• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyebaran penyakit Rabies pada Hewan secara Spasial di Bali pada Tahun 2008-2011.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyebaran penyakit Rabies pada Hewan secara Spasial di Bali pada Tahun 2008-2011."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 1.   Penyebaran kejadian rabies di  desa-desa di Bali dari tahun 2008 -  2011.  Rabies padahewan dilaporkan berjangkit di 281 desa dari 722 desa di Bali (Semakin merah daerahdiarsir semakin banyak kejadian rabies, daerah yang tidak diarsir merah tidakditemukan rabies).

Referensi

Dokumen terkait

Resiko di peternakan asal tergolong dapat diterima karena peternak telah mengetahui dan melaksanakan beberapa kegiatan yang dapat mengurangi penularan penyakit pada

Pada anjing dan kucing misalnya kedua hewan ini memiliki waktu inkubasi virus rabies kurang lebih selama 2 minggu, tetapi ada juga yang dari 10 hari sampai dengan

Hasil analisis uji Spearman menyatakan tidak ada korelasi antara kejadian rabies pada anjing dengan manusia di Jembrana Bali tahun 2010 sampai Juni 2015.. Hal ini berarti

Dari penelitian ini dapat disimpulkan: badan Negri paling banyak ditemukan di bagian hipokampus dari otak anjing penderita rabies di Bali, dengan persentase di

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 38 desa tertular rabies dari total 51 desa di Kabupaten Jembrana, Bali yang tersebar di lima kecamatan dalam studi kurun

Awal kejadian rabies pada anjing terjadi di Kecamatan Bangli tahun 2009 yaitu di Desa Bebalang (Tabel 2), sedangkan, pada manusia pertama kali dilaporkan terjadi di Kabupaten

Hal ini karena pengetahuan masyarakat mengenai bahaya penyakit rabies dan tindakan yang harus dilakukan setelah tergigit oleh anjing sudah cukup baik (Suartha

Desa-desa tertular rabies serta jumlah kasus rabies pada anjing dan manusia berdasarkan ketinggian wilayah di Kabupaten Karangasem, Bali dari tahun 2009-2016 Ketinggian /mdpl Desa