IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS IV SDN SUNGAI JINGAH BESAR
Sholihin1
Email : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar PAI dengan menggunakan model Pembelajaran Make A Match pada siswa kelas IV SDN Sungai Jingah Besar Kabupaten Barito Kuala. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ). Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sungai Jingah Besar yang berjumlah 12 siswa.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi , dan soal pengetahuan.
Sementara instrumen pengumpulan Data menggunakan lembar observasi dan lembar soal pengetahuan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar PAI kelas IV SDN Sungai Jingah Besar Peningkatan ini didasarkan pada hasil siklus I, dimana ada beberapa siswa yang belum mempunyai minat untuk belajar dan memperhatikan pelajaran.
Pada penelitian siklus II sudah mulai terlihat hampir seluruh siswa sudah memiliki minat belajar yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match, dimana saat penerapan model make a match siswa terlihat aktif dalam proses pembelajaran, dan siswa sangat berantusias untuk mengikuti pelajaran dan berani untuk bertanya. Siklus I pertemuan 1 Nilai rata-rata kelas sebesar 62, ketuntasan belajar klasikal 42% menjadi 66 dan ketuntasan belajar 58% pada siklus I pertemuan 2. Kemudian siklus II pertemuan 1, nilai rata-rata 78 dan ketuntasan belajar klasikal 75% dan pada siklus II pertemuan 2 mengalami peningkatan nilai rata-rata 86 dan ketuntasan belajar klasikal 92%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru, menjadi alternatif pembelajaran PAI tema Beriman Kepada Malaikat Allah menggunakan model pembelajaran Make A Match karena akan meningkatkan hasil dan proses pembelajaran siswa.
Keyword : Model Make A Match, Malaikat Allah, Hasil Belajar
PENDAHULUAN
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV SDN Sungai Jingah Besar menggunakan metode Ceramah. Dominasi guru masih tinggi, peran guru dalam proses pembelajaran sebagai penyebar ilmu kurang berperan sebagai
fasilitator, guru masih banyak tergantung pada buku, kurang mengoptimalkan bekerja bersama-sama dan siswa dianggap lulus tes atau dapat mengerjakan tes tanpa memperhatikan aspek lain seperti kejujuran, penghargaan kepada diri sendiri dan orang lain, kemampuan bekerja sama dan penekanan kepada perbaikan akhlaknya (Surawan, 2020: 167). Demikian gambaran situasi pembelajaran saat ini yang terjadi di lapangan. Hampir tidak ada pemikiran bagaimana pengaruhnya proses pembelajaran yang biasa dilakukan. Akibatnya pembelajaran jadi monoton dan membosankan dan akhirnya berpengaruh pada pencapaian hasil belajar siswa.
Penulis baru ditempatkan ke SDN Sungai Jingah Besar pada tahun ajaran 2019/2020 dan menemukan fakta dan data bahwa hasil belajar siswa kelas IV masih di bawah KKM. Kemudian penulis melakukan wawancara dan analisis hasil Penilaian Akhir Semester I dengan Wali Kelas IV yang didapat dari Guru PAI sebelumnya bahwa memang hasil belajar siswa pada tahun 2018/2019 dari 9 siswa, 43% yang masih belum tuntas dalam belajarnya. Pada tahun pelajaran 2020/2021 untuk mata pelajaran PAI di kelas IV semester 1 dengan jumlah siswa 5 orang didapat data bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran seperti itu siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar ini hanya 60%. Selain itu hasil tes formatif yang diberikan menunjukkan bahwa hanya 43% siswa yang tuntas dalam belajar dengan daya serap 57.
METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Sebab dari Penelitian tindakan kelas ini adalah karena peneliti berada di sekolah dari tahapan awal sampai akhir penelitian seperti perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi.
2. Subjek Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di kelas IV SDN Sungai Jingah Besar Kabupaten Barito Kuala pada semester I tahun ajaran 2021/2022. Adapun jumlah siswa kelas IV sebanyak 12 orang siswa yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.
Pelaksanaan penelitian direncanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022.
3. Teknik Pengumpulan Data
Data aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa diambil dari hasil observasi. Sedang data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes pengetahuan pada setiap akhir pertemuan pada siklus I dan siklus II.
4. Analisis Data
Analisis data merupakan cara yang paling menentukan untuk
menyusun dan mengolah data yang terkumpul, sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jenis data yang diperoleh yaitu data kualitatif dan kuantitatif.
Sedangkan penyajian data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
a. Secara kualitatif
1. Persentasi aktivitas guru = Total skor yang diperoleh x 100 %
Jumlah skor maksimal
2. Persentasi aktivitas siswa = Total skor yang diperoleh x 100 %
Jumlah skor maksimal
3.
Hasil Belajar siswa dapat diperoleh dengan rumus nilai rata-rata=
∑xN
Keterangan: ∑x = jumlah nilai N = jumlah siswa b. Secara kuantitatif
1. Secara individu
Persentasi = Jumlah nilai perolehan x 100 % Jumlah nilai maksimal
2. Secara klasikal
Persentasi = Jumlah siswa yang tuntas x 100 % Jumlah siswa keseluruhan
5. Prosedur / Langkah – langkah Penelitian
Penelitian Tindakan kelas terdiri dari dua siklus yang masing- masing terdiri dari dua tindakan, yaitu :
a. Perencanaan
1. Menemukan suatu masalah berdasarkan hasil diskusi atau wawancara dengan guru kelas.
2. Merencanakan langkah – langkah pembelajaran PAI melalui pembelajaran yang menggunakan Model Make A Match
3. Menyusun sebuah Instrumen sebagai pedoman observasi dalam melaksanakan pembelajaran.
b. Melaksanakan Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Model Make A Match :
1. Tindakan 2. Pengamatan 3. Refleksi
HASIL PENELITIAN Hasil Siklus I
Rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh setelah dilakukan evaluasi pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1. Hasil Belajar Siklus I Siklus I Tun
tas
Tidak Tuntas
Rata-rata Hasil Belajar
Ketuntasan Klasikal
Pertemuan 1 5 7 62 42%
Pertemuan 2 7 5 66 58%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada Siklus I Pertemuan 1 dari 12 orang rata-rata kelasnya adalah 62, jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya sebanyak 5 orang dan yang tidak tuntas 7 orang. Pada Pertemuan 2 dari 12 orang rata-rata kelasnya adalah 66, jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya sebanyak 7 orang dan yang tidak tuntas 5 orang Kemudian dari tabel di atas persentase ketuntasan klasikal pada Siklus I Pertemuan 1 adalah 42%
dan Pertemuan 2 adalah 58%.
Setelah dilaksanakan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match pada siklus 1, selanjutnya dilaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Secara umum, pelaksanaan pembelajaran PAI pada materi Beriman kepada Malaikat Allah telah sesuai dengan RPP yang telah disusun. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang muncul saat pelaksanaan yang perlu dilakukan perbaikan. Hasil pengamatan yang dilakukan pada siklus pertama yang terdiri dari dua pertemuan, maka refleksi yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Refleksi siklus 1 No Kasus/masalah yang
ditemukan dalam Pembelajaran
Faktor Penyebab Alternatif Solusi/tindakan 1 Suara ribut siswa dikelas
sebelah
Wali Kelas tidak hadir karena sakit
Memberikan Tugas
Mapel yang
dipelajari 2 Siswa belum menyampaikan
hasil diskusi secara berkelompok
Waktu Siswa terlalu lama mengerjakan LKPD
Memberikan Batas waktu pengerjaan LKPD
Hasil Siklus II
Rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh setelah dilakukan evaluasi pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Hasil Belajar Siklus II Siklus II Tuntas Tidak
Tuntas
Rata-rata Hasil Belajar
Ketuntasan Klasikal
Pertemuan 1 9 3 78 75%
Pertemuan 2 11 1 86 92%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada Siklus II Pertemuan 1 dari 12 orang rata-rata kelasnya adalah 78, jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya sebanyak 9 orang dan yang tidak tuntas 3 orang. Pada Pertemuan 2 dari 12 orang rata-rata kelasnya adalah 86, jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya sebanyak 11 orang dan yang belum tuntas 1 orang. Kemudian dari tabel di atas persentase ketuntasan klasikal pada Siklus II Pertemuan 1 adalah 75%
dan Pertemuan 2 adalah 92%.
Pada Siklus II Pembelajaran PAI, materi Berimah kepada Malaikat Allah dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match sudah berjalan dengan sangat Baik, lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan Hasil refleksi pada siklus II maka tindakan yang dilakukan dalam siklus dihentikan. Karena Hasil yang diterapkan sudah maksimal dan sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan.
PEMBAHASAN
Dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match selama dua siklus telah menunjukkan peningkatan Hasil Belajar PAI siswa kelas IV SDN Sungai Jingah Besar. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil Belajar siswa, keaktifan dalam pembelajaran pada Siklus I dan siklus II.
Hal ini dapat dilihat langsung dari peningkatan hasil belajar siswa yaitu nilai rata-rata yang didapat oleh siswa pada setiap siklus. Siklus 1 rata-rata kelas 62 pada pertemuan 1, dan 66 pada pertemuan 2, kemudian menjadi 78 pada siklus pertama dan 86 pada pertemuan 2. Jumlah siswa mampu mencapai KKM ≥ 70 pada siklus 1 pertemuan 1 ada 5 siswa, pertemuan 2 ada 7 siswa , kemudian pada siklus kedua pertemuan 1 ada 9 siswa dan 11 siswa pada pertemuan 2 dengan ketuntasan 92%.
Berdasarkan Hasil yang telah diperoleh dari penelitian siklu I dan siklus I Maka Penenlitian ini senada dengan teori yang dikemukakan Huda (2013:253- 254) Model Pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan hasil belajar siswa.
KESIMPULAN
Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Make A Match dalam penelitian ini dilakukakan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut : (a). Guru Menyampaikan Materi, (b). Menjelaskan kepada siswa Model Pembelajaran make a Match dalam proses pembelajaran, (c). Menyajikan Informasi berupa Gambar-gambar disekitar, (d). Memberikan pertanyaan- pertanyaan berpikir hots, (e) Evaluasi
Penggunaan model pembelajaran Make A Match dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan Hasil belajar siswa. Pada penelitian tindakan siklus 1 guru menjelaskan kepada siswa bahwa pembelajaran kali ini akan menggunakan model make a match, sehingga siswa merasa lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kemudian pada Tindakan siklus II guru membuat pembelajaran tersebut lebih menarik lagi dengan cara mengacak soal dan kartu berpasangan, sehingga siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran dan lebih tertarik lagi untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Make A Match.
DAFTAR PUSTAKA
Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Kapioru, Evan, Harlan. 2014. Implementasi Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum.
Jurnal Nominal/Volume III Nomor 1.
Margono, 2004, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta :Rineka Cipta
Mulyadi, Deddy. 2015. Studi Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik: Konsep dan Aplikasi Proses Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik. Cetakan Kesatu.
Bandung: Alfabeta CV.
Naditya, Rochyani, Suryono, Agus dan Rozikin, Mochamad. 2013. Implementasi Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Sampah (Suatu Studi Di Dinas Kebersihan Dan Pertamanan (DKP) Dalam Pelaksanaan Program Bank Sampah Malang (BSM) Di Kelurahan Sukun Kota Malang). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 1, No. 6.
Nasution, S., 2002. Didaktik Azas Mengajar, Bandung: Bumi Aksara.
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004; Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo.
Pratama, Rezki, Teddy. 2015. Implementasi Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah (Studi Tentang Kewajiban Pemerintah Daerah Dalam Memberi Pelayanan Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu). Journal Pemerintahan Integrattif, Volume 3, Nomor 1.
Rusman. 2010. Model Model Pembelajaran. Bandung: Rajawali Pers.
Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sardiman,A,M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rajagrafindo.
Syahida, Agung, Bayu. 2014. Implementasi Perda Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kota Tanjungpinang (Study Kasus Di Kelurahan Tanjung Unggat).
Surawan. (2020). Dinamika Dalam Belajar : Sebuah Kajian Psikologi Penelitian.
Yogyakarta : K-Media.
Tahir, Arifin. 2014. Kebijakan Publik & Transparansi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Cetakan Kesatu. Bandung: Alfabeta CV.
Taufik, Mhd. dan Isril. 2013. Implementasi Peraturan Daerah Badan Permusyawaratan Desa. Jurnal Kebijakan Publik, Volume 4, Nomor 2.
Usman, Muhammad Uzer,2000. Menjadi Guru Profesional.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, M. Basyiruddin. 2002. Metode Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Press.
Waluyo. 2007. Manajemen Publik: (Konsep, Aplikasi dan Implementasi dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah). Cetakan I. Bandung: Mandar Maju.
Wehmeier, Sally. 2000. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. New York: Oxford University Press.
Woofolk, Anita E., 1996. Educational Psychology, cet. ke -4. USA: Allyn & Bacon