IV. ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH
Untuk mencapai tujuan penulisan skripsi, maka dalam bab ini penulis akan membahas permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam pengendalian persediaan peti mati yang sudah jadi yaitu peti suren dan peti 2 cm trembesi.
Dengan adanya pengendalian persediaan secara optimum dengan harapan dapat menjamin terpenuhinya permintaan terhadap persediaan peti, maka perlu ditetapkan suatu kebijaksanaan yang berhubungan dengan tingkat produksi yang efektif dan efisien. Adapun data penjualan peti mati suren dan peti 2 cm trembesi penulis sajikan dibawah ini.
1. DATA PENJUALAN JUMLAH PETI MATI
Data yang diperoleh ini, adalah data penjualan peti suren dan peti 2 cm trembesi mulai januari tahun 1994 hinggamei 1997.
37
38
TabeH.l
Data Penjualan Peti Mati Suren
Model Sederhana Dengan Ketebalan Hanya 2 cm Tahun 1994-1997
Bulan Januari Pebruari Maret April Met Juni Juli Agustus September Oktober November Desember TOTAL/TH
Jumlah Penjualan Thn 1994
53 62 61 67 61 59 97 54 39 66 75 81 775
Peti Mati Suren Thn 1995
66 55 7S 70 60 44 67 61 40 76 67 80 761
per Tahun Thn 1996
80 82 82 7') 84 54 71) 63 6!
7}
49 90 867
Thn 1997 71 75 74 59 76
355
Sumber: intern perusahaan
39
Tabel 4.2
Data Penjualan Peti Mati Model Belanda Jenis Kayu Trembesi Dengan Ketebalan 2 cm Tahun 1994-1997.
Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Mi Agustus September Oktober November Desember TOTAL/TH
Jumlah Penjualan Peti Mati 2 cm Thn 1994 Thn 1995
8 10 9 7 15 10 10 10 12 12 3 5 15 10 8 7 3 6 10 12 10 11 19 18 122 118
Trembesi per Tahun Thn 1996
11 10 14 12 L3 8 17 9 6 11 X 18 137
Thn 1997 7 8 14 11 9
49
Sumber: intern perusahaan
2. PEMECAHAN MASALAH
Untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusa-
haan maka langkah yang ditempuh ialah dengan menggunakan metode
Fixed Production Rate yang hasilnya dapat meminimalkan biaya pengelo-
laan persediaan dan diperoleh jumlah unit peti yang harus diproduksi dalam
40
sekali production run. Disamping itu untuk menjamin selalu tersediaannya peti maka diperlukan perhitungan safety stock.
2.1 Menentukan Besarnya Jumlah Produksi Peti Yang Paling Ekonomis (EPQ)
Sebelum masuk ke dalam perhitungan EPQ, akan dijabarkan terlebih dahulu biaya-biaya yang timbul dari pengelolaan persediaan.
Annual set up cost merupakan biaya yang cukup komplek dan sulit bagi penulis untuk mendapatkannya. mengingat ada 33 jenis jumlah peti yang ada di perusahaan ini, dan biaya tetap yang
terkandung di dalam biaya ini.
Penulis mendapatkan annual set up cost peti suren dan 2 cm trembesi melalui perhitungan dari total keseluruhan annual set up cost seluruh jenis peti dikalikan prosentase biaya total produksi peti suren atau peti 2 cm trembesi terhadap keseluruhan total biaya produksi peti. Perincian perhitungannya khusus untuk tahun 1996 dijabarkan di bawah ini.
41
Annual set up cost 1996 untuk semua jenis peti
Gaji mandor Rp. 5.400.000,- (biaya penyiapan tenaga kerja langsung)
Gaji staf inventory 1.200.000,- Rp. 6.600.000,-
Annual set up cost 1996 peti suren
6.600.000x19,35% = Rp. 1.277.100,-
Annual set up cost 1996 peti 2 cm trembesi
6.600.000 x 12% = Rp. 792.000,-
Sumber: Berdasarkan dari data wawancara dengan perusahaan Untuk mencari set up cost dalam sekali produksi ( k ) maka kita gunakan rumus seperti yang dijabarkan pada bab 2 halaman 24
Annual set-up cost x Q k (suren) = T
, / | / 1.277.100x76 A
k (suren) = ( ^ ) k (suren) = Rp. 111.949,- dan untuk peti 2 cm trembesi
Annual set-up cost x Q k (trembesi) = T k (trembesi) = (*»{JP*)
k (trembesi) = Rp.92.496,-
Holding Cost Peti Suren pada tahun 1996 terdiri dari
- Bunga atas modal (Cost of Capital) 20 %
- Assurance
2%Tingkat kerusakan peti
10%- Pajak
- Biaya pemeliharaan
2%
4%
38 % dari setiap Rp.nilai persediaan
Holdins Cost Peti 2 cm Trembesi pada tahun 1996 terdiri dari:
- Bunga atas modal (Cost of Capital) 20 %
Assurance
2%Tingkat kerusakan peti 1%
- Pajak
- Biaya pemeliharaan
2 %
1%
26 % dari setiap Rp. nilai persediaan
Sumber: Intern perusahaan
Production Cost peti suren 1996
- Ongkos tukang membuat peti - Ongkos tukang plitur
- Bahan-bahan pelengkap
Rp. 25.500,-
9.500,-
7.000,-
(bahan plitur, pernis, paku, dempul paku salib, dll.)
- Partikel board 65.500,- - Bekleed Peti 40.000,-
(kain putih, renda, lis, plastik, kapuk, dll.)
- Penempatan 2.500,- Rp. 150.000,-
Production Cost peti 2 cm trembesi 1996 :
-Ongkos tukang plitur Rp. 14.000,- -Ongkos tukang ukir 19.000,- - Bahan-bahan pelengkap 9.000,-
(bahan plitur, dempul, sherlak, okker, dll.)
- Penempatan 5.000,- - Kayu trembesi berikut pembuatan 395.000,- Rp. 442.000,-
44
Tabel 4.3
Ringkasan biaya-biaya yang timbul karena pengadaan persediaan peti pada tahun 1996
/ Keterangan
A A A A A A A A A A A / V W V W A A A A A A A A A A A / V
Saldo awal persediaan th. 1996 (data)
jumlah yang diproduksi menurut kebijakan perusahaan dalam 1 tahun.
(data) jumlah yang tersedia sesuai metode
pengendalian persediaan. (B) dalam lthn
annual set up cost (data) frekwensi produksi dalam setahun
(data) setiap production run menimbulkan biaya tetap sebesar (k)
(data diolah)
annual holding cost, (h) (data) production cost per unit, (c)
(data) rata-rata production unit dalam sekali produksi (Q Perusahaan) (data) , permintaan peti. (A) (data)
peti sin on 48 unit
912 unit
960 unit
Rp. 1.277.100,-
12
Rp. 111.949,-
38% per rupiah nilai persediaan Rp. 150.000,-
76 unit 867 unit
peti 2 cm trembesi '
W A A / W W W W W W V A
12 unit
192 unit
204 unit
Rp. 792.000,-
12
Rp. 92.496,-
26% per rupiah nilai persediaan Rp. 442.000,-
16 unit 137 unit (
Sumber : Intern perusahaan, diolah.
45
dari data pada tabel 4.3, maka besarnya EPQ untuk masing-masing peti adalah sebagai berikut:
Peti suren tahun 1996.
EPQ=
A/
2Ak B he B-A2x867x111.949 960 38% x 150.000 960-867 / 194.119.566 1 n W~
V 57.000 , 1 U'J Z
= 735.145,86
= 187,47 dibulatkan menjadi 187 unit,
dengan diperolehnya jumlah EPQ sebesar 187 unit mempunyai arti bahwa, perusahaan didalam sekali production run memproduksi peti suren hingga 187 unit.
Peti 2 cm trembesi tahun 1996.
E P Q = V ^ ^
2 x 137 x 92.496 204 26% x 442.000 204-137 25.343.904 7 n A
114.920 - 3 »u^
= ^670,43
= 25,89 dibulatkan menjadi 26 unit.
46
Dan dengan diperolehnya EPQ untuk peti 2 cm trembesi sebesar 26 unit mempunyai arti, bahwa perusahaan dalam sekali production run harus memproduksi peti 2 cm trembesi hingga 26 unit.
2.2 Menentukan Besarnya Persediaan Pengaman Peti (Safety Stock) Untuk menjamin kelancaran penjualan, perlu diadakan penga- wasan persediaan peti yang merupakan suatu kegiatan yang bertu- juan untuk menentukan atau menetapkan jumlah persediaan dan
bagaimana pengaturan atas jumlah peti yang sudah jadi, sehingga semua permintaan dapat dipenuhi dengan baik.
Untuk itu perlu dilakukan penentuan persediaan pengaman atau safety stock, dimana safety stock peti merupakan sejumlah unit tertentu dan unit ini akan tetap dipertahankan.
Untuk menentukan safety stock ini digunakan analisis statistik, yaitu dengan cara mengamati dan memperhitungkan penyimpangan- penyimpangan yang sudah terjadi antara rata-rata permintaan barang yang sesungguhnya sehingga dari penyimpangan-penyimpangan yang sudah terjadi tersebut, dapat dicari standart penyimpangan sebagai berikut:
. V N (Di-D)2
Variance = , L
N-1—
Deviasi standar (er) = J Variance
47
Dimana a = deviasi standar
Di = permintaan sesungguhnya D = rata-rata permintaan N =jumlahdata
Sedangkan penentuan besarnya safety stock (SS) barang jadi peti dihitung berdasarkan level of service. Menurut kebijaksanaan yang diambil oleh pimpinan perusahaan dikalikan dengan deviasi standart (SS = k x d )
Dari permintaan peti mulai dari tahun 1994 hingga 1996 yang terdapat pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 dapat diketahui rata-rata permintaan (D) peti setiap bulannya sebesar —^-=^- =66,75 unit untuk peti suren dan — ^ - ^ p =10,47 unit untuk peti 2 cm trembesi. Sehingga dapat dihitung standar penyimpangan permin- taan peti sebagai berikut:
Penielasan prosedur perhitungan deviasi standart pada tabel 4.4 Peti Suren
a. mencari selisih antara permintaan sesungguhnya dengan permin- taan rata-rata (Di-D)
BulanJan. 1996 =80-66,75
= 13,25
48
BulanPeb. 1996 =82-66,75
= 15,25
dengan cara yang sama, dapat dicari (Di-D), untuk bulan-bulan berikutnya.
b. mencari (Di-D)
2yaitu dengan cara mengkuadratkan selisih antara permintaan sesungguhnya dengan permintaan rata-rata :
BulanJan. 1996=13,25
2= 175,56 BulanPeb. 1996=15,25
2= 232,56
selanjutnya untuk mencari bulan-bulan berikutnya dapat diguna- kan dengan cara yang sama pula.
. ^ N ( D i - D )2
Vanance= ,2-
N. j —
6.450,75 36-1
= 184,3
deviasi standart (a)=JVariance
= / l 8 4 j
= 13,58
49
safety stock yang dibutuhkan oleh perus^haaan dengan tingkat significant sebesar 95%, maka level of service = 1,65.
Safety stock peti puren : SS = k x or
= 1,65x13,58
= 22,41
karena hasilnya dalam bentuk desimal maka dibulatkan ke atas menjadi 23 peti sehingga besarnya safety stock untuk peti suren tahun 1996 menjadi sebesar 23 peti.
Artinya perusahaan harus mempertahankan persediaan peti suren sejumlah 23 unit, sehingga apabila persediaan peti suren di gudang tersisa 23 unit, maka perusahaan harus berproduksi lagi, walaupun pada saat itu belum waktunya untuk berproduksi.
Penjelasan prosedur perhitungan deviasi standart pada label 4.5 Peti 2 cm Trembesi
a. mencari selisih antara permintaan sesungguhnya dengan permin- taan rata-rata (Di-D)
BulanJan. 1996 = 11 -10,47
= 0,53 BulanPeb. 1996= 10-10,47
50
= -0,47
dengan cara yang sama, dapat dicari (Di-D), untuk bulan-bulan berikutnya.
b. mencari (Di-D)
2yaitu dengan cara mengkuadratkan selisih antara permintaan sesungguhnya dengan permintaan rata-rata :
BulanJan. 1996 = 0.53
2= 0,28 BulanPeb. 1996= (-0,47)
2= 0,22
selanjutnya untuk mencari bulan-bulan berikutnya dapat diguna- kan dengan cara yang sama pula.
. yN(Di-D)2
Vanance= L
N-1—
534,97 36-1
= 15,28
deviasi standart (a )=JVariance
= 3,91
safety stock yang dibutuhkan oleh perusahaaan sebesar 95%
level of service. Maka safety stock peti 2 cm trembesi :
SS = k x a
51
= 1,65x3,91
= 6,45
karena hasilnya dalam bentuk desimal maka dibulatkan ke atas menjadi 7 peti sehingga besamya safety stock untuk peti 2 cm trembesi tahun 1996 menjadi sebesar 7 peti.
Artinya pemsahaan hams mempertahankan persediaan peti 2 cm
trembesi sejumlah 7 unit, sehingga apabila persediaan peti 2 cm
trembesi di gudang tersisa 7 unit, maka perusahaan hams
berproduksi lagi, walaupun pada saat itu belum waktunya untuk
berproduksi.
52
Tabel 4.4
Perhitungan Standar Penyimpangan Untuk Peti Suren
No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Bulan
Januari 1994 Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari 1995 Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari 1996 Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
Di 53 62 61 67 61 59 97 54 39 66 75 81 66 55 75 70 60 44 67 61 40 76 67 80 80 82 82 79 84 54 70 63 61 73 49 90
Juiuici/i flH^EHHH
D i - D
-13,75 -4,75 -5,75 0,25 -5,75 -7,75 30,25 -12,75 -27,75 -0,75 8,25 14,25 -0,75 -11,75 8,25 3,25 -6,75 -22,75 0,25 -5,75 -26,75 9,25 0,25 13,25 13,25 15,25 15,25 12,25 17,25 -12,75 3,25 -3,75 -5,75 6,25 -17,75 23,25
( D i - D )2
189,06 22,56 33,06 0,06 33,06 60,06 915,06 162,56 770,06 0,56 68,06 203,06 0,56 138,06 68,06 10,56 45,56 517,56 0,06 33,06 715,56 85,56 0,06 175,56 175,56 232,56 232,56 150,06 297,56 162,56 10,56 14,06 33,06 39,06 315,06 540,56 6.450,75
53
Tabel 4.5
Perhitungan Standar Penyimpangan Untuk Peti 2 cm Trembesi No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Bulan
Januari 1994 Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari 1995 Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari 1996 Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah
Di 8 9 15 10 12 3 15
8 3 10 10 19 10 7 10 10 12 5 10
7 6 12 11 18 11 10 14 12 13 8 17
9 6 11
8 18 377
D i - D
-2,47 -1,47 4.53 -0,47 1,53 -7,47 4,53 -2,47 -7,47 -0,47 -0,47 8,53 -0,47 -3,47 -0,47 -0,47 1.53 -5.47 -0,47 -3,47 -4,47 1,53 0,53 7,53 0,53 -0.47 3.53 1,53 2.53 -2.47 6,53 -1.47 -4.47 0.53 -2.47 7.53
(Di - D)2
6,1 2,16 20,52 0,22 2,34 55,8 20,52 6,1 55,8 0.22 0,22 72.76 0,22 12,04 0,22 0,22 2.34 29,92 0,22 12,04 19,98 2,34 0,28 56,7 0,28 0.22 12.46 2,34 6,4 6.1 42,64 2,16 19,98 0,28 6.1 56,7 534,<>7
2.3 Menentukan Lamanya Waktu Setiap Production Run
Q(EPQ) Lama setiap production run dihitung dengan rumus Ti = g
187
11 suren — 950
= 0,195 atau ±70 hari
26
11 trembesi ? 0 4
= 0,127 atau +46 hari
Q(EPQ) Production run berikutnya dihitung dengan rumus T = ~ ^
TS\JREN— 357 187
= 0,216
atau i 78 hari kemudian
1 trembesi ] ^ 7
2L
137
= 0,19
atau i 68 hari kemudian
55
Gambar4.1
Grafik Model Fixed Production Rate Peti Suren
MH«T f S T f $ 1 * * "
& t i 3u*c#l
Gambar 4.2
Grafik Model Fixed Production Rate Peti 2 cm Trembesi
u*ir f «Tia.e«" r*ei"»e*i ha item u**4*ti
57
2. PENGUJ1AN HIPOTESA
Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan dalam tahun 1996 ini adalah : 1. Menurut kebijaksanaan dari perusahaan dengan menggunakan Q (Perusa-
haan) (lihat pada tabel 4.3 hal. 44) Peti Suren
biaya penyimpanan:
fxh.c(^)
( f ) x (38% x 150.000) ( ^ f
1)
= Rp 209.831,- Annual setup cost=Rp. 1.277.100,- Total biaya Rp 1.486.931,-
Peti 2 cm Trembesi biaya penyimpanan :
y x h . c ( ^ )
( f )x (26% x 442.000)(
i^r )
=Rp 303.389,- Annual setup cost =Rp. 792.000,- Total biaya Rp. 1.095.389,-
Ringkasan biaya-biaya yang timbul karena pengadaan persediaan peti pada
tahun 1996 dapat dilihat pada tabel 4.3 halaman 44.
58
2. Dengan menerapkan prinsip pengendalian persediaan dengan meng- gunakan Q dari EPQ (Lihat pada hal. 45)
Peti Suren
?iaya penyimpanan :
h.Cx $ X Y )
38% x 150.000 (^f-X^w1) 57.000 x 93,5 x 99630
= Rp 516.295,- Annual setup cost:
( * >
(jfy)x 108.940,-
= Rp. 505.085.- Total biaya Rp. 1.021.380,-
Peti 2 cm Trembesi biaya penyimpanan :
h.Cx(f)(^)
26% x 442.000 ( f X ^ 1 ) 114.920 x 13 x26074
= Rp 490.663,- Annual setup cost:
( * >
( 4 ^ ) x 92.496
= Rp. 487.383,- Total biaya Rp. 978.046,-