IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI UGANG SAYU DESA 3
KECAMATAN GUNUNG BINTANG AWAI KABUPATEN BARITO SELATAN
Dwi Winarni SDN Ugang Sayu Desa 3
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
URL : http://e-jurnalmitrapendidikan.com
© 2021 Kresna BIP.
e-ISSN 2550-0481 p-ISSN 2614-7254
Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)
Dikirim : 09 September 2021 Revisi pertama : 15 September 2021 Diterima : 18 September 2021 Tersedia online : 28 September 2021
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan prestasi matematika serta Mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar melalui impelementasi pendekatan konstektual pada siswa Kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
Diharapkan dengan Implementasi pendekatan kontekstusl dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
Sebjek penelitian adalah siswa berjumlah 22 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian manunjukan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan II yaitu masing-masing 68,18%, 77,27%, dan 86,36%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan impelementasi pendekatan konstektual dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa Kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
Kata Kunci: Prestasi Belajar, Pendekatan Kontekstual Email : [email protected]
PENDAHULUAN Latar Belakang
Pada pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) guru tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta tetapi guru hendaknya mendorong siswa untuk mengkontruksi pengetahuan dibenak mereka sendiri. Melalui CTL siswa diharapkan belajar melalui ‘mengalami’ bukan ‘menghapal’. Dalam pembelajaran, guru perlu memahami konsepsi awal yang dimiliki siswa dan mengaitkan dengan konsep yang akan dipelajari.
Konsepsi awal ini dapat direkam dari pekerjaan siswa dalam LKS dan dari jawaban siswa terhadap pertanyaan-pertanyaan guru yang disampaikan pada awal pembelajaran. Dalam pembelajaran biasanya siswa malu atau takut bertanya kepada gurunya dan lebih suka bertanya kepada teman-temanya. Oleh karena itu implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS perlu diterapkan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (a) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai dengan implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS., (b) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS.
Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul “Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V SDNegeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai”.
Rumusan Masalah
Masalah adalah segala rintangan tentang hambatan dan kesulitan yang memerlukan pemecahan jawaban agar usaha pencapaian tujuan dimaksud dapat berhasil dengan baik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah peningkatan prestasi siswa melalui implementasi pendekatan konstektual pada siswa Kelas V SDNegeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan?
Tujuan Perbaikan
Tujuan utama penelitian ini adalah :
1. Menghasilkan model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan prestasi matematika pada siswa Kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
2. Mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar melalui impelementasi pendekatan konstektual pada siswa Kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
3. Meningkatkan keaktifan siswa pada kegiatan pembelajaran yang akan membawa peningkatan prestasi belajar melalui impelementasi pendekatan konstektual pada siswa Kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan.
KAJIAN PUSTAKA Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah upaya untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Agar dapat memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal, maka proses pembelajaran harus dilakukan dengan sadar dan sengaja serta terorganisasi secara baik.
Winkel (Eveline Siregar dan Hartini Nara, 2018:12) “pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intren yang berlangsung dialami siswa”.
Sudjana (2014:18) mengemukakan “pembelajaran adalah perpaduan dari dua aktivitas belajar dan mengajar”.
Rusman, (2017:134) “pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik berinteraksi secara langsung seperti kegiatan tatap mukamaupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran”.
Miarso (Eveline Siregar dan Hartini Nara, 2018:13) “pembelajaran adalah usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaanya terkendali”.
Syaiful Sagala (2017 :61) “pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan”.
Berdasarkan defenisi di atas dapat diartikan bahwa pembelajaran adalah interaksi langsung antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar yang disampaikan guru kepada siswa saat belajar untuk mencapai tujuan tertentu.
Pengertian Belajar Matematika
Ihasana El Khuluqo (2017: 1) menyatakan bahwa “Belajar adalah suatu aktivitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.” Samidi dan Istarani (2016: 10) mendefinisikan bahwa “Matematika adalah pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan problem-problem numerik.
Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak bebagai ide dan kesimpulan-kesimpulan”.
Dari Pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar matematika adalah keiatan atau aktivitas seseorang dalam mendalami pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan problem-problem numerik.
Pendekatan Kontektual
Salah satu pendekatan pembelajaran adalah pendekatan kontekstual merupakan model yang melibatkan siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. Siswa didorong untuk beraktivitas mempelajari materi pelajaran sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya. Belajar dalam pendekatan kontekstual bukan hanya sekedar mendengarkan dan mencatat, tetapi belajar
adalah proses berpengalaman secara langsung. Melalui proses berpengalaman itu diharapkan perkembangan siswa terjadi secara utuh, yang tidak hanya berkembang dalam aspek kognitif saja, tetapi juga aspek afektif dan juga psikomotorik.
Eveline Siregar, dan Hartini Nara, (2018:118) “pendekatan kontekstual (CTL )merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupannya sebagai anggota keluarga dan masyarakat”.
Blanchard (Trianto, 2018:104) “pendekatan kontekstual (CTL) merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan anggota masyarakat”.
Elaine B. Jhonson (Rusman, 2017:187) “pendekatan kontekstual (CTL) adalah usaha untuk membuat siswa aktif dalam memompa kemampuan diri tanpa merugi dari segi manfaat, sebab siswa berusaha mempelajari konsep sekaligus menerapkan dan mengaitkannya dengan dunia nyata”.
Aris Shoimin (2018:41) “pendekatan kontekstual (CTL) merupakan suatu proses yang holistic dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lainya”.
Berdasarkan defnisi yang telah diuraikan di atas penulis menyatakan bahwa pendekatan kontekstual adalah mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar dengan kehidupan nyata.
Pengertian Hasil Belajar
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti akan mendapat hasil, begitu juga dalam bidang pendidikan apabila peserta didik yang menuntut ilmu di sekolah pasti akan mendapatkan hasil belajar selama ia sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah.Purwanto (2014: 46) menyatakan bahwa “Hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa akibat belajar”.
Kemudian Susanto (2016: 5) menyatakan bahwa “Hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar”. Supardi (2017: 2) berpendapat bahwa : “Hasil belajar adalah tahap pencapaian aktual yang ditampilkan dalam bentuk perilaku yang meliputi aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor dan dapat dilihat dalam bentuk kebiasaan, sikap dan pengargaan.”
Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan dan pencapaian yang diperoleh siswa setelah melakukan proses belajar yang menyangkut tentang pengetahuan, sikap dan keterampilannya.
METODE PENELITIAN
Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SDNegeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan Kelas V tahun pelajaran 2019/2020
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2019 semester ganjil.
Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas V SD Negeri Ugang Sayu Desa 3 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan pada mata pelajaran matematika materi pecahan
Rancangan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dengan penelitian tindakan kelas ini peneliti mermberikan tindakan kepada subjek yang diteliti yaitu siswa kelas V dan guru bertindak sebagai observer.
Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas peran dan tanggung jawab guru khususnya dalam pengelolahan pembelajaran. Melalui PTK, guru dapat meningkatkan kinerjanya secara terus menerus, dengan cara refleksi diri (self reflection), yakni upaya menganalisis untuk menemukan kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran sesuai dengan program pembelajaran yang telah disusunnya, dan diakhiri dengan melakukan refleksi.
PTK merupakan kegiatan ilmiah yakni proses berfikir yang sistematis dan empiris dalam upaya memecahkan masalah yaitu masalah, proses pembelajaran yang dihadapi oleh guru itu sendiri dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar Wina Sanjaya, (2013). PTK merupakan suatu bentuk penelitian yang melekat pada guru, yaitu mengangkat masalah-masalah aktual yang dialami oleh guru di lapangan Salim, dkk, (2015).
PTK adalah penelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebut. Dengan demikian PTK adalah jenis penelitian yang memaparkan baik proses maupun hasil, yang melakukan PTK di kelasnya untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya Suharsimi Arikunto, (2017).
Teknik Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan metode pembelajaran demonstrasi, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.
Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiata pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Siklus I
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2019 di kelas V dengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I
No Kategori Jumlah
1 Tuntas 15
2 Tidak Tuntas 7
3 Nilai Tetinggi 90
4 Nilai Terendah 50
5 Total Nilai 1520
6 Rata-Rata 69.09
7 Persentase Ketuntasan 68.18%
Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)
Dari tabel 1 di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran matematika diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 69,09 dan ketuntasan belajar mencapai 68,18% atau ada 15 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 68,18% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pendekatan kontekstual.
Siklus II
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 20 September 2019 di kelas V dengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal
ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrument yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut
Tabel 2. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II
No Kategori Jumlah
1 Tuntas 17
2 Tidak Tuntas 5
3 Nilai Tetinggi 90
4 Nilai Terendah 60
5 Total Nilai 1680
6 Rata-Rata 76.36
7 Persentase Ketuntasan 77.27%
Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)
Dari tabel 2 di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 76,36 dan ketuntasan belajar mencapai 77,27% atau ada 17 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah megalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I.
Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika.
Siklus III
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada tanggal 27 September 2019 di kelas V dengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil peneitian pada siklus III adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III
No Kategori Jumlah
1 Tuntas 19
2 Tidak Tuntas 3
3 Nilai Tetinggi 90
Lanjutan Tabel 3. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III
No Kategori Jumlah
4 Nilai Terendah 60
5 Total Nilai 1800
6 Rata-Rata 81.82
7 Persentase Ketuntasan 86.36%
Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2019)
Berdasarkan tabel 3 diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 81,82 dan dari 22 siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86,36% (termasuk kategori tuntas). Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Pada siklus III ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai, sehingga penelitian ini hanya sampai pada siklus III.
Pembahasan
1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa
Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan II) yaitu masing-masing 68,18%, 77,27%, dan 86,36%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.
2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
3. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika materi pecahan yang paling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.
Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langah-langkah pembelajaran pendekatan kontekstual dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan kegiatan LKS/menemukan konsep, menjelaskan/melatih menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%).
2. Penerapan pendekatan kontekstual mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pendekatan kontekstual sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.
Saran
Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar matematika lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:
1. Untuk melaksanakan pendekatan kontekstual memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan pendekatan ini dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Susanto. 2016. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana
Ihsana El Khuluqo. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Medan : Larispa
Purwanto . 2016. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Rusman. 2017. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT Rajaperindo Persada.
Salim, dkk. 2015. Penelitian Tindakan Kelas (teori dan aplikasi bagi mahasiswa, guru mata pelajaran umum dan pendidikan agama islam di sekolah), Medan: Perdana Publishing
Samidi dan Istarani. 2016. Kompetensi dan Profesionalisme IPA dan Matematika.
Shoimin, Aris. 2018. 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Siregar, Eveline dan Hartini Nara. 2018. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor:
Ghalia Indonesia.
Sudjana. 2014. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakary.
Suharsimi Arikunto. 2017. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara Supardi. 2017. Statistik Penelitian Pendidikan. Depok : Rajagrafindo Persada.
Trianto. 2018. Mendisain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:
Kencana
Wina Sanjaya. 2013. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Kencana Predana Media Group