ANGGARAN DASAR
IKATAN KELUARGA PENSIUNAN LISTRIK NEGARA
( IKPLN ) Tahun 2017
HASIL MUNAS IKPLN TAHUN 2017
DAFTAR ISI
hal MUKADIMAH : ………...
BAB I
BAB II
: KETENTUAN UMUM ………...
Pasal 1 ………...
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN ………...
Pasal 2 : Nama Organisasi ………...
Pasal 3 : Tempat Kedudukan ………...
BAB III : ASAS, MAKSUD DAN TUJUAN ………...
Pasal 4 : Asas Organisasi ………..……..
Pasal 5 : Maksud dan Tujuan ………...
BAB IV : FUNGSI DAN KEGIATAN ………...
Pasal 6 : Fungsi ………..
Pasal 7 : Kegiatan ………..
BAB V : ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN ………...
Pasal 8 : Susunan Organisasi ………...
Pasal 9 : Pembentukan Organisasi ………...
Pasal 10 : Forum Komunikasi ………...
Pasal 11 : Pengurus ………...
Pasal 12 : Pembina dan Penasehat ………...
BAB VI : KEANGGOTAAN ………...
Pasal 13 : Jenis Anggota ………...
Pasal 14 : Hak Anggota ………...
Pasal 15 : Kewajiban Anggota ………...
Pasal 16 : Penerimaan dan Pengangkatan Anggota…...
BAB VII : RAPAT ORGANISASI ……….…..
Pasal 17 : Jenis Rapat ………...
Pasal 18 : Mekanisme Rapat ………...
BAB VIII : KEUANGAN DAN HARTA KEKAYAAN ………...
Pasal 19 : Keuangan ……….
Pasal 20 : Harta Kekayaan ……….…...
BAB IX : PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI ………..
Pasal 21 : Perubahan Anggaran Dasar ………..
Pasal 22 : Pembubaran Organisasi ……….
BAB X : PENUTUP ………...
Pasal 23 ………..
1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 6 6 6 7 7 7 7 8 8 8 8 9 9 9 9 9
-o0o-
IKATAN PENSIUNAN LISTRIK NEGARA ANGGARAN DASAR
MUKADIMAH
Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur serta ketulus ikhlasan untuk berbuat amal kebajikan demi kesejahteraan dan berjiwa mulia di hari tua, para Pensiunan Perusahaan Listrik Negara dan Anak-anak Perusahaan bermaksud membentuk wadah organisasi sebagai tempat menghimpun diri yang bersifat keakraban, kekeluargaan dan kebersamaan yang berkesinambungan serta turut menjaga citra PLN, dengan tujuan :
1. Memberi rasa aman dan tenteram bagi pensiunan dan keluarganya, serta mengajak mereka agar menjalani hidup yang dapat memberikan manfaat bagi sesama;
2. Menciptakan peluang kegiatan agar terbentuk kondisi kehidupan yang sejahtera secara lahiriah dan bathiniah bagi pensiunan dan keluarganya;
3. Meningkatkan kontribusi pensiunan untuk PLN.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Organisasi ini akan bersinergi dengan Para Pemangku kepentingan yaitu PT PLN (Persero) dan Anak-anak Perusahaan, Dana Pensiun PLN, Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN, dan Serikat Pekerja (SP) PLN, yang disebut Masyarakat PLN (PLN Society).
Berdasarkan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam butir 1, 2 dan 3 tersebut di atas, perlu disusun ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar sebagaimana diatur dalam Pasal - Pasal di bawah ini
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Anggaran Dasar ini yang dimaksud dengan :
a. Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara selanjutnya disebut IKPLN, adalah organisasi yang dikukuhkan berdasarkan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 227.K/DIR/2008 tanggal 11 Juli 2008;
b. PT. PLN (Persero), adalah Perusahaan selanjutnya disebut PLN yang didirikan dengan Akte Notaris Soetjipto, SH, nomor 69 Tahun 1994 beserta perubahannya;
c. Dana Pensiun PT. PLN (Persero) selanjutnya disebut DPPLN, adalah badan hukum yang didirikan oleh PT. PLN (Persero) yang mengelola dan menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti;
d. Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN selanjutnya disebut YPK-PLN, adalah Institusi berbentuk Yayasan yang didirikan oleh PT. PLN (Persero) yang mempunyai maksud dan tujuan di bidang sosial bagi kesejahteraan keluarga besar PT. PLN (Persero);
e. Pensiunan PLN selanjutnya disebut Pensiunan, adalah mantan Pegawai PT. PLN (Persero) dan mantan Pegawai Anak Perusahaan PT. PLN (Persero) yang menerima Manfaat Pensiun baik sekaligus maupun bulanan dari Dana Pensiun PLN atau menerima Manfaat Pensiun dari Dana Pensiun lain;
f. Anggota IKPLN selanjutnya disebut anggota, adalah pensiunan PT. PLN (Persero), pensiunan Anak Perusahaan PT. PLN (Persero) dan yang menerima Manfaat Pensiun baik sekaligus maupun bulanan dari Dana Pensiun PLN atau menerima Manfaat Pensiun dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan mereka yang diangkat berdasarkan keputusan Rapat Kerja Nasional ataupun Musyawarah Nasional;
g. Unit Asal anggota, adalah Unit PT. PLN (Persero) atau Unit Anak Perusahaan PT. PLN (Persero) sesuai Keputusan Pemberhentian sebagai pegawai ;
h. Bank-Bank Mitra selanjutnya disebut Bank, adalah Bank yang mempunyai Kerjasama dengan Dana Pensiun PLN untuk membayarkan Manfaat Pensiun bagi pensiunan dan dengan IKPLN untuk pemotongan Iuran Anggota;
i. Pemangku Kepentingan, adalah Institusi yang berkaitan dengan kepentingan anggota yaitu PT. PLN (Persero) beserta Anak Perusahaannya, Dana Pensiun PLN, Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN, Serikat Pekerja PLN serta Bank.
BAB II
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 2
NAMA ORGANISASI
Organisasi ini bernama : “IKATAN KELUARGA PENSIUNAN LISTRIK NEGARA”
disingkat IKPLN, yang merupakan satu-satunya wadah untuk menghimpun dan mempersatukan dalam keakraban dan kebersamaan yang berkesinambungan para pensiunan pegawai di lingkungan PT PLN (Persero) dan Anak Perusahaannya di seluruh Indonesia.
Pasal 3
TEMPAT KEDUDUKAN
IKPLN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a, berkedudukan di ibu kota Republik Indonesia untuk Tingkat Pusat dan mempunyai Tingkat Daerah serta Tingkat Cabang yang berkedudukan di Ibu kota Propinsi atau Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
BAB III
ASAS, MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 4
ASAS ORGANISASI
IKPLN berasaskan PANCASILA dan berdasarkan UUD 1945 dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pasal 5
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud didirikannya IKPLN adalah untuk menjadi wadah bergabungnya para pensiunan yang bertujuan untuk :
a. Memberi rasa aman dan tenteram bagi pensiunan melalui organisasi sebagai sarana komunikasi sosial diantara anggotanya serta berupaya mewujudkan kemandirian anggotanya
b. Menciptakan peluang kegiatan agar terbentuk kondisi kehidupan yang sejahtera melalui:
1) Pemberdayaan potensi anggota yang berintikan pengetahuan, pengalaman, keahlian dan keterampilan serta kearifan agar dapat memberikan perannya pada kegiatan Pembangunan Nasional;
2) Pemeliharaan kemampuan produktif untuk meningkatkan usia harapan hidup.
BAB IV
FUNGSI DAN KEGIATAN Pasal 6
FUNGSI
IKPLN mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Mengusahakan para pensiunan agar bisa berusaha dalam berbagai kegiatan baik kegiatan sosial, usaha dan kemitraan lainnya;
b. Menjembatani hubungan antara Pensiunan dengan PLN untuk permasalahan yang berkaitan dengan anggota.
Pasal 7 KEGIATAN
(1) Kegiatan utama IKPLN adalah :
a. Membina dan memelihara hubungan sosial, hubungan kekeluargaan dalam kegiatannya, baik antar anggota maupun dengan para pemangku kepentingan;
b. Memelihara dan meningkatkan hak-hak kepensiunan para anggota dengan menjalin komunikasi positif dengan DPPLN baik berperan dalam kegiatan Data Ulang maupun perubahan Status Pensiunan, dan kegiatan lain berkaitan dengan pensiunan;
c. Mengupayakan peningkatan kesejahteraan anggota melalui kegiatan keagamaan, kegiatan motivasi dan kesempatan berkarya, pemeliharaan kesehatan, penambahan keterampilan, bantuan hukum, serta kegiatan lain, bekerjasama dengan YPK-PLN, Badan Sosial setempat, maupun Bank.
(2) Kegiatan selain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), IKPLN dapat melakukan kegiatan lainnya diantaranya:
a. Kegiatan sosial, usaha, dan kemitraan serta kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang memberi manfaat bagi anggota, peningkatan kesejahteraan anggota dan memberi kontribusi kepada IKPLN;
b. Berperan serta dalam Gerakan Nasional.
(3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari dana Corporate Social Responbility (CSR) dan dari sumber dana lainnya.
BAB V
ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN Pasal 8
SUSUNAN ORGANISASI
(1) Susunan organisasi IKPLN meliputi Tingkat Pusat, Tingkat Daerah dan Tingkat Cabang.
(2) IKPLN Tingkat Pusat, adalah satuan organisasi yang membawahi IKPLN Daerah dan IKPLN Cabang.
(3) IKPLN Tingkat Daerah adalah satuan organisasi yang berada di Kantor Pusat PLN, Kantor Pusat Anak Perusahaan dan Unit organisasi PLN setingkat Unit Induk yang membawahi paling sedikit 2 (dua) Unit IKPLN Cabang.
(4) IKPLN Tingkat Cabang adalah satuan organisasi yang berada di PLN Kantor Pusat, dibawah Kantor Pusat Anak Perusahaan dan Unit Pusat-Pusat/Area/Sektor/Unit Pembangkitan/Unit Pelayanan yang memiliki paling sedikit 20 (dua puluh) orang anggota.
(5) Dalam hal diperlukan dan atas persetujuan pengurus Tingkat Daerah di Unit PLN setingkat Ranting dapat dibentuk IKPLN Cabang.
(6) Dalam hal jumlah anggota dalam 1 (satu) Cabang sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak terpenuhi, ditetapkan sebagai berikut :
a. Anggota bersangkutan dapat bergabung dengan Cabang terdekat; atau b. Dalam hal tidak terdapat Cabang terdekat dapat dibentuk Cabang Khusus.
Pasal 9
PEMBENTUKAN ORGANISASI
(1) Pembentukan organisasi IKPLN Tingkat Daerah ditetapkan dengan Keputusan Pengurus Pusat.
(2) Pembentukan organisasi IKPLN Tingkat Cabang atau IKPLN Tingkat Cabang Khusus ditetapkan dengan Keputusan Pengurus Daerah dengan tembusan kepada Pengurus Pusat.
Pasal 10 FORUM KOMUNIKASI
(1) Dalam hal di satu Propinsi terdapat lebih dari satu Organisasi Tingkat Daerah, dapat dibentuk Forum Komunikasi sosial untuk kegiatan Daerah.
(2) Dalam hal dalam satu lingkungan memiliki jumlah anggota dari beberapa cabang lebih dari 20 (dua puluh) orang, dapat dibentuk Forum Komunikasi untuk kegiatan sosial di lingkungannya.
Pasal 11 PENGURUS
(1) Pengurus IKPLN dipilih untuk masa jabatan 4 (empat) tahun, masing-masing oleh Musyawarah Nasional (Munas) untuk Pengurus Pusat, oleh Musyawarah Daerah (Musda) untuk Pengurus Daerah dan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk Pengurus Cabang yang bersangkutan.
(2) Pengurus IKPLN Pusat terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bidang, Sekretaris, dan Bendahara.
(3) Pengurus IKPLN Daerah terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bidang, Sekretaris dan Bendahara.
(4) Pengurus IKPLN Cabang terdiri dari Ketua, Ketua Bidang, Sekretaris dan Bendahara.
(5) Dalam penyelenggaraan kegiatan yang memerlukan penanganan khusus dan atau yang melibatkan banyak orang, Pengurus di semua tingkat dapat membentuk Tim atau Panitia Pelaksana sesuai kebutuhan
(6) Tata Cara pemilihan, pengangkatan dan pengukuhan Pengurus serta Tugas dan Tanggung Jawab kepungurusan semua Tingkat Organisasi diatur dalam Angaran Rumah Tangga
Pasal 12
PEMBINA DAN PENASIHAT
(1) Pembina dibedakan sesuai dengan Tingkat Organisasi IKPLN yaitu:
a. Pembina IKPLN Pusat adalah Direktur Utama PLN sebagai Pembina Utama dan sebagai Pembina adalah Direktur yang membidangi Sumber Daya Manusia, Direktur Utama DPPLN serta Pembina YPK-PLN;
b. Pembina IKPLN Daerah dan IKPLN Cabang adalah pejabat struktural tertinggi di Unit PLN di daerah yang bersangkutan (ex officio).
c. Khusus bagi Pembina IKPLN Daerah dan IKPLN Cabang yang berkedudukan di PLN Kantor Pusat ditetapkan sebagai berikut :
1) Bagi IKPLN Daerah adalah Direktur yang membidangi Sumberdaya Manusia selaku Pembina Utama dan Kepala Divisi PLN Kantor Pusat yang membidangi Manajemen Kantor Pusat selaku Pembina;
2) Bagi IKPLN Cabang adalah Kepala Divisi PLN Kantor Pusat yang membidangi Manajemen Kantor Pusat selaku Pembina Utama dan Pejabat satu tingkat dibawah Kepala Divisi yang membidangi Manajemen Kantor Pusat selaku Pembina.
(2) Penasihat IKPLN ditunjuk dan ditetapkan dalam musyawarah masing-masing Tingkat Organisasi, yaitu :
a. IKPLN Pusat adalah Ketua YPK, Mantan Direksi PLN dan sesepuh IKPLN;
b. IKPLN Daerah/Cabang adalah mereka yang berasal dari pejabat struktural dan atau mantan pejabat dan anggota pensiunan yang dituakan (senior).
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Pembina dan Penasihat ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB VI KEANGGOTAAN
Pasal 13 JENIS ANGGOTA
(1) Anggota organisasi terdiri dari Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan.
(2) Anggota Biasa, adalah Pensiunan yang menerima Manfaat Pensiun dari DPPLN baik yang diterima sekaligus maupun bulanan termasuk Penerima Manfaat Pensiun Janda/Duda/Anak sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan DPPLN.
(3) Termasuk Anggota Biasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah Penerima Manfaat Pensiun sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan DPLK.
(4) Anggota Luar Biasa adalah seseorang yang berjasa kepada IKPLN yang diangkat berdasarkan atas peretujuan Musyawarah Nasional yang berasal dari Pegawai PLN, Pengawai Anak perusahaan PLN dan Pensiunan PLN
(5) Anggota Kehormatan adalah seseorang yang mempunyai perhatian luar biasa dan berjasa kepada IKPLN atas persetujuan Musyawarah Nasional, yaitu yang berasal dari:
a. Mantan Direksi PLN sejak berdirinya IKPLN atau Mantan Direksi PLN yang berasal dari luar Perusahaan (bukan pegawai PLN);
b. Luar lingkungan PLN/Anak Perusahaan PLN.
Pasal 14 HAK ANGGOTA
(1) Anggota Biasa berhak:
a. Menghadiri rapat anggota, menyampaikan pendapat dan memberikan suara;
b. Mengajukan usulan yang bekaitan dengan organisasi baik secara lisan maupun tertulis;
c. Memilih dan dipilih menjadi anggota Pengurus Pusat/Daerah/Cabang.
(2) Anggota Luar Biasa berhak:
a. Menghadiri rapat anggota, menyampaikan saran /pendapat;
b. Mengajukan usulan yang bekaitan dengan organisasi baik secara lisan maupun tertulis:
c. Memilih dan dipilih menjadi anggota Pengurus Pusat, khusus bagi anggota yang berasal dari pensiunan.
(3) Anggota Kehormatan berhak:
a. Menghadiri rapat pada tingkat organisasi yang bersangkutan;
b. memberikan pendapat, arahan, dukungan, dan bantuan untuk organisasi.
Pasal 15
KEWAJIBAN ANGGOTA
(1) Anggota Biasa berkewajiban:
a. Tunduk kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta peraturan dan keputusan pengurus;
b. Membayar iuran Anggota dan sumbangan lain atas keputusan rapat pengurus;
c. Menjaga serta membela kepentingan dan kehormatan organisasi;
d. Menjalankan dengan sebaik-baiknya setiap tugas yang diberikan oleh organisasi kepadanya.
(2) Anggota Luar Biasa mempunyai kewajiban:
a. Memberi perhatian penuh atas kelangsungan organisasi IKPLN;
b. Mendukung kegiatan IKPLN secara regular.
(3) Anggota Kehormatan mempunyai kewajiban memberi perhatian penuh atas kelangsungan organisasi IKPLN.
Pasal 16
PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN ANGGOTA
Tata cara penerimaan/pengangkatan dan pengakhiran keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB VII
RAPAT ORGANISASI Pasal 17 JENIS RAPAT
(1) Rapat organisasi dalam IKPLN terdiri dari Tingkatan organisasi, sebagai berikut:
a. Tingkat Pusat, adalah:
1) Musyawarah Nasional 2) Rapat Kerja Nasional 3) Rapat Pengurus Pusat b. Tingkat Daerah, adalah:
1) Musyawarah Daerah 2) Rapat Kerja Daerah 3) Rapat Pengurus Daerah c. Tingkat Cabang, adalah:
1) Musyawarah Cabang 2) Rapat Anggota Cabang 3) Rapat Pengurus Cabang
(2) Rapat organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a,angka 1), huruf b angka 1) dan huruf c angka 1) merupakan kekuasaan tertinggi di tingkat masing- masing.
(3) Selain jenis rapat organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Pengurus dapat menyelenggarakan Rapat Tim Kerja atau Rapat Panitia Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5).
Pasal 18 MEKANISME RAPAT
Mekanisme Rapat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB VIII
KEUANGAN DAN HARTA KEKAYAAN Pasal 19
KEUANGAN
(1) Keuangan IKPLN diperoleh dari : a. Uang iuran anggota;
b. Hasil usaha dari Badan-Badan Usaha atau Tim Kemitraan maupun Tim yang dibentuk untuk menunjang kegiatan IKPLN;
c. Sumbangan yang tidak mengikat dan tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
d. Bantuan dari pemangku kepentingan untuk mendukung kegiatan operasional IKPLN.
(2) Tahun Buku IKPLN adalah Tahun Takwim.
(3) Keuangan milik IKPLN dikuasai dan dikelola oleh masing-masing Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang.
Pasal 20 HARTA KEKAYAAN
(1) Harta Kekayaan IKPLN berasal dari keuangan IKPLN dan pengembangannya.
(2) Harta Kekayaan milik IKPLN dikuasai dan dikelola oleh masing-masing Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang.
(3) Pengurus bertanggung jawab atas pengelolaan harta kekayaan IKPLN pada tingkat kepengurusan masing-masing, dan harus dilaporkan setiap tahun.
(4) Bentuk dan tata cara pelaporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan dari IKPLN Pusat.
Bab IX
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 21
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
(1) Anggaran Dasar ini dapat diubah, dalam hal terjadi permasalahan ataupun hal baru yang timbul karena perkembangan kondisi dan atau situasi, sehingga perlu dilakukan perubahan.
(2) Usulan perubahan harus dinyatakan secara tertulis dan disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional dan atau Musyawarah Nasional.
(3) Perubahan Anggaran Dasar disahkan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh paling sedikit 2/3 jumlah Pengurus Daerah dan disetujui oleh paling sedikit 2/3 jumlah suara yang hadir.
Pasal 22
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pembubaran organisasi hanya dapat dilaksanakan oleh suatu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 jumlah Daerah dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 3/4 jumlah suara yang hadir.
Bab X PENUTUP
Pasal 23
(1) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini atau terdapat hal-hal yang bersifat khusus akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan ditetapkan dalam Munas.
(2) Ketentuan yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
(3) Dengan berlakunya Anggaran Dasar ini, maka Anggaran Dasar hasil MUNAS Tahun 2013 dinyatakan tidak berlaku.
(4) Anggaran Dasar ini ditetapkan dalam Sidang Paripurna Musyawarah Nasional (MUNAS) IKPLN Tahun 2017 dan berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.
(5) Anggaran Dasar ini ditetapkan di Jakarta pada tanggal 02 Maret 2017