• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. GABRIELLA PRILY ELVANI Public Relations

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. GABRIELLA PRILY ELVANI Public Relations"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

KOTA MEDAN

(Studi Deskriptif Mengenai Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan)

SKRIPSI

GABRIELLA PRILY ELVANI 160904088

Public Relations

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2020

(2)

KOTA MEDAN

(Studi Deskriptif Mengenai Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan)

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata1 (S1) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

GABRIELLA PRILY ELVANI 160904088

Public Relations

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

MEDAN

2020

(3)

iii

(4)

iv

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya cantumkan sumbernya dengan benar. Jika di kemudian hari saya terbukti melakukan pelanggaran (Plagiat) maka saya

bersedia di proses sesuai hukum yang berlaku.

Nama : GABRIELLA PRILY ELVANI

NIM : 160904088

Tanggal : 31 Agustus 2020

Tanda Tangan

GABRIELLA PRILY ELVANI

(5)

v

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat kasih karunia-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata 1 (S1) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Adapun judul penelitian ini adalah “Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan (Studi Deskriptif Mengenai Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan)”.

Peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan semangat walaupun telah mengalami banyak rintangan. Peneliti mendapatkan banyak bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga peneliti dapat melewati rintangan selama penulisan skripsi ini. Setiap proses dapat peneliti lalui berkat doa, kasih sayang, motivasi, dukungan semangat dari kedua orang tua peneliti.

Maka dalam kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua peneliti, Bapak Jeddy Saragih dan Ibu Meri Keristien Purba Tanjung yang telah memenuhi kebutuhan baik materil dan moril kepada peneliti selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan ini, dan selalu bersedia mendengarkan keluh kesah peneliti. Peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kakak dan adik yang peneliti kasihi, Kakak Julia Ruth Irayani Sumbayak dan Adik Ryan Jaya Zefanya Saragih. Terima kasih atas doa, semangat, motivasi, dan penghiburan yang telah diberikan kepada peneliti selama masa perkuliahan hingga terselesaikannya skripsi ini.

Peneliti juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini, diantaranya kepada:

1. Bapak Dr. Muryanto Amin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

(7)

vii

2. Ibu Dra. Dewi Kurniawati, M.Si.,Ph.D selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Emilia Ramadhani, S.Sos., M.A selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

4. Ibu Yovita S. Sitepu, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing yang selalu dengan sabar memberikan nasihat dan ilmu yang sangat berharga, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

5. Seluruh dosen dan pengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada peneliti selama perkuliahan.

6. Staf Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USU, Kak Maya dan Kak Yanti yang telah membantu peneliti dalam segala proses administrasi perkuliahan.

7. Seluruh responden yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner penelitian ini.

8. Atta Halilintar sebagai inspirasi skripsi peneliti.

9. Para sahabat yang peneliti kasihi, Rima Margaretha, Feronika Stefani, Yesi Violita, Ade Gita, Gaberiella Benma, Chindy Gloria, Vania Anggelica, dan Milka Tarigan, terima kasih telah hadir dalam keadaan senang dan susah, mendukung peneliti dari awal hingga akhir perkuliahan, serta memberikan semangat dan penghiburan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

10. Teman-teman satu dosen pembimbing yang selalu memberikan semangat dan masukan kepada peneliti, Irene, Raudha, Retno, Putri, Anggi, dan Rizva.

11. Teman-teman yang peneliti sayangi, Ame, Diana, Sarah, Wira, Roby, Rifa, Fatin, Cua, Dwi, Dea, Ainun, dan teman-teman Ilmu Komunikasi 2016 yang tidak dapat peneliti sebutkan namanya satu per satu. Terima kasih

(8)

viii

telah berada di dekat peneliti dan hadir mewarnai masa perkuliahan peneliti.

12. Teman-teman Persma Pijar, Star, Astrid, Arsy, Valen, Hesmitha, Ganif, Dicky, Tata, dan lainnya yang telah berjuang bersama peneliti serta memberikan semangat dan pengalaman kepada peneliti selama perkuliahan.

13. Septy, teman peneliti yang bersedia membantu, memberikan masukan, dan selalu ada ketika peneliti membutuhkan dalam penyelesaian skripsi ini.

14. Teman-teman peneliti yang setia, Refi, Yola, Ratih, Hani, Anggita, Desty, Wuri, Icha, Otis, Laura, dan lainnya yang telah memberikan semangat, dukungan, dan bersedia mendengarkan keluh kesah peneliti selama ini.

15. Teman-teman Persma Pijar, IMAJINASI USU, dan IMIKI SUMUT yang telah memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada peneliti, serta mengajarkan arti tanggung jawab selama ini.

16. Pihak-pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan namanya satu per satu.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, apabila terdapat kesalahan dalam bentuk kata, bahasa, teknik penulisan, dan kesalahan lainnya, peneliti mengharapkan pembaca untuk memberikan masukan berupa saran yang membangun. Harapan peneliti, skripsi ini dapat menjadi tambahan pengetahuan, sumber inspirasi, motivasi, serta bermanfaat bagi pembaca dan banyak pihak. Akhir kata, peneliti mohon maaf atas segala kesalahan yang terdapat pada skripsi ini dan terima kasih.

Medan, 31 Agustus 2020

Gabriella Prily Elvani

(9)

ix

HALAMAN PERNYATAAN DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : GABRIELLA PRILY ELVANI NIM : 160904088

Program Studi : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara

Jenis Karya : Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non Eksklusif (Non Exclusive Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul: Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan (Studi Deskriptif Mengenai Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan). Dengan Hak Cipta Royalti Non Eksklusif ini Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Medan

Pada Tanggal : 31 Agustus 2020 Yang menyatakan

(GABRIELLA PRILY ELVANI)

(10)

x ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan (Studi Deskriptif Mengenai Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan)”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena YouTuber Atta Halilintar di Indonesia dan menganalisis citra Atta Halilintar di remaja pengguna YouTube di kota Medan. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, media baru, media sosial, YouTube, dan citra. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu hanya memaparkan situasi dan peristiwa, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.

Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kota Medan yang berjumlah sebanyak 404.466 jiwa. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dan diperoleh ukuran sampel sebanyak 100 remaja. Teknik penarikan sampel menggunakan Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal dengan menggunakan Statistical Product and System Solution (SPSS) versi 26.0.

Berdasarkan hasil penelitian 85% remaja pengguna YouTube di Kota Medan menyatakan video Atta Halilintar lebih dari 10 kali masuk ke dalam trending YouTube Indonesia. Citra YouTuber Atta Halilintar merupakan citra yang berlaku (current image). Akun YouTube Atta Halilintar membahas hal yang sedang tren, sering berkolaborasi dengan kreator konten lainnya, dan sering berinteraksi dengan penontonnya.

Kata Kunci: Citra, Atta Halilintar, YouTube

(11)

xi ABSTRACT

This research is entitled "The Phenomenon of YouTuber Atta Halilintar and His Image in YouTube Teenagers Users in Medan City (Descriptive Study of the Phenomenon of YouTuber Atta Halilintar and His Image in Teenagers YouTube Users in Medan City)". The purpose of this research was to analyze the phenomenon of YouTuber Atta Halilintar and analyze his image in YouTube teenager’s users in the city of Medan. The theories used in this research are communication, new media, social media, YouTube, and image. The research method used in this study is a descriptive method with quantitative approach, which only describes situations and events, does not test hypotheses or make predictions. The population in this research were teenagers in Medan, totaling 404,466 people. The sample was determined using the Slovin formula and found a sample of 100 teenagers. The sampling technique uses purposive sampling and accidental sampling. The technique of collecting data, researchers used a questionnaire method and the method of literature. The data analysis technique used in this research is a single table analysis using Statistical Product and System Solution (SPSS) version 26.0. Based on the research results, 85%

Teenagers YouTube Users in Medan City stated that Atta Halilintar's videos entered Indonesian YouTube trending more than 10 times. The image of YouTuber Atta Halilintar is the current image. Atta Halilintar's YouTube account discusses trends, collaborates with other content creators, and interacts with its audience.

Keywords: Image, Atta Halilintar, YouTube

(12)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ...v

HALAMAN PERNYATAAN DAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... viii

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 9

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Manfaat Penelitian ... 9

BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Penelitian Terdahulu ... 11

2.2 Kerangka Teori... 13

2. 2.1 Komunikasi Massa ... 13

2. 2.2 Media Baru ... 16

2. 2.3 Media Sosial ... 19

2. 2.4 YouTube ... 22

2. 2.5 YouTuber ... 25

2. 2.6 Atta Halilintar ... 29

2. 2.7 Citra ... 32

2.3 Kerangka Konsep ... 36

2.4 Variabel Penelitian ... 36

2.5 Definisi Operasional... 38

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Lokasi Penelitian... 41

3.2 Metode Penelitian... 41

3.3 Populasi Sampel ... 42

3.3.1 Populasi ... 42

3.3.2 Sampel ... 42

3.4 Teknik Penarikan Sampel ... 43

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 44

3.6 Teknik Analisis Data ... 44

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian ... 45

4.1.1 Penelitian Kepustakaan ... 45

4.1.2 Penelitian Lapangan ... 45

(13)

xiii

4.2 Teknik Pengolahan Data ... 46

4.3 Analisis Tabel Tunggal ... 46

4.3.1 Karakteristik Responden... 47

4.3.2 Fenomena dan Citra YouTuber Atta Halilintar ... 48

4.4 Pembahasan ... 73

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 80

5.2 Saran ... 81

5.2.1 Saran dalam Kaitan Akademis ... 81

5.2.2 Saran Teoritis ... 81

5.2.3 Saran dalam Kaitan Praktis ... 82

DAFTAR REFERENSI ... 83 LAMPIRAN

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

No Judul Halaman

2.1 Variabel Operasional Dari Konten YouTube Atta Halilintar ... 37

4.1 Responden Berdasarkan Usia ... 47

4.2 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 48

4.3 Video Atta Halilintar Dapat dibagikan ke Media Daring Lain ... 48

4.4 Konten YouTube Atta Halilintar Merupakan Konten yang Dapat Dibagikan ke Semua Kalangan... 49

4.5 Akun YouTube Atta Halilintar Sering Berkolaborasi dengan YouTuber Lainnya ... 50

4.6 Akun YouTube Atta Halilintar Menarik untuk Ditonton Karena Berkolaborasi dengan Orang Lain ... 50

4.7 Akun YouTube Atta Halilintar Bekerja Sama dalam Mempromosikan Produk Lain... 51

4.8 Akun YouTube Atta Halilintar Berkerja Sama dengan Kreator Konten Lain untuk Menaikkan Jumlah Subscriber ... 52

4.9 Isi Video Atta Halilintar Membahas Hal-Hal yang Sedang Tren ... 52

4.10 Video Atta Halilintar Menarik untuk Ditonton ... 53

4.11 Video Atta Halilintar Lebih dari 10 Kali Masuk ke dalam Trending YouTube Indonesia ... 54

4.12 Video Atta Halilintar Berisi Konten Tentang Kegiatan Sehari-hari (Daily Activity) Atta Halilintar ... 55

4.13 Video Atta Halilintar Berisi Konten Tipuan (Prank) ... 55

4.14 Video Atta Halilintar Berisi Konten Musik ... 56

4.15 Video Atta Halilintar Berisi Konten Kolaborasi Salah Satunya Gerebek ... 57

4.16 Video Atta Halilintar Berisi Konten Permainan (Game) ... 57

4.17 Video Atta Halilintar Dapat Dilihat dan Ditonton oleh Semua Orang ... 58

4.18 Akun YouTube Atta Halilintar Dapat Ditemukan Melalui Pencarian ... 59

4.19 Akun YouTube Atta Halilintar Dapat dengan Bebas Dibuka dan Dibagikan ... 59 4.20 Video yang Diunggah Atta Halilintar Dapat Diunduh

(15)

xv

dalam Aplikasi YouTube di Ponsel Pintar ... 60

4.21 Atta Halilintar Mengunggah Video Setiap Hari... 61

4.22 Pembukaan Video Atta Halilintar Tetap dan Tidak Berubah ... 62

4.23 Penutup Video Atta Halilintar Tetap dan Tidak Berubah ... 62

4.24 Musik Pengiring Video Atta Halilintar Tetap dan Tidak Berubah .... 63

4.25 Atta Halilintar Memiliki Suara yang Khas... 64

4.26 Akun YouTube Atta Halilintar Diperuntukkan Bagi Remaja ... 64

4.27 Akun YouTube Atta Halilintar Diperuntukkan Bagi Orang Dewasa... 65

4.28 Akun YouTube Atta Halilintar Diperuntukkan Bagi Semua Umur ... 65

4.29 Konten yang Disajikan Akun YouTube Atta Halilintar dari Awal Menjadi YouTuber Berlanjut Hingga Saat Ini ... 66

4.30 Akun YouTube Atta Halilintar Mengunggah Video yang Berepisode ... 67

4.31 Akun YouTube Atta Halilintar Membahas Satu Topik dalam Dua Video ... 67

4.32 Atta Halilintar Memberikan Kesempatan Kepada Penonton untuk Memberi Masukan dan Pertanyaan di Kolom Komentar... 68

4.33 Atta Halilintar Beberapa Kali Melakukan Tanya Jawab... 68

4.34 Atta Halilintar Sering Berbicara Kepada Penonton dan Membawa Penonton Terbawa Suasana dalam Video ... 69

4.35 Penonton Video Atta Halilintar Memberikan Saran di Kolom Komentar ... 70

4.36 Penonton Video Atta Halilintar Memberikan Kritik di Kolom Komentar ... 70

4.37 Penonton Video Atta Halilintar Memberikan Pertanyaan dan Menjawab Pertanyaan di Kolom Komentar ... 71

4.38 Akun YouTube Atta Halilintar Menunjukkan Karakter Atta Halilintar... 71

4.39 Akun YouTube Atta Halilintar Merupakan Hasil Karya dari Kreator Konten Bernama Atta Halilintar ... 72

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

No Judul Halaman

1.1 Internet dan Media Sosial Indonesia 2020 ... 2

1.2 Daftar Media Sosial yang Paling Aktif 2020 ... 2

1.3 Tampilan Profil Akun YouTube Atta Halilintar ... 5

2.1 Logo YouTube ...22

2.2 Tampilan Video Atta Halilintar & Fitur dalam YouTube ...29

2.3 Model Pembentukan Citra...34

2.4 Kerangka Konsep Penelitian ...36

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN Fortran Cobol

Kuesioner Penelitian Google Form Penelitian Tabel Data SPSS

Biodata Peneliti

Lembar Catatan Bimbingan Skripsi

(18)

1.1 Latar Belakang Masalah

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial yang kesehariannya selalu berinteraksi dengan melibatkan kegiatan berkomunikasi antar sesama maupun lingkungan. Komunikasi akan sangat dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain, mempertimbangkan solusi alternatif atas masalah dan mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan (Mulyana, 2005: 15).

Komunikasi massa menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring berkembangnya teknologi, manusia semakin berfokus menggunakan media dalam berkomunikasi. Sebagai contoh saat ini telepon seluler terutama ponsel cerdas (smartphone) banyak dijadikan sebagai media dalam berkomunikasi secara virtual dengan orang lain yang berjarak dekat maupun jauh.

Berdasarkan wearesocial.com, sebanyak 96% masyarakat Indonesia menggunakan telepon seluler dengan jumlah kepemilikian terbanyak yaitu, smartphone sebanyak 94% dan telepon seluler biasa sebanyak 24%.

Informasi dapat tersebar secara cepat tanpa batasan waktu dan tempat yang diakibatkan oleh pengaruh media baru yang semakin beragam di kalangan masyarakat seperti pengaruh penyebaran berita melalui eNewspaper. Beberapa surat kabar kini berpindah ke versi daring atau disebut sebagai eNewspaper.

Fenomena tersebut terjadi akibat dari banyaknya surat kabar yang tidak mampu bersaing dengan perkembangan media daring serta harga kertas yang terus mengalami peningkatan. Menurut dewan pers gempuran media sosial digital dan media daring cukup membuat industri cetak terpengaruh. Hal tersebut tercatat dari rendahnya pertumbuhan sirkulasi oplah dari 1.100 media di Indonesia pada akhir 2013 yang hanya mengalami pertumbuhan sebesar 0,25 persen (Bryllian, 2015).

Media sosial merupakan hasil dari perkembangan teknologi komunikasi informasi yang saat ini memberi kemudahan untuk mejalani kehidupan bersosial.

Adapun contoh media sosial seperti YouTube, Whatsapp, Facebook, Instagram, Line, Twitter, Snapchat, blog, dan masih banyak lagi yang lain. Media sosial

(19)

tersebut tersebar dengan berbagai jenis konten dalam bentuk tulisan, gambar, video, serta audio. Whatsapp dan Line merupakan contoh media sosial yang memberikan fitur telepon video (video call) yang mampu menangkap video sekaligus audio yang ditransmisikan. Fungsinya ialah sebagai alat komunikasi antar pengguna dengan jarak sejauh apapun secara nyata.

Gambar 1.1 Internet dan Media Sosial Indonesia 2020 Sumber: wearesocialmedia.com

Infografis tersebut menggambarkan perkembangan pengguna internet dan media sosial di Indonesia 2020. Jumlah pengguna aktif media sosial sebanyak 160 juta pengguna dengan kenaikan 8,1% dari tahun 2019. Jumlah pengguna media sosial ini mencapai 59% dari jumlah total penduduk di Indonesia dengan pengguna internetnya mencapai 175,4 juta. Hal ini dapat terjadi akibat media sosial yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Gambar 1.2 Daftar Media Sosial yang Paling Aktif 2020

(20)

Infografis tersebut menggambarkan berbagai media sosial yang aktif digunakan oleh usia 16-34 tahun. YouTube menjadi media sosial yang paling aktif digunakan dengan perolehan persentase 88% dari 160 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia dengan usia 16-34 tahun. Hal yang membuat YouTube menjadi salah satu media sosial yang paling banyak dicari yaitu karena YouTube memberikan berbagai informasi dan hiburan kepada setiap penggunanya dalam bentuk video. Urutan pencarian website terbanyak di Indonesia tahun 2020 berdasarkan wearesocialmedia.com, YouTube.com berada diurutan kedua pada kategori televisi dan video dengan pencarian yang mencapai 651.300.000 kali per bulannya.

YouTube merupakan sebuah aplikasi media sosial yang dapat diakses dengan jaringan internet untuk berbagi video yang memungkinkan pengguna mengambil dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial lainnya. YouTube juga menghadirkan fitur baru yaitu story. YouTube menggunakan istilah subscriber (pelanggan) kepada setiap orang yang ingin melihat lebih banyak maupun berlangganan atau mengikuti akun YouTube orang lain. Semakin banyak subscriber maka semakin banyak pula viewer (penonton) yang akan menonton video tersebut.

Kata YouTuber merupakan sebuah istilah yang diberikan kepada setiap pengguna YouTube yang aktif mengunggah video ke akun YouTubenya. Salah satu hal yang membuat banyak orang kini beralih ke YouTube ialah dimana YouTube tidak memberikan batasan dalam proses pengunggahan kepada setiap pengguna, sehingga setiap orang bebas untuk mengekspresikan diri dan menuangkan berbagai ide melalui video yang diunggah. Ketika YouTuber hendak mengunggah video akan diberikan pilihan “monetize” atau memonetisasi video yang mengartikan YouTuber tersebut mengizinkan YouTube untuk menempatkan iklan dalam video tersebut. Sebagai timbal baliknya, YouTuber tersebut akan mendapatkan hasil dari iklan tersebut dengan pembagian 45% untuk YouTube dan 55% untuk YouTuber tersebut (Dahlan, 2015).

Hal ini membuat YouTuber akan mendapatkan penghasilan berdasarkan jumlah penonton iklan tersebut. Cara tersebut membuat beberapa orang menjadikan YouTuber sebagai profesi. Banyak perusahaan saat ini menggunakan

(21)

YouTube untuk mempromosikan produk, baik itu dengan cara kerja sama beriklan langsung dengan YouTube maupun iklan melalui video yang dibuat oleh YouTuber itu sendiri. Hal ini juga menjadi pilihan yang tepat bagi perusahaan dalam melakukan promosi melihat YouTube yang saat ini berada di urutan pertama media sosial yang paling aktif di Indonesia.

Istilah kreator konten (content creator) juga tidak terlepas dari diri seorang YouTuber. Kreator konten adalah kegiatan menyebarkan informasi yang ditransformasikan kedalam sebuah gambar, video, dan tulisan atau disebut sebagai sebuah konten, yang kemudian konten tersebut disebarkan melalui platform (Trigartanti & Yusti, 2018:438). Konten yang dibuat dalam bentuk video kemudian diunggah ke media sosial seperti YouTube. Beragam konten video bisa diakses di YouTube, mulai dari musik, film, berita dan informasi, olahraga, gaya hidup, gaming, dan vlog (David, dkk, 2017:1).

Konten musik seperti akun YouTube Justin Bieber dan penyanyi grup seperti Blackpink. Konten film seperti Step Up Film, konten berita dan informasi seperti akun YouTube Tribunnews.com, serta konten olahraga seperti akun YouTube ESPN. Konten gaya hidup atau lifestyle seperti akun YouTube 5-Minute Craft, konten gaming seperti akun YouTube Jess No Limit. Konten vlog atau video blog seperti akun YouTube Gen Halilintar, dan konten kuliner seperti akun YouTube Ria SW.

YouTube tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, saat ini telah banyak dipergunakan dalam dunia pendidikan seperti akun YouTube Matematika Spekta. Berbagai program yang ditayangkan di televisi juga dapat diperoleh di YouTube, seperti akun YouTube Trans TV Official yang berisi video yang sebelumnya telah disiarkan di televisi. Keberagaman konten yang disajikan di YouTube menjadi keuntungan yang besar bagi setiap orang dalam memperoleh dan menjangkau informasi serta kebutuhan lainnya secara cepat dan mudah tanpa ada batasan. YouTube telah mendorong sebuah peminatan untuk menulis sebuah cerita kehidupan dengan menggunakan video dan bukan lagi menggunakan tulisan (Chandra, 2017:416).

Atta Halilintar dengan nama asli Muhammad Attamimi Halilintar merupakan seorang YouTuber asal Indonesia yang kini tengah fenomenal di dunia YouTube

(22)

Indonesia. Saat ini Atta Halilintar mendapat gelar sebagai YouTuber nomor 1 di Asia Tenggara dengan pencapaian 24.100.000 subscribers. Pria kelahiran Dumai, 20 November 1994 ini merupakan anak pertama dari 11 bersaudara.

Gambar 1.3 Tampilan Profil Akun YouTube Atta Halilintar Sumber: www.YouTube.com

Atta Halilintar mengawali karirnya sebagai kreator konten dalam dunia YouTube bersama dengan keluarganya yang dikenal dengan Gen Halilintar dan mulai aktif mengelola akun YouTube sendiri di tahun 2014. Kekonsistenan Atta dalam mengunggah video yaitu hampir setiap hari membuat subscriber yang diperolehnya semakin meningkat dalam kurun waktu 6 tahun. Atta Halilintar pada awalnya mengelola akun YouTubenya seorang diri, namun seiring berjalannya waktu Atta membentuk tim guna membantunya dalam pembuatan konten di akun YouTubenya. Kesuksesannya di YouTube membawa Atta untuk mengembangkan diri dalam dunia usaha dan dunia pertelevisian.

Sebagai YouTuber nomor 1 di Asia Tenggara, Atta Halilintar menyuguhkan berbagai konten video, seperti kolaborasi “gerebek” yang berisi video Atta Halilintar yang datang dan melihat seluk beluk isi rumah seseorang baik itu artis maupun kreator konten lainnya. Konten tipuan yang dimana Atta Halilintar menyamar menjadi orang lain dan menggunakan penyamaran tersebut untuk sebuah gurauan kepada orang disekitarnya. Konten musik yang dimana kini Atta telah memiliki 13 lagu yang ia rilis melalui YouTube. Konten video blog (vlog) yang dimana Atta Halilintar menampilkan video kegiatannya sehari-hari seperti video Atta Halilintar dalam perjalanan ke berbagai kota, salah satunya Kota Padang. Atta Halilintar menyempatkan untuk memberikan kalimat motivasi kepada penonton mengenai berjuang dalam beberapa videonya karena Atta

(23)

Halilintar juga mengawali semuanya dari nol hingga saat ini juga ia merasa masih harus banyak belajar. “Kerja keras tidak mengkhianati hasil, doa yang keras tidak mengkhianati hasil, work hard pray hard. Dreams don’t work until you do karena tidak ada mimpi yang akan terwujud kalau kamu tidak berusaha mencapainya”, ungkap Atta Halilintar di salah satu videonya.

Atta Halilintar memiliki penggemar dari berbagai kalangan. Penggemarnya disebut sebagai “Ateam” dengan arti “Atta Team” yang telah menyebar di seluruh Indonesia. Terlihat dari akun penggemarnya di beberapa platform seperti Instargram dan Facebook Semakin banyaknya subscriber yang dimiliki oleh Atta Halilintar membuat banyak perusahaan yang bekerja sama dengan akun YouTube Atta Halilintar dan menggunakan Atta Halilintar sebagai brand ambassador maupun endorser untuk produk dari perusahaan tersebut. Beberapa video yang diunggah diakun YouTubenya yang berisi iklan terhadap suatu produk, seperti contoh iklan Asus, Smartfren, Tokopedia, dan masih banyak lagi.

Seluruh video yang diunggah olehnya telah ditonton sebanyak 2 miliar kali.

Sempat beberapa kali masuk dalam trending YouTube Indonesia subscriber Atta Halilintar semakin meningkat dari berbagai kalangan. Atta Halilintar juga berkesempatan untuk masuk ke dalam YouTube rewind 2019 yang membuat nama Atta semakin melonjak naik. Fenomena sosok Atta Halilintar ini menimbulkan berbagai pemberitaan mengenai dirinya yang dimuat di media daring maupun media siar lainnya. Pemberitaan mengenai YouTuber nomor 1 di Asia ini pun beragam, mulai dari berita positif hingga berita negatif.

Salah satu pemberitaan Atta Halilintar melalui tribunnews.com yaitu mengenai kunjungan Atta Halilintar terhadap seorang siswi yang terkena kasus kekerasan di Pontianak (Mirna, 2019). Atta yang memiliki konten yang mengunjungi berbagai kediaman orang lain, pada bulan April 2019 Atta Halilintar berkesempatan untuk mengunjungi kediaman Presiden Jokowi. Sosok Atta Halilintar yang cukup menginspirasi membuat banyak pemberitaan mengenai metamorfosis Atta Halilintar. Kesuksesan Atta Halilintar juga membawanya kepada berbagai pemberitaan mengenai pemasukan YouTuber seperti yang dikutip dari kumparan.com, diperkirakan penghasilan Atta Halilintar mencapai 1,37 juta poundsterling atau sekitar Rp23,6 miliar per bulan. Sebagai seseorang yang

(24)

dikenal masyarakat membuat Atta Halilintar sering diberitakan mengenai perbandingannya dengan berbagai YouTuber lainnya seperti Ria Ricis yang merupakan YouTuber dengan subscriber terbanyak nomor 2 setelah Atta Halilintar.

Sebagai YouTuber yang aktif sebagai endorser tidaklah selalu berjalan dengan mulus. Atta Halilintar pernah sekali melakukan peniruan dalam salah satu video promosinya di YouTube pada bulan April 2018. Beberapa kali diberitakan dekat dengan lawan jenis, pada bulan September 2019 Atta dilaporkan ke pihak berwajib atas kasus pelecehan dan penipuan seperti yang diberitakan pada detik.com (Ardian, 2019). Pihak Atta Halilintar yang mengetahui hal tersebut langsung membawa masalah ini ke jalur hukum dan kembali menggugat wanita tersebut serta menjelaskan bahwa hal itu tidaklah benar adanya. Benar tidaknya masalah ini telah membuat nama Atta Halilintar menjadi sorotan media dan masyarakat. Atta Halilintar menerima berbagai komentar dari warganet baik itu komentar baik maupun buruk yang terlihat di kolom komentar YouTubenya.

Awal tahun 2020 membawa keluarga Gen Halilintar ke dalam sorotan media.

Keluarga yang memiliki 11 orang anak ini mengawali tahun 2020 di Amerika Serikat, namun terungkap bahwa pihak Gen Halilintar mengajak kerja sama dengan salah satu pihak travel seperti yang diberitakan di kompas.com (Sari, 2020). Hal ini juga kembali menarik perhatian publik dengan berbagai sudut pandang. Atta Halilntar mengklarifikasi berita tersebut melalui akun pribadinya di instragram dengan mengatakan bahwa mengajak kerja sama dengan pihak travel merupakan hal yang wajar dilakukan karena hal itu bukanlah sebuah tindakan kriminal.

Pemberitaan mengenai Atta Halilintar baik itu hal yang positif maupun negatif memunculkan berbagai pandangan dari berbagai kalangan. Berdasarkan pandangan masyarakat mengenai Atta Halilintar tersebut akan memunculkan citra Atta Halilintar. Ruslan (dalam Tampubolon, 2017: 27) menjelaskan citra adalah tujuan utama, dan sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai bagi dunia hubungan masyarakat (kehumasan) atau public relations. Pengertian citra itu sendiri abstrak (intangible) dan tidak dapat diukur secara matematis, tetapi wujudnya bisa dirasakan dari hasil penelitian baik atau buruk. Seperti

(25)

penerimaan dan tanggapan baik positif maupun negatif yang khususnya datang dari publik (khalayak sasaran) dan masyarakat luas. Pandangan terhadap YouTuber Atta Halilintar tersebut akan berpengaruh terhadap berbagai hal, salah satunya ialah timbul tidaknya ketertarikan pengguna aktif YouTube dalam menonton video Atta Halilintar tersebut.

Semakin baik atau positif citra diri seseorang maka akan semakin mudah ia dalam mencapai keberhasilan karena seseorang akan bersikap optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses dan berani pula gagal, penuh percaya diri, antusias, dan merasa diri berharga. Sebaliknya, semakin jelek atau negatif citra diri, maka akan semakin sulit seseorang untuk berhasil karena mengakibatkan tumbuh rasa tidak percaya diri, takut gagal sehingga tidak berani mencoba hal-hal yang baru dan menantang, rendah diri, merasa diri tidak berguna, pesimis, serta berbagai perasaan negatif lainnya.

Maka dari itu peneliti tertarik meneliti “Fenomena YouTuber Atta Halilintar dan Citranya di Remaja Pengguna YouTube di Kota Medan”. Fenomena merupakan sesuatu yang kita sadari, objek, dan kejadian di sekitar kita, orang lain, dan diri kita sendiri, sebagai refleksi dari pengalaman sadar kita (Bhatni, 15:

2013).

Peneliti memilih Atta Halilintar karena saat ini Atta Halilintar merupakan YouTuber nomor 1 di Asia Tenggara yang hampir setiap hari mengunggah video di akun YouTubenya. Berdasarkan survei yang dilakukan APJII mengenai pengguna internet, pulau Sumatera menempati urutan kedua setelah pulau Jawa dengan persentase 19,09%. Kota Medan merupakan kota terbesar di pulau Sumatera dengan jumlah penduduk 2,26 juta jiwa (medankota.bps.go.id).

Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih kota Medan sebagai lokasi penelitian.

Survei membuktikan bahwa rentang usia 19-34 tahun menjadi kontributor utama dari sisi usia pengguna internet dengan 49,52%. Rentang usia 35-54 tahun (29,55%), sedangkan usia 13-18 tahun (16,68%). Berdasarkan sisi pendidikan, untuk S2/S3 berjumlah 88,24%, S1/Diploma berjumlah 79,23%, SMA 70,54%, SMP 48,53%, dan SD 25,1%, sedangkan tidak sekolah sebanyak 5,45%. Hal ini membuktikan bahwa remaja mendominasi penggunaan internet (apjii.or.id).

(26)

Penelitian sebelumnya mengenai fenomena Atta Halilintar dan citranya yang belum ada hingga saat ini serta penelitian mengenai YouTuber di Indonesia yang masih kurang menjadi salah satu alasan peneliti melakukan penelitian ini. Peneliti juga ingin menganalisis fenomena YouTuber Atta Halilintar dan citranya di remaja pengguna YouTube di kota Medan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka peneliti merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana fenomena YouTuber Atta Halilintar di Indonesia?

2. Bagaimana citra Atta Halilintar di remaja pengguna YouTube di Kota Medan?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Menganalisis fenomena YouTuber Atta Halilintar di Indonesia.

2. Menganalisis citra Atta Halilintar di remaja pengguna YouTube di Kota Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Secara akademis, peneliti menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, serta memberikan kontribusi agar penelitian ini dapat menjadi bahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam perkembangan akademik di lingkungan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan teori yang digunakan.

3. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan yang berguna bagi pihak lain yang membutuhkan untuk menggunakan maupun mempraktikkan hasil dari penelitian ini.

(27)

2. 1 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu menjadi salah satu acuan penulis dalam upaya penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori, memperkaya kajian, dan membandingan penelitian. Penelitian terdahulu juga menginspirasi penulis dalam mengembangkan penelitian yang telah dilakukan. Pertama, penelitian dengan judul “The influence of YouTubers on teenagers: A descriptive research about the role YouTubers play in the life of their teenage viewers”. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif mengenai pengaruh YouTubers terhadap penonton remaja. Penelitian yang dilakukan oleh Wilma Westernberg bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh YouTuber Belanda terhadap penonton remaja dan sejauh mana pengaruh ini apakah baik atau buruk (Westenberg, 2016).

Kesimpulan dari penelitian tersebut berdasarkan teori menunjukkan bahwa YouTuber memainkan peran penting dalam kehidupan remaja yang aktif di YouTube. YouTube telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja karena mereka menonton video setiap hari, pergi ke pertemuan penggemar, aktif mengobrol dengan penggemar lain, berbicara dengan teman-teman mereka tentang YouTube, memiliki atau mengikuti akun penggemar, membeli barang dagangan yang dipromosikan YouTuber dan mengirim pesan ke YouTuber favorit mereka. Beberapa remaja ingin menjadi seorang YouTuber dan telah memulai mengelola akun YouTube. Orang tua sering mengatakan bahwa anak-anak mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di ponsel dan YouTube mereka, namun sebagian besar orang tua tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan dan ditonton anak-anak mereka di YouTube, meskipun YouTube adalah bagian besar dari kehidupan sehari-hari mereka (Westenberg, 2016).

Kedua, penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Khalayak Remaja Tentang Vlog-Vlog Atta Halilintar dan Intensitas Komunikasi Peer Group Remaja Terhadap Tingkat Motivasi Remaja Menjadi Subscriber Atta Halilintar” oleh Iga Tikah Rilanti. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratification dengan

(28)

metode penelitian kuantitatif yang menggunakan probability sampling dan teknik pengambilan sampel multistage random sampling. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar persepsi remaja tentang vlog-vlog Atta Halilintar dan seberapa besar intensitas komunikasi peer group remaja terhadap tingkat motivasi menjadi subscriber Atta Halilintar (Rilanti, 2019).

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif ketika variabel persepsi khalayak remaja tentang video blog Atta Halilintar dengan variabel intensitas komunikasi peer group remaja secara bersama berpengaruh terhadap tingkat motivasi khalayak remaja menjadi subscriber Atta Halilintar.

Ketika kedua variabel diuji secara parsial maka menunjukkan hasil lain. Hasil penelitian terlihat jika persepsi khalayak remaja tentang video blog Atta Halilintar memiliki pengaruh positif terhadap tingkat motivasi remaja menjadi subscriber Atta Halilintar, sedangkan intensitas komunikasi peer group remaja tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap tingkat motivasi remaja menjadi subscriber Atta Halilintar. Besar pengaruh persepsi khalayak remaja tentang video blog Atta Halilintar lebih dominan dibandingkan intensitas komunikasi peer group remaja. Besar pengaruh yang diberikan variabel persepsi khalayak dan intensitas komunikasi peer group adalah sebesar 53,8%. Sedangkan sebesar 46,2% diantaranya ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini (Rilanti, 2019).

Demikian penelitian sejenis yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, adapun persamaan dari kedua penelitian tersebut dengan penelitian dalam skripsi ini adalah sama-sama memilih sampel remaja dan meneliti mengenai YouTuber.

Penelitian ini fokus kepada fenomena YouTuber Atta Halilintar dan bagaimana citranya di remaja pengguna aktif YouTube dengan menggunakan teori citra.

Peneliti menggunakan studi deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini.

(29)

2. 2 Kerangka Teori

2. 2.1 Komunikasi Massa

2.2.1.1 Pengertian Komunikasi Massa

Menurut Bittner (dalam Ardianto, 2004:3) komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people). Hal ini mengartikan bahwa pesan tidak disampaikan secara langsung, melainkan menggunakan media massa.

Komunikasi yang dilangsungkan pun dapat diterima oleh banyak orang.

Joseph A. DeVito (dalam Ardianto, 2004:6) merumuskan definisi komunikasi massa yang pada intinya merupakan penjelasan tentang pengertian massa, serta tentang media yang digunakannya. Ia mengemukakan definisinya dalam dua bagian, yakni : “Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang menonton televisi, tetapi ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio dan visual. Komunikasi massa barang kali akan lebih mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: televisi, radio siaran, surat kabar, majalah, dan film”. Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses penggunaan sebuah medium massa untuk mengirim pesan kepada audien yang luas untuk tujuan memberi informasi, menghibur, atau membujuk.

2.2.1.2 Ciri-Ciri Komunikasi Massa

Adapun ciri-ciri dari komunikasi massa (Nurudin, 2011:18), yaitu:

a. Komunikator dalam Komunikasi Massa Melembaga

Komunikator dalam komunikasi massa melembaga merupakan kumpulan individu-individu yangn saling memiliki peran yang berbeda. Sebagai contoh sebuah perusahan media daring yang mengeluarkan sebuah berita, dimana komunikator yang menyampaikan berita tersebut bukanlah wartawan atau penulisnya, melainkan lembaga tersebut.

(30)

b. Komunikan dalam Komunikasi Massa Bersifat Heterogen

Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen yang berarti komunikan berisi individu-individu yang tidak tahu atau saling mengenal satu sama lain dan antar individu tidak berinteraksi secara langsung. Sebagai contoh dalam media daring setiap pembacanya tidak saling tahu dan mengenal, pembaca berasal dari tempat yang berbeda-beda dengan usia yang berbeda pula.

c. Pesannya Bersifat Umum

Pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan kepada satu orang atau satu kelompok masyarakat tertentu melainkan bersifat umum.

Pesan yang disampaikan tidak disengaja untuk golongan tertentu.

Sebagai contoh televisi yang dinikmati oleh banyak orang, sehingga pesannya tidak ditujukan kepada orang tertentu melainkan bersifat umum.

d. Komunikasinya Berlangsung Satu Arah

Komunikan dalam komunikasi massa tidak dapat secara langsung memberikan respon kepada komunikator karena tidak berkomunikasi tatap muka. Sebagai contoh dalam menonton video di Youtube, penonton tidak dapat secara langsung memberikan pendapat kepada pemeran yang ada di dalam video tersebut sehingga harus menulis di kolom komentar.

e. Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan

Keserempakan pesan dalam komunikasi massa sangat terasa ketika mengamati media komunikasi massa seperti internet karena melalui perantaraan media ini, pesan akan lebih cepat disiarkan secara bersamaan. Sebagai contoh media daring yang secara serempak dapat tersebar ke seluruh pengguna internet.

f. Komunikasi Massa Mengandalkan Peralatan Teknis

Media massa sebagai alat utama dalam menyampaikan pesan kepada khalayaknya sangat membutuhkan bantuan teknis, seperti pemancar untuk media elektronik. Seperti televisi atau radio yang

(31)

membutuhkan perangkat seperti pemancar, satelit, dan lain sebagainya.

g. Komunikasi Massa Dikontrol oleh Gatekeeper

Pentapis informasi atau yang sering disebut Gatekeeper/Penjaga adalah orang yang sangat berperan dalam penyebaran informasi melalui media massa. Penjaga ini berfungsi sebagai orang yang ikut menambah atau mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami.

Pentapis informasi dalam televisi contohnya adalah penyunting, wartawan, dll.

2.2.2.3 Fungsi Komunikasi Massa

Fungsi komunikasi massa bagi masyarakat menurut Dominick (dalam Ardianto, 2004:15), terdiri dari surveillance (pengawasan), interpretation (penafsiran), linkage (keterkaitan), transmission of values (penyebaran nilai) dan entertaint (hiburan).

Menurut Karlinah (1999) fungsi komunikasi massa, yaitu:

a. Fungsi Meyakinkan (to persuade)

Menyakinkan atau persuasi ialah memperkuat dan mengubah sikap, kepercayaan atau nilai seseorang, menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu, serta memperkenalkan etika atau menawarkan sistem nilai tertentu.

b. Fungsi Menganugerahkan Status

Penganugerahan status (status conferral) terjadi apabila yang disebarluaskan melaporkan kegiatan individu tertentu sehingga gengsi mereka meningkat. Masyarakat menganugerahkan kepada orang-orang tersebut suatu status publik (public status) yang tinggi.

c. Fungsi Membius (Narcotzation)

Apabila media menyajikan informasi tentang sesuatu, penerima percaya bahwa tindakan tertentu harus diambil. Sebagai akibatnya, pemirsa atau penerima terbius ke dalam keadaan pasif, seakan-akan berada dalam pengaruh narkotik.

d. Fungsi Menciptakan Rasa Kebersatuan

Rasa kebersatuan timbul ketika kita merasa menjadi anggota atau bagian suatu kelompok. Hal ini diakibatkan oleh seseorang yang masuk dan merasakan pesan yang disampaikan melalui media.

e. Fungsi Privatisasi

Privatisasi adalah kecenderungan bagi seseorang untuk menarik diri dari kelompok sosial dan mengucilkan diri ke dalam dunianya sendiri. Berbagai informasi yang diberikan membuat komunikan merasa kekurangan.

(32)

2.2.3 Media Baru

2.2.2.1 Pengertian Media Baru

Media baru merupakan sebuah invonasi baru dalam bentuk media massa. Media baru adalah konsep yang menjelaskan kemampuan media yang dengan dukungan perangkat digital dapat mengakses konten kapan saja dan di mana saja sehingga memberikan kesempakatan bagi siapa saja baik sebagai penerima ataupun pengguna untuk berpartisipasi secara aktif, interaktif, dan kreatif terhadap umpan balik pesan yang pada gilirannya membentuk komunitas atau masyarakat baru melalui isi media (Liliweri, 2015:284).

Sejak 1960-an hingga sekarang, teknologi semakin berkembang pesat. Berbagai media komunikasi yang canggih diciptakan oleh manusia.

Penemuan media-media digital menjadikan segala aktivitas berjalan semakin efektif dan efisien. Rogers (1986) berpendapat bahwa sejak 1950, perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah memasuki periode take off (tinggal landas). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, seperti diciptakannya komputer, laptop, handphone, menjadikan komunikasi memiliki pola yang berbeda. Komunikasi bisa dilakukan lebih efisien dan efektif. Selain itu, pola komunikasi yang terjadi saat ini mempengaruhi nilai-nilai sosial yang ada (dalam Lubis, 2017).

McQuail (2011: 156) menjelaskan lima kategori utama media baru berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks yang membedakan dengan media lama sebagai berikut:

1. Media komunikasi antar pribadi (interpersonal communication media) meliputi telepon yang semakin mobile dan surat elektronik semakin personal.

2. Media permainan interaktif (interactive play media) penggunaan media terutama berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan realitas virtual.

3. Media pencarian informasi (information search media), media ini memiliki kategori yang luas. Internet atau “WWW” (World Wide Web) merupakan contoh yang paling penting, dianggap sebagai perpustakaan dan sumber data yang ukuran, aktualitas, dan aksesibilitasnya belum pernah ada sebelumnya.

4. Media partisipasi kolektif (collective participatory media) kategorinya khususnya meliputi penggunaan internet untuk berbagai dan bertukar

(33)

informasi serta untuk mengembangkan hubungan pribadi aktif yang diperantarai komputer.

5. Subsitusi media penyiaran (substitution of broadcasting media), acuan utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau mengunduh konten yang di masa lalu biasanya disiarkan atau disebarkan dengan metode lain yang serupa. Media baru dapat memudahkan khalayak untuk mengetahui segala informasi yang jauh, sehingga khalayak dapat bertemu secara tatap muka dalam sebuah teknologi. Melalui media baru, khalayak juga akan mendapat berbagai informasi dari seluruh belahan dunia.

Media baru yang dibahas di sini adalah berbagai perangkat teknologi komunikasi yang berbagi ciri yang sama yang mana selain baru dimungkinkan dengan digitalisasi dan ketersediaannya yang luas untuk penggunaan pribadi sebagai alat komunikasi. Media baru sangatlah beragam dan tidak mudah didefinisikan, tetapi ketertarikan pada media baru dan penerapannya yang dalam berbagai wilayah memasuki ranah komunikasi massa atau secara langsung/tidak langsung memiliki dampak terhadap media massa tradisional (Mc.Quail, 2011:148).

Teknologi media baru memberi peluang bagi selera dan mengkreasi isi media seperti blog, halaman Facebook, portal¸ dan catatan harian video YouTube (Berger dkk, 2015:381). Sebutan media baru ini merupakan pengistilahan untuk menggambarkan kerakteristik media yang berbeda dari yang telah ada selama ini. Media seperti televisi, radio, majalah, dan koran digolongkan menjadi media lama, dan internet yang mengandung muatan interaktif digolongkan sebagai media baru. Sehingga pengistilahan ini bukan berarti kemudian media lama menjadi hilang digantikan media baru, namun ini merupakan pengistilahan untuk menggambarkan karakteristik yang muncul.

2.2.2.2 Ciri-Ciri Media Baru

McQuail dalam bukunya Teori Komunikasi Massa (2011:11) menjelaskan ciri-ciri utama yang menandai perbedaan antara media baru dengan media lama (konvensional) berdasarkan perspektif pengguna, yaitu:

a. Interactivity; diindikasikan oleh rasio respon atau inisiatif dari pengguna terhadap “tawaran‟ dari sumber/pengirim pesan.

b. Social presence (sociability); dialami oleh pengguna, media baru dapat menjembatani adanya perbedaan kerangka referensi,

(34)

mengurangi ambiguitas, memberikan isyarat-isyarat, lebih peka dan lebih personal.

c. Autonomy; Seorang pengguna merasa dapat mengendalikan isi dan menggunakannya dan bersikap independen terhadap sumber.

d. Playfulness; digunakan untuk hiburan dan kenikmatan.

e. Privacy; diasosiasikan dengan penggunaan medium dan atau isi yang dipilih.

f. Personalization; Tingkatan dimana isi dan penggunaan media bersifat personal dan unik.

2.2.2.3 Fungsi Media Baru

Media baru memiliki fungsi (Lia, 2015:128) sebagai berikut:

a. Berfungsi menyajikan arus informasi yang dapat dengan mudah dan cepat diakses dimana saja dan kapan saja. Sehingga memudahkan seseorang memperoleh sesuatu yang dicari atau dibutuhkan yang biasanya harus mencari langsung dari tempat sumber informasinya.

b. Sebagai media transaksi jual beli. Kemudahan memesan produk melalui fasilitas internet ataupun menghubungi customer service.

c. Sebagai media hiburan. Contohnya: game online, jejaring sosial, streaming video, dan lain sebagainya.

d. Sebagai media komunikasi yang efisien. Penggunanya dapat berkomunikasi dengan siapapun tanpa terkendala jarak dan waktu, bahkan dapat melakukan video conference.

e. Sebagai sarana pendidikan dengan adanya buku elektronik yang mudah dan praktis. Bagi mahasiswa dan pelajar penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi jelas dan menarik, lebih interaktif, efisiensi waktu dan tenaga, memungkinkan proses belajar bisa dilakukan dimana saja dan mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

Berdasarkan penjelasan tersebut, media baru berfungsi sebagai media sarana transaksi, komunikasi, hiburan, dan pendidikan yang efisien dalam memberikan kemudahan kepada para pengguna untuk mengakses kapan dan dimana saja.

(35)

2.2.3 Media Sosial

Media sosial merupakan salah satu bagian dari media baru dan sudah berkembang dengan pesat. Media sosial memudahkan masyarakat untuk dapat berkomunikasi, berpartisipasi, saling bertukar informasi, dan membentuk jaringan secara daring yang dapat menyebarluaskan konten sendiri. Media sosial memiliki karakter yang interaktif bila dibandingkan dengan bentuk media konvensional seperti televisi, radio, dan surat kabar (Aditya, 2015:51).

Menurut Nasrullah (2015) media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual. Tiga bentuk yang merujuk pada makna bersosial dalam media sosial adalah pengenalan (cognition), komunikasi (communicate), dan kerjasama (cooperation). Menurut Nasrullah (2015) media sosial memiliki karakter khusus, yaitu:

1. Jaringan (Network)

Jaringan adalah infrasturktur yang menghubungkan antara komputer dengan perangkat keras lainnya. Jaringan dibutuhkan karena komunikasi bisa terjadi jika antar komputer terhubung, termasuk perpindahan data.

2. Informasi (Informations)

Informasi merupakan hal penting di media sosial karena pengguna media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi.

3. Arsip (Archive)

Arsip merupakan penyimpanan data yang dapat diakses kapan pun dan melalui perangkat manapun.

4. Interaksi (Interactivity)

Media sosial membentuk suatu hubungan dan memperluas hubungan pertemanan atau pengikut (follower) dengan interaksi antar pengguna tersebut.

5. Simulasi sosial (simulation of society)

Media sosial memiliki karakter sebagai media atau wadah berlangsungnya sosialisasi di dunia virtual. Media sosial memiliki

(36)

keunikan yang berbeda dan tidak dijumpai dalam tatanan masyarakat yang sebenarnya.

6. Konten oleh pengguna (user-generated content)

Konten di Media sosial sepenuhnya milik dan berdasarkan kontribusi pengguna atau pemilik akun. UGC (User-Generated Content) merupakan relasi simbiosis dalam budaya media baru yang memberikan kesempatan pengguna untuk berpartisipasi. Hal ini berbeda dengan media lama (tradisional) dimana khalayaknya sebatas menjadi objek atau sasaran yang pasif dalam distribusi.

Menurut Nasrullah (2015) setidaknya ada enam kategori besar untuk melihat pembagian media sosial, yakni:

1. Media Jejaring Sosial (Social networking)

Media jejaring sosial merupakan sarana yang biasa digunakan pengguna untuk melakukan hubungan sosial, termasuk konsekuensi atau efek dari hubungan sosial tersebut di dunia virtual. Karakter utama dari situs jejaring sosial adalah setiap pengguna membentuk jaringan pertemanan, baik terhadap pengguna yang sudah diketahuinya dan kemungkinan saling bertemu di dunia nyata (offline) maupu membentuk jaringan pertemanan baru. Contoh jejaring sosial yang banyak digunakan adalah Facebook dan YouTube.

2. Jurnal Daring (blog)

Jurnal daring merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengunggah aktifitas keseharian, saling mengomentari dan berbagi, baik web lain, informasi dan sebagainya.

Jurnal daring banyak menampilkan jurnal (tulisan keseharian pribadi) pemilik media dan terdapat kolom komentar yang bisa diisi oleh pengguna. Secara mekanis, jenis media sosial ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu kategori personal homepage, yaitu pemilik menggunakan nama domain sendiri seperti “.com” atau “.net” dan yang kedua dengan menggunakan fasilitas penyedia halaman blog gratis, seperti

“wordpress” atau “blogspot”.

3. Jurnal Daring Sederhana atau Microblog (Micro-Blogging)

(37)

Jurnal daring sederhana merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk menulis dan memublikasikan aktifitas serta atau pendapatnya. Contoh microblogging yang paling banyak digunakan adalah Twitter.

4. Media Berbagi (Media Sharing)

Situs berbagi media merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi media, mulai dari dokumen, video, audio, gambar, dan sebagainya. Contoh media ini adalah YouTube, Flickr, Photo-bucket, atau Snapfish.

5. Penanda Sosial (Social Bookmarking)

Penanda sosial merupakan media sosial yang bekerja untuk mengorganisasi, menyimpan, mengelola, dan mencari informasi atau berita tertentu secara daring. Beberapa situs penanda sosial yang popular adalah “delicious.com” dan “stumbleUpon.com”, untuk di Indonesia ada “LintasMe”.

6. Media Konten Bersama atau Wiki

Media sosial ini merupakan situs yang kontennya hasil kolaborasi dari para penggunanya. Mirip dengan kamus atau ensiklopedi, wiki menghadirkan kepada pengguna pengertian, sejarah hingga rujukan buku atau tautan tentang satu kata. Penjelasan tersebut dikerjakan oleh pengunjung, artinya ada kolaborasi atau kerja sama dari semua pengunjung untuk mengisi konten dalam situs ini.

(38)

2.2.4 YouTube

YouTube adalah sebuah video daring dan hal yang utama dari kegunaan situs ini ialah sebagai media untuk mencari, melihat, dan berbagi video yang asli ke dan dari segala penjuru dunia melalui suatu web (Budiargo, 2015:47).

Titik awal kemunculan YouTube pada tahun 2005 diciptakan oleh tiga mantan karyawan perusahaan finance online PayPal di Amerika Serikat, yaitu Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim.

Gambar 2.1 Logo YouTube Sumber: www.YouTube.com

Desain dengan format berkas FLV (Flash Video) yang lebih efisien dan terdapat dimana saja sebagai standardisasi dalam pengodean film yang diunggah oleh para pengguna akun, membuat YouTube dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui internet. Sebagai tambahan, melalui teknologi yang memungkinkan YouTube menginspirasi masyarakat untuk menonton video melalui web dengan fitur jaringan sosial Web-2,0; seperti komentar, grup, halaman beranda untuk anggota, langganan, dan ide lainnya yang berbasis komunitas yang dipopulerkan melalui web seperti MySpace, Facebook, dan lain-lain (Yogapratama, 2009:1-2).

YouTube merupakan salah satu media sosial yang menarik sehingga banyak pihak yang menggunakannya. Tidak hanya sebagai sarana pribadi dalam berbagi pengalaman dan informasi, beberapa berita hanya disiarkan lewat YouTube dikarenakan bebasnya orang untuk mengunggah video mereka sendiri. Tujuan utama YouTube adalah sebagai tempat bagi setiap orang (tidak peduli tingkat keahliannya) untuk mengunggah dan membagikan pengalaman perekaman mereka kepada orang lain (Yogapratama, 2009:3).

Slogan YouTube “broadcast yourself” menjadi daya tarik tersendiri bagi para kreator konten untuk menyalurkan karyanya yang tidak memiliki tempat di media komersial seperti televisi. YouTube memberikan banyak inspirasi bagi banyak orang sebagai sarana para pembuat konten dan para pengiklan.

(39)

YouTube mengajak khalayak untuk berpartisipasi sebagai kreator konten atau YouTuber melalui tawaran monetisasi, yaitu memasukkan iklan dalam video tersebut dan pemilik akun tersebut akan mendapatkan penghasilan berdasarkan dari jumlah penonton dan pelanggan.

Konten-konten yang ada di YouTube sangat beragam jenisnya. Namun, sebuah riset yang dilakukan Burgess dan Joshua (2009:38), menggolongkan konten ke dalam dua jenis, yakni konten video yang berasal dari pengguna amatir (usercreated content) dan yang berasal dari institusi media tradisional.

Riset tersebut juga menemukan bahwa akun pembuat konten lebih mendominasi dan mayoritasnya adalah video blog. Video blog atau yang lebih sering disebut sebagai vlog merupakan sebuah bentuk perekaman ungkapan pemikiran, pendapat, atau pengalaman yang direkam dan dipublikasi secara daring melalui internet.

YouTube memberikan berbagai kategori yang dapat dilihat di daftar kolom kanan. Sepanjang halaman atas terdapat empat tab besar untuk menavigasikan situs YouTube. Keempat tab tersebut adalah bagian dari navigasi YouTube yang tetap karena tidak peduli halaman mana yang dilihat, pengguna memiliki akses langsung ke tautan yang sama. Saat mengurutkan dari kiri ke kanan, opsi ini dilabeli, video, kategori, saluran, dan komunitas.

Bagian kanan atas adalah tautan memasang video (Manalu, 2016: 16).

Pengguna yang hendak mencari video berdasarkan area ketertarikan yang khusus dapat memulai dengan tab kategori. Bagian sisi kiri halaman terdapat semua kategori yang dapat dipilih. Ketika “All” atau “Semua” menjadi kategori yang dipilih, pengguna akan diberi sebuah pilihan yang merupakan video terpilih yang diletakkan di bagian atas halaman, bersamaan dengan dengan beberapa fitur saluran.

Pengguna akan melihat kategori individual di daftar (Featured Video by Category) bagian bawah yang masing-masing gambar kecilnya mewakili video berfitur untuk kategori itu. Setiap kategori yang dipilih memiliki halaman utamanya sendiri dengan pilihan favorit. Daftar kategori video yang ada di YouTube,yaitu Autos & Vehicles (Otomotif dan Kendaraan), Comedy (Komedi), Entertainment (Hiburan), Film & Animation (Film dan Animasi),

(40)

Gadgets & Games (Peralatan dan Permainan), How to & DIY (Cara-cara dan Bagaimana Melakukan Sendiri), Music (Musik), News & Politics (Berita dan Politik), People & Blog (Orang dan Blog), Pets & Animals (Hewan dan Binatang Peliharaan), Sports (Olahraga), Travel and Places (Perjalanan dan Tempat) (YouTube.com).

Penghargaan semacam trofi atau yang lebih dikenal sebagai play button diberikan oleh pihak YouTube setelah seseorang telah mencapai subscribers dalam jumlah tertentu. Terdapat empat jenis play button yang dikutip dari (www.YouTube.com), yaitu:

a. Silver Play Button

Penghargaan trofi ini akan diberikan oleh pihak YouTube setelah akun YouTube tersebut mencapai subscribers sebanyak 100.000.

Trofi ini berwarna perak dengan logo YouTube di tengah bingkai.

b. Gold Play Button

Pengguna harus memiliki subscribers sebanyak 1 juta orang. Trofi ini berwarna emas sesuai judul namanya, dan play button ini tidak semua bagian terbuat dari emas, namun hanya berlapiskan emas di bagian tertentu.

c. Diamond Play Button

Trofi ini diraih oleh akun YouTube yang melewati angka 10 juta subscribers. Diamond Play Button memiliki warna perak dengan kristal di tengah membentuk segitiga seperti logo dari platform YouTube. Trofi ini dilapisi oleh perak dan di tengahnya terbuat dari kristal yang dibentuk segitiga seperti tombol 'play'.

d. Ruby Play Button

Trofi ini dikenal pula dengan custom play button karena pengguna yang mendapatkan penghargaan ini bisa dengan bebas memilih bentuk serta warna dari trofi tersebut. Pengguna harus memiliki subscribers sebanyak 50 juta orang untuk dapat memilikinya.

(41)

2.2.5 YouTuber

Seseorang yang mengunggah video di YouTube dikatakan sebagai YouTuber atau kreator konten. Kreator konten artinya seseorang yang kerjanya membuat sebuah konten baik berupa tulisan, gambar ataupun video yang akan ditampilkan pada media popular. Supriono (2019) mengatakan bahwa YouTuber merupakan sebuah istilah untuk menyebut seseorang yang membuat konten video yang menarik kemudian diunggah melalui akun YouTubenya (dalam Azizah, 2020:15).

Hasil penelitian Labas & Daisy (2017) mengenai perkembangan di era jejaring, menunjukkan bahwa kreator konten menggunakan YouTube dalam pemanfaatan kreatifitas serta ruang ekspresi diri. YouTube juga digunakan dalam berinteraksi dengan penonton sebagai bentuk komoditi yang dimanfaatkan oleh kreator untuk kepentingannya demi mendapatkan keuntungan berupa materil dan popularitas (dalam Ulya, 2019:2). Tidak hanya akan mendapatkan keuntungan tersebut, YouTuber akan mendapatkan penghargaan yang disebut sebagai YouTube Play Button ketika telah mencapai jumlah subscribers yang ditentukan oleh pihak YouTube.

Konten video yang diunggah oleh YouTuber harus memiliki konsep yang kreatif agar dapat menarik penonton dan subscriber baru. Meskipun tidak ada aturan ketat yang mengatur pembuatan konten di YouTube, terdapat 10 prinsip dasar sebagai panduan penting dalam membuat konten video YouTube yang baik (thinkwithgoogle.com) yaitu:

1. Konten yang dapat dibagikan (Shareable Content)

YouTube merupakan salah satu media sosial yang memudahkan pengguna untuk membagikan video ke media sosial lainnya. Kreator konten harus dapat mengidentifikasikan hal-hal yang sedang tren agar video yang diunggah terlihat dan mudah didapat dalam pencarian.

Penonton lebih cenderung membagikan video yang memunculkan perasaan emosional yang kuat. Kreator konten harus membuat video yang memicu tawa, gembira, atau bernostalgia. Orang sering berbagi konten karena mereka merasa konten tersebut menyampaikan sesuatu yang penting bagi mereka. Berbagi konten lucu membuat mereka merasa lucu,

Gambar

Gambar 1.1 Internet dan Media Sosial Indonesia 2020  Sumber: wearesocialmedia.com
Gambar 1.3 Tampilan Profil Akun YouTube Atta Halilintar  Sumber: www.YouTube.com
Gambar 2.2 Tampilan Video Atta Halilintar & Fitur dalam YouTube  Sumber : www.YouTube.com
Gambar 2.4 Kerangka Konsep Penelitian  Sumber : Dimodifikasi oleh Peneliti
+7

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan prinsip dan konsep dasar public relations, serta mampu mengaplikasikan keterampilan kehumasan yang meliputi teknik membangun hubungan

Pada penelitian ini, peneliti akan memilih 1 konten Youtube “Pemuda Tersesat” yang berjudul “Pertanyaan Terultimate Untuk Habib Husein Ja'far Pemuda Tersesat Eps 01 - Season

Tugas yang diberikan selama periode magang adalah monitoring krisis (social media), review konten untuk media sosial, pembuatan newsletter dan press release, menyambut

Subyek : Alasan menggunakan media youtube pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam karena youtube berisi tentang konten video atau film yang dapat digunakan

Kesimpulan, Public Relations Mal Kelapa Gading juga melakukan strategi komunikasi dalam sosial media agar dapat mengelola dan meningkatkan citra MKG yaitu

Peneliti juga mengobservasi peran generasi Z dalam perkembangan literasi digital melalui pembuatan konten YouTube HASIL DAN PEMBAHASAN Literasi digital sangat diperlukan oleh

176 SIMPULAN Simpulan dari pokok permasalahan yang dibahas yaitu mengenai langkah pembuatan konten video youtube dari hasil pembelajaran mata kuliah instrument violin di Prodi

Pertama, Etika Umum yang membahas kondisi dasar bagaimana manusia bertindak etis dalam mengambil keputusan etis, dan teori etika serta mengacu pada prinsip moral dasar yang menjadi