Wei mI
‘S wWei uWei
: 4,513.2
: -24.0 (-0.53%) : 3,638 Mn shares : 5,225 Bn rupiah
+/- %
BBRI 11,725 125 1.1
HMSP 91,975 600 0.7
JKON 825 105 14.6
EMTK 10,300 300 3.0
TLKM 3,135 -55 -1.7
BBCA 13,025 -150 -1.1
UNVR 35,725 -100 -1.0
SCMA 2,950 -125 -4.1
Foreign Net Buy / Sell
Net Buy (Rpbn) Net Sell (Rpbn)
BBRI 60 TLKM 115
BBTN 39 BMRI 92
JSMR 23 SMGR 65
LPPF 20 BBCA 60
UNTR 13 ASII 59 Money Market
+/- %
USD/IDR 13,835 -75.0 -0.5
JIBOR O/N 5.8 0.0 -
Infl (MoM) 1.0 - -
Dual Listing Securities
+/- %
TLKM 44.7 -0.8 -1.7
ISAT 32.4 0.4 1.4
EIDO 20.8 0.3 1.3
World Indices
+/- %
DJIA 16,379 228 1.4
S&P 500 1,922 32 1.7
Euro Stoxx 3,024 -49 -1.6
MSCI World 1,549 5 0.3
Nikkei 17,716 0 0.0
Hang Seng 19,817 -117 -0.6
Commodities
+/- %
WTI Oil 31 -0.1 -0.2
CPO Malay 2,402 -9.0 -0.4
Coal Newc 49 0.4 0.7
Lagging Movers
Market Activity
Friday, 15 Jan 2016
Market Index Index Movement Market Volume Market Value
Last Close
Changes Leading Movers
Last Close
Changes Last
Close
Changes
Last Close
Changes
Last Close
Changes
RISET SAHAM HARIAN
Jumat, 15 Januari 2016
Bom Jakarta telah priced in kemarin
Ketiga indeks acuan AS semalam ditutup menguat, didorong oleh kenaikan harga minyak dunia, komentar The Fed serta laporan kinerja JPMorgan Chase yang tercatat diatas ekspektasi pasar. Dari pasar Eropa, pelemahan yang terjadi salah satunya didorong oleh penurunan saham berbasis automotive. Dari pasar Asia Pasifik, pagi ini beberapa indeks tercatat menguat. Sementara itu dari pasar komoditas hari ini minyak dan emas ditransaksikan melemah setelah mengalami penguatan di perdagangan kemarin.
Dari pasar dalam negeri, ditengah minimnya katalis penggerak dan kenaikan yang terjadi selama dua hari berturut turut, IHSG kemarin ditutup melemah. Pergerakan intraday sempat mencatat IHSG menyentuh level terendahnya tahun ini dipicu oleh kejadian Bom Jakarta. Namun demikian, indek kembali mengalami permbalikan dan ditutup melemah -0.53%.
Indeks kami perkirakan berpotensi ditutup menguat tipis. Di sisi lain, kekhawatiran dampak penurunan BI rate yang akan mendorong pelemahan rupiah berpotensi menjadi penghalang penguatan indeks. Namun kami melihat, keputusan BI untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan stabilisasi nilai tukar rupiah (berbeda dengan tahun lalu) akan memberikan sentimen positif pada pasar.
Dampak Bom Jakarta kami lihat telah priced in pada transaksi perdagangan kemarin.Pasar kini tengah menanti rilisnya data export, import dan trade balance yang dijadwalkan akan terbit pada 15/1/16, setelah terbitnya data BI rate yang sesuai dengan harapan sebagian pelaku pasar (turun 25bp ke 7.25%). Nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp13.907 dari 13.835 pada hari sebelumnya.
Highlights
BMRI : Kinerja diperkirakan membaik tahun ini
PWON : Strategi PWON jaga pertumbuhan
GIAA
SAMUEL
SEKURITAS INDONESIA
Tahun lalu, manajemen mengestimasi kredit tumbuh 13% yoy dengan NPL gross (bank only) sebesar 2,2%. Laba bersih diperkirakan lebih dari Rp 20 triliun.
Di tahun ini, manajemen menargetkan pertumbuhan kredit 13-15% dengan NPL gross dijaga pada level 2,5-2,9%. Adanya ancaman NPL membuat coverage ratio rencananya akan ditingkatkan menjadi 200% dari saat ini sekitar 170%. Laba bersih bank only diperkirakan Rp 22-23 triliun di tahun ini.
Comment:
Angka estimasi NPL tahun lalu tersebut menunjukkan pembaikan dari posisi 2,4%
per Sep 2015. Estimasi laba itu pun lebih tinggi dari perkiraan konsensus pada Rp 19,5 triliun. Sehingga, kinerja 2015 diperkirakan akan relatif inline dengan ekspektasi pasar. Namun, di tahun ini ada ancaman NPL yang perlu diwaspadai, dilihat dari management guidance dan rencana kenaikan coverage ratio tersebut.
Kredit infrastruktur merupakan segmen penting dalam menopang kinerja tahun ini.
(Investor Daily, BMRI: Buy, 16E’ PE:10.3, PBV:1.6)
Automotive: Penjualan motor turun 18%YoY
Penjualan sepeda motor sepanjang tahun lalu tercatat mengalami penurunan menjadi 6.47juta unit (18%YoY) dibandingkan dengan angka FY14 sebanyak 7.91juta unit.
Dari total penjualan segmen motor matik memberikan kontribusi sebesar 76%, sedangkan motor sport 13% dan motor bebek 11%. Sementara itu, penjualan PT Astra Honda Motor turun 11.8%YoY atau menjadi 4.45juta unit.
Namun demikian, dari sisi pangsa pasar AHM masig mencatat mayoritas dan bahkan mengalami kenaikan menjadi 68.8%. Untuk ASP tahun ini kenaikan diperkirakan akan berkisar Rp100.000-Rp400.000. (Bisnis Indonesia. Automotive:
neutral)
PWON: Strategi PWON jaga pertumbuhan
PT Pakuwon Jati (Persero) Tbk (PWON), terus berupaya menjaga pertumbuhannya tahun ini ditengah tantangan industri yang masih akan terjadi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui perluasan area ritel dan gedung perkantoran.
Dari sisi cadangan lahan, perusahaan memiliki area yang luas dan berlokasi premium di Jakarta dan Surabaya. Hal ini memungkinkan PWON untuk tetap melakukan pengembangan usaha beberapa tahun kedepan, dengan fokus masih akan dilakukan di dua lokasi Jakarta dan Surabaya dengan bisnis utama pengembangan properti dan investasi. (Kontan. PWON: Hold, 16E’ PE: 10.6x, PBV: 2.4x).
GIAA: Targetkan SLF rata-rata akan mencapai 80%
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), mentargetkan tingkat keterisian pesawat (SLF) untuk rute Denpasar-Shanghai, China rata-rata akan mencapai 80%, atau naik dibandingkan dengan saat penerbangan perdana rute tersebut sebesar 70%.
Saat ini, GIAA telah melayanai 26 penerbangan ke 3 kota besar di China (Beijing, Guangzhou dan Shanghai) baik melalui Jakarta maupu Denpasar. Tahun lalu saat imlek SLF mencapai 87%m sedangkan tahun ini ditargetkan akan mencapai 90%.
Rute ke negara China dan rute international lainnya tersebut diharapkan akan ikut memberikan kontribusi pertumbuhan, seiring dengan target pemerintah yang mentargetkan akan mencatat angka kunjungan wisatawan 12juta wisatawan asing tahun ini. (Bisnis Indonesia. GIAA: Buy, 16E’ PE: 11.1x, EV/EBITDA:3.86x).
ANTM: Akan bangun smelter di 2Q16
ANTM berencana membangun smelter untuk memproduksi alumina pada 2Q16 di Kalimantan Barat bersama PT Inalum dan Chinalco asal China.
Nilai investasinya sekitar USD 1,5-1,8 miliar dan sedang dihitung ulang.
Diharapkan smelter itu bisa berproduksi pada 2019.
Tahun ini, ANTM menyiapkan capex Rp 2 triliun untuk proyek smelter tersebut, proyek anode slim, dan proyek pabrik feronikel Halmahera Timur. (Kontan, ANTM: Hold, 16E’ EV/EBITDA: 19.5)
Pakan ternak: Kuota impor jagung turun
Tahun ini, kuota impor jagung turun menjadi 2,4 juta ton dari 2,5 juta ton pada tahun lalu. Jatah impor kuartal I-2016 baru diberikan kepada Bulog, padahal perusahaan pakan ternak sudah menandatangani kontrak pada akhir tahun 2015.
Saat ini ada sekitar 200,000 ton jagung yang tertahan di pelabuhan Banten, Semarang, dan Surabaya. (Kontan. Sektor Poultry: Overweight).
Mining: Konsorsium BUMN siap akuisisi saham Freeport
Kementerian BUMN menyatakan beberapa BUMN tambang yang terdiri dari PT Antam (ANTM), PT TB Bukit Asam (PTBA), PT Timah (TINS) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah membentuk konsorsium untuk menyerap divestasi 10.6% saham Freeport.
Konsorsium tersebut siap mengalokasikan dana sekitar US$500 juta – US$1 miliar sebagai porsi ekuitas untuk langkah akuisisi tersebut. Sisa kebutuhan dana investasi akan menggunakan pinjaman dari bank BUMN.
sahamnya senilai US$1.7 miliar atau sekitar Rp23.6 triliun kepada pemerintah.
Pemerintah menyatakan akan mengevaluasi nilai penawaran tersebut dan berusaha untuk menegosiasikannya lebih lanjut. (Mining Sector: Neutral)