• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Identifikasi Variabel 3.3. Definisi Operasional Variabel Keunggulan jalinan relasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Identifikasi Variabel 3.3. Definisi Operasional Variabel Keunggulan jalinan relasi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

41 3.1. Desain Penelitian

Desain penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Jenis penelitian adalah causal research (Malhotra, 1996:97), yaitu suatu penelitian yang mencari dan mendeskripsikan adanya hubungan (sebab-akibat) dan pengaruh dari variabel- variabel penelitian untuk ditarik kesimpulan. (2) Data pokok yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan. (3) Model analisis adalah regresi linier berganda dan menetapkan hipotesis yang harus diuji kebenarannya.

3.2. Identifikasi Variabel

Variabel penelitian diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Variabel bebas (X) adalah aspek pemasaran 3D yang dibedakan menjadi 3, yaitu:

a. Keunggulan jalinan relasi (X1).

b. Keunggulan fungsional (X2).

c. Keunggulan proses (X3).

2. Variabel tergantung: Keputusan pembelian (Y).

3.3. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel adalah petunjuk pelaksanaan bagaimana mengukur suatu variabel penelitian (Singarimbun dan Effendi, 1995:46). Pengukuran variabel pemasaran 3D dan keputusan pembelian diterangkan sebagai berikut:

1. Keunggulan jalinan relasi merupakan persepsi pelanggan atas layanan personal dan perusahaan serta penghargaan kepada pelanggan dari perusahaan, di mana tolok ukurnya didasarkan atas pendapat Court et al. (1999:5) yang disesuaikan dengan jalinan relasi yang diterapkan dealer Mercedes Benz, yang dapat diwujudkan melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

a. Pada saat pelanggan hendak membeli Mercedes Benz melalui telepon, personil dealer Mercedes Benz membuat janji datang ke rumah pelanggan untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi, keunggulan produk dan brosur.

(2)

b. Dealer Mercedes Benz memberikan layanan emergensi (Emergency Service) selama 24 jam sehari, mendukung keputusan pembelian pelanggan karena tidak perlu kuatir apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

c. Dealer Mercedes Benz memberikan pelayanan pada hari Minggu (09.00 – 14.00 am) untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan yang tidak mempunyai kesempatan di hari-hari kerja relatif akan menguntungkan.

d. Pelayanan dealer tempat pelanggan membeli Mercedes Benz memberikan perhatian pribadi, ramah, dan cekatan.

e. Pelayanan dealer tempat pelanggan membeli Mercedes Benz mampu memunculkan ikatan emosional yang kuat di dalam diri pelanggan.

f. Dealer Mercedes Benz berjanji menyerahkan mobil yang pelanggan beli tanpa harus menunggu lama, karena ketidaktersediaan stok dan harus didatangkan dari Jakarta.

g. Dealer Mercedes Benz memberikan kompensasi atau penghargaan atas kesediaan pelanggan menunggu mobil yang pelanggan beli.

Pengukuran variabel keunggulan jalinan relasi menggunakan skala kesetujuan berjenjang 7 (tujuh), mulai dari 1 = “sangat tidak setuju” hingga 7 =

“sangat setuju” (Cronin dan Taylor, 1992:55-68), seperti ditunjukkan berikut ini:

Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju 1 2 3 4 5 6 7

Rata-rata nilai jawaban responden (mean) < 4 dapat diartikan konsumen tidak setuju atas pernyataan-pernyataan keunggulan jalinan relasi yang diajukan, sebaliknya mean 4 dapat diartikan konsumen setuju atas pernyataan -pernyataan keunggulan jalinan relasi yang diajukan.

2. Keunggulan fungsional merupakan persepsi konsumen atas keunggulan suatu produk, yang meliputi kualitas, kinerja, nilai, dan atribut produk yang ditawarkan perusahaan, di mana tolok ukurnya didasarkan atas pendapat Court et al. (1999:5) yang disesuaikan dengan produk Mercedes Benz, yang dapat diwujudkan melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

a. Mesin Mercedes Benz mampu memberikan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu yang relatif singkat (7,8 – 11 detik), hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

(3)

b. Dengan new direct-injection unit, menyebabkan mesin Mercedes Benz hemat BBM (9,26 km/lt – 14,49 km/lt), hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

c. Mercedes Benz dilengkapi dua airbag, sidebag, dan windowbag yang dapat menjamin keselamatan pelanggan dan penumpang lain, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

d. Mercedes Benz dilengkapi 4 wheel drive menjadikan mobil sangat andal digunakan di jalan berbatu kerikil dan jalan basah yang licin, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

e. Kursi Mercedes Benz dapat digerakkan untuk mendukung posisi yang optimum dan menghindari sinar matahari, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

f. Mercedes Benz dilengkapi sistem ESP (Electronic Stability Program) yang mampu mengambil alih pengendalian jika mobil mengalami slip atau tergelincir, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

g. Mercedes Benz dilengkapi Thermatic, yang dapat mengatur penyaluran udara secara otomatis agar suhu di dalam mobil tetap konstan, berapa pun suhu di luar mobil, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

h. Mercedes Benz dilengkapi sensor cahaya yang secara otomatis akan menghidupkan lampu apabila diperlukan, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

i. Mercedes Benz dilengkapi sensor hujan yang akan mengontrol kecepatan wiper sesuai dengan intensitas turunnya hujan, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

j. Mercedes Benz menggunakan lampu depan bi-xenon dengan cornering light function yang akan membuat cahaya lampu depan dapat mengikuti gerakan stir hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

k. Mercedes Benz adalah mobil premium atau mewah yang memberikan nilai prestise tinggi pada pelanggan yang memiliki/mengendarai, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

(4)

l. Mercedes Benz memiliki harga jual bekas tetap tinggi, dengan kata lain depresiasi harganya paling rendah untuk mobil bekas, hal itu menjadi salah satu alternatif keputusan pembelian pelanggan.

Pengukuran variabel keunggulan fungsional menggunakan skala kesetujuan berjenjang 7 (tujuh), mulai dari 1 = “sangat tidak setuju” hingga 7 =

“sangat setuju” seperti ditunjukkan berikut ini:

Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju 1 2 3 4 5 6 7

Rata-rata nilai jawaban responden (mean) < 4 dapat diartikan konsumen tidak setuju atas pernyataan-pernyataan keunggulan fungsional yang diajukan, sebaliknya mean 4 dapat diartikan konsumen setuju atas pernyataan -pernyataan keunggulan fungsional yang diajukan.

3. Keunggulan proses merupakan persepsi konsumen atas akses informasi produk, pilihan alternatif produk, kemudahan transaksi, dan kemampuan perusahaan menyajikan produk, di mana tolok ukurnya didasarkan atas pendapat Court et al.

(1999:5) yang disesuaikan dengan dealer Mercedes Benz, yang dapat diwujudkan melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

a. Di Surabaya terdapat dua dealer Mercedes Benz yang memiliki homepage di internet yang memudahkan pelanggan mengakses informasi produk dan layanan yang diinginkan, ketika pelanggan hendak memutuskan akan membeli mobil Mercedes Benz.

b. Terdapat aneka class Mercedes Benz yang ditawarkan kepada pelanggan mulai dari C-Class, E-Class, S-Class hingga A-Class lengkap dengan berbagai spesifikasi, sehingga dapat membantu pelanggan memutuskan dalam menentukan pilihan produk Mercedes Benz sesuai kemampuan (finansial).

c. Sistem pembelian Mercedes Benz fleksibel, dapat membeli dengan cara tunai maupun kredit, sehingga mendukung kelancaran keputusan pembelian pelanggan.

d. Transaksi pembelian Mercedes Benz dapat dilakukan di dealer atau di rumah pelanggan, dengan demikian proses transaksi dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan aman, sehingga mendukung proses keputusan pembelian pelanggan.

(5)

e. Realisasi pengiriman Mercedes Benz yang pelanggan beli dijanjikan hanya beberapa hari, sehingga mendukung keputusan pembelian pelanggan.

Pengukuran variabel keunggulan proses menggunakan skala kesetujuan berjenjang 7 (tujuh), mulai dari 1 = “sangat tidak setuju” hingga 7 = “sangat setuju” seperti ditunjukkan berikut ini:

Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju 1 2 3 4 5 6 7

Rata-rata nilai jawaban responden (mean) < 4 dapat diartikan konsumen tidak setuju atas pernyataan-pernyataan keunggulan proses yang diajukan, sebaliknya mean 4 dapat diartikan konsumen setuju atas pernyataan -pernyataan keunggulan proses yang diajukan.

4. Keputusan pembelian merupakan puncak dari proses pencarian dan evaluasi dalam memilih satu di antara sejumlah alternatif produk yang hendak dikonsumsi guna memenuhi harapan pelanggan, di mana tolok ukurnya didasarkan atas lima tahap keputusan pembelian (Kotler, 1997:192) yang disesuaikan dengan obyek (konsumen Mercedes Benz), yang diwujudkan melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

a. Dalam usaha mendukung gaya hidup dan penampilan, pelanggan merasa membutuhkan sesuatu yang dapat dibanggakan.

b. Sesuatu yang pelanggan butuhkan adalah memiliki mobil mewah, Mercedes Benz yang sangat prestis.

c. Untuk mewujudkan keinginan memiliki mobil Mercedes Benz, pelanggan berusaha mencari informasi-informasi atas mobil Mercedes Benz yang pelanggan maksudkan.

d. Informasi-informasi yang pelanggan kumpulkan mengenai mobil Mercedes Benz adalah informasi-informasi yang relevan saja.

e. Informasi-informasi yang relevan mengenai mobil Mercedes Benz adalah informasi mengenai keunggulan jalian relasi atau layanan personal dan perusahaan kepada pelanggan.

f. Informasi-informasi yang relevan mengenai mobil Mercedes Benz adalah informasi mengenai keunggulan fungsional, yang meliputi kualitas, kinerja, nilai, dan atribut produk Mercedes Benz.

(6)

g. Informasi-informasi yang relevan mengenai mobil Mercedes Benz adalah informasi mengenai keunggulan proses, yaitu akses informasi produk, pilihan alternatif produk, kemudahan transaksi, dan kemampuan perusahaan menyajikan produk.

h. Informasi-informasi yang relevan, yang pelanggan miliki akan dievaluasi berdasarkan citra diri dan kemampuan pelanggan.

i. Dalam mengevaluasi informasi-informasi yang relevan mengenai mobil Mercedes Benz, dominasi pelanggan relatif besar bila dibandingkan dengan keluarga.

j. Pada akhirnya pelanggan dihadapkan pada satu pilihan dari beberapa alternatif yang harus pelanggan putuskan untuk membeli sebuah mobil Mercedes Benz yang disuka.

k. Keputusan membeli Mercedes Benz yang pelanggan miliki sekarang adalah merupakan keputusan yang benar karena dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan.

l. Dengan memutuskan membeli mobil Mercedes Benz, pelanggan merasa menjadi seperti yang dipersepsikan oleh produsen Mercedes Benz, bahwa pelanggan memiliki gaya hidup yang trendy, sporty, dan fashionable.

Pengukuran variabel keputusan pembelian menggunakan skala kesetujuan berjenjang 7 (tujuh), mulai dari 1 = “sangat tidak setuju” hingga 7 =

“sangat setuju” seperti ditunjukkan berikut ini:

Sangat Tidak Setuju Sangat Setuju 1 2 3 4 5 6 7

Rata-rata nilai jawaban responden (mean) < 4 dapat diartikan konsumen tidak setuju atas pernyataan-pernyataan yang diajukan, sebaliknya mean 4 dapat diartikan konsumen setuju atas pernyataan-pernyataan yang diajukan.

3.4. Jenis dan Sumber Data

Jenis data dibedakan menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Data kualitatif, yaitu data yang bersifat deskripsi atau uraian-uraian kalimat yang menjelaskan tentang suatu keadaan, misalnya demografi responden.

(7)

2. Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka, baik yang berskala interval atau rasio, misalnya data nilai jawaban kuesioner atau volume penjualan mobil Mercedes Benz (Durianto et al., 2001:19).

Sumber data penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Data primer, dalam hal ini data primer sebagai data pokok penelitian, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, yaitu pemilik mobil Mercedes Benz yang dijadikan responden penelitian.

2. Data sekunder, dalam hal ini data sekunder sebagai data pendukung penelitian, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya, karena sudah diolah dan dipublikasikan di media massa, misalnya koran, majalah

3.5. Alat dan Metode Pengumpulan Data

Alat dan metode pengumpulan data adalah kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pernyataan yang disusun secara sistematis dengan 7 pilihan jawaban yang mudah dipahami (Malhotra, 1996:330).

Kuesioner yang digunakan bersifat tertutup, artinya jawaban pertanyaan sudah disediakan terlebih dahulu dan responden tidak mendapat kesempatan memberikan jawaban lain di luar jawaban yang sudah disediakan (Singarimbun dan Effendi, 1995:177). Sistem pengedaran kuesioner adalah langsung (tidak melalui pos atau telpon) dan akan dilaksanakan pada Desember 2004.

3.6. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah jumlah dari keseluruhan obyek yang karakteristiknya hendak diduga, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang hendak diselidiki (Djarwanto dan Subagyo, 2000:95). Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat Surabaya yang memiliki mobil Mercedes Benz, yang tidak diketahui jumlahnya. Sesuai dengan hasil perhitungan populasi tak terbatas (Sugianto et al., 2001:70; Djarwato dan Subagyo, 2000:138) seperti ditunjukkan pada Lampiran 15 jumlah sampel penelitian diperoleh minimal 97 orang. Namun demikian sampel penelitian ini ditetapkan sebanyak 150 orang, dengan asumsi di atas jumlah minimal tersebut dan sesuai dengan pendapat Hair et al. (1998:605), yaitu 100-200 orang.

(8)

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive convenience sampling atau judgment sampling (Singarimbun dan Effendi, 1995:169; Durianto et al. 2001:33), yaitu mengambil sejumlah konsumen/pemilik mobil Mercedes Benz di Surabaya yang mudah ditemui (convenience) dan memenuhi kriteria-kriteria tertentu (purposive) untuk dijadikan responden. Kriteria yang ditetapkan adalah:

1. Usia responden minimal 25 tahun dengan asumsi sudah dewasa, mempunyai kemampuan finansial dan gaya hidup serta mandiri dalam memberikan penilaian.

2. Membeli mobil Mercedes Benz dalam keadaan baru pada dealer (bukan mobil Mercedes Benz bekas dari pihak lain).

3. Responden memiliki mobil Mercedes Benz minimal sudah 1 bulan berjalan dan maksimal 5 tahun (tahun pembelian 1999).

Lokasi penelitian dikonsentrasikan di Surabaya, tepatnya di:

1. Tempat-tempat perbelanjaan (Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza, Galaxy Mall, Pakuwon Trade Center, Maspion Square, Carrefour).

2. Hotel-hotel (Shangri La, J.W. Mariot, Majapahit-Mandarin, Garden Palace Hotel, Sahid Hotel).

3. Tempat ibadah (misalnya Gereja Mawar Saron di Jl. Cempaka, Surabaya, Gereja Bethany Indonesia di Jl. Manyar Rejo dan Jl. Intan Nginden, Surabaya).

4. Perumahan-perumahan elite (Darmahusada Indah, Kertajaya Indah, Darmo, Ciputra Land).

3.7. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur (Kuesioner)

Untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai alat ukur, maka seluruh

pertanyaan yang digunakan sebagai alat ukur dilakukan uji awal (pretest) kepada 30 orang responden (Singarimbun dan Effendi, 1995:137). Hasil jawaban

pertanyaan dilakukan tabulasi yang kemudian diuji secara statistik untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya.

1. Uji Validitas Alat Ukur (Kuesioner)

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur (kuesioner) yang digunakan dapat mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi, 1995:124). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment yang dikerjakan dengan bantuan program SPSS versi 11.01.

(9)

Hasil perhitungan korelasi (r) atau corrected item-total correlation selanjutnya dibandingkan dengan rkritis atau r(á;n-2), di mana á ditetapkan 5% dan n adalah jumlah sampel penelitian awal (pretest). Apabila korelasi (r) > rkritis, maka butir pertanyaan dinyatakan valid (sahih) dan apabila korelasi (r) < rkritis, maka butir pertanyaan dinyatakan tidak valid. Bila butir pertanyaan tidak valid, maka harus dibuang (dikeluarkan) (Hadi, 1991, p. 22), karena dimungkinkan kalimat kurang dipahami dan dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda (Singarimbun

& Effendi, 1995, p. 140), selanjutnya dilakukan proses analisis validitas ulang untuk butir-butir yang valid saja (Hadi, 1991, p. 22; Santoso, 2002, p. 272; 276).

2. Uji Reliabilitas Alat Ukur (Kuesioner)

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan dalam mendapatkan data penelitian (Singarimbun dan Effendi, 1995:140). Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbachs's Alpha, karena metode ini merupakan penyempurnaan dari metode-metode sebelumnya, yaitu “Belah-Tengah” dan

“Ganjil-Genap” yang memiliki kekurangan (Hadi, 1991:60). Perhitungan Cronbachs's Alpha (r-Alpha) menggunakan program SPSS versi 11.01.

Nilai Cronbachs's Alpha (r-Alpha) selanjutnya dievaluasi. Apabila r-Alpha > 0,60, maka alat ukur dinyatakan reliabel (andal) atau dapat dikatakan vahwa hasil pengukuran relatif konsisten apabila dilakukan pengukuran ulang pada waktu berlainan. Sebaliknya, apabila r-Alpha < 0,60, maka alat ukur dinyatakan tidak reliabel (Hair et al., 1995:118). Alat ukur yang tidak reliabel, maka harus diuji coba ulang dengan tenggang waktu 15-30 hari (Singarimbun dan Effendi, 1995:142).

3.8. Teknik Analisis Data

Setelah kuesioner dinyatakan valid dan reliabel, maka langkah selanjutnya mengedarkan kuesioner kepada 135 responden (sisanya 120 plus toleransi kesalahan sebesar 10%). Jawaban responden kemudian ditabulasi dan dihitung nilai rata-ratanya (mean). Selanjutnya nilai mean dari masing-masing variabel bebas (X1, X2, dan X3) diregresikan dengan mean variabel tergantung (Y) dengan menggunakan program bantu SPSS versi 11.01.

(10)

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus-rumus statistik. Rumus-rumus statistik yang digunakan, yaitu:

1. Koefisien Determinasi Berganda (R²) dan Koefisien Korelasi Berganda (R) a. Koefisien Determinasi Berganda (R²)

Koefisien determinasi berganda dalam penelitian ini sebagai teknik analisis untuk mengetahui pengaruh pemasaran 3D yang meliputi keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara simultan) terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

Rumus Koefisien Determinasi Berganda (Malhotra, 1996:596):

SSReg

R² = SSy

Keterangan:

R² = Koefisien determinasi berganda.

SSreg = Regression sum of squares.

SSy = Total sum of squares.

Nilai R² bervariasi antara 0,0 s.d 1,0 (= 0,0% s.d 100%). Nilai R²

= 0,0%, menunjukkan pemasaran 3D yang meliputi keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara simultan) tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya. Sebaliknya, nilai R² = 100% menunjukkan pemasaran 3D yang meliputi keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara simultan) memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

b. Koefisien Korelasi Berganda (R)

Koefisien korelasi berganda dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui pola dan kekuatan hubungan antara keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara simultan) dengan keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

Rumus Koefisien Korelasi Berganda (Malhotra, 1996:596):

R = R²

(11)

Keterangan:

R² = Koefisien determinasi berganda.

R = Koefisien korelasi berganda.

Nilai R bervariasi antara 0 s.d 1,0, di mana variasi nilai korelasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Nilai R = 0,70 s.d 1,0 hubungan variabel-variabel bebas (Xi) dan variabel tergantung (Y) adalah kuat.

2) Nilai R = 0,40 s.d < 0,70 hubungan antara Xi dan Y adalah cukup kuat.

3) Nilai R = 0,20 s.d < 0,40 hubungan antara Xi dan Y adalah lemah.

4) Nilai R = 0,00 s.d < 0,20 hubungan antara Xi dan Y boleh diabaikan.

5) Nilai R negatif (-) maka hubungan antara Xi dan Y berlawanan arah, tetapi apabila nilai R positif (+) hubungan antara Xi dan Y searah (Arcana, 1996:110).

2. Regresi Linier Berganda dan Koefisien Determinasi Parsial a. Regresi Linier Berganda

Regresi linier berganda dalam penelitian ini sebagai teknik analisis untuk mengetahui pengaruh pemasaran 3D yang meliputi keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara parsial) terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

Persamaan Regresi Linier Berganda (Malhotra, 1996:594):

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Keterangan:

Y = Skor keputusan pembelian.

X1 – X3 = Variabel bebas penelitian, yaitu keunggulan jalinan relasi (X1), keunggulan fungsional (X2), dan keunggulan proses (X3).

a = Konstanta.

b1 – b3 = Koefisien regresi keunggulan jalinan relasi (b1), keunggulan fungsional (b2), dan keunggulan proses (b3), yang menunjukkan pengaruh keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses secara parsial

(12)

terhadap keputusan pembelian dengan asumsi ceteris paribus.

e = Error (kesalahan baku estimasi).

b. Koefisien Determinasi Parsial (ri²)

Koefisien determinasi parsial dalam penelitian ini sebagai teknik analisis untuk mengetahui di antara keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses yang memberikan pengaruh secara dominan terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

Rumus Koefisien Determinasi Parsial (Malhotra, 1996:577):

ri ² = (ry1.234…k)

²

Keterangan:

ri

²

= Koefisien determinasi parsial.

ry1.234…k = Koefisien korelasi parsial.

3.9. Prosedur Pengujian Hipotesis

Dalam usaha menguji kebenaran hipotesis yang diajukan pada bab dua, maka prosedur pengujian hipotesis dalam penelitian ini ditetapkan dengan cara sebagai berikut:

1. Uji F

Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh pemasaran 3D yang meliputi keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara simultan) terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

Rumus Uji F (Malhotra, 1996:597):

SSReg / (k) F =

SSRes / (n – k – 1) Keterangan:

F = Nilai F hitung.

SSReg = Regression sum of squares.

SSRes = Residual sum of squares.

(13)

n = Jumlah data (sampel) yang dianalisis.

k = Jumlah variabel bebas yang dianalisis.

Prosedur uji-F ditetapkan sebagai berikut:

a. Hipotesis statistik yang diajukan:

Ho: βi = 0, di mana i = 1, 2, dan 3 menunjukkan keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz.

H1: βi 0, di mana i = 1, 2, dan 3 menunjukkan keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz.

b. Batasan Penolakkan Ho:

Menggunakan distribusi normal F dan uji satu sisi sebelah kanan dengan tingkat kesalahan (á) sebesar 5%, sehingga Fkritis atau Ftabel = F(á,k,n-k-1).

Nilai Fhitung < Ftabel, yang didukung oleh Sig. (signifikansi) > 0,05, maka Ho

diterima atau H1 ditolak. Sebaliknya, nilai Fhitung Ftabel atau Sig. 0,05, maka Ho ditolak atau H1 diterima, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.1 berikut ini.

Ho diterima Ho ditolak (H1 ditolak) (H1 diterima)

0 Ftabel

Gambar 3.1. Kurva Normal Uji F Sumber: Djarwanto dan Subagyo (2000:247).

2. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh pemasaran 3D yang meliputi keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses (secara parsial) terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

Rumus Uji t (Malhotra, 1996:583):

bi

tbi = di mana i = 1, 2, dan 3.

Sbi

(14)

Keterangan:

tbi = Nilai thitung dari koefisien regresi ke-i.

bi = Koefisien regresi dari variabel bebas ke-i.

Sbi = Simpangan baku kesalahan koefisien regresi ke-i.

Prosedur uji-t ditetapkan sebagai berikut:

a. Hipotesis statistik yang diajukan:

Ho: bi = 0, di mana i = 1, 2, dan 3, menunjukkan keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz.

H1: bi 0, di mana i = 1, 2, dan 3, menunjukkan keunggulan jalinan relasi, keunggulan fungsional, dan keunggulan proses memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya.

b. Batasan penolakkan Ho:

Menggunakan distribusi normal t dan uji dua sisi (two tails) dengan toleransi kesalahan (á) sebesar 5%, sehingga tkritis atau ttabel = t(0,025;n -k-1). Apabila

thitung < ttabel yang didukung oleh Sig. > 0,05, maka Ho diterima atau H1

ditolak, sebaliknya apabila thitung ≥ ttabel atau Sig. 0,05, maka Ho ditolak atau H1 diterima, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.2 berikut ini.

Ho ditolak Ho diterima Ho ditolak

(H1 diterima) (H1 ditolak) (H1 diterima)

-ttabel 0 ttabel Gambar 3.2. Kurva Normal Uji t Sumber: Djarwanto dan Subagyo (2000:282).

3. Pembuktian Variabel yang Dominan

Pembuktian variabel dominan digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis kedua, yaitu keunggulan fungsional mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian mobil Mercedes Benz di Surabaya dari pada keunggulan jalinan relasi dan keunggulan proses.

(15)

Ketetapan yang digunakan, yaitu nilai r2² (kontribusi keunggulan fungsional) lebih besar dari r1² (kontribusi jalinan relasi) dan r3² (kontribusi keunggulan proses) serta t2 (thitung keunggulan fungsional) lebih besar dari t1 (thitung

keunggulan jalinan relasi) dan t3 (thitung keunggulan proses), yang didukung oleh Sig.2 (Sig. keunggulan fungsional) lebih kecil dari Sig.1 (Sig. keunggulan jalinan relasi) dan Sig.3 (Sig. keunggulan proses), maka diputuskan keunggulan fungsional berpengaruh dominan.

Gambar

Gambar 3.1. Kurva Normal Uji F  Sumber: Djarwanto dan Subagyo (2000:247).

Referensi

Dokumen terkait

Zaki A., M.Kom Prind Triajeng P, M.Kom Siti Asmiatun, M.Kom Fahrul Pradhana P., M.Kom.. Fuzzy

Halaman Peta untuk melihat tempat wisata yang pada permainan ini terdapat 4 tempat wisata yang akan ditampilkan yaitu Gunung Lauser, Aceh Tengah, Gedung Mesium Tsunami,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode latihan berstruktur yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa mengikuti langkah-langkah sebagai berikut (1) guru

Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau

Selain komponen konsumsi rumah tangga, komponen PDRB Penggunaan yang mengalami peningkatan peranan pada triwulan III tahun 2014 dibandingkan dengan triwulan II

Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal.. ini penting dalam perubahan- perubahan morfologi hewan. Penetasan

Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pemecahan terhadap masalah-masalah yang telah terjadi, dengan maksud agar negara dan masyarakat Indonesia

Seperti telah diketahui bahwa anggota suatu organisasi internasional bukan lagi monopoli negara. Hal ini disebabkan bukan hanya negara saja yang mempunyai kepentingan, tetapi