ii PANDUAN PENGABDIAN MASYARAKAT
TAHUN 2021
PENANGGUNG JAWAB
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
PENULIS
Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP)
PENERBIT:
Muhammadiyah University Press,
Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 57102 Email : [email protected]
http://isrecod.ums.ac.id
PANDUAN PENGABDIAN MASYARAKAT ISBN:
Cetakan pertama, September 2021 Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis dalam bentuk dan dengan cara apapu tanpa ijin tertulis dari penerbit
iii TIM PENYUSUN
Pelindung
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta
Penanggung Jawab
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
Ketua Tim
Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D.
Anggota
Prof. Dr. Muhtadi, M.Si.
Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si, Eko Daryadi, S.E.
Candrasari Sri Harfiah, M.Sc.
Ernawati Soraya Aprilianti, S.E.
Desain Tata Letak dan Editorial Rokhmad Andria Pradessya, S.Kom.
iv KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatulloohi Wabarokaatuh.
Puji dan syukur, Kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Buku Panduan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2021 dapat tersusun. Penyusunan panduan ini mengacu kepada Permendikbud 03 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 754/P/020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri (IKU-PTN), Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Edisi XIII tahun 2020 yang diterbitkan oleh DRPM Kemenristek-BRIN, Renstra Universitas Muhammadiyah Surakarta 2017-2021 dan Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2017-2022.
Buku Panduan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta ini memuat beberapa pengabdian kepada masyarakat yang sudah disesuaikan dengan kebijakan baru dari Kemendikbud terkait indikator kinerja utama, yaitu (1) Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan, (2) Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna, (3) Pengabdian Masyarakat berbasis Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Oleh karena itu, kami berharap Buku Panduan ini memberikan informasi kriteria umum, khusus, petunjuk teknis pengajuan usulan pengabdian masyarakat, dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh dosen diskema yang diusulkan. Pada akhirnya, kami harapkan pelaksanaan pengabdian masyarakat di UMS menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat luas dan meningkatkan kemampuan daya saing UMS untuk berkompetisi di tataran global sebagai wujud reputasi di kawasan Asia.
Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta dan segenap pimpinan atas dukungannya kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat dan
v Pengembangan Persyarikatan dalam penyusunan buku panduan ini. Rasa terima kasih juga kami sampaikan kepada rekan-rekan pimpinan dan staf LPMPP yang telah bekerja keras dalam menyusun Buku Panduan Pengabdian kepada Masyarakat untuk kemajuan kinerja pengabdian kepada masyarakat.
Tak ada gading yang tak retak, semoga buku panduan ini dapat menjadi acuan teknis untuk membuat usulan pengabdian kepada masyarakat. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatulloohi Wabarokaatuh.
Surakarta, September 2021 Ketua LPMPP
Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D.
vi DAFTAR ISI
Halaman Depan ……… i
Tim Penyusun ……… ii
Kata Pengantar ……… iii
Daftar Isi ……… vi
BAB I PENDAHULUAN ………. 1
A. Latar Belakang ……… 1
B. Standar PkM ……….. 3
C. Tujuan ……….. 4
D. Ketentuan Umum ………. 5
F. Ringkasan PkM ……… 6
BAB 2 Panduan Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan ……….. 9
A. Pendahuluan ……….. 9
B. Tujuan ………... 10
C. Luaran ……… 10
D. Mitra ……….. 11
E. Waktu Kegiatan ………. 11
F. Pendanaan ………. 11
G. Persyaratan Pengusulan ………. 12
H. Seleksi Proposal ………. 12
BAB 3 Panduan Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) ……….. 14
A. Pendahuluan ……….. 14
B. Tujuan ………... 15
C. Luaran ……… 15
D. Mitra ……….. 15
E. Waktu Kegiatan ………. 15
F. Pendanaan ………. 16
G. Persyaratan Pengusulan ……… 16
vii
H. Seleksi Proposal ………. 16
BAB 4 Panduan Pengabdian Masyarakat berbasis Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ………. 18
A. Pendahuluan ……….. 18
B. Tujuan ………... 19
C. Luaran ……… 19
D. Mitra ……….. 20
E. Waktu Kegiatan ………. 20
F. Pendanaan ……… 20
G. Persyaratan Pengusulan ……… 21
H. Seleksi Proposal ………. 21
BAB 5 Penutup ……… 22
Daftar Pustaka ……… 24
viii DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Sistematika Usulan Pengabdian ……….. 25
Lampiran 1.1 Format Halaman Sampul Proposal ……… 36
Lampiran 1.2 Format Halaman Pengesahan ……… 37
Lampiran 1.3 Format Surat Pernyataan Kerjasama Mitra ……… 39
Lampiran 1.4 Surat Persetujuan Pimpinan Program Studi ……… 40
Lampiran 2 Sistematika Penyusunan Laporan ……….. 41
Lampiran 2.1 Format Halaman Sampul Laporan ……… 42
Lampiran 2.2 Format Halaman Pengesahan ……… 43
Lampiran 2.3 Format Surat Pernyataan Kerjasama Mitra ……… 45
1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Penyelenggaraan Pengabdian Masyarakat yang ada di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara umum terbagi ke dalam dua sumber dana, yaitu dana dari Kementerian Riset Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)-Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan dana internal UMS. Oleh karena itu, kebijakan dan
roadmap
penelitian dan pengabdian masyarakat dan pengembangannya telah dituangkan pada Rencana Induk Penelitian (RIP) 2021-2025 dan Rencana Strategis Program Pengabdian Masyarakat (Renstra PKM) 2021-2025 perlu dilengkapi dengan panduan. Namun demikian, pada tahun 2020, pemerintah telah menetapkan kebijakan baru bagi perguruan tinggi yaitu Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kebijakan tersebut diatur oleh Permendikbud 03 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 754/P/020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri (IKU- PTN). Konsekuensinya adalah sebagai perguruan tinggi LPTK, selain mencetak tenaga pendidik (Guru) UMS juga dituntut dapat menghasilkan inovasi yang mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat. Artinya, UMS sudah menyadari bahwa kewajibannya dalam penyelenggaraan pengabdian masyarakat di samping melaksanakan pendidikan. Ini sesuai dengan amanah yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20 dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 45 yang menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.Sejalan dengan perannya sebagai fasilitator, penguat, dan pemberdaya di bidang Pengabdian Masyarakat LPMPP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berupaya terus mengawal pengabdian masyarakat di UMS. Oleh karena itu, pengelolaan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi diarahkan untuk,
1. Mewujudkan keunggulan pengabdian masyarakat di UMS;
2. Meningkatkan daya saing UMS di bidang pengabdian masyarakat pada tingkat nasional dan internasional;
3. Meningkatkan angka partisipasi dosen pengabdian masyarakat yang bermutu;
4. Meningkatkan kapasitas pengelolaan pengabdian masyarakat di UMS.
2 Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Surakarta didorong untuk mengimplementasikan hasil penelitian dosen UMS bagi pemecahan permasalahan di masyarakat. Ini sejalan dengan kebijakan Kemendikbud- Ristek untuk melakukan hilirisasi hasil penelitian secara implementatif dalam bentuk pengabdian masyarakat. Untuk itu, di dalam buku panduan ini berisi pula informasi tentang informasi pelaksanaan pengabdian masyarakat. Harapannya, agar seluruh dosen UMS memahami secara teknis pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan mengacu pada hasil-hasil riset unggulan UMS yang tertuang dalam buku Rencana Induk Penelitian UMS tahun 2017-2022 yang meliputi delapan (8) bidang unggulan penelitian, yaitu
1. Aktualisasi IPTEK dalam kehidupan beragama;
2. Pemerintahan dan kemandirian daerah;
3. Kualitas kesehatan masyarakat;
4. Kesejahteraan dan daya saing bangsa;
5. Pendidikan dan kualitas pembelajaran;
6. Hukum dan social kemasyarakatan;
7. Teknologi dan material;
8. Sumber daya alam dan lingkungan.
Sejalan dengan Rencana Strategis Pengabdian Masyarakat LPMPP UMS, hasil-hasil penelitian yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat difokuskan pada bidang pendidikan, lingkungan, kesejahteraan, serta seni dan budaya kemudian dilakukan analisis kebutuhan Masyarakat diwilayah binaan pengabdian.
1. Paradigma Pengabdian Masyarakat
Program Pengabdian Masyarakat merupakan respon UMS terhadap Permendikbud 03 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 754/P/020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, serta semakin menguatkan persaingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pengembangan program pengabdian kepada masyarakat dewasa ini ditandai dengan adanya perubahan paradigma, yaitu dari paradigma pembangunan (
development
) menjadi pemberdayaan (empowerment
).Proses penyelenggaraan pengabdian masyarakat dilakukan secara profesional dalam rangka menjaga kualitas dan manfaat program pengabdian masyarakat. Penyelenggaraan
3 pengabdian masyarakat melibatkan berbagai pihak dilingkungan UMS baik Program Studi, Fakultas, LPMPP, LRI, maupun mitra di luar UMS.
2. Prinsip-prinsip Pengabdian Masyarakat
Berkenaan dengan perubahan paradigma pengabdian masyarakat dari paradigma pembangunan menjadi pemberdayaan, maka prinsip-prinsip yang melandasi pelaksanaan meliputi:
a. Keterpaduan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi; aspek pendidikan dan penelitian menjadi landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan tolok ukur evaluasi PPM.
b. Partisipatif; pengabdian masyarakat dilaksanakann untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan yang dapat melibatkan, mengikutsertakan, dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan secara interaktif dan sinergis antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
c. Multidisiplin: pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh dosen yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dilingkungan universitas dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh LPMPP. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengembangkan mekanisme pola pikir dan pola kerja multidisipliner untuk memecahkan permasalahan yang ada di lokasi pengabdian masyarakat.
d. Komprehensif: pengabdian masyarakat dilaksanakan secara terencana dan menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
e. Pragmatis: program-program kegiatan yang direncanakan pada dasarnya bertumpu pada permasalahan dan kebutuhan nyata di lapangan, dapat dilaksanakan sesuai dengan daya dukung sumber daya yang tersedia di lapangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
f. Berkesinambungan; pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara berkesinambungan agar dapat diukur manfaat kegiatan pengabdian masyarakat baik secara kuantitas maupun kualitas.
B. Standar Pengabdian Masyarakat
Agar pelaksanaan pengabdian masyarakat di Universitas Muhammadiyah Surakarta dapat mencapai tujuan tentunya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2020 tentang standar Nasional Pendidikan Tinggi yang
4 sebelumnya dituangkan di dalam permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan permenristekdikti nomor 50 tahun 2018 tentang perubahan atas permenristekdikti nomor 44 tahun 2015.
C. Tujuan
Agar amanah di atas dapat dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan pengabdian masyarakat di UMS harus diarahkan untuk mencapai tujuan dan standar tertentu.
Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat sebagai muara dari pendidikan dan penelitian sivitas akademik antara lain:
a. Melaksanakan terapan IPTEKS secara
teamwork
dan interdispliner dalam berbagai program pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung solusi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan masyarakat binaan secara mandiri dan berkelanjutan.b. Mampu mengambil keputusan dan mengembangkan inovasi yang tepat berdasarkan analisis ilmiah, dan memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok dalam pelaksanaan program pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat binaan.
c. Bertanggung jawab dalam pengembangan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat binaan dalam upaya peningkatan kesejahteraan bangsa secara mandiri, dan berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian masyarakat diarahkan kepada masyarakat wilayah binaan dan Pemerintah Daerah dengan orientasi program:
a. Memberdayakan masyarakat untuk mengelola potensi yang ada dan dimiliki untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
b. Mewujudkan capaian hasil yaitu meningkatnya keberdayaan masyarakat secara terukur seperti kenaikan angka partisipasi kasar dalam pendidikan, pendapatan perkapita, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan penurunan angka kematian ibu melahirkan, serta peningkatan umur harapan hidup.
c. Memacu pemberdayaan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi untuk memanfaatkan secara optimal sumber daya yang dimiliki sehingga mampu melaksanakan aktivitas pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan.
5 d. Membentuk kader-kader pemberdayaan masyarakat.
D. Ketentuan Umum
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat harus mengacu pada standar penjaminan mutu pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Berkenaan dengan hal tersebut, LPMPP menetapkan ketentuan umum pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang diuraikan sebagai berikut a. Ketua pelaksana pengabdian adalah dosen tetap Universitas Muhammadiyah
Surakarta yang mempunyai Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dari Kemendikbud- Ristek dan Kemenag minimal S2 Lektor atau S3 Asisten Ahli.
b. Anggota pelaksana pengabdian adalah dosen yang mempunyai NIDN atau NIDK.
c. Ketua tim pengusul hanya boleh mengajukan dalam dua proposal yang didanai pada periode/batch pendanaan yang sama, sebagai ketua dan anggota, atau kedua- keduanya sebagai anggota.
d. Usulan dilakukan melalui http://isrecod.ums.ac.id/
e. Tidak sedang dalam tugas belajar
6 E. Ringkasan Pengabdian Masyarakat
No Skema Dana Kriteria Luaran Jangka
Waktu 1. Pengabdian Masyarakat
Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (PkM-P2AD)
Maks. Rp. 20.000.000 a. Ketua Pelaksana S2 Lektor atau S3 Asisten Ahli
b. Anggota sebanyak 4-9 dosen dan 5-10 mahasiswa
c. Ketua pelaksana tidak memiliki tanggungan laporan sebelumnya di LPPM/LPMPP UMS
Luaran Wajib:
a. Meningkatnya
kemampuan mitra dalam memecahkan masalah serta mengoptimalkan potensi mitra.
b. Terbentuknya model- model Persyarikatan/
AUM/ Desa yang sehat, mandiri dan berdaya saing;
c. Publikasi pada media popular/ilmiah popular, video kegiatan, dan Poster;
d. Artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional,
Luaran Tambahan
a. Luaran Iptek lainnya (TTG, Rekayasa Sosial, Model, Purwarupa dan Naskah Kebijakan), b. Kekayaan Intelektual;
Hak Cipta, Paten, Paten Sederhana, Desain Industri dll
1 Tahun
7 c. Buku; Buku Ajar atau
Book Chapter 2. Pengabdian Masyarakat
Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PkM-TTG)
Maks. Rp. 20.000.000 a. Ketua Pelaksana S2 Lektor atau S3 Asisten Ahli
b. Anggota sebanyak 2 dosen dan 5 mahasiswa
c. Ketua pelaksana tidak memiliki tanggungan laporan sebelumnya di LPPM/LPMPP UMS
Luaran Wajib:
a. Penerapan metode TTG dalam masyarakat b. Penerapan produk/hasil
penelitian dalam masyarakat
c. Publikasi pada media popular/ilmiah popular, video kegiatan, dan Poster;
d. Artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional,
Luaran Tambahan
a. Luaran Iptek lainnya (Rekayasa Sosial, Model, Purwarupa dan Naskah Kebijakan), b. Kekayaan Intelektual;
Hak Cipta, Paten, Paten Sederhana, Desain Industri dll
c. Buku; Buku Ajar atau Book Chapter
1 Tahun
3. Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-
Islam dan
Kemuhammadiyahan (PPDAI)
Maks. Rp. 15.000.000 (Nasional)
Internasional (Sesuai dengan keputusan Pimpinan Universitas)
a. Ketua Pelaksana S2 Lektor atau S3 Asisten Ahli
b. Anggota sebanyak 4-5 dosen dan 5-10 mahasiswa
c. Ketua pelaksana tidak memiliki tanggungan laporan sebelumnya di LPPM/LPMPP UMS
Luaran Wajib a. Peningkatan
pemahaman dan pengamalan Al Islam &
Kemuhammadiyahan bagi
b. Terbentuknya model
1 Tahun
8 kemitraan strategis
didalam dan luar negeri,
c. Publikasi pada media popular/ilmiah popular, video kegiatan dan poster;
d. Artikel terpublikasi di Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional;
e. Luaran secara administratif (laporan kemajuan dan akhir);
Luaran tambahan:
a. Buku ajar atau model pembelajaran kampus Merdeka
b. Hak Kekayaan Intelektual; paten, paten sederhana, hak cipta, dll.
c. Luaran Iptek lainnya;
TTG, Rekayasa Sosial, Model, Purwarupa dan Desain
9 BAB 2
PANDUAN PENGABDIAN MASYRAKAT PERSYARIKATAN/AUM/DESA BINAAN (P2AD)
A. PENDAHULUAN
Perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional Pasal 20. Penelitian atau riset di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa seperti dijelaskan dalam Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 45 dan 46.
Program Studi sebagai elemen dan entitas penting dalam struktur organisasi Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk melaksanakan dan mengkoordinir dosen-dosen yang ada di prodi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai ejawantah dari amanah UU No. 20 Tahun 2003 tersebut. Berdasarkan Pasal 60 huruf a UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen : dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melaksanakan Tridharma, termasuk kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu. Permasalahan di masyarakat, membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta daya saing bangsa.
Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah terbesar mempunyai potensi besar dalam bentuk sumber daya manusia untuk ikut berperan dalam pemberdayaan dan pendampingan Persyarikatan/AUM/Desa. Salah satu peran yang dilakukan oleh UMS adalah memfasilitasi program-program pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang diharapkan mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Program Hibah Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan ini merupakan salah satu program pengabdian masyarakat yang dikembangkan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Program ini memfasilitasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen/peneliti beserta mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam bentuk kegiatan pemberdayaan & pendampingan masyarakat.
10 Program ini dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang bersifat komprehensif, multi-sektoral, yang mampu menuntun masyarakat desa kearah kehidupan yang lebih sejahtera, mewujudkan masyarakat yang dinamis, membantu dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga dan mempermudah akses warga terhadap informasi dan ilmu pengetahuan.
Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dilaksanakan dalam bentuk jaringan kerjasama yang sinergis antara berbagai pemangku kepentingan dan berorientasi pada kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Adapun sasaran dari program ini adalah masyarakat luas dapat berupa kelompok masyarakat, komunitas atau lembaga yang berada di pedesaan, Amal Usaha Muhammadiyah, PDM, PCM ataupun PRM. Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan sesuai arahan, kesepakatan dan keputusan pimpinan universitas merupakan program wajib bagi setiap program studi di UMS.
Setiap Prodi wajib memiliki minimal satu binaan Persyarikatan/AUM/Desa.
B. TUJUAN
1. Memberdayakan dan memperkuat Persyarikatan Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar sehat, mandiri dan berdaya saing, serta mendampingi pengelolaan, pengembangan dan penguatan kembali Persyarikatan Muhammadiyah sebagai basis gerakan dakwah.
2. Memberdayakan masyarakat desa dan membantu memecahkan permasalahan, dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat berbasis pada optimalisasi potensi masyarakat agar mampu mendayagunakan potensi sumber daya yang ada.
C. LUARAN
Luaran wajib program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan ini adalah:
a. Meningkatnya kemampuan mitra dalam memecahkan masalah serta mengoptimalkan potensi mitra.
b. Terbentuknya model-model Persyarikatan/AUM/Desa yang sehat, mandiri dan berdaya saing;
c. Publikasi pada media popular/ilmiah popular, video kegiatan, dan Poster;
11 d. Artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional,
e. Laporan kemajuan dan akhir.
Luaran tambahan dari program ini adalah:
a. Luaran Iptek lainnya (TTG, Rekayasa Sosial, Model, Purwarupa dan Naskah Kebijakan), b. Kekayaan Intelektual; Hak Cipta, Paten, Paten Sederhana, Desain Industri dll
c. Buku; Buku Ajar atau Book Chapter
D. MITRA
Sasaran mitra dari kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan adalah PCM, PRM, AUM, dan kelompok masyarakat, komunitas atau pemerintahan desa di wilayah Jawa Tengah, khususnya di daerah Solo Raya.
E. WAKTU KEGIATAN
Kegiatan Program Hibah Pengabdian Masyarakat Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dirancang untuk waktu pelaksanaan pendampingan/pemberdayaan selama 3-6 bulan atau sebanyak 12-16 kali pertemuan/pendampingan dengan mitra binaan.
Waktu pengusulan proposal Hibah Pengabdian Masyarakat Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan ini akan diatur melalui informasi yang dikelola oleh Universitas, melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP).
F. PENDANAAN
Besaran dana pembiayaan untuk Hibah Pengabdian Masyarakat Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan Binaan maksimum senilai Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dengan melibatkan 5-10 dosen dan 5-10 mahasiswa untuk jangka waktu pelaksanaan selama 3-6 bulan. Dukungan dana diterima melalui dua tahap, tahap pertama sebesar 70% dan tahap kedua sebesar 30%. Dana tahap kedua dapat diterima setelah menyerahkan Laporan kemajuan kegiatan.
12 G. PERSYARATAN PENGUSUL
Pendaftar Program Pengabdian Masyarakat Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Ketua tim pengusul adalah dosen minimal S2 Lektor atau S3 AA.
2. Anggota tim pelaksana PkM sebanyak 4-9 orang dosen dan 5-10 mahasiswa.
3. Ketua tim pengusul hanya boleh mengajukan dalam dua proposal yang didanai pada periode/batch pendanaan yang sama, sebagai ketua dan anggota, atau kedua-keduanya sebagai anggota.
4. Ketua Pengusul tidak memiliki tanggungan laporan kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya di LPPM/LPMPP UMS.
5. Judul kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan tidak boleh sama dengan judul kegiatan Hibah Pengabdian yang lain pada tahun yang sama.
6. Persyaratan Program:
a. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan merupakan program yang bersifat komprehensif, dapat bersifat multisektoral untuk mendukung tujuan kegiatan yang terintegrasi.
b. Proposal berisi konsep dan rencana kerja Implementasi kegiatan bersama Persyarkatan/AUM/Desa.
c. Rencana kerja harus berisi program kerjasama dengan Persyarkatan/AUM/Desa yang bersifat berkesinambungan (
multiyear collaboration
)d. Penjaminan mutu dan keberlanjutan: proposal disarankan dapat menjelaskan sistem atau mekanisme penjaminan mutu pelaksanaan pengabdian masyarakat, pengembangan program, Kerjasama dan keberlanjutan program.
e. Sumber pendanaan: jika ada dukungan dana dari Persyarkatan/AUM/Desa atau pihak lain sangat diutamakan.
H. SELEKSI PROPOSAL
Seleksi dan penjaminan mutu proposal dimaksudkan untuk menjaring dan menjaga mutu proposal yang memenuhi persyaratan dalam pengembangan mutu substansi dan pelaksanaan pengabdian masyarakat .
13 Adapun seleksi proposal Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Pengembangan Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dilakukan berdasarkan kriteria dan skor seperti dalam Tabel berikut:
No. Kriteria yang dinilai Bobot
(%) Skor
Nilai (Skor x
bobot) 1. ANALISIS SITUASI DAN PERMASALAHAN MITRA
Potensi sumber daya dan kondisi eksisting Persyarikatan/AUM/Desa; urgensi permasalahan Persyarikatan/AUM/Desa
15
2.
PROGRAM DAN SOLUSI YANG DITAWARKAN
Program Kegiatan: kelayakan metode, kejelasan indikator capaian, kecocokan permasalahan dengan program dan solusi yang akan dilakukan dan kesesuaian program dengan kompetensi
SDM/personalia
40
3. POTENSI KEBERLANJUTAN PROGRAM
Potensi keberlanjutan program: ketersediaan roadmap kegiatan, serta rencana sumber pendanaan, daya dukung masyarakat, keterlibatan kerjasama dengan mitra pendukung program (swasta/pemerintah), biaya, sarana dan prasarana
25
4. TARGET LUARAN
Target luaran kegiatan yang mendukung tercapainya Persyarikatan/AUM/Desa Sehat, Mandiri dan Berdaya Saing
a. Program mampu mengentaskan masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat
b. Program mampu mendorong tumbuhnya inisiatif dan kreatifitas masyarakat
c. Program mampu mengembangkan potensi lokal yang ada baik SDA maupun SDM
d. Program mampu mendorong kemandirian masyarakat
20
TOTAL 100
Keterangan:
Setiap kriteria diberi Skor: 1,2,3,5,6,7 (1=Buruk, 2=Kurang, 3= Cukup, 5=Baik, 6=Sangat baik, 7=Sangat baik sekali) dengan
Passing Grade
= 450.14 BAB 3
PENGABDIAN MASYARAKAT PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (P2TTG)
A. PENDAHULUAN
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) salah satu kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penerapan dan pengembangan hasil penelitian oleh perguruan tinggi. Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) memberikan prioritas pada ilmu, teknologi, seni dan budaya yang secara langsung dan relatif lebih mudah diterapkan untuk mengatasi permasalahan atau mengembangkan sektor riil.
Penerapan Teknologi Tepat Guna merupakan wujud kepedulian perguruan tinggi akan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Aktivitas Pengembangan Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Penerapan Teknologi Tepat Guna ditujukan bagi permasalahan lokal, peningkatan kinerja dan kemandirian serta usaha kelompok masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Permasalahan pokok dan strategis tersebut, yang ditampilkan sebagai topik program, diselesaikan secara bersama-sama oleh tim pengabdian dan pelaksana dengan kelompok sasaran.
Adapun kelompok sasaran dalam Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah kelompok masyarakat, unit layanan masyarakat, masyarakat instansi pemerintah dan masyarakat dunia usaha. Termasuk kelompok masyarakat seperti kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok pemuda masyarakat, masyarakat pecinta lingkungan, kelompok pendidik: persatuan guru, pondok pesantren, kelompok anak jalanan, panti asuhan dan kelompok masyarakat lainnya. Unit layanan masyarakat seperti posyandu, puskesmas, perpustakaan, museum, dan lain-lain. Masyarakat institusi pemerintah misalnya masyarakat di kantor kelurahan, kantor kecamatan, polsek atau polres, TVRI pusat atau daerah, dan lain- lain. Masyarakat produktif dunia usaha seperti usaha rumahan, kelompok pengrajin, koperasi dan kelompok-kelompok usaha mikro, kecil dan menengah di masyarakat.
Diharapkan interaksi antara ilmu pengetahuan, dan teknologi di antara Perguruan Tinggi dan masyarakat dapat terwujud melalui Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Untuk usulan kegiatan teknologi yang ditujukan untuk permasalahan lokal, diarahkan pada penanganan masalah lokal yang bersifat berkelanjutan yang mendukung kemandirian dan kinerja target kelompok sasaran. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memacu kinerja, kemandirian masyarakat, pertumbuhan usaha, peningkatan peradaban
15 dan kesejahteraan masyarakat. Program dan kerjasama hendaknya melembaga agar hasil program dapat berkelanjutan. Rangkaian proses pengusulan, pelaksanaan, dan pelaporan Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dilaksanakan sesuai dengan format yang telah ditentukan, yakni Usul Penerapan Teknologi Tepat Guna, Pemantauan dan Evaluasi, dan Laporan Akhir.
B. TUJUAN
1. Hilirisasi hasil riset untuk memacu kinerja, kemandirian masyarakat, pertumbuhan usaha, peningkatan peradaban dan kesejahteraan masyarakat.
2. Pemanfaatan TTG membantu meningkatkan kinerja, kemandirian, peradaban dan kesejahteraan masyarakat yang tergabung pada kelompok masyarakat.
C. LUARAN
Luaran wajib program Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) ini adalah:
a. Penerapan metode TTG dalam masyarakat,
b. Penerapan produk/hasil penelitian dalam masyarakat: alat/barang/perangkat lunak/prototype,
c. Publikasi pada media popular/ilmiah popular, video kegiatan, dan Poster;
d. Artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional, e. Laporan kemajuan dan akhir.
Luaran tambahan dari program ini adalah:
a. Luaran Iptek lainnya (Rekayasa Sosial, Model, Purwarupa dan Naskah Kebijakan), b. Kekayaan Intelektual; Hak Cipta, Paten, Paten Sederhana, Desain Industri dll c. Buku; Buku Ajar atau Book Chapter
D. WAKTU KEGIATAN
Waktu pengusulan proposal Hibah Pengabdian Masyarakat Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) ini akan diatur melalui informasi yang dikelola oleh
16 Universitas, melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP).
E. BESARAN PENDANAAN
Besaran dana pembiayaan untuk Hibah Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) maksimum senilai Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dengan melibatkan 2 dosen dan 4 mahasiswa untuk jangka waktu pelaksanaan selama 3-6 bulan.
Dukungan dana diterima melalui dua tahap, tahap pertama sebesar 70% dan tahap kedua sebesar 30%. Dana tahap kedua dapat diterima setelah menyerahkan Laporan kemajuan kegiatan.
F. PERSYARATAN PENDAFTARAN
Program Pengabdian Masyarakat Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Ketua tim pengusul adalah dosen tetap memiliki NIDN minimal S2 lektor/S3 Asisten Ahli.
2. Anggota tim pelaksana Pengabdian Masyarakat sebanyak 2 dosen dan 5 mahasiswa.
3. Kegiatan Pengabdian Masyarakat disarankan bersifat multidisiplin dengan anggota berasal dari unit yang berbeda (Fakultas/Pusat Studi/Sekolah Vokasi/Sekolah Pascasarjana).
4. Ketua tim pengusul hanya boleh mengajukan dalam dua proposal yang didanai pada periode/batch pendanaan yang sama, sebagai ketua dan anggota, atau kedua-keduanya sebagai anggota.
5. Ketua Pengusul tidak memiliki tanggungan laporan kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya di LPPM/LPMPP UMS.
6. Judul kegiatan Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Masyarakat tidak boleh sama dengan judul kegiatan Hibah Pengabdian yang lain pada tahun yang sama.
G. SELEKSI PROPOSAL
Seleksi proposal dilakukan 3 tahap, yaitu Evaluasi Administrasi, desk evaluation dan Evaluasi Pemaparan. Seleksi dimaksudkan untuk menjaring proposal yang memenuhi
17 persyaratan dalam pengembangan mutu pengabdian kepada masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna.
Adapun seleksi proposal Pengembangan Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Masyarakat dilakukan berdasarkan kriteria dan skor seperti dalam Tabel berikut:
No Kriteria Bobot (%) Skor
1. Analisis Situasi dan Permasalahan Mitra: Kondisi eksisting
Mitra, urgensi persoalan yang dihadapi mitra 20 2. Program Kegiatan: kelayakan metode, pendekatan,
kecocokan permasalahan dengan program yang akan dilakukan dan kompetensi SDM/personalia
20
3. Potensi keberlanjutan program: keterlibatan kerjasama dengan mitra pendukung program (swasta/pemerintah), biaya, kesiapan dan daya dukung masyarakat, sarana dan prasarana
25
4. Luaran yang akan dihasilkan: teknologi tepat
guna/prototype/rekayasa sosial/modul/produ 35
TOTAL 100
Keterangan:
Setiap kriteria diberi Skor: 1,2,3,5,6,7 (1=Buruk, 2=Kurang, 3= Cukup, 5=Baik, 6=Sangat baik, 7=Sangat baik sekali) dengan
Passing Grade
= 450.18 BAB 4
PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS PENGEMBANGAN PERSYARIKATAN DAKWAH, AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN (P2DAI)
A. PENDAHULUAN
Program Hibah Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK & Kemuhammadiyahan merupakan salah satu program pengabdian masyarakat yang dikembangkan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Program ini memfasilitasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen/peneliti beserta mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam bentuk kegiatan pemberdayaan & pendampingan masyarakat yang fokus pada Dakwah, Al Islam & Kemuhammadiyah, serta pengembangan persyarikatan.
Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah terbesar mempunyai potensi besar dalam bentuk sumber daya manusia untuk ikut berperan dalam pemberdayaan dan pendampingan yang fokus pada dakwah, AIK &
persyarikatan. Salah satu peran yang dilakukan oleh UMS adalah memfasilitasi program- program pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman Al Islam &
Kemuhammadiyahan, serta ghirah dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang implementatif, serta penguatan program & aktifitas di persyarikatan.
Program pengabdian masyarakat berbasis pengembangan dakwah, AIK &
persyarikatan dilaksanakan dalam bentuk jaringan kerjasama yang sinergis antara berbagai pemangku kepentingan dan berorientasi pada peningkatan pemahaman dan pengamalan dakwah, Al Islam Kemuhammadiyahan serta tumbuhnya semangat dakwah, makmur dan berkembangnya program dan aktivitas AUM & PCM/PRM. Adapun sasaran dari program ini adalah masyarakat luas dapat berupa kelompok masyarakat, komunitas atau lembaga yang berada di pedesaan, Amal Usaha Muhammadiyah, PDM, PCM ataupun PRM. Program Pengembangan dakwah, AIK & Persyarikatan dalam pelaksanaannya sesuai arahan, kesepakatan dan keputusan pimpinan universitas wajib bekerjasama dengan PDM atau PCM dimana lokasi kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan.
Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pengembangan dakwah, AIK &
persyarikatan ini mewadahi implementasi dan aktifitas Program Pengembangan Akademik
19 Mahasiswa di luar kampus melalui aktivitas pengabdian masyarakat berbasis OBE, MBKM, pengembangan talenta dan pengembangan kurikulum yang holistik, sehingga mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mempunyai hak konversi MK yang besaran sks dan nama MK yang berhak dikonversi ditentukan oleh masing-masing prodi dengan mengacu ketentuan dan pedoman pelaksanaan, penilaian & konversi dari pimpinan Universitas.
B. TUJUAN
1. Memberdayakan Amal Usaha dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam mewujudkan peningkatan pemahaman dan pengamalan Al Islam & Kemuhammadiyahan, dakwah yang berkemajuan untuk kemakmuran persyarikatan.
2. Memperkuat dan pemberdayaan cabang istimewa Muhammadiyah di luar negeri dan dakwah Al-Islam Kemuhammadiyahan.
3. Mengembangan model pengembangan pengkaderan persyarikatan berbasis pengembangan persyarikatan Dakwah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
C. LUARAN
Luaran wajib Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK
& Kemuhammadiyahan ini adalah:
a. Peningkatan pemahaman dan pengamalan Al Islam & Kemuhammadiyahan bagi warga atau komunitas binaan UMS, serta pengkaderan persyarikatan.
b. Terbentuknya model kemitraan strategis didalam dan luar negeri, c. Publikasi pada media popular/ilmiah popular, video kegiatan dan poster;
d. Artikel terpublikasi di Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional;
e. Luaran secara administratif (laporan kemajuan dan akhir);
Luaran tambahan dari program ini adalah:
a. Buku ajar atau model pembelajaran kampus Merdeka berbasis pengembangan dakwah, AIK & persyarikatan.
b. Hak Kekayaan Intelektual; paten, paten sederhana, hak cipta, dll.
c. Luaran Iptek lainnya; TTG, Rekayasa Sosial, Model, Purwarupa dan Desain
D. MITRA PENGABDIAN MASYARAKAT
Mitra dari kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan
20 Persyarikatan Dakwah, AIK & Kemuhammadiyahan adalah PCIM, Lembaga Internasional, kelompok masyarakat, komunitas binaan Muhammadiyah, AUM, LPCR, PCM dan PRM. Setiap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini harus bekerjasama dengan Pengurus Muhammadiyah.
E. WAKTU KEGIATAN
Kegiatan Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK & Kemuhammadiyahan ini dirancang untuk waktu pelaksanaan selama 3-4 bulan, dengan jumlah anggota tim dosen sebanyak 4-5 orang dan mahasiswa yang dilibatkan sebanyak 5-10 mahasiswa.
Waktu pengusulan proposal Hibah Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK & Kemuhammadiyahan ini akan diatur melalui informasi yang dikelola oleh Universitas, melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) UMS.
F. SKEMA PENDANAAN
1. Dalam Negeri: Sumber dana Hibah Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK &
Kemuhammadiyahan berasal dari Universitas. Dukungan dana Pembiayaan maksimum senilai Rp. 15.000.000,00 (Lima belas juta rupiah) dengan melibatkan 4-5 dosen dan 5-10 mahasiswa untuk jangka waktu pelaksanaan selama 3-4 bulan. Dukungan dana dari Universitas diberikan melalui dua tahap, tahap pertama sebesar 70% dan tahap kedua sebesar 30%. Dana tahap kedua dapat diterima setelah menyerahkan Laporan akhir kegiatan.
2. Luar Negeri: Sumber dana Hibah Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK &
Kemuhammadiyahan berasal dari Universitas. Dukungan dana Pembiayaan:
No Komponen Besaran
1 Tiket PP per peserta At cost (ekonomi)
2 Biaya Hidup Standar sekolah luar
negeri setempat 3 Travel Dokumen dan setlement/orang 1.000.000 4 Biaya lain yang rasional Negosiated
21 Maksimal anggaran akan ditentukan berdasarkan kebijakan Pimpinan Universitas
*Panduan Pengabdian Kolaborasi Internasional akan diterbitkan dan diinformasikan kemudian
G. PERSYARATAN PENGUSULAN
Kriteria usulan program adalah sebagai berikut:
1. Ketua tim adalah dosen bergelar/pendidikan minimal S2 Lektor atau S3 AA.
2. Anggota tim pelaksana 4-5 dosen dan 5-10 mahasiswa.
3. Ketua tim pengusul hanya boleh di satu proposal yang didanai, pada skim hibah ini.
4. Pengusul tidak memiliki tanggungan laporan kegiatan pengabdian masyarakat dan keuangan sebelumnya.
5. Pengusul tidak sedang menerima Hibah Pengabdian Masyarakat yang lain pada tahun yang sama.
6. Judul kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Pengembangan Dakwah, AIK &
Persyarikatan, tidak boleh sama dengan judul kegiatan Hibah Pengabdian yang lain pada tahun yang sama.
7. Jumlah dana maksimum adalah Rp 15.000.000,- (Lima belas juta rupiah) per proposal untuk periode 3-4 bulan kegiatan atau 10 – 16 kali pertemuan pendampingan.
8. Mahasiswa yang dilibatkan sebagai anggota dalam kegiatan PkM ini memiliki hak untuk konversi matakuliah sesuai edaran Wakil Rektor I UMS tentang Pedoman Pelaksanaan, Penilaian, Konversi, & Mekanisme Program MBKM, PHP2D, & PKM berbasis OBE. Besaran sks dan nama MK yang boleh dikonversi mengikuti keputusan dari masing-masing Program Studi dari mahasiswa.
H. SELEKSI PROPOSAL
Seleksi dimaksudkan untuk menjaring proposal yang memenuhi persyaratan dalam pengembangan mutu pengabdian masyarakat .
Adapun seleksi proposal Hibah Pengembangan Persyarikatan Dakwah, AIK &
Kemuhammadiyahan dilakukan berdasarkan kriteria dan skor seperti dalam Tabel berikut:
22
No. Kriteria yang dinilai Bobot
(%) Skor
Nilai (Skor x
bobot) 1. ANALISIS SITUASI DAN PERMASALAHAN MITRA
Potensi sumber daya dan kondisi eksisting mitra sasaran; urgensi permasalahan
20
2.
PROGRAM DAN SOLUSI YANG DITAWARKAN
Program kegiatan: kelayakan metode, kejelasan indikator capaian, kecocokan permasalahan dengan program dan solusi yang akan dilakukan dan kesesuaian program dengan kompetensi
SDM/personalia
20
METODE PELAKSANAAN
a. Tahapan pelaksanaan kegiatan PkM jelas dan menggambarkan langkah pemecahan masalah
b. Indikator capaian dideskripsikan dengan jelas
c. Susunan organisasi dan pembagian tugas tim pelaksana PkM dijelaskan
20
3. POTENSI KEBERLANJUTAN PROGRAM
Potensi keberlanjutan program: ketersediaan tahapan kegiatan, serta rencana sumber pendanaan, daya dukung masyarakat, keterlibatan kerjasama dengan mitra pendukung program (swasta/pemerintah), biaya, sarana dan prasarana
20
4. TARGET LUARAN Target luaran kegiatan
a. Program mampu membantu memecahkan masalah sosial & dakwah yang dihadapi oleh masyarakat
b. Program mampu mendorong tumbuhnya inisiatif, kreatifitas dan keberlanjutannya oleh mitra
c. Program mampu mengembangkan potensi dan kemandirian mitra
20
TOTAL 100
Keterangan:
Setiap kriteria diberi Skor: 1,2,4,5 (1=Buruk, 2=Kurang, 4=Baik, 5=Sangat baik) dengan
Passing Grade
= 400 tanpa Skor 123 BAB 5
PENUTUP
Penyelesaian Buku Panduan Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan, Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Pengabdian Masyarakat berbasis Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Berkat upaya segenap Tim Penyusun dan Penyelaras Buku Peanduan Pengabdian Masyarakat Tahun 2021 ini dapat diselesaikan. Untuk itu, rasa syukur patut dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perkenan-Nya Buku Panduan ini telah terlesaikan dengan baik. Buku panduan ini merupakan acuan yang jelas dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, khususnya bagi para dosen sebagai pelaku utama kegiatan pengabdian masyarakat. Buku panduan ini juga sebagai acuan yang jelas bagi pegelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta termasuk tim pakar yang mengawal mulai proses seleksi sampai ke tahap pelaporan. Dengan mengacu pada buku panduan ini, para pemangku kepentingan di fakultas kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Walaupun buku panduan ini telah disusun dengan secermat-cermatnya, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekurangsempurnaan. Untuk itu, saran dan kritik sangat diharapkan demi lebih sempurnanya buku panduan ini untuk periode yang akan datang.
Semoga Buku Panduan ini dapat mengawal kegiatan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi sehingga mampu menghasilkan luaran yang dapat memberi sumbangan yang berarti untuk mengangkat daya saing Indonesia dalam di tingkat dunia.
24 DAFTAR PUSTAKA
Panduan Pelaksanaan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Perguruan Tinggi Edisi XII Revisi Tahun 2019 Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan PendidikanTinggi
Panduan Pelaksanaan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Perguruan Tinggi Edisi XII Tahun 2018 Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan PendidikanTinggi
Panduan Pelaksanaan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Perguruan Tinggi Edisi XI Tahun 2017 Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan PendidikanTinggi.
Panduan Pelaksanaan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Perguruan Tinggi Edisi X Tahun 2015 Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan PendidikanTinggi.
Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan danTeknologi. Peraturan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Nomor 603/E1.2/2016 tentang Pedoman Indikator Capaian Tingkat KesiaterapanTeknologi.
Peraturan Pemerintah RI No. 41 Tahun 2006 tentang Perizinan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing, dan OrangAsing.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementrian Riset, Teknologi dan PendidikanTinggi.
Renstra Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta No. 172/II/2016 Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Permenristekdikti Nomor 13 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Tahun2015-2019.
Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2015 tetang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan PendidikanTinggi.
Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional PendidikanTinggi
Permenritekdikti Nomor 42 Tahun 2016 tetang Pengukuran dan Penetapan Tingkat KesiapterapanTeknologi.
Permenritekdikti Nomor 69 Tahun 2016 tentang Pedoman Pembentukan Komite Penilaian dan /atau Reviewer dan Tata cara Pelaksanaan Penilaian Penelitian dengan Mengunakan Stndar Biaya Keluaran.
Statuta Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Undang-Undang No 13 Tahun 2016 tetang Paten
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang PendidikanTinggi.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
25 Lampiran 1. Sistematika Usulan Pengabdian
Proposal pengabdian masyarakat ditulis di atas kertas A4 dengan huruf Tahoma
font
11 dan jarak baris 1,5 spasi. Format yang disajikan dalam proposal adalah sebagai berikut:1. HALAMAN SAMPUL/
COVER
(Lihat Lampiran 1) 2. HALAMAN PENGESAHAN (Lihat Lampiran 2)3.
RINGKASANRingkasan usulan maksimal 500 kata yang memuat permasalahan, solusi dan target luaran yang akan dicapai sesuai dengan masing-masing skema pengabdian kepada masyarakat.
Ringkasan juga memuat uraian secara cermat dan singkat rencana kegiatan yang diusulkan.
4. BAB 1. PENDAHULUAN
Bagian pendahuluan maksimum 2000 kata yang berisi uraian analisis situasi dan permasalahan mitra. Deskripsi lengkap bagian pendahuluan memuat hal-hal berikut.
1) ANALISIS SITUASI
Pada bagian ini diuraikan analisis situasi fokus kepada kondisi terkini mitra yang mencakup hal-hal berikut.
a. Untuk Mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif
a) Tampilkan profil mitra yang dilengkapi dengan data dan gambar/foto situasi mitra.
b) Uraikan segi produksi dan manajemen usaha mitra.
c) Ungkapkan selengkap mungkin persoalan yang dihadapi mitra.
b. Untuk Mitra yang mengarah ke ekonomi produktif
a) Tampilkan profil mitra yang dilengkapi dengan data dan gambar/foto situasi mitra.
b) Jelaskan potensi dan peluang usaha mitra.
c) Uraiankan dan kelompokkan dari segi produksi dan manajemen usaha.
d) Ungkapkan seluruh persoalan kondisi sumber daya yang dihadapi mitra c. Untuk Mitra yang tidak produktif secara ekonomi / sosial
a) Uraiakan lokasi mitra dan kasus yang terjadi/pernah terjadi dan didukung dengan data dan gambar/foto.
26 b) Ungkapkan seluruh persoalan yang dihadapi saat ini misalnya terkait dengan layanan kesehatan, pendidikan, keamanan, konflik sosial, kepemilikan lahan, kebutuhan air bersih, premanisme, buta aksara dan lain-lain.
2) PERMASALAHAN MITRA
Mengacu kepada butir Analisis Situasi, uraikan permasalahan prioritas mitra yang mencakup hal-hal berikut ini.
a. Untuk Mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif: penentuan permasalahan prioritas mitra baik produksi maupun manajemen yang telah disepakati bersama mitra.
b. Untuk Mitra yang mengarah ke ekonomi produktif: penentuan permasalahan prioritas mitra baik produksi maupun manajemen untuk berwirausaha yang disepakati bersama.
c. Untuk Mitra yang tidak produktif secara ekonomi / sosial: nyatakan persoalan prioritas mitra dalam layanan kesehatan, pendidikan, keamanan, konflik sosial, kepemilikan lahan, kebutuhan air bersih, premanisme, buta aksara dan lain-lain.
d. Tuliskan secara jelas justifikasi pengusul bersama mitra dalam menentukan persoalan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama pelaksanaan program PkM.
5. BAB 2. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA
Solusi permasalahan maksimum terdiri atas 1500 kata yang berisi uraian semua solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Deskripsi lengkap bagian solusi permasalahan memuat hal-hal berikut.
a. Tuliskan semua solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan. Solusi harus terkait betul dengan permasalahan prioritas mitra.
b. Tuliskan jenis luaran yang akan dihasilkan dari masing-masing solusi tersebut baik dalam segi produksi maupun manajemen usaha (untuk mitra ekonomi produktif / mengarah ke ekonomi produktif) atau sesuai dengan solusi spesifik atas permasalahan yang dihadapi mitra dari kelompok masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi / sosial.
c. Setiap solusi mempunyai luaran tersendiri dan sedapat mungkin terukur atau dapat dikuantitatifkan.
27 d. Uraikan hasil riset tim pengusul yang berkaitan dengan kegiatan yang akan
dilaksanakan
6. BAB 3. METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan maksimal terdiri atas 2000 kata yang menjelaskan tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra. Deskripsi lengkap bagian metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalahan sesuai tahapan berikut.
a. Untuk Mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif dan mengarah ke ekonomi produktif, maka metode pelaksanaan kegiatan terkait dengan tahapan pada minimal 2 (dua) bidang permasalahan yang berbeda yang ditangani pada mitra, seperti:
a) Permasalahan dalam bidang produksi.
b) Permasalahan dalam bidang manajemen.
c) Permasalahan dalam bidang pemasaran, dan lain-lain.
b. Untuk Mitra yang tidak produktif secara ekonomi / sosial, nyatakan tahapan atau langkah-langkah yang ditempuh guna melaksanakan solusi atas permasalahan spesifik yang dihadapi oleh mitra. Pelaksanaan solusi tersebut dibuat secara sistematis yang meliputi layanan kesehatan, pendidikan, keamanan, konflik sosial, kepemilikan lahan, kebutuhan air bersih, premanisme, buta aksara dan lain-lain.
c. Uraikan bagaimana partisipasi mitra dalam pelaksanaan program.
d. Uraikan bagaimana evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan.
7. BAB 4. LUARAN
Jelaskan luaran (
output
) apa saja yang menjadi target utama (wajib) dan target tambahan.8. BAB 5. RENCANA ANGGARAN DAN BIAYA
Anggaran biaya yang diajukan disusun secara rinci dan dituliksan dengan format seperti berikut.
No. Uraian Keperluan Biaya (Rp) Volume Total (Rp) 1
2
3 dst
28 Total Anggaran yang diusulkan
Dukungan dana dari mitra/lainnya (
bila ada
) 9. JADWAL KEGIATANJadwal pelaksanaan PkM disusun dengan mengisi format tabel berikut dengan memperbolehkan penambahan baris sesuai banyaknya kegiatan.
No Nama Kegiatan
Bulan
1 2 3 4 5 6
10. BAB 6. DAFTAR PUSTAKA
Tuliskan literatur-literatur yang digunakan. Hanya pustaka yang dikutip dalam usulan PkM yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka
11. LAMPIRAN
Dokumen-dokumen terkait sesuai ketentuan dalam panduan yang meliputi:
Lampiran 1. Surat Persetujuan Pimpinan Program Studi Lampiran 2. Surat Pernyataan Kesediaan Kerjasama Mitra
Lampiran 3. Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana (Dosen dan Mahasiswa)
Lampiran 4. Susunan organisasi tim pengusul, pembagian tugas, dan rencana tahapan pelaksanaan pendampingan mitra untuk 12-16 kali pertemuan
29 Lampiran 1.1 Format Halaman Sampul Proposal
USULAN KEGIATAN
SKEMA PENGABDIAN MASYARAKAT
[JUDUL PROGRAM]
Oleh:
Nama Pengusul (Ketua) Nama Pengusul (Anggota) Nama Pengusul (Anggota) Nama Pengusul (Anggota) Nama Pengusul (Anggota)
Nama Fakultas/Program Studi
UNIVERSITAS MUHAMMADIAYAH SURAKARTA TAHUN 2021
30 Lampiran 1.2 Format Halaman Pengesahan
HALAMAN PENGESAHAN SKEMA PENGABDIAN MASYARAKAT
Judul PkM :
Prodi Pengusul :
Tim Pengusul
Nama Ketua Pengusul : Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
1 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
2 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
3 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
4 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Dst…(jika lebih dari 4) Anggota Mahasiswa Anggota Mahasiswa 1 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 2 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 3 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 4 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 5 :
NIM :
Prodi/semester : Dst (jika lebih dari 5)
31 Lokasi kegiatan/mitra :
Usulan Anggaran : - diusulkan Rp. ……….
Kota, tanggal-bulan tahun Mengetahui,
Dekan/Ketua Program Studi,
Tanda tangan
(Nama lengkap & gelar) NIK.
Ketua Tim Pengusul,
Tanda tangan
(Nama lengkap & gelar) NIK.
Menyetujui, Ketua LPMPP UMS
Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., IPM NIK. 624
32 Lampiran 1.3 Format Surat Pernyataan Kerjasama Mitra
SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJASAMA MITRA Yang bertanda tangan di bawah ini :
Mitra Pengabdian Masyarakat “Nama Skema”
Nama :
Jabatan :
Institusi :
Telepon :
Alamat :
Ketua Tim Pengusul Nama lengkap :
NIP/NIDN :
Program Studi :
menyatakan bersedia untuk melakukan kerjasama dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat “Nama Skema” dengan judul :
………...
...………...
...………
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
(kota domisili), ... 2021
Yang Menyatakan,Mitra Kerjasama Ketua Tim Pengusul
(ttd. memakai tinta biru) (ttd. memakai tinta biru) (nama lengkap & gelar lengkap) (nama lengkap & gelar lengkap)
Menyetujui, Ketua Program Studi
(
Nama lengkap dan gelar
) NIK.KOP SURAT INSTITUSI MITRA
Meterai Rp.
10.000,-
33 Lampiran 1.4 Surat Persetujuan Pimpinan Program Studi
SURAT PERSETUJUAN PIMPINAN PROGRAM STUDI
Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama lengkap & gelar :
NIK :
Jabatan :
Program Studi :
Dengan ini menyatakan persetujuan untuk pelaksanaan pengabdian masyarakat “Nama Skema” yang berjudul : ………
...………...
...………
Ketua Tim Pengusul Nama lengkap :
NIP/NIDN :
Program Studi :
Nama Mitra :
Lokasi Mitra : Nama Pimpinan Mitra : No. Telp/HP Mitra :
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Surakarta, ………2021 Menyetujui,
Ketua Program Studi
Ttd & stempel
(
Nama lengkap dan gelar
) NIK.KOP SURAT PROGRAM STUDI
34 Lampiran 2. Sistematika Penyusunan Laporan
Pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta akan dipantau dan dievaluasi oleh penilai eksternal. Hasil pemantauan dan evaluasi dilaporkan oleh LPPMPP melalui halaman website http://isrecod.ums.ac.id/. Selanjutnya penilai LPMPP melakukan pemantauan dan evaluasi terpusat terhadap pelaksanaan pengabdian pada perguruan tinggi setelah menelaah hasil monitoring dan evaluasi internal yang masuk dalam system isrecod. Hasil penilaian evaluasi terpusat dan diunggah secara daring melalui laman website http://isrecod.ums.ac.id/. Pada akhir pelaksanaan pengabdian, setiap pelaksana melaporkan kegiatan hasil pengabdian dalam bentuk kompilasi luaran pengabdian. Setiap pelaksana wajib melaporkan pelaksanaan pengabdian dengan melakukan hal-hal berikut:
a. Mencatat semua kegiatan pelaksanaan program pada Buku Catatan Harian Kegiatan (
logbook
) dan mengisi kegiatan harian secara rutin terhitung sejak penandatanganan perjanjian pengabdian sesuai dengan format terlampir.b. LPMPP menyiapkan instrumen penilaian monitoring dan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
c. Mengirimkan laporan kegiatan pengabdian masyarakat ke LPMPP yang telah ditandatangani Dekan
d. Mengirim dokumen laporan seminar hasil berupa artikel, poster dan profil hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan ukuran file maksimum 5 MB ke laman http://isrecod.ums.ac.id/. Instrumen penilaian seminar hasil sesuai format yang ditentukan.
Sistematika Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian sebagai berikut:
HALAMAN SAMPUL HALAMAN PENGESAHAN DAFTAR ISI
RINGKASAN PROPOSAL BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Analisis Situasi 1.2 Permasalahan Mitra BAB 2. SOLUSI PERMASALAHAN BAB 3. METODE PELAKSANAAN
BAB 4. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN BAB 5. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 5.1 Anggaran Biaya
5.2 Jadwal Kegiatan
(Deskripsi BAB 1 sampai 5 menyesuaikan dengan deskripsi Usulan) BAB 6. PELAKSANAAN KEGIATAN
BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN REFERENSI
LAMPIRAN-LAMPIRAN
35 Lampiran 2.1 Format Halaman Sampul Laporan
LAPORAN KEGIATAN
SKEMA PENGABDIAN MASYARAKAT
[JUDUL PROGRAM]
Oleh:
Nama Pengusul (Ketua) Nama Pengusul (Anggota) Nama Pengusul (Anggota) Nama Pengusul (Anggota) Nama Pengusul (Anggota)
Nama Fakultas/Program Studi
UNIVERSITAS MUHAMMADIAYAH SURAKARTA TAHUN 2021
36 Lampiran 2.2 Format Halaman Pengesahan
HALAMAN PENGESAHAN SKEMA PENGABDIAN MASYARAKAT
Judul PkM :
Prodi Pengusul :
Tim Pengusul
Nama Ketua Pengusul : Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
1 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
2 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
3 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Nama Anggota Pengusul
4 :
Program Studi :
NIDN/NIK :
Dst…(jika lebih dari 4) Anggota Mahasiswa Anggota Mahasiswa 1 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 2 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 3 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 4 :
NIM :
Prodi/semester : Anggota Mahasiswa 5 :
NIM :
Prodi/semester : Dst (jika lebih dari 5)
37 Lokasi kegiatan/mitra :
Usulan Anggaran : - diusulkan Rp. ……….
Kota, tanggal-bulan tahun Mengetahui,
Dekan/Ketua Program Studi,
Tanda tangan
(Nama lengkap & gelar) NIK.
Ketua Tim Pengusul,
Tanda tangan
(Nama lengkap & gelar) NIK.
Menyetujui, Ketua LPMPP UMS
Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D., IPM NIK. 624
38 Lampiran 2.3 Format Surat Pernyataan Kerjasama Mitra
SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJASAMA MITRA Yang bertanda tangan di bawah ini :
Mitra Pengabdian Masyarakat “Nama Skema”
Nama :
Jabatan :
Institusi :
Telepon :
Alamat :
Ketua Tim Pengusul Nama lengkap :
NIP/NIDN :
Program Studi :
menyatakan bersedia untuk melakukan kerjasama dalam pelaksanaan “Skema Pengabdian Masyarakat” dengan judul :
………...
...………...
...………
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
(kota domisili), ... 2021
Yang Menyatakan,Mitra Kerjasama Ketua Tim Pengusul
(ttd. memakai tinta biru) (ttd. memakai tinta biru) (nama lengkap & gelar lengkap) (nama lengkap & gelar lengkap)
Menyetujui, Ketua Program Studi
(
Nama lengkap dan gelar
) NIK.KOP SURAT INSTITUSI MITRA
Meterai Rp.
10.000,-
39