1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peraturan Gubernur Jawa Tengah No 6 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012–2027, pembangunan daya tarik wisata memperhatikan dukungan jejaring aksesibilitas dan infrastruktur yang mendukung pergerakan wisatawan dan kegiatan kepariwisataan.
Kabupaten/Kota dapat menetapkan daya tarik wisata di luar yang ditetapkan dalam lingkup kawasan strategi pariwisata provinsi (KSPP) dan kawasan pengembangan pariwisata provinsi (KPPP). Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi yang selanjutnya adalah suatu ruang pariwisata yang mencakup luasan area tertentu sebagai suatu kawasan dengan komponen kepariwisataannya, serta memiliki karakter atau tema produk wisata tertentu yang dominan dan melekat kuat sebagai komponen pencitraan kawasan tersebut.
Jawa Tengah memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian daerah, sekaligus potensi wilayah yang harus dipertahankan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alamnya. Jawa Tengah termasuk dalam daerah yang memiliki banyak sumber daya alam dan destinasi
2
wisata cukup banyak yang meliputi, wisata alam, wisata budaya, wisata buatan.
Jawa Tengah merupakan salah satu objek wisata yang banyak pengunjungnya, dibandingkan Provinsi yang lain. Tercatat pada Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengunjung pariwisata di Jawa Tengah mencapai 12,1 juta pengunjung. Jumlah tersebut setara dengan 16,75% dari total pengunjung pariwisata Indonesia pada tahun 2020.
Terdapat beberapa upaya agar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Jawa Tengah semakin melonjak, yaitu dengan mempromosikan objek wisata tersebut. Dengan adanya strategi promosi wisata tentunya dapat memberikan dampak yang baik agar memajukan wisata Jawa Tengah lebih dikenal oleh masyarakat umum baik nasional maupun internasional. Promosi wisata Jawa Tengah dapat ditingkatkan dengan adanya media sosial. Salah satu media sosial yang saat ini banyak digunakan masyarakat adalah Instagram.
Instagram merupakan salah satu media sosial yang sangat diminati oleh banyak orang. Para pengguna Instagram mengumpulkan informasi, dan pendapatnya dengan menggunakan fitur yang tersedia dalam Instagram yang berupa kolom komentar. Informasi yang terdapat dalam Instagram sangat beragam, misalnya informasi mengenai kuliner, pariwisata, informasi acara daerah, produk yang dipasarkan melalui media sosial, dalam pemanfaatan media sosial juga dapat bekerja sama dengan Gubernur setempat (Giannindra, 2021:27) Keterlibatan Gubernur sebagai pemimpin juga ikut serta dalam mempromosikan pariwisata Jawa Tengah sangat berpengaruh dalam men(Giannindra, 2021:27) ingkatkan minat wisatawan.
3
Salah satu komunikator politik yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berinteraksi dengan masyarakat secara daring adalah Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo merupakan Gubernur Jawa Tengah yang menjabat selama 2 periode. Ganjar Pranowo juga termasuk pemimpin yang aktif di Instagram, melalui Instagram pribadinya seorang Gubernur memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan daerahnya, salah satunya dalam bidang pariwisata melalui media sosial miliknya. Keterlibatan Gubernur dalam pengelolaan pariwisata berdampak pada perbaikan sektor pariwisata. Gubernur memiliki peran dalam pembangunan pariwisata sebagai pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan di sektor pariwisata (Idialis & Putra, 2021:291).
Pemanfaatan kepentingan disektor pariwisata ini, Gubernur menggunakan sarana komunikasi politik untuk mewujudkan sektor pariwisata menjadi lebih maju.
Pariwisata bisa dikatakan maju dilihat dari wisatawan yang berkunjung. Politik memiliki kaitan erat dengan kekuasaan, yaitu kekuasaan untuk mengatur sumber daya, salah satunya yaitu sumber daya yang berkaitan dengan pariwisata.Ketidakstabilan politik dan hubungan politik dapat mempengaruhi citra dari suatu destinasi pariwisata. Abraham dan Poria (2019) mengungkapkan bahwa kondisi politik suatu negara mempengaruhi perilaku wisatawan dalam mempertimbangkan tempat kunjungan wisatanya. Athari et al. (2020) membuktikan bahwa faktor politik keamanan dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata. (Idialis & Putra, 2021:293) Pertimbangan komunikasi politik dalam aktivitas kepariwisataan terutama dalam pemanfaatan waktu senggang bukan semata-mata hasil dari kekuasaan ekonomi dan sosial, melainkan
4
juga sebagai hasil dari perjuangan politik. Kondisi sosial politik dari suatu negara tujuan wisata memiliki kecenderungan stabil maka akan mendatangkan lebih banyak turis mancanegara, misalnya jika tindak kriminalitas di suatu negara cenderung rendah maka turis mancanegara akan merasa aman di negara tujuan wisata (Idialis & Putra, 2021:287).
Relevansi antara komunikasi politik dengan pembangunan pariwisata adalah keberhasilan suatu pariwisata tergantung pada komunikasi yang dilakukan Ganjar Pranowo sebagai komunikator politik kepada masyarakat dalam memberikan informasi tentang pariwisata, Ganjar Pranowo menggunakan komunikasi secara virtual dalam bentuk informasi melalui Instagram.
Sebagai seorang politisi yang juga menjadi pejabat publik, Ganjar Pranowo melalui akun Instagram yang dimiliki yakni @ganjar_pranowo lebih dominan menyampaikan pesan-pesan politik daripada pesan pribadi. Oleh karena itu, Ganjar Pranowo dapat dikategorikan sebagai komunikator politik ((Dan Nimmo, 2005: 30- 33). Terdapat 4.025 pesan politik yang disampaikan Ganjar Pranowo di Instagram
@ganjar_pranowo (Tabel 1.1). Pesan politik dimaksud dalam bentuk teks, foto dan video sejak 2018 hingga 2021 (Pandiangan, 2022: 20).
Tabel 1. 1.Tema Pesan Politik Ganjar Pranowo di instagram @ ganjar_pranowo Periode 2018-2021.
No. Tema Jumlah No. Tema Jumlah
1 Kegiatan 1014 15 keluarga 71
2 Masyarakat 368 16 interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat
62
3 Jawa Tengah 361 17 politik 60
4 Covid 343 18 tanya jawab 46
5
5 Olahraga 202 19 beri apresiasi 43
6 perayaan sosial, dan sebagainya
200 20 kegiatan keagamaan 42
7 Ekonomi 199 21 kedatangan tamu 33
8 pesan untuk berbagai hal
168 22 Jokowi 33
9 pembangunan 144 23 rapat 23
10 Kebudayaan 140 24 budaya 22
11 Pemerintah 118 25 melantik dan ucapan pelantikan
15
12 UMKM 116 26 bencana 9
13 pilgub dan pemilu- kampanye 2018-2019
106 27 mudik 5
14 Ucapan 82
Jumlah 4.025
Sumber: Andreas Pandiangan, 2022, Pesan Politik Gubernur Ganjar Pranowo di instagram @ganjar_pranowo 2018-2021, hal. 20. Laporan penelitian, tidak
diterbitkan
Pada tabel 1.1 Dari hasil riset yang sudah peneliti laksanakanterdapat 27 tema pesan politik pada akun instagram Ganjar Pranowo, dari 27 tema tersebut peneliti memilih tema besar pembangunan dengan jumlah keseluruan 144, lalu peneliti membagi tema tersebut menajadi 2 sub tema yaitu pariwsata dan non pariwisata, jumlah pembangunan pariwisata sendiri yaitu 77 sedangkan jumlah yang non pariwisata sendiri yaitu 67. Pembagian sub tema tersebut peneliti sudah membagi seperti pada tabel dibawah ini.
6
Tabel 1. 2 Postingan mengenai pembangunan Pariwisata dan non pariwisata di Instagram @ganjar_pranowo (1 Januari 2018 - 31 Desember 2021)
No. Kategori Kurun Waktu Jumlah
Postingan 1. Pariwisata 1 Januari 2018 - 31
Desember 2021
77
2. Non Pariwisata 67
Jumlah 144
Sumber : Observasi pada Instagram @ganjar_pranowo
Pada tabel 1.2 peneliti memilah menjadi 2 sub tema yaitu dengan pariwisata dan non pariwisata. Peneliti memfukuskan penellitian ini pada sub tema pariwisata dengan jumlah postingan 77 dalam bentuk video dan gambar. 77 postingan tersebut berisikan pariwisata Jawa Tengah, yang terdiri dari Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah.
Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Provinsi Jawa Tengah tahun 2018-2023, Jawa Tengah tercatat memiliki 35 Kabupaten dan Kota, Ganjar Pranowo sebagai pemimpin Jawa Tengah dalam memajukan pariwisata agar lebih dikenal luar maka Ganjar memprioritaskan dan menonjolkan serta memfokuskan daerah yang manjadi iconic dari Jawa Tengah tersebut yang memiliki potensi untuk memajukan pariwisata yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Dari hasil riset yang sudah peneliti lakukan daerah yang dimaksud tersebut adalah Kabupaten Magelang dengan tempat wisata Borobudur.
Berdasarkan latar belakang yang penelitian yang dipaparkan, penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Komunikasi Politik Gubernur Ganjar Pranowo diakun Instagram @ganjar_pranowo Tentang Pembangunan Pariwisata Jawa Tengah tahun 2018-2021.”
7 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas masalah yang ingin diteliti oleh peneliti adalah bagaimana komunikasi politik Gubernur Ganjar Pranowo di akun instagram
@ganjar_pranowo tentang pembangunan pariwisata Jawa Tengah tahun 2018- 2021?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi politik pariwisata Jawa Tengan pada Instagram @ganjar_pranowo dalam memajukan Jawa Tengah.
1.4 Kegunaan Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan oleh peneliti setelah melakukan penelitian dengan judul diatas adalah sebagai berikut:
1. Kegunaan Akademis
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan akademik bagi perkembangan ilmu pengetahuan di bidang komunikasi politik.
2. Kegunaan Teoritis
Kegunaan teoritis yaitu kegunaan untuk mengambangkan ilmu.
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian dibidang komunikasi politik, khususnya pembangunan pariwisata Jawa Tengah.
3. Kegunaan Praktis
Kegunaan praktis yaitu kegunaan untuk membantu memecahkan masalah. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran
8
indikator berjalannya komunikasi politik. Serta memberikan gambaran mengenai pembangunan pariwisata yang disampaikan pada Instagram
@ganjar_pranowo.
1.5 Sistematika Penulisan Laporan Akhir
Bab 1 merupakan pendahuluan yang berisi judul penelitian, latar belakang tentang pembangunan pariwisata pada Instagram @ganjar_pranowo, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, lokasi dan tatakala penelitian, dan sistematika penulisan laporan akhir.
Bab II berisi tentang teori-teori yang bersangkutan dan relevan dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini akan berfokus pada pembangunan pariwisata yang sudah tertulis pada RPJMD 2018-2023.
Bab III berisi tentang uraian yang jelas dan rinci tentang rencana penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan metode lainnya.
Bab IV berisi tentang hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk data dan ilustrasi (gambar, foto, tabel, dll). Pembahasan berisi perbandingan hasil yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh dengan data pengetahuan yang sudah dipublikasikan, kemudian menjelaskan implikasi data yang diperoleh bagi ilmu pegetahuan dan pemanfaatannya. Temuan atau informasi yang diperoleh dapat dikaitkan dengan tujuan penelitian.
Bab V berisi tentang rangkuman seluruh isi yang telah dibahas pada penelitian serta saran yang ditujukan kepada pihak yang terkait.