• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. Universitas Kristen Petra"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1. Estimasi Biaya

Estimasi biaya adalah penentuan dari kemungkinan biaya konstruksi dari suatu proyek. Banyaknya jenis pekerjaan mempunyai pengaruh dan kontribusi untuk biaya suatu proyek, setiap jenis pekerjaan harus dianalisis, dihitung dan ditetapkan harganya. Karena estimasi disiapkan sebelum pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga diperlukan adanya proses penelitian dilapangan. (Dagostino and Feigenbaum, 2003)

Estimasi biaya mempunyai peranan penting dalam suatu tender. Agar kontraktor dapat bertahan dalam bisnis konstruksi, maka seorang kontraktor harus mempunyai kualifikasi penawaran terendah dalam beberapa proyek, dimana keuntungan batasannya disetujui. (Dagostino and Feigenbaum, 2003)

Kualitas suatu estimasi biaya proyek tergantung pada tersedianya data dan informasi, teknik atau metode yang digunakan, serta kecakapan dan pengalaman estimator. Tersedianya data dan informasi memegang peranan penting dalam hal kualitas estimasi biaya proyek yang dihasilkan. Sebagai contoh, pada awal formulasi lingkup proyek, jika sebagian data atau informasi belum tersedia atau belum ditentukan, maka estimasi atau perkiraan biaya yang dihasilkan masih berupa perkiraan kasar dengan akurasi diatas 50%. ( Soeharto, 1995 )

Estimasi biaya dalam suatu proyek konstruksi dalam bentuk Bill of Quantity. Dimana di dalam Bill of Quantity terdapat tiga unsur yang terdiri dari jenis pekerjaan, unit, kuantitas dan harga satuan pekerjaan.

Jenis-jenis pekerjaan yang terdapat dalam suatu proyek konstruksi sangat tergantung dari jenis proyek itu sendiri. Dimana tiap-tiap jenis proyek memiliki perbedaan satu sama lainnya dan memiliki keunikan tersendiri. Sedangkan kuantitas dalam Bill of Quantity terdiri dari dua bagian yaitu volume dari suatu pekerjaan dan unit. Dalam penelitian sebelumnya (Dian dan Hendra, 2005) sudah dibahas penentuan harga satuan pekerjaan, untuk jenis pekerjaan:

(2)

1. Pekerjaan Persiapan 2. Pekerjaan Tanah

3. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran 4. Pekerjaan Beton

5. Pekerjaan Pembesian 6. Pekerjaan Bekisting 7. Pekerjaan Atap

Untuk tugas akhir ini ditambahkan beberapa pekerjaan untuk penentuan harga satuan pekerjaan yaitu:

1. Pekerjaan Pondasi 2. Pekerjaan Finishing

2.2. Harga Satuan Pekerjaan

Harga satuan pekerjaan adalah harga yang harus dibayar untuk menyelesaikan satu jenis pekerjaan atau konstruksi, yang terdiri dari harga bahan dan upah pekerjaan berdasarkan per unit pekerjaan (misal per m’, m2, m3). (SNI 2002)

2.2.1. Harga Bahan

Harga satuan bahan adalah harga yang harus dibayar untuk membeli per- satuan jenis bahan bangunan. (SNI 2002)

Harga bahan tergantung dari kontraktor, lokasi, kualitas, jumlah dan potongan harga. (Anshworth, 2004)

Harga bahan merupakan harga di tempat pekerjaan, jadi sudah termasuk memperhitungkan biaya pengangkutan, menaikkan dan menurunkan, pengepakan, asuransi, pengujian, penyusutan, penyimpanan di gudang dan sebagainya.

(Dipohusodo, 1996)

Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan harga bahan dalam perhitungan harga satuan pekerjaan adalah kualitas, lokasi, merek dan jenis.

(3)

Untuk corak yang sama kualitas berbeda, maka harganya berbeda contoh keramik, kaca. Bila sumber bahan berbeda, maka harganya juga berbeda contoh pasir, kerikil, kayu, batu kali. Bila merek bahan berbeda, maka harga bahan juga berbeda contoh semen, keramik.

Harga bahan ditentukan dari jenis bahan yang digunakan. Contohnya untuk harga bata ditentukan dari jenis bata yang digunakan misalnya bata merah biasa ukuran 6x12x22 atau ukuran 5x11x22, bata merah press mesin, bata tahan api dan lain lain. Untuk harga pasir ditentukan dari jenis pasirnya seperti pasir pasang atau pasir beton. Untuk harga kaca juaga ditentukan dari jenis kaca yang digunakan seperti kaca

Daftar bahan yang dibuat sudah menjelaskan mengenai banyaknya, ukuran, beratnya dan ukuran-ukuran lain yang diperlukan. Seorang quantity surveyor biasanya membuat suatu daftar bahan yang diperlukan untuk membuat penawaran harga. (Sastraatmadja,1994)

Dalam suatu proyek konstruksi, jenis bahan yang digunakan berbeda-beda untuk setiap jenis pekerjaan, misalnya pada pekerjaan pondasi batu kali dan pekerjaan plesteran. Untuk pekerjaan pondasi batu kali, bahan yang digunakan terdiri dari batu belah, semen dan pasir, sedangkan untuk pekerjaan plesteran, bahan yang digunakan terdiri dari semen dan pasir.

Selain itu untuk suatu pekerjaan yang sama jenisnya tapi berbeda spesinya maka jumlah atau komposisi bahan didalamnya juga berbeda. Contohnya untuk pekerjaan pondasi batu kali dengan spesifikasi berbeda (1Pc:2Ps dan 1Pc:3Ps) maka kebutuhan bahan untuk masing-masing pekerjaan berbeda juga.

Untuk pekerjaan 1m3 pondasi batu kali tersebut dengan spesi (1Pc:1Ps), maka bahan dan koefisiennya untuk pekerjaan ini dapat dirinci sebagai berikut:

(Berdasarkan SNI 2002)

1.2 m3 Batu belah 15/20 cm @ Rp….

392 Kg Pc @ Rp….

0.314 m3 Pasir pasang @ Rp….

Untuk pekerjaan 1m3 pondasi batu kali tersebut dengan spesi (1Pc:2Ps), maka bahan dan koefisiennya untuk pekerjaan ini dapat dirinci sebagai berikut:

(Berdasarkan SNI 2002)

(4)

1.1 m3 Batu belah 15/20 cm @ Rp….

267 Kg Pc @ Rp….

0.427 m3 Pasir pasang @ Rp….

Bahan-bahan yang sudah dibahas pada penelitian sebelumnya (Dian dan Hendra, 2005) adalah:

1. Pasir

2. Portland Cement Tipe 1 3. Batu Pecah

4. Batu Kali 5. Batu Bata

6. Tulangan Besi Beton Polos dan Ulir 7. Kawat dan Paku

8. Besi Strip

9. Beton Ready Mix

10. Kayu, Papan kayu, Dolken Kayu dan Mulitipleks

Bahan-bahan yang akan ditambahkan untuk penelitian ini adalah:

1. Semen Warna 2. Kapur Pasang 3. Genteng

4. Paku Pancing 60x230 5. Pelat Asbes

6. Hollowblock 7. Softboard 8. Lem Kayu 9. Formika 4x8 10. Teakwood 4x8 11. Paku Sekrup 12. Concrete Block 13. Asbes Gelombang 14. Paku Sekrup 3.5”

15. Gypsum Board 120x240x9 mm 16. Akustik

(5)

17. Nok 18. Keramik

Bahan-bahan yang disusun digunakan untuk membuat pekerjaan-pekerjaan struktur, dimana jenis pekerjaan yang dilambangkan dengan * sudah dibahas pada penelitian sebelumnya (Dian dan Hendra, 2005). Untuk penelitian ini ditambahkan pekerjaan yang tidak bertanda *. Jenis-jenis pekerjaan yang akan dibahas dalam penelitian ini sebagai berikut:

I Pekerjaan Persiapan

* 1. Bid Bond Ls

* 2. Performance Bond Ls

* 3. Payment Bond Ls

* 4. Asuransi Pekerjaan Ls

* 5. Asuransi keselamatan kerja Ls

* 6. Kunjungan ke lokasi proyek Ls

* 7. Pengukuran Ls

* 8. Scafolding Ls

* 9. Tower Crane Ls

* 10. Alat Gali Ls

* 11. Alat Pemadatan Ls

* 12. Alat Transportasi Ls

* 13. Molen Ls

* 14. Vibrator Ls

* 15. Pompa Beton Ls

* 16. Alat Pemadam Kebakaran Ls

* 17. Trowel Ls

* 18. Mess Pekerja Ls

* 19. Papan Nama Proyek Ls

* 20. Dewatering Ls

* 21. Drainase Ls

* 22. Contoh Material Ls

* 23. Pengujian Material Ls

* 24. Pengujian Pekerjaan Ls

* 25. Transportasi Untuk Staff Teknik Ls

* 26. Administrasi Proyek Ls

* 27. Rapat Proyek Ls

* 28. Keamanan Ls

* 29. Listrik dan Penerangan Kerja Ls

* 30. Dokumentasi Kemajuan Proyek Ls

* 31. Gambar Kerja dan Arsip Ls

(6)

* 32. Air Kerja Ls

* 33. Pembersihan Selama masa Konstruksi Ls

* 34. Penebangan Pohon Ls

* 35. Pembuatan Gudang Semen dan Alat-alat Ls

* 36. Pembuatan Kantor Proyek Sementara Ls

* 37. Pembuatan Bedeng Buruh Ls

* 38. Pembuatan Bak Adukan Ls

* 39. Pembuatan Jalan Sementara Ls

* 40. Pembuatan Rumah Jaga / Konstruksi Kayu Ls

* 41. Membersihkan Lapangan dan Peralatan Ls

* 42. Pagar Sementara Ls

* 43. Pemasangan Bouwplank m'

II Pekerjaan Tanah

* 1. Galian Tanah Lepas (m3)

* 2. Galian Tanah Sedang (m3)

* 3. Galian Tanah Liat (m3)

* 4. Galian Tanah Cadas (m3)

* 5. Urugan Kembali (m3)

* 6. Urugan Pasir (m3)

* 7. Urugan Sirtu (m3)

III Pekerjaan Pondasi (Berdasarkan SNI)

1. Pasangan Pondasi Batu Kali (m3)

[1Pc:1Ps, 1Pc:2Ps, 1Pc:2.5Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps,

1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps, 1Pc:8Ps]

2. Pasangan Pondasi Batu Kali (m3)

[1Kp:1Sm:1Ps, 1Kp:1Sm:2Ps, 1Pc:1/4Kp:4Ps,

1Pc:3Kp:10Ps, 1/4Pc:1Kp:4Ps]

3. Pasangan Pondasi Siklop, 40% Batu Kali (m3) 4. Pasangan Pondasi Sumuran, diameter 100 cm (m3) 5. Pembuatan Tiang Pancang 40cmx40cm beton bertulang (m3) 6. Pembuatan Tiang Pancang 35cmx35cm beton bertulang (m3) 7. Membuat tiang pancang pretressed beton (m3)

(7)

IV Pekerjaan Beton

* 1. Beton Campuran (m3)

[1Pc:3Ps:5Kr, 1Pc:1½Ps:2½Kr, 1Pc:2Ps:3Kr,

1Pc:2Ps:4Kr]

V Pekerjaan Pembesian

* 1. Tulangan Besi Beton Polos ø 4-32 mm (Kg)

* 2. Tulangan Besi Beton Ulir D 10-32 mm (Kg)

VI Pekerjaan Bekisting (Berdasarkan SNI)

* 1. Pasang Bekisting untuk Pondasi (m2)

* 2. Pasang Bekisting untuk Sloop (m2)

* 3. Pasang Bekisting untuk Kolom (m2)

* 4. Pasang Bekisting untuk Balok (m2)

* 5. Pasang Bekisting untuk Lantai (m2)

VII Pekerjaan Pasangan dan Plesteran

* 1. Aanstampeng Batu Kali (m3)

* 2. Pasangan Batu Kali (m3)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 3. Beraben (m2) [1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps]

* 4. Pasangan Batu Bata Dinding ½ Batu (m2) [1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps, 1Pc:8Ps]

* 5. Pasangan Batu Bata Dinding 1 Batu (m2) [1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 6. Pasangan Batu Bata Dinding 2 Batu (m2) [1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 7. Pasangan Batu Bata Dinding 2½ Batu (m2) [1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 8. Pasangan Batu Bata Dinding 3 Batu (m2) [1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 9. Plesteran 6 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 10. Plesteran 10 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

* 11. Plesteran 15 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps]

(8)

* 12. Benangan (m’) 13. Pasangan Dinding Hollowblock (HB 20) (m2) 14. Pasangan Dinding Hollowblock (HB 15) (m2) 15. Pasangan Dinding Hollowblock (HB 10) (m2) 16. Pasangan Dinding Conblock (CB 10) (m2) 17. Pasangan Dinding Conblock (CB 15) (m2)

18. Pasang Dinding Lantai (m2)

19. Plesteran 15 mm (m2)

[1Pc:0.5Kp:3Ps, 1Pc:3Kp:10Ps, 0.5Pc:1Kp:4Ps,

1Kp:1Sm:1Ps, 1Kp:1Sm:2Ps]

20. Plesteran 20 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps, 1Pc:6Ps,

1Kp:1Sm:2Ps, 1Kp:2Sm:2Ps]

21. Plesteran 25 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps]

22. Plesteran tebal 30 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps, 1Pc:4Ps, 1Pc:5Ps]

23. Plesteran Beton tebal 15 mm (m2)

[1Pc:2Ps, 1Pc:3Ps]

24. Plesteran Skoning (m2)

[1Pc:2Ps]

25. Plesteran Granito tebal 10 mm (m2)

[1Pc warna:2Granito]

26. Plesteran Teraso tebal 10 mm (m2)

[1Pc:2Batu Teraso]

27. Plesteran Siar Adukan (m2)

[1Pc:2Ps]

28. Plesteran Waterfroof Batacote 3 lapis (m2)

VIII Pekerjaan Atap (Berdasarkan SNI)

1. Pasang Konstuksi Kuda-kuda Kayu Jati (m2) 2. Pasang Konstuksi Kuda-kuda Kayu Kamper (m2) 3. Pasang Konstuksi Kuda-kuda Kayu Borneo (m2) 4. Pasang Konstuksi Kuda-kuda Kayu Kruing (m2) 5. Pasang Kaso + Reng Genteng Kodok Kayu Kamper (m2) 6. Pasang Kaso + Reng Genteng Kodok Kayu Borneo (m2) 7. Pasang Kaso + Reng Genteng Monier Kayu Jati (m2)

(9)

8. Pasang Kaso + Reng Genteng Monier Kayu Kamper (m2) 9. Pasang Kaso + Reng Genteng Monier Kayu Borneo (m2) 10. Pasang Kaso + Reng Atap Sirap Kayu Kamper (m2) 11. Pasang Kaso + Reng Atap Sirap Kayu Borneo (m2) 12. Pasang Atap Genteng Palentong Kecil (m2) 13. Pasang Atap Genteng Palentong Super/Besar (m2) 14. Pasang Atap Genteng Kodok/ Glazzur (m2) 15. Pasang Atap Genteng Bubung Palentong (m2) 16. Pasang Bubung Genteng Kodok Glazzur (m2) 17. Pasang Bubung Genteng Palentong Besar (m2) 18. Pasang Roof Ligth Fibreglass 180x90 cm (m2) 19. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,5x0,92x5 mm (m2) 20. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,25x0,92x5 mm (m2) 21. Pasang Atap Asbes Gelombang 2x0,92x5 mm (m2) 22. Pasang Atap Asbes Gelombang 1,8x0,92x5 mm (m2) 23. Pasang Atap Asbes Gelombang 3x1,05x4 mm (m2) 24. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,7x1,05x4 mm (m2) 25. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,4x1,05x4 mm (m2) 26. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,1x1,05x4 mm (m2) 27. Pasang Atap Asbes Gelombang 1,8x1,05x4 mm (m2) 28. Pasang Atap Asbes Gelombang 1,5x1,05x4 mm (m2) 29. Pasang Atap Asbes Gelombang 3x1,08x6 mm (m2) 30. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,7x1,08x6 mm (m2) 31. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,4x1,08x6 mm (m2) 32. Pasang Atap Asbes Gelombang 2,1x1,08x6 mm (m2) 33. Pasang Atap Asbes Gelombang 1,8x1,08x6 mm (m2) 34. Pasang Bubung Stel Gelombang 0,92 m (m2) 35. Pasang Nok Stel Gelombang 1,05 m (m2) 36. Pasang Nok Stel Gelombang 1,08 m (m2)

37. Pasang Nok Paten 1,92 m (m2)

38. Pasang Nok Paten 1,05 m (m2)

39. Pasang Nok Stel Rata 0,92 m (m2)

40. Pasang Atap Genteng Beton (m2)

41. Pasang Atap Genteng Aspal (m2)

42. Pasang atap Genteng Metal (m2)

(10)

43. Pasang Atap Sirap (m2)

44. Pasang Atap Nok Genteng Beton (m2)

45. Pasang Atap Nok Genteng Aspal (m2)

46. Pasang Atap Nok Genteng Metal (m2)

47. Pasang Nok Sirap (m2)

48. Pasang Atap Seng Gelombang (m2)

49. Pasang Atap Nok Seng (m2)

IX Pekerjaan Langit-langit (Berdasarkan SNI)

A Pasang Rangka Langit-langit

1. Pasang Rangka Langit-langit 1x1 m Kayu Jati (m2) 2. Pasang Rangka Langit-langit 1x1 m Kayu Kamper (m2) 3. Pasang Rangka Langit-langit 1x1 m Kayu Borneo (m2) 4. Pasang Rangka Langit-langit 30x60 cm Kayu Jati (m2) 5. Pasang Rangka Langit-langit 30x60 cm Kayu Kamper (m2) 6. Pasang Rangka Langit-langit 30x60 cm Kayu Borneo (m2) 7. Pasang Rangka Langit-langit 30x30 cm Kayu Jati (m2) 8. Pasang Rangka Langit-langit 30x30 cm Kayu Kamper (m2) 9. Pasang Rangka Langit-langit 30x30 cm Kayu Borneo (m2) 10. Pasang List Plafond – Kayu Profil (m') 11. Pasang List Langit-langit Kayu Propil (m')

B Pasang Penutup Langit-langit

1. Pasang Langit-langit Asbes 1x1 m Tebal 6 mm (m2) 2. Pasang Langit-langit Asbes 1x1 m Tebal 5 mm (m2) 3. Pasang Langit-langit Asbes 1x1 m Tebal 4 mm (m2) 4. Pasang Langit-langit Asbes 1x1 m Tebal 3,5 mm (m2) 5. Pasang Langit-langit Akustik 30x30 cm (m2) 6. Pasang Langit-langit Akustik 30x60 cm (m2) 7. Pasang Langit-langit Akustik 60x120 cm (m2) 8. Pasang Langit-langit Plywood 30x60x0.4 cm (m2) 9. Pasang Langit-langit Plywood 30x60x0.6 cm (m2) 10. Pasang Langit-langit Plywood 60x120x0.4 cm (m2) 11. Pasang Langit-langit Plywood 60x120x0.6 cm (m2) 12. Pasang Langit-langit Teakwood 30x60x0.4 cm (m2)

(11)

13. Pasang Langit-langit Teakwood 60x120x0.4 cm (m2) 14. Pasang Langit-langit Lat Kayu Jati (m2) 15. Pasang Langit-langit Lat Kayu Ramin (m2) 16. Pasang Langit-langit Lat Kayu Kamper (m2) 17. Pasang Langit-langit Soft Board (m2)

18. Pasang Langit-langit Akustik 60x120cm + Rangka

Alluminium (m2)

19. Pasang Langit-langit Asbes 1x1 Tb:3.2mm, Rangka

Borneo (m2)

20. Pasang Langit-langit Plywood 4mm + rangka kayu

Borneo (m2)

21. Pasang Langit-langit Akustik 30x60 cm + rangka kayu

Borneo (m2)

22. Pasang Langit-langit Akustik 30x30 cm + rangka kayu

Borneo (m2)

23. Pasang Langit-langit Gypsum board, tebal 9 mm (m2)

X Pekerjaan Pintu, Jendela dan Partisi (Berdasarkan SNI) 1. Pasang Kusen Pintu dan Jendela (m2)

2. Pasang Pintu Klamp Kayu Kamper (m2)

3. Pasang Pintu Klamp Kayu Borneo (m2)

4. Pasang Pintu Panel Kayu Jati (m2)

5. Pasang Pintu Panel Kayu Kamper (m2)

6. Pasang Pintu Panel Kayu Kamper (m2)

7. Pasang Pintu dan Jendela Kaca Kayu Jati (m2)

8. Pasang Pintu dan Jendela Kaca Kayu Kamper (m2)

9. Pasang Pintu dan Jendela Kaca Kayu Borneo (m2)

10. Pasang Pintu dan Jendela Jalusi Kayu Jati (m2)

11. Pasang Pintu dan Jendela Jalusi Kayu Kamper (m2)

12. Pasang Pintu Plywood Rangkap Kayu Jati (m2)

13. Pasang Pintu Plywood Rangkap Kayu Kamper (m2)

14. Pasang Jalusi Mati Kusen Kayu Jati (m2)

15. Pasang Jalusi Mati Kusen Kayu Kamper (m2)

16. Pasang Pintu Plywood Rangkap Kayu Borneo (m2)

17. Pasang Pintu Teakwood Rangkap Kayu Jati (m2)

18. Pasang Pintu Teakwood Rangkap Kayu Kamper (m2)

19. Pasang Pintu Plywood dan Formika Rangka Kayu Jati (m2)

(12)

20. Pasang Pintu Plywood dan Formika Rangka Kayu

Kamper (m2)

21. Pasang Pintu Teakwood dan Formika Rangka Kayu Jati (m2)

22. Pasang Pintu Plywood dan Formika Rangka Kayu

Kamper (m2)

23. Pasang Pintu Formika Double Kayu Jati (m2)

24. Pasang Pintu Formika Double Kayu Kamper (m2)

25. Pasang Rangka Dinding Pemisah Kayu Kamper (m2)

26. Pasang Rangka Dinding Pemisah Kayu Borneo (m2)

27. Pasang Dinding Pemisah Teakwood Rangkap Rangka

Kamper (m2)

28. Pasang Dinding Pemisah Plywood Rangkap Rangka

Kamper (m2)

XI Pekerjaan Lantai

1. Pasang Keramik 10x20 Cm dengan 1Pc:2Ps tebal 20 mm (m2) 2. Pasang Keramik 20x20 Cm dengan 1Pc:2Ps tebal 20 mm (m2) 3. Pasang Keramik 20x25 Cm dengan 1Pc:2Ps tebal 20 mm (m2) 4. Pasang Keramik 30x30 Cm dengan 1Pc:2Ps tebal 20 mm (m2) 5. Pasang Keramik 40x40 Cm dengan 1Pc:2Ps tebal 20 mm (m2) 6. Pasang Keramik 10x20 Cm dengan 1Pc:3Ps tebal 20 mm (m2) 7. Pasang Keramik 20x20 Cm dengan 1Pc:3Ps tebal 20 mm (m2) 8. Pasang Keramik 20x25 Cm dengan 1Pc:3Ps tebal 20 mm (m2) 9. Pasang Keramik 30x30 Cm dengan 1Pc:3Ps tebal 20 mm (m2) 10. Pasang Keramik 40x40 Cm dengan 1Pc:3Ps tebal 20 mm (m2) 11. Pasang Keramik 10x20 Cm dengan 1Pc:4Ps tebal 20 mm (m2) 12. Pasang Keramik 20x20 Cm dengan 1Pc:4Ps tebal 20 mm (m2) 13. Pasang Keramik 20x25 Cm dengan 1Pc:4Ps tebal 20 mm (m2) 14. Pasang Keramik 30x30 Cm dengan 1Pc:4Ps tebal 20 mm (m2) 15. Pasang Keramik 40x40 Cm dengan 1Pc:4Ps tebal 20 mm (m2)

2.2.2. Upah Pekerjaan

Upah pekerjaan merupakan suatu imbalan jasa yang diberikan untuk pekerja sebagai balas jasa terhadap hasil kerja mereka dalam suatu jenis pekerjaan. Upah pekerjaan terdiri dari dua jenis upah yaitu upah borongan dan upah berdasarkan produktivitas pekerja.

(13)

Upah borongan merupakan jenis upah yang diborongkan untuk suatu jenis unit pekerjaan. (misal per m’, m2, m3)

Sedangkan untuk upah berdasarkan produktivitas, bergantung pada tingkat kesulitan pekerjaan, lokasi, jam kerja, serta ketrampilan dan keahlian pekerja yang diurutkan sebagai berikut: mandor, kepala tukang, tukang, pekerja. Biasanya produktivitas pekerja dinyatakan dalam manhour. Manhour adalah satu orang pekerja yang bekerja dalam satuan jam. Penentuan jam kerja yang digunakan pada masing-masing proyek konstruksi dapat berbeda-beda tergantung pada keadaan tempat dan peraturan-peraturan yang berlaku. Pada studi ini jumlah jam kerja efektif yang digunakan adalah lima jam kerja.

2.2.3. Faktor-faktor lain

Dalam suatu proses estimasi biaya selain harga bahan, upah pekerja dan harga alat, untuk menghitung harga satuan dari setiap jenis pekerjaan, perlu juga diperhitungkan faktor faktor tambahan sebagai berikut:

- Keuntungan atau profit merupakan faktor yang diperoleh dari perhitungan keuntungan minimum yang diperlukan perusahaan untuk pembayaran hutang, kepuasan pemegang saham, investasi kembali perusahaan dan pembayaran.

Namun hal utama dalam elemen keuntungan adalah pertimbangan terhadap pasar yang akan dihadapi.

- Resiko diperoleh dari penilaian terhadap resiko yang akan terjadi dalam proyek dan sebagaian besar adalah elemen yang subjektif.

- Eskalasi diperoleh dari perkiraan terhadap keadaan masa depan, termasuk perkiraan mengenai terjadinya perubahan harga karena pengaruh waktu.

Perubahan harga tersebut biasa dikenal dengan inflasi.

- Kontigensi adalah faktor yang perku ditambahkan didalam penentuan estimasi untuk menangulangi adanya kemungkinan terjadinya kesalahan. Jumlah kontigensi yang diijinkan dalam setiap proyek selalu menjadi bahan diskusi. Yang harus diingat bahwa kontigensi merupakan faktor yang ditambahkan untuk menutupi hal-hal utama yang belum diketahui saat estimasi dibuat. Hal-hal utama tersebut adalah: kesalahan pada tingkat ketelitian atau pada ketidaklengkapan data yang tersedia, serta kesalahan dari data yang belum ditentukan dalam estimasi

(14)

yang menurut pengalaman selalu diperlukan, seperti iklim yang tidak menentu, pengulangan pekerjaan karena mutu mencapai suatu standard, serta keterlambatan penyediaan material.

- PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang dikenakan pada penjualan barang dan jasa.

- Lokasi merupakan faktor yang perlu ditambahkan dalam penentuan estimasi untuk memperhitungkan tingkat kesulitan pekerjaan berdasarkan letak lokasi yang harus dijangkau dalam suatu pekerjaan.

- Waste merupakan faktor yang perlu ditambahkan untuk mengatasi jika adanya jumlah material yang terbuang.

2.2.4. Rangkuman

Harga satuan pekerjaan adalah jumlah dari harga bahan dan upah pekerjaan serta factor-faktor lain yang mempengaruhinya. Untuk harga bahan yang tertera pada butir 2.2.1 dan upah pekerjaan yang tertera pada butir 2.2.2 merupakan harga bahan dan upah pekerjaan yang sebenarnya, yang belum memperhitungkan fakor-faktor yang tertera pada butir 2.2.3. Faktor-faktor tersebut digunakan untuk menghitung harga satuan pekerjaan (yang terdiri dari harga bahan dan upah pekerjaan) agar dapat diperoleh suatu hasil estimasi biaya pekerjaan konstruksi yang akurat.

Perhitungan upah pekerjaan untuk harga satuan pekerjaan dapat dibagi menjadi dua pilihan jenis upah yaitu upah berdasarkan produktivitas dan upah berdasarkan borongan.

Penelitian ini harga bahan didapatkan berdasarkan Standard Nasional Indonesia 2002 yaitu untuk pekerjaan pondasi, finishing dinding, finishing langit- langit, pekerjaan atap. Sedangkan untuk upah pekerjaan berdasarkan upah borongan.

Banyaknya data berupa biaya-biaya dalam proses estimasi ini, membuat jalannya perhitungan estimasi cenderung memakan waktu yang cukup lama, sehingga dalam penelitian ini digunakan software yang berfungsi untuk membantu mempermudah penyiapan data yang diperlukan untuk menghitung

harga satuan pekerjaan.

Referensi

Dokumen terkait

Pada kesempatan yang membahagiakan pada mimbar akademik yang terhormat ini, perkenankanlah saya menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar saya dengan judul: BAYI TABUNG:

[r]

Berikut adalah rangkaian prosedur penelitian pengembangan media belajar komik terhadap peningkatan motivasi belajar siswa: observasi lapangan, pengumpulan data,

Pengendalian Hama Tanaman dengan Manggunakan Pestisida Nabati Salah satu alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia yang banyak menimbulkan dampak

Data sekunder adalah sumber informasi yang secara tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi buku-buku, makalah,

Penulis membatasi ruang lingkup penelitian yang berjudul “Pengaruh Konsep Diri, Motivasi Berprestasi dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap