8 2.1 Pengertian Pemasaran
Menurut Dayle dalam Sudaryono (2016:41), “pemasaran adalah proses manajemen yang berupa memaksimumkan laba (returns) bagi pemegang saham dengan jalan menjalin relasi dengan pelanggan utama (valued customers) dan menciptakan keunggulan kompetitif”.
Menurut Melydrum dalam Sudaryono (2016:41), pemasaran adalah “proses bisnis yang berusaha menyelaraskan antara sumber daya manusia, pelanggan dalam konteks strategi kompetitif”.
Jadi dapat disimpulkan, pemasaran adalah suatu kegiatan perekonomian yang dilakukan untuk memenhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan produk yang telah ditawarkan oleh perusahaan.
2.1.1 Pengertian Pemasaran Online
Menurut Boone dan Kurtz (2015:45), “pemasaran online merupakan komponen dalam e-commerce. Dimana e-commerce adalah sistem jual beli online”. Pemasaran online sebagai komponen dalan e-commerce sebagai komponen strategi produksi, distribusi, penerapan harga, dan promosi melalui media digital. Dapat diartikan bahwa segala macam proses pemasaran dari sebuah produk atau jasa hingga ke tangan pembeli semua menggunakan media digital.
Menurut Amstrong dan Kottler (2014:74), menyatakan bahwa
“pemasaran online merupakan bagian dari e-commerce”. Dari pendapat tersebut Amstrong dan Kottler juga menambahkan bahwa pemasaran online merupakan sebuah bentuk kinerja perusahaan. Dimana kinerja peursahaan tersebut berupa promosi, penjualan barang atau jasa, serta mengkomunikasikannya melalui internet.
Pemasaran online adalah pemasaran melalui sistem internet interaktif yang menghubungkan konsumen dengan penjual dengan
menggunakan media elektronik, saluran yang dapat dijangkau seseorang melalui internet. Internet dapat menghubungkan semua orang dan bisnis serta menginformasikan banyak hal keseluruh dunia. Sistem online seperti ini dapat memperkecil pengeluaran karena produknya dapat dikenal semua orang melalui jaringan sosial tana harus membuka cabang baru. Begitu juga dengan konsumen pemasaran dengan sistem online sangat membantu, karena konsumen tidak harus datang ke lokasi untuk membeli produk dan dapat diakses 24 jam.
2.1.2 Manfaat Adanya Pemasaran Online
Kotler dan Keller (2012), mengatakan “media sosial sarana bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, video dan audio dengan satu sama lain”. Sedangkan Hopkins (2008), berpendapat “media sosial tidak hanya mencakup berbagai platform media baru menyiratkan dimasukkannya sistem seperti Facebook, dan lain-lain, umumnya dianggap sebagai jejaring sosial”.
Menurut Puntoadi (2011), penggunaan media sosial memiliki fungsi antara lain :
a. Membangun personal branding melalui media sosial merupakan tidak mengenal trik atau poularitas semu karena audience menentukan berbagai media sosial menjadi media yang melakukan komunikasi, berdiskusi dan memberikan suatu popularitas di media sosial.
b. Suatu kesempatan fungsi interaksi lebih dekat dengan konsumen.
Media sosial menawarkan content komunikasi yang lebih individual.
Melalui media sosial berbagai kalangan pemasar bisa mengetahui kebiasaan dari konsumen mereka melakukan interaksi secara personal dan juga membangun ketertarikan yang lebih dalam.
2.1.3 Kelebihan Pemasaran Online
Pemasaran Online sangat banyak manfaatnya baik bagi pelanggan atau konsumen dan bagi para pemasar itu sendiri, Menurut Kotler (2002:758), di antara manfaat itu adalah:
1) Bagi para pembeli atau pelanggan di antaranya yaitu:
a. Kemudahaan. Para pelanggan dapat memesan produk 24 jam dimana pun mereka berada. Pelanggan tidak harus pergi ke tempat para perusahaan berjualan.
b. Informasi. Para pelanggan dapat memperoleh setumpuk informasi komparatif tentang perusahaan, produk, dan pesaing tanpa meninggalkan kantor ataupun rumah mereka.
c. Rongrongan yang lebih sedikit. Para pelanggan tidak perlu menghadapi atau melayani bujukan dan faktor–faktor emosional, mereka tidak perlu antri dalam melakukan pembelian.
d. Pembeli dapat memesan barang sesuai dengan keinginan mereka.
Pembeli dapat secara langsung mengkomunikasikan keinginan mereka kepada perusahaan atas barang/jasa yang mereka butuhkan. Sehingga pembeli dapat mengetahui kelebihan serta kekurangan dari barang tersebut.
2) Manfaat bagi para pemasar:
a. Penyusuaian yang cepat terhadap kondisi pasar. Perusahaan- perusahaan dapat dengan cepat dengan menambahkan produk padatawaran mereka serta mengubah harga dan deskripsikan produknya.
b. Biaya yang lebih rendah. Para pemasar online dapat menghindari biaya pengelolahan toko dan biaya sewa, asuransi, serta prasaranayang menyertainya. Mereka dapat membuat katalog digital denganbiaya yang jauh lebih rendah daripada biaya percetakan dan pengiriman katalog kertas.
c. Pemupukan hubungan. Pemasar online dapat berbicara dengan pelanggan dan belajar lebih banyak dari mereka. Pemasar juga dapat mendownload laporan yang berguna, atau demo gratisperangkat lunak para pemasar.
d. Pengukuran besar pemirsa. Para pemasar dapat mengetahui beberapa banyak orang yang mengunjungi situs online para pemasar dan pelanggan dapat singgah di situs yang dibuat oleh pemasar. Informasi itu dapat membantu pemasar untuk meningkatkan tawaran dan iklan mereka.
2.1 Pengertian Media Sosial
Menurut Nasrullah (2016:11), bahwa Media Sosial adalah “platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi, karena itu media sosial dapat dilihat sebagi medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial”.
Menurut Nasrullah (2016:13), menyimpulkan bahwa “media sosial merupakan medium di internet yang memungkinkan penggunanya mempresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerjasama, saling berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lainnya, dan membentuk ikatan sosial secara virtual”.
Dari berbagai pengertian di atas penulis menggaris bawahi bahwa media sosial mempunyai ciri khas tertentu dalam kaitannya setiap manusia melakukan hubunga sosial di zaman perkembangan teknologi komunikasi.
2.2.1 Pengertian Pemasaran Media Sosial
Pada era digital ini, manusia lebih sering berkomunikasi melalui internet karena memudahkan berinteraksi dan berkomunikasi tanpa batas, dengan kemudahan tersebut, jutaan manusia dari seluruh belahan dunia berinteraksi menggunakan internet sehingga terbentuklah situs media sosial.
Menurut Nasrullah (2015), menyatakan bahwa, “ media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual”.
Adapun dimensi pemasaran media sosial yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana intensitas penggunaan media sosial Instagram mempengaruhi social media marketing menurut As’ad dan Alhadid dalam Afifah (2016:11-12), yaitu: komunitas online, interaksi, berbagai konten, aksesibilitas dan kredibilitas.
1. Komunitas Online (Online Communities)
Komunitas online digambarkan sebagai komunitas disekitar minat pada produk atau bisnis yang sama yang dibangun melalui penggunaan media sosial. Kesamaan minat membantu para anggota untuk saling berbagi informasi penting, dan yang lebih penting. Komunitas mengedepankan tujuan berbagi iformasi di banding komersial, yang diperngaruhi oleh opini anggota. Partisipasi followers yang aktif pada media sosial dapat membantu dalam meningkatkan konten.
2. Interaksi (interaction)
Interaksi mengacu pada kemampuan untuk menambahkan atau mengundang teman-teman atau keluarga atau rekan kejaringan, dimana followers dapat terhubung, berbagai dan komunikasi satu sama lain secara real time. Interaksi pada media sosial menjadi penting karena interaksi tersebut memungkinkan terjadinya komunikasi dimana media sosial sendiri dikatakan sebagai alat komunikasi untuk meningkatkan penagalaman pengguna
3. Berbagi konten (sharing of content)
Berbicara mengenai lingkup dalam pertukaran individual, distribusi dan menerima konten dalam aturan media sosial, di mana konten yang memungkinkan dapat dalam bentuk gambar, video atau status update.
4. Aksesibilitas (accessibility)
Aksesibilitas mengacu pada kemudahan untuk mengakses dan biaya minimal untuk menggunakan media sosial yang dapat membantu pengguna dengan akses online dapat memulai atau berpartisipasi dalam percakapan media sosial.
5. Kredibilitas (credibility)
Dimensi terakhir adalah kredibilitas digambarkan sebagai pengiriman pesan yang jelas mengartikulasikan merek untuk membangun kredibilitas atas apa yang dikatakan atau dilakukan yang berhubungan secara emosional dengan target audiens.
2.2.2 Macam–Macam Media Sosial
Sunyonto (2015:39), mengemukakan bahwa “Sosial Media merupakan sebuah tool marketing yang bisa dikatakan cukup untuk membantu aktivitas pemasaran bagi bisnis”. Berikut merupakan beberapa media sosial yang paling sering digunakan untuk mendorong kinerja dan meningkatkan keuntungan bagi usaha Mozza Bag adalah sebagai berikut:
a. Instagram
Saat ini Instagram merupakan salah satu sosial media paling popular, terutama bagi pengguna internet di Indonesia. Kelebihan dan fitur yang dimiliki oeleh Instagram terletak pada Instagram story, feed,dan IG TV. Semua orang dapat memanfaatkan Instagram untuk kebutuhan bisnis seperti promosi produk, jasa atau layanan yang dimiliki. Selain itu dalam Instagram juga menyediakan berbagai fitur deteksi wajah atau filter yang menggunakan bantuan AR (Augmented Rality), sehingga dapat menghasilkan foto atau video yang menarik dan dapat dijadikan sebuah konten agar terlihat bagus dan menarik daya beli konsumen dimana semua orang dapat mempromosikan produk melalui layanan iklan yang tersedia. Sehingga, produk tersebut dapat menjangkau konsumen secara global dan luas.
b. Whatsaap
Menurut Larasati, dkk, ,(2013), Whatsaap merupakan “ aplikasi untuk saling berkiring pesan secara instan, dan memungkinkan kita untuk saling bertukar gambar, video, foto, pesan suara, dan dapat digunakan untuk berbagi informasi dan diskusi”.
c. Facebook
Menurut Nurudin (2012:68) dalam Wijaya (2014:19), Facebook adalah suatu alat sosial untuk membantu orang berkomunikasi lebih efisien dengan teman lama, keluarga, maupun orang-orang yang dikenal. Facebook menawarkan navigasi yang mudah bagi para penggunanya. Setiap pemilik account dapat menampilkan foto dan melakukan hal lainnya seperti bisa berkirim pesan dan lain sebagainya.
“Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial di dunia maya yang digunakan untuk mencari teman lama dan lainnya. Para remaja memanfaatkan Facebook untuk mempromosikan diri sendiri dengan cara meng-upload foto, meng-update status, dan lain sebagainya.
Selain itu Facebook juga digunakan untuk bisnis online, dengan Facebook dapat juga mempromosikan barang yang di jual melalui Marketplace” Nuryani dalam Iskandar (2018: 29).
d. Shopee
Shopee adalah perusahaan e-commerce yang dikelola oleh SEA Group. Shopee Indonesia resmi hadir di Indonesia pada Desember 2015 yang dikelola oleh PT Shopee Internasional Indonesia. Di aplikasi Shopee ini memililiki kategori produk seperti elektronik, fashion, bayi & anak-anak, perawatan, kesehatan, perlengkapan olahraga, perlengkapan rumah dan lain sebagainya. Shopee menerapkan sistem layanan jual beli interaktif antara pembeli dan penjual melalui fitur live chat dan shopee menyediakan berbagai sistem pembayaran melalui transfer bank, kredivo, indomaret, dan kartu debit.
2.2 Pemasaran Digital
Perusahaan yang menawarkan sebuah produk atau jasa akan memerlukan interaksi secara langsung atau tidak lamgsung dengan pelanggannya lebih tinggi saat penyampaian produk atau jasa kepada pelanggan sehingga di dalam penyampaian jasa tersebut akan memiliki beberapa proses mulai dari produk dan jasa tersebut disiapkan sampai produk dan jasa tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh pelanggan yang menggunakan produk dan jasa tersebut.
Sehingga proses pada jasa sangat diperhatikan oleh sebuah perusahaan.
Definisi digital marketing telah dikemukakan oleh beberapa para ahli di antaranya:
Menurut Muljono (2018:5), “Digital marketing menggunakan internet dan teknologi informasi sebagai media pemasaran. Kebutuhan untuk menggunakan media internet sebagai mediia pemasara untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional. Definisi ini berkonsentrasi pada seluruh marketing tradisional”.
Pengertian digital marketing menurut Yasmin, dkk., (2015), adalah ”Digital marketing adalah salah satu jenis pemasaran yang banyak digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa dan untuk menjangkau konsumen menggunakan saluran digital”. pemasaran digital melampaui internet marketing termasuk saluran yang tidak memerlukan penggunaan Internet. Ini termasuk ponsel (baik SMS dan MMS), pemasaran sosial media, iklan display, pemasaran mesin pencari dan banyak bentuk lain dari media digital.
Sedangkan menurut Chaffey dalam Azaria, dkk., (2014), mendefinisikan sebagai berikut: “Digital marketing cenderung mengacu pada perspektif tentang bagaimana internet dapat digunakan secara bersama-sama dengan media tradisional untukmendapatkan dan memberikan layanan kepada pelanggan dengan dua cara. Pertama, meningkatkan efisiensi dalam fungsi pemasaran tradisional, kedua,teknologi e- marketing banyak mengubah strategi pemasaran.
Alternatif istilahadalah e-marketing yang dapat dianggap memiliki lingkup yang lebih luas itumerujuk kepada penggunaan teknologi untuk mencapai tujuan pemasaran daneksternal dan internal perspektif”.
Maka dari beberapa pendapat di atas mengenai digital marketing, dapat disimpulkan bahwa digital marketing adalah suatu usaha perusahaan untuk mempromosikan suatu barang atau saja lewat media digital, yang disebut dengan
istilah e-marketing, digital marketing atau jaringan digital dianggap mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dibandingkan dengan jaringan lainnya, dengan menggunakan media digital maka perusahaan akan cepat untuk memberikan informasi terkait barang atau jasa yang dipromosikan, hal ini sangat mempermudah untuk mencapai tujuan pemasaran yang diingikan oleh perusahaan.
2.4 Promosi
Promosi Merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting bagi dilaksanakan oleh suatu perusahaan dalam memasarkan produk barang atau jasa. kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian atau penggunanaan barang atau jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
Sedangkan Malau (2017:102), promosi adalah “bentuk dari persuasi langsung dari penggunaan berbagai intensif yang dapat di atur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan”.