PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Metode Penelitian
Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dari proyek akhir ini adalah “Bagaimana cara mengatasi pembiayaan bermasalah di PT. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan atau di suatu lokasi penelitian, lokasi yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki fenomena objektif yang terjadi di lokasi tersebut Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu suatu penyelidikan ilmiah yang dilakukan dengan kehati-hatian, kehati-hatian, ketelitian dan ketelitian 11 Penelitian deskriptif bertujuan untuk menghasilkan gambaran objektif tentang keadaan secara tepat .
Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data 12 Sumber data dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Sumber data sekunder adalah bahan atau data yang melengkapi sumber data primer, sumber data diperoleh dari buku pustaka, makalah penelitian.13 Sumber data sekunder yang digunakan peneliti berasal dari buku-buku yang berkaitan dengan perbankan syariah, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Syafi' I Antonio (Bank Syariah From Theory to Practice, Jakarta: Gema Insani, 2001), Heri Sudarsono (Banks and Islamic Financial Institutions, Yogyakarta: Ekonisia, 2003), Trisadini P. Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi verbal adalah sejenis percakapan yang tujuannya adalah memperoleh informasi.14 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara terbimbing bebas dimana pewawancara membawa pedoman yang hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.15 Peneliti mewawancarai bagian pemasaran PT.
BPR Syariah Kotabumi, Mr. Agus Prasetyo som Legal Officer og Mr. Irawan Hakim som Remedial vedrørende håndtering af problematisk finansiering. 14 Nasution, Research Methods (Scientific Research), (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), s.113 15 Suharsimi Arikunto, Research Procedures A Practice Approach, (Jakarta: PT.
Teknik Analisis Data
Sistematika Pembahasan
LANDASAN TEORI
Pembiayaan
- Pengertian Pembiayaan
- Fungsi Pembiayaan
- Unsur-Unsur Pembiayaan
- Jenis-Jenis Pembiayaan
Jadi pembiayaan adalah pembiayaan atau penyediaan dana yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada pihak lain (nasabah) berdasarkan kesepakatan antara dua pihak dan pihak yang memberikan pembiayaan harus mengembalikan uang atau tagihan tersebut dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan atau pembagian laba. . Pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah berfungsi untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya untuk mengembangkan usahanya. Pendanaan adalah cara untuk menjembatani kesenjangan antara mereka yang memiliki dana dan mereka yang membutuhkan dana.
Dana berasal dari kelompok yang memiliki kelebihan dana, jika disalurkan kepada nasabah yang membutuhkan dana akan efektif karena dana tersebut digunakan oleh pihak yang membutuhkan dana. Mitra usaha adalah nasabah yang menerima dana dari bank syariah atau pengguna dana yang disalurkan oleh bank syariah. Bank syariah memberikan kepercayaan kepada nasabah penerima pembiayaan bahwa mitra akan memenuhi kewajiban mengembalikan dana bank syariah sesuai dengan batas waktu tertentu yang telah disepakati.
Setiap dana yang disalurkan atau diinvestasikan oleh bank syariah selalu mengandung risiko bahwa uang tersebut tidak akan dikembalikan. Adalah jangka waktu yang diberikan oleh nasabah untuk mengembalikan pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah. G.
Pembiayaan Bermasalah
- Pengertian Pembiayaan Bermasalah
- Sebab-Sebab Pembiayaan Bermasalah
- Kolektibilitas Pembiayaan
- Visi dan Misi PT. BPR Syariah Kotabumi
- Struktur Organisasi
- Produk-Produk PT. BPR Syariah Kotabumi
Berdasarkan uraian di atas, maka jenis-jenis pembiayaan pada lembaga keuangan syariah memiliki bentuk pengelolaan pembiayaan yang berbeda-beda sehingga tidak terjadi permasalahan pembiayaan pada bank syariah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan yang kualitasnya termasuk dalam kategori diragukan dan macet. Pembiayaan bermasalah adalah penyaluran dana oleh bank atau lembaga keuangan syariah yang tidak memenuhi kewajibannya pada saat melakukan pembayaran oleh nasabah, baik kurang lancar, meragukan atau bahkan tidak terbayarkan.
Setiap kredit atau pembiayaan yang diberikan kepada nasabah tidak akan terlepas dari proses pemberian kredit atau pembiayaan, ada tahapan sebagai berikut:28. Pada tahap ini, calon debitur dianalisis apakah pembiayaan yang diajukan disetujui oleh lembaga keuangan atau tidak. Setelah menganalisa apakah semua yang dipersyaratkan atau 5C sudah sesuai dengan pembiayaan yang dipersyaratkan, Bank memutuskan untuk menyetujui pembiayaan yang diajukan oleh nasabah.
42 Faturrahman Djamil, Penyelesaian pembiayaan bermasalah di bank syariah, hal. 100 43 Trisadini P. Usanti, Abd Shomad, transaksi perbankan syariah, h. 114. penyelesaian sengketa perbankan syariah melalui lembaga peradilan.44. Maksud adanya peradilan agama adalah mempunyai tugas dan wewenang untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara pada tingkat pertama antara orang-orang yang beriman dalam bidang: perkawinan, waris, hibah, wakaf, zakat, infak, shodakoh dan ekonomi syariah 45. Penghapusan adalah tindakan administratif di mana buku-buku bisnis yang berkualitas buruk dihapus dari neraca sebesar kewajiban pelanggan, tanpa menghapus atau menghilangkan hak kreditur atas klaim pelanggan.
BPR Syariah Kotabumi merupakan salah satu bentuk penanaman modal oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam bentuk perusahaan jasa perbankan daerah. BPR Syariah Kotabumi 29 Juli 2008 oleh drs Syamsurya Ryacudu didampingi Hairi Fasyah dan Kepala Bank Indonesia Bandar Lampung Bpk Dahlan. BPR Syariah Kotabumi memiliki dua cabang yaitu Kantor Cabang Bandar Lampung yang beralamat di Jl.
BPR Syariah Kotabumi merupakan salah satu bentuk penanaman modal oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam bentuk perusahaan jasa perbankan daerah. BUMD ini dimulai pada tanggal 29 Juli 2008 dan diresmikan oleh Gubernur Lampung Bpk. Menjadi bank syariah yang mampu bersaing dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat. Remedial bertanggung jawab untuk menyelesaikan pengembalian pembiayaan bermasalah atau pembiayaan yang tertunda lebih dari tiga bulan dan menyusun penagihan serta melaporkan hasil penagihan tersebut kepada manajemen.
Tabungan wadian merupakan simpanan pihak ketiga pada bank syariah Kotabumi yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu. Dana tabungan ini dipercaya dikelola oleh bank syariah Kotabumi seperti mudharib. Penabung menerima hadiah sebagai bonus. Murabahah adalah pembiayaan untuk pembelian barang (murabahah), yaitu pembiayaan dengan sistem jual beli barang. Bank Syariah Kotabumi menjual barang sesuai keinginan calon pembeli (nasabah) dengan harga yang disepakati bersama antara bank dan nasabah 53.
Penanganan Pembiayaan Bermasalah di PT. BPR Syariah
Qordh adalah dana yang dapat meminta ganti rugi berdasarkan kesepakatan atau kesepakatan untuk jangka waktu tertentu antara peminjam dan pemberi pinjaman54. BPR Syariah Kotabumi akan melakukan wawancara dengan nasabah atau calon nasabah terkait target pembiayaan yang diajukan dan melihat jumlah ekuitas yang dimiliki oleh calon nasabah pembiayaan tersebut. BPR Syariah Kotabumi akan mewawancarai calon nasabah agar AO dapat menganalisa usaha yang sedang atau akan dijalankan dan tempat usaha anggota apakah memungkinkan untuk dibiayai oleh PT.
Angka tersebut tidak melebihi ketentuan Bank Indonesia, namun jika dibiarkan terus akan berakibat pada pendapatan PT. BPR Syariah Kotabumi melakukan penjadwalan ulang, rekondisi dan restrukturisasi.61 1. Restrukturisasi dilakukan dengan cara memperpanjang jangka waktu pembiayaan, namun tanpa mengubah sisa kewajiban yang harus ditanggung.
Pengambilan kembali dapat dilakukan dengan penetapan kembali seluruh atau sebagian jangka waktu pembiayaan, termasuk syarat bagi hasil, pemotongan pokok atau hal lainnya tanpa menambahkan sisa kewajiban nasabah yang harus dibayarkan kepada bank. Bank menyerahkan dokumen tersebut ke Balai Lelang Swasta atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). 5) Pilihan koleksi 4 (meragukan). Usulan untuk hapus buku, tapi berdasarkan pelanggan dulu, masih ada perusahaan yang mau bayar atau tidak.
Analisis
Kondisi (condition) bertujuan untuk melihat kondisi usaha calon nasabah yang dipengaruhi oleh faktor sosial atau lingkungan dan ekonomi, dan Collateral (jaminan) bertujuan untuk menggunakan aset atau benda yang dihibahkan oleh calon nasabah sebagai agunan atas pembiayaan yang diterimanya. Strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada PT.BPR Syariah Kotabumi adalah dengan membagi berdasarkan kolektibilitas yaitu kolektibilitas 2, kolektibilitas 3 dan kolektibilitas 4, serta melakukan kunjungan rutin sesering mungkin dan menagih nasabah, menanyakan progres, menunggu nasabah yang berjanji membayar, apabila nasabah tidak memenuhi kewajibannya maka bank akan menerbitkan surat peringatan I, II dan III. Dalam hal pembiayaan bermasalah, Bank lebih mengutamakan mencari poin-poin permasalahan nasabah, dan Bank lebih memilih untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Jika nasabah melakukan pelanggaran atau gugatan, misalnya memalsukan dokumen (gelar, putusan berkala, putusan dirjen, dll), bank akan melaporkannya ke polisi.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran