• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

35

Universitas Kristen Petra 3. METODE PENELITIAN

3.1. Definisi Konseptual

Berdasarkan judul penelitian ini: “Strategi Komunikasi Public Relations PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jatim, Bali, Nusra dalam Program CSR

‘BUMN Hadir untuk Negeri 2016’”, dapat ditentukan definisi konseptual dalam penelitian ini yaitu:

3.1.1. Strategi Komunikasi

Kegiatan atau aktivitas yang tidak berdasarkan perencanaan strategis biasanya hanya terfokus pada pembagian kerja media terhadap jenis pesan, sedangkan kegiatan yang berbasis pada perencanaan strategis selalu terstruktur dan terperinci. Karena itu, kegiatan atau aktivitas komunikasi yang dilakukan juga perlu direncanakan secara strategis, melalui adanya strategi komunikasi. Hallahan et al. (2007, p.3) dalam Asmuß (2016, p.197), mendefinisikan strategi komunikasi sebagai “the purposeful use of communication by an organization to fulfill its mission (penggunaan komunikasi secara bertujuan oleh sebuah organisasi untuk memenuhi misinya)”. Menurut Onong Uchjana Effendy (2008, p.33), strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen (management communication) untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu, bergantung kepada situasi dan kondisi (Effendy, 2008, p.33).

Penelitian yang peneliti lakukan kali ini menggunakan tinjauan tahap strategi komunikasi dari Phil Jones (2008), yang terdiri dari 5 tahap, yaitu strategic analysis and planning (analisis dan perencanaan strategis), strategic design and implementation planning (perencanaan desain dan implementasi strategis), launching the strategy (meluncurkan strategi), follow-up and commitment (tindakan lanjutan dan komitmen), serta embedding the strategy and tracking the results (menanamkan strategi dan melacak hasilnya).

(2)

36

Universitas Kristen Petra 3.1.2. Corporate Social Responsibility (CSR)

Dalam penelitian ini, program CSR yang dimaksud adalah program

“BUMN Hadir untuk Negeri” tahun 2016. Program “BUMN Hadir untuk Negeri 2016” terdiri dari 14 rangkaian sub-program yang dilaksanakan serentak di bulan Agustus secara nasional berdasarkan mandat dari Kementerian BUMN. CSR adalah tindakan sukarela yang dilakukan oleh perusahaan dalam upaya mengejar misinya dan memenuhi kewajibannya terhadap para pemangku kepentingan, termasuk karyawan, komunitas, lingkungan sekitar, dan masyarakat secara keseluruhan (Coombs & Holladay, 2012, p.8). Berdasarkan konsep utama dan mendasar dari CSR, yaitu Triple Bottom Line: Profit, People, dan Planet (3P) yang dikembangkan oleh John Elkington, dinyatakan bahwa jika perusahaan ingin sustain (berkelanjutan), maka perusahaan tersebut perlu memperhatikan “3P”, dimana bukan hanya keuntungan atau laba (profit) yang diburu, namun perusahaan juga harus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people), serta ikut aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet) (Wibisono, 2007, p.32).

3.2. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena merupakan penelitian yang menggunakan kumpulan data berupa kata-kata dan bukan angka. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2014, p.6). Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif (kualitatif) dan hasil penelitian lebih menekankan makna generalisasi (Sugiyono, 2009, p.13).

Penelitian jenis deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menggabungkan antara variabel satu dengan yang lain

(3)

37

Universitas Kristen Petra (Sugiyono, 2009, p.35). Di samping itu, menurut Bogdan dan Taylor (1975) dalam Moleong (2014, p.4), data yang dihasilkan dari penelitian deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis penelitian deskriptif berusaha menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta dan data.

Dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan fenomena melalui pengumpulan data yang kemudian dianalisa secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian secara deskriptif dimana peneliti melakukan pengamatan dan analisa mendalam berdasarkan interpretasi dari para informan.

Jenis penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006, p.72).

3.3. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. “Case studies are in depth studies of particular people, organizations, events or event processes. They provide a richly detailed and complete understanding of the case under study. (Studi kasus adalah studi yang mendalam terhadap orang-orang, organisasi, event, atau proses event tertentu.

Studi kasus tersebut memaparkan pemahaman yang mendetail dan lengkap mengenai kasus yang diteliti)” (Stacks, 2002, p.71). Metode studi kasus berupaya membedah dan menganalisis suatu kasus tertentu secara terperinci dan lengkap.

Studi kasus merupakan strategi yang lebih sesuai karena pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan “what (apa)”, “how (bagaimana)” atau “why (mengapa)”, bila peneliti memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa- peristiwa yang akan diselidiki (Yin, 2009, p.1). Studi kasus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai peristiwa-peristiwa komunikasi kontemporer yang nyata dalam konteksnya (Daymon & Holloway, 2008, p.252).

Dalam penelitian ini, kasus yang diteliti adalah fenomena strategi komunikasi yang diterapkan oleh Telkom, khususnya oleh staf Public Relations

(4)

38

Universitas Kristen Petra Telkom Regional V dalam program CSR “BUMN Hadir untuk Negeri 2016”.

Program ini menarik, tidak seperti program-program CSR lain, yang pada umumnya dilaksanakan hanya oleh 1 perusahaan saja, atau perusahaan bekerjasama dengan lembaga sosial seperti Non-Profit Organization (NGO), sebagai upaya memperoleh awareness maupun legitimasi dari masyarakat atau komunitas bagi perusahaan tersebut. Dalam program CSR “BUMN Hadir untuk Negeri” ini, Telkom dituntut untuk mampu menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan para stakeholder-nya, terutama dengan 5 BUMN lain yang menjadi pendamping pelaksana program bersama Telkom di wilayah Jawa Timur. Telkom sekaligus juga harus mampu menjadi perwakilan kelima BUMN tersebut untuk mengomunikasikan program “BUMN Hadir untuk Negeri” ini sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memunculkan terjadinya identification seperti yang telah peneliti paparkan sebelumnya.

Paradigma yang dipakai dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis atau interpretif. Metode interpretif ini memusatkan pada penyelidikan terhadap cara manusia memaknai kehidupan sosial mereka, dan bagaimana manusia mengekspresikan pemahaman mereka melalui bahasa, suara, perumpamaan, gaya pribadi, maupun ritual sosial (Kasali, 2008, p.5). Dalam konteks penelitian ini, paradigma interpretif digunakan untuk melakukan interpretasi dan memahami alasan dari para pelakunya dalam melakukan tindakan.

3.4. Subjek dan Objek Penelitian

Objek penelitian yang ditetapkan peneliti adalah strategi komunikasi Public Relations PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jatim, Bali, Nusra dalam program CSR “BUMN Hadir untuk Negeri 2016”. Sedangkan subjek penelitian yang ditetapkan adalah Dadi Ahdyan Ardiwinata selaku Manajer CDC Area 5 Jatim, Bali, Nusra dan Ivone Andayani selaku Manager Secretary & Public Relations PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jatim, Bali, Nusra. Peneliti memilih subjek penelitian yaitu beberapa karyawan Telkom Regional V yang turut berperan dalam pelaksanaan program dan dalam penyusunan strategi komunikasinya.

(5)

39

Universitas Kristen Petra 3.5. Unit Analisis

Dalam penelitian kualitatif, unit analisis yang digunakan adalah individu objek, dimana informan adalah orang-dalam pada latar penelitian (Moleong, 2014, p. 132). Moleong juga menambahkan bahwa informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (2014, p.132). Menurut Spradley yang dikutip oleh Faisal (1990) dalam Sugiyono (2009, p.221), informan sebaiknya memenuhi kriteria berikut:

a) Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui tetapi juga dihayati.

b) Mereka yang tergolong masih berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.

c) Mereka yang mempunyai waktu memadai untuk dimintai informasi.

d) Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil

“kemasannya” sendiri.

e) Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau informan.

Berdasarkan kriteria tersebut, peneliti memilih informan untuk diwawancarai dari karyawan Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra, antara lain:

1) Ivone Andayani selaku Manager Secretary & Public Relations, karena beliau yang menyusun perencanaan strategi komunikasi untuk program

”BUMN Hadir untuk Negeri 2016” secara keseluruhan, dengan persetujuan dan arahan dari SM General Affairs, sekaligus menjadi pelaksana strategi komunikasi yang telah disusun tersebut di lapangan secara langsung.

2) Dadi Ahdyan Ardiwinata selaku Manajer Community Development Center (CDC) Area 5 Jatim, Bali, Nusra, karena beliau yang bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh program CSR PKBL oleh Telkom Regional V, dan juga berperan besar dalam pelaksanaan program ”BUMN Hadir untuk Negeri 2016” di lapangan, terutama dalam hal teknis operasionalisasinya.

(6)

40

Universitas Kristen Petra 3.6. Jenis Sumber Data

Dalam penelitian kualitatif, sumber data dapat berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya (Moleong, 2014, p.11). Menurut Lofland dan Lofland (1984) dalam Moleong (2014, p.157), sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Ini membuat jenis data dalam penelitian kualitatif dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto, dan statistik.

Terdapat dua jenis data yang digunakan dalam sebuah penelitian, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

1) Data Primer

Menurut Sarwono (2006, p.209), sumber data primer berupa hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sampel dalam penelitian. Data tersebut dapat dicatat atau direkam oleh peneliti. Dalam penelitian ini data primer didapatkan melalui in-depth interview atau wawancara mendalam dengan informan, serta catatan berdasarkan observasi lapangan. Wawancara mendalam dilakukan terhadap dua informan yang memenuhi kriteria yang dipilih oleh peneliti yaitu: Dadi Ahdyan Ardiwinata selaku Manajer CDC Area 5 Jatim, Bali, Nusra; dan Ivone Andayani selaku Manager Secretary & Public Relations PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jatim, Bali, Nusra. Data yang diperoleh melalui wawancara ini digunakan sebagai unit analisis data.

Selain itu wawancara juga dilakukan terhadap 1 perwakilan dari 5 BUMN lain (PT Garam, PT SIER, PT Petrokimia Gresik, Perum Jasa Tirta I, dan PT Boma Bisma Indra) yang bekerjasama dengan Telkom dalam pelaksanaan program CSR “BUMN Hadir untuk Negeri” tahun 2016, serta terhadap 1 orang masyarakat atau publik yang menjadi target sasaran pelaksanaan program, dan data yang diperoleh melalui wawancara ini digunakan sebagai uji keabsahan data atau triangulasi.

2) Data Sekunder

Data sekunder adalah data kedua setelah sumber data primer yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder (Bungin, 2004, p.128).

(7)

41

Universitas Kristen Petra Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari arsip Public Relations Telkom Regional V, berupa dokumen-dokumen yang berisi data mengenai perusahaan dan strategi komunikasi dalam program CSR “BUMN Hadir untuk Negeri 2016”. Selain itu, peneliti juga menggunakan data sekunder berupa kumpulan file dokumentasi program “BUMN Hadir untuk Negeri 2016” dan data-data lainnya beserta buku literatur dan jurnal ilmiah yang terkait dengan topik penelitian.

3.7. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam peneliti menggunakan beberapa metode berikut:

1) In-Depth Interview (Wawancara Mendalam)

Wawancara merupakan alat pengumpulan data yang penting dalam penelitian kualitatif. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2014, p.186).

Dalam wawancara mendalam, biasanya digunakan wawancara tak terstruktur karena wawancara dapat berjalan dengan lebih leluasa dan tidak terpaku pada pertanyaan-pertanyaan baku namun tetap memiliki pedoman atau petunjuk wawancara. Wawancara tak terstruktur sangat berbeda dari wawancara terstruktur dalam hal waktu bertanya dan cara memberikan respons, dimana jenis ini jauh lebih bebas iramanya (Moleong, 2014, p.191). Dalam wawancara tak terstruktur, pertanyaan biasanya tidak disusun terlebih dahulu, malah disesuaikan dengan keadaan dan ciri yang unik dari responden. Pelaksanaan tanya-jawab mengalir seperti dalam percakapan sehari-hari (Moleong, 2014, p.191). Jadi peneliti dapat menambahkan pertanyaan di sela-sela wawancara namun tetap memperhatikan batasan topik penelitian berdasarkan petunjuk wawancara.

Moleong menjelaskan bahwa petunjuk wawancara hanyalah berisi petunjuk secara garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk

(8)

42

Universitas Kristen Petra menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat seluruhnya tercakup (Moleong, 2014, p.187).

2) Dokumentasi

Dokumen ialah setiap bahan tertulis ataupun film. Dokumen sudah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan (Moleong, 2014, p.217).

Dokumen resmi terbagi atas dokumen internal dan dokumen eksternal.

Dokumen internal berupa memo, pengumuman, instruksi, aturan suartu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri.

Termasuk di dalamnya risalah atau laporan rapat, keputusan pemimpin kantor, dan semacamnya. Dokumen demikian dapat menyajikan informasi tentang keadaan, aturan, disiplin, dan dapat memberikan petunjuk tentang gaya kepemimpinan (Moleong, 2014, p. 219). Dokumen internal didapatkan peneliti dari arsip Public Relations Telkom Regional V, berupa press release, laporan kegiatan, dan lain-lain.

Dokumen eksternal berisi bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial, misalnya majalah, buletin, pernyataan, dan berita yang disiarkan kepada media massa. Dokumen eksternal dapat dimanfaatkan untuk menelaah konteks sosial, kepemimpinan, dan lain-lain (Moleong, 2014, p.219). Peneliti mendapatkan dokumen eksternal dari media massa baik online maupun cetak berupa pemberitaan dan dokumentasi yang dipublikasikan mengenai program “BUMN Hadir untuk Negeri 2016”.

3) Pengamatan/Observasi

Ada beberapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif, pengamatan dimanfaatkan sebesar-besarnya, seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1981) dalam Moleong (2014, p.174-175) antara lain: pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung; teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, lalu mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya;

pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang

(9)

43

Universitas Kristen Petra berkaitan dengan pengetahuan proposisional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data; sering terjadi keraguan pada peneliti, dan jalan terbaik untuk memeriksa kepercayaan data tersebut adalah dengan jalan memanfaatkan pengamatan; teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit; dan terakhir dalam kasus-kasus tertentu di mana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.

Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperanserta dan yang tidak berperanserta. Dalam penelitian ini, peneliti berlaku sebagai pemeranserta sebagai pengamat, seperti yang disebutkan oleh Buford Junker yang dikutip oleh Patton (1980) dalam Moleong (2014, p.176-177). Disini peranan peneliti sebagai pengamat tidak sepenuhnya sebagai pemeranserta tetapi melakukan fungsi pengamatan.

Peneliti hanya sebagai anggota pura-pura, jadi tidak melebur dalam arti sesungguhnya.

3.8. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data di lapangan model Miles dan Huberman, dimana analisis dilakukan mulai dari saat pengumpulan data berlangsung hingga setelah selesai pengumpulan data pada periode tertentu. Miles dan Huberman (1984) mengungkapkan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga tuntas sehingga datanya sudah jenuh (Sugiyono, 2009, p.246). Komponen yang terdapat dalam teknik analisis data ini terbagi menjadi tiga, yaitu:

a) Data Reduction (Reduksi Data)

Reduksi data adalah sebuah kegiatan dimana peneliti akan merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting serta mencari tema dan polanya. Tahapan ini akan diawali oleh peneliti dengan mengelompokkan, mengedit dan meringkas data hasil wawancara dengan informan kemudian dilanjutkan dengan menyusun kode dan catatan atau memo mengenai berbagai macam hal yang berkaitan dengan

(10)

44

Universitas Kristen Petra penelitian. Selanjutnya peneliti mulai menyusun rancangan konsep-konsep serta penjelasan yang berkaitan dengan tema, pola atau kelompok yang bersangkutan yakni strategi komunikasi dalam program CSR “BUMN Hadir untuk Negeri 2016”.

b) Data Display (Penyajian Data)

Data ini disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Menurut Miles dan Huberman (1984), penyajian data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif. Peneliti akan menyajikan data dalam bentuk lampiran transkrip wawancara, foto-foto (dokumentasi), bagan strategi komunikasi perusahaan dan uraian mengenai hasil temuan data.

c) Conclusion Drawing (Penarikan dan Pengujian Kesimpulan (Verifikasi)) Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada pengambilan data saat tahap berikutnya. Kesimpulan ini sebagai hipotesis dan bila didukung oleh data akan dapat menjadi teori. Peneliti akan menarik kesimpulan-kesimpulan mengenai media, tujuan, serta hambatan dari strategi komunikasi dalam program “BUMN Hadir untuk Negeri 2016”.

(Sugiyono, 2009, p.246-253)

3.9. Uji Keabsahan Data

Triangulasi merupakan pengujian kredibilitas yang berarti pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu (Sugiyono, 2009, p.273). Menurut Moleong, triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2014, p.330). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan teori.

1) Triangulasi Sumber

Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat

(11)

45

Universitas Kristen Petra yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Patton dalam Moleong, 2014, p.330). Hal itu dapat dicapai dengan jalan:

a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara

b. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi

c. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu

d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan

e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan triangulasi sumber melalui wawancara dengan 1 perwakilan dari 5 BUMN lain (PT Garam, PT SIER, PT Petrokimia Gresik, Perum Jasa Tirta I, dan PT Boma Bisma Indra) yang bekerjasama dengan Telkom dalam pelaksanaan program CSR

“BUMN Hadir untuk Negeri” tahun 2016. Kemudian peneliti juga akan melakukan triangulasi sumber kepada 1 orang masyarakat atau publik yang menjadi target sasaran pelaksanaan program “BUMN Hadir untuk Negeri”.

2) Triangulasi Teori

Triangulasi dengan teori dinamakan oleh Patton (dalam Moleong, 2014, p.331) sebagai penjelasan banding (rival explanation). Bila analisis telah menguraikan pola, hubungan, dan menyertakan penjelasan yang muncul dari analisis, maka penting sekali untuk mencari tema atau penjelasan pembanding atau penyaing. Hal itu dapat dilakukan dengan menyertakan usaha pencarian cara lainnya untuk mengorganisasikan data yang barangkali mengarahkan pada upaya penemuan penelitian lainnya. Secara logika dilakukan dengan jalan memikirkan kemungkinan logis lainnya dan kemudian melihat apakah kemungkinan-kemungkinan itu dapat ditunjang

(12)

46

Universitas Kristen Petra oleh data. Jika peneliti membandingkan hipotesis kerja pembanding dengan penjelasan pembanding, bukan berarti ia menguji atau meniadakan alternatif itu. Justru peneliti mencari data yang menunjang alternatif penjelasan itu. Kemudian peneliti melaporkan hasil penelitian disertai penjelasan sebagaimana yang dikemukakan tadi sehingga akan menimbulkan derajat kepercayaan data yang diperoleh (Moleong, 2014, p.331-332). Dalam penelitian ini, peneliti melakukan triangulasi teori dengan cara mencocokkan hasil wawancara yang diperoleh peneliti melalui wawancara terhadap ketiga informan utama yang telah ditetapkan, dengan teori dan tinjauan pustaka yang peneliti peroleh dari buku literatur dan jurnal ilmiah yang terkait dengan topik penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Kesepakatan bersama yang dibuat antara PT Pelindo II Cabang Cirebon dengan perusahaan Bongkar Muat batu Bara atau pelaku usaha lainnya akan penulis dalami dari

4< ◆ ◆ Kagcbkbtj ugtuh Kagcbkbtj ugtuh kagcjlagtjejhbsj lbg kagcjlagtjejhbsj lbg karukushbg kbsbibo karukushbg kbsbibo tagtbgc fdyah 0 ljkagsj tagtbgc fdyah 0 ljkagsj ◆

Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini,

Dari tabel presentase kesalahan siswa diperoleh bahwa soal nomor 1 aspek menganalisis, jenis kesalahan yang dilakukan siswa yaitu siswa tidak memahami informasi apa yang

disampaikan guru, dan diskusi, siswa dapat mempraktikkan gerak spesifik menahan (menggunakan kaki bagian dalam, dan kaki bagian luar) pada permainan sepak bola

Maka hipotesa yang menyatakan menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian anemia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas tanjung Agung Tahun

Pembangunan ekonomi di Kawasan Istana Basa Pagaruyung sudah menunjukkan pengembangan dari ekonomi berbasis kearifan lokal. Dari ketiga indikator pembangunan ekonomi, faktanya

Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman jagung manis, dapat dilihat bahwa