BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian adalah terjemahan dari kata Inggris research. Dari itu juga ahli yang menerjemahkan research sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari kata re, yang bearti “kembali” dan to search yang berarti “mencari”. Dengan demikian arti sebenarnya dari research atau riset adalah “mencari kembali” (Moh. Nazir, 1988).
Menurut kamus Webster’s New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Menurut Hillway (1956) penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Whitney (1960) menyatakan bahwa di samping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Dengan demikian penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran, sehingga penelitian juga merupakan metode berpikir secara kritis (Moh. Nazir, 1988).
3.1 Metode penelitian
Para peneliti dapat memilih berjenis-jenis metode dalam melaksanakan penelitiannya. Sudah terang metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus sesuai dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedur serta alat yang digunakan
dalam penelitian harus cocok dengan metode penelitian yang digunakan (Moh.
Nazir, 1988).
Memang dalam banyak hal, orang banyak mencampurbaurkan antara prosedur dengan metode penelitian ataupun antara metode dengan teknik penelitian. Hal ini lumrah karena dalam sekali kilas ketiga hal tersebut sukar dibedakan. Jika seseorang membicarakan metode penelitian maka ia tidak terlepas dari membicarakan teknik dan prosedur penelitian. Dalam pengelompokkan metode- metode penelitian kriteria yang dipakai adalah teknik serta prosedur penelitian.
Tetapi tidak jarang terdapat bahwa pengelompokkan yang dibuat ada kalanya didasarkan kepada prosedur saja dan ada kalanya didasarkan pada teknik saja (Moh. Nazir, 1988).
Dewasa ini pengelompokan penelitian lebih banyak didasarkan pada (Moh. Nazir, 1988) :
- Sifat masalahnya, di samping alat dan teknik yang digunakan - Tempat di mana penelitian di lakukan
- Waktu jangkauan penelitian serta
- Area ilmu pengetahuan yang mendukung penelitian tersebut
Untuk dapat memberikan dengan jelas beberapa metode penelitian, maka penelitian dikelompokkan dalm lima kelompok umum sebagai berikut (Moh.
Nazir, 1988) : 1. Metode Sejarah 2. Metode Deskripsi
- Metode survei
- Metode deskriptif berkesambungan
- Metode studi kasus
- Metode analisa pekerjaan dan aktivitas - Metode studi komperatif
- Metode studi waktu dan gerakan 3. Metode Eksperimental
4. Metode Grounded Research 5. Metode Penelitian Tindakan
Dari pengelompokkan metode penelitian diatas maka penelitian ini termasuk metode deskriptif dimana jenis dari metode ini adalah metode studi kasus. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Moh. Nazir, 1988).
Studi kasus atau penelitian studi kasus (case study) adalah penelitian tentang status subyek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas (Maxfield, 1930). Subyek penelitian dapat saja individu, kelompok, lembaga maupun masyarakat. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara detail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu yang kemudian dari sifat-sifat khas di atas akan jadikan suatu hal yang bersifat umum.
Pada mulanya, studi kasus ini banyak digunakan dalam penelitian obat-obatan
dengan tujuan diagnosa, tetapi kemudian penggunaan studi kasus telah meluas sampai ke bidang-bidang lain (Moh. Nazir, 1988).
Langkah-langkah pokok dalam meneliti kasus adalah sebagai berikut (Moh.
Nazir, 1988) :
a) Rumuskan tujuan penelitian.
b) Tentukan unit-unit studi, sifat-sifat mana yang akan diteliti dan hubungan apa yang akan dikaji serta proses-proses apa yang akan menutun penelitian.
c) Tentukan rancangan serta pendekatan dalam memilih unit-unit dan teknik pengumpulan data mana yang digunakan. Sumber-sumber data apa yang tersedia.
d) Kumpulkan data.
e) Organisasikan informasi serta data yang terkumpul dan analisa untuk membuat interpretasi serta generalisasi.
f) Susun laporan dengan memberikan kesimpulan serta implikasi dari hasil penelitian
Di bawah ini dibuat suatu bagan alir metode penelitian seperti pada gambar 3.1
Gambar 3.1. Bagan Alir Penelitian
3.2 Variabel penelitian
Variabel-variabel yang ingin digunakan perlu ditetapkan, diidentifikasikan dan diklasifikasikan. Jumlah variabel yang digunakan bergantung dari luas serta sempitnya penelitian yang akan dilakukan. Dalam ilmu-ilmu eksakta, variabel- variabel yang digunakan umumnya mudah diketahui karena dapat dilihat ataupun divisualisasikan. Tetapi variabel-variabel dalam ilmu sosial, sifatnya lebih abstrak sehingga sukar dijamah secara realita. Variabel-variabel ilmu sosial berasal dari
MENGUMPULKAN DATA
ANALISA
KESIMPULAN MEMILIH TOPIK
DAN
MERUMUSKAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
MEMBERIKAN BATASAN
STUDI LITERATUR
suatu konsep yang perlu diperjelas dan diubah bentuknya sehingga dapat diukur dan dipergunakan secara operasional (Moh. Nazir, 1988).
Dalam ilmu-ilmu natural, variabel-variabel yang digunakan umumnya nyata dapat dimengerti, diraba dan dapat dilihat, sehingga kurang menimbulkan keragu- raguan akan maknanya. Di lain pihak, variabel yang dibangun dalam ilmu sosial memerlukan definisi yang terang, supaya tidak terdapat keragu-raguan dan dapat memperterang arti ataupun untuk membuat variabel tersebut dapat digunakan secara operasional (Moh. Nazir, 1988).
Dalam hal ini variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel yang mempengaruhi pengendalian biaya proyek antara lain :
a) Biaya rencana dan jadwal rencana b) Pengeluaran aktual
c) Prestasi pekerjaan yang dilaporkan
Setelah peneliti memilih ukuran untuk variabel maka timbul sekurangnya dua pertanyaan lain, yaitu (Moh. Nazir, 1988):
1. Bagaimana reliabilitas dari alat pengukur, dan 2. Bagaimana validitasnya
Jika reabilitas dan validitas tidak diketahui maka akibatnya menjadi fatal dalam memberikan kesimpulan ataupun dalam memberi alasan terhadap hubungan- hubungan antar variabel. Bahkan secara luas, reabilitas dan validitas mencakup mutu seluruh proses pengumpulan data sejak konsep disiapkan sampai kepada data siap untuk dianalisa (Moh. Nazir, 1988).
3.3 Pengumpulan Data
Pengumpulan data tidak lain dari suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metode ilmiah, karena pada umumnya, data yang dikumpulkan digunakan kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk menguji hipotesa yang telah dirumuskan. Data yang dikumpulkan harus cukup valid untuk digunakan.
Validitas dari data dapat ditingkatkan jika alat pengukur serta kualitas dari pengambil datanya sendiri cukup valid (Moh. Nazir, 1988).
Secara umum metode pengumpulan data dapat dibagi atas beberapa kelompok yaitu (Moh. Nazir, 1988) :
- Metode pengamatan langsung
- Metode dengan menggunakan pertanyaan - Metode khusus
Data-data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua data yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data primer terdiri dari :
Biaya perencanaan
Biaya pengeluaran aktual
Progress report
2. Data sekunder yang didapat dari internet, buku-buku referensi dan jurnal penelitian yang berhubungan dengan kajian penelitian ini
3.4 Analisis data
Data mentah yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya jika tidak dianalisis. Analisis data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan analisislah, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah dikumpulkan perlu dipecah-pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan katagorisasi, dilakukan manipulasi serta diperas sedemikian rupa sehingga data tersebut mempunyai makna untuk menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesa. Sebelum data diolah, data tersebut perlu diedit lebih dahulu.
Dengan perkataan lain, data atau keterangan yang telah dikumpulkan dalam daftar pertanyaan ataupun interview guide perlu dibaca sekali lagi dan diperbaiki, jika disana sini masih terdapat hal-hal yang salah atau yang masih meragukan (Moh.
Nazir, 1988).
Analisis adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca. Step pertama dalam analisa adalah membagi data atas kelompok atau kategori-kategori. Beberapa ciri dalam membuat kategori adalah sebagai berikut (Moh. Nazir, 1988) :
- Kategori yang dibuat harus sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian - Kategori harus lengkap
- Kategori harus bebas dan terpisah
- Tiap kategori harus berasal dari satu kaidah klasifikasi - Tiap kategori harus dalam satu level
Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh lalu diolah atau dianalisa dengan menggunakan metode Earned Value.
3.4.1 Identifikasi indikator varians dan earned value
Identifikasi indikator-indikator varians dan Earned Value dilakukan berdasarkan jadual kegiatan yang diturunkan dari bobotnya, untuk setiap item pekerjaan bobotnya dinilai dengan anggarannya. Nilai anggaran secara kumulatif dari seluruh kegiatan yanga ada digambarkan dengan prosedur seperti dalam proses penyusunan kurva S pada time schedule, yakni sebagai berikut :
1. Identifikasi Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS)
Tiap item pekerjaan diberi nilai anggaran atau bobotnya
Nilai bobot item tersebut disebarkan pada tiap periode (bisa dalam mingguan atau bulanan) sesuai jadwalnya
Jumlah bobot seluruh item pekerjaan dijumlahkan untuk tiap periode dari awal sampai akhir secara kumulatif. Titik-titik ini dihubungkan dan akan membentuk grafik BCWS.
Realisasi biaya dan penyelesaian tiap item pekerjaan dicatat nilai atau bobotnya untuk tiap periode secara kumulatif.
2. Identifikasi Budgeted Cost of Work Performed (BCWP)
Tiap item pekerjaan diberi nilai anggaran atau bobotnya
Nilai bobot item tersebut disebarkan pada tiap periode (bisa dalam mingguan atau bulanan) sesuai jadwalnya
Jumlah bobot seluruh item pekerjaan dijumlahkan untuk tiap periode dari awal sampai akhir secara kumulatif. Titik-titik ini dihubungkan dan akan membentuk grafik BCWP.
Realisasi biaya dan penyelesaian tiap item pekerjaan dicatat nilai atau bobotnya untuk tiap periode secara kumulatif.
3. Identifikasi Actual Cost of Work Performed (ACWP)
Tiap item pekerjaan diberi nilai anggaran atau bobotnya
Nilai bobot item tersebut disebarkan pada tiap periode (bisa dalam mingguan atau bulanan) sesuai jadwalnya
Jumlah bobot seluruh item pekerjaan dijumlahkan untuk tiap periode dari awal sampai akhir secara kumulatif. Titik-titik ini dihubungkan dan akan membentuk grafik ACWP.
Realisasi biaya dan penyelesaian tiap item pekerjaan dicatat nilai atau bobotnya untuk tiap periode secara kumulatif.
3.4.2 Perhitungan varians kinerja biaya dan jadwal
Varians kinerja yakni penyimpangan kinerja yang mengindikasikan ketidaksesuaian realisasi dengan rencana yang meliputi penyimpangan atau varians biaya dan varians jadwal, nilainya didapat dari rumus :
1. Varians Kinerja Biaya (CV)
Keterangan :
Angka negative varians biaya menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan lebih besar dari rencana anggaran
Angka nol varians biaya menunjukkan bahwa realisasi pelaksanaan sesuai dengan rencana anggaran
Angka positif varians biaya menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan lebih kecil dari rencana anggaran
Cost Varians (CV) = BCWP - ACWP
2. Varians Kinerja Jadwal (SV)
Keterangan :
Angka negative varians jadwal menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan lebih besar dari rencana anggaran
Angka nol varians jadwal menunjukkan bahwa realisasi pelaksanaan sesuai dengan rencana anggaran
Angka positif varians jadwal menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan lebih kecil dari rencana anggaran
3.4.3 Perhitungan indeks kinerja biaya dan jadwal
Indeks kinerja yaitu ratio yang mengindikasikan produktivitas atau kinerja proyek yang mencangkup indeks kinerja biaya dan indeks kinerja jadwal, nilainya didapat dari rumus :
1. Indeks Kinerja Biaya (CPI)
Keterangan :
Angka indeks kinerja kurang dari satu menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan dan atau jadwal pelaksanaan lebih besar dari rencana
Angka indeks kinerja mempunyai nilai satu menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan dan atau jadwal pelaksanaan sesuai dengan rencana
Angka indeks kinerja lebih dari satu menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan dan atau jadwal pelaksanaan lebih kecil dari rencana
Cost Performance Indeks (CPI) = BCWP / ACWP Schedulet Varians (SV) = BCWP - BCWS
2. Indeks Kinerja Jadwal (SPI)
Keterangan :
Angka indeks kinerja kurang dari satu menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan dan atau jadwal pelaksanaan lebih besar dari rencana
Angka indeks kinerja mempunyai nilai satu menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan dan atau jadwal pelaksanaan sesuai dengan rencana
Angka indeks kinerja lebih dari satu menunjukkan bahwa realisasi biaya pelaksanaan dan atau jadwal pelaksanaan lebih kecil dari rencana
3.4.4 Estimasi Biaya dan Jadwal Akhir
Karena ada indikasi proyek akan terlamabat atau lebih cepat dan biaya yang harus dikeluarkan akan melebihi atau kurang dari yang dianggarkan , maka kemajuan proyek untuk waktu yan gaka ndatang perlu diramalkan dengan cara seperti dibawah ini :
1. Perkiraan Biaya Penyelesaian Proyek / Estimated at Completion (EAC)
2. Perkiraan Jadwal Penyelesaian Proyek / Estimated Completion Date (ECD)
Persentase Keterlambatan / Percepatan = 100% - ECD / Jadwal Rencana ECD = (Sisa Waktu / SPI) + Waktu Terpakai
EAC = Sisa Anggaran / CPI + ACWP
(Total Biaya – BCWP) / CPI + ACWP
Schedulet Performance Indeks (SPI) = BCWP / BCWS
- Survey literature - Interview Observasi
lapangan
Pengumpulan data lapangan
Evaluasi dari progress rencana dengan hasil
realisasi dilapangan
Metodologi Penelitian : - Analisis Data
- Analisis Varians - Analisis Earned Value
- Menentukan indikator-indikator ACWP, BCWP dan BCWS (Material, Tenaga Kerja, Peralatan dan Sukontraktor )
- Analisis Varians Biaya dan Varians Jadwal - Analisis Indeks Kinerja Biaya dan Indeks
Kinerja jadwal
- Estimasi Biaya dan Jadwal Akhir
- Analisis Perbandingan Elemen Biaya langsung
Menilai kinerja waktu dan biaya pelaksanaan dari proyek tersebut
Kesimpulan 3.5 Bagan Alir Penelitian
Gambar 3.2. Kerangka Kerja