1
BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
1.1.1 Profil Umum Gojek
Gojek atau dengan nama lain PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa dimulai pada tahun 2010 di Jakarta dan sebagai call center ojek online di Indonesia. Inovasi dari ojek online atau Gojek Indonesia tersebut adalah karya dari Nadiem Makarim. Aplikasi buatan sendiri kemudian diluncurkan pada 2015 dengan hanya tiga layanan yaitu GoRide, GoSend, dan GoMart. Diluncurkannya aplikasi tersebut yaitu berfokus untuk memudahkan pengguna untuk melakukan pemesanan online. Tidak hanya itu berkat aplikasi ini layanan tukang ojek tradisional terbantu agar lebih produktif dan mendapat pemasukan yang lebih.
Gojek kini menjadi grup platform teknologi terkemuka atau sebagai platform multi-layanan. Berawal dari layanan transportasi, sekarang aplikasi Gojek memiliki lebih dari 20 layanan yang terdiri dari pengiriman makanan, pijat, e-money, dan bahkan program loyalitas yang menjadi solusi buat tantangan sehari-hari. Berkat itu juga, Gojek menjadi salah satu platform teknologi terbesar yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara dengan mengembangkan tiga Super-app untuk customer, mitra driver dan mitra merchant. Aplikasi Gojek kini telah diunduh dan dipaki oleh pengguna smartphone android dan ios hingga lebih dari 50 juta kali. Selain itu gojek telah beroperasi di bidang transportasi online lebih dari 50 kota yang tersebar di Indonesia.
1.1.2 Logo Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki ciri agar bisnisnya dapat dikenal msayarakat. Berikut gambar logo dari perusahaan Gojek, dapat dilihat pada gambar 1.1.
2 Gambar 1.1 Logo Gojek
Sumber : www.gojek.com
1.2 Latar Belakang
Data pengguna internet di Indonesia terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Menurut survey Asosiasi Penyelengara Jasa Indonesia atau APJII, sampai kuartal II tahun 2020 pengguna internet Indonesia berjumlah 196,7 juta orang atau 73,7% dari total populasi Indonesia 266,9 juta berdasarkan data dari BPS. Sehingga Indonesia mengalami kenaikan sebesar 8,9% atau 25,5 juta pengguna. Ketua umum APJII yaitu Jamalul Izza menjelaskan hal tersebut terjadi kenaikan yang disebabkan beberapa faktor seperti infrastruktur internet cepat, belajar online, serta dampak pandemi COVID-19 (kumparan.com, 2020).
Dari banyaknya pengguna internet tersebut salah satunya dampak pandemi COVID-19, dimana adanya wabah virus tersebut masyarakat lebih memprioritaskan kesehatannya untuk meminimalisir kegiatan diluar dan berinteraksi langsung dengan orang lain. Hal tersebut membuat penggunaan aplikasi semakin meningkat yang dapat dilihat pada gambar 1.2 berikut.
Gambar 1.2 Data Peningkatan Aplikasi Selama Pandemi Sumber: www.katadata.co.id, diakses 21 Januari 2021
3 Berdasarkan gambar diatas selama pandemi masyarakat cenderung menggunakan aplikasi media sosial dengan tingkat persentase 39%, video streaming sebesar 35%, pesan singkat sebesar 30%, e-Commerce sebesar 23%, dan layanan antar makanan sebesar 17%. Pada riset Kredivo & Katadata Insight Center, selama pandemi ada perubahan preferensi belanja konsumen saat bertransaksi online. Hal tersebut menunjukkan konsumen lebih banyak beraktivitas dari rumah, sehingga pandemi mendorong konsumen untuk membeli produk yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi belanja produk non-pokok. Ini terlihat dari peningkatan signifikan di kategori produk seperti peralatan rumah tangga, isi ulang pulsa dan voucher, serta makanan (pressrelease.id, 2021).
Belakangan ini layanan pesan antar makanan tersebut banyak diminati masyarakat Indonesia, maka perusahaan yang bergerak di bidang bisnis layanan ini akan menjalin kerja sama dengan restoran serta UMKM diberbagai kota agar dapat memesan makanan melalu aplikasi mereka. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa antar makanan di Indonesia yaitu Gojek. Perusahaan tersebut selain bekerja dibidang transportasi online seperti antar jemput penumpang Gojek pun mengeluarkan fitur layanan pesan antar makanan yaitu GoFood. Sehingga konsumen dapat memesan makanan melalui GoFood dengan praktis karena tidak perlu mengeluarkan usaha yang besar melalui aplikasi Gojek.
Pada tahum 2019 GoFood mengklaim pertumbuhannya sudah mencapai 2,5 kali lipat. Sehingga GoFood juga selalu memberikan kemudahan dan solusi dari para pengguna aplikasi GoJek yang tentunya untuk mempermudah pengguna (industri.kontan.co.id). Dalam riset yang dilakukan oleh Nielsen Singapura
“Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” mengungkapkan bahwa ada 84% masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan dan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri yaitu 39%. Dengan adanya keberhasilan ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya. Catherine Hindra Sutjahyo selaku Chief Food Officer Gojek Grup mengatakan GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarkat
4 sehari – hari.. Sehingga GoFood dapat membuat aktifitas menjadi lebih praktis.
Pencapaian tersebut merupakan sebuah bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi yang terus dihadirkan oleh GoFood selama empat tahun terakhir. GoFood ingin terus menjadi pemimpin pasar di layanan food – delivery dengan pangsa pasar 74% di Indonesia (gojek.com).
Selain itu menurut Catherine potensi pertumbuhan ini akan terus dimanfaatkan GoFood untuk terus menghadirkan layanan yang dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu layanan tersebut akan terus memperkuat ekosistem teknologi agar bisa mengajak lebih banyak mitra merchant untuk tumbuh bersama GoFood (gojek.com).
Gambar 1.3 GMV Pada Aplikasi Food Delivery di Asia Tenggara 2020 Sumber : www.katadata.co.id, diakses 21 Januari 2021
Berdasarkan gambar 1.5 di atas merupakan bagan data nilai GMV Food Delivery di Asia Tenggara 2020. Analisis tersebut mendalam tentang industri pesan-antar makanan yang dilakukan oleh COO Momentum Works Yorlin Ng di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Metode penelitiannya mencakup wawancara, survei, dan data dari layanan pemantauan pihak ketiga. Dapat dilihat bahwa GrabFood unggul dengan nilai GMV Food Delivery 5,9 dolar, kedua Foodpanda dengan nilai 2,53 dolar dan ketiga diduduki oleh Gojek dengan nilai 2,0 dolar. Salah satu Negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia dan Grab menjadi unggul pula di Indonesia dengan tingkat persentase 53% dan Gojek berada diurutan kedua
5 dengan persentase 47%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa GoFood aplikasi dari Gojek berada dibawah kompetitornya (katadata.co.id, 2021).
Gojek dan Grab dalam jasa layanan pesan antar makanan terus bersaing ketat.
GrabFood dapat menguasai pangsa pasar karena mereka gencar dalam promosi, mereka menggelar aneka diskon untuk menarik perhatian konsumen. Hal tersebut perlu diperhatikan oleh GoFood bahwa promosi merupakan cara yang dapat meningkatkan minat konsumen. Karena GoFood hanya fokus pada pendekatan yang holistik kepada konsumen untuk pengalaman berkuliner yang lebih menyenangkan (tekno.kompas.com, 2020). Salah satu komentar dari pengguna jasa layanan pesan antar makanan yang dikutip pada website merdeka.com dengan akun bernama Yoppy Lau mengatakan bahwa “GrabFood sedang mengadakan banyak promo, ketika membandingkan dengan toko yang sama harganya cenderung lebih murah pesan di GrabFood dibandingkan dengan GoFood. Selain harga lebih murah GrabFood sering mengadakan diskon”.
Gambar 1.4 Alasan Membeli Makanan Secara Online di Indonesia 2019 Sumber : www.katadata.co.id, diakses 21 Januari 2021
Berdasarkan gambar 1.6 diatas merupakan hasil survei alasan membeli makanan secara online yaitu hasil riset Allied Market Research, promosi atau tawaran menarik berada diposisi ketiga dan hal tersebut dapat diartikan promosi banyak diminati juga oleh konsumen. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan oleh para pemain jasa layanan antar makanan (katadata.co.id, 2021). Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa GrabFood menggencarkan promosi untuk menarik konsumen.
Menurut Grab pada website resminya yaitu help.grab.com untuk meningkatkan penjualan dengan menentukan pelanggan yang tepat perlu fokus untuk memenuhi
6 kebutuhan pelanggan, bangun kepercayaan, bangun komunikasi dua arah, dan temukan media yang tepat untuk melakukan pemasaran secara online seperti media sosial yang merupakan cara paling mudah untuk dilakukan. Maka dari penjelasan tersebut perlu adanya upaya untuk promosi menjadi perangkat nomor satu di riset selanjutkan.
Jianggan Li selaku Chief Executive Officer menjelaskan, Momentum Works sebagian besar pertumbuhan layanan pengiriman makanan pada tahun 2020 di Indonesia akan bersifat permanen, karena adanya tren digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen. Dan optimis terhadap prospek layanan pesan-antar makanan di Indonesia, meskipun kemungkinan akan memakan waktu beberapa tahun sebelum sektor ini dapat diadopsi secara massal. Pemain layanan pesan-antar makanan harus memiliki strategi jangka panjang guna memanfaatkan peluang di pasar yang sangat luas ini secara optimal (merdeka.com, 2021).
Berdasarkan data dan penjelasan di atas pemain layanan tersebut terutama GoFood perlu meningkatkan strategi atau mengubah strategi terkait pemasaran khususnya promosi yang lebih baik. Sehingga proses keputusan pembelian yang dilakukan konsumen cenderung menggunakan jasa layanan pesan antar makanan yang lain untuk memesan makanan mereka. Maka penulis memilih GoFood sebagai objek untuk dilakukannya penelitian.
Menurut Firmansyah (2018:26) keputusan pembelian merupakan sebuah proses konsumen dalam pembelian suatu produk untuk memenuhi kebutuhan. Proses tersebut biasa disebut dengan proses pemecahan masalah. Menurut Kotler dan Keller (2016:195) konsumen biasanya melakukan suatu langkah-langkah pembelian atau proses keputusan pembelian meliputi, pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Maka pemasar perlu memahami perilaku konsumen pada tiap tahap dan pengaruh apa yang bekerja dalam tahapan tersebut.
Firmasyah (2018) menjelaskan perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang karena keinginan mempengaruhi atau dapat mengubah perilaku, termasuk yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Sehingga proses pembelian lebih menjadi perhatian untuk para pemasar ketimbang proses konsumsi..
7 Menurut Firmansyah (2018:20) jika ingin menjadi pemasar yang berhasil maka ada hal yang perlu dianalisis untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keingina dan kebutuhan konsumen, salah satunya yaitu strategi marketing mix (4P).
Menurut Kotler dan Keller (2016:47), marketing mix atau bauran pemasaran 4P terdiri dari Price (harga), Product (produk), Place (tempat), dan Promotion (promosi) merupakan kumpulan variabel-variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh sebuah perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam pemasaran.
Dari keempat elemen bauran pemasaran yang telah dipaparkan, promosi merupakan salah satu hal penting dilakukan oleh pemasar agar dapat meningkatkan penjualan atau transaksi. Fungsi dari promosi yaitu untuk memberitahu dan membujuk konsumen agar terjadinya keputusan pembelian. Berapapun kualitasnya suatu produk apabila konsumen belum pernah mengetahui dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka tidak akan pernah membelinya (Musfar, 2020).
Menurut Firmamsyah (2018:200) promosi merupakan sebagai alat komunikasi informasi terkait produk untuk mempengaruhi konsumen dan membelinya, selain itu juga sebagai upaya memperkenalkan produk dan jasa agar bisa dikenal oleh publik.
Kotler dan Keller (2016:582) promosi mempunyai bauran yang terdiri dari beberapa dimensi yaitu iklan, penjualan personal, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan direct marketing. Bauran promosi merupakan bagian dari bauran pemasaran yang di mana terdapat lima dimensi tersebut dan tidak dapat lepas dari kegiatan pemasaran itu sendiri.
Maka dari itu layanan pesan antar makanan saat ini banyak diminati karena konsumen modern ingin sebuah solusi praktis dalam mendapatkan suatu produk termasuk makanan dan minuman. Dalam penelitian Suhari (2008) menyebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian secara online salah satunya yaitu bauran promosi yang meliputi preriklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung.
Dari penjelasan diatas dapat diperkuat oleh penelitia terdahulu yaitu penelitian menurut Tito Bagus Darmanto (2017) pada judul “Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Proses Keputusan Pembelian Warunk Upnormal Bandung” bahwa variabel bauran
8 promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Warunk Upnormal di Bandung. Selain itu penelitian dari Hesty Nurul Utami (2018) berjudul “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Perilaku Online Shopping:
Perspektif Pemasaran Agribisnis” bila dilihat secara terpisah dari masing – masing komponen faktor dalam bauran pemasaran, hanya faktor produk dan promosi yang memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Pemasar atau perusahaan pengembang produk bibit tanaman seperti www.kebunbibit.id yang berbasis online perlu memberikan penekanan pada pentingnya mengembangkan bauran produk dan promosi untuk lebih meningkatkan potensi calon konsumen untuk melakukan pembelian.
Riset yang dilakukan McKinsey pada 2020 dengan meningkatnya pengguna jasa pesan antar makanan meningkat 34% selama pandemi di negara Indonesia. Salah satu kota besar yang berada di Indonesia yaitu kota Bandung. Bandung merupakan kota yang disebut Paris Van Java karena keindahannya, selain itu saat ini kota Bandung menjadi kota wisata kuliner juga (westjavainc.org). Kota Bandung ada sekitar 140 ribu UMKM yang 40 persen di antaranya adalah UMKM kuliner. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 20 persen telah mendukung transaksi digital (liputan6.com, 2021). Pada Program Hari Kuliner Nasional atau Harkulnas merupakan program yang dilakukan GoFood tingkatkan 42 persen pertumbuhan dan nilai transaksi mitra kuliner Go-Food, dalam program tersebut diwakilkan oleh 14 kota salah satunya Bandung terpilih menjadi kota dengan transaksi tinggi (cnnindonesia.com, 2019). Berdasarkan penjelasan tersebut GoFood mempunyai peluang untuk kota Bandung guna meningkatakan tranksaksi digital. Sehingga penulis memilih kota Bandung sebagai populasi penelitian.
Dari beberapa penjelasan di atas Gojek khususnya untuk layanan pesan antar makanan yaitu GoFood melakukan beberapa promosi seperti berikut:
9 Gambar 1.5 Iklan GoFood di YouTube
Sumber : www.youtube.com
Terdapat versi iklan yang dilakukan oleh Gojek, salah satunya adalah iklan GoFood dapat dilihat pada gambar 1.7 diatas merupakan iklan GoFood versi anak baru, dimana tujuan Gojek tersebut mempromosikan dengan layanan pesan antar makanan GoFood semua jadi serba praktis. Iklan tersebut telah dilihat sebanyak 196,849 kali di Youtube, pada tanggal 22 Juni 2019.
Gambar 1.6 Promo Penjualan GoFood
Sumber : www.sobatpromo.com, diakses 23 Maret 2020
Pada gambar 1.8 diatas promosi penjualan GoFood memiliki berbagai macam promosi yang ditawarkan, diantaranya adalah penawaran pembelian minuman haus dengan program promo “di rumah aja” melalui GoFood dengan diskon 30%, periode 23 maret – 5 mei 2020.
10 Gambar 1.7 Hubungan Masyarakat pada GoFood Festival
Sumber : www.jabar.tribunnews.com, diakses 21 Maret 2019
Untuk hubungan masyarakat pada GoFood telah menggelar GoFood Festival di Husein Sasatranegara kota Bandung. Adanya acara Go Food Festival yang menyajikan beragam sajian sekitar 25 UMKM kuliner lokal. Hal tersebut dilakukan karena terinspirasi dari kesuksesan sejumlah mitra merchant GO-FOOD di Kota Bandung mendorong GO-FOOD untuk kembali memperluas jangkauannya dengan menambah lokasi GO-FOOD Festival.
Gambar 1.8 Direct Marketing pada Gojek Sumber : Inbox Gmail
Terakhir pada direct marketing, Gojek selalu memberikan tawarannya langsung melalui pesan melalui e-mail maupun aplikasi mobile aplikasi Gojek kepada konsumen yang sudah memiliki akun Gojek, seperti pada gambar 1.10 di atas.
Berdasarkan penjelasan dan berbagai promosi GoFood di atas, penulis melakukan pra-survey kepada 30 responden yang pernah menggunakan layanan pesan antar makanan GoFood dengan pernyataan mengenai bauran promosi dan proses keputusan pembelian yang dapat dilihat pada table 1.1 dan table 1.2.
11 TABEL 1.1
HASIL PRA-SURVEY BAURAN PROMOSI PADA GOFOOD
No Dimensi Pernyataan STS TS CS S SS
1 Advertising Iklan pada GoFood membuat saya ingin menggunakan layanan pesan antar makanan GoFood
6,7% 40% 23,3% 26,7% 3,3%
2 Sales Promotion
GoFood memberikan banyak promo atau tawaran menarik
0% 46,7% 10% 33,3% 10%
3 Public Relations
GoFood banyak bekerja sama dengan UMKM
0% 33,3% 20% 30% 16,7%
4 Direct Marketing
Media sosial Gojek memberikan informasi yang sangat lengkap dan menarik
3,3% 36,7% 26,7% 30% 3,3%
Sumber: Diolah Oleh Peneliti (2021)
Berdasarkan hasil kuesioner pada tabel 1.1 di atas dapat dilihat secara keseluruhan bahwa variabel dari bauran promosi dengan dimensi Advertising, Sales Promotion, Public Relations, dan Direct Marketing menunjukkan hasil yang kurang baik. Hal tersebut didukung oleh hasil jawaban responden pada kuesioner yang sudah dilampirkan.
TABEL 1.2
HASIL PRA-SURVEY PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA GOFOOD
No Dimensi Pernyataan STS TS CS S SS
1 Pengenalan masalah
Jasa pada GoFood sudah sesuai dengan kebutuhan saya
0% 33,3% 23,3% 20% 23,3%
2 Pencarian informasi
Saya mencari informasi tentang GoFood dari media sosial, aplikasi, teman atau keluarga.
3,3% 40% 20% 33,3% 3,3%
3 Evaluasi alternatif
GoFood menjadi layanan pesan antar makanan alternatif yang utama
3,3% 46,7% 26,7% 13,3% 6%
12 4 Keputusan
pembelian
Menggunakan jasa GoFood adalah keputusan yang tepat
3,3% 36,7% 20% 26,7% 13,3%
5 Perilaku pasca pembelian
Merasa puas dengan jasa GoFood,
sehingga melakukan pembelian ulang
0% 40% 16,7% 26,7% 16,7%
Sumber: Diolah Oleh Peneliti (2021)
Dapat dilihat hasil pra-survey pada tabel 1.2 secara keseluruhan proses keputusan pembelian dari GoFood menunjukkan hasil yang kurang baik. Karena hal tersebut didukung oleh hasil jawaban responden pada kuesioner yang sudah dilampirkan.
Berdasarkan latar belakang dan hasil pra-survey tersebut, maka peneliti ingin meneliti lebih lanjut mengenai strategi pemasaran dengan aspek promosi pada aplikasi layanan pesan antar makanan online yaitu GoFood dengan judul “Pengaruh Bauran Promosi terhadap Proses Keputusan Pembelian GoFood di Kota Bandung”.
1.3 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana bauran promosi pada GoFood?
2. Bagaimana proses keputusan pembelian pada GoFood?
3. Bagaimana pengaruh bauran promosi terhadap proses keputusan pembelian GoFood di kota Bandung?
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini untuk mengetahui:
1. Bauran promosi pada GoFood.
2. Proses keputusan pembelian pada GoFood.
3. Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan GoFood di kota Bandung.
1.5 Kegunaan Penelitian 1. Aspek Teoritis
13 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya keilmuan bidang pemasaran, khususnya yang terkait dengan promosi. Selain itu, dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya mengenai tema yang sama.
2. Aspek Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi dan bahan bacaan mengenai strategi promosi dan proses terhadap keputusan pembelian GoFood di Bandung, baik bagi peneliti, pembaca, maupun perusahaan.
1.6 Waktu dan Periode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil objek pada layanan aplikasi Gojek yaitu Gofood, periode penelitian selama bulan Maret 2021.
1.7 Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Sistematika penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai isi dari penelitian tugas akhir. sistematika penulisan tersebut terbagi kedalam lima bab adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang pendahuluan mengenai gambaran umum objek perusahaan, latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, waktu dan periode penelitian, dan sistematika penulisan tugas akhir.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan teori yang berupa pengertian atau definisi yang diambil dari kutipan yang berkaitan dengan penyusunan tugas akhir serta beberapa literature review yang berhubungan dengan variabel penelitian mengenai pemasaran, bauran pemasaran, bauran promosi, proses keputusan pembelian, kerangka pemikiran, hipotesis, penelitian terdahulu, dan ruang lingkup penelitian.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan jenis penelitian, variabel operasional, sample dan populasi yang dibutuhkan untuk pengisian kuesioner, skala pengukuran, tahap penelitiam, teknik analisis data, dan uji yang digunakan dalam penelitian.
14 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan tentang hasil penelitian dan pembahasan lebih lanjut dari bab sebelumnya, sehingga akan jelas gambaran permasalahan yang terjadi dan alternatif pemecah masalah yang akan dihadapi.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menguraikan kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah didapatkan dan saran-saran yang akan diberikan terhadap hasil penelitian.