BAB II
URAIAN TEORITIS
2.1 Pengertian Permintaan
Menurut pengertian sehari-hari permintaan diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan. Permintaan ini hanya didasarkan atas kebutuhan saja atau manusia mempunyai kebutuhan sehingga disebut permintaan absolut atau potensial. Dengan kebutuhan ini manusia atau individu mempunyai permintaan akan barang. Banyaknya penduduk suatu negara menunjukkan pula besarnya permintaan masyarakat negara tersebut akan suatu barang tertentu.
Di dalam dunia nyata, suatu barang itu mempunyai harga di pasar. Oleh karena itu permintaan baru akan mempunyai arti pendukung oleh tenaga beli dari yang meminta barang tersebut. Permintaan yang didukung oleh kekuatan beli seseorang tergantung dari pendapatan yang dapat dibelanjakan dan harga barang.
Secara matematis dapat dijelaskan bagaimana perubahan harga dan pendapatan secara bersama-sama mempengaruhi terhadap jumlah barang yang diminta.
Supaya dapat dianalisis dengan jelas tingkah laku konsumen yang dinyatakan dalam hukum permintaan. Artinya bagaimana reaksi konsumen dalam kesediaanya membeli barang yang bersangkutan, dengan asumsi ceteris paribus/
faktor-faktor lainnnya dianggap konstan (Sadono, 2003:76).
2.1.1 Hukum Permintaan
Teori konsumen menjelaskan bagaimana tingkah laku atau kegiatan
konsumen dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsinya. Tingkah laku atau
kegiatan tersebut dapat dijumpai kalau kita melihat bagaimana reaksi konsumen didalam bersangkutan, terhadap berubahnya selera yang dimiliki.
Dalam prakteknya, permintaan seseorang atau konsumen terhadap suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang-barang lain (merupakan barang substitusi atau komplementer)
3. Pendapatan rata-rata masyarakat 4. Selera masyarakat
5. Jumlah penduduk
Dalam analisa ekonomi, permintaan terhadap suatu barang atau jasa terutama dipengaruhi oleh harga barang atau jasa itu sendiri. Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang akan dianalisa adalah keterkaitan antara permintaan sesuatu barang dengan harga barang itu sendiri. Sedangkan faktor-faktor lainnya dianggap tetap atau ceteris paribus.
Hukum permintaan menyatakan, “Jika harga suatu barang naik, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang. Dan jika harga suatu barang turun, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah’’
ceteris paribus.
Hukum permintaan menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta
akan suatu barang dengan harga barang tersebut. Hukum permintaan pada
hakikatnya menyatakan bahwa semakin rendah harga suatu barang maka semakin
banyak jumlah yang diminta akan barang tersebut. Jadi antara harga barang
dengan permintaan tersebut mempunyai sifat hubungan yang berlawanan arah (negatif). Hakikat hukum permintaan dapat ditulis sebagai berikut :
1. Kenaikan harga barang menyebabkan para konsumen mencari barang lain yang dapat digunakan sebagai pengganti barang yang mengalami kenaikan harga.
2. Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil konsumen berkurang sehingga memaksa para konsumen untuk mengurangi pembelian berbagai jenis barang terutama yang mengalami kenaikan harga.
Di dalam analisis permintaan perlu dibedakan antara dua istilah yaitu permintaan dan jumlah barang yang diminta. Dikatakan permintaan jika yang dimaksudkan adalah keseluruhan hubungan antara harga, dan jumlah yang diminta maksudnya adalah banyak permintaan pada suatu tingkat harga tertentu.
2.1.2 Skedul Permintaan
Cara untuk menunjukkan perkaitan antara jumlah barang yang diminta dengan tingkat harganya dapat dilakukan dengan membuat skedul permintaan.
Skedul permintaan merupakan tabulasi angka-angka yang menunjukkan jumlah
barang atau jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga. Contoh skedul
permintaan terhadap barang X dibawah ini.
Py
Qx
Tabel 2.1
Skedul Permintaan Barang
Harga Barang (Y) Jumlah yang Diminta (X)
A Rp. 6,- 4
B Rp. 5, 5
C Rp. 4, 6
D Rp. 3, 7
E Rp. 2, 8
F Rp. 1, 9
Dari skedul permintaan barang X tersebut dapat dijelaskan bahwa semakin turun harga barang X, maka jumlah barang X yang diminta semakin bertambah banyak. Jadi, sifat perkaitan antara harga barang dan jumlah barang yang diminta adalah berlawanan arah.
2.1.3 Kurva Permintaan
Cara lain menggambarkan perkaitan antara harga dengan jumlah barang yang diminta adalah dengan menggunakan kurva permintaan. Data-data dari tabel di atas dapat digambarkan dalam sebuah kurva permintaan sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kurva permintaan
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa lereng atau kemiringan kurva permintaan adalah negatif, artinya bahwa hubungan antara harga barang X dan
Dx 7
6 5 4 3 2 1
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A
B C
D E
F