• Tidak ada hasil yang ditemukan

5. BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh peneliti dari lapangan dan analisis yang telah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "5. BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh peneliti dari lapangan dan analisis yang telah"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

73

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh peneliti dari lapangan dan analisis yang telah peneliti laksanakan, maka kesimpulan yang didapatkan sebagai jawaban dari rumusan masalah adalah sebagai berikut :

1. Implementasi Manajemen Strategik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SMK Negeri 6 Surakarta

Implementasi manajemen strategik yang diterapkan di SMK Negeri 6 Surakarta meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sudah dilaksanakan secara terstruktur. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

a. Tahap perencanaan merupakan tahap sekolah membuat rancangan program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ajaran dan pada pelaksanaannya akan mengacu kepada rancangan yang telah disusun tersebut.

b. Tahap pelaksanaan yakni tahap sekolah dalam melaksanakan rencana yang telah disusun dalam tahap perencanaan, kemudian sekolah rutin melaksanakan rapat setiap awal bulan yang bertujuan untuk memastikan program atau kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

c. Tahap evaluasi yakni tahap terakhir dalam proses manajemen strategik yang diterapkan oleh SMK Negeri 6 Surakarta, dalam tahap evaluasi sekolah menganalisa kekurangan yang perlu dilakukan perbaikan atau peningkatan selama proses pelaksanaan berlangsung.

Implementasi manajemen strategik yang kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan, SMK Negeri 6 Surakarta telah melakukan beberapa upaya dalam beberapa aspek, yakni peran

(2)

kepala sekolah, kinerja guru, kurikulum serta lulusan meski terdapat beberapa hambatan dalam prosesnya.

2. Hambatan dan upaya yang dilakukan dari implementasi manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan SMK Negeri 6 Surakarta

a. Hambatan-hambatan yang ditimbulkan dari implementasi manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan SMK Negeri 6 Surakarta adalah sebagai berikut :

1) Pelaksanaan supervisi cenderung hanya sebagai formalitas 2) Sumber daya manusia yang masih kurang mendukung adanya

suatu perubahan

3) Ekspektasi siswa yang tidak relevan dengan kualifikasi dalam dunia kerja

b. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan dari implementasi manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan SMK Negeri 6 Surakarta adalah sebagai berikut : 1) Memberikan pemahaman kepada guru mengenai urgensi

supervisi

2) Memberikan dorongan agar senantiasa adaptif terhadap perubahan

3) Memberikan bimbingan kejuruan kepada siswa mengenai dunia kerja

B. Implikasi

Berdasarkan simpulan tersebut maka implikasi penelitian akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Implikasi Teoritis

Penelitian ini menunjukkan bagaimana implementasi manajemen strategik dalam upaya peningkatan mutu pendidikan SMK Negeri 6 Surakarta dengan melihat pada beberapa aspek yakni peran kepala sekolah, kurikulum, kinerja guru dan lulusan. Hasil penelitian

(3)

menunjukkan bahwa implementasi manajemen strategik berlandaskan pada proses manajemen strategik dengan memenuhi tiga aspek yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Namun masih terdapat hambatan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yakni pelaksanaan supervisi yang cenderung hanya sebagai formalitas, sumber daya manusia yang kurang mendukung akan suatu perubahan dan ekspektasi siswa yang tidak relevan dengan kualifikasi dalam dunia kerja. Penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai manajemen strategik sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjadi acuan bagi penelitian sejenis.

2. Implikasi Praktis

Penelitian ini berupaya untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman peneliti. Selain itu dengan adanya beberapa hambatan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi pemicu agar semakin memberikan upaya yang nyata dalam mengatasi hambatan tersebut. Hal tersebut tentu akan berdampak pada mutu pendidikan SMK Negeri 6 Surakarta agar terus mengalami peningkatan. Dengan adanya penelitian ini juga dapat menambah koleksi pustaka bagi Universitas Sebelas Maret dan prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran.

C. Saran

Berdasarkan simpulan tersebut, maka peneliti memberikan kontribusi pemikiran yang dituangkan dalam saran sebagai berikut:

1. Kepada Kepala SMK Negeri 6 Surakarta

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan diatas dan peran penting yang dimiliki oleh kepala sekolah maka terdapat beberapa saran yang dapat peneliti tuliskan, yakni sebagai berikut :

a. Kepala sekolah dapat melibatkan guru dalam proses perencanaan supervisi agar guru dapat memahami secara utuh tujuan supervisi

(4)

sehingga proses supervisi akan berjalan sebagaimana tujuan yang telah ditetapkan.

b. Kepala sekolah dapat membuat program pelatihan yang dibutuhkan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya dan mendukung agar dapat mengikuti pelatihan diluar program yang dilaksanakan oleh sekolah.

2. Kepada Wakasek SMK Negeri 6 Surakarta

Wakil kepala sekolah memiliki tugas untuk membantu kepala sekolah dalam mengelola program serta kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan kepada dua bidang yakni :

a. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dapat melakukan pengembangan lain terhadap kurikulum seperti program Alfa Class agar siswa memiliki kompetensi yang cukup untuk menghadapi dunia kerja.

b. Wakil kepala sekolah bidang humas dan industri

Wakil kepala sekolah bidang humas dan industri senantiasa membangun kerjasama dengan berbagai instansi dengan lebih intensif agar lulusan SMK Negeri 6 Surakarta dapat masuk dalam rekrutmen instansi terkait.

3. Kepada Tim Penjaminan Mutu Sekolah

Tim penjaminan mutu sekolah menjadi bagian penting dalam menjamin mutu SMK Negeri 6 Surakarta. Dalam hal ini, tim penjaminan mutu sekolah bertanggungjawab atas berbagai aspek yang berkaitan dengan mutu pendidikan termasuk kinerja guru serta kompetensi lulusan. Tim penjaminan mutu dapat melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap bagian-bagian yang berdampak pada mutu pendidikan.

(5)

4. Kepada Guru SMK Negeri 6 Surakarta

Dalam proses pembelajaran, guru menjadi sosok yang paling dekat dengan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, terdapat beberapa saran yang dapat peneliti tuliskan, yakni sebagai berikut :

a. Guru dapat melakukan pengembangan terhadap metode dan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang saat ini sedang berkembang sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

b. Guru dapat memberikan motivasi serta bimbingan kepada siswa mengenai persiapan rencana setelah lulus sekolah serta mengarahkan agar siswa juga berdiskusi dengan Bimbingan Konseling (BK) dan Bursa Kerja Khusus (BKK).

5. Kepada Peneliti Lain

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang sejenis serta peneliti lain dapat mengembangkan penelitian dari faktor-faktor lain.

(6)

78

Agustinova, & Danu, E. (2015). Memahami Metode Penelitian Kualitatif.

(Yuliana, 2012)Yogyakarta: Calpulis.

Amin, M. (2016). Impelementasi Manajemen Strategis Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Serang. Vol. 2(2) 42.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Arizona, R. (2017). Peran Team Work dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan pada PT Asuransi Sinarmas Cabang Malang. Jurnal Aplikasi Administrasi, 20(1), 53.

Asifudin, A,J. (2016). Manajemen Pendidikan untuk Pondok Pesantren. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2) 357.

Awaluddin & Hendra. (2018). Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watutu Kecamatan Banawa Selatan kabupaten Donggala. Universitas Tadulako Indonesia: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2(1) 6.

Batlajery, S. (2016). Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen pada Aparatur Pemerintahan Kampung Tambat Kabupaten Merauke. Jurnal Ilmu Ekonomi &

Sosial, 7(2) 140-141.

Bungin, B. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Predana Media Group

Daryanto & Farid. (2013). Konsep Dasar Manaajemen Pendidikan Nasional.

Yogyakarta:GavaMedia.

David, F. R. & David, F., R. (2015). Strategic Management Concepts and Cases, A Competitive Advantage Approach, 15th edition. London: Pearson Education Limited.

Erisman, A & Azhar, A. (2015). Manajemen Strategi. Yogyakarta. Deepublish.

Fadhli, M. (2017). Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Studi Manajemen Pendidikan 1(2) 218.

Fauziah, T & Bermawi, Y. (2015). Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Profesional Guru. Jurnal Pesona Dasar, 1(4), 3.

Fitria, Y,M. (2019). Permasalahan dalam Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Terkait Sumber Daya di Sekolah.

(7)

Gaol, N,T,L & Siburian P. (2018). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(1), 71.

Hanan, A. (2018). Analisis Manajemen Strategik Kepala MTs Ishlahul Muslimin Santeluk Lombok Barat Perspektif SWOT. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1) 159.

Hasanah, N. (2015). Dampak Kompetensi Profesional Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Kota Salatiga. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 9(2), 464.

Hayati, N. (2019). Pengaruh Penerapan Manajemen Strategi terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di MTs Madani Alauddin. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Alauddin. Makassar.

Heene. 2010. Manajemen Strategik Keorganisasian Publik. Jakarta: PT Refika Aditama.

Ihsan, M. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Negeri 1 Sinjai. Universitas Negeri Makassar. Makassar.

Irani, U, Z., Murniati, A, R, & Khairuddin. (2014). Implementasi Manajemen Strategik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMAN 10 Fajar Harapan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 4(2), 59.

Keputusan Mendikbud nomor 0490/U/1992 Bab XI pasal 25 dan 26

Kulkarni, P., Mutkekar, R, & Ingalagi, S. (2020). Role of Strategic Management for Employee Engagement and Skill Development forr Start-Ups. Journal of Management.

Lestari R,T. (2015). Perbedaan Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri 1 Temanggung Ditinjau dari Jurusan. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Listiara, A & Alsa, A. (2011). Esensi Bersekolah bagi Siswa Berisiko di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Psikologi, 38(02) 165.

Mappasiara. (2018). Manajemen Strategik dan Manajemen Operasional serta Implementasinya pada Lembaga Pendidikan. Jurnal Idaarah, 2(1) 76.

Minztberg, H. Ahlstrand, B., Lampel, J. (1998). Strategy Safary. Prentice Hall.New York

Mulyasa, E. (2013). Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Keman- dirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

(8)

Munadlir, A. (2016). Strategi Sekolah dalam Pendidikan Multikultural. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2(2), 114.

Nur, M., Harun, C, Z, & Ibrahim, S. (2016). Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan pada SDN Dayah Guci Kabupaten Pidie.

Jurnal Administrasi Pendidikan. 94.

Nurdiani, N. (2014). Teknik Sampling Snowball dalam Penelitian Lapangan. 5(2) 1113.

Ololube, N,P, Amanchukwu R, N & Stanley, G,J. (2015). A Review of Leadership Theories, Principles and Styles and Their Relevance to Educational Management. Journal of Management, 5(1), 6.

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Standart Nasional Pendidikan.

Putri D,N,P. (2021). Peran Kurikulum 2012 dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Universitas Muhammdiyah Sidoarjo. Sidoarjo.

Prastowo, A dan Hasibuan, A,T. (2019). Konsep Pendidikan Abad 21:

Kepemimpinan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia SD/MI. Magistra, 10(1),28.

Rachmawati, T. (2016). Supervisi Pendidikan sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Guru, Coopetition, 7(1), 46.

Raharjo, S.B., Yuliana, L., & Yudha, Y.H. (2018). Capaian Standar Nasional Pendidikan sebagai Prediktor Mutu Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 130-132.

Satiman & Wahyuni Sri. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah, Kinerja Guru dan Fasilitas Belajar terhadap Mutu Lulusan di SMK Pelayaran Samudera Indonesia Medan. Jurnal Manajemen Pendidikan-Dasar Menengah Tinggi, 1(3),56.

Scholihah, A.S. (2018). Teori-Teori Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam, 07(1), 25.

Siagian, S,P. (2012). Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara.

Sidiq, U. (2015). Urgensi Manajemen Strategik dalam Lembaga Pendidikan (Implementasi di MAN 3 Yogyakarta). 03(01), 798.

Siregar, S. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Rajawali.

(9)

Sista, T, R. (2017). Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Kasus di SMK Migas Cepu). Jurnal Educan, 1(1),43.

Sugiyono.2013.Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d.Bandung:Alfabeta

Sulistyarini E,P,D. (2012). Pengaruh Motivasi Memasuki Dunia Kerja dan Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja Peserta Didik Kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Tempel Tahun Ajaran 2011/2012. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Supardi. (2013). Sekolah Efektif: Konsep Dasar dan Prakteknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suryani, C. (2015). Implementasi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran di MIN Sukadamai Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, 16(01), 27.

Sutikno, T,A. (2013). Manajemen Strategik Pendidikan Kejuruan dalam Menghadapi Persaingan Mutu. Jurnal Teknologi dan Kejuruan, 36(1), 95-96.

Syamsuddin. (2017). Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Idaarah, 1(1) 67.

Undang-Undang Republik Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003.

Usman, H. 2011. Manajemen Teori, Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Akasara.

Wahjosumidjo, 2011. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Thaib, R,M. (2017). Sinergisitas Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Tenaga Keguruan (LPTK) dengan Kurikulum Sekolah. Jurnal Intelektualita, 5(1), 124.

Widagdorini, H,N. (2017). Kinerja Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Kurikulum 2013 di SD Negeri Timpik 01 Tahun 2017. Univesitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Yoo, J, W., Lemak, J,D, & Choi, Y. (2006). Principles of Management and Competitive Strategies : Using Fayol to Implement Porter. Journal of Management History, 12(4), 363.

Yufridawati & Fakhri, E.(2010). Relevansi Kompetensi dan Daya Saing Lulusan SMK dalam Dunia Kerja (Studi Kasus pada SMK Teknik Otomotif di empat kabupaten/kota). 4.

(10)

Yustina, A dan Sukardi, T. (2014). Pengaruh Bimbingan Kejuruan, Motivasi Berprestasi dan Kemandirian Siswa Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII TKJ. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(2), 193.

Zein, A.K. A, & Hadijah, H.S. (2018). Pengaruh Komitmen Organisasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK Pasundan 1 Cimahi. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 3(2), 201.

(11)

83

FIELD NOTE WAWANCARA

Nama Informan : Informan I

Jabatan : plt. Kepala Sekolah

Tempat : Ruang Wakil Kepala Sekolah Hari/Tanggal : Selasa, 02 Februari 2021

Waktu : 09.00

Pewawancara : Firzan Gifari

1. Apa yang bapak/ibu ketahui mengenai manajemen strategik dan mutu pendidikan?

Menurut saya manajemen strategik merupakan sebuah upaya dalam pengelolaan kegiatan yang ada di sekolah guna menghasilkan outuput yang baik dan sebagaimana mestinya. Adapun mutu pendidikan merupakan capaian yang dihasilkan oleh sekolah dan menjadi standar yang menentukan baik atau buruknya kualitas sekolah.

2. Bagaimana peran bapak/ibu dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Tentu sesuai dengan peran kepala sekolah sebagaimana mestinya, ya mengelola sekolah lah intinya mas dari mulai perencanaan sampai dengan evaluasi dan juga dalam hal ini kepala sekolah memiliki beberapa wakil kepala sekolah yang bertugas untuk membantu kelancaran kegiatan sekolah termasuk dalam hal peningkatan mutu pendidikan.

3. Menurut bapak/ibu apakah penting manajemen strategik dalam upaya peningkatan mutu pendidikan?

Tentu penting, karena manajemen strategik merupakan suatu kegiatan yang perlu dilakukan dalam merencanakan sampai dengan pelaksanaan kegiatan yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta

4. Perencanaan apa saja yang bapak/ibu lakukan dalam kaitannya upaya peningkatan pendidikan?

(12)

Dalam hal perencanaan tentu kami adakan setiap tahun untuk menyusun program kerja yang memang tentu berlandaskan dari tujuan sekolah (visi misi), kami juga rutin melaksanakan rapat dinas setiap satu bulan sekali guna membahas evaluasi dan rencana selama satu bulan yang akan datang.

Ada juga RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah), atau Renstra (Rencana Strategis) itu yang bersifat menengah dan yang bersifat panjang Dan tentu saja, guru-guru yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta selalu membuat perencanaan yang disebut dengan RPP, nah RPP tersebut tentunya berlandaskan dengan silabus dan kurikulum yang ada. Begitu juga dengan evaluasi kita adakan rutin setiap satu bulan pada rapat dinas, ataupun pada setiap kegiatan juga ada point yang harus dievaluasi, belum lagi evaluasi yang bersifat tahunan. Evaluasi tersebut menjadi wadah kami untuk memperbaiki kesalahan, melengkapi kekurangan serta meningkatkan apa yang sudah ada

5. Pengawasan apa saja yang bapak/ibu lakukan terhadap kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Dalam hal pengawasan tentu kami memiliki pengawasan yakni adanya supervisi yang kami lakukan kepada guru selama 2 kali dalam satu tahun, dan terdapat tim yang menjadi supervisornya, hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru selama satu semester. Tentunya ketika ada suatu hal yang dirasa menjadi masalah, kita akan langsung membicarakan hal tersebut kepada yang bersangkutan.

6. Bagaimana peran bapak/ibu dalam mengorganisir sumber daya yang ada untuk meningkatkan mutu pendidikan?

Ya tentunya dalam hal ini kami memiliki beberapa bidang yang bertugas di bidangnya masing-masing, untuk mengorganisir bidang-bidang tersebut tentuk kita adakan rapat rutin setiap seminggu atau dua minggu sekali untuk saling berkoordinasi dan memberikan arahan.

7. Apakah sumber daya yang ada sudah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan arahan?

Ya, sudah.

8. Bagaimana pelaksanaan dan ketercapaian 8 standar nasional pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

(13)

Saya kira sudah tercapai semua hal-hal yang berkaitan dengan 8 standar nasional pendidikan, karena kalau dilihat akreditasi kami pun selalu A dalam beberapa tahun terakhir dan kami pun sudah mendapatkan penilaian yang bagus perihal mutu pendidikan oleh SPMI.

9. Apakah kurikulum yang ada sudah relevan dengan kebutuhan peserta didik dan kaitannya dengan dunia kerja?

Saya kira bicara tentang kesesuaian, tentu sudah karena memang kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik terlebih SMK yang memang dicetak untuk langsung terjun kedalam dunia kerja

10. Bagaimana kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta?

Alhamdulillah untuk kinerja guru disini bisa dibilang sangat baik, nilai rata- ratanya juga 80an keatas, kami juga sering adakan pelatihan untuk guru sesuai dengan apa yang guru-guru butuhkan.

11. Bagaimana perseberan lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Ya ada yang kerja, ada yang kuliah, ada juga yang masih dalam masa tunggu

12. Apakah lulusan SMK Negeri 6 Surakarta sudah sesuai dengan harapan sekolah?

Orientasi SMK itu kan harapannya ya, nek wis lulus (kalau sudah lulus) itu kan langsung bekerja, maka harapan sekolah juga seperti itu. Namun memang dalam prosesnya sedikit melenceng dari ekspektasi kami, kebanyakan siswa yang sudah difasilitasi untuk bekerja justru tanpa ada kabar malah ngilang, karena ya mindset nya pengen langsung dapat kerjaan yang enak, tanpa harus ulai dari bawah dulu

13. Apakah sumber daya yang ada menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal?

Ya saya rasa unsur yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta sudah menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan yang ada serta berpedoman terhadap apa yang telah direncanakan sebelumnya.

14. Strategi apa yang dilakukan bapak/ibu dalam upaya peningkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Begini, sebenarnya sebenarnya strategi yang kami lakukan semuanya ya berdasarkan peraturan yang ada, tinggal bagaimana melakukan pengembangan serta disiplin terhadap peraturan yang ada.

(14)

15. Hambatan apa yang dirasakan bapak/ibu dalam mengelola segala kegiatan yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta?

Kalau untuk mengelola kegiatan rasanya tidak begitu muncul hambatan yang berat ya, karena memang sudah ada pembagian tugas juga untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan.

16. Hambatan apa yang dirasakan bapak/ibu dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Biasanya hambatannya biasanya dalam supervisi mas, kadang masih ada juga guru yang belum memahami tentang pentingnya supervisi, jadi ya hanya sekadar dianggap sebagai formalitas saja. Sama ini juga mas, terkadang sebagai kepala sekolah memiliki gagasan ataupun himbauan terhadap sesuatu namun disisi lain juga masih banyak pihak yang tidak mendukung karena hal tersebut. Yang paling mencolok sebenarnya ada pada guru-guru senior yang bisa dibilang cenderung kurang mendukung adanya perubahan, mungkin dikatakan kurang mendukung juga ngga ya, Cuma ya memang perlu waktu lebih untuk bisa menyesuaikan. Contohnya perihal metode pembelajaran, sering kita mendapat keluhan agar guru dapat lebih kreatif lagi dalam menjalankan proses pembelajaran, namun kan tidak semua guru mengerti akan hal itu. Atau ya tenaga kependidikan lain, bagian adminsitrasi yang masih sangat dianggap lama, maka kita perlu mengadakan pembaharuan dalam administrasi, cuma juga balik lagi kan kita harus memberikan pemahaman yang lebih kepada SDM yang bersangkutan.

17. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut?

Sederhana aja sebenernya, cukup memberikan dorongan serta dukungan, dan mencoba untuk memberikan apa yang menjadi kebutuhan guru, karena pada dasarnya guru itu bukan tidak mau, Cuma memang karena belum terbiasa, maka sebagai kepala sekolah mencoba memberikan fasilitas yang dapat menunjang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Begitu juga dengan perihal administrasi tadi, tidak hanya sekadar memberikan himbauan tetapi kita juga coba adakan semacam pelatihan agar system administrasinya juga berjalan baik.Untuk supervisi tadi upaya yang coba dilakukan sampai saat ini ya sekadar memberikan arahan kepada guru terkait bagaimana pentingnya supervisi bagi seorang guru, agar guru juga bisa memahami dan dapat mempersiapkan sebaik-baiknya untuk menjadi bahas evaluasi kami kedepan

(15)

FIELD NOTE WAWANCARA

Nama Informan : Informan II

Jabatan : Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum Tempat : Ruang Wakil Kepala Sekolah

Hari/Tanggal : Selasa, 02 Februari 2021

Waktu : 09.00

Pewawancara : Firzan Gifari

1. Bagaimana peran bapak selaku waka kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Tentu menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, menyusun dan mengembangkan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang nantinya akan disampaikan kepada guru untuk dapat ditindak lanjuti dalam pelaksanaan pembelajaran. Sesuai dengan apa yang telah dirancang ketika awal tahun.

2. Perencanaan apa saja yang bapak/ibu lakukan dalam kaitannya upaya peningkatan pendidikan?

Kita rutin melaksanakan rapat sekitar 1-2 minggu sekali untuk jajaran kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.kemudia 1 bulan sekali ada rapat dinas untuk seluruh pihak yang terlibat di sekolah. Ada juga rapat tahunan yang sifatnya untuk merancang RJM ataupun Renstra. Rapat tersebut juga selain melakukan perencanaan juga sekaligus kami lakukan evaluasi atas apa yang telah dilakukan beberapa waktu kebelakang.

3. Strategi apa saja yang bapak lakukan dalam mengelola dan mengembangkan kurikulum di SMK Negeri 6 Surakarta?

Sederhananya ya kami ini hanya menerima atas apa yang ditetapkan oleh pemerintah, namun kami juga melihat mana saja yang bisa kani kembangkan. Contohnya adanya Alfa Class itu juga merupakan sebuah pengembangan dari kurikulum yang ada dengan melihat prospek kedepannya dan tetap berlandaskan dari kurikulum yang telah ditetapkan.

4. Bagaimana bapak/ibu melakukan penyesuaian terhadap kurikulum yang berubah-ubah?

(16)

Ya perubahan ini pastinya memang cukup banyak ya selama beberapa tahun terakhir, cuma yam au gimana lagi kita memang harus menyesuikan dengan itu, hal ini kita lakukan dengan melakukan komunikasi yang baik dengan guru-guru yang memang sangat erat dampaknya dengan perubahan kurikulum, contohnya saja yang terbaru kemarin adanya peringkasan RPP, hal itu kan menjadi baru bagi seorang guru namun akhirnya sudah mulai terbiasa dan memang kita adakan pelatihan terlebih dahulu untuk membuatnya.

5. Apakah kurikulum yang digunakan di SMK Negeri 6 Surakarta sudah menggunakan kurikulum terbaru?

Sudah, kami sudah menggunakan kurikulum yang terbaru.

6. Apakah kurikulum yang ada sudah relevan dengan kebutuhan peserta didik serta kaitannya dengan dunia kerja?

Kami sudah menggunakan kurikulum terbaru yakni kurikulum 2013 revisi, yang mana bagi kami hal tersebut juga mengikuti perkembangan yang ada serta dapat menuntut peserta didik menjadi lebih aktif dan berpikir kritis, itu kan juga skill yang dibutuhkan disaat ini mas, terlebih lagi SMK yang memang disiapkan untuk langsung bekerja, maka kami juga melakukan pengembangan-pengembangan terhadap kurikulum, contohnya kami adakan Alfa Clas, Alfa Class ini ya semacam kelas praktik yang mana kita bekerjasama dengan Alfamart sebagai penunjang siswa untuk siap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya

7. Bagaimana peran kepala sekolah dalam hal pengembangan kurikulum di SMK Negeri 6 Surakarta?

Kepala sekolah ya melakukan sesuai dengan wewenangnya ya mas, memberikan arahan, meluruskan ketika ada hal yang tidak sesuai, ibaratnya mengontrol kinerja lah, toh kami juga sering mengadakan rapat koordinasi jadi ya selalu mendapatkan arahan dari kepala sekolah.

8. Hambatan apa saja yang dirasakan dalam melaksanakan kurikulum di SMK Negeri 6 Surakarta?

Selama ini sih belum ada ya mas, karena disini juga ada timnya buat saling bantu

(17)

9. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut?

-

(18)

FIELD NOTE WAWANCARA

Nama Informan : Informan III

Jabatan : Penjaminan Mutu Sekolah Tempat : Ruang Wakil Kepala Sekolah Hari/Tanggal : Rabu, 03 Februari 2021

Waktu : 08.00

Pewawancara : Firzan Gifari

1. Bagaimana kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta?

Bisa dibilang baik mas untuk kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta, dalam PKG nilainya pun sudah memenuhi kriteria dan terbilang cukup tinggi untuk rata-ratanya. Paling ada hambatan dalam kegiatan supervisi mas, secara menyeluruh sebenarnya supervisi ini berjalan dengan lancar, tapi ya terkadang masih terdapat dari pihak yang disupervisi yakni guru yang menganggap kalau supervisi ini ya hanya formalitas saja.

2. Perencanaan apa saja yang bapak/ibu lakukan dalam kaitannya upaya peningkatan mutu pendidikan?

Nek (kalo) kami selalu mas, yo rutin lah rapat sekitar 1 atau 2 minggu sekali bersama kepala sekolah dan wakasek, lalu sebulan sekali juga itu kita rapat barengan sama semua orang, ya guru, ya TU ya , ya pokoke kabeh melu mas (pokoknya semua ikut mas) Ada juga rencana jangka menengah, biasanya itu diadakan di awal tahun. Untuk evaluasi biasa kita agendakan bersamaan dengan rapat tersebut guna memperbaiki opo wae sing kurang istilahe (apa saja yang kurang istilahnya

3. Apakah guru di SMKN 6 Surakarta sudah melakukan sesuai dengan tugas dan fungsinya?

Oh iya sudah.

4. Apakah guru di SMK Negeri 6 Surakarta melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP?

Tentu,tapi biasanya guru juga melakukan improvisasi dengan tidak melenceng dari RPP yang telah dibuat

5. Bagaimana peran bapak/ibu dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Peran saya disini tentu untuk menjamin mutu sekolah agar tetap baik sesuai dengan tugas dan fungsi yang saya miliki serta mengacu terhadap

(19)

perencanaan yang ada, dan ada banyak faktor sekolah itu dapat dikatakan memiliki mutu yang baik atau tidak, dari mulai manajemen sekolahnya, kinerja gurunya dan juga sampai pada pengelolaan siswanya itu sendiri, maka peran saya tentu untuk menjaga hal tersebut, utamanya dalam menjaga kinerja guru agar tetap optimal dengan melakukan monitoring atau supervisi untuk memastikan bahwa guru dalam keadaan yang optimal dan ketika ada kekurangan maka itu menjadi bahan evaluasi.

6. Bagaimana peran kepala sekolah dalam hal peningkatan kinerja guru SMK Negeri 6 Surakarta?

Ya pastinya kita melakukan tugas dan fungsi sesuai peran yang dimiliki mas, kepala sekolah ya ngasih arahan, kita ini ya menjalankan, kalau ada yang keliru ya kepala sekolah mengingatkan, kami juga rutin lakukan koordinasi agar semua berjalan sebagaimana mestinya.

7. Strategi apa yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, utamanya saya berperan untuk memantau sejauh mana kinerja guru. Kalau bicara strategi tentu yang pasti adalah kita harus selalu disiplin dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan aturan yang ada.

8. Bagaimana peran bapak/ibu dalam peningkatan kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta?

Peran saya tentu memantau sejauh mana kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta dan menjaga agar kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta selalu dalam keadaan optimal.

9. Strategi apa yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta?

Sama ya seperti sebelumnya, biasanya kami adakan supervisi agar kinerja guru tetap terpantau, ketika memang ada kekurangan itu kita jadikan bahan evaluasi dan sebagai landasan dalam kita bertindak kedepannya.

10. Hambatan apa saja yang dirasakan oleh guru di SMK Negeri 6 Surakarta dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran?

(20)

Ya paling-paling hambatanya tentang guru yang masih juga belum mengoptimalkan media pembelajaran berbasis teknologi secara optimal dan metode pembelajaran yang kurang variatif, siswa yang juga terkadang tidak memperhatikan, telat mengumpulkan tugas apalagi dimasa pandemi ini, banyak juga siswa yang hanya mengikuti roomnya namun tidak ikut mengikuti pembelajaran secara optimal.

11. Hambatan apa saja yang dirasakan oleh guru di SMK Negeri 6 Surakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya selain melaksanakan kegiatan pembelajaran?

Diluar kegiatan pembelajaran kan guru biasanya menyiapkan hal-hal yang bersifat administratif,namun menurut saya hal ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi guru ya dan sudah terbiasa juga dengan hal tersebut.

12. Hambatan apa saja yang dirasakan oleh bapak/ibu dalam meningkatkan kinerja guru SMK Negeri 6 Surakarta?

Ngene mas (Begini mas) setiap guru itu kan pasti memiliki karakter yang berbeda, nah hal itu juga yang menjadi tantangan untuk merumuskan pola seperti apa yang tepat agar kinerja guru dapat selalu menunjukkan hasil yang progresif, karena memang masih ada juga guru yang ngga adaptif sama perubahan atau perkembangan jaman, jadi yah al itu sedikit banyak juga berpengaruh kepada proses pembelajaran dikelas

13. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut?

Dalam hal supervisi upaya yang coba kami lakukan tentu terus memberikan pemahaman kepada guru terkait bagaimana pentingnya supervisi dan jangan sampai dianggap hal remeh karena ini menyangkut tentang kinerja guru selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dan kepala sekolah beberapa kali juga menyampaikan hal tersebut setiap kami melaksanakan pertemuan.

Untuk soal yang perubahan tadi, dalam beberapa waktu sekali kan kita juga rutin mengadakan workshop yang menjadi kebutuhan para guru agar kinerjanya dapat meningkat, hal itu yang kemudian menjadi upaya kami agar guru tetap memiliki kinerja yang baik. Intine (Intinya) ya kita juga mencoba untuk terus memberikan dorongan kepada guru agar sebisa mungkin untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,

(21)

utamanya peran kepala sekolah juga penting disini untuk terus memberikan arahan dan dukungan kepada guru.

(22)

FIELD NOTE WAWANCARA

Nama Informan : Informan IV

Jabatan : Wakil Kepala Sekolah bagian Humas dan Industri Tempat : Ruang Video Conferrence

Hari/Tanggal : Kamis, 04 Februari 2021

Waktu : 10.00

Pewawancara : Firzan Gifari

1. Apakah lulusan SMK Negeri 6 Surakarta sudah memiliki keahlian sesuai dengan bidang keahilan yang ditempuh?

Kalau dibilang mempunyai keahlian yang sesuai bidangnya ya sudah ya, Cuma memang ngga semua setelah lulus dari smk dapat pekerjaannya ya sesuai dengan bidang keahlian, banyak juga yang lintas.

2. Perencanaan apa saja yang bapak/ibu lakukan dalam kaitannya upaya peningkatan mutu pendidikan?

Kami rutin melakukan rapat sekitar 1 atau 2 minggu sekali bersama kepala sekolah dan waka, lalu 1 bulan sekali dengan seluruh jajaran yang kami namakan rapat dinas. Ada juga rencana jangka menengah ataupun jangka panjang, biasanya itu diadakan di awal tahun. Termasuk juga evaluasi kita adakan berbarengan dengan rapat-rapat tersebut, untuk menjadi bahan kami dalam memperbaiki.

3. Bagaimana persebaran lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Beragam juga mas, ada yang memang bekerja, usaha dan banyak juga yang melanjutkan ke perguruan tinggi

4. Apakah persebaran lulusan SMK Negeri 6 Surakarta sudah dengan harapan dari sekolah?

Kalau dibilang sesuai harapan sih belum ya mas, dari sekolah kan mengharapkannya anak itu kalau dari SMK ya langsung bekerja, Cuma ya gimana sekarang kebanyakan anak-anak pilih-pilih kerjaan, maunya langsung punya jabatan tinggi, padahal kan semua ya ngerintis, beberapa kali juga kita udah jalin kerjasama sama perusahaan, Cuma ya gitu anaknya

(23)

yang ngga mau, sempat juga udah keterima di perusahaan malah ngundurin diri tanpa pamitan akhirnya ya reputasi sekolah yang jelek.

5. Apakah kurikulum yang dipakai saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kaitannya dengan dunia kerja?

Sebenarnya kalo menurut saya perihal kurikulum itu udah tepat mas dengan perkembangan saat ini, ya saya lihatnya juga banyak kegiatan-kegiatan yang memang membantu peserta didik untuk semakin membekali dirinya dalam menghadapi dunia kerja nantinya, ya kaya missal dengan adanya praktek industri, alfa class dan kelas –kelas praktik lainnya.

6. Strategi apa yang dilakukan dalam mengelola lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Yang kami lakukan sejauh ini tentu saja dengan melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan, ada sekitar 130an perusahaan yang kami coba bangun komunikasi untuk menjalin komunikasi, dan sudah ada beberapa perusahaan yang memang sudah ada kesepakatan MoU nya. Setiap tahun juga kami adakan semacam Jobfair untuk mempertemukan penyediaan pekerjaan yakni perusahaan dan siswa selaku subyek yang mencari pekerjaan. Tidak hanya itu, kita juga adakan Edufair yang juga mendatangkan beberapa kampus khususnya vokasi yang juga akan memberikan sosialisasi kepada para siswa agar mendapat pencerahan dalam bidang pendidikan tinggi.

7. Bagaimana peran ibu dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Dalam hal ini tentu saya melaksanakan peran sebagai mana mestinya selaku waka humas dan industri dan mengacu kepada apa yang telah direncanakan, disini tugas saya ya menjalin kerjasama dengan dudi, agar lulusan SMK Negeri 6 Surakarta dapat tersebar dan terserap secara optimal.

8. Bagaimana peran kepala sekolah dalam hal persebaran lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Kepala sekolah disini ngasih arahan begitu mas, dari mulai kita melakukan pembahasan sampai nantinya pelaksanaannya, kalau ada kekeliruan biasanya kepala sekolah juga mengingatkan, intinya sih kita menjalankan

(24)

tugas sebagaimana mestinya, kepala sekolah ya ngasih arahan, kita yang menjalankan, saling bersinergi mas.

9. Apakah sejauh ini kepala sekolah sudah melakukan tugas dan fungsinya serta memberikan arahan yang tepat?

In sya Allah sudah, seperti yang tadi saya sampaikan bahwa kita selalu mengadakan rapat rutin.

10. Hambatan apa saja yang dirasakan dalam mengelola lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Pasti hambatan ada ya mas, terutama dalam siswa itu sendiri, kami sudah menyediakan fasilitas yang ada, menjalin kerjasama dengan berbagai perusahan,tapi memang siswa nya yang pilih-pilih dalam hal pekerjaan, akhirnya kan kerjasama yang sudah kita bangun juga terhambat.

11. Upaya apa yang ibu lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut?

Tentu kami selalu mendorong siswa agar memiliki motivasi yang tinggi setelah lulus dari sekolah, kami juga melakukan bimbingan agar siswa semakin terpacu dan tidak terlalu pilih-pilih dalam mencari pekerjaan.

Selain itu, ada juga edufair dan jobfair setiap tahunnya, tujuannya ya agar siswa itu ya tau tentang apa yang akan mereka jalani kedepannya.

(25)

FIELD NOTE WAWANCARA

Nama Informan : Informan V

Jabatan : BKK

Tempat : Ruang BKK

Hari/Tanggal : Senin, 15 Februari 2021

Waktu : 07.30

Pewawancara : Firzan Gifari

1. Apakah lulusan SMK Negeri 6 Surakarta sudah memiliki keahlian sesuai dengan bidang keahlian yang ditempuh?

Ya tentu sudah ya, cuma memang ngga selalu semuanya setelah lulus dari sekolah mendapatkan pekerjaan yang linear dengan bidang keahliannya.

2. Bagaimana persebaran lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Ya begitu mas, beragam ada yang melanjutkan kerja, ada yang kuliah ada juga yang istilahnya masih dalam masa tunggu, apalagi masa pandemic ini ya, cukup sulit juga mencari pekerjaan, dulu pernah sudah ada yang mau kami masukkan Cuma karena ternyata pandemi akhirnya ngga jadi.

3. Apakah persebaran lulusan SMK Negeri 6 Surakarta sudah sesuai dengan harapan dari sekolah?

Wah kalo ini belum mas, dari sekolah kan mengharapkannya siswa itu ya setelah lulus bisa langsung dapat pekerjaan, apalagi ya ini kan SMK yang memang harusnya dicetak untuk langsung bekerja, tapi ya gimana anak jaman sekarang kan banyaknya pilih-pilih soal kerjaan, maunya yang langsung punya kerjaan yang enak tapi ngga mau ngerintis dari bawah dulu.

4. Strategi apa yang bapak lakukan dalam mengelola lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Selama ini yang kami lakukan ya mendatangi perusahaan untuk kami jalin kerjasama bahkan kalo bisa ada MoU untuk recruitment, kami juga adakan jobfair untuk memudahkan mencari pekerjaan da nada Edufair untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan tinggi terutama vokasi, kami juga sedang mencoba untuk adanya website bagi siswa

(26)

yang ingin mencari pekerjaan, jadi langsung melalui website kami saja dan nanti berkasnya tetap akan melalui sekolah.

5. Bagaimana peran bapak dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Peran saya tentu untuk mengelola lulusan agar keterserapannya juga tinggi ya, dan salah satu yang saya lakukan ya menjalin komunikasi dengan perusahaan agar terbentuknya kerjasama yang baik.

6. Bagaimana peran kepala sekolah dalam hal persebaran lulusan?

Pastinya kita menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan wewenang yang kita miliki, sejauh ini ya kepala sekolah memberikan arahan untuk kami menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

7. Apakah sejauh ini kepala sekolah sudah melakukan tugas dan fungsinya serta memberikan arahan yang tepat?

Ya itu tadi ya mas arahan sudah ada tentunya,Cuma ya terkadang juga kita masih terdapat perbedaan pendapat.

8. Hambatan apa yang bapak rasakan dalam mengelola lulusan SMK Negeri 6 Surakarta?

Kalo ini sesuai sama apa yang saya bilang diawal tadi mas, sebenarnya kalo untuk kerjasama dengan perusahaan kita ngga terlalu banyak hamatan, hampir ngga bahkan, tapi ya memang dari siswanya ini yang agak sulit kita kendalikan, kita sudah fasilitasi siswa tinggal giat belajar dan ikut dalam recruitment nya, tapi ya gitu kebanyakan siswa pilih- pilih, jadi ya sempat juga kita kejadian siswa ini sudah ikut seleksi dan sudah diterima di salah satu perusahaan tapi ternyata mereka diterimanya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, ya sudah mereka mundur begitu saja, kalo gitu kan jadinya sekolah yang repot dan reputasi juga akhirnya jadi jelek.

9. Upaya apa yang bapak lakukan dalam mengatasi hambatan tersebut/

Ya mau bagaimana lagi, yang bisa kita lakukan ini ya memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa agar kedepannya dalam mencari pekerjaan ya disesuaikan dengan kualifikasi yang mereka miliki, dan tentu harus merintis dari bawah dulu, ngga bisa kita tiba-tiba langsung

(27)

punya jabatan yang tinggi. Salah satunya ya kita adakan jobfair dan edufair sebagai langkah untuk memberikan gambaran untuk siswa.

(28)

FIELD NOTE WAWANCARA

Nama Informan : Informan VI

Jabatan : Guru

Tempat : Ruang BKK

Hari/Tanggal : Senin, 15 Februari 2021

Waktu : 09.30

Pewawancara : Firzan Gifari

1. Apakah bapak/ibu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP?

Oh sudah, kalau saya melaksanakan pembelajaran ya sesuai dengan RPP yang telah saya buat, walaupun terkadang ada perubahan misalkan karena ada libur ya itu bisa kita sesuaikan lagi.

2. Bagaimana peran bapak/ibu dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Sebagai guru tentu peran saya ya mendidik siswa agar memiliki kompetensi yang cukup untuk kedepannya, agar setelah lulus nanti sudah punya bekal yang tentunya sesuai dengan apa yang telah diajarkan di sekolah.

3. Menurut bapak/ibu bagaimana peran kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dalam hal peningkatan kinerja guru di SMK Negeri 6 Surakarta?

Sudah baik peran dari kepala sekolah ataupun wakil kepala sekolah, beliau juga selalu memberikan arahan kepada para guru baik itu ketika apel pagi ataupun ketika rapat dinas bulanan. Selain itu juga kepala sekolah juga memang mendukung ketika ada workshop yang kaitannya sebagai peningkatan kinerja kami sebagai guru, seperti kemarin ada workshop soal IT yang mengadakan juga dari dosennya PAP UNS, itupun kami juga diperbolehkan ikut, bahkan kadang kalau itu bentrok dengan jam kegiatan pembelajaran kepala sekolah juga ngga pernah melarang. Selain itu juga dari sekolah juga ada workshop bagi kami para guru.

4. Menurut bapak/ibu bagaimana peran kepala sekolah atau wakil kepala sekolah dalam hal peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta?

Itu tadi mas, sama seperti sebelumnya, intinya sejauh ini peran kepala sekolah ataupun wakil kepala sekolah sangat mendukung bagi

(29)

perkembangan kami dan beliau juga sudah menjalankan peran sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5. Menurut bapak/ibu apakah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah memberikan arahan untuk guru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya?

Tentu sudah mas, seperti yang tadi saya sampaikan.

6. Menurut bapak/ibu apakah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah sudah mengorganisir/mengelola sumber daya yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta?

Sejauh yang saya tau yang jelas kepala sekolah sudah melakukan perannya dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, selalu memberikan arahan dan tentunya itu juga bagian dari cara beliau mengelola sumber daya yang ada di sekolah.

7. Menurut bapak/ibu apakah kurikulum saat ini sudah relevan dengan perkembangan jaman dan kebutuhan peserta didik?

kami ini ya membuat RPP berdasarkan kurikulum yang ada, saya melihatnya kurikulum saat ini juga sudah menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik opo meneh nek SMK yo kudu siap langsung kerjo (apalagi kalau SMK ya harus siap langsung kerja), nah kurikulum ini juga saya melihatnya ya memang sudah dirancang agar siswa juga siap menghadapi dunia kerja nantinya

8. Menurut bapak/ibu bagaimana motivasi siswa untuk menghadapi pasca sekolah??

Kalau menurut saya pribadi ya mas, sebenarnya SMK ini kan harapannya bisa mencetak siswanya untuk dapat langsung bekerja, namun ya seperti yangh tadi sudah didiskusikan juga kalo siswanya ini yang memang cenderung pilih-pilih dalam hal pekerjaan, maunya yang standarnya tinggi, tapi kan ngga disesuaikan sama kualifikasi yang dimiliki.

9. Apa yang bapak/ibu lakukan dalam mengatasi motivasi siswa tersebut?

Sebagai guru tentu juga saya dekat dengan siswa, sejauh ini ya upaya yang dilakukan dengan terus memberikan motivasi dan arahan kepada siswa.

Dari pihak sekolah juga setiap tahunnya rutin mengadakan edufair dan jobfair tujuannya ya buat memudahkan siswa, bukan hanya itu sosialisasi yang berisi motivasi untuk siswa terutama kelasa XII juga sering dilakukan oleh SMK Negeri 6 Surakarta.

10. Bagaimana pelaksanaan supervisi menurut bapak/ibu?

(30)

Supervisi ini baik menurut saya mas agar guru dapat memperbaiki apa yang kurang dalam proses pembelajaran, namun memang ngga sedikit yang nganggep kalau supervisi ini ya sekedar formalitas aja, cuma sebatas administrasi, termasuk saya juga yo ngono lho mas mikire kadang (begitu mas mikirnya kadang, jadi ya asal ikut aja. Kepala sekolah beberapa kali juga menekankan kepada kami dalam pertemuan rutin terkait bagaimana pentingnya supervisi, karena memang tidak sedikit dari kami yamg acuh tak acuh sama supervisi yo koyo formalitas wae ngono lho mas (Iya seperti formalitas saja begitu mas). Setelah dipikir-pikir ya memang benar juga, karena kan supervisi ini sebenarnya berkaitan dengan kinerja kami selama bekerja

11. Hambatan apa saja yang dirasakan oleh bapak/ibu di SMK Negeri 6 Surakarta dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran?

Kalau hambatan selama ini ya paling hambatan-hambatan kecil ya mas, soal siswa yang kadang ngga memperhatikan ataupun ada juga yang bolos. Terus soal metode pembelajaran palingan yang cukup beberapa kali mendapat sorotan juga dari kepala sekolah, seharusnya kami ini sebagai guru juga mencoba untuk mengikuti perkembangan yang ada, namun ya memang ngga sedikit juga yang acuh soal itu dan berkutat pada metode pembelajaran yang hanya mengandalkan ceramah satu arah seperti itu, tapi ya ada juga yang mulai mencoba beradaptasi.

12. Hambatan apa saja yang dirasakan oleh bapak/ibu di SMK Negeri 6 Surakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya selain melaksanakan kegiatan pembelajaran?

Kalau diluar kegiatan pembelajaran kan paling masalah administrasi dan itu sudah menjadi makanan kami sehari-hari jadi ya udah ngga menjadi hambatan lagi bagi kami, mungkin dulu pas awal-awal ngajar iya masih agak terhambat cuma yak arena sekarang sudah terbiasa jadi ngga begitu menjadi beban bagi kami. Ditambah kemarin kan RPP diringkas jadi satu halaman, kemarin juga kami diajarkan cara membuatnya, ada semacam pelatihan seperti itu.

13. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut?

Kalau saya, mengatasi hambatan yang saya jelaskan tadi ya paling ngajak ngorbrol siswa yang bersangkutan ditanya apa alasannya dan ya ngasih nasihat aja supaya kedepannya ngga mengulangi lagi, kebetulan kan saya ngajarnya juga di kelas yang memang ngga terlalu banyak masalah. Jadi

(31)

sekali dinasihati mereka juga sudah ngerti. Nah kalau perihal yang kami sebagai guru belum begitu dapat mengikuti perubahan yang ada, memang untuk mengatasinya selain dari diri kami pribadi, juga memang didukung oleh sekolah yang tidak hanya memberikan himbauan namun juga memfasilitasi apa yang memang menjadi kebutuhan kami untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas kami.

(32)

Field Note Observasi Aspek : Kondisi Fisik Sekolah

Tempat : SMK Negeri 6 Surakarta Hari/Tanggal : Senin, 01 Februari 2021 Tanggapan :

Kondisi sekolah terlihat baik dengan bangunan yang kokoh serta dengan desain yang cukup modern, pada pintu masuk sekolah peneliti juga disambut dengan berbagai macam piala dalam lemari kaca, yang menandakan bahwa SMK Negeri 6 Surakarta menorehkan banyak prestasi. Letak SMK Negeri 6 Surakarta juga cukup strategis, terletak di pusat kota yang memudahkan akses masyarakat Surakarta terlebih unsur yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta untuk mendatanginya. Fasilitas yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta juga cukup memadai dari mulai ruang guru, ruang tata usaha, ruang kelas, ruang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah hingga ruang untuk melaksanakan rapat secara langsung maupun virtual. SMK Negeri 6 Surakarta juga memiliki aula sebagai penunjang kegiatan sekolah. Setiap ruangan juga dilengkapi dengan struktur organisasi yang dapat membantu untuk saling berkoordinasi.

(33)

Field Note Observasi

Aspek : Implementasi Manajemen Strategik dan Mutu Pendidikan Tempat : SMK Negeri 6 Surakarta

Hari/Tanggal : Selasa – Kamis, 02 – 04 Februari 2021 Tanggapan :

Selama masa observasi peneliti mengamati bahwa dalam proses manajemen strategik di SMK Negeri 6 Surakarta bermula dengan proses perencanaan, pada saat peneliti melaksanakan observasi juga berbarengan dengan diadakannya rapat SMK Negeri 6 Surakarta yang dilaksanakan secara Hybrid atau mengkombinasikan peserta online dan offline. Hal tersebut menandakan bahwa pelaksanaan kegiatan yang ada di SMK Negeri 6 Surakarta berdasarkan perencanaan yang telah dilakukan, yang kemudian sampai kepada tahap evaluasinya. Dalam rapat tersebut juga terlihat bagaimana peran kepala sekolah dalam mengelola sumber daya manusia serta memberikan arahan kepadan seluruh elemen yang ada didalamnya.

Selama proses observasi juga peneliti melihat beberpa dokumen yang berkaitan dengan penelitian, salah satunya mengenai ketercapaian standar mutu pendidikan di SMK Negeri 6 Surakarta yang menunjukkan angka 90% yang artinya sudah maksimal, Penilaiain Kinerja Guru yang mencapai nilai diatas 80% serta beberapa dokumen lainnya. Ketika peneliti melaksanakan observasi juga sekolah sedang mengadakan pelatihan bagi guru yang dipimpin oleh wakil kepala sekolah bagian Humas dan Industri. Dalam pengembangan kurikulum juga peneliti melihat adanya program Alfa Class yang menjadi sarana bagi siswa untuk belajar terjung langsung dalam dunia kerja untuk bekal kedepannya dalam menghadapi dunia kerja yang sebenarnya. Guru-guru di SMK Negeri 6 Surakarta juga terlihat sedang melaksanakan proses pembelajaran secara virtual dikarenakan masa pandemi, waktu kerja juga berubah dengan adanya pembagian Work From Home dan Work Form Office.

(34)

Field Note Observasi

Aspek : Implementasi Manajemen Strategik dan Mutu Pendidikan Tempat : SMK Negeri 6 Surakarta

Hari/Tanggal : Senin, 15 Februari 2021 Tanggapan :

Pada tanggal tersebut peneliti dating bertepatan dengan siswa yang sedang melaksanakan bimbingan dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) mengenai persiapan dalam menghadapi dunia kerja. Dalam proses pengamatan ini peneliti mengetahui bagaimana proses bimbingan dari pihak sekolah kepada siswa dalam menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi, terlihat bagaimana keinginan siswa untuk langsung bekerja dengan jabatan yang tinggi, namun terus diberikan pemahaman oleh pihak sekolah bahwa semua proses memang harus dimulai dari bawah.

(35)

Dokumentasi

Lampiran 1 : Presensi Rapat Dinas SMK Negeri 6 Surakarta

(36)

Lampiran 2 : Rencana Kerja Jangka Menengah SMK Negeri 6 Surakarta

(37)

Lampiran 3 : Program Kerja Tahunan SMK Negeri 6 Surakarta

(38)

(39)

Lampiran 4 : Lembar Monitoring Guru

(40)

Lampiran 5 : Notula Rapat Dinas SMK Negeri 6 Surakarta

(41)

Lampiran 6 : Program Alfa Class

(42)

Lampiran 7 : Kurikulum SMK Negeri 6 Surakarta

(43)

Lampiran 8 : Salah satu nilai Penilaian Kinerja Guru SMK Negeri 6 Surakarta

(44)

Lampiran 9 : Data Lulusan SMK Negeri 6 Surakarta Tahun 2019

(45)

Lampiran 10 : Aspek Penilaian Kinerja Guru

(46)

Lampiran 11 : Kegiatan Virual Career Day Jobfair dan Edufair SMK Negeri 6 Surakarta

(47)

Lampiran 12 : Surat Izin Penelitian

(48)

Lampiran 13 : Surat Izin Menyusun Skripsi

(49)

Lampiran 14 : Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Bagi pembaca diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan mengenai implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan tinjauan yang berbeda yaitu

Pada uji korelasi keempat, terdapat hubungan antara otoritarianisme sayap kanan dengan dimensi sexual obsession dalam arah negatif. Artinya,

Hal ini bermakna bahwa mahasiswa/i pendatang angkatan 2009 Universitas Bina Nusantara memiliki konsep diri yang positif, berdasarkan pendapat Globe (1994) bahwa

Untuk itu saran yang dianjurkan untuk Restoran Shanghai Bowl di Lenmarc Surabaya bahwa manajemen Restoran Shanghai Bowl di Lenmarc Surabaya harus mampu mempertajam

Pengaruh Variasi Kadar Gelatin sebagai Bahan Pengikat Terhadap Sifat Fisik Tablet Hisap Ekstrak Daun Sirih (Piper betle

b) Para pengambil keputusan dinas pendidikan hendaknya mengimplemetasikan pembelajaran terpadu bukan secara yuiridis saja, tetapi harus secara sungguh,karena berdasarakan

Model pembelajaran Advance Organizer berbantuan peta konsep ini seyogyanya dapat diterapkan oleh guru dalam proses pengajaran, karena dapat meningkatkan

plantarum perlu dikombinasikan dengan ekstrak kasar bakteriosin dari bakteri lain yang memiliki kemampuan penghambatan terhadap kapang sehingga lebih optimal...