berdasarkan Susanas 2014 sebesar 83,8%. Sementara itu berdasar data BPS Kota Malang tahun 2013, capaian eksisting dari akses masyarakat terhadap air minum sebesar 67%, penanganan kumuh sebesar 11,6% dan akses sanitasi layak sebesar 59%. Ditinjau dari cakupan pelayanan limbah domestik, kondisi eksisting pengelolaan limbah sudah mencapai 72,67%
yang ditandai dengan kepemilikan jamban pribadi dan terdapat IPLT Supit Urang yang mampu melayani 5000 jiwa dan 500 sambungan rumah. Pada pengelolaan persampahan, sampah yang masuk pemrosesan akhir di TPA Supit Urang mencapai 96,25% sedangkan untuk lokasi genangan di Kota Malang tersebar di 47 titik dengan luas 29,179 Ha. Oleh karena itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengimplementasikan program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang merupakan cetak biru (blue print) pembangunan sanitasi secara kompeherensif pada wilayah kabupaten/kota. Peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat serta sinergi stakeholders terkait yang ada di daerah cukup diperlukan dalam mewujudkan program pembangunan sanitasi tersebut.
Peningkatan kebutuhan terhadap pelayanan sanitasi seiring dengan perkembangan penduduk saat ini semakin sulit terpenuhi sehingga RPJMN Tahun 2015-2019 sektor sanitasi masih merupakan isu yang penting. Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa prioritas dibidang sanitasi adalah peningkatan akses penduduk terhadap sanitasi layak (air limbah domestik, sampah dan drainase lingkungan) menjadi 100 persen pada tingkat kebutuhan dasar yaitu (i) untuk sarana prasarana pengelolaan air limbah domestik dengan penambahan infrastruktur air limbah sistem terpusat di 430 kota/kab (melayani 33,9 juta jiwa), penambahan pengolahan air limbah komunal di 227 kota/kab (melayani 2,99 juta jiwa), serta peningkatan pengelolaan lumpur tinja perkotaan melalui pembangunan IPLT di 409 kota/kab; (ii) untuk sarana prasarana pengelolaan persampahan dengan pembangunan TPA sanitary landfill di 341 kota/kab, penyediaan fasilitas 3R komunal di 334 kota/kab, fasilitas 3R terpusat di 112 kota/kab; (iii) untuk sarana prasarana drainase permukiman dalam pengurangan genangan seluas 22.500 Ha di kawasan permukiman;
serta (iv) kegiatan pembinaan, fasilitasi, pengawasan dan kampanye serta advokasi di 507 kota/kab seluruh Indonesia.
1.1.5 MAKSUD & TUJUAN
Maksud dilaksanakannya kegiatan penyusunan Updating/Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang ini adalah melakukan
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
pemutakhiran dokumen Buku Putih, Strategi Sanitasi Kota, dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kota Malang.
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan penyusunan Updating/Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang adalah tersedianya pemutakhiran dokumen Buku Putih, Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) yang akan terintegrasi dalam satu dokumen SSK.
1.1.6 SASARAN
Sasaran dari pelaksanaan kegiatan penyusunan Updating/Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang untuk menentukan:
1. Melakukan pemutakhiran dokumen Buku Putih, Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS) berupa program pembangunan sektor Cipta Karya yang menunjang kemandirian kota, layak huni, dan mampu mendanai pembangunan kotanya sendiri.
2. Menyusun program-program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai.
3. Menerjemahkan atau operasionalisasi dari dokumen legal seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Daerah, dan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Malang dalam kerangka tata ruang yang berlaku.
4. Menyusun program investasi infrastruktur kota yang akan didanai dengan skema pendanaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang, APBD Provinsi Jawa Timur, APBN, pinjaman, hibah/grant, dan dana pendamping (equity) serta sumber pendanaan lainnya.
1.1.7 KEDUDUKAN DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Updating/Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang Tahun 2017-2021 disusun dengan merujuk pada dokumen BPS, EHRA serta SSK yang sudah ada/disusun sebelumnya dan lebih difokuskan pada upaya implementasi program dan kegiatan jangka menengah di bidang/sektor sanitasi terutama dalam upaya mencapai universal access. Dalam perjalanannya, fungsi dan peran dokumen SSK antara lain:
1. SSK sebagai rencana pembangunan 5 tahunan bidang/sektor sanitasi dan dijadikan sebagai pedoman pembangunan sanitasi Tahun 2015-2019.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
2. Dipergunakan sebagai dasar penyusunan rencana operasional tahapan pembangunan sanitasi.
3. Dipergunakan sebagai dasar dan pedoman bagi semua pihak (instansi,masyarakat dan pihak swasta) yang akan melibatkan diri untuk mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan sanitasi daerah Kota Malang.
4. SSK merupakan pedoman yang bersifat strategi dalam penanganan sanitasi Kota Malang yang disusun berdasarkan urutan skala prioritas.
Keberadaan dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang disusun dan dimutakhirkan ini dengan dokumen perencanaan pembangunan lain yang ada di Kota Malang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dokumen SSK Kota Malang merupakan lanjutan atau penjabaran perencanaan/
penanganan sektor sanitasi dari hasil gambaran kondisi sanitasi yang termuat dalam Buku Putih Sanitasi (BPS) dan Environmental Hazard Risk Analysis (EHRA) Kota Malang.
2. Dokumen SSK Kota Malang merupakan pelengkap dari dokumen perencanaan pembangunan resmi yang berlaku di Kota Malang meliputi RPJMD, RKPD serta Renstra & Renja SKPD terkait.
3. Dokumen SSK Kota Malang merupakan penjabaran secara lengkap dari dokumen perencanaan sektoral yang meliputi dokumen RPI2JMD, Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah (RISPAL), Masterplan Persampahan, Masterplan Drainase dan lainnya.
4. Dokumen SSK Kota Malang mengacu pada dokumen kebijakan penataan ruang daerah yang meliputi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang Tahun 2010 – 2030 serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Kota (BKW) Malang.
Untuk memastikan dokumen pemutakhiran SSK dapat diimplementasikan maka dalam proses penyusunan SSK ini akan disinkronisasikan dengan dokumen perencanaan lain sebagaimana yang digambarkan pada gambar berikut ini.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Gambar 1.1 Keterkaitan Dokumen Pemutakhiran SSK & Dokumen Perencanaan Lainnya Ditinjau dari mekanisme penganggaran, dokumen SSK merupakan salah satu dokumen rencana strategis sehingga dalam proses perencanaannya perlu disinkronkan dengan dokumen perencanaan penganggaran lainnya. Dokumen SSK dalam prosesnya harus dikawal oleh stakeholder terkait agar prose penganggarannya jelas dan transparan sehingga skenario pengembangan sanitasi yang direncanakan dalam dokumen ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi positif dalam mencapai universal access 100-0-100 yang telah dicanangkan secara nasional.
1.1.8 ALASAN PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Dari uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa pemutakhiran SSK sangat penting.
Yakni antara lain adalah karena:
1. Telah habisnya umur dokumen perencanaan.
2. Terdapat perbedaan kondisi eksisting, terkait dengan pembangunan sanitasi yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
3. Perlunya penyesuaian perencanaan sanitasi dengan RPJMN 2015-2019
4. Perlunya penyesuaian perencanaan sanitasi dengan RPJMD Kota Malang Tahun 2013 – 2018, RPI2JMD Kota Malang Tahun 2014 – 2019, serta dokumen perencanaan lainnya
5. Perlunya perencanaan strategis yang holistik dan dapat diterapkan untuk dapat mencapai target akses universal 100-0-100.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
1.2 METODE PENYUSUNAN
Kegiatan Updating/Pemutakhiran dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang disusun berdasar karakteristik daerah dan melibatkan sebanyak mungkin pelaku dari berbagai unsur dengan tetap melibatkan peran serta masyarakat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk melakukan proses penyusunan pemutakhiran dokumen SSK, terdapat lima (5) proses utama yang perlu dijalani oleh Pokja Kabupaten/Kota. Proses tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
Gambar 1.2 Proses Penyusunan dan Pemutakhiran SSK
Proses penyusunan dan pemutakhiran SSK memiliki 5 proses yang dimulai dari proses internalisasi dan penyamaan presepsi, kemudian pemetaan kondisi dan kemajuan pembangunan sanitasi, skenario pembangunan sanitasi, konsolidasi penganggaran dan pemasaran sanitasi serta tahap akhir yang berupa finalisasi. Untuk lebih rinci nya mengenai proses penyusunan pemutakhiran SSK dijelaskan pada Tabel 1.1 berikut.
Tabel 1.1 Proses Penyusunan Pemutakhiran SSK
PROSES OUTPUT BAB DLM DOK. SSK INSTRUMEN
Proses 1: Internalisasi dan Penyamaan Persepsi
1. Terciptanya kesamaan persepsi anggota Pokja terkait penyusunan dan pemutakhiran SSK dan kesepakatan atas rencana kerja Pokja
Bab 1: Pendahuluan -
Proses 2: Pemetaan Kondisi dan Kemajuan Pembang. Sanitasi
2. Tergambarnya wilayah kajian serta profil wilayah Kab./Kota
Bab 2: Profil Sanitasi Saat Ini 3. Hasil studi EHRA dan kajian
lainnya
4. Tergambarkannya profil sanitasi Kab./Kota
DSS
5. Teridentifikasinya permasalahan sanitasi (air limbah domestik, sampah dan drainase)
KKL
6. Ditetapkannya area beresiko sanitasi
Instrumen Profil Sanitasi Proses 3: Skenario Pembangunan 7. Ditetapkannya visi & misi sanitasi Bab 3: Kerangka
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
PROSES OUTPUT BAB DLM DOK. SSK INSTRUMEN
sanitasi Sanitasi Profil Sanitasi
9. Ditetapkannya tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi
KKL 10. Analisa kemampuan pendanaan
APBD Kab/Kota untuk sanitasi
-
11. Dirumuskannya strategi pengemb. sanitasi
Bab 3: Strategi Pengemb. Sanitasi Draft Bab 5 dan Lamp. 4 Program, Kegiatan dan Indikasi Pendanaan Sanitasi
SWOT KKL 12. Dihasilkannya daftar program
dan kegiatan pengemb. sanitasi
Instrumen Profil Sanitasi KKL
13. Dirumuskannya Monitoring dan Evaluasi Capaian SSK
Bab 6: Monitoring &
Eval. Capaian SSK -
Proses 4: Konsolidasi Penganggaran dan Pemasaran Sanitasi
14. Pendanaan indikatif dari APBD dan non APBD di Kab/Kota
Bab 5 dan Lamp. 4 Program, Kegiatan dan Indikasi Pendanaan Sanitasi
-
Proses 5: Finalisasi Sanitasi
15. Terlaksananya pembahasan untk pembangunan sanitasi Kab/Kota
Dokumen SSK ditandatangani oleh Bupati/Walikota
-
Secara rinci, uraian penyusunan dokumen pemutakhiran SSK Kota Malang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kegiatan awal yang dilaksanakan dalam tahapan penyusunan dokumen ini berupa rapat internalisasi dan penyamaan persepi oleh Pokja Sanitasi. Proses ini dirancang dalam upaya memastikan terbangunnya komitmen Pokja untuk menyusun dan melanjutkan kembali penyiapan strategi pembangunan sanitasi yang akan dimuat dalam pemutakhiran SSK untuk keberlanjutan pembangunan bidang sanitasi di Kota Malang. Diharapkan dapat menghasilkan rencana kerja, jadwal, data dan informasi, serta dukungan pendanaan dalam penyusunan pemutakhiran dokumen SSK Kota Malang. Terdapat 3 (tiga) langkah utama yang perlu dilakukan Pokja Sanitasi untuk memastikan tercapainya tujuan dan output dari proses ini, yaitu:
a. Pembangunan kesepahaman dan kesamaan persepsi tentang pentingnya penyusunan dan pemutakhiran SSK.
b. Melakukan pemeriksaan kembali atas pemenuhan persyaratan keikutsertaan di dalam PPSP.
c. Melakukan penyusunan dan penyepakatan atas Rencana Kerja Pokja.
2. Melakukan Pemetaan Kondisi dan Kemajuan Pembangunan dan Pengembangan Sanitasi Kota Malang. Kegiatan penyusunan atau pemutakhiran data terkait profil
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
sanitasi serta mengidentifikasi sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan sanitasi di Kota Malang. Strategi pembangunan sanitasi dalam pemutakhiran SSK ini selanjutnya akan bergantung dari hasil proses pemetaan kondisi ini dengan mempertimbangkan perkembangan peraturan dan kebijakan baru terkait sanitasi, terutama di tingkat Pusat serta Provinsi. Lingkup kegiatan Pemetaan Kondisi, meliputi:
a. Pengumpulan Data Primer dan Sekunder
Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan narasumber, baik dari instansi pemerintah atau SKPD terkait, pihak swasta, tokoh masyarakat serta pihak lain yang terkait pembangunan bidang sanitasi. Data primer yang diperlukan, meliputi:
- Kondisi pelaksanaan promosi dan publikasi terkait sanitasi dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Kota Malang;
- Kondisi peran serta dan partisipasi swasta dalam pembangunan sektor sanitasi dan penyediaan layanan sanitasi di Kota Malang;
- Kondisi penyediaan sanitasi di lingkungan sekolah dasar Kota Malang dan pengajaran terkait perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa SD.
Pengumpulan data sekunder berasal dari dokumen kebijakan dari tiap SKPD terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung meliputi data dan informasi statistik, laporan/ dokumen perencanaan dan kebijakan, foto, gambar maupun peta. Secara rinci, data sekunder yang diperlukan dalam kajian ini meliputi:
- RPJMD Kota Malang Tahun 2013 – 2018;
- RTRW Kota Malang Tahun 2009 – 2029;
- RPI2JMD Kota Malang Tahun 2014 – 2019;
- Masterplan Sistem Pengelolaan Persampahan Kota Malang;
- Masterplan Drainase Kota Malang;
- Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Malang;
- Data kepemilikan jamban sehat, jamban beresiko dan masyarakat yang masih melakukan BABs tahun 2015;
- Data kependudukan Kota Malang tahun 2015;
- Data sebaran jumlah penduduk/keluarga miskin tahun 2015;
- Data sarana dan prasarana pengelolaan sampah tahun 2015;
- Data sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestik tahun 2015;
Data jaringan/prasarana drainase perkotaan tahun 2015.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
b. Penyusunan Profil Wilayah
Penyusunan profil umum wilayah ini menguraikan beberapa aspek, meliputi:
Geografis dan administratif;
Kependudukan;
Jumlah penduduk miskin;
Kebijakan penataan ruang;
Keuangan dan perekonomian daerah (hasil kajian pemetaan keuangan dan perekonomian daerah);
Struktur organisasi serta tugas & tanggungjawab perangkat daerah.
Sebagian data tersebut akan dimasukan/diinput ke dalam Instrumen Profil Sanitasi (IPS).
c. Penyusunan studi EHRA dan Kajian non-teknis lain, yang meliputi:
Resume hasil kegiatan Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan (Environmental Health Risk Assessment/EHRA).
Kajian non-teknis yang dipersyaratkan, meliputi:
- Kajian peran swasta dalam penyediaan layanan sanitasi (Supply Sanitation Assesment/SSA);
- Kajian kelembagaan dan kebijakan terkait sanitasi;
- Profil keuangan dan perekonomian daerah;
- Kajian komunikasi dan media;
- Kajian peran serta masyarakat;
- Kajian sanitasi sekolah.
d. Pemetaan Kondisi Sanitasi menggunakan Diagram Sistem Sanitasi (DSS) dan Instrumen Profil Sanitasi (IPS)
Kegiatan ini dilakukan untuk memutakhirkan sistem sanitasi eksisting (air limbah domestik, persampahan dan drainase perkotaan) di Kota Malang dengan menggunakan Diagram Sistem Sanitasi (DSS). Diagram tersebut dilengkapi dengan analisa deskriptif untuk menggambarkan cakupan layanannya.
e. Penyusunan Profil Sanitasi Kota Malang
Hasil pemetaan kondisi sarana dan prasarana sanitasi berdasar DSS disusun ke dalam peta dan tabel cakupan layanan sanitasi dan kondisi prasarana dan sarana sanitasi Kota Malang.
f. Identifikasi Permasalahan Sanitasi
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Mengidentifikasi dan menentukan permasalahan paling mendasar yang dihadapi baik dalam aspek air limbah domestik, sampah maupun drainase perkotaan di Kota Malang.
g. Idenfitikasi Capaian Pembangunan Sanitasi
Mengukur pencapaian dalam pembangunan sanitasi di Kota Malang berdasar hasil pemetaan sanitasi terhadap Tujuan dan Sasaran yang telah ditetapkan di dokumen SSK Kota Malang yang telah disusun sebelumnya.
h. Penyepakatan Area Beresiko
Penentuan area beresiko sanitasi berdasar hasil Instrumen Profil Sanitasi yang dilakukan oleh anggota Pokja.
3. Menetapkan Skenario Pembangunan Sanitasi Kota Malang yang mencakup kondisi sanitasi yang diinginkan pada masa mendatang dan dituangkan ke dalam visi misi pengembangan sanitasi, penetapan zona dan sistem sanitasi serta perumusan tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi kota. Penyiapan skenario ini bertujuan untuk menghasilkan skenario pembangunan sanitasi yang paling optimal dari sisi kebutuhan pendanaan dan ketersediaan anggaran.
Sebagai hasil akhir dari proses ini adalah penyusunan strategi monitoring dan evaluasi capaian SSK dalam 5 (lima) tahun ke depan, termasuk didalamnya: menilai ulang kerangka strategis/kerangka hasil SSK (tujuan, sasaran, input, kegiatan dan output) sesuai kaidah SMART beserta indikator yang jelas; menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi implementasi SSK; serta memasukkan informasi kerangka hasil ke dalam sistem monev berbasis web. Lingkup dalam proses ini, meliputi:
a. Perumusan visi dan misi yang ingin dicapai
Perumusan visi dan misi ini mempertimbangkan dokumen RPJMD Kota Malang.
Visi dan misi ini disusun untuk pengembangan dan pembangunan bidang air limbah domestik, persampahan dan drainase perkotaan.
b. Penetapan kebijakan pendanaan sanitasi daerah terkait sanitasi
Kegiatan ini untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah untuk pendanaan sanitasi. Aspek utama yang dianalisis adalah anggaran belanja sanitasi yang berasal dari APBD daerah. Berdasar hasil analisis ini, tetapkan asumsi pendanaan daerah untuk sanitasi (proporsi belanja daerah ataupun nilai rupiah yang dialokasi untuk pendanaan sanitasi setiap tahun).
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
c. Perumusan dan penetapan Tujuan dan Sasaran pembangunan sanitasi
Perumusan dan penetapan tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi di Kota Malang yang akan dicapai dalam jangka menengah. Penetapan tujuan pengembangan sanitasi ini akan mempertimbangkan hasil tahapan pengembangan sanitasi serta mengacu sasaran nasional mengenai Universal Access terkait sanitasi sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2015 – 2019.
Selain itu, juga mengacu Standar Pelayanan Minimal (SPM) terkait sanitasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
d. Analisis SWOT
Perumusan Strategi Pembangunan Sanitasi Kota ini menjadi basis penyusunan program dan kegiatan pembangunan sanitasi dalam jangka menengah (5 tahun) mendatang dengan alat analisa SWOT yang mengkaji kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity) serta ancaman (threat) dalam upaya pembangunan sanitasi Kota Malang.
e. Penyepakatan Strategi, Program dan Kegiatan
Kegiatan ini dimulai dengan sinkronisasi dengan kebijakan (program dan pendanaan) sanitasi di tingkat Pusat dan Provinsi. Kemudian penetapan strategi yang telah melalui proses sinkronisasi. Selanjutnya berdasarkan strategi tersebut, maka akan dilakukan perumusan dan penyepakatan program dan kegiatan. Dan langkah terakhir, sinkronisasi program dan kegiatan dengan hasil penentuan zona dan sistem menggunakan Instrumen Profil Sanitasi (IPS).
4. Melakukan Konsolidasi Penganggaran dan Pemasaran Sanitasi. Penyusunan daftar program, kegiatan dan indikasi pendanaan disusun berdasarkan proses dan hasil yang telah dilakukan sebelumnya termasuk hasil analisis dari instrumen, antara lain:
Instrumen Profil, Kerangka Kerja Logis (KKL) dan Instrumen Perencanaan. Daftar program dan kegiatan ini selain berisi daftar nama kegiatan juga mencantumkan indikasi kebutuhan volume, indikasi waktu pelaksanaan dan tentunya indikasi kebutuhan biaya dan sumber pendanaannya. Sumber pendanaan sanitasi dapat diperoleh dari berbagai sumber pendanaan baik sumber pendanaan dari pemerintah maupun sumber dari non pemerintah. Sumber pendanaan dari pemerintah dapat berasal dari APBD Kabupaten/Kota, APBD Provinsi, APBN, pinjaman, hibah, dan sebagainya. Sedangkan sumber pendanaan non pemerintah dapat berasal dari perusahaan penyelenggara CSR, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Masyarakat
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
peduli sanitasi dan sebagainya. Sumber pendanaan non pemerintah dapat diperoleh di tingkat Kota Malang, Provinsi maupun Pusat. Kegiatan penganggaran dan pemasaran sanitasi ini juga dilakukan untuk melalui upaya eksternalisasi kepada Pokja AMPL Provinsi, Satker Kementerian dan Lembaga terkait serta sumber pendanaan lainnya (swasta). Internalisasi ke seluruh SKPD terkait sanitasi di tingkat kota dan pemasaran sanitasi dalam bentuk/skema Corporate Social Responsibility (CSR ) serta pendanaan non anggaran pemerintah lainnya.
5. Melakukan Finalisasi Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK).
Proses finalisasi bertujuan terutama untuk mendapatkan pengesahan dari Walikota terhadap strategi yang telah disusun untuk pembangunan dan pengembangan sanitasi. Sebelum pengesahan ini dilakukan, perlu dilakukan kegiatan Konsultasi Publik yang selain untuk menampung masukan dari berbagai pihak terhadap dokumen yang telah disusun, juga menjadi sarana advokasi pembangunan sanitasi.
Proses ini akan menjadi muara dari proses pemutakhiran SSK yang dilakukan di Kota Malang. Selanjutnya, Pokja Provinsi akan lebih berperan di dalam memfasilitasi Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan sinkronisasi sumber pendanaan yang berasal dari Provinsi maupun Pusat.
1.3 DASAR HUKUM
Pelaksanaan kegiatan penyusunan Updating/Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang didasarkan pada peraturan dan produk hukum yang ada, meliputi:
1. Pasal 28 huruf H, Undang-undang Dasar (UUD) RI 1945;
2. Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 1974 tentang Irigasi;
3. Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alami Hayati dan Ekosistemnya;
4. Undang-undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antar Pemerintah Pusat dan Daerah;
5. Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025;
6. Undang-undang RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
7. Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
8. Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
9. Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
10. Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman;
11. Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
12. Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 1982 tentang Pengaturan Air;
13. Peraturan Pemerintah RI Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai;
14. Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air;
15. Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM);
16. Peraturan Pemerintah RI Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
17. Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Tahun 2008 – 2028;
18. Peraturan Pemerintah RI Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA);
19. Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan;
20. Peraturan Pemerintah RI Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;
21. Peraturan Pemerintah RI Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3;
22. Peraturan Presiden RI Nomor 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi;
23. Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019;
24. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP);
25. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10/PRT/M/2008 tentang Penetapan Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Bidang PU Wajib dilengkapi dengan UKL dan UPL;
26. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman (KSNP-SPALP);
27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Sekitar TPA Sampah;
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
28. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;
29. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang PU dan Penataan Ruang;
30. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan;
31. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13.1/PRT/M/2015 tentang Renstra Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR);
32. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan;
33. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik;
34. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat;
35. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Hidup (UKP-UPL) dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL);
36. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2008 tentang tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air di Provinsi Jawa Timur;
37. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun Tahun 2011 tentang tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
38. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 61 Tahun 2010 tentang Penetapan Kelas Air pada Air Sungai;
39. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya;
40. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 01 Tahun 2008 tentang IPLT;
41. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 09 Tahun 2009 tentang Retribusi Kebersihan;
42. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 05 Tahun 2010 tentang RPJPD Kota Malang Tahun 2005 – 2025;
43. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah;
44. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Kesehatan;
45. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 04 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Malang Tahun 2009 – 2029;
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
46. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 06 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah;
47. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 02 Tahun 2013 tentang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum.
1.4 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Laporan Akhir dari kegiatan penyusunan Updating/Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kota Malang memiliki sistematika pembahasan sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi latar belakang, maksud tujuan dan sasaran, ruang lingkup, dasar hukum dan sistematika pembahasan.
BAB II : PROFIL SANITASI SAAT INI
Bab ini berisi tentang penggambaran wilayah kajian serta profil wilayah, hasil studi EHRA dan kajian lainnya. Selain itu juga terdapat profil sanitasi Kota Malang serta identifikasipermasalahannya yang meliputi air limbah domestik, sampah dan drainase yang pada akhirnya dihasilkan area beresiko sanitasi.
BAB III : KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI
Pada bab ini ditetapkan visi, misi, tujuan dan sasaran sanitasi beserta zona dan sistemnya.
BAB IV : STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI
Pada bab ini berisi rumusan strategi pengembangan sanitasi dan daftar program serta kegiatan pengembangan sanitasi.
BAB V : PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKASI PENDANAAN SANITASI
Pada bab ini menjabarkan mengenai program, kegiatan dan indikasi pendanaan sanitasi berdasarkan kerangka pengembangan sanitasi serta berbagai skenarionya.
BAB VI : MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK
Perumusan monitoring dan evaluasi capaian ini didasarkan pada profil sanitasi yang ada saat ini, kerangka pengembanngan sanitasi, program, indikasi dan pendanaan serta kemampuan pendanaan daerah serta capaian yang sudah dilaksanakan pada SSK sebelumnya.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
4.1 AIR LIMBAH DOMESTIK
Berdasar hasil identifikasi kondisi sub sektor pengelolaan air limbah domestik di Kota Malang maka dapat diketahui beberapa potensi antara lain:
a. Terdapat SKPD teknis yang memiliki tupoksi khusus dalam melakukan pengelolaan dan penanganan limbah cair domestik yakni UPT PSAL yang berada di bawah struktur Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
b. Peningkatan alokasi anggaran pendanaan dalam penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan limbah cair domestik setiap tahun.
c. Penyediaan IPAL yang dilakukan pada beberapa lingkungan permukiman terutama permukiman padat serta pengembangan IPLT skala kota pada kawasan TPA Supit Urang merupakan bentuk nyata upaya pengembangan pengelolaan limbah domestik di Kota Malang.
d. Terdapat kebijakan atau regulasi terkait pengelolaan limbah domestik di Kota Malang, seperti kebijakan tentang penyediaan dan pemeliharaan PSU permukiman yang salah satunya terkait prasarana pengelolaan limbah domestik, dan kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup termasuk pengendalian pencemaran air e. Peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan limbah cair
domestik terutama di lingkungan tempat tinggalnya serta partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan upaya pengelolaan limbah cair dengan sistem on-site.
Adapun permasalahan yang dihadapi dalam penanganan dan pengelolaan limbah cair domestik di Kota Malang, antara lain:
a. Pelayanan sistem pengelolaan air limbah domestik di Kota Malang saat ini berada pada kisaran angka 89%, yakni off-site system sebesar 3% dan on-site system sebesar 86%.
b. Kurangnya peran atau kerjasama swasta dalam pengelolaan limbah cair, dimana saat ini swasta hanya berperan sebagai operator pengangkutan limbah cair padat.
c. Sebagian besar saluran limbah domestik di wilayah Kota Malang masih menjadi satu dengan saluran drainase permukiman.
BAB 4 STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
e. Masih minimnya kegiatan promosi dan publikasi terkait pengelolaan limbah domestik dalam media publik di Kota Malang.
f. Masih terdapat masyarakat yang melakukan kegiatan buang air besar di sungai (BABS) terutama pada wilayah pinggiran kota seperti di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Sukun dan Lowokwaru.
Berdasar uraian potensi dan permasalahan terkait pengelolaan limbah cair domestik di Kota Malang tersebut maka diperlukan kegiatan atau upaya yang dapat mengurangi resiko atau dampak yang diakibatkan dari kegiatan pengelolaan air limbah yang belum baik atau maksimal. Kegiatan tersebut diturunkan dalam bentuk program-program pemerintah yang berasal dari tujuan dan sasaran dalam pengelolaan sub sektor limbah domestik di Kota Malang. Dalam hal ini, tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan pengelolaan air limbah di Kota Malang berdasar kerangka kerja logis (KKL) dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tujuan pengelolaan Air limbah domestic Kota Malang adalah seluruh wilayah Kota Malang memiliki akses terhadap prasarana pengelolaan air limbah secara layak dan berkelanjutan.
Sedangkan sasarannya adalah: Cakupan layanan pengelolaan air limbah domestik di Kota Malang mencapai 100 % (off-site 85% dan 15% on-site) pada tahun 2021. Karena itu ada beberapa strategi yang akan dilaukan oleh kota Malang dalam pengelolaan air limbah.
Strategi 1: Peningkatan kapasitas intansi terkait dalam pengelolaan air limbah dalam rangka mencapai SDG’s (Sustainable Development Goals).
Pengelolaan air limbah domestik skala kota, tidak hanya mengenai instrastuktur saja.
Untuk pengoperasian dan mendukung keberlanjutan pengelolaan, diperlukan instansi pengelola yang berkualitas baik dalam hal organisasi, sumber daya dan keahlian, manajemen keuangan dalam penyiapan dan pengoperasian insfrastruktur. Peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui bimbingan teknis, pelatihan dan sosialisasi serta Penguatan Peraturan dan Kelembagaan Daerah.
Strategi 2: Peningkatan kerja sama dengan masyarakat, swasta, dan LSM dalam penyediaan dan pengelolaan sarana dan prasarana air limbah.
Pengelolaan air limbah domestik tidak semata-mata merupakan tanggung jawab dari pihak Pemerintah Daerah. Semua pihak hendaknya berperan di dalam pengelolaan air limbah, tidak hanya sebagai sumber air limbah saja. Karena itu, kerjasana dengan masyrakat, swasta dan LSM harus ditingkatkan. Kerjasama dengan masyarakat terutama diarahkan
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
pada penumbuhan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan BABS. Kesadaran masyarakat dapat disokong dengan pendekatan yang dilakukan secara sinergis oleh pihak swasta, LSM, maupun masyarakat sendiri.
Strategi 3: Optimalisasi peran swasta dalam promosi hygiene.
Promosi higiene dapat didukung dari pihak swasta. Edukasi publik akan ditangani melalui strategi ini. Dengan semakin banyaknya paparan, edukasi dan promosi higiene, diharapkan tumbuh kesadaran individu yang akan membentuk kesadaran komunal untuk mengelola air limbah dan meningkatkan taraf higiene masyarakat.
Strategi 4: Penyediaan sarana dan prasarana air limbah rumah tangga dalam upaya pengurangan angka BABS melalui skema pembiayaan dari pusat, swasta dan LSM.
Disadari bahwa penyediaan sarana dan prasarana air limbah tidak dapat terpenuhi oleh pihak pengguna saja. Untuk mencapai akses 100% sanitasi, masyarakat tetap akan mendapatkan dukungan pembiayaan baik dari pusat, swasta, maupun LSM. Sedangkan sarana dan prasarana yang akan ditangani dapat berupa prasarana pengelolaan air limbah individu, komunal, kawasan, maupun skala kota.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
4.2 PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
Berdasar hasil identifikasi kondisi persampahan Kota Malang, maka didapatkan beberapa potensi pengelolaan persampahan yang dapat dilakukan, yakni:
a. Terdapat kebijakan dan ketentuan peraturan yang mengatur upaya pengelolaan dan pengolahan persampahan di Kota Malang.
b. Adanya prestasi dalam pengelolaan sampah berupa penghargaan Adipura kepada pemerintah Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir.
c. Terdapat retribusi pelayanan persampahan yang menjadi salah satu komponen sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Malang.
d. Sarana dan prasrana pengelolaan sampah 3R sudah dikembangkan pada beberapa TPS dan lingkungan permukiman penduduk.
e. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persampahan cukup baik ditunjukkan dengan adanya KSM dan organisasi Bank Sampah.
Adapun permasalahan yang dihadapi Kota Malang dalam upaya pengelolaan persampahan antara lain:
a. Keterbatasan lembaga atau instansi terkait yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan pengelolaan persampahan.
b. Kurangnya peran dan kerjasama swasta dalam pengelolaan persampahan di Kota Malang.
c. Belum optimalnya penerimaan jasa pelayanan kebersihan.
d. Terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah pada sebagian lingkungan permukiman kota.
e. Masih ada wilayah yang belum terlayani sistem pengelolaan sampah kota, seperti pada sebagian wilayah Kedungkandang.
f. Jumlah TPS di wilayah Kota Malang masih terbatas.
g. Sebagian masyarakat masih enggan untuk melakukan pemilahan sampah dengan baik, dimana masih ada masyarakat membuang sampah secara sembarangan.
h. Pendampingan dan penyuluhan untuk kegiatan pengolahan sampah 3R belum dilakukan secara optimal.
Berdasar potensi dan permasalahan terkait pengelolaan persampahan di Kota Malang, maka terdapat kegiatan yang dapat mengurangi resiko atau dampak dari upaya pengelolaan persampahan yang belum baik. Kegiatan tersebut diuraikan dari program pemerintah yang berasal dari tujuan dan sasaran pengelolaan persampahan di Kota Malang. Tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dalam upaya pengelolaan persampahan ini diuraikan berdasar kerangka kerja logis (KKL) sebagaimana pada Tabel 4.2.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Tujuan pengelolaan persampahan Kota Malang adalah: seluruh penduduk dan wilayah Kota Malang sudah terlayani sistem pengelolaan persampahan secara layak dan berkelanjutan. Dengan sasaran: cakupan layanan pengelolaan persampahan di Kota Malang mencapai 100% pada tahun 2021.
Strategi 1: Pengembangan teknologi alternatif tepat guna dalam pengolahan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pengelolaan sampah perlu dipercepat dengan pemanfaatan teknologi yang menghasilkan namun mudah diterapkan oleh masyarakat, agar pengelolaan dapat dimulai bahkan dari sumbernya. Dengan pemanfaatan teknologi, durasi pengelolaan sampah dapat dipersingkat, sehingga hasilnya dapat segera kembali termanfaatkan.
Strategi 2: Penerapan pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat di seluruh wilayah Kota Malang. Potensi yang besar hadir sebagai peluang dalam pengelolaan persampahan. Pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat ditargetkan sebagai bentuk kontribusi pada pencapaian 20% reduksi sampah. Sehingga jumlah sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang.
Strategi 3: Optimalisasi peran BSM melalui pemilahan dan pengelolaan sampah di Kota Malang.
Selain dengan melibatkan basis masyarakat seperti pada strategi 2 di atas, reduksi sampah juga melibatkan pihak swasta. Di Kota Malang, Bank Sampah Malang telah beroperasi.
Strategi optimalisasi peran BSM melalui pemilahan dan pengelolaan ditargetkan untuk meningkatkan reduksi sampah, bahkan dari sumbernya. Strategi ini dapat dilakukan melalui penyuluhan, kampanye pengurangan sampah, maupun pembentukan kader lingkungan.
Strategi 4: Pemanfaatan sampah di Kota Malang sebagai sumber energi terbarukan.
Sampah bila diolah dengan baik dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan.
Tentunya hal ini perlu dipersiapkan melalui persiapan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dengan penyusun perangkat peraturan dan kebijakan. Dalam strategi ini, ada dua alternatif kegiatan yakni pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah, serta pemanfaatan gas methan.
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
Strategi 5: Peningkatan pelayanan persampahan di Kota Malang melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan SDM serta peningkatan kerja sama dengan swasta.
Melalui strategi ini, akan dioptimalkan pengelolaan sampah dari stasiun antara sampai dengan TPA, pembangunan dan Pengelolaan TPA, serta peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur. Yang disasar pada strategi ini adalah untuk mencapai standar Pelayanan Minimum 80% sampah tertangani.
4.3 DRAINASE PERKOTAAN
Berdasar identifikasi kondisi sub sektor jaringan drainase Kota Malang maka dapat diperoleh beberapa potensi antara lain:
i. Tersedianya dokumen masterplan perencanaan pengembangan dan pembangunan jaringan drainase
j. Program rehabilitasi saluran drainase menjadi salah satu prioritas pemerintah kota k. Alokasi anggaran Kota Malang untuk pembangunan sektor drainase cukup besar.
Adapun permasalahan yang dihadapi Kota Malang dalam pengembangan drainase antara lain:
l. Masih ada drainase yang tidak mampu menampung kapasitas air hingga terjadi limpahan ke luar
m. Banyaknya sedimen/material dan tumbuhan pada dasar saluran sehingga dimensi saluran berkurang dan dapat menyebabkan saluran tidak mampu melimpaskan air hujan.
n. Saluran penyalur air hujan dan air limbah domestik sebagian besar masih bercampur.
o. Saluran drainase yang ada saat ini belum didesain secara berkelanjutan (sustainable) p. Inlet tidak dapat berfungsi dengan baik karena tertutup sampah yang dapat
menyebabkan terjadinya genangan.
Berdasarkan potensi dan permasalahan terkait pengembangan drainase di Kota Malang dalam penyelesaiannya diperlukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi resiko yang diakibatkan oleh pengembangan drainase yang belum optimal. Kegiatan tersebut diturunkan dari program-program pemerintah yang berasal dari tujuan dan sasaran pengembangan drainase di Kota Malang. Tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dalam pengembangan persampahan di Kota Malang.
Tujuan Pengelolaan Drainase perkotaan adalah Jaringan Drainase Kota Malang dikembangkan secara terintegrasi serta berfungsi dengan lancar. Sedangkan sasarannya
DOKUMEN STRATEGI SANITASI KOTA (SSK)
adalah Cakupan layanan Sistem Drainase Perkotaan menjangkau seluruh wilayah Kota Malang pada Tahun 2021.
Strategi 1: Identifikasi jaringan atau saluran drainase yang tersedimentasi dan terdapat timbunan sampah/ material.
Perlu adanya identifikasi pada wilayah-wilayah yang telah memiliki sistem drainase eksisting untuk mendapatkan data dasar. Hal ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan review perencanaan sistem drainase kota Malang, sekaligus untuk membangun basis tasa sistem drainase.
Strategi 2: Peningkatan peran masyarakat dalam pemeliharaan saluran drainase.
Masyarakat memiliki potensi yang sangat besar dalam pengelolaan drainase perkotaan.
Berfungsinya drainase perkotaan bukan saja untuk dengan segera mengaliran limpasan permukaan agar tidak ada genangan, namun juga diharapkan dapat sekaligus sebagai penjagaan air tanah, untuk menjaga daya dukung tanah secara keseluruhan. Maka peran masyarakat diharapkan dapat menunjang dalam bentuk pembangunan sumur resap dan pemanfatan biopori.
Strategi 3: Pengembangan jaringan drainase yang berkelanjutan melalui teknologi tepat guna melalui kerja sama dengan stakeholder.
Strategi ini akan menyasar terutama untuk mengintegrasikan jaringan drainase, dengan optimalisasi saluran drainase sekunder, maupun tersier/lingkungan untuk menanggulangi genangan