BISNIS PRODUK KIMIA DAN PENDIDIKAN RAMBUTAN DAN PRODUK OLAHANNYA
Disusun Oleh :
Fitria Nur Aini (K3317032) Annisa Shafira Fuady B M (K3317010) Pundung Setia L (K3317058)
Diampu oleh:
Dr. Sri Retno Dwi Ariani, S.Si., M.Si Dr. Susilaningsih, M.Bus
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2020
2 DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 2
BAB I ... 3
POHON IDE ... 3
BAB II ... 4
TEORI BAHAN BAKU ... 4
BAB III ... 27
PROSES PRODUKSI ... 27
BAB IV ... 48
PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PRODUK ... 48
BAB V ... 58
PELABELAN ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 61
3 BAB I POHON IDE
A. POHON IDE
4 BAB II
TEORI BAHAN BAKU
2.1 Teori Bahan Baku Umum A. Definisi Bahan Baku
Bahan baku adalah persediaan yang dibeli oleh perusahaan untuk diproses menjadi barang setengah jadi dan akhirnya barang jadi atau produk akhir dari perusahaan (Syamsuddin, 2001:281). Seluruh perusahaan yang berproduksi untuk menghasilkan satu atau beberapa macam produk tentu akan selalu memerlukan bahan baku untuk pelaksanaan proses produksinya. Bahan baku merupakan input penting dalam berbagai produksi. Kekurangan bahan baku yang tersedia dapat berakibat terhentinya proses produksi karena habisnya bahan baku untuk diproses. Akan tetapi terlalu besarnya bahan baku dapat mengakibatkan tingginya persediaan dalam perusahaan yang dapat menimbulkan berbagai risiko maupun tingginya biaya yang dikeluarkan perusahaan terhadap persediaan tersebut.
Pengertian Bahan Baku menurut Hanggana (2006:11) adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat barang jadi, bahan pasti menempel menjadi satu dengan barang jadi. Dalam sebuah perusahaan bahan baku dan bahan penolong memiliki arti yang sangat penting, karena menjadi modal terjadinya proses produksi sampai hasil produksi. Pengelompokan bahan baku dan bahan penolong bertujuan untuk pengendalian bahan dan pembebanan biaya harga pokok produksi. Pengendalian bahan diprioritaskan pada bahan yang nilainya relative tinggi yaitu bahan baku.
Sedangkan menuru Baroto (2002 : 52), definisi bahan baku adalah barang-barang yang terwujud seperti tembakau, kertas, plastik ataupun bahan- bahan lainya yang diperoleh dari sumber-sumber alam atau dibeli dari pemasok, atau diolah sendiri oleh perusahaan untuk digunakan perusahaan dalam proses produksinya sendiri.
5
B. Tujuan pengendalian persediaan bahan baku
Adapun tujuan paling dasar dari pengendalian persediaan bahan baku adalah kemampuan untuk mengirimkan pesanan (order) pada saat yang tepat kepada pemasok terbaik untuk memperoleh atau mendapatkan kuantitas (jumlah) yang tepat pada harga serta kualitas yang tepat juga.
Di dalam suatu perusahaan, bahan baku serta bahan penolong mempunyai arti yang tergolong sangat penting, hal tersebut karena telah menjadi modal terjadinya proses produksi sampai demgan hasil produksi.
Adapun bahan baku dan bahan penolong dikelompokkan agar bertujuan untuk mengendalikan bahan dan pembebanan biaya ke-harga pokok produksi.
Kemudian pengendalian bahan baku merupakan bahan yang nilainya relatif tinggi dan diprioritaskan atau diutamakan.
Demikian pembahasan mengenai pengertian bahan baku menurut para ahli atau pakar, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan kalian didalam mengetahui pengertian bahan baku dalam pengendalian persediaan (inventory controll) yang berkaitan dengan manajemen operasional.
2.2 Teori Bahan Baku (Rambutan)
A. Buah Rambutan (Sejarah, daerah asal dan penyebaran, syarat tumbuh)
Rambutan (nama botani: Nephelium Lappaceum L.) adalah sejenis pokok buah saka. Rambutan juga merupakan tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata rambutan berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut. Penyebaran tanaman rambutan pada awalnya sangat terbatas hanya di daerah tropis saja, saat ini sudah bisa ditemui di daratan yang mempunyai iklim subtropis. Hal ini disebabkan oleh karena perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berhasil diciptakannya rumah
6
kaca. Hingga saat ini rambutan banyak terdapat didaerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia, Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka. (Mahirworo, dkk, 1989)
Rambutan (Nephelium sp.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara- negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis melalui penyebaran alamiah salah satunya dengan menggunakan biji buah rambutan.
Rambutan (Nephelium lappaceum) merupakan salah satu jenis buah- buahan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh manusia.
Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula yang mudah terlarut dalam air, zat protein dan asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial, vitamin dan zat mineral makro, mikro yang menyehatkan keluarga, tetapi adapula masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pohon pelindung di pekarangan sebagai tanaman
Rambutan dapat tumbuh baik di daerah dengan ketinggian sampai 500 meter di atas permukaan laut dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah.
Meski kurang baik tumbuh pada daerah yang banyak genangan air, namun rambutan perlu daerah dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun atau sistem pengairan yang teratur. Tanaman rambutan dapat tumbuh dan menghasilkan walau dibiarkan tanpa perhatian. Namun bila menghendaki hasil yang optimum, tanaman rambutan juga membutuhkan pemeliharaan yang tidak memerlukan perhatian yang intensif. Pemeliharaannya hanya meliputi pemberian pupuk bila diperlukan, penyiangan tanah sekitar tanaman, dan pemangkasan yang biasanya dilakukan usai pemanenan. (Mahirworo, dkk, 1989)
7
Dalam memperbanyak tanaman rambutan, yang umum dilaksanakan adalah secara vegetatif, meskipun dengan cara generatif pun bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan bijinya. Perbanyakan vegetatif pada buah rambutan dilakukan dengan cara mencangkok, sedang perbanyakan vegetatif – generatif dilakukan dengan okulasi. Untuk menanam rambutan perlu dipilih bibit yang baik, karena tanaman rambutan bukanlah jenis tanaman yang mampu menghasilkan dalam jangka waktu yang pendek. Apabila salah dalam memilih bibit maka akan rugi waktu dan biaya, sebab tidak diimbangi dengan perolehan hasil yang baik. Berikut merupakan gambar buah rambutan.
Gambar 1. Buah Rambutan B. Taksonomi dan Morfologi
Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki rambut di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak atau ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi daging. Bagian buah yang dimakan, daging buah, sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas (rambutan ace atau ngelotok).
Buah rambutan bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau dan menjadi kuning atau merah jika sudah masak. Dinding buah tebal. Biji berbentuk ellips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu.
8
Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai musim rambutan.
Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga. Klasifikasi ilmiah buah rambutan dapat dilihat pada tabel 1 berikut :
Taksonomi Klasifikasi
Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi
Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies
Plantae (Tumbuhan) Tracheobionta(Tumbuhan berpembuluh)
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Rosidae Sapindales Sapindaceae Nephelium
Nephelium lappaceum L.
Kerabat dekat rambutan antara lain kepulasan (N. Mutabile B1.) dan leci (N. Litchi Camb. = Litchi chinensis Sonn). Rambutan merupakan tanaman tahunan (perennial). Secara alami, pohon rambutan dapat mencapai ketinggian 25 meter atau lebih, namun bila di budidayakan pada umumnya hanya dapat mencapai ketinggian 5-9 meter. Habitus tanaman berbentuk seperti payung, dengan tajuk pohon antara 5 – 10 meter, dan memiliki sistem perakaran yang cukup dalam.Batang rambutan berkayu keras, berbentuk gilig, tumbuh tegak (kokoh), dan berwarna kecokelat-cokelatan sampai putih kecoklatan.
Percabangan tumbuh secara horizontal, namun kadang-kadang sedikit miring ke arah atas. Daun rambutan berbentuk bulat panjang dengan ujung tumpul atau meruncing, dan pada umumnya berwarna hijau tua sampai hijau muda,
9
tergantung varietasnya. Bunga muncul dari ketiak daun atau di ujung cabang, tersusun dalam malai (tandan). Setiap tandan terdiri atas 50 – 2.000 kuntum bunga. Bunga rambutan berukuran kecil, berwarna agak kekuning-kiuningan, dan bertangkai pendek. Bunga rambutan kadang-kadang hanya memiliki sifat bunga jantan (masculus) ataupun bunga sempurna (hermaphrodite). Bunga jantan hanya memiliki benang sari (stamen) dan hanya terdapat pada pohon jantan, sehingga tidak akan menghasilkan buah.
C. Jenis-Jenis Buah Rambutan
Produksi rambutan di Indonesia sebagian besar berasal dari pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Dari data yang ada di Balai Penelitian Tanaman Holtikultura – Pasar Minggu, Jakarta, terdapat berbagai jenis rambutan di Indonesia. Berbagai jenis buah rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. Okulasi biasanya dilakukan untuk memperoleh jenis rambutan yang baik dalam arti rasa maupun produksinya.
Dari sejumlah jenis rambutan yang dikenal hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya :
1. Rambutan Rapiah, buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan berambut agak jarang, daging buah manis dan agak kering, kenyal, ngelotok dan daging buahnya tebal, dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik.
2. Rambutan Aceh Lebak bulus, pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus, rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik, buah ini tahan dalam pengangkutan.
3. Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar dan agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.
10
4. Rambutan Binjai, merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar, dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang, rasanya manis dengan asam sedikit, hasil buah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.
5. Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat, rasa buah manis asam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok
Banyaknya jenis rambutan rambutan yang ada disebabkan oleh karena tanaman ini melakukan penyerbukan secara menyilang. Sehingga dalam kondisi alami variasi genetik dari rambutan menjadi banyak, di samping jenis- jenis yang diusahakan oleh manusia sendiri. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut), kandungan vitamin C dan jumlah buah per tanaman. Namun sering pula nama jenis rambutan disesuaikan dengan nama tempat tumbuhnya atau asal tanaman tersebut diintroduksi. Akibatnya sebagian rambutan memiliki nama yang tidak sama, tetapi secara kualitatif memiliki kemiripan, atau sebaliknya. Hal ini lebih disebabkan karena belum adanya publikasi yang merata ke setiap daerah serta kurang jelas dan langkanya pertelaan mengenai rambutan.
D. Kandungan Nutrisi Buah Rambutan
Rambutan adalah salah satu tanaman yang multi guna selain dapat dikonsumsi buahnya tetapi semua bagian dari tanaman ini, dari kulit, daun, biji, sampai akar, dapat berfungsi sebagai obat demam, uban, disentri, sariawan, sampai kencing manis, bisa luntur dengan ramuan yang tepat. Bagian tanaman yang bermanfaat adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya. Selain itu, rambutan yang berfungsi sebagai penghasil buah yang bernilai ekonomi cukup tinggi, juga dapat dimanfaatkan tanamannya sebagai vegetasi tanah pengendali erosi.
11
Buah rambutan selain memiliki bentuk dan warna yang menarik, bulat, merah kekuningan atau merah menyala rasanya cukup khas, kenyal, renyah, manis, dan segar. Nilai gizi buah rambutan cukup tinggi, terutama kandungan vitamin C. (Mahirworo, dkk, 1989)
Meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, namun manfaat buah rambutan sangat banyak sekali. Buah rambutan tidak hanya bermanfaat dagingnya, kulit dan kayu rambutan bahkan dapat mengobati disentri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh berbagai institusi dan ahli kesehatan menunjukkan jika buah rambutan memiliki manfaat dan kandungan yang hampir sama dengan buah jeruk dan apel. Di dalam buah rambutan terdapat berbagai senyawa penting seperti vitamin C, zat besi, fosfor, protein, dan karbohidrat dimana semua zat di atas diperlukan oleh tubuh setiap hari.
Komposisi kimia daging buah rambutan secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Unsur Penyusun Daging Buah
Kadar dalam 100 gr
Air Protein Lemak Glukosa Sukrosa Fruktosa Pati
Serat makanan Asam malat Asam sitrat Abu
Energi Vitamin C Thiamin
80,40 gram 1,00 gram 0,30 gram 2,80 gram 9,90 gram 3,00 gram 0,00 gram 2,80 gram 0,05 gram 0,31 gram 0,30 gram 297,00 Kj 66,70 mg 0,01 mg
12 Ribo flavin
Niacin Mineral K N Ca Mg Fe Zn P
0,07 mg 0,50 mg 140,00 mg 2,00 mg 13,00 mg 10,00 mg 0,80 mg 0,60 mg 16,00 mg 40 %
Tabel 2. Komposisi Kimia Daging Buah Rambutan Bahan yang dapat dimakan Sumber : (Wisnu Broto, 1990) E. Panen dan Pasca Panen
Ciri dan Umur Panen
Buah rambutan yg telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yg disesuikan dengan jenis rambutan yg ada juga dengan mencium baunya serta yg terakhir dengan merasakan rambutan yg sudah masak dibandingkan dengan rambutan yg belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan sekitar bulan Nopember sampai Februari, juga dapat dipengaruhi musim kemarau atau musim penghujan.
Cara Panen
Cara pemanenan yg terbaik adalah dipetik beserta tungkalnya yg sudah matang (hanya yg sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen agar dapat bertunas kembali cepat berbuah apabila pemetikan tidak terjangkau dapat dilakukan dengan menggunakan galah untuk mengkait tangkai buah rambutan secara benar.
Periode Panen
13
Periode pemanenan buah rambutan dilakukan pada sekitar bulan Nopember sampai dengan Februari (masa musim penghujan). Dengan dicari buah yg masak dan yang belum masak supaya ditinggal dulu serta kemudian dipanen kembali.
Alat Pemanen rambutan
Dalam pengembangannya ada alat untuk memanen rambutan yang ringan dan mudah dalam pengoperasiannya. Alat pemanen rambu tan ini mempunyai penjepit untuk memegang tangkai buah, pisau pemotong yang berbentuk sabit, plat pengunci yang bersifat lentur berfungsi agar tangkai buah yang dijepit tidak bergeser ketika pisau mengiris. Selain itu, alat ini mempunyai dudukan sambungan yang memudahkan dalam penyambungan. Alat pemanen rambutan juga ada yang terbuat dari galah yang menggunakan jaring berkerangka dan disertai gunting yang dikendalikan dari pangkal galah yang dipegang pemanen.
Selain itu ada alat pemanen rambutan yaitu Tree Pruner adalah Alat Pemangkas Dahan, Alat Panen Buah yang praktis. Tree Pruner bisa digunakan untuk memangkas segala jenis tanaman yang memiliki dahan sebesar jari telunjuk dewasa sampai ibu jari tangan (jempol) dewasa. Tree Pruner banyak digunakan pengusaha perkebunan untuk memangkas dahan Pohon Albasia (Sengon), Jabon, Jati, memanen Rambutan, Dukuh, Manggis, Mangga, Jeruk, Petai, Jambu, Jengkol dll. Beberapa pohon dihuni oleh Semut Rangge (rang-rang) sehingga akan menyulitkan panen dari atas pohon.
Tree Pruner lebih aman karena anda akan bebas dari resiko jatuh dari pohon.
Anda bebas dari resiko digigit semut rang-rang atau serangga lain, reptil yang berbahaya.
Tree Pruner menggunakan pisau terbuat dari Carbon Steel yang ringan sehingga anda tidak perlu kuatir Pisau akan karatan anda tidak perlu mengasah mata Pisau.
14
Gambar 3. Alat Panen Rambutan Perkiraan Produksi
Apabila penanganan & pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik & benar serta memenuhi aturan yg ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yg maksimal. Setiap pohonnya dapat mencapai hasil minimal 0,10 kuintal, & maksimal dapan mencapai 1,75 kuintal setiap pohonnya.
Pasca Panen Rambutan
1. Pengumpulan : Setelah dilakukan pemanenan yg benar buah rambutan harus diikat secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan.
2. Penyortiran & Penggolongan : Tujuan penyortiran buah rambutan yg bagus agar harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran & mutunya, buah yg kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yg besar dengan sama mutunya, yg biasanya dijual dlm bentuk ikatan & perlu diingat bahwa dlm 1 ikatan diusahakan sama besar & sama baik mutunya.
& dilakukan sesuai dengan jenis rambutan, jangan dicampur adukkan dengan jenis yg lain.
3. Penyimpanan : Penyimpanan yg terbaik untuk mengawetkan buah rambutan biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan/manisan & dimasukkan dlm kaleng/botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik.
15
Hal ini dapat menjaga kesterlilan & ketahanan serta lama penyimpanannya.
4. Pengemasan & Pengangkutan : Hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja,tetapi pada kenampakandan cara pengikatannya,apabilaakan dijual tidak jauh dari lokasi maka cukup diikat & kemudian di angkut dengan kendaraan/dimasukkan dlm karung. Untuk pengiriman dengan jarak yg agak jauh (antar pulau) yg membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan rambutan. Caranya di pak dengan menggunakan peti sebelum dipilih & di pak sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air sabun
& dibilas kemudian dikeringkan, setelah dipisah dari tangkainya, apabila ada yg terkena jamur sebaiknya direndam dulu dengan larutan soda 1,5%
selama 3-5 menit kemudian disikat dengan sikat yg lunak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yg sebelumnya dialasi dengan lumut/ sabut kelapa, setelah itu dilapisi dengan kertas minyak.
Setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan kertas minyak & dengan sabut kelapa yg terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yg pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan.
F. Manfaat Rambutan
Rambutan (Nephelium lappaceum) merupakan salah satu jenis buah-buahan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh manusia. Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula yang mudah terlarut dalam air, zat protein dan asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial, vitamin dan zat mineral makro, mikro yang menyehatkan keluarga, tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan, sebagai tanaman hias.
Buah ini mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium dan vitamin. Kulit buah ini mengandung tannin dan saponim. Biji mengandung
16
lemak dan polifenol. Daun mengandung tannin dan saponium. Kulit batang mengandung tannin, saponim, flavonida, pectic substance, dan zat besi.
Bagian dari tumbuhan ini yang dapat di gunakan sebagai obat adalah kulit buah. Kulit buah digunakan untuk mengatasi disentri dan demam. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi sariawan. Daunnya digunakan untuk mengatasi diare dan bisa menghitamkan rambut.
Akar dari buah rambutan ini dapat digunakan untuk mengatasi demam.
Sedangkan bijinya dapat digunakan untuk mengatasi kencing manis ( diabetes melitus). Buah rambutan dapat di konsumsi orang orang yang tengah berdiet menurunkan atau menjaga berat badan. Kadar serat rambutan sangat tinggi, otomatis bisa membantu melancarkan proses pencernaan dalam tubuh.
Manfaat Atau Khasiat Rambutan
Cara dan contoh pemakaian. Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Untuk pemakaian luar, daun di giling sampai halus, lalu ditambah sedikit air. Kemudian air perasannya dapat digunakan untuk perawatan rambut.
Adapun contoh pemakaiannya adalah sebagai berikut : a. Disentri
Kulit buah rambutan (10 buah) dicuci, lalu di potong-potong seperlunya. Lalu ditambahkan 3 gelas minum air bersih, selanjutnya rebus sampai airnya tersisa setengah. Setelah dingin, disaring dan di minum 2 kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.
b. Demam
Kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 gram) dicuci. Kemudian di tambah 3 gelas air bersih, lalu direbus sampai mendidih selama 15 menit.
17
Setelah dingin, disaring dan di minum 3 kali sehari, masing-masing sepertiga bagian.
c. Perawatan Rambut
Daun rambutan secukupnya dicuci, lalu ditumbuk sampai halus. Sedikit air di tambahkan, aduk rata sampai menjadi adonan seperti bubur. Lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Air yang terkumpul digunakan untuk membasahi kulit kepala. Hal ini dilakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.
d. Kencing Manis
Biji rambutan (5 biji) di goreng tidak menggunakan minyak, lalu digiling sampai menjadi serbuk. Kemudian diseduh dengan satu cangkir air panas.
Setelah dingin airnya di minum sekaligus. Lakukan 1-2 kali sehari.
e. Sariawan
Kulit kayu rambutan (3 ruas jari) di cuci, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Kemudian dipakai untuk berkumur selagi hangat.
G. Syarat Pertumbuhan 1) Iklim
a. Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga.
b. Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1.500-2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun
c. Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.
d. Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari.
18
Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes).
e. Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan.
2) Media Tanam
a. Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sedikit mengandung pasir, juga dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
b. Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6,7 dan kalau kurang dari 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.
c. Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
d. Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak dan kondisi tanah, karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada.
3) Ketinggian Tempat
Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30-500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya.
H. Budidaya Rambutan 1). Pembibitan
• Persyaratan Benih
19
Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh, Lebak bulus, Rambutan Cimacan, Rambutan, Rambutan Sinyonya.
• Penyiapan Benih
Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap disemaikan. Disamping itu dapat pula direndamdengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) 25%
atau Asam Sulfat (H2S04) BJ = 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang dengan air yang mengalir selama 10 menit dan dianginkan selama 24 jam. Untuk menghidari jamur biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya.
• Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih dipilih lahan yang gembur dan mudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi seperti: mencangkul tanah sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput, batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan buatkan bedang-bedeng yang berukuran 1-1,5 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m, dengan keadaan arah membujur dari Utara ke Selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak antara bedeng 30 cm dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang dan benih siap disemaikan. Selain dengan melalui proses pengecambahan juga biji dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan, untuk menyiapkan pohon
20
pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 10 X 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan dan sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman.
• Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Setelah bibit berkecambang dan telah berumur 1-1,5 bulan disiram pagi sore, setelah kecambah dipindah ke bedeng pembibitan penyiraman cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, dengan menggunakan "gembor" supaya merata dan tidak merusak bedengan dan diusahakan air dapat menembus sedalam 3- 4 cm dari permukaan. Kemudian dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur dan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama dan penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun persemaian yang dilakukan terhadap pohon baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian yang ditentukan dengan sistem Fokkert yang sudah disempurnakan yang sebelumnya daun-daun dirontokkan pada pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dan kemudian setelah disiapkan tempat untuk penempelan mata kulit tersebut sampai mata kulit itu tumbuh tunas, setelah itu tunas asli pada pohon induk yang telah ditempel dipangkas, kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disiangi, kemudian dapat juga diberi pupuk urea 10 gram untuk tiap 1 m² untuk 25 tanaman rambutan.
• Pemindahan Bibit
Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil/membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak dan dilakukan penyungkilan sekitar 5 cm dan agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dapat dipotong sedikit untuk menjaga penguapan
21
kemudian lebar daun dipotong separuh serta keping yang menempel dibiarkan sebab berfungsi sebagai cadangan makanan sebelum dapat menerima makanan dari tanah yang baru. Dan ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 30-40 cm dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di Timur dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi.
2). Pengolahan Media Tanam
• Persiapan
Pilihlah tanah yang subur, hindari daerah yang berkondisi tanahnya terlampau liat dan tidak memiliki sirkulasi yang baik, meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu dibajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata.
• Pembukaan Lahan
Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun rambutan dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak/dicangkul. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi kalau dari hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 meter dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus atau tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dan kondisi ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya.
• Pembentukan Bedengan
Setelah tanah keadaan gembur dan buatkan bedeng-bedengan yang berukuran 8 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm dengan perataan dasar atasnya guna menopang bibit yang akan ditanam, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya
22
panjang bedengan sekitar 10 m, dengan keadaan arah membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak antara bedeng 1 m yang diharapkan untuk lalu-lintas para pekerja dan dapat dipergunakan sebagai saluran air pembuangan, dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang
• Pengapuran
Pengapuran pada dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur, setelah lobang-lobang itu digali dengan ukuran penanaman di pekarangan dan dasarnya ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 6-6,7 sebagai syarat tumbuhnya tanaman rambutan, setelah 1 minggu dari penaburan kapur diberi pupuk kandang supaya tanah menjadi subur.
• Pemupukan
Setelah jangka waktu 1 minggu dari pemberian kapur pada lubang- lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 25 kg (kurang lebih 1 blek) dan setelah 1 minggu lahan baru siap untuk ditanami bibit rambutan yang telah jadi.
3). Teknik Penanaman
• Penentuan Pola Tanaman
Penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 10 x 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 3 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua dengan jarak 1-14 meter. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke
23
Timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh.
• Pembuatan Lubang Tanaman
Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit rambutan yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,5 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 3- 4 pekan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan yang nantinya dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, sedangkan jarak antar lubang sekitar 12-14 m.
• Cara Penanaman
Setelah berlangsung selama 2 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti sedia kala dan tanah yang bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 3 blek (1 blek kurang lebih 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 4 pekan dan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru rambutan ditanam dan tidak perlu terlalu dalam secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang rambutan diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya.
• Lain-lain
Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah Timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah.
4). Pemeliharaan Tanaman
• Penjarangan dan Penyulaman
24
Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan.
• Perempalan
Agar supaya tanaman rambutan mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan peempelan/
pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara. Pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir dengan harapan muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dan hasil berikutnya dapat meningkat.
• Pemupukan
Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman rambutan tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan:
a. Pada tahun ke 2 setelah penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 30 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 germ ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon/dengan jalan menggali disekeliling pohon sedalam 30 cm selebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya.
b. Tahun berikutnya perlu dosis pemupukan perlu ditambah dengan komposisi 50 kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gr Urea dan 250 gr ZK dengan cara pemupukan yang sama, apabila menggunakan pupuk NPK maka perbandingannya 15:15:15 dengan ukuran diantara 75-125 kg untuk setiap ha, dan bila ditabur dalam musim hujan dan dengan komposisi 250-350 kg apabila dilakukan saat awal musim penghujan.
• Pengairan dan Penyiraman
25
Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan/okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman rambutan telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukan saja. Dan bila turunterlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air.
• Waktu Penyemprotan Pestisida
Guna mencegah kemungkinan tumbuhnya penyakit/hama karena kondisi cuaca/hewan-hewan perusak maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida umumnyadilakukan antara 15-20 hari sebelum panen dan juga apabila kelembaban udara terlalu tinggi akan tumbuh cendawan, apabila musim penghujan mulai tiba perlu disemprot fungisida beberapa kali selama musim hujan pestisida dan insektisida.
• Pemeliharaan Lain
Untuk memacu munculnya bunga rambutan diperlukan larutan KNO¦ (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO¦ dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) rambutan pada setiap stadium (tahap perkembangan) serta mempercepat pertumbuhan buah rambutan.
5). Hama dan Penyakit
• Hama
Hama tanaman rambutan berupa serangga seperti semut, kutu, kepik, kalong dan bajing serta hama lainya seperti, keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. misal: ulat penggerek buah (Dichocricic punetiferalis) warna kecoklat-coklatan dengan ciri-ciri buah menjadi
26
kering dan berwarna hitam, Ulat penggerek batang (Indrabela sp) membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm, Ulat pemakan daun (Ploneta diducta/ulat keket) memakan daun- daun terutama pada musim kemarau. Ulat Jengkal (Berta chrysolineate) pemakan daun muda sehingga penggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.
• Penyakit
Penyakit tanaman rambutan disebabkan organisme semacam ganggang (Cjhephaleusos sp) yang diserang umumnya daun tua dan muncul pada musim hujan dengan ciri-ciri adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Ganggang Chaphaleuros kesimbiose dengan lumut kerek (lichen) dan dapat dijumpai pada daun dan batang rambutan, yang nampak seperti panu sehingga ranting yang diserang dapat mati; Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus dengan tanda rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.
• Gulma
Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman rambutan yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman rambutan yang akan mengganggu pertumbuhan perkembangan bibit rambutan oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.
27 BAB III
PROSES PRODUKSI 3.1 Emping biji Rambutan
• Alat:
1. Batu Landasan/umpak 2. Palu
3. Wajan
4. Serok 5. Tampah 6. Tungku
• Bahan
1. Biji rambutan
• Cara Membuat:
1. Siapkan biji rambutan yang akan diolah 2. Kemudian cuci biji tersebut sampai bersih
3. Setelah dicuci, sangrai biji rambutan agar kulit ari pada biji rambutan kering dan mengelupas sendiri
4. Tumbuk halus biji rambutan menggunakan palu khusus untuk membuat emping
5. Tumbuk satu persatu bji rambutan sampai membentuk bulatan 6. Setelah seluruh biji rambutan halus ditumbuk dan berbentuk pipih
7. Jemur pada matahari selama kurang lebih dua hari (agar benar- benar kering)
8. Goreng hasil tumbukan biji rambutan dalam minyak yang panas dan banyak
9. Angkat kemudian tiriskan.
28
• Bagan Kerja
3.2 Kopi Biji Rambutan
• Alat
1. wajan tanah , 2. kompor, 3. pasir,
4. saringan penggorengan,
5. tapis, 6. blender, dan 7. plastik kemasan.
• Bahan biji rambutan
• Cara Pembuatan
1. Nyalakan kompor dan panaskan wajan kemudian masukkan beras ketan hitam terlebih dahulu dan disangrai.
2. Setelah itu sangrai juga jahe dan serai yang sebelumnya telah di jemur.
3. Angkat semua bahan tadi dan tiriskan. Setelah itu, masukkan pasir yang sebelumnya telah dicuci dan di tiriskan.
4. Masak pasir hingga panas kemudian masukkan biji rambutan.
5. Sangrai hingga kecoklatan kemudian saring biji rambutan untuk memisahkannya dengan pasir.
6. Setelah itu tiriskan dan blender satu persatu bahan yang telah matang dimulai dari ketan hitam, jahe, serai, dan terakhir kopi biji rambutan.
Siapkan biji rambutan yang akan diolah Kemudian cuci biji tersebut sampai bersih
Setelah dicuci, sangrai biji rambutan agar kulit ari pada biji rambutan kering
dan mengelupas sendiri
Tumbuk halus biji rambutan menggunakan
palu khusus untuk membuat emping sampai membentuk
bulatan pipih
Jemur pada matahari selama kurang lebih dua
hari (agar benar- benar kering)
Goreng hasil tumbukan biji rambutan dalam minyak yang panas dan
banyak.
Angkat dan tiriskan
29
7. Bahan baku yang telah diblender kemudian ditapis untuk mendapatkan bubuk yang halus.
8. Setelah itu campur semua bahan dengan berat bersih 200 gram dengan rincian 150 gram kopi biji rambutan, 40 gram ketan hitam, dan 10 gram jahe atau serai.
9. Kemudian kemas dan siap di pasarkan.
• Bagan Kerja
3.3 Pudding Rambutan
• Alat
1. Sendok, 2. panci, 3. kompor,
4. wadah pudding, 5. pengaduk
• Bahan:
1. 1 bungkus nutrijel puding (cocopandan)
2. 1 sdm gula putih
3. 10 buah rambutan (ambil dagingnya)
4. 600 ml air 5. 3 sdm chia seeds
• Cara Membuat:
Nyalakan kompor dan panaskan wajan kemudian masukkan beras ketan hitam terlebih dahulu dan disangrai.
Setelah itu sangrai juga jahe dan serai yang sebelumnya
telah di jemur.
Angkat semua bahan tadi dan tiriskan. Setelah itu, masukkan pasir yang sebelumnya telah
dicuci dan di tiriskan.
Masak pasir hingga panas kemudian masukkan biji
rambutan.
Sangrai hingga kecoklatan kemudian
saring biji rambutan untuk memisahkannya
dengan pasir.
Setelah itu tiriskan dan blender satu persatu bahan
yang telah matang dimulai dari ketan hitam, jahe, serai, dan terakhir kopi biji
rambutan.
Bahan baku yang telah diblender kemudian ditapis untuk mendapatkan bubuk
yang halus
Setelah itu campur semua bahan dengan berat bersih 200
gram dengan rincian 150 gram kopi biji rambutan, 40 gram ketan hitam, dan 10 gram jahe
atau serai.
Kemudian kemas dan siap
di pasarkan.
30
1. Campurkan nutrijel bubuk dengan air, aduk hingga tidak bergerindil, tambahkan gula, masak hingga mendidih.
2. Siapkan wadah cetakan, tata rapi buah rambutan yang sudah diambil daging nya, taburkan chia seeds, tambahkan puding yang sudah matang, dinginkan dalam kulkas untuk sajian yg lebih nikmat
• Bagan Kerja
3.4 Keripik Rambutan
• Alat:
1. Baskom, 2. pisau,
3. penggorengan, 4. vacuum
• Bahan
1. Buah Rambutan Segar Pilihan 15 kg 2. Glukose secukupnya
3. Minyak Nabati
• Cara membuat keripik rambutan :
1. Pertama-tama kupas kulit buah rambutan, buang isinya dan iris.
2. Kemudian cuci buah rambutan sampai bersih. Setelah selesai dicuci masukan irisan buah rambutan ke dalam freezer kurang lebih 1-2 jam.
3. Masukkan irisan buah rambutan segar ke dalam keranjang penggorengan.
Tutuplah tabung penggorengan dengan kencang.
Campurkan nutrijel bubuk dengan air, aduk hingga tidak bergerindil,
tambahkan gula, masak hingga mendidih.
Siapkan wadah cetakan, tata rapi buah rambutan
yang sudah diambil daging nya, taburkan
chia seeds
tambahkan puding yang sudah matang, dinginkan
dalam kulkas untuk sajian yg lebih nikmat
31
4. Nyalakan pompa dan kompor sampai tekanan menunjukan – 65 cmHg dan suhu tabung penggoreng mencapai 85 derajat celcius, setelah itu turunkan keranjang penggorengan ini akan menyebabkan tekanan dan suhu berubah.
Setiap 5 menit goyang-goyangkan tuas penggoreng agar Kripik Buah Rambutan yang dihasilkan matang secara rata.
5. Intip tabung penggorengan ketika lama menggoreng telah mencapai 2 jam.
Tanda-tanda telah matang adalahs sedikitnya gelembung-gelembung di tabung penggoreng, jernihnya kaca pengintip, tekanan vacuum mencapai - 69 sd -70 cm Hg kembali, dan suhu telah mencapai 85 derajat celcius 6. Setelah matang, tarik tuas penggoreng ke atas lalu matikan pompa. Buka
keran pelepas vacuum dan penutup tabung.
7. Masukan ke dalam spinner dan jalankan spinner sampai tidak ada minyak yang menempel di Kripik Buah Rambutan. Kemas Kripik Buah Rambutan dalam aluminium foil
• Bagan Kerja
3.5 Manisan Rambutan
• Alat 1. panci 2. pengaduk
3. kompor 4. pisau Pertama-tama kupas
kulit buah rambutan, buang isinya dan iris
Kemudian cuci buah rambutan sampai bersih.
Setelah selesai dicuci masukan irisan buah rambutan ke dalam freezer
kurang lebih 1-2 jam
Masukkan irisan buah rambutan segar ke dalam keranjang penggorengan.
Tutuplah tabung penggorengan dengan
kencang.
Intip tabung penggorengan ketika lama menggoreng telah mencapai 2 jam. Tanda-tanda telah matang adalahs sedikitnya gelembung-gelembung di tabung
penggoreng, jernihnya kaca pengintip Setiap 5 menit goyang-
goyangkan tuas penggoreng agar Kripik
Buah Rambutan yang dihasilkan matang secara
rata.
Nyalakan pompa dan kompor sampai tekanan menunjukan – 65
cmHg dan suhu tabung penggoreng mencapai 85 derajat
celcius, setelah itu turunkan keranjang penggorengan ini akan
menyebabkan tekanan dan suhu berubah.
tekanan vacuum mencapai -69 sd -70 cm
Hg kembali, dan suhu telah mencapai 85 derajat
celcius
Setelah matang, tarik tuas penggoreng ke atas lalu matikan pompa. Buka keran pelepas vacuum dan penutup
tabung.
Masukan ke dalam spinner dan jalankan spinner sampai tidak ada minyak yang menempel di Kripik Buah Rambutan. Kemas Kripik Buah Rambutan dalam
aluminium foil
32 5. wadah manisan
• Bahan-bahan:
1. 10 ikat rambutan 2. 1/2 kg gula pasir 3. 2 lembar daun pandan
4. 1/2 buah jeruk nipis 5. 1 liter air
• Cara membuat:
1. Buah rambutan dikupas dan bijinya dibuang serta dibelah menjadi dua bagian atau sesuai selera. Sisihkan
2. Air direbus bersama gula pasir dan daun pandan sampai mendidih.
3. Masukkan daging rambutan, aduk rata. Dimasak hingga matang.
4. Angkat dan biarkan dingin. Beri air jeruk nipis pada manisan rambutan tersebut supaya manisan rambutan lebih segar.
5. Setelah manisan rambutan dingin, masukkan dalam lemari es atau kulkas.
6. Sajikan.
• Bagan Kerja
3.6 Asinan Rambutan
• Alat
1. Cobek batu 2. Pisau
3. Wadah mangkok 4. Sendok
• Bahan-bahan:
Buah rambutan dikupas dan bijinya dibuang serta
dibelah menjadi dua bagian atau sesuai
selera. Sisihkan
Air direbus bersama gula pasir dan daun pandan sampai
mendidih.
Masukkan daging rambutan, aduk rata. Dimasak hingga
matang.
Angkat dan biarkan dingin. Beri air jeruk nipis pada manisan
rambutan tersebut supaya manisan rambutan lebih segar.
Setelah manisan rambutan dingin, masukkan dalam lemari
es atau kulkas.
Sajikan
33 1. 1 Ikat Rambutan
2. Bumbu Halus :
10 Buah Cabe Rawit Merah 1 Sdt Gula Pasir
1/2 Sdt Garam 3. Pelengkap :
1 Buah Jeruk Nipis 1 Buah Jeruk Limau Air secukupnya
• Cara Pembuatan
1. Siapkan rambutan kupas lalu cuci bersih
2. Siapkan bumbu yg dihaluskan,cabe,garam,gula pasir,ulek kasar saja lalu beri air sckpnya,tambahkan perasan jeruk nipis dan jeruk limau,
3. Tuang bumbu ke dalam rambutan,aduk sampai larut,simpan dikulkas setelah dingin baru siap disajikan
• Bagan Cara Kerja
3.7 Sari Buah Rambutan
34
• Alat
1. Kompor 2. Panci 3. Pisau
4. Blender 5. gelas
• Bahan
1. 15 buah rambutan 2. 3 sdm gula pasir
3. Es batu secukupnya 4. Air secukupnys
• Langkah kerja
1. Kupas buah rambutan dari kulitnya, cuci bersih pada air mengalir dan tiriskan
2. Belah buah rambutan jadi 2, keluarkan bijinya
3. Siapkan blender & larutkan gula pasir dalam air terlebih dahulu
4. Blender buah rambutan , tambahkan larutan gula, saring & masukkan dalam gelas
• Bagan Cara Kerja
Siapkan alat dan bahan
Mengupas rambutan, lalu mencucinya sampai bersih
Membelah daging rambutan menjadi 2, buang bijinya
Membuat larutan gula
Haluskan buah rambutan dengan blender, tambahkan larutan gula
Saring dan sajikan dalam gelas
35 3.8 Dodol Rambutan
• Alat
1. Kompor 2. Penggorengan
3. Plastic 4. Blender
• Bahan
1. Siapkan daging buah rambutan sebanyak 1 kg 2. Siapkan tepung ketan putih
sebanyak 400 gram
3. Siapkan tepung beras sebanyak 400 gram
4. Siapkan gula putih sebanyak 2 kg
5. Siapkan santan sebanyak 2 liter
6. Siapkan air sebanyak 100 ml 7. Siapkan agar-agar bubuk
seperlunya
• Cara Pembuatan
1. Gula serta santan dimasak sampai menjadi kental.
2. Gula putih dilarutkan pada air.
3. Campurkan tepung beras serta tepung ketan putih pada larutan gula.
4. Daging buah rambutan yang sudah dihaluskan lalu dimasukan kewajan, lalu diaduk-aduk sampai tidak lengket pada wadah.
5. Yang terakhir campurkan agar-agar, aduk-aduk lagi hingga merata.
matang. setelah matang biarkan dulu sampai dingin. sesudah dingin dodol dibungkus dengan menggunakan plastik/kertas minyak.
36
• Bagan Cara Kerja
Siapkan alat dan bahan
Memasak gula dan santan sampai kental
Melarutkan gula putih, lalu campurkan tepung beras dan tepung ketan pada larutan gula
Masukkan campuran tepung, ke dalam gula dan santan sambil terus dimasak
Haluskan buah rambutan dengan blender, menambahkan daging buah ke dalam wajan tadi
Memasukkan agar-agar ke dalam wajan, aduk hingga merata dan matang
Setelah dingin, kemas dodol dalam plastik
37 3.9 Selai Rambutan
• Alat 1. Wajan 2. Kompor
3. Pisau 4. Blender
• Bahan
1. 750 gr rambutan yang dikupas ambil dagingnya 2. 250 gr gula pasir
3. 250 cc air mineral
• Cara Pembuatan
1. Kupas seluruh rambutan kemudian ambil dagingnya
2. Masukkan buah rambutan dan air ke dalam blender, kemudian di kocok sampai hancur
3. Tuang kedalam wajan buah rambutan yang sudah di blender
4. Masak dalam penggorengan dengan ditambahkan gula pasir sambil diaduk sampai kalis
5. Angkat dan dinginkan, kemudian masukkan dalam botol yang steril 6. Tutup dengan rapat supaya tidak mudah berjamur
7. Kemas dengan menggunakan label kadaluarsa dan siap dipasarkan.
8. Selai bisa bertahan satu bulan sampai satu tahun, jika disimpan dengan benar
38
• Bagan Cara Kerja
3.10 Teh Kulit Rambutan
• Alat 1. Pisau 2. Wadah 3. Gelas
• Bahan
1. Kulit rambutan 2. Air
3. Gula pasir
• Langkah kerja
1. Menyiapkan kulit rambutan kemudian diiris tipis-tipis dan dicuci bersih
Siapkan alat dan bahan
Mengupas buah rambutan, ambil dagingnya
Haluskan daging buah rambutan dengan blender, masukkan ke dalam wajan
Menambahkan gula pasir ke dalam wajan, sambil terus diaduk sampai kalis
Angkat dan dinginkan, kemudian masukkan dalam botol yang steril
39
2. Kulit rambutan yang sudah dicuci tersebut dijemur antara dua hingga tiga hari benar-benar kering yang ditandai terjadinya perubahan warna menjadi cokelat tua
3. Kulit rambutan kering diseduh dengan air panas dengan ditambahkan gula pasir secukupnya
• Bagan Cara Kerja
3.11 Es Krim Rambutan
• Alat 1. Panci 2. Kompor 3. Pengaduk 4. Sendok
5. Wadah tertutup 6. Blender
7. Mixer 8. Pisau
• Bahan
1. Santan 2. Susu
40 3. Gula
4. Air
5. Tepung Maizena 6. Buah rambutan
7. Pengembang 8. Vanili
• Cara Pembuatan
1. Menyiapkan alat dan bahan dalam keadaan bersih.
2. Memasukkan santan kental, santan cair, susu bubuk, gula pasir dan air putih ke dalam panci yang dipanaskan di atas api kecil sambil diaduk sampai mendidih lalu matikan api kompornya.
3. Masukkan tepung maizena ke dalam wadah sambil dilarutkan dengan air hangat, setelah terlarut kemudian masukkan ke dalam adonan santan di panci tadi sambil terus diaduk di atas api kecil sampai mengental.
4. Masukkan adonan ice cream tersebut ke dalam wadah kosong dan tertutup, tunggu sampai uapnya hilang kemudian masukkan dalam lemari pendingin sekitar 2 jam dengan suhu rendah.
5. Siapkan rambutan yang sudah dicuci bersih, pisahkan antara kulit, daging dan bijinya. Setelah cuci bersih dan masukkan sebagian dagingnya ke dalam blender dan diblender selama 1 menit agar teksturnya halus.
Sebagian rambutan yang tidak diblender bisa dipotong kecil-kecil dengan potongan dadu.
6. Setelah adonan yang ada di dalam lemari pendingin agak beku, keluarkan dan mixer dengan ditambah pengembang (SP) sampai mengembang dan adonan kaku sekitar 10 menit (bisa lebih).
7. Campurkan jus rambutan dan potongan rambutan dengan whisk, jangan diblender karena akan merusak tekstur rambutan.
8. Masukkan pewarna makanan dan panili agar aromanya harum.
9. Masukkan adonan ke dalam cup-cup kecil dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin sampai membeku. Jika ice cream tetap dalam suhu ruang maka ice cream bisa tahan 3-4 hari dan siap untuk dipasarkan.
⚫ Bagan Kerja
41 Menyiapkan alat dan bahan dalam keadaan bersih.
Memasukkan santan kental, santan cair, susu bubuk, gula pasir dan air putih ke dalam panci yang dipanaskan di atas api kecil sambil diaduk sampai mendidih lalu matikan api kompornya.
Masukkan tepung maizena ke dalam wadah sambil dilarutkan dengan air hangat, setelah terlarut kemudian masukkan ke dalam adonan santan di panci tadi sambil terus diaduk di atas api kecil sampai mengental.
Masukkan adonan ice cream tersebut ke dalam wadah kosong dan tertutup, tunggu sampai uapnya hilang kemudian masukkan dalam lemari pendingin sekitar 2 jam dengan suhu rendah.
Siapkan rambutan yang sudah dicuci bersih, pisahkan antara kulit, daging dan bijinya.
Setelah cuci bersih dan masukkan sebagian dagingnya ke dalam blender dan diblender selama 1 menit agar teksturnya halus. Sebagian rambutan yang tidak diblender bisa dipotong kecil-kecil dengan potongan dadu.
Campurkan jus rambutan dan potongan rambutan dengan whisk, jangan diblender karena akan merusak tekstur rambutan.
Setelah adonan yang ada di dalam lemari pendingin agak beku, keluarkan dan mixer dengan ditambah pengembang (SP) sampai mengembang dan adonan kaku sekitar 10 menit (bisa lebih).
Masukkan adonan ke dalam cup- cup kecil dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin sampai membeku. Jika ice cream tetap dalam suhu ruang maka ice cream bisa tahan 3-4 hari dan siap untuk dipasarkan.
Masukkan pewarna makanan dan panili agar aromanya harum.
42 3.12 Rambutan Dalam Kaleng
• Alat 1. Panci 2. Kompor 3. Pengaduk 4. Sendok
5. Wadah tertutup 6. Pisau
7. Autoclave
• Bahan 1. Gula 2. Air
3. Asam Sitrat 4. Buah rambutan
• Cara Pembuatan
1. Mencuci dan mengupas buah rambutan dari kulitnya hingga bersih.
Kemudian memisahkan antara daging buah dan biji kelengkeng.
Memotong daging buah rambutan menjadi dua atau tiga bagian jika berukuran besar
2. Menyiapkan larutan gula dengan cara memanaskan air secukupnya kemudian menambahkan gula pasir dan asam sitrat secukupnya sampai rasanya pas (manis asam) lalu mengaduk hingga larut dan membiarkan sampai larutan mendidih.
3. Memasukkan buah rambutan dalam kaleng yang sudah di sterilkan kemudian menuang larutan gula ke dalam kaleng hingga penuh
4. Mensterilkan kembali kaleng berisi buah tadi ke dalam autoclave selama
± 5 menit
5. Melabeli produk
• Bagan Kerja
43 3.13 Minyak Rambut Daun Rambutan
• Alat
Mencuci dan mengupas buah rambutan dari kulitnya hingga bersih. Kemudian memisahkan antara daging buah dan biji rambutan. Memotong daging buah kelengkeng menjadi dua atau tiga bagian jika berukuran besar
Menyiapkan larutan gula dengan cara memanaskan air secukupnya kemudian menambahkan gula pasir dan asam sitrat secukupnya sampai rasanya pas (manis asam) lalu mengaduk hingga larut dan membiarkan sampai larutan
Memasukkan buah kelengkeng dalam kaleng yang sudah di sterilkan kemudian menuang larutan gula ke dalam kaleng hingga penuh
Mensterilkan kembali kaleng berisi buah tadi ke dalam autoclave selama ± 5 menit
Melabeli produk
44 1. Blender
2. Pisau 3. Botol Spray
• Bahan
1. Daun Rambutan 2. Air
• Cara Pembuatan
1. Masukkan daun rambutan dan air yang telah dipersiapkan ke dalam blender
2. Blender kedua bahan tersebut sampai halus
3. Setelah halus, masukkan bahan ke dalam wadah yang telah dipersiapkan.
4. Packing dengan rapi
• Bagan Kerja
3.14 Masker Kulit Rambutan
• Alat
1. Blender 2. Pisau 3. Wadah
Blender kedua bahan tersebut sampai halus Masukkan daun rambutan
dan air yang telah dipersiapkan ke dalam blender
Setelah halus, masukkan bahan ke dalam wadah yang telah dipersiapkan.
Packing dengan rapi
45
• Bahan
1. Kulit Rambutan
• Cara Pembuatan
1. Cuci kulit rambutan yang akan digunakan sebagai masker, 2. Haluskan kulit rambutan tersebut dengan menggunakan blender.
3. Setelah halus dan berubah menjadi pasta, masukkan ke dalam kemasan
⚫ Bagan Kerja
3.15 Sirup Buah Rambutan
• Alat 1. Panci 2. Kompor 3. Pengaduk 4. Sendok
5. Wadah tertutup 6. Saringan 7. Blender
Cuci kulit rambutan yang akan digunakan sebagai masker,
Haluskan kulit rambutan
tersebut dengan
menggunakan blender.
Setelah halus dan berubah menjadi pasta, masukkan ke dalam kemasan
46
• Bahan
1. Buah rambutan 2. Gula pasir 3. Asam sitrat 4. Natrium benzoat 5. Garam dapur 6. Air
⚫ Cara Pembuatan
1. Pilih buah rambutan yang telah masak atau tua dan segar 2. Kupas buah rambutan dan buang isinya
3. Cuci hingga bersih 4. Potong buah kecil-kecil 5. Blender sampai menjadi bubur
6. Tambahkan berturut-turut dengan air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur. Aduk semua hingga tercampur rata
7. Panaskan semua bahan hingga mendidih dan didihkan terus hingga mengental
8. Setelah cukup kental, matikan api dan turunkan 9. Saring lalu dinginkan
10. Masukkan ke dalam botol yang telah disterilisasi, dan tutup rapat
47
⚫ Bagan Kerja
Memilih buah rambutan yang telah masak atau tua dan segar
Kupas buah rambutan dan buang isinya. Cuci hingga bersih
Potong buah kecil-kecil.
Blender sampai menjadi bubur
Tambahkan berturut-turut dengan air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur. Aduk semua hingga tercampur rata
Panaskan semua bahan hingga mendidih dan didihkan terus hingga mengental
Saring lalu dinginkan.
Masukkan ke dalam botol yang telah disterilisasi, dan tutup rapat
48 BAB IV
PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PRODUK
4.1 Definisi Pengemasan
Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada di dalamnya bisa tertampung dan terlindungi. Sedangkan kemasan produk adalah bagian pembungkus dari suatu produk yang ada di dalamnya. Pengemasan ini merupakan salah satu cara untuk mengawetkan atau memperpanjang umur dari produk-produk pangan atau makanan yang terdapat di dalamnya.
Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran).
Kemasan telah menjadi pembawa untuk komunikasi dan penjualan. Kemasan adalah faktor penting dalam keputusan pembelian yang dilakukan pada titik dari penjualan dan juga berperan sebagai barang yang tidak digunakan. Fitur tertentu dalam kemasan diperlukan untuk dimasukkan menurut legislatif dan persyaratan peraturan. Selain itu, kemasannya memiliki banyak fungsi seperti melindungi barang dari lingkungan, menarik konsumen dan memberi informasi kepada pelanggan.
4.2 Fungsi Kemasan
Proses kemasan melibatkan kegiatan mendesain dan memproduksi, fungsi utama dari kemasan sendiri yaitu untuk melindungi produk agar produk tetap terjaga kualitasnya.
49
Fungsi yang paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakan, sehingga lebih mudah disimpan, diangkut dan dipasarkan. Secara umum fungsi pengemasan pada bahan pangan adalah :
• Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga kekonsumen, agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta atau butiran
• Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar ultraviolet, panas, kelembaban udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.
• Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan.
• Meningkatkan efisiensi, misalnya : memudahkan penghitungan (satu kemasan berisi 10, 1 lusin, 1 gross dan sebagainya), memudahkan pengiriman dan penyimpanan. Hal ini penting dalam dunia perdagangan.
• Melindungi pengaruh buruk dari luar, Melindungi pengaruh buruk dari produk di dalamnya, misalnya jika produk yang dikemas berupa produk yang berbau tajam, atau produk berbahaya seperti air keras, gas beracun dan produk yang dapat menularkan warna, maka dengan mengemas produk ini dapat melindungi produk-produk lain di sekitarnya.
• Memperluas pemakaian dan pemasaran produk, misalnya penjualan kecap dan sirup mengalami peningkatan sebagai akibat dari penggunaan kemasan botol plastik.
• Memberi kenyamanan bagi pemakai.
Secara garis besar pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan,