BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian ini direncanakan selama dua bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Mei 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada setiap trip My Permata Wisata seperti Bali, Dieng, Green Canyon-Pangadaran, Bromo, Krakatau, Karimun Jawa, Sawarna dan Pulau Pari, sehingga data untuk penelitian ini mudah dan cepat didapat. Sugiyono (2009) dengan adanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan suatu kondisi yang cukup baik, sehingga responden dengan sukarela akan memberikan data yang objektif dan tepat. Gambaran umum objek dalam penelitian ini adalah individual, yaitu peserta yang mengikuti trip My Permata Wisata.
B. Desain Penelitian
Berdasarkan tujuan dan bentuk permasalahan dari penelitian ini, maka penelitian ini bersifat mempengaruhi antar variabel, maka penelitian ini menggunakan desain penelitian hubungan dan menurut sifat hubungannya, penelitian menggunakan hubungan sebab-akibat (kausal). Menurut Sugiyono (2007) “desain kausal adalah penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan-sebab akibat antara
variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi)”.
C. Definisi Operasional Variabel
1. Definisi variabel
Pengertian variabel menurut Sugiyono (2012) adalah sebagai berikut:
“Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang objek atau kegiatan yang mempunyai variasi yang tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Sedangkan berdasarkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lain Sugiyono (2012) menyebutkan macam-macam variabel dalam penelitian sebagai berikut :
1) Variabel Independen
Variabel independen juga disebut dengan variabel bebas yaitu merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Variabel independen dalam penelitian ini adalah :
a. Kualtas Pelayanan (X1).
b. Harga (X2).
2) Variabel Dependen
Variabel dependen juga disebut dengan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah :
a. Kepuasan konsumen (Y).
Definisi dari masing-masing variabel yang ada pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Variabel kualitas pelayanan (X1) adalah kualitas dari tour & travel memberikan pelayanan kepada para konsumennya.
b. Variabel harga (X2) adalah suatu gambaran atau persepsi tentang harga dari suatu produk jasa tersebut.
c. Variabel kepuasan konsumen (Y) adalah suatu kepuasan konsumen ketika sudah mendapatkan manfaat dari jasa tersebut.
2. Definisi operasional variabel
Operasional variabel digunakan untuk mengukur suatu variabel agar dapat dioperasikan dalam suatu penelitian, berikut operasional variabel dalam penelitian ini:
Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel
Variabel Dimensi Indikator Pengukuran Skala
Kualitas Pelayanan (X1)
Parasuraman , Zeithaml, dan Berry (Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra, 2007)
Empati Keramahan Tour
Leader Skala Likert Ordinal Keandalan Tingkat ketepatan
waktu pelayanan
Skala Likert Ordinal
Sikap dalam membantu
konsumen
Bukti fisik Fasilitas fisik yang bagus, bersih, dan memadai
Skala Likert Ordinal Tour Leader yang
rapi dan sopan Harga (X2)
Kertajaya (2002)
Kesesuaian Kesesuaian harga produk dengan kualitas produk
Skala Likert Ordinal
Perbandingan Tingkat
Perbandingan harga dengan harga produk yang lain dan sejenis komunitas
Skala Likert Ordinal
Diskon Tingkat potongan
harga yang
diberikan
Skala Likert Ordinal Keterjangkauan Tingkat
keterjangkauan harga
Skala Likert Ordinal Kesesuaian Tingkat kesesuaian
harga dengan manfaat, kualitas
produk dan
pelayanan
Skala Likert Ordinal
Kepuasan Konsumen (Y)
Fandy Tjiptono (2008, p.25)
Keyakinan Tingkat keyakinan
menggunakan jasa Skala Likert Ordinal Kesesuaian Kesesuaian
keinginan dan kebutuhan
konsumen
Skala Likert Ordinal Rekomendasi Keinginan untuk
merekomendasikan Skala Likert Ordinal
D. Pengukuran Variabel
Karena instrumen penelitian akan digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setiap instrumen harus mempunyai skala (Sugiyono, 2012).Untuk semua variabel, skala yang digunakan adalah skala ordinal. Menurut Sugiyono (2012) “Skala ordinal adalah skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan kategori, tetapi juga menyatakan peringkat constructyang diukur.”
Dengan demikian skala ordinal yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi berupa nilai atau angka.
E. Populasi dan Sampel penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyekyang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2011). Populasi merupakan kumpulan individu atau objek penelitian yang memiliki kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta yang mengikuti trip My Permata Wisata. Diketahui kurang lebih sebanyak 500 peserta sudah mengikuti trip My Permata Wisata periode April – Mei 2015.
2. Sampel Penelitian
Sugiyono (2011), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling, Teknik ini digunakan bila populasi
mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2011). Sampel dipilih secara cermat dengan mengambil orang atau objek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri-ciri yang spesifik. Ciri-ciri yang dimaksud adalah :
1) Responden yang dipilih adalah peserta trip My Permata Wisata.
2) Responden telah berumur diatas 17 tahun, dengan asumsi pada usia tersebut konsumen dapat memahami dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangannya sendiri.
Ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 83 responden, karena dianggap cukup mewakili jumlah responden yang dapat ditemui di lapangan dan bersedia mengisi kuisioner. Menurut Roscoe (dalam Sekaran, 2006:150) mengatakan bahwa aturan untuk ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah adalah tepat untuk kebanyakan penelitian.
F. Tehnik pengumpulan data
Berdasarkan skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ordinaldimana dengan tujuan mendapatkan informasi berupa nilai atau angka, maka teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2012) metode kuantitatif adalah data penelitian yang diperoleh berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan statistik.
Pada penelitian ini teknik pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Kuesioner (Angket)
Menurut Sugiyono (2012) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Serta merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Kuesioner juga cocok digunakan jika jumlah responden cukup besar dan tersebar diwilayah yang luas.
Pada kuesioner, peneliti menggunakan skala Likert untuk mengukur tanggapan yang diberikan oleh responden. Menurut Sugiyono (2012) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Berikut tabel skala Likert :
Tabel 3.2 Skala Likert
Jawaban Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
Sumber : Sugiyono (2012)
b. Wawancara
Menurut Sugiyono (2012) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menemukan masalah yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedikit/kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur(peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh) maupun tidak terstruktur (peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap sebagai pengumpul datanya) dan dapat dilakukan secara langsung (tatap muka) maupun secara tidak langsung (melalui media seperti telepon).
G. Metode Analisis
Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Multiple Linier Regresion atau regresi linier berganda. Menurut Sugiyono (2012) Regresi Linier Berganda digunakan oleh peneliti bila penelitian bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua variabel independen sebagai faktor predikator dimanipulasi.
1. Statistik deskriptif
Statistik deskriptif adalah teknik statistik yang bertujuan memberikan penjelasan atau informasi mengenai karakteristik dari suatu kelompok data atau lebih sehingga pemahaman akan ciri-ciri yang unik atau khusus dari kelompok data tersebut dapat diketahui. Menurut Ghozali (2006) statistik deskriptif memberikan
gambaran atau deskripsi suatu data dilihat dari nilai rata-rata (mean), nilai tertinggi (maksimum), nilai terendah (minimum) dan standar deviasi.
2. Uji instrumen data
a. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2006). Instrumen yang valid dapat digunakan untuk pengukuran objek penelitian dengan tepat. Uji validitas ini digunakan untuk mengetahui seberapa cermat suatu instrumen melakukan fungsi ukurnya. Menurut Ghozali, (2006) uji validitas salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor variabel. Untuk melihat signifikansinya, dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom(df) = n-2 dimana n adalah jumlah sampel.
Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas adalah:
a. Jika nilai rhitung>rtabel, maka item pertanyaan atau pernyataan dalam angket berkorelasi signifikan terhadap skor total (artinya item angket dinyatakan valid).
b. Jika nilai rhitung<rtabel, maka item pertanyaan atau pernyataan dalam angket tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (artinya item angket dinyatakan tidak valid).
b. Uji reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur kehandalan, ketetapan atau konsistensi suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan handal jika jawaban responden terhadap butir-butir pertanyaan dalam kuesioner adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006).
Manfaat melakukan uji reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan benar-benar handal dan mengukur apa yang ingin diketahui oleh peneliti.
Sedangkan untuk mengukur reliabilitas, dilakukan dengan uji statistik CronbachAlpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai α > 0,60
(Nunnally dalam Ghozali, 2006).
3. Uji asumsi klasik
a. Uji normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji F dan t mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal, jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid (Ghozali, 2006).
Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitasresidual adalah uji statistik non-parametikKolmogorov-Smirnov (K-S) dengan taraf signifikan 5%
atau 0,05. Apabila hasil uji normalitas sudah lebih dari taraf signifikan maka data tersebut normal (Ghozali, 2006).
b. Uji multikolinearitas
Menurut Ghozali (2006) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi diantara variabel bebas (independen).
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkolersai, maka variabel-variabel ini tidak ortognal. Variabel ortognal adalah variabel independen yang nilai korelasinya antar sesama variabel independen sama dengan nol.
Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolonieritas dapat dilihat dari nilai Tolerancedan lawannya VarianceInflationFactor(VIF). Nilai yang umum dipakai
untuk menunjukan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance≤ 0,10 atau dengan nilai F ≥ 10 (Ghozali, 2006).
c. Uji heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variancedari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2006).
Cara mendeteksinya adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplotantara SRESID dan ZPRED, dimana sumbu Y adalah Y yang telah
diprediksi, dan sumbu x adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di- standardized(Ghozali, 2006).
Sedangkan dasar pengambilan keputusan untuk uji heteroskedastisitas adalah (Ghozali, 2006) :
a. Jika ada pola tertentu, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
4. Uji analisis regresi linier berganda
Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan analisis regresi linear berganda (Multiple Linier Regression). Untuk regresi yang variabel independennya terdiri atas dua atau lebih, regresinya disebut juga regresi berganda.
Oleh karena variabel independen dalam penelitian ini mempunyai variabel dua, maka regresi dalam penelitian ini disebut regresi berganda.
Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel penjelas/bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan/atau memprediksi rata-rata
populasi atau nilai-nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Ghozali, 2006).
Persamaan Regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen atau bebas yaitu Kualitas Pelayanan (X1) dan Harga (X2) terhadap Kepuasan Konsumen (Y).
Rumus matematis dari regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan
Y = Kepuasan Konsumen
a = konstanta regresi
b1 = koefisien regresi antara Kualitas Pelayanan dengan Keputusan Pelanggan
b2 = koefisien regresi antara Harga dengan Keputusan Pelanggan
X1 = Variabel Kualitas Pelayanan
X2 = Variabel Harga
e = nilai residu
5. Uji Hipotesis
a. Uji serentak (Uji F)
Menurut Ghozali (2006) Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
Dengan kriteria pengujian pada taraf signifikansi 5% dengan tingkat kebebasan (n-2) :
a. Bila tingkat signifikansi > 5% maka : H0 : Diterima
Ha : Ditolak
b. Bila tingkat signifikansi ≤ 5% maka : H0 : Ditolak
Ha : Diterima
b. Uji parsial (Uji t)
Menurut Ghozali (2006) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen.
Dengan kriteria pengujian pada taraf signifikansi 5% dengan tingkat kebebasan (n-2) :
a. Bila tingkat signifikansi > 5% maka : H0 : Diterima
Ha : Ditolak
b. Bila tingkat signifikansi ≤ 5% maka : H0 : Ditolak
Ha : Diterima
c. Koefisien determinasi (Adjusted R2)
Menurut Ghozali (2006) koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Kriteria penilaian adjusted R2 sebagai berikut :
a. Bila nilai adjusted R2kecil, maka kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen kecil.
b. Bila nilai adjusted R2 mendekati satu, berarti variabel-variabel independen dapat memberikan hampir seluruh informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.