• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO "

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

OVIS Purwokerto,.11 Tesis Sekar Dhatu Indri Hapsari lebih fokus membahas perlindungan konsumen, hak dan kewajiban konsumen serta tanggung jawab pelaku usaha. Peneliti menjelaskan bahwa terdapat pelanggaran yang sering dilakukan oleh pelaku usaha terkait dengan tambal sulam yang seharusnya diterima konsumen pada saat pengiriman barang pesanan. Tesis Cita Purwasari Apriani yang berjudul Hak Kepemilikan Kain Sisa Kajian Sosiologi Hukum Islam 12. Tesis Cita Purwasari Apriani mengkaji tentang hukum mengambil dan suatu benda dengan cara yang salah, yaitu mengambil milik orang lain berupa sisa. jahitan (kain tambalan) ulasan sosiologi.

Peneliti juga menjelaskan bahwa pelaku usaha mengambil dan menggunakan kain perca yang sering dilakukan oleh penjahit sehubungan dengan sisa jahitan yang harus diterima konsumen pada saat pengiriman barang pesanan. 11 Sekar Dhatu Indri Hapsari, “Pengembalian Dana oleh Pelaku Usaha yang Tidak Memenuhi Hak Konsumen di SPBU Ovis Purwokerto”, Tesis, (Purwokerto: Universitas Jendral Soedirman, 2013).

LANDASAN TEORI

Pengertian Hak

Pengertian Milik

Pengertian Hak Milik

Berdasarkan definisi di atas, peneliti dapat menjelaskan bahwa semua ini adalah milik Allah semata, manusia dapat memanfaatkan apa yang menjadi miliknya, tetapi dengan mengikuti aturan, karena Allah menjanjikan pahala bagi mereka yang berbuat baik dan mereka yang berbuat jahat.

Pembagian Hak Milik

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian lapangan yaitu penelitian yang diarahkan langsung ke lokasi penelitian yang akan diteliti yaitu dengan melakukan observasi langsung dan wawancara dengan pemilik/penjahit dan konsumen di Pasar Batanghari Lampung Timur mengenai penggunaan lara - dicuci oleh penjahit. sehingga peneliti mendapatkan informasi yang diperlukan dalam menyusun skripsi ini. Penelitian ini akan mendeskripsikan pemanfaatan kain perca dari usaha menjahit dari perspektif ekonomi Islam, yang dimanfaatkan oleh para penjahit untuk mendapatkan keuntungan, hal inilah yang ingin peneliti ketahui dengan terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Dalam mengumpulkan data penggunaan kain perca oleh penjahit dari perspektif ekonomi Islam, ia tidak hanya mengandalkan sumber primer tetapi juga menggunakan data sekunder sebagai acuan teoritis.

Peneliti menggunakan metode ini untuk mengetahui bagaimana penjahit menggunakan kain perca di pasar Batanghari Lampung Timur. Berdasarkan informasi tersebut, peneliti menggunakan data yang diperolehnya dalam bentuk deskripsi untuk menganalisis data, kemudian menganalisis data dengan cara berpikir induktif, yang berangkat dari informasi dan fakta di lapangan mengenai penggunaan kain perca oleh penjahit di pasar Batanghari, Lampung Timur. Metode ini digunakan penjahit untuk menerapkan tambal sulam dari perspektif ekonomi Islam, yang kemudian digeneralisasi menjadi kesimpulan umum.

Mengenai cara penggunaan kain perca oleh penjahit di pasar Batanghari Lampung Timur, seperti halnya penjahit pada umumnya, penjahit mengumpulkan kain perca (sisa jahitan) yang mereka dapatkan dari pelanggannya. Sisa bahan yang tidak terpakai dikantongi untuk dijual ke tukang keset di pasar Batanghari. Selain itu, keberadaan bengkel sepeda motor dan sepeda di pasar Batanghari juga diuntungkan dengan adanya usaha penjahitan ini karena Mr. Slamet tidak masalah mendapatkan sisa kain perca untuk kain perca dari mr. untuk mendapatkan bengkel Slamet yang ia dapatkan secara cuma-cuma dari para penjahit.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti dapat menjelaskan bahwa Ibu Dwi menggunakan kain perca untuk melengkapi jahitannya, seperti kain sisa yang terbuat dari poliester, rayon, furing, satin, dan asetat. Penjahit Kalijan banyak menerima sisa kain dari pelanggannya (tambal sulam) yang dapat digunakan sebagai tambahan. Kegiatan usaha yang berlangsung pada kedua perusahaan penjahit di pasar Batanghari Lampung Timur merupakan kegiatan usaha yang baik, namun masih terdapat kecenderungan ketidakjujuran dalam mengembalikan kain perca dari penjahit kepada pelanggan, hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip ekonomi Islam.

Penjahit harus jujur ​​dalam menawarkan sisa kain perca kepada pelanggan, meskipun pelanggan akan menyerahkannya kepada penjahit nanti. Dan kain perca tidak selalu dikumpulkan di tempat kerja karena kain perca dikumpulkan setiap hari. Mengenai limbah kain perca yang tidak dikembalikan dari penjahit ke pelanggan, ada beberapa alasan, khususnya.

Penggunaan kain sisa (kain perca) di Pasar Batanghari Lampung Timur oleh penjahit berdasarkan prinsip ekonomi Islam telah memenuhi kriteria perspektif ekonomi Islam terutama dalam hal keadilan, kebebasan individu dan kejujuran. Oleh karena itu perlu adanya kejelasan tentang kain perca agar baik pemilik maupun penjahit tidak dirugikan Kepemilikan sisa jahitan di pasar Batanghari pada umumnya timbul karena kesalahpahaman dan. Hak untuk memiliki sisa jahitan adalah milik individu (milik pemesan), sehingga penjahit harus mengembalikan kain perca kepada pemesan, meskipun pemesan ingin memberikannya kepada penjahit, baik kainnya kecil maupun besar. .

Penggunaan kain perca oleh penjahit di pasar Batanghari Lampung Timur menurut perspektif ekonomi Islam kurang tepat karena masih adanya ketidakjujuran dalam mengembalikan sisa jahitan kepada pemesan, dan kepemilikan barang dalam Islam hanya dapat diperoleh melalui kontrak pembelian atau kontrak subsidi.

Sebab-sebab dan cara memperoleh kepemilikan

Usaha Penjahit

  • Pengertian Usaha
  • Pengertian Kain Perca
  • Pengertian Penjahit

Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa kain perca adalah kain berupa potongan-potongan kecil kain, atau dalam bahasa sederhana kain sisa dari tempat atau pabrik yang memproduksi pakaian. Berdasarkan beberapa prinsip sistem ekonomi Islam di atas, maka yang paling menonjol dalam materi skripsi ini adalah penggunaan lara-lara yaitu kejujuran, tanpa mengkhianati orang lain. Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti dapat menjelaskan bahwa metode wawancara adalah dengan dialog langsung untuk mendapatkan penjelasan atau informasi yang diinginkan oleh peneliti tentang analisis penggunaan kain perca oleh penjahit di Pasar Batanghari Lampung Timur, sehingga peneliti mendapatkan informasi yang diperlukan. informasi dalam menyusun skripsi ini, peneliti menanyakan tentang profil penjahit di Pasar Batanghari, menanyakan tentang pemanfaatan penjahit oleh penjahit di Pasar Batanghari Lampung Timur.

Pak Slamet merupakan salah satu konsumen yang merasakan dampak positif dari adanya usaha penjahit di pasar Batanghari. Pak Slamet juga pemilik bengkel sepeda yang dalam kegiatan usahanya menggunakan kain gombal. Pak Slamet adalah pelanggan dari Pak Kalijan adalah penjahit kedua yang juga mengatakan hal yang sama dengan penjahit Dwi, Pak Kalijan mengatakan bahwa dia tidak pernah setuju dengan pelanggan tentang memo, pelanggan hanya menanyakan pemenuhan pesanannya. Pak Kalijan hanya akan mengembalikan sisa-sisa barang yang diminta oleh pelanggan, namun tidak sedikit pelanggan yang mau menanyakan hal tersebut kepada penjahit, walaupun mereka mengetahui bahwa kepemilikan sisa-sisa barang adalah pembeli, mereka memutuskan untuk mengklasifikasikan.

Penjahit Kalijan merupakan penjahit laki-laki di pasar Batanghari yang sudah lama menekuni usaha tersebut, keahliannya dalam menjahit pakaian pria dan seragam sekolah membuat Pak Kalijan mendapatkan banyak pelanggan serta pesanan yang mengakibatkan tumpukan laundry-lara. Begitu juga sebagai pelanggan untuk menghindari kepentingan atas kepemilikan kain sisa, sebaiknya sebagai pelanggan meminta sisa kepada penjahit. Selain itu, seminggu sekali sudah dibeli sebagian kain perca yaitu pengrajin pintu di pasar Batanghari, kemudian sebagian kain perca yang akan digunakan Ibu Dwi dibagi sesuai kebutuhan Ibu Dwi, seperti polyester, bahan kain rayon, satin dan asetat.

Sebagian besar kain perca dari hasil jahitan berukuran kecil dan akan dijadikan limbah karena tidak dapat digunakan kembali oleh penjahit atau pelanggan. Menurut penjahit, pelanggan memberikannya kepada penjahit karena pelanggan tidak dapat menggunakannya. Namun dalam prakteknya hal tersebut melanggar prinsip kejujuran, dimana prinsip ini terjadi pada sisa kain perca yang tidak dikembalikan oleh penjahit kepada pemesan, yang berarti penjahit tersebut masih tidak jujur ​​dalam menggunakan kain percanya, karena pihak pemotong memberikan sisa kain perca tersebut kepada pelanggan meskipun ukuran kainnya sangat kecil.

Penjahit harus mengembalikan pesanan kepada pelanggan meskipun pelanggan akan memberikannya kepada penjahit nanti, baik kecil maupun besar.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh sebab itu peneliti bertujuan untuk meneliti permasalahan ini yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Jual Beli Borongan Barang Tambang Batu Belah di

Dalam pengajuan pembiayaan nasabah harus memenuhi syarat-syarat umum yang telah ditentukan, karena persyaratan tersebut memiliki peranan penting dalam

berakad), harus mempunyai kecakapan melakukan tindakan hukum dalam pengertian telah dewasa dan sehat akalnya, syarat yang kedua dapat membedakan sebagai tanda kesadaran

Hal ini menyebabkan usaha keripik pisang memiliki harga jual tetap karena tidak mungkin untuk menaikan harga kepada konsumen, sehingga pemilik mengatur pada berat timbangan keripik

Beberapa KUA Kantor Urusan Agama di wilayah Kabupaten Lampung Tengah tidak menjadikan pemberian suntik tetanus pada calon pengantin sebagai bagian dari syarat pernikahan, seperti di KUA

Kusumanto, Kenakalan remaja adalah tingkah laku individu yang bertentangan dengan syarat-syarat dan pendapat umum yang di anggap sebagai acceptable dan baik oleh suatu lingkungan atau

e Pembebanan resiko yang tidak berimbang, karena umumnya terhadap jual beli diinternet, pembayaran telah lunas dilakukan dimuka oleh konsumen, sedangkan barang belum tentu diterima atau

Kalaupun terjadi, itu adalah taqdir dari Yang Maha Kuasa, yang mana perceraian itu merupakan jalan keluar yang terbaik, jika kedua pasangan suami istri itu sudah tidak dapat