• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggenapan Nubuatan Nabi Yesaya Tentang Immanuel (Studi Intertekstuality Yesaya 7:14 dan Matius 1:23)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Penggenapan Nubuatan Nabi Yesaya Tentang Immanuel (Studi Intertekstuality Yesaya 7:14 dan Matius 1:23)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |72

Penggenapan Nubuatan Nabi Yesaya Tentang Immanuel (Studi Intertekstuality Yesaya 7:14 dan Matius 1:23)

Hulman Simanungkalit

Prodi Magister Teologi, STT Injili Indonesia Medan Email: [email protected]

Abstract:

The word “immanuel” is on of the greatest attributes given to the Baby Jesus mentioned by the Angel.

The other attributes are Wonderful Counsellor, the Mighty God, the Everlasting Father and the Prince of Peace. Eventhough these attributes are frequently used, the word “Immanuel” are mentioned only three times in the Bible (Isaiah 7:14; 8:8, Matthew 1:23). In the book of Isaiah 7:14 and the Gospel of Matthew 1:23, we find that there are a slight difference in giving name of

“Immanuel”. In the book of Isaiah, it is written that a young virgin (single) named Him Immanuel, but in the Gospel of Matthew, it is written that Marry and Joseph (couple) named Him Immanuel. Does Matthew, known as a tax collector who worked very thoroughly, make a mistake? Who is actually the young virgin stated by Isaiah? Is she an ordinary virgin? Or does it refer to Mary??

Keywords: intertextuality, imannuel

Abstrak:

Kata Immanuel ini menjadi salah satu dari tujuh julukan terbesar bagi Bayi Yesus yang diungkapkan oleh malaikat, yakni: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Immanuel, Raja Damai, Bapa yang Kekal, Juruselamat, dan Tuhan. Meskipun istilah itu akrab dengan diri kita, namun kata Immanuel itu sendiri di dalam Alkitab hanya disebutkan sebanyak 3 kali (Yes. 7:14, 8:8; Mat. 1:23). Dalam Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 maka disana kita menjumpai ada beberapa masalah, yaitu: Ada sedikit perbedaan dalam menamai bayi Yesus dengan sebutan Immanuel. Di kitab Yesaya dituliskan bahwa yang menamai Dia Immanuel adalah perempuan itu (tunggal) tetapi di Injil Matius, yang memberi nama adalah mereka (jamak), yaitu Maria dan Yusuf. Apakah Matius, seorang pemungut cukai yang dikenal sangat teliti itu melakukan kesalahan? Siapakah perempuan muda yang dimaksud oleh Yesaya? Apakah ia seorang perempuan biasa ataukah ini mengacu pada Maria? Misteri dari Immanuel itu sendiri.

Kata Kunci: Intertekstuality; Immanuel

I. PENDAHULUAN

Banyak sarjana yang telah menyelidiki tentang Yesaya 7:14 sehubungan dengan doktrin kelahiran Tuhan Yesus Kristus melalui seorang perawan. Dari awal sampai sekarang diskusi yang berpusat tentang tema ini telah menarik, bervariasi, dan kadang bahkan memanas. Lindblom mencirikan Yesaya 7:14 sebagai "jalan yang tiada akhir dari Imanuel tanda."1 Rawlinson berpendapat: "Sedikit nubuat telah menjadi pokok pembicaraan begitu banyak kontroversi, atau mengundang berbagai tafsiran, seperti

1Walter C. Kaiser, Jr., A History of Israel From the Bronze Age Through the Jewish Wars (Nashville: Broadman & Holman, 1998), pp. 371–74.

(2)

Copyright© 2020 – KERUGMA |73

nubuatan ini Immanuel. Rosenmueller memberikan daftar dua puluh delapan penulis yang telah menulis disertasi di atasnya, dan dirinya sendiri menambahkan tanggal dua puluh sembilan. Namun subjeknya jauh dari sedang kelelahan. "2 Barnes menekankan ketidakjelasan dari bagian ini: "Siapa ini Perawan itu, dan apa arti sebenarnya dari prediksi ini, telah memberi, Mungkin, lebih membingungkan para komentator daripada hampir bagian lainnya Alkitab." 3 Sekali lagi, dia bersikeras, "Mungkin tidak ada nubuatan dalam Perjanjian Lama dimana lebih banyak telah ditulis, dan yang telah menghasilkan lebih banyak kebingungan di antara para komentator dari pada ini. Dan bagaimanapun juga, tetap ada, dalam banyak hal, sangat tidak jelas. " 4

Skinner mencari secara umum untuk menentukan sumber dari kesulitan. Dia menyatakan: "Mungkin tidak ada satu bagian pun dari Perjanjian Lama telah begitu banyak ditafsirkan atau telah menimbulkan begitu banyak kontroversi sebagai nubuatan yang terkandung dalam ayat-ayat ini. Kesulitan muncul terutama dari kenyataan bahwa sementara syarat prediksi sangat tidak terbatas untuk mengakui berbagai macam Kemungkinan, kita tidak memiliki catatan tentang pemenuhan aktualnya dalam kontemporer peristiwa." 5 Mengingat pernyataan ini mengenai kesulitan dalam bagian ini, Seseorang hampir tidak bisa mengharapkan kebulatan suara di antara kaum liberal atau konservatif di dalamnya teologi. Titik logis di mana penyelidikan harus dimulai adalahperlakuan cermat terhadap konteks langsung.

Oleh karena itu penulis mengambil topik ini untuk mengetahui apakah Yesaya 7:14 ada kaitannya dengan Matius 1:23 yang memiliki kutipan yang sama dalam Perjanjian Lama begitu juga dalam Perjanjian Baru.

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Makna pada Yesaya 7:14 belum diketahui, dikatakan bahwa seorang perempuan dara akan melahirkan seorang anak laki-laki, yaitu Imanuel, siapakah Imanuel itu ?

2. Pada Matius 1:23 juga dikatakan demikian, apa makna sebenarnya ?

2 Johannes Lindblom, “A Study on the Immanuel Section on Isaiah vii, 1–ix, 6,” Scripta Minora 1957–58:4 (Lund, Sweden: Lund CWK Gleerup, 1958), 15.

3George Rawlinson, “Isaiah: An Exposition,” in The Pulpit Commentary, ed. H. D. M. Spence and Joseph S. Excell (1892; repr., Grand Rapids: Eerdmans, 1977), 10:129.

4 Albert Barnes, “Isaiah,” in Notes on the Old Testament: Explanatory and Practical, ed. Robert Frew (1853; repr., Grand Rapids: Baker, 1950), 1:148.

5 Ibid., 157.

(3)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |74

3. Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 merupakan ayat yang memiliki isi yang sama, apakah kedua ayat ini ada hubungannya secara studi intertekstual atau tidak ? Dapat dibuat rumusan masalah dalam penulisan ini merupakan spesifikasi pokok utama dalam pembahasan, yaitu berkaitan dengan pertanyaan, antara lain : Pertama, Apakah makna yang terdapat dalam Yesaya 7:14 ? Kedua, Apakah makna yang terdapat dalam Matius 1:23 ? Ketiga, Apakah ada hubungan intertekstual antara Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 ? Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan penelitian yang lebih komperehensif sehingga menghasilkan jawaban yang konkrit berdasarkan pada Alkitab.

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode induktif ( metode eksegesa ) dan metode intertekstual. Metode Intertekstual adalah metode yang dapat mengetahui keterkatian atau hubungan antara sebuah teks dengan teks lainnya.

Juga diperlukan eksegesa untuk dapat mengetahui makna dan maksud sebenarnya dari penulis terhadap ayat yang terkait.

II. METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis teks secara eksegesis melalui studi intertekstuality, dan meninjau berbagai literatur yang berkaitan dengan topik. Memaparkan bukti gramtika sintaksis, anaslis konteks dan historisnya.

III. PEMBAHASAN DAN HASIL

Studi Intertekstual Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 Analisa Historis Yesaya 7:14

Dalam Yesaya 7:1, Ahaz (735-715 SM) kerajaan selatan dihadapkan pada tahun 734 SM. dengan kekuatan gabungan Raja Rezin (750-732 SM) dari Syria dan Raja Pekah (752-732 SM) dari kerajaan utara. Kedua raja tersebut sebelumnya membentuk sebuah koalisi untuk menangkal Asyur. Ahaz rupanya telah menolak tawaran sebelumnya untuk bergabung dengan mereka. Sebagai tanggapan, kedua raja tersebut mengirim pasukan gabungan mereka melawan Yerusalem dalam upaya untuk menggulingkan Ahaz, menggantikannya dengan seorang raja yang mereka pilih, dan

(4)

Copyright© 2020 – KERUGMA |75

memaksa kerajaan selatan untuk bergabung dengan tujuan mereka (ayat 6) .6 Motif di balik ini- Serangan Efraim, bisa diasumsikan, dua kali lipat. Dengan memiliki kerajaan selatan sebagai bagian dari koalisi, kemungkinan koalisi melawan kekuatan Asyur yang hebat akan ditingkatkan. Pada saat yang sama, penyangga akan disediakan untuk bagian selatan koalisi jika Mesir memutuskan untuk memanfaatkan ketidakstabilan politik di wilayah tersebut.7

Untuk meredakan kekhawatiran Ahas tentang kekuatan yang telah disusun untuk dia, Tuhan mengirim Yesaya dengan pesan pengharapan. Yesaya menjanjikan Ahas bahwa Tuhan akan campur tangan untuknya dan mengalahkan kedua raja yang menentangnya (ayat 7). Yesaya kemudian mengarahkan Ahaz untuk mencari sebuah tanda dari Tuhan, bahkan sebuah tanda ajaib, yang akan menjadi konfirmasi akan janji Allah (ayat 11). Namun, Ahaz menolak untuk meminta sebuah tanda, seolah-olah untuk menghindari mencobai Tuhan (ayat 12).8Tanggapannya adalah, pada kenyataannya, dia tidak mau percaya pada janji-janji Allah, maksud Ahas adalah untuk selama-lamanya.

meminta bantuan orang Asyur.9 Yesaya menegur Ahas karena ketidakjelasannya dan mengatakan bahwa Tuhan memang akan memberi tanda, penolakan sang raja sekalipun (ayat 13). Tanda itu adalah bahwa seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan disebut Immanuel. Selain itu, sebelum anak laki-laki mencapai usia di mana dia dapat membedakan yang benar dari yang salah, kedua bangsa dan raja mereka yang mengancam Ahas , akan digulingkan (ay 14-16) .Jadi, tanda (ayat 14-16 ) secara langsung terkait dengan janji pembebasan Allah (ayat 7), yang pada gilirannya, terkait langsung dengan ancaman yang dihadapi Ahas dan kerajaan selatan (ayat 6).

632 Kgs 16:5–6. Eugene H. Merrill, Kingdom of Priests: A History of Old Testament Israel (Grand Rapids: Baker, 1987), pp. 405–7, 425–26.

7Walter C. Kaiser, Jr., A History of Israel From the Bronze Age Through the Jewish Wars (Nashville: Broadman & Holman, 1998), pp. 371–74.

8Brevard S. Childs, Isaiah, Old Testament Library (Louisville, KY: Westminster John Knox, 2001), p. 65. Commenting on Ahaz’s response, Childs states, “Taken by itself, his response seems to have the trappings of true piety before such an awesome decision. However, this possible interpretation is immediately excluded by the prophet’s vehement response, which brands it as wearisome hypocrisy arising out of sheer unbelief” (ibid.).

92 Raja-raj 16:7–9.

(5)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |76

Analisa Sastra Yesaya 7:14

ITB NIV HEBREW

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:

Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Therefore the Lord himself will give you a sign: The virgin will conceive and give birth to a son, and will call him Immanuel.

~k,Þl' aWh± yn"ïdoa] !Te’yI !kel'ü

!Beê td<l<åyOw> ‘hr"h' hm'ªl.[;h' hNEåhi tAa+

`lae( WnM'î[i Amßv. tar"ïq'w>

Suatu Pertanda “A Sign”

Kata Ibrani diterjemahkan sebagai "suatu pertanda". Kata itu muncul kira-kira 76 kali dalam Perjanjian Lama dan biasanya mengacu pada beberapa manifestasi yang membuktikan kuasa Allah. Ini tidak harus merupakan manifestasi supernatural.

Misalnya, Yesaya 19:20 menunjuk pada altar penatua, Tuhan sebagai tanda dan saksi.

Dengan cara yang sama, Yesaya berbicara tentang dirinya dan anak-anaknya sebagai digunakan sebagai "tanda dan keajaiban di Israel" (Yesaya 8:18).

Suatu Perempuan Muda

Ada sejumlah kata Ibrani yang bisa digunakan untuk menggambarkan baik perawan atau wanita muda. Bethulah biasanya dianggap sebagai kata bahasa Ibrani teknis untuk "perawan." Biasanya menandakan seorang wanita muda yang masih tinggal dengan orang tuanya, meskipun dalam Ulangan 22:19 dan Yoel 1: 8 digunakan untuk wanita yang sudah menikah. Ishah adalah kata biasa untuk "wanita". Na'aro adalah kata untuk seorang wanita muda, dengan penekanan pada masa mudanya. Boas menggunakan istilah ini untuk menggambarkan Rut. Almah biasanya dianggap merujuk pada remaja putri usia menikah. Ketika kita memeriksa setiap penggunaan Almah dalam Perjanjian Lama, kita sampai pada pengamatan bahwa tampaknya selalu merujuk pada seorang gadis muda yang belum menikah yang diharapkan juga akan menjadi perawan.

1. Almah

ה ָ֗ מ ְל ַע

digunakan untuk Ribka yang belum menikah.

Lihatlah, saya berdiri di dekat mata air, dan mungkinkah gadis yang keluar untuk

(6)

Copyright© 2020 – KERUGMA |77

menggambar, dan kepada siapa saya berkata, "Tolong biarkan saya minum sedikit air dari toples Anda (Kejadian 24:43). Dalam bagian ini, hamba Abraham telah dikirim untuk mencari pengantin wanita untuk Ishak. Dia ternyata mencari gadis yang belum menikah yang diasumsikan masih perawan.

2. Almah

ה ָ֗ מ ְל ַע

digunakan untuk Miriam.

Dan putri Firaun berkata kepadanya, "Silakan." Jadi gadis itu pergi dan memanggil ibu si anak. (Keluaran 2: 8). Dalam kasus ini, gadis muda, Miriam, saudara perempuan Musa, sangat jelas merupakan perawan muda yang belum menikah.

3. Almoth

twOml.[‘;

bentuk jamak, digunakan untuk jenis kecapi. ... dan Zakharia, Aziel, Shemiramoth, Yehiel, Unni, Eliab, Maaseiah, dan Benaya, dengan harpa disetel ke alamot. (1 Tawarikh 15:20). Rupanya, kualitas tonal kecapi ini sedemikian rupa sehingga mereka diberi gelar "suara gadis." Penggunaan yang sama ini ditemukan dalam superskripsi Mazmur 46.

4. Almah

ה ָ֗ מ ְל ַע

digunakan untuk seorang Maiden dan Suitornya.

Ada tiga hal yang terlalu indah bagiku, empat yang tidak aku mengerti: Jalan elang di langit, jalan ular di atas batu, jalan kapal di tengah laut, dan jalan seorang pria dengan pembantu. (Amsal 30: 18-19). Bagian ini menjadi topik beberapa kontroversi. Satu pandangan melihatnya sebagai pria yang berusaha memenangkan hati seorang gadis. Fokusnya adalah pada hal-hal yang mampu bergerak secara misterius. Dalam kasus ini, dia memiliki usia menikah, namun sejauh ini belum menikah. Pandangan lain melihat keempat kategori contoh gerakan yang tidak menghasilkan hasil yang nyata. Dengan demikian, elang tidak meninggalkan jejak, ular di batu tidak meninggalkan jejak, kapal tidak meninggalkan jalan yang langgeng dan seorang pria yang terbaring dengan seorang wanita tidak meninggalkan hasil yang segera terlihat. Pandangan ini mengikat Almah dari ayat 19 dengan Ishahi yang berzina dari ayat 20: Inilah cara seorang wanita yang tidak beriman: Dia makan dan menyeka mulutnya, dan berkata, "Saya tidak melakukan kesalahan." Bahkan jika pandangan ini diterima, intinya dari ayat 19 adalah bahwa gadis muda itu akan menjadi perawan sebelum dan sesudah kejadian tersebut dan tidak meninggalkan jejak yang terlihat dari luar bahwa hal-hal lain selain yang muncul.

(7)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |78

Jadi, tidak hanya berbicara tentang beberapa wanita muda yang tidak dikenal atau tidak dikenal di istana Ahaz. Ketika Yesaya menyebut dia sebagai "perawan", dia secara khusus hati-hati merujuk pada orang tertentu.

Imanuel

Fakta bahwa nama yang berarti diberikan kepada Immanuel tidak dengan sendirinya menunjukkan sesuatu yang unik tentang orang yang membawa namanya.

Lagipula, ada banyak orang di zaman Alkitab yang diberi nama yang secara teologis signifikan. Nama Yesaya sendiri menggambarkan hal ini karena membawa makna,

"Keselamatan dari Yahweh." Di sisi lain, pesan bahwa "Tuhan beserta kita" adalah ajaran yang sangat penting bagi Kitab Suci. Abraham diberi janji bahwa Tuhan akan menjadi perisai perlindungan baginya. Implikasinya adalah bahwa Tuhan akan menyertainya untuk mengawasinya. Ketika Musa pertama kali dihadapkan pada semak yang terbakar dan diberi misi untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir, dia diberi tahu oleh Tuhan, "Saya akan menyertai Anda." Kehadiran Tuhan bersama Israel terlihat di tungku merokok pada siang hari dan tiang api di malam hari. Ketika kemah suci didirikan, kehadiran Tuhan dimanifestasikan sebagai bergerak ke dalamnya. Kemudian, pada saat pengudusan bait suci Salomo, awan suci itu masuk ke dalam bait suci, membawa kesaksian akan hadirat Allah. Semua manifestasi ini ada di masa lalu Yesaya, tapi sekarang ketika bangsa Yehuda berdiri di ambang kehancuran yang terancam dan ketika rumah Daud sepertinya siap kehilangan semua harapan masa depan, sebuah janji diberikan. Itulah janji kehadiran Tuhan. Janji ini menemukan pemenuhannya yang terakhir dalam pribadi Yesus Kristus. Dia adalah Firman yang menjadi daging dan

“tabernakel” di antara manusia. Dalam arti yang sangat nyata, Dia adalah “Tuhan bersama kita.”

Analisa Konteks

Sebelum membahas interpretasi ini, sebuah catatan ada kaitannya dengan istilah perawan. Sejumlah penafsir berpendapat bahwa kata yang digunakan dalam Yesaya 7:14,

hm'ªl.[;

almâtidak berarti perawan dalam pengertian teknis. Sebaliknya,

(8)

Copyright© 2020 – KERUGMA |79

ungkapan itu harus dianggap sebagai istilah umum untuk wanita muda (misalnya RSV, NRSV), yaitu wanita usia dewasa yang dapat menua. Individu-individu ini mengklaim bahwa, sementara konsep perawan yang termasuk dalam jangkauan semantiknya, serupa dengan kekuatan esensinya. Mereka menyimpulkan bahwa, seandainya Yesaya menginginkan gagasan tentang seorang perawan, dia akan menggunakan ungkapan yang kurang ambigu

ָ לוּת ְּבהָ

bᵉthûwlâhuntuk mengkomunikasikan pemikiran itu.10Namun, pemeriksaan terhadap bukti Perjanjian Lama tidak mendukung pertentangan ini.

Ekspresi menjadi

ָ לוּת ְּבהָ

bᵉthûwlâhdigunakan lima puluh satu kali dalam Perjanjian Lama dan merupakan kata umum bagi seorang wanita muda yang dewasa secara fisik yang belum menikah dan dianggap suci, yaitu perawan.11Namun, istilah tersebut memiliki arti yang lebih luas. kisaran semantik dan bahkan ditemukan untuk menggambarkan seorang wanita muda yang baru saja menikah.12 Juga, ketika digunakan untuk menggambarkan seorang wanita muda yang masih perawan.

Kata

ָ לוּת ְּבה

bisa mengambil kualifikasi tambahan yang membuat kemurnian seksual wanita muda itu eksplisit. Dalam Imamat 21: 3, misalnya, jadilah

ָ לוּת ְּבה

memiliki ungkapan "dia tidak memiliki suami." Demikian juga, dalam Hakim-hakim 21:12, jadilah

ָ לוּת ְּבה

memiliki ungkapan "siapa yang tidak mengenal seseorang dengan berbohong dengannya." Apakah kualifikasi ini membatasi, mempersempit arti istilah, atau deskriptif, yang menyatakan kembali makna istilah tersebut, intinya adalah bahwa hal tersebut akan menjadi tidak perlu jika itu adalah istilah yang tidak ambigu untuk perawan.13 Ungkapan

hm'ªl.[;

, di sisi lain, ditemukan hanya sembilan kali dalam Perjanjian Lama. Dua di antaranya digunakan sehubungan dengan notasi musik dimana

10John N. Oswalt, The Book of Isaiah, 2 vols., New International Commentary on the Old Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 1987, 1998), 1:210–11

11E.g., Deut 22:13–29. Gordon J. Wenham, “ bᵉthûwlâh‘A Girl of Marriageable Age,’” Vetus Testamentum 22 (July 1972): 326–48;

12E.g., Joel 1:8, “Wail like a virgin bᵉthûwlâhgirded with sackcloth for the bridegroom of her youth.” In defense of taking be bᵉthûwlâhin this verse as a reference to a young, married woman, see Theological Dictionary of the Old Testament, by M. Tsevat, 2:341; James L. Crenshaw, Joel, AB (New York: Doubleday, 1995), pp. 97– 98.

13Richard Niessen, “The Virginity of the in Isaiah 7:14,” Bibliotheca Sacra 137 (April–June 1980): 145–46.

(9)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |80

maknanya sulit ditentukan.Dari tersisa tujuh penggunaan, ungkapan tampaknya tumpang tindih menjadi kenyataan

ָ לוּת ְּבה

dengan gagasan tentang seorang wanita muda yang dewasa secara fisik yang belum menikah dan dianggap suci, yaitu seorang perawan.Makna ini, seorang wanita muda yang belum kawin yang masih perawan, cocok untuk ketujuh penggunaan dan dapat ditolak tanpa satupun dari mereka. 14 Cukup menarik, satu kali kedua kata itu digunakan dalam konteks yang sama untuk menggambarkan wanita yang sama, jadilah

ָ לוּת ְּבה

digunakan pertama dan memenuhi syarat oleh ungkapan, "dan tidak ada orang yang memiliki hubungan dengannya," dan kemudian

hm'ªl.[;

, digunakan setelah ini tanpa kualifikasi.Jadi, bila perbandingan kedua ungkapan itu diperbolehkan,

hm'ªl.[;

, nampaknya istilah yang kurang ambigu untuk

"perawan." Digunakan dengan sendirinya untuk menggambarkan wanita tersebut, setelah kemurnian seksualnya telah terbentuk dengan penggunaan

ָ לוּת ְּבה

ditambah

frasa klarifikasi. Dengan asumsi bahwa

hm'ªl.[;

, adalah istilah yang kurang ambigu untuk "perawan," nabi memilih

hm'ªl.[;

, lebih dari itu

ָ לוּת ְּבה

untuk berkomunikasi lebih tepat makna yang dimaksudkan dalam nubuat.15

Analisa Historis Matius 1:23

Matius 1:23 berkata: “mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita.” Imanuel adalah sebuah nama yang mengandung makna yang dalam sekaligus menjelaskan makna kelahiran Yesus Kristus. Dengan kelahiran Imanuel berarti Allah beserta kita. Allah beserta kita dimanapun dan dalam keadaan apapun.

Allah tidak terikat pada satu tempat tertentu dan pada orang-orang tertentu. Di pihak lain, ini berarti bahwa Tuhan senantiasa mengawasi kehidupan anak-anakNya yang percaya kepadaNya.

14Edward J. Young, Studies in Isaiah (Grand Rapids: Eerdmans, 1954), pp. 164– 85; Niessen, “The Virginity of the in Isaiah 7:14,” pp. 135–41; TWOT, s.v. “ ” by Allen A. MacRae, 2:672

15Motyer, The Prophecy of Isaiah, pp. 84–85.

(10)

Copyright© 2020 – KERUGMA |81

Matius 1:23 ini menceritakan tentang kelahiran Yesus dan pemberian nama yaitu Yesus, dan terkait dengan Yesaya 7:14 dalam kata “Imanuel”. Ini terdapat pada zaman yang berbeda. Kelahiran Yesus terdapat pada 1 Masehi, penulis kita matius adalah matius sendiri. Kalimat yang terdapat pada Matius dikutip sama persis dengan yang dikutip pada Yesaya.

Penggenapan Kitab Suci dalam semua peristiwa ini. Pemberita Injil ini, yang menulis di antara orang Yahudi, lebih sering mengamati hal ini dibandingkan para penulis Kitab Injil lainnya. Di sini nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mendapatkan penggenapannya dalam diri Yesus Tuhan kita, yang menunjukkan bahwa memang Dia itulah yang seharusnya datang, bahwa kita tidak perlu mencari-cari yang lain. Sebab, tentang Dialah semua nabi bersaksi. Sekarang, firman Tuhan yang digenapi melalui kelahiran Kristus adalah tanda yang dijanjikan Allah kepada raja Ahas (Yes.

7:14), Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung, di mana sang nabi, yang mendorong umat Allah agar mengharapkan pembebasan yang dijanjikan dari invasi Sanherib, mengarahkan mereka untuk menanti-nantikan Mesias, yang akan muncul dari bangsa Yahudi, dan rumah Daud. Dari hal ini mudah ditarik kesimpulan bahwa meskipun baik bangsa maupun rumah itu ditimpa kemalangan, tidak ada satu pun dari keduanya yang akan dibiarkan runtuh, selama Allah mempunyai kehormatan yang sedemikian tinggi, berkat yang begitu besar, tersedia bagi mereka. Karya-karya pembebasan yang dikerjakan Allah bagi umat Perjanjian Lama merupakan perlambangan dan bayang-bayang dari keselamatan agung melalui Kristus; dan bila Allah akan melakukan perkara yang lebih besar, Ia tidak akan gagal melakukan yang lebih kecil.

Nubuat yang dikutip disini pantas didahului dengan ucapan Lihatlah, yang menuntut perhatian maupun kekaguman; karena di sini kita melihat misteri keilahian itu, yang tidak dapat disangkal lagi, benar-benar luar biasa, bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia.

1. Pertanda yang diberikan adalah bahwa Mesias itu akan lahir dari seorang anak dara.Seorang perempuan muda akan mengandung, dan melaluinya, Ia akan dinyatakan dalam rupa manusia. Istilah Almah menunjukkan arti seorang anak dara dalam pengertiannya yang seketat-ketatnya, seperti yang diakui Maria perihal

(11)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |82

dirinya (Luk. 1:34), aku belum bersuami. Dan seandainya tidak demikian, pertanda tersebut tidak akan menjadi pertanda yang sungguh luar biasa sebagaimana yang dimaksudkan. Sejak semula telah diisyaratkan bahwa Mesias akan lahir dari seorang anak dara, ketika dikatakan bahwa Ia akan menjadi keturunan dari perempuan itu; jadi, keturunan dari perempuan itu dan bukan keturunan dari laki-laki mana pun. Kristus lahir dari seorang anak dara, bukan saja karena kelahirannya harus bersifat supernatural, sekaligus sangat luar biasa, tetapi juga karena peristiwa itu harus terjadi tanpa cacat, suci, dan tanpa setitik noda pun karena dosa. Kristus akan lahir bukan dari seorang kaisar perempuan atau ratu, sebab Ia muncul bukan dalam kemegahan atau semarak lahiriah, melainkan dari seorang anak dara, untuk mengajarkan kepada kita kemurnian rohani, untuk mati terhadap semua kesenangan indrawi, sehingga dengan demikian menjaga supaya diri kita tidak dicemarkan oleh dunia ini, keinginan daging, agar kita boleh dipersembahkan sebagai perawan-perawan suci kepada Kristus.

2. Kebenaran yang dibuktikan melalui pertanda ini adalah, bahwa Dia Anak Allah, dan Pengantara antara Allah dan manusia: sebab mereka akan menamakan Dia Imanuel, artinya, Ia akan menjadi Imanuel. Dan ketika dikatakan, Dia akan dinamakan, itu artinya Dia akan menjadi, menjadi TUHAN keadilan kita. Imanuel berarti Allah menyertai kita; sebuah nama yang penuh misteri, namun sangat berharga; Allah berinkarnasi di antara kita, sehingga Allah dapat diperdamaikan dengan kita, menjadi rukun dengan kita, dan membawa kita ke dalam kovenan dan persekutuan dengan-Nya. Umat Yahudi memiliki Allah beserta mereka, dalam bentuk perlambangan dan bayang-bayang, yang bertakhta di atas kerubim, namun tidak pernah mereka memilikinya sebagaimana ketika Firman itu telah menjadi manusia -- yang adalah Shekinah yang diberkati.

Alangkah indahnya langkah yang ditempuh dalam mewujudkan perdamaian dan hubungan antara Allah dan manusia ini, begitu indahnya sampai kedua natur ini, yaitu natur Allah dan manusia, disatukan dalam diri Sang Pengantara! Dengan demikian Ia menjadi Juru Penengah, Wasit yang tidak bercacat, yang layak

(12)

Copyright© 2020 – KERUGMA |83

untuk menumpangkan tangan-Nya di atas kedua pihak, karena Ia mengambil bagian dalam natur kedua belah pihak. Lihatlah, di dalam hal ini terdapat misteri yang paling dalam dan rahmat yang paling kaya yang pernah ada. Melalui terang alam, kita melihat Allah sebagai Allah yang berada di atas kita; melalui terang hukum Taurat, kita melihat-Nya sebagai Allah yang melawan kita; tetapi, dalam terang Injil, kita melihat-Nya sebagai Imanuel, Allah menyertai kita, dalam natur kita, dan (terlebih lagi) demi kepentingan kita. Dengan cara demikian Sang Penebus menunjukkan kasih-Nya. Nama Kristus itu, Imanuel, dapat dibandingkan dengan nama yang diberikan kepada gereja Injil (Yeh. 48:35), Jehovah Shammah - - Tuhan hadir di situ; Tuhan semesta alam beserta kita.

Analisa Sastra Matius 1:23

ITB NIV GREEK

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki- laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"

yang berarti: Allah menyertai kita.

"The virgin will conceive and give birth to a son, and they will call him Immanuel"

(which means "God with us").

VIdou. h` parqe,noj evn gastri.

e[xei kai. te,xetai ui`o,n( kai.

kale,sousin to. o;noma auvtou/

VEmmanouh,l( o[ evstin meqermhneuo,menon MeqV h`mw/n o` qeo,jÅ

Anak Dara – Virgin

Nubuatan diperkenalkan di sini seperti dalam Yesaya dengan "Sesungguhnya!"

tidak hanya untuk meningkatkan dan memperbaiki perhatian, tapi untuk menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu yang luar biasa dan luar biasa yang akan dikaitkan; dan oleh karena itu disebut

תוא

sebuah "tanda", keajaiban, atau keajaiban; yang tidak, karena beberapa penulis Yahudi menegaskan, dalam hal ini, bahwa orang yang dibicarakan tidak layak untuk konsepsi pada saat nubuatan, karena tidak ada hal yang diisyaratkan;

atau dalam hal ini, bahwa itu harus menjadi anak laki-laki dan bukan anak perempuan, yang dinubuatkan; karena keajaiban tidak terletak pada kebenaran prediksi, tapi dalam hal yang luar biasa dari perkiraan; apalagi di sini, bahwa anak harus makan mentega dan madu segera setelah lahir; karena tidak ada yang lebih alami dan biasa terjadi pada bayi baru lahir, daripada mengkonsumsi cairan apapun yang manis dan menyenangkan.

Tetapi tanda atau keajaiban dalam hal ini, bahwa seorang "perawan" harus

"mengandung" atau "menjadi anak"; karena Penginjil harus dibenarkan dalam memberi,

(13)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |84

המלע

oleh παρθενος "perawan"; oleh Septuaginta yang telah melakukannya beberapa ratus tahun sebelum dia, dengan arti kata, yang berasal dari

םלע

dan yang berarti

"menyembunyikan" atau "penutup"; Perawan menjadi seperti yang tidak diketahui, dan tidak ditemukan oleh laki-laki, dan di negara-negara Timur dipelihara pertapa dari perusahaan dan percakapan manusia; dan dengan menggunakan kata di tempat lain, Kejadian 24:43.

Imanuel

Kata "Immanuel" adalah kata dalam bahasa Ibrani,

לאוּנמצ

'immânû'êl, Ἐμμανουήλ Emmanouēland secara harfiah berarti "Tuhan berserta kita." Matius mengartikannya sebagai yang menunjukkan bahwa Mesias benar-benar "Tuhan bersama kita", atau bahwa sifat ilahi dipersatukan dengan manusia. Dia tidak menegaskan bahwa inilah maknanya bila digunakan untuk merujuk kepada anak yang pertama kali diterapkan, namun ini adalah penamaannya yang berlaku bagi Mesias. Itu sesuai karakternya; dan dalam pengertian ini hal itu terpenuhi. Ketika pertama kali digunakan oleh Yesaya, itu menunjukkan bahwa kelahiran anak itu adalah tanda bahwa Allah bersama orang-orang Yahudi untuk membebaskan mereka.

Analisa Konteks

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki”. Ayat yang dikutip adalah Yesaya 7:14. Yesaya mengucapkan kata-kata ini kepada Raja Ahaz di abad kedelapan. Yerusalem dikepung, dan tampaknya kota dan bangsa itu bisa dihancurkan. Yesaya bernubuat bahwa anak laki-laki akan lahir dan bahwa, pada saat dia mencapai kedewasaan, ancaman dari musuh akan berlalu. Kami tidak tahu identitas anak itu, tapi kota dan negara sama-sama terhindar. "Perawan"

adalah terjemahan yang benar dari dia parqe,nojparthenos "perawan", Yesaya menyebut seorang wanita muda

hm'ªl.[;

almâ- meskipun Septuaginta, versi Yunani dari Perjanjian Lama, menggunakanparqe,noj parthenos, yang berarti perawan, dalam Yesaya 7:14.

Maitus menjelaskan parqe,noj parthenos jelas berarti perawan. Baik Markus maupun Yohanes tidak membahas masalah kelahiran perawan, juga tidak menuliskannya.

(14)

Copyright© 2020 – KERUGMA |85

Namun, baik Matius dan Lukas memperjelas bahwa anak itu berasal dari Roh Kudus dan bahwa Yusuf bukanlah ayah (Matius 1:18, 21; Lukas 1:35) - dan bahwa Maria itu perawan (Matius 1:23, 25; Lukas 1:34).

“Mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.”Dalam Injil Lukas, malaikat memberitahu Maria untuk menamai bayi Yesus (Lukas 1:31), namun malaikat ini tidak menyuruh Yusuf untuk menamai bayi Emmanuel. Sebaliknya malaikat itu mengatakan bahwa "mereka" akan menamainya Emmanuel - "mereka" mungkin adalah orang-orang yang akan diselamatkan bayi dari dosa-dosa mereka (ayat 21). Dalam bahasa Ibrani, El adalah bentuk pendek dari Elohim, sebuah nama untuk Tuhan. Immanu-El berarti "Tuhan bersama kita," sebuah makna yang Matius rujuk untuk pembaca non-Ibrani. Emmanuel bukanlah nama kedua dimana teman dan tetangga akan mengenal Yesus. Yesus adalah namanya, dan Emmanuel menggambarkan perannya. Matius memulai Injilnya dengan janji bahwa Yesus adalah Tuhan - bersama kita, dan akan mengakhiri Injil dengan janji bahwa Yesus akan menyertai kita "selalu, sampai akhir zaman" (28:20).

Studi Intertekstual Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 Pertalian Historis

Dalam Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 maka disana kita menjumpai ada beberapa masalah, yaitu: Ada sedikit perbedaan dalam menamai bayi Yesus dengan sebutan Immanuel. Di kitab Yesaya dituliskan bahwa yang menamai Dia Immanuel adalah perempuan itu (tunggal) tetapi di Injil Matius, yang memberi nama adalah mereka (jamak), yaitu Maria dan Yusuf. Apakah Matius, seorang pemungut cukai yang dikenal sangat teliti itu melakukan kesalahan? Siapakah perempuan muda yang dimaksud oleh Yesaya? Apakah ia seorang perempuan biasa ataukah ini mengacu pada Maria? Misteri dari Immanuel itu sendiri.

Kalau kita mengamati misteri Immanuel dalam konteks kitab Yesaya maka kita harus perhatikan 3 prinsip, yakni:

Pertama, Istilah Immanuel yang berkaitan dengan kelahiran bayi itu merupakan pertanda dari Tuhan. Hal ini seharusnya menyadarkan kita akan intervensi Allah atas umat-Nya – Allah sedang mengerjakan karya keselamatan yang agung.

Kedua, Istilah perempuan muda dalam kitab Yesaya adalah alma (bahasa Ibrani),

(15)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |86

kata alma ini tidak pernah dipakai dalam Alkitab maupun dalam literatur Timur Dekat lain. Padahal ada kata lain yang juga bisa berarti dara yaitu betula, namun kata ini dalam PL memiliki dua makna sehingga bisa disalahartikan, yaitu seorang perempuan yang belum bersetubuh maupun seorang perawan yang sudah bertunangan. Dalam Yoel 1:8, kata betula ini dapat diartikan sebagai seorang yang sudah menikah. Kata betula ini mempunyai makna ganda, karena itu Yesaya tidak memakai kata bᵉthûwlâh supaya orang tidak salah mengerti. Seorang perempuan muda yang dimaksud adalah seorang dara yang belum pernah bersetubuh dengan seorang pria. Dari penerapan kata alma kita tahu bahwa kelahiran sifatnya supranatural;

Ketiga, Istilah Immanuel itu harus diterapkan kepada bayi itu sendiri karena dalam kelahiran-Nya terdapat kehadiran Allah, dimana Allah telah ating kepada umatNya di dalam seorang Anak.

Pertalian Sastra (Makna) Yesaya 7:14

ITB NIV HEBREW

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:

Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Therefore the Lord himself will give you a sign: The virgin will conceive and give birth to a son, and will call him Immanuel.

~k,Þl' aWh± yn"ïdoa] !Te’yI !kel'ü

!Beê td<l<åyOw> ‘hr"h' hm'ªl.[;h' hNEåhi tAa+

`lae( WnM'î[i Amßv. tar"ïq'w>

Matius 1:23

ITB NIV GREEK

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"

yang berarti: Allah menyertai kita.

"The virgin will conceive and give birth to a son, and they will call him Immanuel" (which means

"God with us").

VIdou. h` parqe,noj evn gastri.

e[xei kai. te,xetai ui`o,n( kai.

kale,sousin to. o;noma auvtou/

VEmmanouh,l( o[ evstin meqermhneuo,menon MeqV h`mw/n o` qeo,jÅ

(16)

Copyright© 2020 – KERUGMA |87

Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 terdapat persamaan kata dan kalimat, dalam Yesaya itu adalah nubuatan yang tergenapi pada kitab Matius yaitu Imanuel itu sendiri adalah Yesus yang lahir ke dunia ini sebagai Mesias dan Juruselamat yang selalu menyertai kita.

Persoalan Teks

Perbedaan antara Yesaya dan Matius sangat tidak masuk akal, itu ada dalam

"panggilanmu", yaitu perawan memanggilnya dengan nama ini; dan di sisi lain "mereka akan memanggil", yaitu Yusuf, Maria, dan lain-lain; karena, selain itu beberapa salinan membaca teks di Matius (caleseiv) "engkau harus memanggil", kata-kata di dalam keduanya dan yang lainnya dapat diterjemahkan secara impersonal, "dan akan dipanggil"; dan maknanya adalah, bukankah dia harus dikenal dan dipanggil dengan nama seperti itu, lebih dari apapun, atau semua yang disebutkan di dalamnya (Yesaya 9:

6), tetapi hanya bahwa ia seharusnya begitu, yang sering terjadi penggunaan kata; atau dia harus menjadi seperti itu, dan karenanya dipertanggungjawabkan oleh orang lain, yang memberi jawaban atas penamaan nama ini, yang dikatakan oleh Penginjil, Diinterpretasikan adalah Tuhan bersama kita: karena itu adalah kata majemuk (la)

"Tuhan" dan (wnme) "bersama kita", dan juga setuju dengan Yesus, yang adalah Tuhan di alam kita, firman yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. (Yohanes 1:14), dan satu-satunya Pengantara antara Allah dan kita, (1 Timotius 2: 5). Jadi Septuaginta menafsirkan kata dalam (Yesaya 8: 8).

Progresif Inspirasi

Bagaimana menyelesaikan perbedaan antara Yesaya 7:14 dan Matius 1:23? Kita percaya doktrin progressive revelation dimana orang semakin lama akan semakin jelas memahami wahyu Tuhan, demikian halnya dengan Matius ketika ia menafsir Yes. 7:14, Tuhan memberikan suatu pencerahan kepadanya bahwa Immanuel itu tidak hanya disebut oleh seorang perempuan saja tetapi Immanuel itu akan disebut oleh banyak orang. Hal ini dapat diperjelas dengan melihat apa yang terjadi dalam kitab Ibrani.

Penulis Ibrani memberikan suatu interpretasi terhadap suatu kejadian yang terjadi dalam PL tentang kisah anak-anak Tuhan yang disebut sebagai pahlawan iman (Ibr.11).

Bahkan dalam bagian yang lain, penulis Ibrani memberikan interpretasi terhadap apa yang tidak diungkapkan dalam PL.

(17)

Volume 2, No 1, Tahun 2020

p-ISSN 2714-7592; e-ISSN 2714-9609 http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma

Copyright© 2020 – KERUGMA |88

Kesimpulan

Pada kitab Yesaya maupun kitab Matius terdapat hubungan intertekstual yang menyatakan kedua kitab ada kesinambungan di dalamnya yang menyatakan siapa Allah sebenarnya, yaitu Immanuel. Selain itu, sesuailah untuk mengatakan bahwa nubuat yang meramalkan bahwa Ia harus dinamai Imanuel digenapi sesuai rancangan dan tujuannya, pada waktu Ia dinamai Yesus; sebab seandainya Dia bukan Imanuel, Allah menyertai kita, Ia juga bukan Yesus, sang Juruselamat. Di sini tersirat keselamatan yang dikerjakan-Nya, yaitu mempertemukan Allah dan manusia. Inilah yang telah dirancang- Nya, untuk membawa Allah menyertai kita, yang merupakan sukacita besar bagi kita, dan untuk membawa kita agar berada bersama Allah, yang merupakan kewajiban besar kita.

IV. KESIMPULAN/PENUTUP

Setelah memeriksa Kitab Suci sehubungan dengan Immanuel, sekarang kita harus bertanya bagaimana perubahan ini akan mengubah cara kita hidup.

1. Yesus sang Mesias

Yang pertama dan, dari perspektif Perjanjian Baru, penerapan yang paling jelas dari bagian ini adalah bahwa "Tuhan berserta kita." Kita mengambil bagian dalam hadirat Allah ketika kita menerima Dia dalam iman, percaya Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Terapkan pesan dari bagian ini saat kita menerapkan Injil ke dalam hati kita.

2. Tuhan beserta kita

Fakta bahwa Tuhan telah menjadi daging dan telah membuat diriNya dikenal oleh kita membuat semua perbedaan dalam bagaimana kita sekarang menentukan untuk hidup. Mengutip Rasul Paulus, iman kita tidak sia-sia dan khotbah kita tidak sia-sia dan kita tidak berada dalam dosa-dosa kita dan kita bukan orang-orang yang paling menyedihkan.

3. Kehadiran Tuhan yang Terus Berlanjut.

Pesan Immanuel mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan masih bersama kita. Ini adalah pesan yang sama nyatanya di zaman ini seperti pada usia sebelumnya, karena

(18)

Copyright© 2020 – KERUGMA |89

pada saat kenaikan-Nya, Yesus berkata, "Aku selalu bersama kamu, sampai akhir zaman." Tuhan masih bersama kita. Dia bersama jemaat secara kolektif saat kita bersama untuk menyembah Dia dan Dia juga bersama kita secara individu, tidak peduli apa situasinya.

4. Tanda untuk Situasi Sekuler.

Adalah penting bahwa tanda kelahiran perawan diberikan sebagai tanda penghiburan bagi mereka yang menghadapi masalah yang tampak seperti masalah yang luar biasa dalam situasi sekuler. Ini bukan sek3dar perjuangan mistis yang tak terlihat. Itu diberikan dalam situasi nyata yang terjadi di ruang dan waktu dan sejarah. Implikasi dari hal ini adalah bahwa Tuhan dapat bekerja hari ini di luar angkasa dan dalam waktu dan dalam masalah sehari-hari kita yaitu mujizat Allah selalu menyertai.

KEPUSTAKAAN

Albert Barnes, “Isaiah,” in Notes on the Old Testament: Explanatory and Practical, ed.

Robert Frew (1853; repr., Grand Rapids: Baker, 1950).

Brevard S. Childs, Isaiah, Old Testament Library (Louisville, KY: Westminster John Knox, 2001).

Edward J. Young, Studies in Isaiah (Grand Rapids: Eerdmans, 1954).

Eugene H. Merrill, Kingdom of Priests: A History of Old Testament Israel (Grand Rapids: Baker, 1987)

George Rawlinson, “Isaiah: An Exposition,” in The Pulpit Commentary, ed. H. D. M.

Spence and Joseph S. Excell (1892; repr., Grand Rapids: Eerdmans, 1977).

Gordon J. Wenham, “bᵉthûwlâh‘A Girl of Marriageable Age,’” Vetus Testamentum 22 (July 1972).

Johannes Lindblom, “A Study on the Immanuel Section on Isaiah vii, 1–ix, 6,” Scripta Minora 1957–58:4 (Lund, Sweden: Lund CWK Gleerup, 1958).

John N. Oswalt, The Book of Isaiah, 2 vols., New International Commentary on the Old Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 1987, 1998).

Motyer, The Prophecy of Isaiah.

Richard Niessen, “The Virginity of the in Isaiah 7:14,” Bibliotheca Sacra 137 (April–June 1980): 145–46.

Walter C. Kaiser, Jr., A History of Israel From the Bronze Age Through the Jewish Wars. (Nashville: Broadman & Holman, 1998.

Referensi

Dokumen terkait

Suatu sistem surveilans yang ;leksibel dapat menyesuaikan diri Suatu sistem surveilans yang ;leksibel dapat menyesuaikan diri dengan perubahan in;ormasi yang dibutuhkan atau

Walaupun penebangan hutan membawa banyak impak dan kesan yang buruk kepada kita. semua dan juga

7 Penggunaan media video berdampak pada keaktifan peserta didik sehingga sehingga efektifitas guru dalam menyampaikan materi dapan terencana dan terprogram dengan

Arus yang tinggi ini akan menyebabkan daerah HAZ akan lebih besar dan logam induk banyak yang mencair karena penetrasi yang dilakukan lebih besar dan logam induk

Pengurangan pemasokan dilakukan dari sisi hukum dan peraturan, dengan memberikan sanksi hukum yang berat bagi pengedar narkoba, sedangkan pengurangan permintaan dilakukan dengan

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Sampai dengan bulan April 2016 Inflasi

Selain untuk optimasi pakan ternak, algoritme evolution strategies juga pernah digunakan oleh Sulistiowati, Cholissodin, dan Marji (2016) untuk membantu memenuhi

Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah S.W.T karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “ Pengaruh Penggunaan Kandang