Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memperluas khazanah ilmu wakaf, khususnya pemahaman tentang produktifitas pengelolaan wakaf dan kontribusi Nadzir kepada Yayasan Al-Muhsin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas pengelolaan wakaf di Yayasan Metro al-Muhsin. 5 Berkaitan dengan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk membahas “Produktivitas Pengelolaan Wakaf di Yayasan Metro Al-Muhsin.
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: Bagaimana produktivitas pengelolaan wakaf di yayasan Al-Muhsin Metro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana produktivitas pengelolaan wakaf di Yayasan Al-Muhsin Metro. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumbangsih bagi nazir di Yayasan Al-Muhsin dalam pengelolaan wakaf.
1 Wawancara dengan Bapak Alfuadi Rusli selaku Ketua Yayasan Al-Muhsin Kota Metro pada tanggal 10 Juli 2017. Maka pada tahun 2008, Yayasan al-Muhsin mulai menerima wakaf berupa tanah dan uang. Di Yayasan Al-Muhsin, harta wakaf yang ada sudah memiliki akta hipotek wakaf dan peruntukannya sesuai dengan yang tertulis di akta hipotek wakaf.
3Wawancara dengan Bapak Alfuadi Rusli selaku Ketua Yayasan Al-Muhsin Kota Metro pada tanggal 10 Juli 2017. Azwir menghibahkan tanahnya seluas 1.889 m2 yang terletak di desa Purwoasri Metro Utara dengan akta ikrar wakaf yang ditunjuk sebagai pendidikan Yayasan Al-Muhsin Pesantren Muhsin. Dalam pelaksanaan wakaf di Yayasan Al-Muhsin, Yayasan memiliki beberapa cara yaitu wakaf yang diberikan langsung kepada nadzir seperti tanah dan sawah.
Di yayasan Al-Muhsin, semua wakaf yang dimasukkan ke dalam Akta Ikrar Wakaf telah dituangkan, namun untuk sertifikat wakaf, ada beberapa aset wakaf yang masih dibuat. Pengelolaan wakaf di Lazis Al-Muhsin semuanya sesuai dengan apa yang telah disepakati antara nadzir dan wakif, yaitu untuk pembangunan asrama putra dan putri, pembebasan tanah dan pembangunan lokal SDIT Al-Muhsin. Yayasan Al-Muhsin didirikan dengan fokus pada pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang dapat memperjuangkan agama dan bangsanya.
Faktor pendukung dalam pengelolaan wakaf adalah partisipasi masyarakat dalam wakaf di Yayasan Faktor yang menghambat pengelolaan wakaf di Yayasan Al-Muhsin adalah kurangnya dana yang dimiliki oleh Yayasan. Di Yayasan al-Muhsin, wakaf yang ada adalah wakaf dengan uang, dimana nadzir mengalokasikan seluruh harta wakaf untuk fasilitas pendidikan sesuai dengan peruntukan yang dialihkan oleh wakif. Dalam hal pencapaian tujuan wakaf di Yayasan Al-Muhsin telah mencapai salah satu tujuan wakaf yaitu sebagai sarana kegiatan ibadah.
Lebih mengoptimalkan pengelolaan wakaf agar tidak membuat wakaf kecewa, dan mengatasi permasalahan yang menjadi kendala dalam pengelolaan wakaf di Yayasan Al-Muhsin.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
LANDASAN TEORI
Wakaf
- Pengertian Wakaf
- Dasar Hukum Wakaf
- Rukun dan Syarat Wakaf
- Macam-Macam Wakaf
- Manfaat dan Tujuan Wakaf
- Asas-Asas Wakaf
Wakaf yang dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia banyak digunakan sebagai tempat ibadah dan fasilitas sosial lainnya. Situasi demikian muncul bukan hanya karena kelalaian atau ketidakmampuan Nadzir dalam mengelola dan memberdayakan wakaf, tetapi juga sifat masyarakat yang kurang peduli atau tidak memahami status harta benda wakaf yang seharusnya dilindungi untuk kesejahteraan masyarakat menurut hukum. tujuan dan fungsi serta peruntukan wakaf. Selain itu, Pesantren Gontor juga melegalkan berbagai transaksi yang ditujukan kepada pesantren sebagai wakaf yang sah.
Dari segi pengelolaan, dana wakaf yang telah terkumpul disalurkan kembali untuk pembangunan pondok pesantren. Tentang pelaksanaan UU No. 41 Tahun 2004 terkait pemanfaatan wakaf, yang diatur dan dikembangkan dengan peraturan Badan Wakaf Indonesia. Wakaf jenis ini (ahli wakaf/dzurri) kadang disebut juga wakaf „alalulad, yaitu wakaf yang ditujukan untuk kepentingan dan keamanan sosial dalam keluarga (keluarga), lingkungan kerabat itu sendiri26.
Wakaf bersama, yaitu wakaf yang sebagian manfaat dan hasilnya diberikan khusus kepada anak dan keturunan wakif dan selebihnya disalurkan untuk kepentingan umum. Doktrin wakaf yang diajarkan Nabi didasarkan pada kisah yang memerintahkan Umar bin Khattab untuk menyumbangkan tanah milik Khaibar.
Produktifitas Harta Wakaf
- PengertianWakaf Produktif
- Nadzir Wakaf Profesional
- Bisnis dan Produksi
- Prinsip-Prinsip Produksi Islam
- Model Pengelolaan Wakaf Produkif
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peneliti mencoba mencari informasi dari informan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan wakaf di LAZIS al-Muhsin dengan cara mengumpulkan informasi dari hasil wawancara dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Kemudian pada tanggal 13 Maret 2006 dibuatkan Akta Pendirian Yayasan Wakaf Al-Muhsin yang disaksikan oleh Hi. Yayasan Al-Muhsin didirikan pada tahun 1994 tetapi baru menerima wakaf pada tahun 2008 ketika Ustad Muzayyin Abdul Wahab Lc Allah Yarham mendorong Ustad Alfuadi Rusli untuk mencari tanah untuk membangun pesantren karena putra dan putrinya bersekolah di pesantren.
Pesantren Al-Muhsin fokus mendidik umat Islam dengan tujuan mencetak kader-kader da’i karena Allah. Kemudian pada tahun 2005 membeli tanah seluas 325m2 dari ibunya Raisah Umar yang beralamat di Kelurahan Margorejo Kecamatan Metro Selatan dengan Akta Wakaf W.2C/C.10/24/XI/2005, ditetapkan sebagai Pesantren Sekolah Pendidikan Al-Muhsin. Selain kebun dan sawah, Yayasan Al-Muhsin juga memiliki tanah wakaf seluas 2.735 m2 yang terletak di Desa Mataram, Marga, Kecamatan Sukadana, dengan harga Rp.
Waqif datang langsung ke Lazis Al-Muhsin kemudian menyerahkan tanah atau sawah untuk diwakafkan dan menyatakan peruntukan tanah tersebut. Selain itu, ada juga keluarga Pak Hi Soderi yang menghibahkan tanahnya untuk membangun Kampus Al-Muhsin Putra dan Masjid Kampus Putra. Tanah yang dihibahkannya sebagai wakaf, ia wakafkan seluruhnya untuk digunakan oleh umat, yakni untuk membangun gubuk putra Al-Muhsin.
Seperti Pondok Modern Darussalam Gontor, Yayasan Al-Muhsin menerima sumbangan dari para santri yang tidak langsung digunakan untuk operasional yayasan. Di Yayasan Al-Muhsin, informasi yang diberikan oleh wali santri dititipkan kepada Lazis Al-Muhsin, yang nantinya akan diambil sebagai biaya operasional ketika pesantren membutuhkannya. Sedangkan untuk Yayasan Al-Muhsin, usaha yang ada di dalam yayasan antara lain Percetakan Al-Muhsin dan Toko Perangkat Keras, serta kantin di pondok.
Yayasan Al-Muhsin memiliki lembaga pendidikan Ma'had Aly al-Muhsin dengan program khusus yaitu tahfidz Al-Qur'an dengan jumlah santri sebanyak 11 orang dan semua kebutuhan santri dibiayai oleh yayasan.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sifat Penelitian
Sumber Data
- Sumber Data Primer
- Sumber Data Sekunder
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisa Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN