• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat dimana hampir seluruh aspek kehidupan membutuhkan komputer untuk membantu kinerja manusia. Kemanjuan teknologi mengarah kepada perkembangan yang lebih baik, hal ini terlihat dari semakin banyaknya penggunaan teknologi informasi seperti beralihnya sistem manual ke sistem terkomputerisasi. Hal ini memungkinkan kemudahan bagi segala aspek pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia sehingga kinerja dapat lebih efisien dan hasil yang didapatkan dapat lebih maksimal. Salah satu teknologi yang sering dimanfaatkan dan digunakan oleh manusia dalam menunjang aktifitasnya adalah teknologi internet.

Menurut Rudy, George A. A.,Ryan M. A (2010: 2) pada awalnya internet hanyalah sebuah jendela informasi dalam sebuah jaringan berbasis teks berkecepatan rendah dan digunakan untuk bertukar informasi dari suatu komputer ke komputer lain. Saat ini internet telah mengalami berbagai macam perkembangan teknologi seperti dengan adanya www (world wide web) dan berbagai aplikasi grafis dan multimedia yang membuat tampilan internet menjadi interaktif. Perkembangan informasi melalui internet juga didukung dengan adanya peningkatan pengguna yang mengakses internet. Data statistik Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia(APJII) tahun 2012 menunjukan bahwa jumlah pemakai internet di indonesia naik menjadi 63.000.000 dari tahun sebelumnya yaitu 55.000.000. Internet sendiri memungkinkan untuk memperkecil keterbatasan(jarak, ruang, dan waktu) dalam penyampaian informasi di seluruh dunia.

Keterbatasan tersebut dirasakan berdampak sangat besar bagi jalannya proses bisnis, terutama di Jakarta ini yang tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2011 jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia adalah 85.601.351 yang naik dari tahun sebelumnya 2010 yaitu 76.907.127, jumlah ini termasuk mobil pribadi, bis, truk dan kendaraan bermotor. Dengan jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor yang begitu pesat ini kerap menimbulkan kemacetan yang sangat luar biasa, bahkan banyak para

(2)

ahli memperkirakan pada tahun 2014 akan terjadi kemacetan total di Jakarta.

Kemacetan tersebut disinyalir dapat mengakibatkan melebarnya perbedaan jarak.

Diluar tingkat kemacetan Indonesia, perkembangan pemanfaatan internet tidak hanya pada bidang bisnis saja yang memerlukan teknologi tersebut, dalam bidang pendidikan pun mulai dimanfaatkan teknologi informasi berbasis internet yaitu e- learning. Syed, Shinde, Kharpade(2013:246) menyatakan bahwa e-learning merupakan konsep yang berasal dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk merevisi dan mengubah model pengajaran dan pembelajaran tradisional, dan praktek telah berkembang dibeberapa dekade. E-learning memungkinkan para siswa dan siswi untuk dapat memanfaatkan waktunya dengan baik untuk memperdalam ilmu pengetahuan, yang tidak hanya terjadi di sekolah saja.

Melalui e-learning diharapkan segala keterbatasan yang menghambat perluasan pengetahuan dapat diminimalisasikan sehingga pengetahuan yang didapat lebih luas bahkan tidak terbatas.

SMP Negeri 206 Jakarta yang berlokasi di Jl. Meruya Selatan Kembangan Jakarta Barat adalah lembaga pendidikan non profit atau organisasi nirlaba milik pemerintah, karena merupakan organisasi yang berorientasi pada pelayanan publik khususnya dalam bidang pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap masyarakat umum, SMP Negeri 206 Jakarta seharusnya mampu memberikan pendidikan yang berkualitas dan menanamkan budi pekerti yang luhur kepada siswa/siswinya. Karena prestasi dan tingkah laku siswa dan siswinya merupakan indikator bagi kualitas di SMP Negeri 206 Jakarta.

Selama ini proses belajar-mengajar yang berlangsung di ruang kelas merupakan satu-satunya metode pendidikan yang di lakukan di SMP Negeri 206 Jakarta. Sistem pembelajar pasif masih lebih dominan dibandingkan dengan metode belajar aktif, dimana guru menjelaskan materi pelajaran di depan kelas dan para siswa-siswi hanya mendengarkan dan menyalin bahan materi. Masalah yang timbul adalah kurang efektifitasnya proses belajar-mengajar yang berjalan dan kendala materi yang di sampaikan tidak bisa dijelaskan secara terperinci dan lebih dalam, serta waktu yang terbatas mengurangi waktu bagi guru dan siswa untuk melakukan diskusi dan bertukar pikiran. Hal ini dapat menimbulkan tingkat belajar siswa turun karena ketebatasan dalam belajar, dengan menggunakan pembelajaran menggunakan sistem e-learning siswa dapat mengakses pelajaran kapanpun dan dimanapun.

(3)

SMP Negeri 206 Jakarta sebagai institusi pendidikan menyadari perlunya pengembangan e-learning yang berbasis web, sistem ini nantinya diharapkan dapat menambah minat belajar siswa, memudahkan para siswa dalam menangkap pelajaran yang telah dipelajari di sekolah, dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan SMP Negeri 206 Jakarta. Dengan menggunakan aplikasi e-learning berbasis web, diharapkan siswa - siswi dapat meningkatkan kualitas dalam pendidikannya dan dapat memanfaatkan waktu belajar kapanpun untuk siswa dan memberikan materi tambahan selain buku untuk guru.

1.2 Formulasi Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah:

1. Bagaimana proses pembelajaran yang diterapkan oleh SMP Negeri 206 Jakarta saat ini

2. Bagaimana Content e-learning yang sesuai dengan kebutuhan para siswa dan guru 3. Bagaimana perancangan e-learning yang tepat bagi SMP Negeri 206 Jakarta 1.3 Ruang Lingkup

Untuk mencapai penulisan skripsi yang lebih terarah dan terfokus, maka perlu dilakukan pembatasan ruang lingkup yang akan dibahas sesuai dengan tujuan dari penelitian ini. Ruang lingkup ini dibatasi pada:

1. Tahap analisis sampai perancangan website e-learning yang meliputi materi pembelajaran, soal latihan, melihat jadwal mata pelajaran, berita, serta melihat nilai untuk digunakan dalam internal SMP Negeri 206 Jakarta

2. Perancangan sistem tidak membahas sistem keamanan dan sistem keuangan.

3. Penelitian tidak sampai tahapan persetujuan orang tua/wali murid.

1.4 Tujuan dan Manfaat 1.4.1 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

1. Menganalisa proses pembelajaran yang sedang berjalan di SMP Negeri 206 Jakarta dan mengidentifikasikan permasalahan dari hasil analisis tersebut.

2. Menganalisa kebutuhan fitur e-learning yang sesuai dengan kebutuhan para siswa dan guru

3. Merancang aplikasi e-learning yang di dalamnya terdapat fitur-fitur dari hasil analisa pada SMP Negeri 206 Jakarta

1.4.2 Manfaat Penelitian

Adapun Manfaat dari penelitian ini adalah:

(4)

1. Bagi SMP Negeri 206 Jakarta, memperkenalkan e-learning untuk menjadi pendukung kegiatan belajar mengajar, yang diharapkan nantinya akan dikembangkan lebih lanjut untuk kepentingan SMP Negeri 206 Jakarta

2. Bagi para pengguna, khususnya siswa dan guru memberikan kemudahan kemudahan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.

3. Meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 206 Jakarta 1.5 State of Art

Tabel 1. 1 Tabel state of art

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan

1 Analisis strategi:

Matriks IFE, matriks EFE, 5 kekuatan PORTER, matriks IE, matriks SWOT.

Analisis OOAD:Rich picture, class diagram, use case diagram

Agus Putranto, Idris Gautama, dan Daniel Citra

ComTech Vol.1 No.2 Desember 2010: 606- 620

”Analisis dan Perancangan E- learning sebagai Fasilitas Pendukung Proses

Pembelajaran(Studi

Kasus: SMAK

Kalam Kudus II)”

(2010)

1. Keadaan sistem pembelajaran di

SMAK Kalam

Kudus II saat ini,masih berjalan secara konvensional (siswa dan guru masih bertemu di ruang kelas untuk melakukan kegiatan pembelajaran) 2. SMAK Kalam

Kudus II dapat mengimplementasik an E-Learning, berdasarkan analisis yang telah dilakukan 3. Telah dirancang

sistem E-Learning untuk SMAK Kalam Kudus II, yang

(5)

Tabel 1. 2 Tabel State of Art

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan

disesuaikan dengan kebutuhan pada

SMAK Kalam

Kudus II, yang dapat diakses oleh siswa, guru, orangtua dimana saja dan kapan saja dan database E- Learning ini ditangani oleh seorang admin.

2. Matriks SWOT, metode OOAD

Agus Putranto ComTech Vol.2 No. 2 Desember 2011: 646- 661

“Perancangan Sistem E-learning Berbasis Web dengan Analisis SWOT pada Sekolah Menegah

Umum”(2011)

1. Kondisi internal SMU Regina Pacis berada pada tingkatan sedang dan lingkungan industri pendidikan juga berada di dalam tingkatan yang sama.Nilai EFE sebesar 2.5949 dan IFE sebesar 2.8167, SMU Regina Pacis Bogor berada di dalam posisi Maintain and Guard (Jaga dan Pertahankan)

(6)

Tabel 1. 3 Tabel State of Art(Lanjutan)

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan 2. Dari matriks IFE dapat

diketahui bahwa nilai Strengths dari SMU Regina Pacis Bogor adalah 1.8983 dan Weaknesses adalah 0.9184 (lebih besar pada Strengths), nilai Opportunities sebesar 1.6627 dan Threats sebesar 0.9321 (lebih besar pada Opportunities).

3. Adanya sistem e-learning

akan memungkinkan

pemanfaatan peluang-peluang kemajuan teknologi informasi untuk pengembangan metode pembelajaran student centric.

(7)

Tabel 1. 4 Tabel state of art(Lanjutan)

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan

3 SWOT, Porter, Cost and Benefit

Idris Gautama, Fajar Kurniawan

BINUS BUSINESS REVIEW Vol.1 No.2 November 2010: 394- 406

“Perancangan E- learning Berbasis Internet pada Sekolah SMK Negeri 13 Jakarta”(2010)

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan para siswa terhadap penerapan e-Learning berbasis internet di SMKN 13 Jakarta tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh tingkat persetujuan

terhadap kecepatan siswa memahami pelajaran di kelas sebesar 64%, contoh kasus dan soal yang kurang bervariasi di kelas sebesar 71,1%, tingkat keikutsertaan siswa pada kelas bimbingan tambahan sebesar 64,9%, kurangnya waktu untuk diskusi di ke las sebesar 65,2%, metode penyampaian materi yang kurang menarik di kelas sebesar 71,25%, kelengkapan materi yang di sampaikan di kelas sebesar

79,6%, dan kelengkapan buku yang ada di perpustakaan sebesar

(8)

Tabel 1. 5 Tabel state of art(Lanjutan)

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan 78,59%. Dari hasil pengolahan .kuesioner dengan responden diketahui bahwa 73%

siswa sudah memiliki komputer dengan akses internet dan 87% siswa menyatakan bahwa di sekitar tempat tinggal dan sekolah telah tersedia akses internet yang mendukung. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disi mpulkan bahwa infrastruktur yang tersedia untuk mendukung penerapan e-Learning berbasis internet telah cukup mendukung

4. Matriks SWOT, Analisis Non Parametrik

Pingying Zhang, Lakshmi Goel

MERLOT Journal of Online Learning and Teaching Vol. 7, No.

2, June 2011

“Is E-

Learning for Everyone?”

Kombinasi yang berbeda dari faktor internal dan eksternal yang berbeda mempengaruhi

empat hasil. Niat untuk mengambil kursus lebih e- learning, dan efisiensi dan efektivitas menerima lebih dukungan yang signifikan dari hasil-kepuasan terkait.

(9)

Tabel 1. 6 Tabel state of art(Lanjutan)

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan An Internal-

External Framework

of E-

Learning Initiatives”

(2011)

Hasil ini menyiratkan bahwa pilihan pengukuran keberhasilan e-learning penting untuk analisis empiris, terutama ketika pengajar memiliki

Fokus desain e-learning yang berbeda. Hasil ini juga membawa mempertanyakan penggunaan

kepuasan sebagai proxy untuk IT hasil terkait. Kami menemukan bahwa tingkat kepuasan mungkin belum tentu

bervariasi dengan varians dalam kombinasi dari faktor- faktor internal dan eksternal, namun hasil lainnya seperti niat

untuk mengambil kursus e- learning lainnya memang dipengaruhi.

(10)

Tabel 1. 7 Tabel state of art (Lanjutan)

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan

5. ADDIE model, OOAD, Analisis GAP

Siswono, Yurika Liona

ComTech Vol.1 No.2 Desember 2010: 300-308

“Perancangan E- learning dengan Pendekatan ADDIE Model(Kasus:

Mata Pelajaran Bahasa Inggris –

SD IPEKA

TOMANG)”(20 10)

Berdasarkan hasil dan pembahasan perancangan e-learning di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Masalah yang timbul dari siswa SD IPEKA Tomang adalah siswa mengalami kesulitan dalam menguasai bagian mengarang dalam Bahasa Inggris. Mengarang ini mer upakan bagian Bahasa Inggris dimana komponen syntax ( grammar ) dan semantics(arti kata)mempunyai penilaian yang paling penting.

2. Pembelajaran secara elektronik ini berusaha menjembatani antara buku bacaan, penerangan yang diberikan oleh guru dan pemahaman siswa. Aplikasi yang akan diterapkan ini akan membuat guru lebih mudah untuk menerangkan dengan bantuan cerita-cerita dengan menggunakan grammar tertentu dan akan membuat siswa lebih tertarik mempelajari serta siswa akan mudah untuk memahaminya.

(11)

Tabel 1. 8 Tabel state of art (Lanjutan)

No

Metode Penelitan

Nama

Pengarang Jurnal Hasil Penelitan

3. Pembel

ajaran secara elektronik (e- Learning) akan merubah proses pembelajaran yang terdapat di SD IPEKA Tomang dari pembelajaran dengan menggunakan whiteboard menjadi pembelajaran media komputer sebagai pengantara proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas.

Gambar

Tabel 1. 1 Tabel state of art
Tabel 1. 2 Tabel State of Art
Tabel 1. 3 Tabel State of Art(Lanjutan)
Tabel 1. 4 Tabel state of art(Lanjutan)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan