Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
PENETAPAN
Nomor 3/Pdt.P/2015/PN Llg.
“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”
Pengadilan Negeri Lubuklinggau yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama telah mengambil penetapan sebagai berikut dalam perkara Permohonan yang diajukan oleh :
IRAWAN WIJAYA, Tempat/Tanggal Lahir :Lubuklinggau/ 16 September 1989, Jenis Kelamin :Laki-,laki, Kebangsaan : Indonesia, Agama : Budha, Pekerjaan : Karyawan Swasta, Alamat Jalan Riau Nomor. 975 RT 03 Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I, disebut sebagai: “PEMOHON I”
CLARAMITHA JOAN, Tempat/Tanggal Lahir :Palembang/22 Oktober 1989, Jenis Kelamin : Perempuan, Kebangsaan : Indonesia, Agama : Khatolik, Pekerjaan : Wiraswasta, Alamat Jalan Yos Sudarso Nomor 14 RT 01 Kelurahan Jawa Kiri Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau, disebut sebagai: “PEMOHON II”
Pengadilan Negeri Tersebut ;
Telah membaca surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau Nomor : 03/Pdt.P/2015/PN.LLg tertanggal 25 Pebruari 2015 tentang penunjukan Hakim tunggal;
Telah membaca surat Penetapan Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau Nomor : 03/Pdt.P/2015/PN.LLg tertanggal 25 Pebruari 2015 tentang penetapan hari sidang;
Telah membaca dan mempelajari berkas perkara;
Telah memperhatikan alat bukti yang diajukan oleh Pemohon dipersidangan ;
Telah mendengar keterangan Pemohon dan saksi-saksi dalam perkara ini;
TENTANG DUDUK PERKARA
Halaman 1 dari 8 halaman Nomor 03/Pdt.P/2015/PN Llg
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa Pemohon dengan surat Permohonannya tertanggal 24 Pebruari 2015 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Lubuklinggau tanggal 25 Pebruari 20015 dibawah Register Nomor : 03/
Pdt.P/2015/PN-LLg telah mengajukan permohonan yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Bahwa Sdra. IRAWAN WIJAYA/Pemohon I beragama Budha;
2. Bahwa sdri CLARAMITHA JOAN /Pemohon II beragama Katholik ; 3. Bahwa Antara Pemohon I dan Pemohon II akan melangsungkan
perkawinan di wihara pada tanggal 1 Maret 2015 ;
4. Bahwa pemohon mengajukan permohonan izin menikah beda agama ini juga bertujuan untuk melengkapi persyaratan untuk didaftarkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Lubuklinggau ;
5. Bahwa berdasarkan UU RI No.23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan dalam pasal 35 Huruf a untuk perkawinan yang dilakukan antar umat yang berbeda agama ditetapkan oleh Pengadilan negeri Lubuklinggau ; .
6. Bahwa untuk pertimbangan Bapak Ketua/ Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau maka dengan ini Pemohon lampirkan sebagai berikut:
1. Foto copy Kartu Keluarga (KK) An.Kepala Keluarga LILI AGUSTIA ONG GAWATI tertanggal 08 Januari 2015;
2. Foto copy Kartu Keluarga (KK) An.Kepala Keluarga EDDY CHANDRA tertanggal 25 April 2014;
3. Foto copy KTP atas nama CLARAMITHA JOAN Dan IRAWAN WIJAYA ;
4. Surat Keterangan Domisili no. 100/77/II/TBK/2015 atas nama IRAWAN WIJAYA;
5. Surat Keterangan Domisili no. 475/16/08.05/2015 atas nama CLARAMITHA JOAN;
7. Berdasarkan uraian diatas mohon kiranya Bapak Ketua /Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau berkenan menetapkan sebagai berikut:
1. Mengabulkan permohonan Pemohon ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2. Memberikan izin kepada pemohon yang berbeda agama untuk melangsungkan pernikahan menurut peraturan perundang- undangan yang berlaku:
3. Memerintahkan agar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Lubuklinggau untuk mencatakan pernikahan Pemohon yang bernama CLARAMITHA JOAN dan calon suami yang Bernama IRAWAN WIJAYA dalam register yang tersedia untuk itu ;
4. Membebankan biaya permohonan kepada pemohon ;.
Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan Pemohon datang menghadap sendiri di persidangan dan setelah surat permohonan Pemohon tertanggal 25 Pebruari 2015 dibacakan maka Pemohon atas pertanyaan Hakim telah menerangkan bahwa ia tetap pada permohonan tersebut ;
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil permohonannya tersebut Pemohon di persidangan telah mengajukan bukti surat di persidangan sebagai berikut :
1. Foto copy Kartu Keluarga (KK) An.Kepala Keluarga LILI AGUSTIA ONG GAWATI tertanggal 08 Januari 2015 (bukti P-1) ;
2. Foto copy Kartu Keluarga (KK) An.Kepala Keluarga EDDY CHANDRA tertanggal 25 April 2014(bukti P-2) ;
3. Foto copy KTP atas nama CLARAMITHA JOAN Dan IRAWAN WIJAYA (bukti P-3) ;
4. Surat Keterangan Domisili no. 100/77/II/TBK/2015 atas nama IRAWAN WIJAYA (bukti P-4) ;
5. Surat Keterangan Domisili no. 475/16/08.05/2015 atas nama CLARAMITHA JOAN(bukti P-5) ;
Menimbang, bahwa bukti P-1 sampai dengan bukti P-5 telah dicocokkan dan sesuai dengan aslinya dan telah diberi materai cukup;
Menimbang, bahwa selain mengajukan alat bukti surat pemohon juga mengajukan saksi-saksi dipersidangan yang telah memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Saksi Eddy Candra ;
• Bahwa saksi kenal dengan pemohon I dan pemohon II ;
• Bahwa saksi adalah orang tua dari Pemohon I Irawan Wijaya ;
Halaman 3 dari 8 halaman Nomor 3/Pdt.P/2015/PN Llg
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa benar Pemohon I dan Pemohon II sudah lama berpacaran dan saling mencintai sehingga mereka ingin melanjutkannya ke jenjang pernikahan ;
• Bahwa benar saksi mengetahui kedua pemohon ingin melangsungkan perkawinan namun diantara mereka berbeda keyakinan agama dimana Pemohon I Irawan Wijaya beragama Budha sedangkan Pemohon II Claramitha Joan beragama Khatolik ;
• Bahwa benar rencana kedua pemohon yang ingin melaksanakan pernikahan tersebut sudah direstui oleh masing-masing orang tua pemohon dengan tetap mempertahankan status agamanya masing- masing;
• Bahwa setahu saksi anggota keluarga yang lain juga sudah merestui dan tidak ada yang keberatan dengan hubungan antara Pemohon I dan Pemohon II ;
• Bahwa benar pemohon agar melangsungkan pernikahan di Vihara di Lubuklinggau pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015 ;
2. Saksi Siauw Ching Liung ;
• Bahwa saksi kenal dengan pemohon I dan pemohon II ;
• Bahwa saksi adalah paman dari Pemohon II ;
• Bahwa benar Pemohon I dan Pemohon II sudah lama berpacaran dan saling mencintai sehingga mereka ingin melanjutkannya ke jenjang pernikahan ;
• Bahwa benar saksi mengetahui kedua pemohon ingin melangsungkan perkawinan namun diantara mereka berbeda keyakinan agama dimana Pemohon I Irawan Wijaya beragama Budha sedangkan Pemohon II Claramitha Joan beragama Khatolik ;
• Bahwa benar rencana kedua pemohon yang ingin melaksanakan pernikahan tersebut sudah direstui oleh masing-masing orang tua pemohon dengan tetap mempertahankan status agamanya masing- masing;
Bahwa setahu saksi anggota keluarga yang lain juga sudah merestui dan tidak ada yang keberatan dengan hubungan antara Pemohon I dan Pemohon II ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa benar pemohon agar melangsungkan pernikahan di Vihara di Lubuklinggau pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015 ;
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian penetapan ini, maka segala sesuatu yang tercantum dalam berita acara persidangan, dianggap sebagai termuat dan tercantum dalam penetapan ini ;
Menimbang, bahwa Pemohon menerangkan tidak akan mengajukan sesuatu lagi dan selanjutnya mohon penetapan ;
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan dari permohonan Pemohon adalah seperti tersebut diatas ;
Menimbang, bahwa pemohon dalam permohonannya mohon agar diberikan izin untuk melaksanakan pernikahan dikarenakan pemohon berbeda agama dan keyakinan dan dengan adanya penetapan pengadilan, pernikahan pemohon dapat dicatatkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Lubuklinggau;
Menimbang, bahwa sebelum mempertimbangkan apakah permohonan dari Pemohon dapat dikabulkan atau tidak akan dipertimbangkan terlebih dahulu apakah pengadilan Negeri Lubuklinggau berwenang untuk memeriksa dan mengadili permohonan ini;
Menimbang, bahwa dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan maupun dalam peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1975 tidak ditemukan aturan yang tegas mengatur mengenai perkawinan beda agama ;
Menimbang, bahwa perkawinan yang terjadi diantara 2 orang yang berlainan status agamanya hanya diatur dalam penjelasan pasal 35 huruf a Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, dimana dalam penjelasan pasal 35 huruf a ditegaskan kalau yang dimaksud dengan perkawinan yang ditetapkan pengadilan adalah perkawinan yang dilakukan antar umat yang berbeda agama;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka Pengadilan Negeri Lubuklinggau berwenang untuk memeriksa dan mengadili permohonan ini;
Halaman 5 dari 8 halaman Nomor 3/Pdt.P/2015/PN Llg
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti yang diajukan oleh Pemohon baik dari bukti surat dan keterangan saksi-saksi didapati fakta-fakta sebagai berikut :
1. Bahwa benar Pemohon I Irawan Wijaya lahir di Lubuklinggau beralamat di Jalan Riau Nomor. 975 RT 03 Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I adalah laki-laki dewasa yang beragama Budha ; 2. Bahwa benar pemohon II Claramitha Joan lahir di Palembang, beralamat
di Jalan Yos Sudarso Nomor 14 RT 01 Kelurahan Jawa Kiri adalah perempuan dewasa yang beragama Katholik ;
3. Bahwa benar pemohon I dan Pemohon II saling mencintai dan ingin melangsungkan pernikahan dan membentuk keluarga yang bahagia;
4. Bahwa benar kedua orang tua dan keluarga pemohon tidak keberatan dan sudah merestui rencana pemohon untuk melangsungkan pernikahan;’
Menimbang, bahwa dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia hal- hal yang berkaitan dengan perkawinan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975, dimana dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 Jo Pasal 10 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 ditegaskan bila suatu perkawinan sah dilakukan menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Ketentuan dalam pasal 2 ayat (1) undang-Undang nomor 1 Tahun 1974 tersebut merupakan ketentuan yang berlaku bagi perkawinan diantara 2 orang yang sama agama dan keyakinannya ;
Menimbang, bahwa perkawinan beda agama tidak diatur secara tegas di dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, akan tetapi keadaan tersebut adalah merupakan suatu kenyataan yang terjadi dalam masyarakat dan sudah merupakan kebutuhan sosial yang harus dicarikan jalan keluarnya menurut hukum agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama ;
Menimbang, bahwa UUD 1945 Pasal 27 menentukan bahwa seluruh warga Negara bersamaan kedudukannya dalam hukum, tercakup di dalamnya kesamaan hak asasi untuk melangsungkan perkawinan dengan sesama warga Negara sekalipun berlainan agama, sedangkan Pasal 29 UUD 1945 mengatur bahwa negara menjamin kemerdekaan warga negara untuk memeluk agamanya masing-masing;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Menimbang, bahwa selain itu di dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, di dalam Pasal 10 ayat (1), (2) pada pokoknya mengatur bahwa setiap orang berhak untuk menikah dan membentuk keluarga serta melanjutkan keturunan yang dilangsungkan atas kehendak bebas sesuai dengan ketentuan undang-undang;
Menimbang, bahwa terlepas dari adanya pro dan kontra dari berbagai pihak, pernikahan antarumat beragama ini haruslah dapat diterima sebagai suatu kenyataan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka perkawinan
antarumat beragama yang akan dilakukan Pemohon dan akan dicatatkan ini merupakan suatu fenomena yang banyak terjadi dalam masyarakat Indonesia yang sangat pluralistis;
Menimbang, bahwa ketentuan dalam pasal 35 huruf a Undang-undang nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan merupakan ketentuan yang memberikan jalan keluar untuk dicatatkannya perkawinan yang terjadi diantara 2 orang yang berlainan agama setelah adanya penetapan pengadilan tentang hal tersebut, sedangkan terhadap proses terjadinya suatu perkawinan sebagaimana dimaksudkan dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 dan Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1975 tidaklah diatur lebih lanjut didalam Undang-undang nomor 23 tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. Sehingga terhadap hal-hal yang berkaitan dengan proses terjadinya suatu perkawinan itu sendiri baik tentang sahnya suatu perkawinan, syarat-syarat perkawinan, larangan perkawinan, dan tata cara pelaksanaan perkawinan masih mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974;
Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan tersebut diatas maka Pengadilan Negeri berpendapat permohonan Pemohon cukup beralasan dan berdasarkan hukum maka permohonan Pemohon dapat dikabulkan untuk seluruhnya ;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan diajukan oleh Pemohon dan untuk kepentingan Pemohon, maka biaya-biaya yang menyangkut dengan permohonan ini dibebankan kepada Pemohon ;
Mengingat dan memperhatikan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Jo Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun
Halaman 7 dari 8 halaman Nomor 3/Pdt.P/2015/PN Llg
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1975, Undang-Undang nomor 39 tahun 1999, pasal 35 huruf a Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 serta peraturan lainnya yang bersangkutan ;
MENETAPKAN
1. Mengabulkan Permohonan dari Pemohon untuk seluruhnya;
2. Memberikan izin kepada Pemohon yang berbeda agama untuk melangsungkan pernikahan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku;
3. Memerintahkan agar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Lubuklinggau untuk mencatatkan pernikahan Pemohon yang bernama CLARAMITHA JOAN dan calon suami IRAWAN WIJAYA dalam register yang tersedia untuk itu;
4. Membebankan biaya permohonan kepada pemohon sebesar Rp.221.000,- (dua ratus dua puluh satu ribu rupiah);
Demikianlah ditetapkan pada hari Jum’at tanggal 27 Pebruari 2015 oleh AGUS WINDANA, SH Hakim pada Pengadilan Negeri Lubuklinggau sebagai Hakim Tunggal berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau tanggal 25 Pebruari 2015 Nomor 03/Pen.Pdt.P/2015/PN-LLg tentang penunjukkan Hakim Tunggal yang memeriksa perkara tersebut, Penetapan mana pada hari itu juga diucapkan oleh Hakim Tunggal tersebut dalam persidangan yang terbuka untuk umum, dengan dibantu oleh HARMEN, SH Panitera Pengadilan Negeri Lubuklinggau serta dihadapan Pemohon.
Panitera Pengganti, Hakim Tunggal tersebut,
DTO DTO
HARMEN, SH AGUS WINDANA, SH
PERINCIAN BIAYA :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Pendaftaran……… Rp. 80.000,-
• Panggilan……… Rp.120.000,-
• PNBP………... Rp. 10.000,-
• Materai……… Rp. 6.000,-
• Redaksi……… Rp. 5.000,-
• Panggilan……… Rp.60.000,- Jumlah……… Rp.221.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Satu Ribu Rupiah)
Halaman 9 dari 8 halaman Nomor 3/Pdt.P/2015/PN Llg
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9