• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

IJAB QABUL DALAM JUAL BELI MENURUT TEUNGKU MUHAMMAD HASBI ASH-SHIDDIEQY

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S1)

Dalam Ilmu Syari’ah Pada Jurusan Muamalah

Fakultas Syari’ah

IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa

Oleh :

JUWITA

Nim. 2012012106

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA

1437 H / 2016 M

(2)

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

Saya yang bernama dibawah ini:

Nama : Juwita

Tempat/Tanggal Lahir : Langsa, 27 Juni 1994

Nim : 2012012106

Fakultas : Syari’ah

Jurusan : Muamalah

Alamat : Paya Bujok Seulemak, Komplek Stm.

Kec. Langsa Baro

Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa seluruh isi skripsi ini merupakan karya saya sendiri, kecuali kutipan yang disebutkan sumbernya dalam notasi.

Jika di kemudian hari di dapati ini bukan hasil karya asli saya, maka saya siap menerima sanksi akademik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Langsa, 13 Juli 2016 Hormat Saya,

J U W I T A Nim: 2012012106

(3)

iii

ABSTRAKSI

Pada umumnya, orang memerlukan benda yang ada pada orang lain dapat dimiliki dengan mudah, tetapi pemiliknya terkadang tidak mau memberikannya. Adanya syari’at jual beli menjadi jalan untuk mendapatkan keinginan tersebut, tanpa berbuat salah. Ada rukun dan syarat yang harus dipenuhi saat melakukan transaksi jual beli, salah satunya yaitu sighat (lafadz ijab dan qabul). Berpijak dari latar belakang masalah diatas, maka terdapat rumusan masalah sebagai berikut:

bagaimana ijab qabul dalam jual beli menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash- Shiddieqy?, bagaimana Istinbath hukum yang digunakan oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy tentang ijab qabul dalam jual beli?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy tentang jual beli tanpa ijab qabul serta mengetahui istinbath hukum yang digunakan dalam pendapatanya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif, yaitu menguraikan data yang terkait dengan pemikiran Ulama fiqh. Melalui metode penelitian kualitatif ini diharapkan memperoleh pemahaman dan penafsiran yang mendalam mengenai makna dan fakta yang relevan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan falsafi, yaitu pendekatan yang berupaya merekonstruksi hasil pemikiran tokoh intelektual Islam maupun suatu organisasi tertentu tentang objek kajian ilmu-ilmu syari’ah. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy menyatakan Apabila seorang penjual menyerahkan barang yang dijual kepada pembeli, sebaliknya pembeli menyerahkan harga dan mengambil barang, maka muamalat jual beli sudah terlaksana. Penjual dan Pembeli tidak perlu mengucapkan lafadz ijab dan qabul. Bukti persetujuan tidak perlu diucapkan, atas dasar inilah dipandang sah penjualan dengan perantara pos. Istinbath hukum yang digunakan oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy yaitu bersumber dari Al-qur’an surat al-Maidah ayat 1, dan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari.

(4)

i

IJAB QABUL DALAM JUAL BELI MENURUT TEUNGKU MUHAMMAD HASBI ASH-SHIDDIEQY

Oleh:

J U W I T A Nim: 2012012106

Menyetujui

PEMBIMBING I

ANIZAR, MA

NIP. 19750325 200901 2 001

PEMBIMBING II

MUHAMMAD RUSDI, Lc. MA

(5)

ii

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudil “Ijab Qabul Dalam Jual Beli Menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy”, telah dimunaqasyahkan dalam Sidang Munaqasyah Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cota Kala Langsa, pada tanggal 05 September 2016.

Skripsi telah diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Syari’ah pada Fakultas Syari’ah Jurusan Muamalah.

Langsa, 05 September 2016 M 02 Dzulhijjah 1437 H Panitia Sidang Munaqasyah

Skripsi Fakultas Syari’ah

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa

Anggota-Anggota:

Ketua,

ANIZAR, MA

NIP. 19750325 200901 2 001

Sekretaris,

MUHAMMAD RUSDI, Lc. MA

ZAINAL ABIDIN, S.Ag, MH NIP. 19670615 199503 1 004

SYAWALUDDIN ISMAIL, Lc. MA

Mengetahui:

Dekan Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Zawiyah Cot Kala Langsa

Dr. ZULFIKAR, MA NIP. 19720909 199905 1 001

(6)

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT. atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita terutama kepada penulis, sehingga telah dapat menyelesaikan sebuah skripsi sebagai syarat mencapai gelar Sarjana Strata satu (S-1) dalam bidang ilmu syari’ah. Dalam hal ini penulis memilih judul: “Ijab Qabul dalam Jual Beli Menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy”.

Salam dan shalawat kepada baginda Rasulullah Muhammad saw, yang menjadi suri teladan di muka bumi, yang memberikan contoh-contoh perbuatan yang bernilai ibadah dan dapat ditiru oleh semua umatnya agar mendapat pahala dan berkah dari Allah SWT. serta semoga skripsi ini dapat bernilai ibadah dan bermanfaat bagi siapapun.

Segenap kemampuan penulis telah dituangkan dalam pembuatan skripsi ini. Namun demikian, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. oleh karena itu, penulis harapkan segala bentuk kritik dan saran yang dapat membuat skripsi ini jauh lebih baik lagi.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua penulis, ayahanda Muhammad dan ibunda Jamaliah, yang telah

(7)

v

merawat, serta memberi motivasi kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini. Kepada adikku Haffihd Aly, serta keluarga lainnya yang tidak penulis sebutkan satu persatu.

Terima kasih penulis ucapkan pula pada :

1. Bapak Dr. Zulkarnaini, MA. Selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa

2. Bapak Zulfikar, MA sebagai Dekan, Bapak M. Nasir, MA, Bapak Zainal Abidin, S.Ag., MA., dan Bapak Yaser Amri, MA Selaku Wakil Dekan Fakultas Syari’ah.

3. Ibu Anizar, MA. Selaku Ketua Jurusan Mua’malah, serta sebagai Pembimbing I dan Bapak Muhammad Rusdi, Lc. MA. sebagai Pembimbing II, yang telah mendukung, memberikan saran dan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Abdul Manaf, MA. selaku Penasehat Akademik yang telah banyak membantu penulis selama menempuh pendidikan di Fakultas Syari’ah.

5. Seluruh dosen di Fakultas Syari’ah yang telah membimbing dan memberikan pengetahuan, nasehat serta motivasi kepada penulis selama menempuh pendidikan di Fakultas Syari’ah Cot Kala Langsa.

6. Terima kasih kepada Pimpinan Graha Media Langsa (Bpk. Aziz Sah Putra, S.Kom dan Ibu Zukhrina Amalia, S.Pd) yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam penulisan skripsi.

(8)

vi

7. Seluruh karyawan Graha Media Langsa yang mendukung serta memberikan ilmu-ilmu tentang penulisan Skripsi (Rika Maya Sari, SH.I, Badariah, Nuridha Ariani, SE, Erwinsyah, Iskarina Sri Rezeki)

8. Seluruh teman sejawat dan seperjuangan khususnya unit 3 muamalah angkatan 2012 (Intan Sari, Intan yuliana, Khairul Bariah, Khairul Mauliana, Indah Purnama Sari, Irma Adelia, Ida Wati, Ita Mauliza, Dll)

9. Serta teman-teman Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tahun 2016 Desa Alue Udep Kec. Ranto Panjang Peurelak (Satria Gusra, Faisal al- Fajar, Salamah, Cut Ajrina, Nurul Husna, Ade Irawati, Amy Masthura, Maulina, Fitria Nurhaliza).

10. Semua pihak yang telah membantu penulis selama menempuh pendidikan di IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa yang tidak penulis sebutkan satu per satu.

Semoga Allah SWT senantiasa membalas segala kebaikan yang telah diberikan dengan penuh rahmat dan hidayah-Nya. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama dalam perkembangan ilmu fiqh di Indonesia. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Langsa, Juli 2016 Penulis

J U W I T A Nim : 2012012106

(9)

vii

DAFTAR ISI

PERSETUJUAN ... i

PENGESAHAN ... ii

ABSTRAKSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Penjelasan Istilah ... 8

F. Kajian Pustaka ... 9

G. Metodologi Penelitian ... 10

H. Sistematika Pembahasan ... 13

BAB II. LANDASAN TEORI ... 15

A. Akad ... 15

1. Pengertian Akad ... 15

2. Rukun-Rukun Akad ... 18

3. Syarat-syarat Akad ... 21

4. Macam-macam Akad ... 25

B. Jual Beli ... 26

1. Pengertian Jual beli ... 27

2. Dasar Hukum Jual Beli ... 30

3. Rukun dan Syarat Jual Beli ... 35

(10)

viii

4. Berselisih Dalam Jual Beli ... 35

5. Bentuk-bentuk Jual Beli Yang Dilarang ... 36

6. Manfaat dan Hikmah Jual beli ... 43

7. Etika Dalam Jual Beli ... 45

C. Biografi Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy ... 48

1. Riwayat Hidup Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy ... 48

2. Riwayat Pendidikan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy ... 49

3. Pembinaan Fiqh Indonesia ... 52

4. Karya Tulis Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy ... 54

5. Pohon Family Al-Shiddieqy ... 56

BAB III. IJAB QABUL DALAM JUAL BELI MENURUT TEUNGKU MUHAMMAD HASBI ASH SHIDDIEQY ... 57

A. Pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Tentang Ijab Qabul Dalam Jual Beli ... 57

B. Istinbath Hukum Yang Digunakan Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Tentang Ijab Qabul dalam Jual Beli ... 63

C. Analisa Penulis ... 66

BAB IV. PENUTUP ... 69

A. Kesimpulan ... 69

B. Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 71

LAMPIRAN ... 73

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 74

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tuhan semesta alam menciptakan manusia bertabiat saling membutuhkan, memerlukan, saling bertukar manfaat baik melalui perniagaan, sewa-menyewa, pertanian, pertukangan, dan sebagainya.1

Syari‟at Islam mengajarkan kepada manusia agar menjalankan segala aktivitasnya berdasarkan aturan yang telah ditentukan oleh Allah SWT. dan Rasul-Nya. Begitupun dalam menjalankan kegiatan muamalah, hendaknya berdasarkan tata cara yang baik dan diridhai oleh Allah SWT.2

Berdasarkan kepada falsafah hidup muslim ; “Sesungguhnya sholatku, ibadatku, dan matiku karena Allah”, maka setiap usaha apapun yang halal tidak terlepas dari tujuan memperoleh ridha Allah SWT. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Demikianlah falsafah hidup muslim yang beriman dan bertakwa, berniaga, berjual beli atau melakukan gerak dalam bisnis, mata hatinya selalu terarah kepada tujuan filosofis yang luhur itu.3

Pada umumnya, orang memerlukan benda yang ada pada orang lain (pemiliknya) dapat dimiliki dengan mudah, tetapi pemiliknya terkadang tidak

1Hasbi Ash-Shiddieqy. Al-Islam. Jilid 2. (Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra, 2001), h. 191.

2Sohari Sahrani dan Abdullah Ru‟fah. Fiqh Muamalah untuk Mahasiswa UIN/IAIN/STAIN/PTAIS dan Umum, Cet. Ke-1. (Bogor : Ghalia Indonesia, 2011), h. 41.

3Ibid.,h. 97.

(12)

2

mau memberikannya. Adanya Syari‟at jual beli menjadi wasilah (jalan) untuk mendapatkan keinginan tersebut, tanpa berbuat salah.4

Rasulullah saw. bersabda:

ِْبَأ ْنَع َةَزَْحَ

ِنَع , ِنَسَْلْا ِْبَأ ْنَع ,

ديِعَس ِنَع يِبَّنلا َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُوَّللا ىَّلَص َلاَق :

ْوُدَّصلا ُرِجاَّتلا يصلاَو َينييِبَّنلا َعَم ُينِمَْلْا ُق

ِءاَدَهُّشلاَو َينِقييد .

)يذمترلا هاور(

Artinnya : “Dari Abi Hamzah, dari Hasan, dari Abi Sa’id, dari Rasulullah SAW bersabda: “Pedagang yang jujur dan terpercaya itu sejajar (tempatnya disurga) dengan para Nabi, para Siddiqin, dan para Syuhada” (HR. Tirmidzi).5

Jual Beli (

ُع َا ْل َ ب ْي

) artinya menjual, mengganti dan menukar (sesuatu dengan sesuatu yang lain). Kata

ُعْيَ بْلَا

dalam bahasa Arab terkadang digunakan untuk pengertian lawannya, yaitu kata: ا ُء َرِشٌلَا (beli). Dengan demikian kata :

ُعْيَ بْلَا

berarti kata “jual” dan sekaligus juga berarti kata “beli”.6

Dalam Syari‟at Islam, jual beli adalah pertukaran harta tertentu dengan harta lain berdasarkan keridhaan antara keduanya. Atau dengan kata

4Abdul Qadir Syaiban al-Hamd. Syarah Bulughul Maram. Terj. Izzudin Karimi, dkk. (Jakarta : Darul Haq, 2007), h.1.

5Imam Tirmidzi. Sunan Al Tirmidzi. Jilid III, (Beirut: Dar Al Kutub Al Ilmiyah, 1994), Hadis No. 1130.

h. 5

6M. Ali Hasan. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam. Ed. Ke-1. Cet. Ke-2. (Jakarta : PT.

RajaGrafindo Persada, 2004), h. 113.

(13)

3

lain, memindahkan hak milik dengan hak milik lain berdasarkan persetujuan hitungan materi. 7

Dalam Al-Qur‟an Allah berfirman :

 ....









...

Artinnya: …..Padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba….(Q.S. Al-Baqarah ayat 275)8

Menurut Jumhur Ulama rukun jual beli itu ada empat:

a. Orang yang berakad (penjual dan pembeli) b. Sighat (lafadz ijab dan qabul)

c. Ada barang yang dibeli

d. Ada nilai tukar pengganti barang. 9

Ulama fiqh sepakat menyatakan, bahwa urusan utama dalam jual-beli adalah kerelaan kedua belah pihak. Kerelaan ini dapat terlihat pada saat akad berlangsung. Ijab qabul harus diungkapkan secara jelas dalam transaksi yang bersifat mengikat kedua belah pihak. Pada dasarnya, ijab qabul dilakukan dengan lisan tetapi kalau tidak memungkinkan, misalnya bisu atau yang lainnya, boleh ijab qabul dengan surat menyurat yang mengandung arti ijab dan qabul.10

7Sohari Sahrani dan Abdullah Ru‟fah. Fiqh Muamalah untuk Mahasiswa,....h. 65-66.

8Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahnya. (Bandung: Jumanatul „Ali, 2005), h.48

9M. Ali Hasan. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam,...h. 120

10Ibid., h. 120

(14)

4

Adanya kerelaan tidak dapat dilihat, sebab kerelaan berhubungan dengan hati. Kerelaan dapat diketahui melalui tanda-tanda lahirnya, adapun tanda yang jelas menunjukkan kerelaan adalah ijab dan qabul. seperti akad jual-beli dan sewa-menyewa. Apabila ijab dan qabul telah diucapkan dalam akad jual-beli, maka kepemilikan barang dan uang telah berpindah tangan.

Rasulullah saw. bersabda:

ْنَع ِكَح ْي ماَزِح ِنْب ِم ِنَع

يِبَِّنلا َمَلَسَو ِوْيَلَع ُللها ىَّلَص َلاَق

َاَقَّرَفَ تَ ي َْلَاَمِراَيِْلْاِب ِناَعي يَ بْلا

ْنِإَف اَقَدَص اَنَّ يَ بَو اَمَُلَ َكِرْوُ ب اَبَذَك َ ْنِإَو ,اَمِهِعْيَ ب ِفِ

اَمَتَكَو َّقُِمُ

.اَمِهِعْيَ ب ُةَكَرَ ب هاور(

)ملسم

Artinya : “Hakim bin Hizam r.a., dari Nabi saw,. sabdanya: “Dua orang yang berjual beli masing-masing mempunyai hak pilih (untuk meneruskan jual beli atau tidak) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya berlaku jujur dan terus-terang menjelaskan (keadaan barang yang diperjual belikan), maka mereka diberi berkat dengan jual beli mereka; tetapi jika mereka berdusta dan meyembunyikan (cacat masing-masing), hilanglah berkat jual beli mereka”. (HR. Muslim)11

Ulama fiqh menyatakan bahwa syarat ijab dan qabul itu adalah sebagai berikut:

1) Orang yang mengucapkannya telah akil baligh dan berakal (Jumhur Ulama) atau telah berakal (Ulama Mazhab Hanafi) sesuai dengan perbedaan mereka dalam menentukan syarat-syarat.

2) Qabul sesuai dengan Ijab. Contohnya: “Saya jual Sepeda ini dengan harga sepuluh ribu”, lalu pembeli menjawab: “Saya beli dengan harga sepuluh ribu”.

11Abu al-Husain Ibn al-Hajjaj Ibn Muslim al-Qusyairi al-Naisaburi. Shahih Muslim. Terj. Ma‟mur Daud. Jilid II. (Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra, 2001). Hadis No. 1479. h. 147

(15)

5

3) Ijab dan qabul dilakukan dalam satu majelis. Maksudnya kedua belah pihak yang melakukan akad jual-beli hadir dan membicarakan masalah yang sama.12

Sayyid Sabiq dalam bukunya yang berjudul Fiqhus Sunnah beliau memaparkan bahwa Ungkapan ijab dan qabul mesti menggunakan kata kerja lampau (fi’il madhi) seperti perkataan penjual, “Aku telah menjual”, dan perkataan pembeli, “Aku telah terima”, atau dengan menunjukkan masa sekarang (fi’il mudhari’) apabila bermaksud pada saat itu juga, seperti, “Aku jual sekarang”, dan “Aku beli sekarang”.13

Jika yang diinginkan untuk kata yang menunjukkan masa mendatang atau semisalnya, maka hal tersebut dinilai sebagai janji untuk melakukan akad. Janji untuk berakad tidak sah sebagai akad, karena penggunaan kata yang menunjukkan masa mendatang atau semisalnya tidak sah secara hukum sebagai akad.14

Namun, pendapat-pendapat diatas bertolak belakang dengan pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Beliau ialah seorang Ulama besar dari Indonesia, yang berkelahiran di Aceh, beliau juga merupakan silsilah dari keturunan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Beliau berpendapat jual beli itu dianggap sah bila terjadi dengan persetujuan kedua belah pihak. Persetujuan dapat dilakukan dengan ucapan

12M. Ali Hasan. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam,...h. 120-121

13Sayyid Sabiq. Fiqih Sunnah. Terj. Nor Hasanuddin. Jilid 4. (Jakarta : Pena Pundi Aksara, 2008), h.

122.

14Ibid.,h. 70.

(16)

6

dan dapat pula dengan isyarat (sikap kedua belah pihak itu). Apabila seorang penjual menyerahkan barang yang dijual kepada pembeli, sebaliknya pembeli menyerahkan harga dan mengambil barang, maka muamalah jual beli sudah terlaksana. Penjual tidak perlu mengucapkan lafadz ijab, yaitu: saya jual buku saya ini kepada tuan dengan harga Rp. 30,- sebagaimana tidak diperlukannya benar para pembeli menyahut lafadz ijab itu dengan lafadz qabul, yaitu:

“Saya membeli buku Al Islam ini dari tuan dengan harga Rp. 30,-.”15

Berangkat dari penjelasan yang telah dipaparkan diatas, penulis ingin mengkaji lebih dalam lagi mengenai pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy tentang jual beli tanpa Ijab Qabul. Penulis tertarik untuk membahas pemikiran tokoh ini karena beliau orang pertama di Indonesia yang sejak tahun 1940, menghimbau perlunya dibina fiqh yang berkepribadian Indonesia dan juga beliau yang berasal dari Aceh, yaitu Lhokseumawe.

Dari permasalah diatas, maka penulis ingin meneliti lebih dalam lagi tentang “IJAB QABUL DALAM JUAL BELI MENURUT TEUNGKU MUHAMMAD HASBI ASH-SHIDDIEQY”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada pemaparan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

15Hasbi Ash-Shiddieqy. Al Islam. Jilid 2. (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2001), h. 193.

(17)

7

1. Bagaimana Pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy tentang Ijab Qabul dalam jual beli ?

2. Bagaimana Istinbath Hukum yang digunakan oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy tentang ijab qabul dalam jual beli ?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk:

1. Untuk mengetahui pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash- Shiddieqy tentang ijab qabul dalam jual beli.

2. Untuk mengetahui istinbath hukum yang digunakan oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy atas pendapatnya tersebut.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini terbagi dua, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis

1. Manfaat Secara Teoritis

a. Menambah wawasan penulis mengenai ijab qabul dalam jual beli.

b. Untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi ilmu fiqh khususnya tentang ijab qabul dalam jual beli.

(18)

8

2. Manfaat Secara Praktis

a. Menambah wawasan penjual dan pembeli tentang ijab qabul dalam jual beli.

b. Agar masyarakat Indonesia umumnya dan Kota Langsa khususnya lebih peka terhadap proses jual beli yang berlangsung.

E. Penjelasan Istilah

Suatu istilah dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam.

Oleh karena itu, supaya tidak terjadi kerancuan dalam memaknainya, maka penulis mencoba memberikan penjelasan istilah yang digunakan dalam kajian ini sebagai berikut:

1. Ijab Qabul

akad adalah perikatan antara ijab dengan qabul secara yang dibenarkan syara‟ yang menetapkan keridhaan kedua belah pihak.

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat dipahami bahwa akad adalah suatu perbuatan yang sengaja dibuat oleh dua orang atau lebih berdasarkan keridhaan masing-masing pihak yang melakukan akad dan memiliki akibat hukum baru bagi mereka yang berakad.16

16Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy. Pengantar Fiqh Muamalah. cet. ke-4. ed. ke-2.

(Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2001), h. 27

(19)

9

2. Jual beli

Jual beli ialah tukar menukar maal (barang atau harta) dengan maal yang dilakukan dengan cara tertentu. Atau, tukar menukar barang yang bernilai dengan semacamnya dengan cara yang sah.17

F. Kajian Pustaka

Persoalan tentang ijab qabul telah banyak dibahas dalam skripsi yang telah lalu, diantaranya:

Skripsi yang berjudul: kedudukan ijab qabul dalam hibah (studi perbandingan antara mazhab syafi’i dan hanabilah). Hibah ialah suatu pemberian dari seseorang kepada orang lain ketika masih hidup. Penulisan skripsi ini lebih berfokus pada pendapat Mazhab Syafi‟i dan Hanabilah tentang ijab qabul dalam pelaksanaan hibah.18

Skripsi yang berjudul: Konsep ma’qud ’alaih dalam transaksi jual beli pulsa elektronik menurut hukum islam. Ma‟qud‟alaih ialah suatu benda yang diakadkan yang diperbolehkan oleh syara‟ seperti barang yang diperjualbelikan ketika transaksi, dan barang tersebut dapat diserahkan pada akad jual beli ketika akad sedang berlangsung. Dalam penulisan skripsi ini lebih difokuskan pada permasalahan akad jual beli pada pembelian pulsa elektronik yang mengandung unsur riba, yakni misalnya seorang pembeli

17Wahbah Zuhaili. Fiqh Islam. Jilid V. Terj. Abdul Hayyie al-Kattani. (Jakarta : Gema Insani, 2011), h.

25.

18Nuraflah. “kedudukan ijab qabul dalam hibah (studi perbandingan antara mazhab syafi’i dan hanabilah”, (Skripsi, IAIN Zawiyah Cot Kala, Langsa, 2012), h. 5

(20)

10

membeli pulsa seharga 50.000, namum pembeli tersebut harus membayar sebesar 51.00019

Skripsi yang berjudul: Integrasi Teknologi dan Fikih (Analisis terhadap Ba’i al-Mu’athah). Dalam penulisan skripsi ini lebih difokuskan pada permasalahan teknologi yang semakin canggih serta dapat mempengaruhi dan merubah gaya transaksi di masyarakat, dan kaitannya dengan proses jual beli tanpa ijab qabul seiring dengan berkembangnya teknologi.20

Dengan melihat sekilas terhadap hasil penelitian mengenai jual beli tersebut, belum ada yang mengkaji tentang ijab qabul dalam jual beli yang bersandar pada pendapat Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, atas dasar itulah peneliti ingin meneliti pembahasan tersebut.

G. Metodologi Penelitian

Metode adalah proses, prinsip-prinsip dan tata cara memecahkan suatu masalah, sedangkan penelitian adalah pemeriksaan secara hati-hati, tekun dan tuntas terhadap suatu gejala untuk merambah pengetahuan manusia.

Sedangkan metodologi penelitian dapat diartikan sebagai proses prinsip- prinsip dan tata cara untuk masalah-masalah yang dihadapi dalam melakukan penelitian.21

19Sri Mulyani. “Konsep Ma’qud ’Alaih Dalam Transaksi Jual Beli Pulsa Elektronik Menurut Hukum Islam”, (Skripsi, IAIN Zawiyah Cot Kala, Langsa, 2012), h.25

20Siti Rahmi. “Integrasi Teknologi dan Fikih (Analisis terhadap Ba’i al-Mu’athah). (Skripsi, IAIN Zawiyah Cot Kala, Langsa, 2016), h.2

21Burhan Bungin. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2008), h.75

(21)

11

Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini agar tidak menimbulkan kerancuan, yaitu sebagai berikut:

1. Jenis penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu menguraikan data yang terkait dengan pemikiran Ulama fiqh. Melalui pendekatan kualitatif ini diharapkan memperoleh pemahaman dan penafsiran yang mendalam mengenai makna dan fakta yang relevan. Penelitian dengan pendekataan kualitatif ini dimaksud untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas dan rinci mengenai “ijab qabul dalam jual beli menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy”.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan falsafi, yaitu pendekatan yang berupaya merekonstruksi hasil pemikiran tokoh intelektual Islam maupun suatu organisasi tertentu tentang objek kajian ilmu- ilmu syari‟ah serta memaparkan terhadap pemikiran mengenai subyek atau bidang tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mencari, menganalisis, serta generalisasi dari fakta-fakta pemikiran, dan ide-ide yang telah ditulis oleh para pemikir.

2. Pendekatan

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah historis- filosofis. Pendekatan historis adalah untuk memperoleh data biografi

(22)

12

pemikiran, didalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan biografi Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sedangkan filosofis adalah menganalisis bagaimana pemikiran yang diungkap oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy sampai kepada landasan yang mendasari pemikiran tersebut.22

3. Sumber dan Jenis Data

Menurut sumbernya, data penelitian digolongkan kedalam sumber primer dan sumber sekunder.

Sumber primer adalah sumber-sumber yang memberikan data secara langsung dari tangan pertama atau merupakan sumber asli.23 Yaitu yang diperoleh langsung dari obyek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yakni mencari bahan-bahan penyusunan yang diperoleh dari buku-buku, surat kabar, dan artikel.

Adapun yang berkaitan dengan ini yang dijadikan sebagai sumber primer adalah buku Pengantar Fiqh Muamalah Karangan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Al Islam jilid 2 Karangan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Pengantar Hukum Islam karangan Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy.

22Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Ed. Ke-1. Cet. Ke-10. (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), h. 26-46.

23Nasution. Metode Research Penelitian Ilmiah, cet. ke-2 (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), h.150

(23)

13

Sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian, seperti Berbagai Macam Transaksi dalam Islam Karangan M. Ali Hasan, Fiqh Muamalah Karangan Drs. Sohari Sahrani, M.M., M.H., Dra. Hj. Ru‟fah Abdullah, M.M, Fiqh Islam Lengkap Karangan Drs. H.

Abdul Fatah Idris dan Drs, H. Abu Ahmadi, dan buku-buku lainnya yang membahas tentang ijab qabul dalam jual beli.

4. Metode Analisis Data

Metode Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Deduktif, yaitu mengumpulkan data-data terutama yang berhubungan dengan ijab qabul dalam jual beli, menela‟ah serta menafsirkan data-data yang telah terkumpul, dan meneliti serta menguraikan data yang bersifat umum untuk diambil kesimpulan yang bersifat khusus.

b. Deskriptif, yaitu menguraikan secara teratur seluruh konsepsi tokoh mengenai topik atau bahasan penelitian tentang pandangan dari tokoh pemikiran tersebut.24

H. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

24 Ibid.,h.28.

(24)

14

Bab pertama : Bab pendahuluan adalah memaparkan latar belakang masalah yang menjadi obyek kajian dalam penelitian, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, penjelasan istilah, metodologi penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab kedua : Bab kedua ialah tinjauan umum tentang akad dan jual beli menurut hukum Islam meliputi pengertian akad, rukun akad, syarat-syarat akad, macam-macam akad, pengertian jual beli, dasar hukum jual beli, hukum jual beli, rukun dan syarat jual beli, etika jual beli, manfaat jual beli dan Biografi T.M. Hasbi Ash Shiddieqy meliputi Riwayat hidup T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, riwayat pendidikan serta karya tulis T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, pohon family Ash- Shiddiey.

Bab ketiga : Bab ketiga ialah pemikiran T.M. Hasbi Ash Shiddieqy tentang jual beli tanpa ijab qabul, serta dalil syar’i yang digunakan oleh Teungku Muhammad Hasbi Ash- Shiddieqy dalam pendapat nya tersebut.

Bab keempat : Bab keempat ialah penutup meliputi kesimpulan dan saran.

Referensi

Dokumen terkait

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 Putri SMA Negeri 5 Langsa yang berjumlah 36 orang yang keseluruhannya merupakan perempuan, sedangkan objek dalam

Hasil dari penelitian yang dilakukan menurut hukum mazhab Imam Syafi'i pernikahan yang dilakukan apabila salah satu dari pasangan ada yang murtad maka pernikahan

Judul Penelitian: Sewa Menyewa Tanah Sawah Dengan Sistem Bagi Hasil Serta Pembayaran Dimuka Menurut Fiqh Muamalah (Studi Kasus Gampoeng Aluer Merbau). Gampoeng Alur Merbau

penelitian menunjukan keharmonisan rumah tangga bagi suami istri yang tidak serumah Dalam Islam sudah dijelaskan tiga cara membangun keluarga yang harmonis dalam pandangan lslam:

Mengingat pentingnya berjilbab (Khimar) bagi seorang mahasiswi di kampus dan berperilaku hemat dalam mengkonsumsi yang menjadi landasan dalam seorang muslim untuk meraih

Dalam skripsi yang berjudul “Strategi Manajemen Dalam Pengelolaan Harta Agama (Studi Kasus di Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur)” oleh Asmudi 14 , membahas tentang

Dalam proses pembelajaran disekolah perlu melibatkan pihak orang tua untuk berperan serta menjadi fasilitator dalam pendidikan bagi para peserta didik. Orang tua harus

sebagai perjanjian jual beli yang batal.7 Saling menyepakati di antara kedua belah pihak merupakan salah satu syarat dalam jual beli dan hibah dalam Islam, pada saat unsur saling