• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Strategis Mandatori Biodiesel /Biofuel Bagi Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Nilai Strategis Mandatori Biodiesel /Biofuel Bagi Indonesia"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Nilai Strategis Mandatori Biodiesel

/Biofuel Bagi Indonesia

(4)

1. Biofuel adalah salah satu jalur hilirisasi sawit Indonesia

1

(5)

2. Ketahanan Energi (energy security)

o Mengurangi ketergantungan pada energi fosil (impor) o Diversifikasi sumber energi EBT

o Menghemat energi fosil untuk generasi cucu cicit

- 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

- 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

persen

000 KL

Konsumsi Diesel Fosil Konsumsi Biodiesel

Persentase ketergantungan impor Diesel fosil

Sumber : Kementerian ESDM, diolah

3. Pengurangan Emisi GHG (mitigasi perubahan iklim)

o Menurunkan emisi GHG melalui pengurangan produksi dan konsumsi energi fosil

o Memenuhi komitmen NDC / Paris Agreement, “Glasgow Commitment”

Energi 68% Pertanian 11% Industri 7% Lainnya* 14%

Sumber : IEA, 2016

o Mandatori biodiesel mengurangi ketergantungan impor solar fosil o Energi fosil contributor utama GHG global

Fosil

2 3

(6)

o Emisi Indonesia Berdasarkan Sumber Emisi Tahun 2018

Energi (36%) IPPU (4%) Pertanian (8%) FOLU & Peat (44%) Limbah (8%)

Berdasarkan sumber emisi di Indonesia, penyumbang terbesar adalah penggunaan lahan dan energi

(7)

- 5,000.00 10,000.00 15,000.00 20,000.00 25,000.00

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Pemanfaatan Biodiesel 592.28 952.81 1,776.50 2,782.91 4,898.42 2,430.96 7,988.86 6,828.68 9,958.12 16,985.3 22,307.1 Penghematan emisi (ribu tonCO2eq)

Sumber : Kementerian ESDM, diolah

Penghematan emisi GHG mandatori biodiesel

B-30

B-20

B-5

(8)

Penghematan Devisa Impor Migas (subsitusi mpor) 4. Manfaat Sosial-Ekonomi

Uraian Jan-Agus 21 Jan-Des 20

Nilai Ekspor Sawit 23,395 22,959

Penghematan Solar (B-30) 2,865 3,281

Net Ekspor Migas

- Tanpa B-30 (10,335) (8,608)

- Dengan B-30 (7,470) (5,948)

Net Ekspor Non Migas

- Tanpa Sawit 4,776 4,727

- Dengan Sawit 28,171 27,686

NET TRADE

- Tanpa Sawit dan B30 (5,559) (3,881)

- Dengan Sawit dan B30 20,701 21,738

0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5

2015 2016 2017 2018 2019 2020

USD Miliar

Sumber : Sipayung 2018, Kementerian ESDM, 2021, Tjakrawan , 2021

o B-30 perbaikan neraca perdagangan Migas

Sumber : BPS, Aprobi (data diolah)

4

(9)

Multiplier Biodiesel

(10)

MANFAAT DARI IMPLEMENTASI BIODIESEL B-20 DAN B-30

Sumber : Kementerian ESDM RI

(11)

Urban Poverty

(-)

Economic Growth

(+)

Rural Poverty

(-)

National Poverty

(-)

Harga CPO Domestik

(+)

Industri Growth

(+)

Konsumsi CPO (+) Produksi

CPO (+)

Unem ployment

(-)

BIODIESEL GROWTH

BENEFIT BIODIESEL

(12)

5. Mandatori biodiesel bagian instrumen Stabilisasi Pasar CPO Dunia (market leader)

44%

14%

31%

11%

2020

Palm Oil Rapeseed Oil

Soybean Oil Sunflower Oil

Pangsa sawit dalam pasar minyak nabati dunia tahun 2020 sebesar 44 persen

26% 58%

4%

12%

2020

Indonesia Malaysia

Thailand Row

Pangsa Indonesia dalam pasar minyak sawit dunia tahun 2020 sebesar 58 persen

Sumber : USDA

o Mandatori biodiesel bagian dari hilirisasi sawit domestik

o Berapa besar volume CPO yang di ekspor Indonesia ke pasar dunia berpengaruh besar pada dinamika pasar minyak sawit dan minyak nabati global

o Hilirisasi domestik, termasuk mandatori biodiesel dan pajak ekspor mempengaruhi daya saing produk hilir sawit Indonesia

5

(13)

India

Pakistan

USA

Sumber : MPOC

China

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Juta MT

2019 2020

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Juta MT

2019 2020

0.2 0.2 0.3 0.3 0.4 0.4 0.5

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Juta MT

2019 2020

0.1 0.1 0.1 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec

Juta MT

2019 2020

Stok minyak sawit di berbagai negara tujuan ekspor turun pada saat B-30

(14)
(15)

Impor Dan Konsumsi Domestik Bahan Bakar 2009 - 2019

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

Gasoline Impor 10,414 12,712 15,603 17,870 18,668 19,512 18,571 16,802 17,615 18,801 19,188

Diesel Impor 8,513 10,644 13,573 12,455 11,953 11,482 7,048 4,892 6,941 6,546 3,900

Avtur Impor 172 577 816 708 948 981 1,153 1,119 1,786 1,518 280

Konsumsi Gasoline 21,366 23,175 25,687 28,427 29,632 30,040 30,691 31,986 33,175 34,170 35,330 Konsumsi Diesel 21,366 23,175 33,458 34,222 34,071 32,706 29,211 27,494 29,263 30,994 29,233

Konsumsi Avtur 2,761 3,527 3,562 3,899 4,159 4,229 4,229 4,875 5,371 5,718 5,030

- 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000

000 kl

Sumber : Kementerian ESDM RI

1. Ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar fosil masih tinggi dan cenderung meningkat (subsitusi energi fosil ke energi biofuel)

1

(16)

CPO / PKO

(Crude Palm Oil/Palm Kernel Oil)

IVO

(Industrial vegetable Oil)

IPKO

(Industrial Palm Kernel Oil)

Biodiesel/

FAME

Bensin Nabati

RON > 110

Diesel Nabati

CN > 80

Avtur Nabati

TB < 65C

HDO + ISO Transesterifikasi

Green LPG Perkebunan Kelapa

Sawit

Potensi Greenfuel dan energy berbasis sawit domestik cukup besar

2. Potensi green fuel berbasis sawit domestik cukup besar sebagai subsitusi energi fosil

2

(17)

3. Target Penurunan emisi

Sumber : KLHK

Target Penurunan GRK Indonesia ( NDC)

3

(18)

Isu Biodiesel / Biofuel Sawit Di

Pasar Global

(19)

1. GHG Emission Saving dan Standar RED / RFS

o Direct emission semua biodiesel memenuhi emission saving minimum petrodiesel yakni minimum 35 persen, namun tidak bisa memenuhi emision saving minimum yang dipersyaratkan RED/RFS 50-60 persen

o Dengan memperhitungkan emisi LUC dan ILUC tak satupun biodiesel dapat memenuhi emmision saving minimum.

2. Biodiversity Loss

o Biodiesel Sawit dikategorikan terpapar biodiversity loss lebih parah dibandingkan dengan biodiesel alternatif

3. Forest Risk Commodity/ High ILUC Risk Biofuel (RED II) o Biodiesel Sawit dikategorikan EU sebagai berisiko High

Indirect Land Use Change.

4. EU Green Deal : The EU’s Farm to Fork/F2F ) and Biodiversity strategy 2030)

o Kebijakan terbaru EU, menuntut Sustainability yang terintegrasi sepanjang rantai pasok

5. Isu Sosial

o Isu sosial perkebunan sawit berimbas ke biodiesel sawit seperti Isu HAM, Konflik agraria, lingkungan pekerjaan, hak-hak gender, pekerja anak-anak, risiko dan keselamatan kerja, pengupahan, dan dampak sosial sekitar perkebunan.

6. Isu Ekonomi

o Green protecsionism kombinasi tariff barrier (Pigovian tax), non tariff barier (red type, label

“palm oil free”, “no palm oil”, etc)

(20)

Biofuel Sawit Menuju Net- Zero Carbon

Emission (Makin Sustainable)

(21)

1. Studi terakhir : Minyak Sawit termasuk biodiesel sawit terbukti paling sustainable

Emisi kebun sawit lebih rendah dari emisi kebun minyak nabati lainnya

Sumber :

Beyer et al (2020, 2021) : the environmental impact of palm oil and its alternatives

Kehilangan biodiversity pada kebun sawit lebih rendah dari kebun minyak nabati lainnya

1

(22)

Perbandingan emisi minyak nabati

0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0

Palm oil conventional Soybean oil Rapeseed oil Sunflower oil Palm oil tanpa methane capture

Palm oil dengan methane capture

2.85 2.85

2.47

1.18 1.14

0.43

emisi ton Co2 eq/ton oil

2. Minyak Sawit Indonesia berpeluang menjadi Net-Zero Carbon Emission

2

(23)

Cultivation FFB (11.46) Processing CPO (19.74) Transport ke refinery (2.02) Refinery (0.97)

Esterifikasi Biodiesel (10.28)

Sumber emisi tanpa methan capture Sumber emisi dengan methan capture

Cultivation FFB (11.46) Processing CPO (0.47) Transport ke refinery (2.02) Refinery (0.97)

Esterifikasi Biodiesel (10.28)

2. Area Improvement Menuju Net - Zero Carbon Emission

3

(24)

Peningkatan Produktivitas memperbaiki neraca karbon dan menurunkan beban biodiversity loss 3. Peningkatan produktivitas kebun sawit membuat industri sawit makin berkelanjutan

(emisi sangat rendah dan indeks biodiversity loss makin kecil)

Sumber :

Beyer et al (2020, 2021) : the environmental impact of palm oil and its alternatives

4

(25)

Menjaga keberlanjutan mandatori biodiesel sawit SAMA DENGAN menjaga ketahanan energi nasional, hilirisasi sawit, pengurangan emisi gas rumah kaca dan stabilisasi harga dan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia.

Mandatori biodiesel lebih lanjut yakni naik kelas dari B-30 menjadi “B-40” dengan skenario B- 40 (40 persen FAME + 60 persen solar fosil) atau skenario “B-40” (30 persen FAME + 10 persen green diesel + 60 persen solar fosil), sangat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil.

Hasil penelitian mutakhir mengungkapkan minyak sawit termasuk biodiesel sawit berpeluang besar menjadi biodiesel lebih berkelanjutan (net-zero emission, low biodiversity loss), dengan peningkatan produktivitas kebun sawit

(26)
(27)

Referensi

Dokumen terkait

Mengungkap bentuk-bentuk teks kuno yang bertutur yang tergolong dalam purana yang secara kontekstual berkaitan erat dengan eksistensi seni pertunjukan Bali sebagai sumber

Perbandingan konsumsi glukosa dengan aktivitas spesifik LDH pada jaringan hati tikus kelompok normoksia dan yang diinduksi hipoksia sistemik kronik.. Hubungan

Meilink Roelofsz memaparkan dalam bukunya bahwa meskipun Tuban dikenal sebagai kota pelabuhan penting, Tuban tidak digambarkan sebagai kota dagang (dalam arti

Disamping hal tersebut di atas, juga dalam rangka pembaharuan hukum di Kabupaten Wonosobo yang disesuaikan dengan jiwa otonomi daerah Peraturan Daerah Nomor : 1

Pada dasarnya warga eks pengungsi Timor-Timur yang berdomisili di wilayah Indonesia khususnya di Kabupaten Belu telah menjadi Warga Negara Indonesia tetapi menurut Uni

Tugas akhir dengan judul “Pengaruh Penambahan Reflektor Terhadap Temperatur Api Yang Dihasilkan Pada Kompor Minyak Tanah Bertekanan Dengan Variasi Bentuk Reflektor Kotak, Bulat Dan

Observasi yang dilakukan peneliti di SD Muhammadiyah Perumnas kelas IV Kecamatan Rappocini Kota Makassar, terlihat pembelajaran kurang menarik, siswa kurang bersemangat

Penerapan silabus dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). silabus yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan