ill. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
1. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
PT. SS Utama adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi dan penjualan sandal, sol sepatu yang berkedudukan dijalan Tanjung Sari No. 12 Surabaya. Perusahaan ini didirikan tahun 1979 oleh bapak Suwiro widjaya dengan akte pendirian perusahaan nomor 188.45/23.78/1979 dengan surat ijin usaha dengan No 013/13/1/PB/I/1989.
Perusahaan ini mulanya hanya memproduksi satu macam produk yaitu sepatu, tetapi dipandang kurang dapat berkembang maka perusahaan yang semula berspesiaiisasi dalam produk sepatu ini pada tahun 1985 melalui surat keputusan nomor : 260/DJAT/lUT - D.IV/NON PMA - PMDN/VIII/1984 beralih kebidang usaha produksi sandal, sol sepatu, dan dimana yang dianggap lebih dapat berkembang. Peralihan ini dllakukan karena peaisahaan mempunyai pandangan jauh kedepan, apabila usaha pada bidang yang baru ini telah berkembang, maka perusahaan akan
mendirikan perusahaan lain atau anak perusahaan yang akan memproduksi suatu barang dengan bahan baku yang merupakan hasil dari produksi PT. SS Utama, maka sejak tahun 1985 perusahaan terus berkembang dan maju pesat, bahkan sekarang perusahaan tetah memiliki beberapa anak perusahaan dengan berbagai macam usaha dan beberapa diantaranya merupakan usaha PT. SS Utama yang terdahulu, yakni memproduksi sepatu.
Beberapa anak perusahaan dari PT. SS Utama antara lain adalah : 1) PT. CINDERELA VILLA INDONESIA di Jalan Tanjung Sari No
12 Tandes Surabaya.
2) PT. WETA NUSA UTAMA di Jalan Tanjung sari No 12 Tandes Surabaya.
3) PT. CHIMENG UTAMA di Jalan Tanjung Sari No 5 Tandes Surabaya.
4) PT. CAK RINDO MAS di Jalan Tanjung Sari No 5 Tandes Surabaya.
5) PT. WHANGTA MAS di Jalan Tanjung sari No 3 Tandes Surabaya.
6) PT. VICTORY LONG AGE di Jalan Tanjung Sari No24 Tandes Surabaya.
7) PT. HAKAYA MAS di Jaian Tanjung sari No 3 Tandes Surabaya.
Tugas akhir____________________________ Pengumpulan Dan Pengolahan Data_________ ^
8) PT. VILLA PROSPECT di Jalan Tanjung Sari No 22 Tandes Surabaya.
9) PT. WHANGTA AGUNG di Jalan Simo Pomahan No 44
Surabaya.
10) PT. THEN WHANGTA di Jalan Manukan Kulon Surabaya.
Guna memuaskan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya PT.
SS UTAMA Surabaya melakukan produksi nonstop selama 24 jam/hari yang dibagi dalam tiga shif kerja yaitu :
a) Shift pertama mulai pukul€7:00 -15:00 b) Shift kedua mulai pukul 15:00 - 23:00 c) shift ketiga mulai pukul 23:00 - 07:00
Dengan adanya pembagian jam kerja tersebut menunjukkan bahwa perusahaan ingin selalu memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan konsumen dan langganan.
2. JENIS PRODUK YANG DIHASILKAN
Dalam produksinya perusahaan sandal ini menghasilkan beberapa produk yaitu :
Sandal jepit
Produk sandal jepit ini diproduksi mulai dari bahan mentah sampai barang jadi, hingga dijual dipasaran.
^ Tali sandal
Tugas akhir____________________________ Pengumpulan Dan Pengolahan Data 27
Teknik dan Manajemen Industri UniversUas Kristen Petra
Tali sandal diproduksi menjadi barang setengah jadi dan meaipakan bahan dari sandal jepit.
Sol sepatu
Produk sol sepatu hanya diproduksi mulai dari bahan baku hingga menjadi barang setengah jadi saja.
Dalam memproduksi produk - produk tersebut, pada perusahaan ini diberlakukan produksi regular time yaitu memproduksi secara terus menerus balk ada pesanan atau tidak ada pesanan. Hal ini dilakukan selain untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat, juga akan diserahkan kepada anak cabang perusahaan ( untuk produk sol sepatu dan sandal). Selain itu sebagian produknya juga akan dieksport ke berbagai negara di Asia, Australia, Eropa, dan Amerika. Produk yang dieksport berdasarkan pesanan dari negara importir.
3. MESIN YANG DiGUNAKAN UNTUK PRODUKSi
Mesin - mesin yang digunakan oleh perusahaan ini untuk memproduksi sandal jepit sebagai berikut ;
® Mesin bambari
® Mesin rol kasar
# Mesin rol 1/2 halus
® Mesin rol halus
® Mesin potong
Tugasakhir____________________________ Pengumpukm Dan Pengolahan Data_________ 2S
® Mesin press
® Mesin pendingin
® Mesin plong
^ Mesin pemasang tali
Tugasakhir____________________________ Pengumpulan Dan Pengolahan Data_________ ^
4. PROSES PRODUKSI
Proses produksi pembuatan spon sandal pada perusahaan ini menggunakan beberapa Operasi berikut:
A Operasi 01 persiapan bahan baku.
Pada operasi persiapan bahan baku disini, semua bahan baku yang diperlukan diambil dari gudang bahan baku dengan mengontrol apakah semua bahan tersebut telah cukup tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan. semua bahan baku tersebut selanjutnya ditimbang dengan berat yang sesuai yaitu dengan yang ditetapkan oleh perusahaan untuk sekali masakan.
A Operasi 02 mesin pengolah/mesin bambari.
Bahan baku yang berupa SIR 3A dan EVA yang telah ditimbang sesuai komposisinya, dimasukkan ke dalam mesin satu - persatu. Sebelum memulai pemanasan, suhu mesin harus 100 derajat terlebih dahulu. Dengan suhu tetap pada 100 derajat, bahan baku dimasak sampai jarum pada pengukur waktu masak bahan baku menunjukkan angka 2, kemudian pintu mesin bambari dibuka secara elektronik dan
Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kristen Petra
dimasukkan bahan penolong. Setelah itu ditunggu sampai campuran tersebut dipastikan sudah matang kemudian dibuka dan dipindahkan ke mesin rol kasar.
♦ Operasi 03 mesin rol kasar.
Mesin rol kasar ini gunanya untuk memcampur bahan penolong apabila didalam mesin bambari itu kurang campur, pada proses ini bahan campuran diubah menjadi bahan 1/2 jadi yang masih kasar dengan pemrosesan sekitar 6 kali putaran roda dari rol tersebut. Setelah itu bahan baku yang berupa hasil gilingan dipindah ke mesin rol 1/2 halus, sedangkan untuk pembuatan tali sandal jepit dipindahkan ke bak air dan kalsium.
A Operasi 04 mesin rol 1/2 halus.
Mesin rol 1/2 halus gunanya untuk mengoiah lagi bahan baku yang kasar jadi 1/2 halus. Dengan pemrosesan sekitar 6 kali putaran roda rol hingga bahan 1/2 jadi itu iebih mengkilat yang menunjukkan bahwa bahan penolong DOP tercampur rata, setelah sudah mengkilat bahan baku dipindahkan ke rol halus.
A Operasi 05 mesin rol halus.
Mesin rol ini yang memastikan bahwa bahan baku diproses hingga 6 kali putaran roda rol hingga didapatkan ketebalan spon yang sesuai dengan yang diinginkan misalnya 2cm, 1cm, 2mm, atau 1mm, juga pada mesin ini spon keluar sudah dengan lebar 40 cm yang dipindahkan ke mesin rol potong pada pembuatan spon sandal jepit.
A Operasi 06 mesin rol potong.
Tugas akhir____________________________ Pengumpulan Dan Pengolahan Data_________^
Pada mesin rol potong ini spon yang halus dipotong sesuai ukuran ( 40 cm x 80 cm ), tapi sebelum dipotong spon didinginkan dengan diangin - anginkan terlebih dahulu agar setelah dipotong tidak terjadi penyusutan.
A Operasi 07 pengontrolan dengan cara penimbangan dan pengaturan wama.
Proses pengontrolan ini dilakukan setelah bahan dimasukkan ke rol potong, proses pengontolan ini dengan cara penimbangan spon menjadi 6 kg dan pengaturan wama sesuai dengan yang didinginkan. kemudian hasil potongan siap
diberikan ke mesin press.
A Operasi 08 mesin press.
Dalam pengepresan ini suhu yang dibutuhkan adalah 100 derajat, dengan waktu pemrosesan sampai jarum penunjuk waktu bergerak ke angka 4, kemudian suling sirine akan berbunyi, maka proses pengepresan ini sudah selesai dan sudah dapat dipastikan bahwa bahan sudah matang. Setelah mesin press tersebut dibuka, maka bahan tadi akan mengalami pertambahan panjang hingga 110 cm x 220 cm.
A Operasi 09 mesin pendingin.
Setelah bahan yang ada pada mesin press ini sudah matang, maka selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin pendingin.
Sampai dengan proses ini bahan tadi sudah menjadi bahan 1/2 jadi. Barang 1/2, jadi ini setelah dingin ditumpuh diatas palet - palet kemudian dingkut menuju mesin plong dengan menggunakan forklift.
Tugasakhir____________________________ Pengumpulan Dan Pengolahm Data_________ ^
Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kristen Petra
A Operasi 10 mesin plong.
Proses pengeplongan ini dilakukan sesuai dengan pisau pisau yang terdapat dalam mesin plong. Setelah proses pengeplongan selesai, maka diadakan pengontrolan lagi untuk melihat hasil yang baik dan yang cacat. Hasii pengeplongan yang gagal akan digabungkan dengan sisa pengeplongan dan diberikan pada bagian pemasangan tali.
A Operasi 11 mesin pemasangan tali.
Spon sandal yang sudah jadi tersebut kemudian dipasang tali.
Proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin pemasang tali, setelah tali terpasang diadakan pengontrolan lagi untuk melihat adakah spon yang sobet karena proses pemasangan tali ini. Proses ini adalah proses yang terakhir karena setaiah ini diadakan proses pengepakan.
A Operasi 12 pengepakan.
Pada operasi pengepakan ini, yang dikerjakan pertama adalah pengepakan untuk per-pasang sandal kemudian hasil pengepakan per-pasang tadi di-pak lagi persetengah dozen.
Kemudian hasil ini dimasukkan lagi kedalam karung besar.
Setelah karung dijahit, karung ditumpuk diatas palet - palet yang kemudian dimasukkan ke dalam gudang barang jadi dan siap untuk dipasarkan.
Tugas akhir____________________________ Pengumpulan Dan Pengolahan Data_________ ^
5. MACAM DATA DAN METODE PENGUMPULANNYA
Dalam analisa keandalan diperlukan data - data untuk mendapatkan parameter - parameter keandalan dari mesin. Data - data yang diperiukan adalah data kerusakan dan data perbaikan, meliputi;
© Data waktu antar kerusakan dan data waktu pert)aikan.
O Biaya failure replacement dan preventive replacement.
Biaya preventive replacement terbagi dalam : Biaya tenaga kerja
Biaya komponen
•S“ Biaya failure replacement terbagi dalam : w Biaya tenega keqa
w Biaya komponen
w Biaya kehilangan produksi
Data kerusakan tersebut diperoleh dari catatan atau areip kerusakan yang dimiliki oleh perusahaan, dimana didalamnya tercatat tanggal waktu terjadinya kerusakan setiap komponen mesin. Sedangkan data biaya diperoleh dari wawancara dengan pihak perusahaan.
5.1 Pengolahan Data
Setelah data dikumpulkan maka data diolah untuk menentukan parameter keandalan dari suatu mesin. Proses pengolahan data tersebut adalah sebagai berikut;
Tugas cdchir____________________________ Pengumptilan Dan Pengolahan Data_________ ^
Teknik dan Manajemen Jndustri UniversUas Kristen Petra
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 34
1. Uji kecocokan distribusi dan paremeter keandalan. Pengujian distribusi menggunkan Uji Kolmogorof Smimof.
2. Penentuan fungsi kepadatan probabilitas, fungsi keandalan, MTTF.
5.1.1 Analisa distribusi kerusakan mesin. Dari uji distribusi untuk tiap -
tiap mesin yang dilakukan maka dapat diketahui parameter dan bentuk distribusi serta harga MTTF dari setiap mesin. Data - data hasil pengukuran distribusinya mendekati distribusi normal, yang hasil penggujianya adalah sebagai berikut;
Tabel 3.1
Hasil Penggujian Distribusi Kerusakan Mesin
Mesin Dn Dn,a Sign, lev Distribusi
Bambari 0.0979 0.24 0.9356 normal
Rol halus 0.1012 0.24 0.9183 normal Rol 1/2 halus 0.0858 0.24 0.9799 nomnal Rol kasar 0.0994 0.24 0.9284 normal Rol potong 0.0973 " 0.24 0.9388 normal
Press 0.1069 0.24 0.8829 normal
Plong 0.1008 0.24 0.9202 normal
Kemudian dilakukan uji hipotesa dimana ;
HO ; distribusi pengamatan = distribusi dugaan ( normal) HI ; HO
Oengan software statgraphics dapat diperoleh nilai Dn serta significant levelnya. Nilai Dn yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 35
Dn,a dari tabel. Bila Dn < Dn,a maka terima HO atau dikatakan pengamatan normal. Selain itu apabila significant levelnya mendekati nilai satu dikatakan distribusi pengamatan normal.
5.1.2 Penentuan parameter distribusi. Dengan pengujian sig level dapat
ditentukan distribusi yang paling cocok untuk waktu antar kerusakan. Pada distribusi tertentu mempunyai parameter - parameter yang specifik, penetuan parameter dilakukan dengan mengunakan sofwere statgraf.
Dalam analisa distribusi kerusakan mesin diketahui bahwa mesin - mesin tersebut mempunyai pola distribusi normal, yang mempunyai parameter - parameter sebagai berikut:
Tabel 3.2
Parameter - Parameter Distribusi Keaisakan Mesin
MESIN Distribusi a
.
Bambari normal 2020.80 120.808
Rol kasar normal 2167.20 126.393
Rol 1/2 halus normal 21.07.99 156.057
Rol halus. normal 2142.40 141.064
Rol potong ■ normal 2126.40 115.116
Press normal 1984.00 86.9520
Plong normal 1759.20 141.936
5.1.3 Penetuan fungsi kepadatan probabilitas, MTTF, fungsi keandalan. Dari hasil penggujian kecocokan distribusi dengan statgrap didapatkan bahwa waktu antar kerusakan berdistribusi normal dengan
Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kristen Petra
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data
parameter |x dan a . Dengan diketahuinya parameter - parameter ini maka dapat ditentukan fungsi kepadatan probabilitas masing - masing mesin.
w fungsi kepadatan distribusi normal
f ( t ) =
i
exp
2jcct 2a2
F ( t ) = J
■^
2)cct exp\Atau dengan bantuan tabel normal standard dapat dinyatakan sebagai berikut:
F ( t ) = N
t-ji
Keandalan dari distribusi normal dapat dinyatakan sebagai berikut :
(t -. ) R ( t ) = 1 - N( t )
wr Sedangkan MTTF pada distribusi normal adalah sama |i
6. BIAYA - BIAYA YANG DIPERLUKAN
Biaya - biaya yang diperiukan meliputi biaya failure replacement dan biaya preventive replacement.
1. Biaya preventive replacement terbagi dalam ;
• Biaya tenaga kerja2
• Biaya komponen
2. Biaya failure replacement terbagi dalam ;
• Biaya tenega kerja
• Biaya komponen
• Biaya kehilangan produksi
6.1 Analisa Biava Tenaga Keria
Biaya tenaga kerja untuk failure replacement dan preventive replacement dianggap sama. Gaji mekanik perbulan Rp 300.000 dan gaji pembantu mekanik Rp 200.000 perbulan. sebuah Dalam sebulan ada 26 hari kerja dan 8 jam dalam sehari. Perhitungan biaya tenaga kerja diasumsikan persatuan waktu. Jadi biaya tenaga kerja dapat dicari sebagai berikut. Biaya tenaga kerja tiap jam
„ 300.000 + 200.0000
= R p --- 2 6 x 8
= Rp 2400/jam
Keterangan : biaya overhead tidak diperhitungkan dalam biaya preventive maupun failure replacement, karena biaya tersebut sudah termasuk dalam biaya produksi.
Tugas akhir ______________ Pengtmpulan Dan Pengolahan Data_________ ^
Teknik dan Mattajemen Jndustri Universitas Kristen Petra
6.2 Analisa Biava Kehilanqan Produksi
Kehilangan produksi didefisinikan sebagai keadaan dimana mesin tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena adanya perbaikan / penggantian komponen mesin, sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang ditetapkan, ada kehilangan produksi. Dimana pada keadaan normal sandal jepit yang dihasilkan rata - rata sebanyak 1000 dozen perhari (per mesin). Satu hari terdiri dari 3 shif, jadi setiap harinya 1 shif menghasilkan rata - rata 333 dozen sandal jepit. Satu shif ada B jam, jadi dalam satu jam dapat menghasikan — = 42 dozen. Biaya produksi333
8
perdozen Rp 24000, sedangkan harga jual perdozen Rp 30000'. Jadi biaya kehilangan produksi 42 x (30.000 - 24.000) = Rp 252000/jam.
Biaya kehilangan produksi hanya terdapat pada biaya failure replacement, tidak terdapat pada biaya preventive karena preventive replacement biasanya dilakukan dengan terencana, sehingga biaya yang timbul hanya biaya tenaga kerja dan biaya kehilangan produksi.
6.3 Analisa Biava Komponen
Dalam menghitung waktu penggantian komponen yang optimal untuk tiap - tiap komponen, maka dilakukan dengan pendekatan biaya.
Biaya komponen untuk failure dan preventive replacement diperoleh dari hasil wawancara dengan bagian teknisi.
Tugas akhir Pengumpulan Datt Pengolahofj Data 38
6.3.1 Analisa waktu kerusakan heating element. Kerusakan dari heating element, yang merupakan salah satu komponen dari mesin bambari disebabkan oleh lamanya pemakaian mesin yang secara terus - menerus sehingga daya tahan dari element tersebut menjadi turun dan rusak. Biaya komponen ini per unit Rp 55000
6.3.2 Analisa waktu kerusakan strainer. Strainer merupakan komponen dari mesin rol halus, kerusakan strainer didefinisikan sebagai keadaan dimana strainer aus hal tersebut disebabkan oleh karena bahan baku yang masih kasar / mengandung kotoran tersangkut pada strainer, sehingga proses aliran menjadi terganggu, selain itu permukaan tidak rata diameternya. Biaya komponen ini per unit Rp 25.000.
6.3.3 Analisa waktu kerusakan banfuli. Banfuli merupakan bagian dari mesin mesin plong, kerusakan banfuli didefinisikan sebagai keadaan dimana banfuli molor atau kendor. Biaya komponen ini per unit Rp 7500.
6.3.4 Analisa waktu kerusakan bearing, sliding ring. Kerusakan tjearing atau sliding ring didefinisikan sebagai keadaan dimana bearing atau sliding ring tersebut pecah. Biaya komponen ini Rp 35.000 per unit.
Komponen ini digunakan pada mesin press, rol potong, rol 1/2 halus.
Tugas akhir____________________________ Pengumpulan Dan Petigolahan Data 39
Teknik dan Manajemen Indusiri UniversiUxs Kristen Petra
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 40
6.3.5 Analisa waktu kerusakan V belt. Komponen ini merupakan bagian dari mesin rol kasar. Kerusakan komponen ini didefinisikansebagaikeadaan dimana V belt ini molor atau kendor. Biaya komponen ini per unit Rp 5500.
6.4 Analisa Biava Preventive Dan Failure Replacement.
Dari perhitungan diatas diperoleh bahwa biaya failure replacement adalah biaya yang timbul karena mesin berhenti, sebab terjadi kerusakan diluar perkiraan. Sedangkan biaya preventive replacement adalah biaya yang timbul bila mesin berhenti karena adanya perawatan. Dari perhitungan biaya diatas dipeiioleh persamaan biaya failure dan preventive replacement sebagai berikut:
1. Biaya penggantian preventive adalah;
□ Cp = ( biaya tenaga kerja ) per satuan waktu x wp + biaya Komponen.
label 3.3
label Total Biaya Penggantian Preventive
Mesin Tenaga keija Komponen tp Cp Bambari Rp 2400 Rp 55000 1.3596 58263.04 Rol halus Rp 2400 Rp 25000 1.1657 27797.68 Rol 1/2 halus Rp 2400 Rp 35000 1.2094 37902.56 Rol kasar Rp 2400 Rp 5500 1.1630 8291.200 Rol potong Rp 2400 Rp 35000 1.3336 38200.64 Press Rp 2400 Rp 35000 1.1604 37784.96 Plong Rp 2400 Rp 7500 1.4472 10973.28
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 41
2. Biaya failure replacement adalah ;
□ Cf = ( biaya tenaga kerja + biaya kehilangan produksi ) per satuan waktu x wf + biaya komponen.
label 3.4
label Total Biaya Failure Replacment
Mesin Tenaga kerja Komponen Kehilangan produksi tf a
Bambari Rp 2400 Rp 55000 Rp 252000 1.6718 480305.9 Rol halus Rp 2400 Rp 25000 Rp 252000 1.2727 348774.9 Rol 1/2 halus Rp 2400 Rp 35000 Rp 252000 1.4000 391160.0 Rol kasar Rp 2400 Rp 5500 Rp 252000 1.3694 353875.4 Rol potong Rp 2400 Rp 35000 Rp 252000 1.6821 462926.2 Press Rp 2400 Rp 35000 Rp 252000 1.3265 372461.6 Plong Rp 2400 Rp 7500 Rp 252000 1.6896 437334.2
7. ANALISA KESERAGAMAN DATA
Analisa keseragaman data bertujuan untuk mengetahui apakah data - data hasil pengukuran waktu tersebut berada dalam batas yang terkendali.
Di dalam analisa keseragaman data digunakan batas - batas pengendalian sebagai berikut:
Batas Kontrol Atas ( BKA) = x + 20
Nilai Rata - Rata = x
Batas Kontol Bawah { BKB ) = x - 20
Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kristen Petra
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 42
Hasil dari perhitungan test keseragaman data dapat dilihat pada tabel 3.5.
label 3.5
Test keseragamana Data
Mesin . N X <3 BKA BKB N”
Bambari 30 2020.800 120.8088 2262.408 1779.182 30 Rol halus 30 2167.200 126.3936 2419.987 1914.413 30 Rol 1/2 halus 30 2107.999 156.0576 2420.114 1795.884 30 Rol kasar 30 2142.401 141.0648 2424.530 1860.271 30 Rol potong 30 2126.400 115.1160 2356.632 1896.168 30 Press 30 1984.001 86.95200 2157.905 1810.097 30 Plong 30 1759.200 141.9360 2043.072 1475.328 30
Keterangan;
N : Jumlah data sebelum analisis keseragaman
X ; nilai rata - rata a ; standard deviasi BKA : batas kontrol atas BKB ; batas kontrol bawah
N” ; jumlah data setelah analisis keseragaman Dari perhitungan yang teiah dilakukan pada semua data kerusakan mesin, diketahui bahwa test keseragaman data dari semua kerusakan mesin tersebut dianggap terkendali
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 43
8. ANALISA KECUKUPAN DATA
Dari pengujian kecukupan data dapat diambil keputusan bahwa pengukuran dianggap telah mencukupi jika N > N', akan tetapi jika N < N' maka masih diperlukan pengukuran sebesar ( N' - N ) lagi pada tingkat ketelitian dan keyakinan yang dikehendaki. Dalam hal ini penulis menggunakan tingkat ketelitan sebesar 5% dengan tingkat keyakinan 95% ( seperti yang sudah diasumsikan ). Karena hanya diambil 30 data untuk tiap proses maka dalam perhitungan digunakan distribusi t sehingga diperoleh rumus;
N' =
(a/2, n-l)o kx
Hasil dari perhitungan test kecukupan data dari data - data kerusakan mesin dapat diiihat pada tabel 3.6.
label 3.6 Test Kecukupan Data
Mesin N T a / 2 a k X N- Hasil
Bambari 30 2.045 120.808 0.05 2020.80 6 cukup Rol halus 30 2.045 126.393 0.05 2167.20 6 cukup Rol 1/2 halus 30 2.045 156.057 0.05 2107.99 9 cukup Rol kasar 30 2.045 141.064 0.05 2142.40 7 cukup Rol potong 30 2.045 115.116 0.05 2126.40 5 cukup Press 30 2.045 86.9520 0.05 1984.00 3 cukup Plong 30 2.045 141.936 0.05 1759.20 11 cukup
Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kristen Petra
Keterangan ;
N : jumlah data pengukuran T a / 2 : tabel T untuk a 5%. 29
<y : standard deviasi
X : nilai rata - rata
N’ : jumlah data yang mencukupi
Dari tabel 3.6 diatas dapat diketahui bahwa test kecukupan data dari semua data kerusakan mesin tersebut dianggap cukup.
Tugas akhir Pengumpulan Dan Pengolahan Data 44