BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Fungsi Keterbukaan informasi publik adalah untuk memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat karena keterbukaan informasi merupakan hak asasi manusia, ini merupakan hak fundamental bagi setiap warga negara. Dengan adanya keterbukaan informasi negara menjamin adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam rangka pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedoman bangsa Indonesia. Secara umum telah dirumuskan bahwa tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang akan dilaksanakan di seluruh tanah air dan tidak hanya untuk satu golongan tertentu atau sebagian dari masyarakat, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Hak untuk memperoleh informasi publik merupakan hak warga negara yang dijamin Konstitusi Indonesia. Pasal 28f UUD 1945 yang mengatur bahwa:
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk
mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Berdasarkan pasal 28f UUD 1945 tersebut, konstitusi menjamin hak warga negara untuk berkomunikasi dan bebas mengakses informasi. Atas dasar pasal dalam UUD tersebut itulah maka pemerintah menerbitkan Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Keberadaan Undang-undang ini sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap penjaminan terbukanya informasi publik di Indonesia sebagai suatu penghormatan atas hak asasi manusia.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang sumber daya manusia, keterbukaan informasi merupakan hal penting agar setiap masyarakat di Indonesia merasakan kesetaraan dalam menerima informasi. Keterbukaan informasi publik juga harus dilakukan oleh lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif kepada masyarakat. Media memiliki peran penting dalam pemerintahan.
Pemerintah memiliki lembaga penyiaran publik salah satunya Televisi
Republik Indonesia, Lembaga Penyiaran Publik TVRI menjadi wadah
informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi, sesuai dengan
fungsinya sebagai pelaksana serta pengendalian kegiatan penyelenggaraan
televisi publik. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran,
pada Pasal 14 ayat (1) mengatur bahwa “penyelenggara penyiaran publik
sebagai lembaga penyiaran publik (LPP) adalah lembaga penyiaran yang
berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara, bersifat independen,
netral, tidak komersial, dan berfungsi memberikan layanan untuk kepentingan masyarakat”. Selanjutnya pada ayat (2) disebutkan, “LPP terdiri atas Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang stasiun pusat penyiarannya berada di ibukota Negara Republik Indonesia”.
Televisi merupakan media yang potensial untuk menyampaikan informasi televisi juga mampu membangun karakter serta perilaku seseorang ke arah yang positif. Pertelevisian berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat informasi tanpa jarak waktu yang lama untuk diproses. Televisi merupakan media yang tidak bisa lepas dari masyarakat, untuk itu keterbukaan informasi sangat diperlukan bagi masyarakat.
Perkembangan teknologi membawa implikasi yang sangat besar terhadap penyiaran, teknologi mempermudah banyak hal, menonton pun tidak perlu dari rumah, media televisi sudah banyak memiliki aplikasi-aplikasi yang dapat diunduh di gawai atau melalui saluran streaming, kebutuhan informasi masayrakat yang menyebabkan media mulai banyak berbenah guna menjadi paling cepat dan tepat dalam menyampaikan informasi.
Media penyiaran merupakan organisasi yang menyebarkan informasi
berupa produk budaya atau pesan yang memengaruhi dan mencerminkan
budaya dalam masyarakat.
1Persaingan media di masa kini sangat ketat, peningkatan teknologi terus dilakukan guna memperbaiki siaran, peningkatan muatan konten juga yang ada di televisi.
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia atau yang disingkat atau dikenal dengan sebutan LPP TVRI merupakan media televisi milik pemerintah. Meskipun demikian TVRI harus memberikan informasi yang akurat, independen, seimbang dan mengedukasi, untuk tetap menjaga nilai-nilai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
LPP TVRI memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi atau pelayanan informasi bagi masyarakat, hal-hal yang berkaitan dengan semua sektor baik politik, hukum, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, hiburan yang sesuai dengan ideologi dan jati diri bangsa Indonesia. Semua ini menjadi tanggung jawab LPP TVRI, yang dituangkan dalam pengemasan setiap program acara yang di sebarluarkan untuk masyarakat. Untuk itu TVRI terus dituntut untuk memperbaiki setiap program yang ditayangkan guna menjadi tempat untuk melakukan klarifikasi dan filter terhadap berita-berita bohong, termasuk bersaing dengan televisi swasta. LPP TVRI memiliki keuntungan lebih dari televisi swasta dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik karena LPP TVRI hadir di tiga puluh Provinsi yang ada di Indonesia. Konten yang bermuatan lokal dapat ditayangkan, memberikan pemahaman
1
Morissan, Manajemen Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio & Televisi,
Kencana Prenada Media Group, Hlm. 14.
kebudayaan di masing-masing daerah dapat dilakukan oleh stasiun LPP TVRI yang ada di daerah.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI berada di tiga puluh daerah provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Jambi. Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun Jambi yang selanjutnya akan disebut TVRI Stasiun Jambi memberikan segala informasi yang berkaitan dengan penyiaran di setiap daerah kabupaten atau kota di Provinsi Jambi.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun Jambi atau disingkat LPP TVRI Stasiun Jambi memiliki jam tayang dari pukul 14.00 WIB sampai 18.00, selain menyiarkan berita pada pukul 17.00 WIB dalam program yang berjudul Jambi Hari Ini bentuk keterbukaan informasi yang dilakukan oleh LPP TVRI Stasiun Jambi juga berupa program, seperti Untukumu Jambi, POTRET, IQRA, SYIAR, Mimbar Agama, BINGKAI, POP Daerah, Beranda Budaya, Mari Menggambar. Di setiap hari senin Dialog Untukmu Jambi membahas mengenai isu hukum, perwujudan tentang edukasi hukum melalui media merupakan hal yang sangat tepat.
Pendidikan keagamaan juga dilakukan oleh TVRI Stasiun Jambi
melalui IQRA, SYIAR dan Mimbar Agama, TVRI sebagai media pemersatu
bangsa harus memberikan pendidikan keagamaan sebagai upaya agar
masyarakat dapat memperbaiki diri dan memiliki akhlak yang mulia.
TVRI Stasiun Jambi juga melakukan pelestarian budaya dengan membuat program POP Daerah dan Beranda Budaya, pelestarian budaya yang dilakukan dengan tujuan untuk mengenalakan lagu-lagu asli daerah yang ada di Indonesia terkhusus Provinsi Jambi, hal-hal seperti ini sangat jarang bisa kita lihat ada di televisi swasta.
Informasi mengenai kesehatan menjadi sangat penting ditengah pandemi COVID-19. Ini dibuktikan dengan berani Pemerintah Indonesia mengumumkan adanya kasus COVID-19 pertama kali ditemukan pada tanggal 3 Maret 2020. Ini membuktikan adanya keterbukaan informasi.
Tujuannya agar masyarakat mengetahui informasi seputar perkembangan COVID-19 yang ada di Indonesia atau pun dunia. Sehubungan dengan hal tersebut menurut Faisal Herisetiawan Jafar:
Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional, hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan public terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik. Salah satunya mengenai data informasi pasien Covid-19 yang saat ini bukan lagi termasuk dalam katagori ranah private yang harus dirahasiakan tapi telah menjadi ranah publik setelah pemerintah mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa penyebaran virus Covid-19 merupakan bencana nasional non alam.
22
Faisal HeriSetiawan Jafar, Aspek Hukum Keterbukaan Informasi Identitas Pasien
Covid-19, Sultra Research of Law : Jurnal Hukum, Vol 2 No. 1, e-issn: 2716-0815, hlm. 14
Kebijakan adalah ruang lingkup kebebasan terteantu dalam pengambilan alternatif yang diterima sebagai yang terbaik berdasarkan nilai- nilai masyarakat atau negara tertentu dalam mengatasi problematik manusia dalam rangkaian hidup bersama atau negara tertentu pada waktu dan tempat tertentu.
3Kebijakan yang baik dan benar di masa pandemi COVID-19 dapat mencegah terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan, keterbukaan informasi menjadi kebijakan yang wajib untuk dilaksanakan.
Keterbukaan informasi menjadi kunci dalam penangan percepatan COVID-19 karena informasi yang akurat sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar tidak salah dalam melakukan penangan dan pencegahan.
Penduduk Indonesia berjumlah 267,7 juta jiwa, ini menjadi salah satu alasan kenapa keterbukaan informasi menjadi sangat penting selama masa pandemi karena keterbukaan informasi yang jelas menjadi alat pemerintah sebagai pemenuhan hak kepada masyarakat untuk melakukan dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar.
Masyarakat akan sangat terbantu dengan adanya keterbukaan informasi dengan adanya edukasi dari para ahli yang dilakukan melalui media televisi, online, dan cetak yang kredibel. Terjadinya Covid-19 harus menjadi titik balik bagi pemerintah dalam melaksanakan keterbukaan informasi agar masyarakat
3
Willy D.S. Voll, Dasar-Dasar Ilmu Hukum Administrasi Negara, Jakarta Timur,
Sinar Grafika, Cet. 4, 2018, Hlm 140
mengerti bahwa Covid-19 merupakan musuh kita bersama. Keterbukaan informasi publik juga menjadi salah satu elemen penting bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance dalam penyelenggaran pemerintahan. Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara, pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar. “Berdasarkan paham negara kesejahteraan (welfare state, verorgingstaat), kepada pemerintah diberikan kewajiban bestuurszorg, yaitu penyelenggaraan kesejahteraan umum”, di samping menjaga ketertiban dan keamanan.
Menurut Robert Charlick good governance diartikan sebagai pengelolaan segala macam urusan publik secara efektif melalui pembuatan peraturan dan/atau kebijakan yang abash demi untuk mempromosikan nilai- nilai kemasyarakatan.
4Komisi Penyiaran Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 123/K/KPI/31.2/03/2020 Tentang Penyiaran Wabah Corona yang bermaksud agar setiap pemberitaan tentang wabah Covid-19 haruslah berhati-hati, tidak spekulatif, tidak menimbulkan kepanikan masyarakat, harus menggunakan sumber informasi yang dapat dipercaya. Peranan pemerintah dalama urusan keterbukaan informasi dalam masa pandemi Covid-19 menjadi krusial untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, demi mewujudkan
4
Santosa,Pandji.2008.Administrasi Publik:Teori dan Aplikasi Good
Governance.Bandung:Refika Aditama. hlm 133
transparansi dalam pemerintahan pemerintah melalui Lembaga Penyiaran Publik TVRI yang saat ini menjad TV Pool dalam menyiarkan informasi tentang COVID-19 di Indonesia.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI memiliki fungsi yang terdapat pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia Pasal 5 pertama perumusan kebijakan umum dan pengawasan di bidang penyelenggaraan penyiaran televisi publik, kedua pelaksanaan dan pengendalian kegiatan penyelenggaraan televisi publik, ketiga pembinaan dan pelaksanaan administrasi serta sumber daya TVRI.
TVRI Stasiun Jambi pun telah menjalankan perannya dalam meyebarluaskan informasi perkembangan dan penangan COVID-19 yang telah dilakukan pemerintah. Sehingga masyarakat bisa mengetahui tentang bahaya dan cara pencegahannya. LPP TVRI telah ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadi TV Pool dalam menyiarkan informasi terkati perkembangan dan penanganan COVID-19 di Indonesia. Termasuk TVRI Jambi yang juga turut memberikan informasi terbaru setiap hari dalam penanganan COVID-19 di sebelas kabupaten kota se Provinsi Jambi.
TVRI Stasiun Jambi selama selama satu tahun terus berkerjasama
dengan Tim Satgas COVID-19 untuk menyiarkan data terbaru terkait
penanganan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dengan menghadirkan juru
bicara tim satgas COVID-19 Johansyah setiap hari di acara berita Jambi hari
ini, selain berita-berita liputan kontributor dan reporter dilapangan. Sehingga setiap hari masyarat dapat mengetahui informasi tentang COVID-19. Dengan adanya inforamsi yang benar tentang COVID-19 masyarakata dapat memahami bahaya COVID-19 dan tahun cara melakukan pencegahan dan selalu waspada dengan cara melakukan 5M yang selalu didengungkan pemerintah, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Edukasi ini yang secara terus menerus dilakukan, berdampak adanya perubahan perilaku masyarakat. Seperti menggunakan masker di melakukan aktifitas diluar rumah.
Ini membuktikan bahwa TVRI konsisten dan komitmen dalam memberi informasi dan mengedukasi masyarakat terkait penanganan COVID-19.
Paling tidak saat ini ditengah masyarakat telah timbul kesadaran bersama untuk turut melakukan pencegahan COVID-19.
Memberikan keterbukaan informasi penanganan COVID-19 di Provinsi Jambi merupakan bentuk upaya pemerintah hadir untuk memberikan informasi yang jelas bagi masyarakat Jambi. “TVRI Jambi sebagai bagian dari pemerintah tentu harus mengambil peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang melekat kepada kelembagaan TVRI khususnya dalam hal pemberitaan di tengah pandemic covid 19”.
5Perkembangan kasus Covid-19 terus meningkat di Indonesia, kita perlu lebih waspada terhadap pandemic ini
5
Wawancara Arif Suryansyah (Kepala TVRI Stasiun Jambi) 2 September 2020.
dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat lagi guna memperkecil ruang gerak virus tersebut. Pemerintah di segala sektor harus berupaya lebih keras lagi, selain sektor ekonomi perlu juga penguatan di sektor kesehatan ke depannya.
Melalui keterbukaan informasi akan ada transparasi data jika tidak adanya transparansi dikhawatirkan akan mengganggu keberlangsungan pemerintahan sampai daerah. Keterbukaan informasi juga diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi, dalam Undang-undang tersebut dalam Pasal 4 Ayat 1 menyatakan bahwa “Setiap orang berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini”
Dengan adanya peraturan ini juga menjadi dasar bagi pemerintah harus memberikan informasi yang tepat melalui Lembaga Penyiaran Publik TVRI karena TVRI merupakan lembaga dimiliki oleh negara untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat Indonesia. Media merupakan jembatan antara pemerintah dan masyarakat, maka dari itu Lembaga Penyiaran Publik TVRI hadir khususnya di Provinsi Jambi untuk memberikan informasi yang akurat di tengah Pandemi COVID-19.
Adanya akses publik terhadap informasi dapat memfasilitasi
kemampuan publik untuk mengevaluasi proses pengambilan keputusan yang
mempengaruhi kehidupan mereka dengan terwujudnya partisipasi dialog.
6Dengan pengelolaan informasi yang baik akan menimbulkan efek positif bagi masyarakat, di tengah pandemic Covid-19 kekhawatiran masyarakat menjadi meningkat mengingat ini merupakan hal baru, maka pengelolaan informasi yang baik dan benar sangat diharapkan. Lembaga Penyiaran Publik TVRI memiliki tugas pelayanan informasi seputar pendidikan, untuk meningkatkan produktifitas belajar anak di tengah Pandemi COVID-19 TVRI mempunyai program Belajar Dari Rumah, ini merupakan upaya dari TVRI untuk berkontribusi kepada masyarakat yang berdampak pada sektor pendidikan.
Pendidikan menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat karena ini merupakan tantang terbaru bagi pemerintah dengan adanya pembelajaran dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang berpotensi untuk menambah angka penyebaran COVID-19 dengan terpaksa anak-anak harus belajar dari rumah. Pemerintah harus berupaya untuk terus terang dan memberikan informasi yang sebenarnya karena sudah banyak yang terkena dampak, kebijakan-kebijakan yang out of the box pun harus dilakukan guna memperkecil sebaran COVID-19.
Pemerintah Provinsi Jambi juga harus bersinergi dengan insan media, pentingnya informasi akan sangat terlihat di saat krisis seperti ini. Masyarakat
6
Nasucha, Muchammad and Moenawar, M. Ghozali (2020) Covid-19, asimetri
dan keterbukaan informasi publik. In: Media, komunikasi dan informasi di masa
pandemi Covid-19. MBridge Press, pp. 74-93. ISBN 9786236615058 (In Press)
haus akan informasi, karena masyarakat juga semakin khawatir dengan melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia. Pers merupakan pilar demokrasi ke empat, keterbukaan informasi harus dilakukan, karena itu sudah menjadi hak bagi masyarakat dan merupakan kewajiban pemerintah memberikan informasi yang benar.
Pemerintah Provinsi Jambi juga belum membuka sektor pendidikan, dengan adanya program Belajar Dari Rumah ini akan cukup membantu Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang ada di Provinsi Jambi.
Keterbukaan informasi juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu ditelaah dan dikaji perihal sejauh mana penyelenggaraan keterbukaan informasi publik khususnya di tengah pandemi yang dilakukan oleh TVRI Stasiun Jambi yang dalam hal ini akan Penulis kaji secara empiris.
B. Perumusan Masalah
Agar skripsi ini terarah pembahasannya, maka Penulis membatasi pembahasan dan ruang lingkup skripsi ini melalui perumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana peran TVRI Stasiun Jambi dalam mewujudkan keterbukaan
informasi publik?
2. Bagaimana bentuk pelaksanaan keterbukaan informasi publik di tengah Pandemi COVID-19 oleh TVRI Stasiun Jambi?
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dan menganalisis Peran TVRI Stasiun Jambi dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.
2. Untuk mengetahui dan menganalisis peran dan bentuk pelaksanaan keterbukaan informasi publik di tengah Pandemi Covid-19 oleh TVRI Stasiun Jambi.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis:
a. Diharapkan hasil penelitian ini berguna bagi perkembangan ilmu hukum dan khususnya Hukum administrasi negara;
b. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangan pemikiran untuk dijadikan arah penelitian yang lebih lanjut pada masa yang akan datang.
2. Manfaat Praktis:
a. Memberikan suatu gambaran mengenai Peran LPP TVRI dalam
mewujudkan keterbukaan informasi publik.
b. Memberikan suatu gambaran peran dan pelaksanaan keterbukaan informasi publik di tengah Pandemi Covid-19 oleh TVRI Stasiun Jambi.
E. Landasan Teori 1. Teori Fungsi
Pengertian fungsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegunaan suatu hal. Istilah fungsi di dalam Bahasa Latian yaitu “Functus”
berasal dari kata kerja yaitu “Fungtor” yang memiliki arti cara untuk melakukan (to perform), melaksanakan, menjalankan (administer).
7Menurut Franken, istilah fungsi secara yuridis mengandung makna yang berkaitan dengan tugas. De Haan Dropsteen dan Frenhot yang dikutip oleh Koerniatmo Soerto Prawiro, mengemukakan bahwa tugas dalam hukum administrasi dilakukan oleh pemerintah melalui fungsi-fungsi sebagai berikut:
8a. Fungsi Normatif
Fungsi ini mengatur hubungan hukum antara pemerintah dengan rakyat. Bagi peemerintah, hukum administrasi berfungsi untuk menata (regeling) baik organisasi pemerintahan maupun aparatnya memberikan arahan perilaku (normening) menyangkut reksa pemerintahan dan masalah pengayoman. Bagi rakyat, hukum
7
Kamus Hukum, Citra Umbara, Bandung, 2006, Hlm. 464
8
Sukamto Satoto, Pengatuarn Eksistensi dan Fungsi Bada Kepegawaian Negara,
CV. Hanggar Kreator, Jogjakarta, 2012, Hlm. 3.
administrasi mengatur kewajiban yang mengikat secara individual, baik melalui penetapan (hechikkingen) melalui perjanjian (overeenkomsten)
b.Fungsi Instrumental
Fungsi ini digunakan oleh pemerintah untuk mengarahkan kehidupan rakyat. Secara aktif pemerintah dapat mengarahkan rakyat tersebut melalui peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya, sedangkan secara pasif pengarah itu diselenggarakan melalu perancangan (planning)
c. Fungsi Pengayoman
Fungsi ini memberikan pengayoman kepada rakyat, pengayoman yang dimaksud adalah pengayoman di bidang reksa pemerintahan, perlindungan hukum dan masalah ganti rugi.
2. Teori Keterbukaan Informasi
Dalam bukunya Bolton mengungkapkan bahwa tujuan utama dari keterbukaan informasi publik di setiap negara adalah untuk memastikan bahwa lembaga publik akan lebih akuntabel dan kredibel dengan menyediakan informasi dan dokumen sesuai permintaan publik.
Kebebasan memperoleh informasi akan menciptakan pemerintahan
yang bersih, serta meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam
perumusan kebijakan publik dan meningkatkan kualitas pengawasan
publik. Dengan demikian, transparansi dan keterbukaan informasi dapat dipandang sebagai tata pemerintahan yang baik dan akuntabel.
9Untuk mewujudkan good governance pemerintah memiliki asas-asas umum pemerintahan yang baik salah satunya adalah asas keterbukaan hal ini ada di dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahnu 2014 Tentang Administrasi Pemerintah di dalam pasal 10 mencantumkan asas keterbukaan.
Di dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintah Pasal 10 Huruf f menjelaskan:
Yang dimaksud dengan “asas keterbukaan” adalah bahwa dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan mulai dari perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan atau penetapan, dan pengundangan bersifat transparan dan terbuka. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk memberikan masukan dalam Pembentukan Peraturan Perundang- undangan.
Asas keterbukaan adalah asas yang melayani masyarakat untuk mendapatkan akses dan memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara.
109
Eko Noer Kristiyanto, “Urgensi Keterbukaan Informasi Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik”, Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 16 No. 2, 2016, hlm. 240.
10