Perlukah Pendidikan Seksualitas untuk Anak Usia Dini?
Aryani Tri Wrastari, S.Psi., M.Ed (ReEvAss)., PhD.
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
Mari bicara fakta di sekitar kita…
Hanya 1 dari 5 anak yang melapor ke orang tuanya.
Mari bicara fakta di sekitar kita…
Hanya 1 dari 5 anak yang melapor ke orang tuanya Ke-4 anak lainnya tidak tahu
bahwa mereka sudah dilecehkan secara seksual.
Mari bicara fakta di sekitar kita…
Hanya 1 dari 5 anak yang melapor ke orang tuanya Ke-4 anak lainnya tidak tahu
bahwa mereka sudah dilecehkan secara seksual.
1 anak yang melapor tersebut mendapatkan pendidikan seksualitas dari ibunya.
Mari bicara fakta di sekitar kita…
Mari bicara fakta di sekitar kita…
Pendidikan Seksualitas untuk
Anak Usia Dini
1. Saya ngobrol tentang isu seksualitas (seperti
organ intim, hubungan seks, homoseksual, dsb) dengan anak saya.
2. Menurut Anda, darimana anak Anda memeroleh informasi tentang isu seksualitas?
3. Ketika anak saya bertanya tentang isu seks, yang saya rasakan adalah (boleh pilih lebih dari 1
jawaban):
Survey:
Hasil survey terdahulu:
Hasil survey terdahulu :
Hasil survey terdahulu:
Saya adalah seorang istri & ibu dari Ruth
yang berumur 8 tahun
Saya sangat memperhatikan isu
pendidikan
seksualitas bagi anak saya.
Ruth (8 tahun)
Aku ngapain di perutnya
ibu?
Aku boleh ciuman sama
pacarku nanti?
Kenapa ibu mencintai
ayah?
Kenapa orang menikah?
Bolehkah aku menikah dengan
temanku nanti kalau sudah
dewasa?
Kenapa anak laki-laki punya penis?
Kenapa ibu pakai bra?
Kenapa darah keluar dari
vaginanya ibu?
Kenapa ASI bisa keluar dari payudara
ibu?
Kenapa ada laki-laki suka
dengan laki- laki?
Kenapa ada laki- laki pakai lipstick
dan high heels?
Daftar Isi Presentasi
02 04
01
What?
Apa itu pendidikan seksualitas?
When?
Kapan waktu yang tepat untuk memberikan
pendidikan seksualitas?
03
How?Bagaimana melakukan
pendidikan seksualitas pada anak usia dini?
Why?Mengapa perlu memberikan Pendidikan seksualitas pada anak sejak dini?
Why?
Mengapa perlu memberikan pendidikan seksualitas pada anak sejak dini?
Kekerasan seksual selalu menempati posisi teratas disetiap tahunnya
Why?
Mengapa perlu memberikan pendidikan seksualitas pada anak sejak dini?
Why?
Mengapa perlu memberikan pendidikan seksualitas pada anak sejak dini?
Anak adalah kelompok yang rentan dan lemah (vulnerable group) di masyarakat
• Lemah secara kemampuan fisik (physical ability)
• Lemah secara kemampuan ekonomi
• Lemah secara keterampilan psikologis & mental (mental and psychological abilities)
Mengapa perlu memberikan pendidikan seksualitas pada anak?
Why?
Menanamkan value sejak dini
Mengapa perlu
menanamkan nilai (value) sejak dini?
Why?
Membangun relasi dengan anak sejak dini
Selama apa kita bisamembersamai anak kita?
Relasi ke luar rumah
Mengapa perlu memberikan pendidikan seksualitas pada anak sejak dini?
Relasi ke dalam rumah
Relasi ke luar rumah
Relasi ke dalam rumah
Seks
Seksualitas Vs.
Apa itu Pendidikan Seksualitas?
What?
Seks vs. Seksualitas: Berbeda
● Seks adalah karakteristik biologis dan fisiologis yang
digunakan untuk mengkategori individu menurut kelompok gender-nya Identitas gender
● Seksualitas adalah ekspresi total diri kita sebagai manusia (ekspresi feminimitas atau maskulinitas kita) body image, identitas gender, peran gender, orientasi seksual, preferensi seks, preferensi emosi, dsb.
Apa itu Pendidikan Seksualitas?
What?
Apa itu Pendidikan Seksualitas?
What?
Ekspresi Gender (Jenis kelamin)
Cara seseorang mengkomunikasikan identitas gender mereka kepada orang lain melalui pakaian, perilaku sehari-hari.
Identitas Gender (Jenis kelamin)
Identitas gender yang dimiliki oleh seseorang (laki-laki, perempuan).
Sex
Ketertarikan (fisik & emosional) terhadap lawan jenis.
Orientasi seksual
Label jenis kelamin yang diberikan sejak lahir ditentukan dari organ genital yang dimiliki.
Biologis Sosial Psikologis Politis Legal Etika Budaya Spiritual/Religious
Proses membangun kesadaran awal tentang isu seksualitas;
Proses yang terus-menerus dibangun.
Apa itu Pendidikan Seksualitas (pada anak usia dini)?
What?
Ruth menolak
dipegang tangan oleh guru
komputer (5.5 tahun)
Kapan waktu yang tepat untuk memberikan pendidikan seksualitas?
When?
Tidak ada batasan fix, karena setiap anak berbeda. Mulai sedini mungkin.
Memulai toilet training
Punya teman bermain lawan jenis Bertanya asal-usul/ibu hamil/bayi
Mulai berinteraksi dengan orang diluar keluarga inti Punya akses terhadap informasi (i.e. internet, tv)
Saya tidak percaya bahwa pendidikan seksualitas itu berbahaya bagi anak. Yang berbahaya adalah ketika kita terlambat memperkenalkan isu seksualitas pada
anak.
Pendidikan seksualitas diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan (developmental stage) anak.
Bagaimana melakukan pendidikan seksualitas pada anak? – Pendekatan DASE (Developmentally
Appropriate Sexuality Education )
How?
Relasi ke luar rumah
Relasi ke dalam rumah
1. Anak usia 0 – 2 tahun: Sensory motoric
“Mengenal dunia”
Bagaimana melakukan pendidikan seksualitas pada anak? – Pendekatan DASE
How?
• Memberi tahu nama dari setiap bagian
kelaminnya. Gunakan nama yang sesuai, misal vagina, penis, anus, lubang kencing. Hindari
menggunakan istilah seperti “burung”, “titit”, dan sebagainya.
• Ajarkan anak mengenai perbedaan jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan. Bentuk aktivitas sederhananya adalah mengatakan bahwa ayah adalah laki-laki dan ibu adalah perempuan.
• Memperkenalkan toilet training. Mengajarkan kebersihan alat genital pada anak.
Belajar dengan bermain!
2. Anak usia 2 – 7 tahun: Pra-operasional
“Symbolic Thinking”
Bagaimana melakukan pendidikan seksualitas pada anak? – Pendekatan DASE
How?
• Lanjutan toilet training.
• Ajarkan bagian tubuh yang tak boleh disentuh
oleh sembarang orang, seperti dada, perut, penis atau vagina, dan bokongnya.
• Ajarkan anak bila ada yang menyentuh bagian tersebut, ia harus memberitahu orang tuanya.
Gunakan bahasa sederhana dan manfaatkan kemampuan imajinasi anak.
Role play dan mendongeng adalah stimulasi yang baik untuk anak usia dini.
(Ruth, 6 tahun)
Ruth berbicara tentang reproduksi
(6 tahun)
Berpikir terstruktur tentang peran seks (Ruth, 7 tahun)
Menikah
Hamil
Melahirkan
Menanamkan nilai:
-
Repetisi dan konsistensi-
Strong role model-
Relasi terbuka dan hangatBagaimana melakukan pendidikan seksualitas pada anak? – Pendekatan DASE
How?
Melanjutkan membaca buku, menonton ilmu
pengetahuan, bereksperimen >> membangun proses berpikir dasar
Penting: Punya nilai dasar kehidupan
Ruth dibacakan cerita Alkitab sejak umur 1 tahun
Ulangi, konsisten, perluas di konteks-konteks berbeda
Satu hari kami menyaksikan film anak-anak yang menampilkan adegan berciuman, dan
kami berdiskusi. Ruth sekitar 4 tahun.
Ibu: Wow, Ruth, ini gambar apa?
Ruth: Ini (nama tokoh2 yang ada di gambar) Ibu: Mereka berciuman?
Ruth: Iya Ibu: Kenapa?
Ruth: Karena mereka suami istri. Ibu pernah ciuman sama ayah?
Ibu: Oh iya, jelas pernah.
Ruth: Kok aku gak pernah lihat?
Ruth, 6 tahun
Hari ini, Ruth (8 tahun) memperlihatkan 2
gambarnya ke saya
Role model
Kerjasama & kesepakatan nilai dengan pasangan