Ardito Bhinadi
Tantangan dan Solusi
Ekonomi Syariah Menghadapi Perkembangan Ekonomi dan Bisnis Global
Disampaikan pada Seminar Ekonomi Syariah di Makasar, 22 Februari 2014
Perkembangan Ekonomi
Islam di Dunia
Dimensi Sosial Ekonomi
• Pencarian alternatif sistem ekonomi,1940-1950-an.
• Dampak pengembangan keuangan (bank tabungan), 1960-an.
• Model PLS dan reformasi moneter, 1970-an.
• Islamisasi sistem keuangan, 1980- 1990-an.
• Stabilitas keuangan dan lembaga keuangan mikro Islam, 2000-an.
• Krisis Ekonomi 2008, melirik EKUIN Islam.
• Beberapa negara menyusun peraturan untuk mendukung berkembangnya keuangan Islam.
Dimensi Komersial
• Petrocapital dan pertumbuhan bank konvensional, 1970-an.
• Kebutuhan keuangan pedagang Teluk (shariah compliance), 1980-an.
• Berkembangnya sektor
keuangan: psar modal, bank, takaful, regulasi, 1990-an.
• Ekspansi keuangan Islam ke negara non muslim, 2000-an.
Evolusi Ekonomi dan Keuangan Islam
Nienhaus, 2013. Beberapa tambahan dari Bhinadi.
major market players in Islamic Finance
rating agencies information
services, media, associations
consultancy (legal, tax, commercial, Shari’ah) training,
education, research
legislators, regulators, standard setters stock
exchanges, financial centres, …
Shariah compliant financial instruments
infrastructure of the IFSI
• mudaraba
• musharaka
• … capital market instruments
• Shari’ah compliant stocks
• Islamic securities (sukuk)
• Islamic derivatives …
• murabaha
• ijara
• …
interest-free finance contracts
Islamic banks
specialized Islamic finan- cial service providers:
investment companies, house finance companies, …
conventional market players
Islamic subsidiaries Islamic
windows Sukuk
14%
Takaful
(Re- Takaful)
1%
prohibition of interest, speculation, gambling, excessive uncertainty problem: form vs. substance investment & commercial banking 81%
Islamic funds
4%
IFSB, AAOIFI, BIS, BNM, CBB, DFSA, FSA, … IIFM,
IILM, … IIRA, …
BIBF, IRTI, INCEIF, …
total volume of Shari'ah compliant assets 2012F: 1,6 trillion US$
(GIFF 2012)
Struktur Industri Jasa Keuangan Islam (Nienhaus, 2013):
Sumber: http://abiaqsa.blogspot.com/2011/11/peran-lembaga-keuangan-syariah-dalam.html
POSISI INDONESIA DALAM
PERKEMBANGAN
EKONOMI SYARIAH DUNIA
Negara dengan Jumlah Penduduk Muslim Terbesar di Dunia TAPI...
10 Besar Negara dengan Penduduk Muslim Terbesar di Dunia
Ranking Negara Populasi Muslim
% Populasi Muslim Dunia
1 Indonesia 209.120.000 13,1
2 India 176.190.000 11
3 Pakistan 167.410.000 10,5
4 Bangladesh 133.540.000 8,4
5 Nigeria 77.300.000 4,8
6 Mesir 76.990.000 4,8
7 Iran 73.570.000 4,6
8 Turkei 71.330.000 4,5
9 Algeria 34.730.000 2,2
10 Maroko 31.940.000 2
Sumber: http://www.islampos.com/inilah-negara-dengan-populasi-muslim-terbesar-81307/
Pidato Presiden SBY dalam Forum Gerakan Masyarakat Ekonomi Syariah di Monas, Jakarta, Minggu (17/11/2013)
"Kita harus berperan lebih aktif untuk mengembangkan ekonomi syariah.
Indonesia ingin menjadi pusat ekonomi
syariah yang terintegrasi dengan sistem
internasional, Insya Allah saya kabulkan."
(PM. Inggris, Cameron, PressTV melaporkan pada Selasa 29/10/2013)
“Ekonomi syariah akan mengubah dunia.
Ada beberapa negara yang secara alami melihat ke dalam, menarik diri dan
menolak mengakui bahwa kesuksesan masa depan ekonomi syariah akan
mengubah dunia di masa depan. Namun,
Inggris tidak akan membuat kesalahan.”
Ranking Pengembangan Ekonomi Syariah
Rank Negara Aset Keuangan Islam ($juta)
Lembaga Keuangan
Islam
Lembaga Pendidikan
Paper Penelitian (2010-2012
1 Malaysia 411.512 92 68 101
2 Saudi Arabia 269.736 113 29 9
3 Iran 185.323 44 1 6
4 Uni Emirat 118.446 77 40 8
5 Kuwait 81.455 101 10 3
6 Qatar 71.062 37 6 1
7 Bahrain 47.246 55 23 12
8 Turki 37.665 4 3 3
9 Indonesia 33.155 73 22 21
10 Bangladesh 17.503 23 10 2
Sumber: Islamic Finance Development Report, 2013.
Pendidikan Keuangan Islam 2012
Sumber: Islamic Finance Development Report, 2013.
Bagaimanakah Survei di Inggris?
• 300 responden Muslim dan non Muslim yang tersebar di seluruh Inggris disurvei dengan mewawancari via telepon oleh lembaga survei independen 2Europe pada Agustus 2013. Dua pertiga responden merupakan nasabah Bank Islam Inggris (IBB) baik Muslim maupun non Muslim.
• Dari survei yang dilakukan, warga Inggris percaya sistem keuangan syariah aplikatif untuk semua agama. Mereka juga percaya sistem keuangan syariah cocok digunakan masyarakat ekonomi modern dunia Barat.
• Hasil survei menunjukkan 66 persen responden percaya sistem keuangan syariah cocok untuk masyarakat ekonomi barat seperti Inggris. 65 persen responden paham cara kerja perbankan syariah berbeda dengan cara kerja perbankan konvensional.
• 60 persen responden setuju perbankan syariah relevan untuk
semua agama. 57 responden juga tahu perbankan syariah memberi
bagi hasil, bukan bunga.
Sikap Masyarakat terhadap Bunga Bank
Sumber: Bank Indonesia, 2007
PROVINSI Menolak Menerima Ragu-ragu
Jawa Barat 62,00% 22,00% 16,00%
Jawa Timur 31,00% 69,00% -
Jawa Tengah / DIY
48,00% 21,00% 31,00%
Pulau Jawa 45,00% 55,00% -
13
Pangsa Bank Syariah di Indonesia (Rp Miliar )
Sumber: Bank Indonesia, 2014
2009 2010 2011 2012 2013
Penyaluran Dana BS
64.355 94.884 140.980 188.562 225.373 Penyaluran
Dana BU
2.282.179 2.765.912 3.412.463 4.172.672 4.721.849
Rasio BS/BU 2,8% 3,4% 4,1% 4,5% 4,8%
Aset BS 66.090 97.519 145.467 195.018 233.130
Aset BU 2.534.106 3.008.853 3.652.832 4.262.587 4817751
Rasio BS/BU 2,6% 3,2% 4,0% 4,6% 4,8%
Jumlah BS 31 34 34 35 34
Jumlah BU 121 122 120 120 120
Rasio BS/BU 26% 28% 28% 29% 28%
14
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, pangsa pasar bank
syariah masih sangat rendah. Mayoritas Islam TAPI minoritas praktek syar’i.
Penyebab Rendahnya Pangsa Perbankan Syariah di Indonesia
Pertama
• Pengetahuan dan pemahaman umat Islam mengenai ekonomi syariah masih terbatas dan belum merata.
Kedua
• Bertransaksi dengan lembaga keuangan syariah dianggap kurang menguntungkan.
Ketiga
• Masyarakat yang sudah memahami prinsip ekonomi syariah, menilai bahwa perbankan dan lembaga keuangan syariah yang sudah ada selama ini belum sepenuhnya menerapkan prinsip ekonomi syariah.
15
Permasalasahan dan
Solusi bagi Pengembangan Ekonomi Syariah di
Indonesia
Broadcast and compress for seamless delivery
Ada Tiga Masalah Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia:
1. Knowledge problem: muslim’s knowledge and understanding upon sharia economics is still limited and not well-spread;
2. Product problem: sharia financial institution is unable to fulfil economy transaction needs
among economic agents;
3. Sharia Compliance problem: people who understand sharia economics consider that
sharia financial institution does not fully apply sharia principles (still contains riba and haram).
Sumber: Bhinadi, 2013.
17Beberapa Kritik Terhadap Praktek Bank Syariah di Indonesia
• Ardito Bhinadi (2011):
– Lembaga Keuangan Syariah (termasuk Bank Syariah) akan berkembang apabila praktek bisnis pelaku
ekonomi sudah sesuai dengan prinsip syariah (Qur’an dan Hadits).
– Lemahnya penguasaan SDM Bank Syariah khususnya pegawai pemasaran terhadap landasan syariah produk yang ditawarkan, sehingga bisa terjebak riba.
– Bank Syariah bisnis utamanya lebih banyak ke arah trading (perdagangan) dari pada financing
(pembiayaan).
18
Lanjutan Beberapa Kritik....
• Volker Nienhaus (2010):
– Banyak (atau semua?) produk dan transaksi di Bank Islam replikasi dari Bank Konvensional yang berdasarkan riba.
– Bank Islam merupakan imitasi dari Bank Konvensional, sehingga mengimpor kerawanan sistem konvensional ke dalam sistem keuangan Islam.
– Bankir Islam sadar jika profit tinggi dari kegiatan trading di sektor keuangan, benchmark dari industri perbankan
secara umum, trading lebih menguntungkan daripada financing.
– Bankir Islam mengambil produk dan teknik konvensional sebagai titik awal untuk desain instrumen baru melalui replikasi.
19
Solusi bagi Bank Syariah di Indonesia
• Melakukan edukasi perbankan syariah kepada masyarakat di Indonesia.
• Mengembangkan lebih banyak produk-produk
pembiayaan (mudharabah dan musyarakah) sesuai syar’i.
• Melakukan edukasi dan sosialisasi untuk meyakinkan bahwa produk-produk yang ditawarkan HALAL.
• Meningkatkan SDM internal terkait penguasaan
mengenai ekonomi dan keuangan syariah, baik dalam tataran landasan hukum sampai dengan teknis.
20
Sharia Economic Developing Strategy
21
Muamalah laws become thinking foundation,
attitude, and behaviour.
Government Regulation.
Fatwa from National Sharia Board.
Trading Services Partnership
Funding and Financing
The other economic activities
Based on
muamalah laws
Phylosophic
Strategic
Implementation
Sumber: Bhinadi, 2013
Peran Para Pelaku Ekonomi dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia (Bhinadi, 2013):
22 Agent Philosophic aspect Strategic aspect Implementative aspect Government Make sharia principles
into the base of sharia economic policy.
Release supporting law and regulations to sharia economic developing.
Push the growth of health, strong and halal economic institution to support economic developing
Ulama Give comprehensive
knowledge as the foundation of Muslim life based on Qur’an and Sunnah.
Compose fatwa relating to various economic transactions and
financing in accordance with people needs.
Accomplish sharia compliance concerning existing various
activities or economic transaction.
Educational Institution Adopt sharia principles in designing sharia economics curriculum for education.
Design sharia economic learning curriculum.
Teach sharia economics according to students level of education.
Islamic society organization
Adopt sharia principles in composing the
organization’s blue print.
Compose economic developing blue print in organization.
Encourage its members to transact using sharia principles.
Economic and financial institution.
Adopt sharia principles as the base of company business and economic activity.
Corporate Governance.
Compose sharia business principles.
Build Spiritual Corporate Governance.
Corporate Governance.
Do sharia transaction and apply Spirital Corporate Governance.
Muslim as an individual
Take sharia principles as the base of daily economic activities.
Arrange economic
activity plan according to sharia principles.
Apply sharia economic principles in all
economic activities.