• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia

Penelitian ini menghasilkan produk berupa modul pembelajaran kimia berbasis blog yang dapat diakses secara online. Data yang diperoleh setelah melalui beberapa tahap pengembangan adalah sebagai berikut :

1. Analisis Potensi dan Masalah

Tahap analisis meliputi analisis potensi dan masalah, penulis melakukan analisis terhadap perkembangan penggunaan internet di Indonesia. Dilakukan juga studi literatur dan survey untuk mendapatkan masalah serta potensi pengembangan produk untuk mengatasi masalah yang ditemukan. Survey yang dilakukan berupa tes wawancara dengan guru kimia di SMA N 2 Surakarta serta angket yang diisi oleh 40 orang siswa di SMA N 2 Surakarta kelas XI IPA dan 38 orang siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta. Data yang diperoleh dalam tahap ini sebagai berikut :

a. Potensi

1) Berdasarkan data yang diperoleh dari www.internetworldstats.com

pengguna internet di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat.

Tahun 2012 pengguna internet di Indonesia sekitar 55 juta jiwa, atau 22,1

% dari populasi di Indonesia di tahun 2012.

2) Data survey yang dilakukan terhadap sekolah SMA N 2 Surakarta dan SMA Al Islam 1 Surakarta, didapatkan bahwa sarana penunjang yang dibutuhkan dalam pemanfaatan media internet dalam proses pembelajaran sudah tersedia dengan baik. Ruang kelas sudah terkoneksi internet melalui jaringan wifi. Survey terhadap 40 siswa di SMA N 2 Surakarta kelas XI didapatkan bahwa sebanyak 72,5% siswa memiliki fasilitas internet di rumah (Lampiran 11), sedangkan survey terhadap 38 siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta didapatkan bahwa sebanyak 78,9%

siswa memiliki fasilitas internet di rumah (Lampiran 12).

(2)

commit to user

Gambar 4.1. Diagram Keberadaan Fasilitas Internet di rumah pada 40 Siswa di SMA N 2 Surakarta

Gambar 4.2. Diagram Keberadaan Fasilitas Internet di rumah pada 38 Siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta

b. Masalah

Berdasarkan data dari www.internetworldstats.com didapatkan

bahwa pengguna internet di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

Tahun 2012 pengguna internet sekitar 55 juta jiwa, akan tetapi berdasarkan survey terhadap 40 siswa di SMA N 2 Surakarta baru sekitar 30% siswa yang menyukai pembelajaran mandiri menggunakan blog pembelajaran dibandingkan buku, sedangkan survey terhadap 38 siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta sudah sebanyak 52,7% siswa yang menyukai pembelajaran mandiri menggunakan blog pembelajaran dibandingkan buku (Lampiran 11 dan 12).

72%

28%

ya tidak

79%

21%

ya tidak

(3)

commit to user

Gambar 4.3. Diagram Perbandingan Minat Penggunaan Blog Pembelajaran dibandingkan Buku pada 40 Siswa di SMA N 2 Surakarta.

Gambar 4.4. Diagram Perbandingan Minat Penggunaan Blog Pembelajaran dibandingkan Buku pada 38 Siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta.

Berdasarkan analisis potensi dan masalah, didapatkan bahwa belum banyak siswa yang memanfaatkan media pembelajaran mandiri berbasis blog, padahal blog memiliki potensi besar untuk digunakan dalam proses pembelajaran mandiri. Beberapa keuntungan menggunakan blog/internet sebagai media pembelajaran yaitu : 1) biayanya murah, 2) praktis dan efisien waktu, 3) bahan bisa dipilih sesuai kebutuhan, 4) orang dapat mengakses kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan modul pembelajaran kimia berbasis blog.

30%

70%

ya tidak

53%

47% ya

tidak

(4)

commit to user

2. Perencanaan

Tahap perencanaan dilakukan penulis untuk mengatasi masalah yang ada pada tahap analisis potensi dan masalah yaitu analisis materi, dan pengkajian perangkat pembuat media.

a. Analisis Materi

Analisis materi dilakukan sebelum produk yang akan dikembangkan dibuat. Materi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah struktur atom dan sistem periodik unsur kelas XI. Materi struktur atom dan sistem periodik unsur dipilih berdasarkan observasi di sekolah pada waktu kegiatan ppl tahun 2012 di SMA N 2 Surakarta dan wawancara yang dilakukan dengan guru kimia kelas XI, masih banyak siswa yang merasa kesulitan pada materi ini.

Hal ini mungkin dikarenakan banyaknya materi di kelas XI yang harus dipelajari sedangkan waktunya sangat terbatas sehingga siswa merasa kesulitan dalam memahami dan menyerap materi yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya pengembangan modul pembelajaran kimia berbasis blog ini, dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri yang menarik bagi siswa. Analisis materi yang digunakan untuk pengembangan produk meliputi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Tahun 2006, Tentang Standar Isi Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) dapat dilihat pada Tabel 4.1.

(5)

commit to user

Tabel 4.1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat- sifat senyawa.

1.1 Menjelaskan teori atom Bohr dan.

mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.

1.2Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron disekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul.

1.3Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar molekul) dengan sifatnya.

Kemudian ditentukan indikator berdasarkan materi yang dipilih. Secara lebih rinci diperoleh indikator sebagai berikut :

1) Menjelaskan teori atom dan mekanika kuantum 2) Menentukan bilangan kuantum dari suatu atom 3) Menggambarkan bentuk-bentuk orbital

4) Menjelaskan kulit dan sub kulit serta hubunganya dengan bilangan kuantum

5) Menggunakan prinsip aufbau, aturan Hund, dan azas larangan pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital

6) Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik

b. Pengkajian Perangkat Pembuat Media

Pengkajian Perangkat pembuat media dilakukan setelah analisis materi meliputi perangkat keras dan perangkat lunak.

1) Perangkat Keras

Perangkat keras yang digunakan untuk membuat modul pembelajaran

kimia berbasis blog yaitu 1 unit laptop atau 1 unit komputer dengan

spesifikasi sebagai berikut:

(6)

commit to user

a) Processor 1,6 GHz

b) 1 GB RAM

c) Space hardisk 250 GB d) Resolusi 1024 x 600 e) Modem

f) Bluetooth 2) Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan blog meliputi :

a) Perangkat lunak untuk sistem operasi : Microsoft Windows 7 ultimate, Microsoft Windows XP

b) Perangkat lunak untuk membuat blog : Wordpress versi 3,6 Beta c) Perangkat lunak untuk membuat flash : Wondershare Quiz Creator

3. Pembuatan Draft Produk/Desain Media

Desain atau konsep media yang akan dikembangkan dibuat sebelum tahap pembuatan media. Tahap pembuatan desain media akan membuat desain modul pembelajaran kimia berbasis blog. Blog sebagai media pembelajaran mandiri dapat membantu siswa untuk mempelajari materi pelajaran kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas ruang dan waktu. Hasil rancangan sistematika media dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis blog dapat dilihat pada Tabel 4.2

Isi yang terdapat dalam desain media menggambarkan tentang blog yang nantinya akan dikembangkan. Blog yang akan dikembangkan memuat 4 sub pokok bahasan dimana setiap sub pokok bahasan berisi materi-materi yang lebih terperinci seperti pada Tabel 4.2. Materi yang akan ditampilkan dalam blog dikumpulkan setelah desain media selesai dibuat, selanjutnya menambahkan flash yang akan digunakan dalam latihan soal.

(7)

commit to user

Tabel 4.2. Rancangan Bagian dan Isi Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog

Bagian blog Isi

Home About me

Pengantar SK dan KD

Petunjuk Penggunaan Modul Teori Atom Mekanika

Kuantum Indikator

Materi Teori Kuantum Max Planck Materi Model Atom Bohr

Materi Hipotesis Louis De Broglie Materi Teori Mekanika Kuantum Latihan Soal berbentuk flash Bilangan Kuantum Indikator

Materi Pengertian Bilangan Kuantum Materi Bentuk Orbital

Contoh Soal

Latihan Soal berbentuk flash Konfigurasi Elektron Pada

Atom

Indikator

Materi Asas Aufbau Materi Kaidah Hund Materi Larangan Pauli Contoh soal

Latihan soal berbentuk flash Golongan dan Periodik Indikator

Materi Sistem Periodik dan Konfigurasi Elektron

Materi Keperiodikan Sifat Unsur Materi Golongan dan Periode Contoh Soal

Latihan Soal berbentuk flash

4. Pembuatan Media

Tahap pembuatan media dilaksanakan setelah rancangan produk selesai

dibuat, karena pembuatan media merupakan pengembangan dari rancangan

produk yang telah dibuat sebelumnya. Tahap pembuatan modul pembelajaran

kimia berbasis blog dibagi mejadi 2 tahap : meliputi tahap pembuatan blog, dan

tahap editing.

(8)

commit to user

a) Tahap Pembuatan Blog

Produk ini menggunakan wordpress versi 3.6 Beta. Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan blog yaitu mengunjungi penyedia blog gratis www.wordpress.com.

1) Kunjungi www.wordpress.com kemudian klik Get Started

Gambar 4.5. Tampilan Awal Membuat Blog

2) Isikan alamat email, username, password, dan alamat blog. Pastikan hingga semua isian tertera dengan tanda centang kemudian klik “Create Blog”

Gambar 4.6. Tampilan untuk Mengisikan Alamat Email, Username, Password, dan Alamat Blog

Belajarkimiaonlineyuk.wordpress.com

PikiranPojok

(9)

commit to user

Gambar 4.7 Letak Perintah “Create Blog”

a. E-mail address : Email yang akan digunakan untuk membuat blog b. Username : Nama yang akan anda gunakan saat login ke blog

anda

c. Password : Sandi yang akan anda gunakan saat login ke blog anda

d. Blog Address : Alamat Blog (URL) yang akan dibuat.

3) Kemudian akan muncul halaman yang menyatakan anda harus memeriksa alamat email untuk menyelesaikan pendaftaran.

Gambar 4.8. Tampilan Halaman Registrasi

(10)

commit to user

4) Buka email yang anda gunakan tadi untuk menerima pesan aktivasi blog anda, untuk mengaktifkan klik Activate Blog.

Gambar 4.9. Letak Perintah Activate Blog

5) Isi judul blog, slogan dan bahasa yang dikehendaki. Lalu klik “ Next Step”.

Gambar 4.10. Letak Perintah “Next Step”

Belajar Kimia Struktur Atom dan SPU

Chemistry is fun

(11)

commit to user

6) Pilih theme atau desain yang anda sukai, lalu klik “Next Step“

Gambar 4.11. Tampilan Halaman untuk Memilih Thema 7) Klik “Next Step“ pada halaman “Customize“

Gambar 4.12. Tampilan Halaman Customize

(12)

commit to user

8) Klik “Finish“ pada halaman “Create your first post“.

Gambar 4.13. Tampilan Halaman Create your first post 9) Sukses!

Gambar 4.14. Tampilan Halaman Jika Anda Sukses

b) Tahap Editing

Proses editing dan penyelesaian blog dilakukan setelah tahap pembuatan blog selesai. Hal-hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut :

(13)

commit to user

1) Tahap pembuatan menu pada halaman blog

Langkah awal dalam pembuatan menu pada halaman blog yaitu anda harus login ke dashboard wordpress anda.

a) Setelah dashboard anda terbuka, klik pada tampilan menu.

Gambar 4.15. Tampilan Dashboard

b) Selanjutnya pada Menu Name anda buat nama Menu Baru dan klik → Create Menu

Gambar 4.16. Tampilan Halaman Membuat Menu

(14)

commit to user

c) Pada Theme Locations anda Pilih Menu yang telah dibuat dan klik save

Gambar 4.17. Letak Perintah Save Pada Theme Locations

d) Pages, Klik → lihat semua untuk melihat semua Page yang ada pada blog, dan centang √ pada check box untuk halaman yang anda pilih akan ditampilkan pada menu berikutnya klik → tambahkan ke menu

Gambar 4.18. Tampilan Halaman untuk Membuat Menu

(15)

commit to user

e) Categories, centang pada Kategori ( artikel ) yang akan di tampilkan pada menu terakhir klik → tambahkan ke menu

Gambar 4.19. Tampilan Halaman Kategori

f) Sekarang bisa anda lihat, semua Page, Kategori dan Link yang telah ditambahkan ada pada kolom menu yang baru.

Gambar 4.20. Letak perintah Simpan Menu

(16)

commit to user

g) Setelah disimpan, inilah hasil dari tampilan menunya.

Gambar 4.21. Tampilan Halaman Menu yang Sudah Jadi

2) Tahap penulisan artikel

Tahap penulisan artikel dalam blog terlebih dahulu anda harus login ke dashboard wordpress anda, selanjutnya klik tampilan tulisan baru dan klik tambah baru.

a) Setelah tampilan terbuka anda dapat memasukan artikel/ tulisan anda kemudian klik perbaharui

Gambar 4.22. Tampilan Halaman untuk Menambahkan Artikel

(17)

commit to user

b) Hasil tampilan artikel anda dapat anda lihat pada blog dengan meng- klik lihat halaman

Gambar 4.23. Letak Perintah untuk Melihat Halaman Hasil Editan

B. Validasi dan Uji Media

Rancangan produk dari modul pembelajaran kimia berbasis blog siap untuk digunakan selanjutnya dilakukan validasi produk oleh tim ahli, yaitu ahli media dan ahli materi.

1. Validasi a. Validasi oleh Ahli Media

Produk yang telah siap digunakan, kemudian divalidasi oleh ahli media. Terlebih dahulu penulis menampilkan produk yang telah dibuat kepada ahli media, selanjutnya ahli media diminta mengisi angket penilaian dan memberikan komentar serta kritik dan saran untuk perbaikan produk.

Tabel 4.3. Rangkuman Data Angket oleh Ahli Media

Kategori Kriteria Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Kurang (SK) 0 0

2 Kurang (K) 0 0

3 Cukup (C) 8 34,78

4 Baik (B) 14 60,87

5 Sangat Baik (SB) 1 4,35

Jumlah 23 100

(18)

commit to user

Tabel 4.4. Kriteria Total Validasi Ahli Media

Keterangan : X = Skor Validator

Berdasarkan Lampiran 17 didapatkan skor validator ahli media yaitu sebesar 85 dari skor total maksimal 115 sehingga menurut kriteria total validasi ahli media maka modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI dikatakan Baik.

Selanjutnya modul pembelajaran kimia berbasis blog ini selanjutnya mendapatkan rekomendasi dari ahli media untuk selanjutnya divalidasikan ke ahli materi.

b. Validasi oleh Ahli isi / Materi

Produk modul pembelajaran kimia berbasis blog yang telah divalidasi ahli media kemudian direvisi, selanjutnya divalidasi oleh ahli materi. Terlebih dulu penulis menampilkan produk yang akan dinilai kepada ahli materi, selanjutnya ahli materi diminta untuk mengisi angket penilaian dan memberikan komentar serta kritik dan saran untuk perbaikan produk.

Tabel 4.5. Rangkuman Data Angket oleh Ahli Media

Kategori Kriteria Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Kurang (SK) 0 0

2 Kurang (K) 0 0

3 Cukup (C) 3 10,34

4 Baik (B) 21 72,42

5 Sangat Baik (SB) 5 17,24

Jumlah 29 100

Tabel 4.6. Kriteria Total Validasi Ahli Media Kategori Kelompok Skor Kriteria

5 X > 115,8 Sangat Baik 4 96,6 < X ≤ 115,8 Baik

3 77,4 < X ≤ 96,6 Cukup 2 58,2 < X ≤ 77,4 Kurang

1 X ≤ 58,2 Sangat Kurang

Kategori Kelompok Skor Kriteria

5 X > 91,8 Sangat Baik

4 76,6 < X ≤ 91,8 Baik 3 61,4 < X ≤ 76,6 Cukup 2 46,2 < X ≤ 61,4 Kurang

1 X ≤ 46,2 Sangat Kurang

(19)

commit to user

Keterangan : X = Skor Validator

Berdasarkan Lampiran 18 didapatkan skor validator ahli materi yaitu sebesar 118 dari skor total maksimal 145, sehingga menurut kriteria total validasi ahli materi maka modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI dikatakan Sangat Baik. Selanjutnya modul pembelajaran kimia berbasis blog ini selanjutnya mendapatkan rekomendasi dari ahli materi untuk selanjutnya dinilai oleh reviewer.

c. Reviewer

Produk yang telah divalidasi oleh ahli media dan ahli materi selanjutnya divalidasi oleh 2 reviewer yaitu guru kimia di SMA N 2 Surakarta dan guru kimia di SMA Al Islam 1 Surakarta sehingga modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI akan mendapatkan hasil yang memenuhi kriteria baik untuk digunakan pada uji coba skala kecil. Terlebih dulu penulis menampilkan produk yang akan dinilai kepada reviewer. Reviewer selanjutnya diminta untuk mengisi angket penilaian serta memberikan kritik dan saran untuk perbaikan produk. Adapun kritik dan saran dari reviewer yaitu sebagai berikut:

1) Reviewer 1

Reviewer 1 merupakan guru kimia di SMA Al Islam 1 Surakarta.

Berdasarkan penilaian dari reviewer 1 modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI sudah dikatakan baik. Aspek pembelajaran sudah baik mengenai kesesuaian materi dengan SK dan KD, ketepatan dan urutan penyajian.

Aspek kebahasaan dan kelengkapan media umumnya juga sudah baik.

(20)

commit to user

Tabel 4.7. Rangkuman Data Angket oleh Reviewer 1

Kategori Kriteria Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Kurang (SK) 0 0

2 Kurang (K) 0 0

3 Cukup (C) 1 4

4 Baik (B) 21 84

5 Sangat Baik (SB) 3 12

Jumlah 25 100

Tabel 4.8. Kriteria Total Reviewer

Kategori Kelompok Skor Kriteria 5 X > 104,1 Sangat Baik 4 86,7 < X ≤ 104,1 Baik

3 69,3 < X ≤ 86,7 Cukup 2 51,9 < X ≤ 69,3 Kurang

1 X ≤ 51,9 Sangat Kurang

Keterangan : X = Skor Validator

Berdasarkan Lampiran 19, didapatkan skor oleh reviewer yaitu sebesar 102 dari skor total maksimal 125, sehingga menurut kriteria total reviewer maka modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI dikatakan Baik.

2) Reviewer 2

Reviewer 2 merupakan guru kimia di SMA N 2 Surakarta.

Berdasarkan penilaian dari reviewer 2 modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI sudah dikatakan baik. Untuk aspek pembelajaran sudah baik mengenai kesesuaian materi dengan SK dan KD, ketepatan dan urutan penyajian. Untuk aspek kebahasaan dan kelengkapan media umumnya juga sudah baik.

Tabel 4.9. Rangkuman Data Angket oleh Reviewer 2

Kategori Kriteria Frekuensi Persentase (%) 1 Sangat Kurang (SK) 0 0

2 Kurang (K) 1 4

3 Cukup (C) 2 8

4 Baik (B) 21 84

5 Sangat Baik (SB) 1 4

Jumlah 25 100

(21)

commit to user

Tabel 4.10. Kriteria Total Reviewer

Kategori Kelompok Skor Kriteria

5 X > 104,1 Sangat Baik 4 86,7 < X ≤ 104,1 Baik

3 69,3 < X ≤ 86,7 Cukup 2 51,9 < X ≤ 69,3 Kurang

1 X ≤ 51,9 Sangat Kurang

Keterangan : X = Skor Validator

Berdasarkan Lampiran 19, didapatkan skor oleh reviewer yaitu sebesar 96 dari skor total maksimal 125, sehingga menurut kriteria total reviewer maka modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI dikatakan Baik.

2. Uji Coba

Modul pembelajaran kimia berbasis blog yang telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan reviewer serta telah mengalami tahap revisi selanjutnya diujicobakan kepada siswa di SMA N 2 Surakarta dan SMA Al Islam 1 Surakarta, meliputi uji coba skala kecil sebanyak 6 orang siswa, uji coba skala menengah sebanyak 30 siswa dan uji coba skala besar sebanyak 40 siswa.

a) Uji Coba Skala Kecil

Pada uji coba skala kecil, produk yang sedang dikembangkan yaitu

modul pembelajaran kimia berbasis blog diujikan kepada 6 orang siswa

meliputi 3 orang siswa di SMA N 2 Surakarta dan 3 orang siswa di SMA Al

Islam 1 Surakarta yang sudah mendapatkan materi struktur atom dan sistem

periodik unsur. Pengujian dilakukan dengan cara mengakses melalui internet

blog yang sedang kita kembangkan. Siswa mengisi angket yang berisi 23 item

meliputi aspek pembelajaran (7 item), aspek tampilan (7 item), aspek

pemograman (4 item), dan aspek keterlaksanaan (5 item). Pengujian

dilakukan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap produk yang kita

kembangkan. Berdasarkan penilaian siswa pada uji coba skala kecil

didapatkan bahwa 3 orang siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta sudah menilai

media pembelajaran cukup baik (66,67 %) (Lampiran 20). Begitupula 3 orang

siswa di SMA N 2 Surakarta menilai media pembelajaran sudah cukup baik

(22)

commit to user

(66,67 %) (Lampiran 20). Sehingga dapat dilahat pada Lampiran 20 bahwa uji coba skala kecil di kedua sekolahan dikatakan cukup baik (50 %).

b) Uji Coba Skala Menengah

Produk yang telah melalui tahap uji coba skala kecil dan mengalami tahap revisi selanjutnya diujicobakan pada skala yang lebih luas yaitu 30 orang siswa meliputi 15 orang siswa di SMA N 2 Surakarta dan 15 orang siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta yang telah menerima materi struktur atom dan sistem periodik unsur. Pengujian produk dilakukan dengan cara mengakses modul kimia berbasis blog dan memberi penjelasan singkat mengenai produk yang sedang dikembangkan kepada siswa, meminta siswa mencoba sendiri modul kimia berbasis blog tersebut. Siswa diberi angket yang berisi 23 item meliputi aspek pembelajaran (7 item), aspek tampilan (7 item), aspek pemograman (4 item), dan aspek keterlaksanaan (5 item).

Pengujian dilakukan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap produk yang kita kembangkan. Berdasarkan Lampiran 21, didapatkan bahwa media pembelajaran pada uji coba skala menengah di SMA Al Islam 1 Surakarta sudah dikatakan baik dengan presentase 86,7 %, sedangkan uji coba di SMA N 2 Surakarta media pembelajaran juga sudah termasuk baik yaitu dengan presentase sebesar 40 % (Lampiran 21). Berdasarkan kedua sekolah maka didapatkan presentase total sebesar 63,4 % yaitu media pembelajaran sudah dikatakan baik.

c) Uji Coba Skala Besar

Produk yang telah melewati uji coba skala menengah dan direvisi selanjutnya diujicobakan pada skala besar yaitu sebanyak 40 orang siswa, meliputi 20 orang siswa di SMA Al Islam 1 Surakarta dan 20 orang di SMA N 2 Surakarta. Penilaian pada uji coba skala besar merupakan penilaian akhir, sehingga produk yang telah melewati uji coba skala besar dan direvisi nantinya merupakan produk akhir. Pengujian produk dilakukan dengan cara mengakses modul kimia berbasis blog dan memberi penjelasan singkat mengenai produk yang sedang dikembangkan kepada siswa, meminta siswa mencoba sendiri modul kimia berbasis blog tersebut. Siswa diberi angket

(23)

commit to user

yang berisi 23 item meliputi aspek pembelajaran (7 item), aspek tampilan (7 item), aspek pemograman (4 item), dan aspek keterlaksanaan (5 item).

Pengujian dilakukan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap produk yang kita kembangkan. Berdasarkan Lampiran 53 didapatkan bahwa media pembelajaran pada uji coba skala besar di SMA Al Islam 1 Surakarta sudah dikatakan baik yaitu dengan presentase sebesar 65 %, sedangkan hasil penilaian media pembelajaran di SMA N 2 Surakarta juga sudah dikatakan baik dengan presentase sebesar 65 % (Lampiran 22). Berdasarkan kedua sekolah pada Lampiran 22, maka didapatkan penilaian total media yaitu sebesar 65 % yaitu media pembelajaran sudah dikatakan baik.

C. Deskripsi Data Penelitian

Data yang diperoleh terdiri dari data validasi oleh ahli materi, ahli media, reviewer dan uji coba terhadap siswa dalam hal penilaian pada aspek pembelajaran, aspek kebahasaan, tampilan, tipografi, pemrograman, kelengkapan media, keterlaksanaan. Berikut ini akan disajikan secara umum data hasil penilaian modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI. Data hasil uji coba siswa juga disajikan secara umum meliputi 6 orang siswa pada uji coba skala kecil, 30 orang siswa pada uji coba skala menengah dan 40 orang siswa pada uji coba skala besar.

1. Data Hasil Pengembangan

Data angket dibedakan berdasarkan aspek yang dinilai sesuai dengan kisi-kisi instrumen penilaian pada Lampiran 2. Angket penilaian ahli media meliputi aspek tampilan, aspek tipografi, aspek pemrograman, dan aspek kelengkapan media dimana ahli media memberikan skor total untuk seluruh aspek yaitu 85 dari jumlah total skor maksimum 115 dan termasuk kategori baik. Angket penilaian ahli materi meliputi aspek pembelajaran, aspek kebahasaan, aspek tampilan, dan aspek keterlaksanaan dimana ahli materi memberikan skor total 118 dari jumlah total skor maksimum 145 dan termasuk kategori sangat baik. Angket penilaian reviewer meliputi aspek pembelajaran, aspek kebahasaan, aspek kelengkapan media dan aspek

(24)

commit to user

keterlaksanaan dimana reviewer 1 dan 2 masing-masing memberikan skor 102 dan 96 dari total skor maksimum 125 dan keduanya termasuk kategori baik.

Berdasarkan rangkuman penilaian di atas modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI sudah dikatakan baik dan layak diuji cobakan terhadap siswa pada uji coba skala kecil, menengah dan besar. Hasil penilaian media oleh validator didukung oleh data yang diperoleh dari masing-masing komponen yang diuraikan sebagai berikut :

a. Aspek pembelajaran

Hasil penilaiaan aspek pembelajaran dinilai oleh ahli materi dan reviewer. Ahli materi dan reviewer 1 memberikan skor yang sama untuk aspek pembelajaran yaitu 29 dari skor total maksimum yaitu 35 sedangkan reviewer 2 memberikan skor sebesar 27. Deskripsi data pada Lampiran 13 menunjukan sebaran penilaian media pembelajaran dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI tentang komponen materi pada setiap indikator. Setiap indikator memiliki presentase yang berbeda-beda.

Indikator kesesuaian materi dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) mendapatkan nilai 4 (33,33%) dan 5 (66,67%).

Indikator ketepatan materi mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator kebenaran dan ketepatan fakta mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator kemutakhiran materi mendapatkan nilai 4 (66,67%) dan 5 (33,33%).

Indikator kejelasan contoh yang diberikan mendapatkan nilai 4 (100%).

Indikator urutan penyajian materi mendapatkan nilai 2 (33,33%) dan 4 (66,67%). Indikator manfaat gambar untuk penjelasan materi mendapatkan nilai 4 (100%). Data-data tersebut menunjukan bahwa indikator dalam setiap komponen aspek pembelajaran sebagian besar memiliki nilai baik (4) dan sangat baik (5).

(25)

commit to user

b. Aspek kebahasaan

Aspek kebahasaan dinilai oleh ahli materi dan reviewer. Skor tertinggi diberikan oleh reviewer 1 yaitu sebesar 24 dari skor total maksimum 30, sedangkan ahli materi dan reviewer 2 memberikan skor sebesar 23. Deskripsi data pada Lampiran 13 menunjukan sebaran penilaian media pembelajaran dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI tentang komponen materi pada setiap indikator. Setiap indikator memiliki presentase yang berbeda-beda. Indikator kesesuaian bahasa dengan tingkat berfikir siswa mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator kemudahan materi untuk dipahami mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator ketepatan tata bahasa dan ejaan mendapatkan nilai 3 (33,33%) dan 5 (66,67%). Indikator kelugasan bahasa mendapatkan nilai 4 (100%).

Indikator ketepatan istilah mendapatkan nilai 3 (33,33%) dan 5 (66,67%).

Indikator kemampuan mendorong rasa ingin tahu siswa mendapatkan nilai 4 (100%). Data-data tersebut menunjukan bahwa indikator dalam setiap komponen aspek kebahasaan sebagian besar memiliki nilai cukup (3) dan baik (4).

c. Aspek tampilan

Aspek tampilan dinilai oleh ahli media dan ahli materi. Ahli media memberikan skor sebesar 31 dari skor total maksimum sebesar 40, sedangkan ahli materi memberikan skor sebesar 35 dari skor total maksimum sebesar 45. Deskripsi data pada Lampiran 17 dan 18 menunjukan sebaran penilaian media pembelajaran dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI tentang komponen materi pada setiap indikator. Setiap indikator memiliki presentase yang berbeda-beda. Aspek tampilan hanya indikator ketepatan ukuran gambar dan ketepatan pemilihan warna background yang sama-sama dinilai oleh ahli materi dan ahli media. sedangkan indikator lainya masing-masing hanya dinilai oleh seorang ahli. Indikator ketepatan ukuran gambar mendapatkan nilai 3

(26)

commit to user

(50%) dan 4 (50%). Indikator ketepatan pemilihan warna background mendapatkan nilai 3 (100%). Indikator penilaian yang dinilai oleh ahli media yaitu 6 indikator. Indikator kejelasan gambar mendapatkan nilai 3 (100%). Indikator kejelasan warna gambar mendapatkan nilai 4 (100%).

Indikator komposisi layout atau template mndapatkan nilai 4 (100%).

Indikator tampilan desain mendapatkan nilai 5 (100%). Indikator ketertarikan gambar mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator ketertarikan video mendapatkan nilai 4 (100%). Sedangkan indikator penilaian yang dinilai oleh ahli materi yaitu 7 indikator. Indikator kejelasan tulisan mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator kemudahan memilih menu mendapatkan nilai 5 (100%). Indikator kemenarikan gambar mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator ketepatan ukuran tulisan mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator penilaian kualitas tampilan mendapatkan nilai 4 (100%).

Indikator tampilan video mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator tampilan gambar mendapatkan nilai 4 (100%). Berdasarkan rangkuman penilaian di atas, kebanyakan ahli media dan ahli materi menilai cukup (3) dan baik (4) untus setiap aspeknya.

d. Aspek tipografi

Aspek tipografi hanya dinilai oleh ahli media saja, dimana ahli media memberikan skor 21 dari skor total maksimum 30. Indikator pada aspek tipografi meliputi indikator penggunaan jenis huruf yang mendapatkan nilai 3 (100%), indikator penggunaan variasi huruf mendapatkan nilai 3 (100%), indikator ketepatan pemilihan ukuran huruf mendapatkan nilai 4 (100%), indikator ketepatan pengaturan jarak, baris dan alenia mendapatkan nilai 4 (100%), indikator kesesuaian pemilihan warna tulisan mendapatkan nilai 4 (100%), indikator keserasian warna tulisan dengan warna background mendapatkan nilai 3 (100%).

e. Aspek pemrograman

Aspek pemrograman hanya dinilai oleh ahli media saja, dimana ahli media mendapatkan skor sebanyak 15 dari skor total maksimum sebanyak 20. Indikator pada aspek pemrograman meliputi indikator

(27)

commit to user

kemudahan berinteraksi dengan media mendapatkan nilai 3 (100%), indikator kejelasan pemilihan menu mendapatkan nilai 4 (100%), indikator efisiensi tulisan mendapatkan nilai 4 (100%), indikator kemudahan mencari materi mendapatkan nilai 4 (100%)

f. Aspek kelengkapan media

Aspek kelengkapan media dinilai oleh ahli media dan reviewer.

Reviewer 1 dan 2 memberikan skor yang sama yaitu sebesar 20 dari skor total maksimum sebanyak 25, sedangkan ahli media memberikan skor sebanyak 18. Deskripsi data pada lampiran 13 dan 17 menunjukan sebaran penilaian media pembelajaran dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI tentang komponen materi pada setiap indikator. Setiap indikator memiliki presentase yang berbeda-beda. Indikator kelengkapan daftar materi mendapatkan nilai 3 ( 33,33%) dan 4 (66,67%). Indikator kelengkapan judul mendapatkan nilai 3 (33,33%) dan 4 (66,67%).

Indikator kelengkapan desain pada menu ataupun materi mendapatkan nilai 3 (33,33%) dan 4 (66,67%). Indikator kelengkapan gambar tambahan untuk media komunikasi mendapatkan nilai 4 (66,67%) dan 5 (33,33%).

Indikator kelengkapan video untuk media komunikasi mendapatkan nilai 4 (100%). Berdasarkan rangkuman penilaian di atas sebagian besar indikator mendapatkan nilai cukup (3) dan baik (4).

g. Aspek keterlaksanaan

Aspek keterlaksanaan dinilai oleh ahli materi dan reviewer. Skor penilaian aspek keterlaksanaan tertinggi diberikan oleh ahli materi yaitu sebesar 31 disusul oleh reviewer 1 sebesar 29 dan terakhir reviewer 2 yaitu 27 dari skor total maksimum sebanyak 35. Setiap indikator memiliki presentase yang berbeda-beda. Indikator pengaruh media untuk menarik perhatian siswa mendapatkan nilai 4 (66,67%) dan 5 (33,33%). Indikator pengaruh media untuk memotivasi belajar siswa mendapatkan nilai 4 (66,67%) dan 5 (33,33%). Indikator menggugah siswa berfikir kritis mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator variasi penyajian mendapatkan

(28)

commit to user

nilai 4 (66,67%) dan 5 (33,33%). Indikator kontekstual dan komprehensif mendapatkan nilai 4 (100%). Indikator fleksibilitas penggunaan mendapatkan nilai 3 (33,33%) dan 4 (66,67%). Indikator kerelevanan sebagai media pembelajaran mendapatkan nilai 4 (66,67%) dan 5 (33,33%). Berdasarkan rangkuman penilaian di atas, sebagian besar indikator pada aspek keterlaksanaan mendapatkan nilai baik (4) dan sangat baik (5).

2. Data Hasil Uji Coba

Berdasarkan uji coba terhadap siswa yaitu pada uji coba skala kecil, uji coba skala menengah dan uji coba skala besar didapatkan hasilnya sebagai berikut :

a. Uji coba skala kecil

Hasil uji coba skala kecil dapat diketahui dari angket yang dinilai oleh 6 orang siswa dari dua sekolahan, yaitu SMA Al Islam 1 Surakarta dan SMA N 2 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis uji coba skala kecil pada Lampiran 20 didapatkan bahwa skor maksimal yaitu 78 (siswa ke-2) dan skor minimal yaitu 35 (siswa ke-5) dari skor total maksimum sebanyak 115. Data hasil angket dari 6 orang siswa yang meliputi aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek pemrograman, aspek keterlaksanaan dapat dilihat pada Lampiran 20 data tersebut memberikan gambaran bahwa 16,6% siswa menilai sangat kurang, 16,7% siswa menilai kurang, 50% siswa menilai cukup, dan 16,7% siswa menilai baik.

(29)

commit to user

Gambar 4.24. Diagram Skor Total dari Semua Aspek Penilaian

b. Uji coba skala menengah

Hasil uji coba skala menengah dapat diketahui dari angket yang dinilai oleh 30 orang siswa dari dua sekolahan, yaitu SMA Al Islam 1 Surakarta dan SMA N 2 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis uji coba skala menengah pada Lampiran 21 didapatkan bahwa skor maksimal yaitu 95 (siswa ke-19) dan skor minimal yaitu 66 (siswa ke-5) dari skor total maksimum sebanyak 115. Data hasil angket dari 30 orang siswa yang meliputi aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek pemrograman, aspek keterlaksanaan dapat dilihat pada Lampiran 21 data tersebut memberikan gambaran bahwa 23,3% siswa menilai cukup, 63,4% siswa menilai baik, 13,3% siswa menilai sangat baik.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

1 2 3 4 5 6

skor

siswa

skor total

(30)

commit to user

Gambar 4.25. Diagram Skor Total dari Semua Aspek Penilaian

c. Uji coba skala besar

Hasil uji coba skala besar dapat diketahui dari angket yang dinilai oleh 40 orang siswa dari dua sekolahan, yaitu SMA Al Islam 1 Surakarta dan SMA N 2 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis uji coba skala besar pada Lampiran 22 didapatkan bahwa skor maksimal yaitu 102 (siswa ke- 33) dan skor minimal yaitu 74 (siswa ke-25 dan 26) dari skor total maksimum sebanyak 115. Data hasil angket dari 40 orang siswa yang meliputi aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek pemrograman, aspek keterlaksanaan dapat dilihat pada Lampiran 22 data tersebut memberikan gambaran bahwa 7,5% siswa menilai cukup, 65% siswa menilai baik, dan 27,5% siswa menilai sangat baik.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29

skor

siswa

skor total

(31)

commit to user

Gambar 4.26. Hasil Skor Total dari Semua Aspek Penilaian

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian pengembangan yang dilakukan mengacu pada model yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan modul pembelajaran kimia berbasis blog yang layak digunakan dalam pembelajaran kimia untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran kimia, dan uji coba terhadap siswa kelas XI. Tahapan penelitian yang dilalui yaitu sebagai berikut : (1) analisis potensi dan masalah, (2) perencanaan, (3) pengembangan draft produk, (4) tahap validasi dan revisi, (5) uji coba skala kecil dan revisi, (6) uji coba skala menengah dan revisi, (7) uji coba skala besar dan revisi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI.

Proses penelitian dibantu oleh dua dosen yaitu Dr.M. Masykuri, M.Si selaku ahli media dan Prof. Sulistyo Saputro, M.Si Ph.D selaku ahli materi. Dua orang guru sebagai reviewer, reviewer 1 yaitu Dra. Sri Hari Triana selaku guru kimia di SMA Al Islam 1 Surakarta dan reviewer 2 yaitu CME. Widyastuti, S.Pd.,M.M selaku guru kimia di SMA N 2 Surakarta. Uji coba skala kecil, uji coba skala menengah dan uji coba skala besar dilakukan di dua SMA di Surakarta,

0 20 40 60 80 100 120

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39

skor

siswa

skor total

(32)

commit to user

yaitu SMA Al Islam 1 Surakarta dan SMA N 2 Surakarta. Uji coba skala kecil dilakukan pada bulan Oktober 2013 dengan jumlah siswa sebanyak 6 orang, yaitu 3 orang siswa dari SMA Al Islam 1 Surakarta dan 3 orang siswa dari SMA N 2 Surakarta. Uji coba skala menengah dilakukan pada bulan November 2013 dengan siswa sebanyak 30 orang, yaitu 15 orang dari SMA Al Islam 1 Surakarta dan 15 orang dari SMA N 2 Surakarta. Uji coba skala besar juga dilakukan pada bulan November 2013 dengan siswa sebanyak 40 orang, yaitu 20 orang siswa pada masing-masing sekolah.

1. Revisi Tahap Pertama

Revisi tahap pertama dilakukan setelah produk awal/draft produk divalidasikan ke ahli. Hasil validasi berupa penilaian, saran dan komentar yang dijadikan pedoman dalam merevisi produk awal. Setelah mendapat validasi ahli dan sudah dinyatakan media tersebut baik, maka selanjutnya media akan divalidasikan ke reviewer. Penilaian kuantitatif telah disajikan dalam data hasil penelitian. Jadi dalam pembahasan ini lebih meninjau tentang saran dan komentar sebagai penelitian kualitatif untuk referensi revisi tahap pertama. Revisi tahap pertama dari masing-masing validator akan diuraikan sebagai berikut :

a. Ahli Media Pembelajaran

Komentar dan saran tentang media pembelajaran dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI diperoleh dari ahli media yaitu Dr.M. Masykuri, M.Si. Berdasarkan ahli media pembelajaran, terdapat kritik dan saran sebagai bahan pertimbangan revisi yaitu dapat dilihat pada Tabel 4.11.

(33)

commit to user

Tabel 4.11. Saran dan Perbaikan Produk Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog oleh Ahli Media

No Jenis Kesalahan Saran Perbaikan

1 Blog nya masih terlalu

sederhana, untuk anak SMA perlu dibuat blog yang menarik sehingga pembaca menjadi tertarik untuk membaca blog anda.

Background blog diberi warna yang menarik, untuk materinya diberi penjelasan berupa gambar-gambar agar terlihat lebih menarik.

2. Page materi belum ada judul sub babnya

Untuk page yang berisi materi perlu dituliskan judul sub babnya agar pembaca menjadi lebih jelas.

3. Tiap materi belum ada indikatornya

Untuk masing-masing sub bab

harap dicantumkan

indikatornya 4. Fontnya terlalu susah untuk

dibaca dan pemilihan warnanya masih kurang bagus

Font dipilih font yang sederhana dan kontras (warna gelap) (satu postingan tidak boleh lebih dari 3 warna dan 3 jenis huruf)

5. Pada judul blog nya belum

ditulis sub babnya Di dalam judul blog ditulis sub babnya, misal (belajar kimia struktur atom dan SPU)

6. Untuk konsep-konsep yang memerlukan pengayaan materi belum adanya hiperlink ke website standar

Perlu ditambahkan hiperlink ke website standar untuk konsep- konsep yang memerlukan pengayaan materi

Berdasarkan kritik dan saran dari ahli media tersebut, kemudian

dilakukan beberapa revisi pada produk yang sedang dikembangkan

sesuai dengan saran yang disampaikan oleh ahli media yaitu mengenai

pemilihan warna background, jenis huruf, warna tulisan disesuaikan

dengan background, penambahan hiperlink ke website standar dan lain

sebagainya.

(34)

commit to user

Gambar 4.27. Tampilan Awal dari Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Sebelum di Revisi oleh Ahli Media

Gambar 4.28. Tampilan Materi dari Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Sebelum di Revisi oleh Ahli Media

Produk yang telah mengalami revisi terhadap tampilan dan isi blog maka didapatkan tampilan blog sebagai berikut :

1) Judul awal “Belajar Kimia Bareng Ratna” setelah mengalami tahap revisi berubah menjadi “ Belajar Kimia Struktur Atom dan SPU”.

2) Menu awal terdiri dari : Home; About Me; Pengantar; Tips Hafal SPU; Cerpen Kimia; dan Daftar Pustaka setelah mengalami tahap revisi berubah menjadi : Beranda; About Me; Pengantar; Teori Atom

(35)

commit to user

Mekanika Kuantum; Bilangan Kuantum; Konfigurasi Elektron Pada Atom; Golongan dan Periodik.

3) Tampilan awal blog terdiri dari satu kolom, setelah mengalami tahap revisi berubah menjadi tiga kolom.

4) Warna background yang semula putih, setelah mengalami tahap revisi berubah menjadi lebih berwarna.

Gambar 4.29. Tampilan Menu Materi dari Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Setelah di Revisi oleh Ahli Media

Gambar 4.30. Tampilan Materi dari Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Setelah di Revisi oleh Ahli Media

(36)

commit to user

b. Ahli Materi Pembelajaran

Produk pengembangan yang telah divalidasi oleh ahli media dan direvisi selanjutnya produk modul pembelajaran kimia berbasis blog ini selanjutnya divalidasi oleh ahli materi. Dosen ahli materi yaitu Prof.

Sulistyo Saputro, M.Si.Ph.D sekaligus dosen pembimbing 1. Berdasarkan validasi ahli materi terdapat beberapa kritik dan saran untuk perbaikan produk yang dikembangkan, yaitu dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12. Saran dan Perbaikan Produk Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog oleh Ahli Materi

No Jenis Kesalahan Saran perbaikan

1. Beranda : gambar molekul terlalu besar Silahkan diperbaiki 2. Pengantar : ada petunjuknya

penggunaan modul

Cek kesesuaianya 3. Tata tulis : kesimpulanya Seharusnya

kesimpulannya 4. Gambar/ tabel belum semua

menyebutkan sumbernya

Tuliskan referensinya

Berdasarkan kritik dan saran dari ahli materi tersebut, maka dilakukan beberapa revisi sesuai dengan saran ahli materi yaitu mengenai ukuran gambar, tata tulis serta belum lengkapnya sumber gambar yang disajikan dalam blog.

Gambar 4.31. Tampilan Halaman Awal Modul Pembelajaran Kimia Berbasis

Blog Sebelum di Revisi oleh Ahli Materi

(37)

commit to user

Gambar 4.32. Tampilan Halaman Materi Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Sebelum di Revisi oleh Ahli Materi

Setelah mengalami tahap revisi, maka tampilan modul pembelajaran kimia berbasis blog berubah menjadi :

1) Slogan awal “because Chem-is-try” setelah mengalami tahap revisi berubah menjadi “Chemistry is Fun”.

2) Tampilan gambar setelah mengalami revisi diubah mejadi gambar molekul-molekul.

3) Materi awal yang semula masih banyak terdapat gambar yang belum di beri sumber setelah mengalami revisi semua gambar telah diberi sumber.

Gambar 4.33. Tampilan Halaman Awal Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Setelah Mengalami Revisi oleh Ahli Materi

(38)

commit to user

Gambar 4.34. Tampilan Halaman Materi Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog Setelah Mengalami Revisi oleh Ahli Materi

c. Reviewer

Guru kimia atau reviewer yang menilai modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI ada dua, yaitu Dra. Sri Hari Triana selaku guru kimia di SMA Al Islam 1 Surakarta dan CME. Widyastuti, S.Pd.,M.M selaku guru kimia di SMA N 2 Surakarta.

Berdasarkan penilaian dari reviewer 1 terdapat beberapa kritik dan saran untuk perbaikan produk yang dikembangkan, yaitu dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Jenis Kesalahan dan Saran Perbaikan oleh Reviewer 1

No Jenis Kesalahan Saran perbaikan

1. Ukuran huruf kurang besar dan penyusunannya padat sehingga terkesan penuh sesak.

Penulisan huruf lebih diperbesar

2. Penyusunan / penempatan Terlalu rapat, tolong dilonggarkan

3. Untuk aspek kebahasan bagi anak SMA di SMA Al Islam 1 Surakarta sedikit agak tinggi jika disesuaikan dengan tingkat berfikir

Diperbaiki tata bahasanya

Berdasarkan kritik dan saran dari reviewer 1, kemudian

dilakukan revisi sesuai dengan saran dari reviewer 1 mengenai ukuran

(39)

commit to user

huruf dan penempatan tulisan serta perbaikan tata bahasa yang lebih mudah untuk dipahami/ dimengerti oleh anak SMA.

Sedangkan reviewer 2 memberikan kritik dan saran yang dapat dilihat pada Tabel 4.14.

Tabel 4. 14. Jenis Kesalahan dan Saran Perbaikan oleh Reviewer 2

No Jenis Kesalahan Saran perbaikan

1. Videonya terlalu lama efektivitas waktu 2. Bagian beranda materi tidak urut diperbaiki urutan

materinya

Berdasarkan kritik dan saran dari reviewer 2, selanjutnya dilakukan revisi produk sesuai dengan saran dari reviewer 2 yaitu mengenai video latihan soal yang berbentuk flash terlalu lama loadingnya sehingga waktunya kurang efisien.

2. Revisi Tahap Kedua

Revisi tahap kedua dilakukan setelah revisi tahap satu selesai. Revisi tahap kedua merupakan revisi uji coba lapangan. Uji coba lapangan ini berupa kegiatan penilaian dari siswa tentang modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI. Hal ini dikarenakan tujuan penelitian bukan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran menggunkan media pembelajaran, tetapi cukup menghasilkan produk berupa modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI yang layak digunakan. Revisi dari masing-masing uji coba akan diuraikan sebagai berikut :

a) Uji Coba Skala Kecil

Uji coba skala kecil dilaksanakan pada bulan Oktober 2013

yaitu sebanyak 6 orang siswa dari dua sekolahan yaitu SMA Al Islam 1

Surakarta dan SMA N 2 Surakarta dimana masing-masing sekolah

diambil 3 orang siswa yang telah mendapatkan materi struktur atom dan

sistem periodik unsur. Setiap siswa diberi kesempatan untuk mengakses

modul pembelajaran kimia berbasis blog yang nantinya akan dibaca,

(40)

commit to user

diteliti dan dinilai. Berdasarkan penilaian dari 6 orang siswa di dua sekolahan pada Lampiran 20 siswa menilai media sudah cukup baik.

Secara umum komentar dari siswa hampir sama yaitu mengenai warna background yang kurang menarik ini disebabkan karena warna background biru sehingga antara tulisan dan warna background menjadi mati (lampiran 24). Berdasarkan kritik dan saran pada uji coba skala kecil maka perlu dilakukan revisi terhadap background blog sehingga nantinya background menjadi lebih menarik lagi.

Gambar 4.35. Tampilan Background Blog Sebelum Mengalami Revisi pada Uji Coba Skala Kecil

Gambar 4.36. Tampilan Background Blog Setelah Mengalami Revisi pada Uji Coba Skala Kecil

b) Uji Coba Skala Menengah

Uji coba skala menengah dilakukan pada bulan November 2013 yaitu sebanyak 30 orang siswa di dua sekolahan yaitu SMA Al Islam 1 Surakarta dan SMA N 2 Surakarta, dimana masing-masing sekolah

(41)

commit to user

diambil 15 orang siswa untuk menilai produk yang sedang dikembangkan. Berdasarkan penilaian dari 30 orang siswa didua sekolahan dapat dilihat pada Lampiran 21 didapatkan bahwa media pembelajaran modul kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI sudah dikatakan baik. Berdasarkan angket penilaian siswa, kebanyakan siswa menyarankan untuk mengganti background blog menjadi lebih menarik lagi, selain itu materi yang terdapat dalam blog terlalu panjang dan banyak tulisan sehingga siswa menjadi kurang tertarik untuk membaca (Lampiran 25).

Gambar 4.37. Tampilan Background Blog Sebelum Mengalami Revisi pada Uji Coba Skala Menengah

Gambar 4.38. Tampilan Background Blog Setelah Mengalami Revisi pada Uji Coba Skala Menengah

c) Uji Coba Skala Besar

Uji coba skala besar dilakukan pada bulan November 2013 yaitu meliputi 40 orang siswa di dua sekolahan, yaitu 20 orang siswa dari

(42)

commit to user

SMA Al Islam 1 Surakarta dan 20 orang siswa dari SMA N 2 Surakarta.

Berdasarkan penilaian dari 40 orang siswa di dua sekolahan, dapat dilihat pada Lampiran 26 sebagian besar siswa menyatakan bahwa media pembelajaran sudah bagus dan baik dari segi materi dan penyajian, akan tetapi kejelasan tulisan masih harus diperbaiki sehingga nantinya siswa menjadi lebih tertarik mempelajari materi dalam blog ini.

Berdasarkan hasil analisis kualitatif dari validator, reviewer dan siswa ternyata masih banyak saran dan pendapat yang bisa menjadi referensi dalam memperbaiki produk. Meskipun secara keseluruhan dari sisi kuantitatif dan kualitatif menunjukan penilaian yang baik mengenai media yang sedang dikembangkan, tetapi revisi tentang saran dan komentar yang diperhatikan tetap dilakukan oleh peneliti. Saran yang diperhatikan penulis untuk melakukan revisi ini akan menambah kualitas modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI yang dibuat, sehingga produk hasil akhir bisa memenuhi kriteria lebih baik.

Gambar 4.39. Tampilan Akhir Modul Pembelajaran Kimia Berbasis Blog

E. Deskripsi Data Penelitian

Metode pengembangan yang diacu oleh penulis adalah Research and Development (R & D) atau metode penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan modul pembelajaran kimia berbasis blog yang

(43)

commit to user

layak digunakan dalam pembelajaran kimia untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran kimia. Produk yang dihasilkan telah melalui prosedur yang ditetapkan dan mengalami tahap revisi sesuai dengan kritik dan saran dari ahli materi dan ahli media serta uji coba terhadap siswa di SMA N 2 Surakarta dan SMA Al Islam 1 Surakarta. Hasil akhir dari produk ini adalah modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI.

Hasil akhir produk pengembangan telah melalui penilaian secara kuantitatif dan kualitatif yang kemudian telah direvisi sesuai dengan kritik dan saran dari para validator dan siswa. Hasil dari penilaian kuantitatif menunjukan bahwa ahli media memberikan skor sebesar 85 (baik), ahli materi memberikan skor sebesar 118 (sangat baik), reviewer 1 memberikan skor 102 (baik) sedangkan reviewer 2 memberikan skor sebesar 96 (baik).

Adapun dari penilaian secara kualitatif yang berupa komentar dan saran, secara garis besar baik dari validator, reviewer dan uji coba terhadap siswa mengatakan bahwa modul pembelajaran kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI sudah dikatakan baik, kemudian telah dilakukan revisi terhadap produk sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator, reviewer dan siswa sehingga produk ini telah memenuhi kriteria baik.

Oleh karena itu, penelitian pengembangan ini secara umum berhasil.

Produk akhir dari penelitian pengembangan ini adalah modul kimia berbasis blog untuk materi struktur atom dan sistem periodik unsur SMA kelas XI. Struktur bagian utama blog masih tetap sama seperti draft awal yang terdiri dari home, about me, pengantar, teori atom mekanika kuantum, bilangan kuantum, konfigurasi elektron pada atom, golongan dan periodik, dimana tiap sub bab terdiri dari indikator, materi yang lebih terperinci, contoh soal dan latihan soal yang menggunakan flash.

Media yang telah dibuat memiliki kelebihan dan kekurangan serta kendala dalam proses pelaksanaannya, yaitu sebagai berikut :

(44)

commit to user

1. Kelebihan

a. Media pembelajaran berbasis blog mudah dibuat dan direvisi, sehingga siapapun dapat membuatnya termasuk guru.

b. Media pembelajaran ini memuat materi yang disertai dengan contoh dalam bentuk video yang tidak dapat ditemui di buku pelajaran sekolah.

c. Evaluasi yang disajikan dalam media pembelajaran ini berbentuk flash yang bisa langsung diketahui skornya, disertai juga dengan pembahasan soal.

d. Media pembelajaran ini dibuat online sehingga dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

2. Kekurangan

Media pembelajaran berbasis blog ini membutuhkan akses internet dengan kecepatan minimal 7.2 Mbps untuk menjalankan secara langsung terutama untuk video.

3. Kendala

Terdapat berbagai kendala dalam proses pelaksanaan di sekolah, salah satunya adalah tidak didapatkanya izin menggunakan lab komputer dikarenakan jadwal penggunaan lab komputer sudah penuh. Kendala ini dapat diatasi dengan menyuruh siswa untuk membawa laptop sendiri sehingga siswa masih dapat menggunakan dan menilai modul pembelajaran kimia berbasis blog ini. Kendala lainya adalah suasana kelas menjadi cenderung ramai dikarenakan modul pembelajaran kimia berbasis blog ini digunakan sebagai media pembelajaran mandiri, oleh karena itu peneliti harus pintar- pintar untuk menjaga suasana agar tetap tenang dan kondusif.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling , dengan kriteria-kriteria dan terpilih 41 perusahaan unit analisis menjadi sampel dan dikali jumlah periode

Kecenderungan perubahan lahan tersebut selain disebabkan oleh faktor kebutuhan perluasan lahan kota, juga diduga disebabkan oleh posisi kawasan sekitar Tahura Djuanda yang

dapat menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum lebih efektif jika diaplikasikan pada tanaman krisan sebanyak 3 kali, yaitu saat 1 hari sebelum tanam, 15 HST dan 30 HST (Djatnika,

Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan tekanan darah dan aktivitas fisik pada remaja di kota Bitung.. Kata kunci: obesitas, tekanan darah,

PPK dibantu Konsultan Perencana menetapkan Daftar Pekerjaan yang dapat disubkontrakkan atau PPK dapat menetapkan penyedia untuk menentukan sendiri bagian

Sedangkan untuk lebih menegaskan apakah rata-rata kemampuan mahasiswa dengan pembelajaran Analisis Real menggunakan bahan ajar yang bermuatan peta pikiran lebih

Gunakan metode nonfarmakologis untuk mengontrol nyeri dan ansietas, seperti distraksi anak dengan percakapan, berikan anak sesuatu untuk berkonsentrasi (misal,

Penelitian ini hanya meneliti Hubungan Motivasi Perawat dengan Kepatuhan Pendokumentasian Surgical Safety Checklist di Ruang Instalasi Bedah Rumah Sakit tanpa