• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI IMAN KEPADA ALLAH DAN RASULNYA KELAS IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI IMAN KEPADA ALLAH DAN RASULNYA KELAS IV"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1060

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI IMAN

KEPADA ALLAH DAN RASULNYA KELAS IV MASNAH1

Email [email protected] ABSTRAK

Diantara penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada kelas IV di SDN Sungai perlu khususnya pada materi Iman kepada Allah dan RasulNya adalah kurangnya penggunaan model pembelajaran yang belum berjalan dengan baik, maka penulis dalam penelitian ini mencoba menggunakan model Problem Base Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar. penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) dan Subyek penelitian adalah kelas 4 SDN Sungai Perlu Kabupaten Seruyan berjumlah 14 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata nilai, persentase ketuntasan belajar dan data observasi. Pada saat Pra-Siklus nilai rata-rata yang diperoleh sangat rendah hanya mencapai 67,3 dengan persentase Ketuntasan sebanyak 4 (28,6%) siswa dari 14 siswa. Pada Siklus I terlihat peningkatan hasil belajar nilai rata-rata siswa sebesar 71,4 dan persentase ketuntasan sebanyak 10 siswa (71,4%) yang mendapat nilai diatas KKM 70. Setelah siklus II diperoleh rata-rata nilai terus meningkat menjadi 80,9 dan persentase ketuntasan siswa meningkat sebanyak 13 siswa (92,9%) dari 14 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pembelajaran menggunakan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar materi Iman Kepada Allah Dan RasulNya di SDN Sungai Perlu Kabupaten Seruyan.

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Hasil Belajar PENDAHULUAN

Kurikulum Pendidikan Islam dirancang berdasarkan nash AlQur’an dan Al-Hadis, yang bertujuan agar manusia mendapat kesejahteraan di dunia dan tetap dekat dengan Khaliknya. Kurikulum Pendidikan Islam dirancang agar kehidupan duniawi dan ukhrawi menjadi milik umat-Nya dengan modal iman, amal dan takwa kepadanya-Nya. Disinilah perbedaan prinsipil kurikulum

(2)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1061

Pendidikan Islam dengan kurikulum lain yang mempunyai kecenderungan mengutamakan aspek material dengan hasil sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran belum tercapai.1 Berjalannya pembelajaran yang baik terjadi interaksi antara berbagai komponen yaitu guru, siswa, tujuan, bahan, alat, metode dan lain-lain. Masingmasing komponen saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Agar pembelajaran dapat berjalan secara optimal, maka peran guru dalam memilih dan menggunakan strategi, model maupun metode pembelajaran sangat diperlukan. Proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dapat tercapai apabila guru dapat menerapkan strategi belajar yang tepat dengan menggunakan model pembelajaran Problem Base Learning.

Hasil pra siklus awal yang dilakukan penulis di SDN Sungai Perlu, terungkap masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru ketika proses penjelasan. Siswa cenderung pasif ketika proses pembelajaran berlangsung, siswa mengantuk dan bosan saat guru menjelaskan materi, siswa banyak yang ngobrol tidak memperhatikan materi, serta hasil ulangan semester genap masih banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diharapkan yaitu 70 ke atas, 71% siswa hasil ulangan masih dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan dari nilai rata-rata siswa dalam mata pelajaran PAI pada materi Iman Kepada Allah dan Rasulnya.

Berdasarkan deskripsi diatas penulis akan melakukan sebuah penelitian mengenai kegiatan belajar-mengajar yang diselenggarakan di SDN Sungai Perlu dengan mengangkat judul: “Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar pada Materi Iman Kepada Allah dan Rasulnya Kelas IV”, Dengan rumusan masalah yaitu:

1 Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek (Jakarta:Rajawali Pers, 2014), h.

46

(3)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1062

Apakah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Iman Kepada Allah dan RasulNya Kelas IV di SDN SUNGAI PERLU ?

METODE PENELITIAN

Penulis dalam melakukan penelitian ini adalah dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang sering dikenal dengan istilah PTK, yang bertujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas IV pada materi Iman Kepada Allah dan RasulNya. Dimana menurut Suharsimi A., dkk: pada prinsipnya penelitian Tindakan Kelas berfokus pada kelas atau berfokus pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas.2 Maka selanjutnya teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi dan cacatan lapangan dengan menggunakan analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa di Kelas IV SDN Sungai Perlu, jumlah siswa tahun pelajaran 2022-2023 sebanyak 14 siswa yang tediri dari laki-laki 5 dan perempuan 9. Sedangkan Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tahap pra tindakan dan tahap pelaksanaan tindakan. Dimana peneliti melakukan pembelajaran dengan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II.

HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Teoritik

1. Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Model pembelajaran dapat dijadikan pola

2 Suharsimi Arikunto Dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.

28

(4)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1063

pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya.3

Hampir semua model pembelajaran digunakan untuk pengembangan kemampuan berfikir(kognitif), afektif dan psikomotor tahap menengah dan tinggi dapat digunakan dalam pembelajaran kompetensi umum-akademik. Dalam pemilihan dan penggunaannya sudah tentu disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa/mahasiswa, sifat mata pelajaran, serta dukungan sarana, fasilitas belajar serta lingkungan sekitar. Model pembelajaran yang diutamakan, selain menekankan pengembangan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor tahap tinggi, juga menempatkan siswa sebagai subjek belajar.4

Melalui proses belajar-mengajar tersebut terjadi perubahan, perkembangan, kemajuan baik dalam aspek fisik, intelek, sosial-emosi maupun sikap dan nilai. Makin besar atau makin tinggi atau makin banyak perubahan atau perkembangan tersebut dapat dicapai oleh siswa, maka makin baiklah proses belajar. Proses belajar mengajar disini adalah dalam rangka pendidikan semua aktifitas dan perubahan atau perkembangan mengarah kepada lebih baik Perkembangan yang ke arah tidak baik, itu bukan pendidikan.5

2. Model Pembelajaran Problem Based Learning

Model pembelajaran berdasarkan masalah adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik dan bermakna kepada siswa yang berfungsi sebagai landasan

3 Rusman, Model-Model Pembelajaran ( Jakarta: Rajawali Pers, 2012) h. 132-133

4 Nana Syaodih Sukmadinata dan Erliana Syaodih, Kurikulum Dan Pembelajaran Kompetensi(Bandung: Refika Aditama, 2012), h. 112-151

5 Nana Syaodih Sukmadinata dan Erliana Syaodih, Kurikulum Dan Pembelajaran Kompetensi, h. 103

(5)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1064

bagi penyelidikan siswa, sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan yang lebih tinggi, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri.

Pembelajaran Berbasis Masalah yang berasal dari bahasa Inggris Problem- Based Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan menyelesaikan suatu masalah, tetapi untuk menyelesaikan masalah itu peserta didik memerlukan pengetahuan baru untuk dapat menyelesaikannya.6 Dengan demikian strategi pembelajaran Problem-Based Learning adalah strategi yang dimulai dengan: 1) Kegiatan kelompok, yaitu membaca kasus; menentukan masalah mana yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran; membuat rumusan masalah; membuat hipotesis mengidentifikasi sumber imformasi, diskusi, dan pembagian tugas; dan melaporkan, mendiskusikan penyelesaian masalah yang mungkin, melaporkan kemajuan yang akan dicapai setiap anggota kelompok, serta presentasi di kelas; 2) Kegiatan perorangan, yaitu siswa melakukan kegiatan membaca berbagai sumber, meneliti, dan menyampaikan temuan; dan 3) kegiatan dikelas, yaitu mempresentasikan laporan, dan diskusi antar kelompok dibawah bimbingan guru. Dari tiga kegiatan kelompok, perorangan maupun kelas yang merupakan faktor utama dalam strategi pembelajaran dengan Problem Based Learning adalah pada rumusan masalah yang ada.7

3. Tinjauan Hasil Belajar

6 Akmar, Integrating Problem-Based Learning (PBL) in Mathematics Method Course,(

Spring:2010, Vol. 4, no. 2), hal.5

7 Rusmono, Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu, 2012, Ghalia Indonesi, Jakarta, hal, 78.

(6)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1065

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu “ definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Dengan belajar manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu. Menurut morgan dan kawan-kawan (1986) yang menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman.8

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Hasil belajar ada tiga macam yakni:

a). Keterampilan dan kebiasaan, b). Pengetahuan dan pengertian, c).Sikap dan cita-cita. Sedangkan Bloom mengklasifikasikan hasil belajar menjadi tiga ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.9

Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa skala nilai sebagai hasil belajar diperoleh setelah melakukan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran. Hal ini berarti makin baik proses belajar yang dilakukan oleh siswa maka makin tinggi pula hasil belajarnya. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar berimplikasi pada pencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

4. Iman Kepada Allah

8 Baharuddin Dan Esa Nur Wahyunu, “Teori Belajar Dan Pembelajaran” (Jogjakarta: Ar-ruzz media, 2008), h. 13-15

9 Nana Sudjana, “Penilaian Proses Belajar Mengajar” (Bandung, Remaja Rosdakarya,

(7)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1066

Bila kita perhatikan penggunaan kata Iman dalam AlQur’an, akan mendapatinya dalam dua pengertian dasar,10 yaitu:

a. Iman dengan pengertian membenarkan adalah membenarkan berita yang datangnya dari Allah dan RasulNya. Dalam salah satu Hadits shahih diceritakan bahwa Rasulullah ketika menjawab pertanyaan Jibril tentang Iman yang artinya bahwa yang dikatakan Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, RasulNya, hari kiamat dan engkau beriman bahwa Qadar baik dan buruk adalah dari Allah SWT.

b. Iman dengan pengertian amal atau ber-iltizam dengan amal : segala perbuatan kebajikan yang tidak bertentangan dengan hukum yang telah digariskan oleh syara’.

Pengertian iman secara istilah ialah kepercayaan yang meresap ke dalam hati, dengan penuh keyakinan, tidak bercampur syak (ragu), serta memberi pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan seharihari. Jadi, iman itu bukanlah semata-mata ucapan lidah, bukan sekedar perbuatan dan bukan pula merupakan pengetahuan tentang rukun iman. Sesungguhnya iman itu bukanlah semata-mata pernyataan seseorang dengan lidahnya, bahwa dia orang beriman (mukmin), karena

10 Dr.Abdul Rahman abdul Khalid, Garis Pemisah antara Kufur dan Iman, Jakarta, Bumi Aksara,1996. Hlm. 2

(8)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1067

banyak pula orangorang munafik (beriman palsu) yang mengaku beriman dengan lidahnya, sedang hatinya tidak percaya. 11

Selanjutnya yang dimaksud iman kepada Alah adalah membenarkan adanya Allah swt, dengan cara meyakini dan mengetahui bahwa Allah swt wajib adanya karena dzatnya sendiri (Wajib Al-wujud li Dzathi), Tunggal dan Esa, Raja yang Maha kuasa, yang hidup dan berdiri sendiri, yang Qadim dan Azali untuk selamanya. Dia Maha mengetahui dan Maha kuasa terhadap segala sesuatu, berbuat apa yang ia kehendaki, menentukan apa yang ia inginkan, tiada sesuatu pun yang sama dengan- Nya, dan dia Maha mengetahui.12 Jadi iman kepada Allah adalah mempercayai adanya Allah swt beserta seluruh keagungan Allah swt dengan bukti-bukti yang nyata kita lihat, yaitu dengan diciptakannya dunia ini beserta isinya.

Keimanan Kepada Allah merupakan aqidah mendasar yang mutlak diberikan kepada anak terutama anak di usia Sekolah Dasar. Ketika akidah telah tertancap kuat di sanubari anak, ia kan menjadi sosok orang beriman yang berkepribadian kuat, baik sikap dan perbuatannya karena selalu merasa dalam pengawasan Allah, serta meminimalisasi anak melakukan perbuatan buruk, seperti berkata kotor, menipu, dan lainnya. Orang tua akan memperoleh manfaat besar dengan keberadaan anak saleh.

B. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2022/2023, penelitian ini dilakukan di kelas IV di SDN Sungai Perlu Kabupaten Seruyan dengan jumlah siswa sebanyak 14 siswa, terdiri dari

11 Yusuf Al-Qardhawy, Iman Dan Kehidupan, (Jakarta: Bulan Bintang), hlm.

12 Habib Zain bin Ibrahim bin Sumarth, Hidayatuth Thalibin Fi Bayan Muhimmatid Din, Terj. Afif Muhammad, Mengenal Mudah Rukun Islam, Rukun Iman, Rukun Ikhsan secara Terpadu, (A. Bayan, 1998), hlm. 113.

(9)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1068

laki-laki 5 Orang dan perempuan 9 Orang. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada dua siklus dilakukan mulai 12 September sampai 5 Oktober tahun 2022. Pendekatan pada penelitian tindakan kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dalam siklus I dan siklus II, diperoleh data yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang cukup baik. Selain itu semangat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran juga cukup tinggi. Sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Base Learning dapat meningkatkan hasil belajar Peserta Didik kelas IV SDN Sungai Perlu pada materi Iman Kepada Allah dan RasulNya. Hal ini terlihat dari hasil belajar yang didapat Peserta Didik pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian yang dilakukan pada pra siklus, siklus I, dan siklus II adalah sebagai berikut:

1. Pra Siklus

Berdasarkan hasil penggalian data dilakukan oleh Penulis pada pelaksanaan pra Siklus terungkap bahwa masih banyak siswa yang pasif dalam kegiatan belajar, hanya sedikit yang aktif dalam proses pembelajaran. Ketika Penulis mengajukan pertanyaan yang menjawab pertanyaan hanya beberapa orang saja. Hasil atau nilai yang didapat banyak yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), Hasil pelaksanan pra Siklus menunjukan 4 orang mendapat nilai diatas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), 10 anak belum atau dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan hasil pelaksanaan pada pra siklus. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran belum dapat tercapai, karena baru 28,6 % siswa mendapat nilai diatas rata-rata sedangkan 71,4% siswa belum mencapai

(10)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1069

nilai ketuntasan. Maka Penulis melalui model pembelajaran Problem Based Learning diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SDN Sungai Perlu.

2. Siklus I

Kegiatan awal dari siklus I ini dilaksanakan berdasarkan pengamatan terhadap pembelajaran PAI pada materi Iman Kepada Allah dan RasulNya kelas IV yang telah dijelaskan diatas, bahwa dalam pembelajaran PAI kelas IV masih banyak kekurangan, hal tersebut karena dalam mengajar Penulis masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah dalam proses pembelajaran, sehingga siswa masih sibuk dengan kegiatan pribadinya, kurang aktifnya siswa dalam menjawab dan bertanya dan hasil pelajaran PAI masih kurang baik, dapat dilihat dari hasil tes kemampuan awal yang telah dilakukan.

Berdasarkan masalah-masalah yang timbul maka direncanakan sesuatu tindakan dalam proses pembelajaran yang meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, Tindakan, Pengamatan dan Refleksi. Dari tindakan yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI).

Pembelajaran Materi Iman Kepada Allah dan RasulNya melalui model Problem Base Learning untuk siklus I yang dilaksanakan menunjukan peningkatan dari pra siklus dengan hasil 10 anak memperoleh nilai diatas KKM, 4 anak memperoleh nilai dibawah Nilai KKM. Peningkatan ini dapat dilihat melalui tabel berikut :

Tabel. 1

Perbandingan Persentase Ketuntasan antar Siklus

(11)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1070

Uraian Ketuntasan Nilai Persentasi Ketuntasan Tuntas Tidak

Tuntas

Pra Siklus 4 10 28,6 %

Siklus I 10 4 71,4

Pada Tabel 1.2 diatas menunjukkan bahwa tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran sudan menunjukan peningkatan sebesar 71,4% siswa mendapat nilai diatas rata-rata. Namun demikian masih ada 28,6% lagi yang belum mencapai Nilai ketuntasan maka diperlukan refleksi dan tindakan selanjutnya.

Berdasarkan Hasil refleksi terhadap Penerapan model pembelajaran problem base learning dalam upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pembelajaran pendidikan agama Islam pada siklus I belum mencapai hasil indikator yang maksimal, dan harus di tingkatkan pada tindakan siklus II.

3. Siklus II

Pada tahap ini Penulis membagikan soal tes siklus II untuk dikerjakan oleh siswa dengan soal pilihan ganda sebanyak 10 soal.

Pembelajaran Materi Iman Kepada Allah dan Rasulnya melalui model Problem Base Learning untuk siklus II yang dilaksanakan menunjukan peningkatan yang signifikan dari pra siklus serta siklus 1 dengan hasil 13 anak memperoleh nilai diatas KKM, 1 anak memperoleh nilai dibawah nilai KKM. Peningkatan ini dapat dilihat melalui tabel berikut :

Tabel. 2

Perbandingan Persentase Ketuntasan antar Siklus

(12)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1071

Uraian Ketuntasan Nilai Persentasi Ketuntasan Tuntas Tidak

Tuntas

Pra Siklus 4 10 28,6 %

Siklus I 10 4 71,4

Siklus II 13 1 92,9%

Pada Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran sudan menunjukan peningkatan sebesar 92,9% siswa mendapat nilai diatas rata-rata.

Dari tabel perbandingan hasil nilai belajar diatas, untuk lebih jelas dapat juga bisa dilihat pada diagram sebagai berikut:

Grafik 1

Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus Idan Siklus II

Temuan penelitian ini mengungkap bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar PAI pada materi Iman Kepada Allah dan RasulNya. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil belajar materi Iman Kepada Allah dan RasulNya yang

Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2

Tuntas 38.46 69.23 92.31

Tidak Tuntas 61.54 30.77 7.69

0 20 40 60 80 100

Grafik Rekapitulasi Hasil

(13)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1072

menunjukan peningkatan pencapaian hasil belajar siswa dari setiap tahap pelaksanaan lebih-lebih pada pelaksanaan siklus II dengan persentase ketuntasan mencapai yang cukup tinggi sebesar 92,9%. Perkembangan hasil ini sejalan dengan pendapat (Abuddin Nata:2011) yang menyatakan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) adalah pembelajaran yang bertumpu pada kreativitas, inovasi dan motivasi para siswa. Dengan PBL, proses belajar lebih banyak bertumpu pada kegiatan para siswa secara mandiri, sementara guru bertindak sebagai perancang, fasilitator, motivator atas terjadinya kegiatan belajar mengajar tersebut, melalui PBL seorang siswa akan memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah yang selanjutnya dapat ia terapkan pada saat menghadapi masalah yang sesungguhnya di masyarakat.13.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pelaksanaan dan kegiatan analisis data pembelajaran pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sungai Perlu pada Materi Iman Kepada Allah dan rasulNya. Hasil belajar siswa sebelum diterapkannya model problem based learning belum memenuhi kriteria standar ketuntasan minimal (KKM), namun setelah diterapkan model Pembelajaran problem based learning hasil belajar siswa meningkat hali ini terlihat pada peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus yang dilalui. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dilihat dari rata- rata nilai sebelum diterapkannya model pembelajaran problem based learning hanya mencapai 67,3 saja dengan persentase ketuntasan yang tercapai sebesar 28,4%. Setelah dilakukan perbaikan dengan menggunakan model Problem Base Learning pada siklus I rata-rata nilai meningkat cukup signifikan dengan rata-

13 Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, h. 255

(14)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1073

rata nilai menjadi 71 dan persentase ketuntasan sebesar 71,4%. Perkembangan tersebut makin terlihat pada siklus II, perolehan rata-rata nilai dapat mencapai 80,9 dan siswa yang mendapat nilai diatas KKM sebesar 92,9%..

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Idi. 2014.Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek.Jakarta : Rajawali Pers

Abdul Majid Dan Dian Andayani.2006.Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosda Karya

Abu ahmadi dan Widodo Supriyoono. 2004. Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Abuddin Nata. 2011. Perspektif islam tentang Strategi Pembelajaran.Jakarta:

Kencana

Anas Sudijono. 1995. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Rajawali Pers Asnawan, “Pendidikan Islam Dan Teknologi Komunikasi”, Jurnal Falasifa. Vol. 1 No.

2 September 2010kota Jember

Baharuddin Dan Esa Nur Wahyunu. 2008. “Teori Belajar Dan Pembelajaran”

Jogjakarta : Ar-ruzz media

Basuki dan Miftahul Ulum.2007. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Ponorogo:

STAIN Po Press

Eka Sastrawati dkk.“Problem Based Learning, Strategi Metakognisi, Dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa”.Jambi ; Jurnal Tekno-Pedagogi Vol. 1 No. 2 September 2011

Kasmadi dan Nia Siti Sunariah. 2014. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif.

Bandung : Alfabeta

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik. Jakarta: Rajawali Pers

Muhammad Muntahibun Nafis. Ilmu Pendidikan Islam.Yogyakarta: Sukses Offset M.Quraish shihab2002. Tafsir AL-Mishbah.Jakarta: Lentara Hati

(15)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

1074

Nana Syaodih Sukmadinata dan Erliana Syaodih.2012. Kurikulum Dan Pembelajaran Kompetensi. Bandung: Refika Aditama

Nana Sudjana. 2006. “Penilaian hasil Proses Belajar Mengajar”. Bandung : Remaja Rosdakarya

Richard I. Arends. 2007. Learning To Teach/Belajar Untuk Mengajar.Yogyakarta:

Pustaka Belajar

Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers

Rusmono, 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu, , Jakarta : Ghalia Indonesi,

Samsul Nizar. 2002.Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Ciputat Pers

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini kami menyatakan bahwa dalam laporan praktik kerja yang berjudul “Perencanaan Detail Engineering Design Penyediaan Air Baku Wosusokas (Konsentrasi : Analisis

Jumlah responden 44 orang dari 11 pokmaswas yaitu Bina Bersama, Lumba – Lumba, Batee Meudero, Muefakat, Aceh Damai, Aneuk Laot, Ci Bina, Camar Laut, Pante Timur,

Oleh karena itu diperlukan adanya suatu perubahan pada sistem inventory gudang kimia dengan menggunakan barcode untuk mengurangi kesalahan pemberian informasi serta

Jumlah Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang Terjadi di Kabupaten Banjarnegara per Bulan Tahun

Jika terdapat bukti bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian kumulatif yang diukur sebagai selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar kini,

SUTRA MANDIRI telah mengupayakan terciptanya iklim keselamatan kerja yang baik dengan menerapkan dan membangun sistem manajemen mutu yang memenuhi persyaratan standar

[r]