BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta merupakan sanggar yang berdiri sejak 24 Juni Tahun 2015. Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta dikelola oleh anak-anak muda berpengalaman dalam bidangnya. Pada tahun 2018 Sanggar ini memenangkan kompetisi Youth Creative Compitition yang diselenggarakan UNESCO dan mendapatkan pendampingan lanjutan hingga sekarang. Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogykarta memiliki 3 macam kegiatan yaitu tari, tetembangan, dan baca tulis aksara Jawa. Kegiatan tari memiliki 2 kelas yaitu kelas tari dewasa dan kelas tari anak-anak.
Tari Sahabat Anak merupakan tingkatan pertama dalam tari kreasi anak usia dini. Tari ini diiringi dengan musik yang gembira sesuai dengan dunia anak- anak, Tari Sahabat Anak berkolaborasi dengan Omah Cangkem dalam produksi musiknya. Pembelajaran Tari Sahabat Anak dilakukan seminggu sekali di setiap hari Senin, jam 16.00-17.00 WIB. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 1 jam dan diberi waktu istirahat kurang lebih 10 menit. Materi yang diajarkan adalah Tari Sahabat Anak yang berdurasi kurang lebih 2 menit.
Dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran Tari Sahabat Anak membutuhkan metode pembelajaran. Adapun metode yang digunakan dalam pembelajaran Tari Sahabat Anak di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta yaitu, metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode latihan/drill. Metode ceramah digunakan dalam menjelaskan materi, berdiskusi, bercerita, dan
evaluasi. Metode demonstrasi digunakan untuk pembelajaran pada bagian inti atau pokok dalam pembelajaran Tari Sahabat Anak, memberikan contoh ragam gerak Tari Sahabat Anak kemudian memperagakan ragam tari tersebut. Jika kurang dalam melakukan gerakan tersebut dibantu dalam memperbaiki ragam tersebut. Metode latihan/drill digunakan saat materi yang disampaikan telah selesai dan dilakukan secara berulang-ulang agar mampu mengingat materi yang telah disampaikan.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, berikut beberapa saran yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran tari kreasi khususnya kelas anak usia dini.
1. Bagi Pemilik Sanggar
Bagi pemilik sanggar dapat memberikan pengetahuan tentang metode pembelajaran kepada pelatih agar pada proses penilitian berikutnya pelatih mengetahui tentang metode yang digunakan saat mengajar tari.
2. Bagi Pelatih
Pendidik diharapkan untuk lebih menambah variasi metode pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran tari berlangsung.
3. Bagi Peneliti lain
Bagi peniliti selanjutnya hendaknya menemukan metode-metode unik dalam pembelajaran tari di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta.
DAFTAR PUSTAKA A. Sumber Tertulis
Djamaluddin, A. dan Wardana. (2019). Belajar dan Pembelajaran 4 Pilar Peningkatan Kompetensi Pedagogis. Sulawesi Selatan: CV Kaaffah Learning Center.
Hamdayama, J. (2017). Metodologi Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hamzah dan Nurdin. (2012). Belajar dengan Pendekatan Palkem. Jakarta: Balai Pustaka
Hartono. (2018). Model Pembelajaran Tari Pada Anak Usia Dini. Yogyakarta:
Lontar Mediatama.
Moleong. L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mukrimah, S. S. (2014). Metode Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Mulyani, N. (2016). Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.
Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Prenademedi Grup
Setiawan, A. M. (2017). Belajar dan Pembelajara. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA, CV.
Suyadi dan Maulidya. U. (2013). Konsep Dasar PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Widoyoko, E. P. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
B. Webtografi
Andriani, Y. P. (2019). Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Kegiatan Tari Kreasi Baru. Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (Nomor. 2 Tahun 2020).
Hlm. 24-33. Volume 2.
Aprilina, N. G. (2019). Pengaruh Tari Kreasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di RA Perwanida II Bandar Lampung. Skripsi, UIN Raden Intan Lampung
Dewi, F. C. (2013). Pembelajaran Tari pada Anak Usia Dini di Sanggar Sekar Panggung Metro Mall Bandung. Jurnal Ringkang (Nomor. 3 Tahun 2013).
Hlm. 1-9. Volume 1.
Dewi, G. D. K. (2020). Metode Pembelajaran Tari Rumeksa di Sanggar Dharmo Yuwono Purwokerto. Jurnal Performing Art Education (Nomor. 1 Tahun 2021) Hlm. 1-15. Volume 1.
Hadie, R. H. (2015). Pengelolaan Seni di Bale Seni Ciwasiat Pandeglang Banten.
Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.
Iryanti, E. V. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari (Nomor.
1 Tahun 2012). Hlm. 36-48. Volume 3.
Nahdi, D. S., Yonanda, D. A., dan Agustin, N. F. (2018). Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas. (Nomor. 2 Tahun 2018).
Volume 4.
Niampe, L. (2019). Pemanfaatan Tari Umo’ara melalui Pembelajaran Seni Tari pada Anak Usia Dini di Tk Negeri Pembina Wonggeduku Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya.
(Nomor. 1 Tahun 2019). Volume 4.
Oktavianti, R. dan Rusdi, F. (2019). Belajar Public Speaking Sebagai Komunikasi yang efektif. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia. (Nomor. 1 Tahun 2019) Hlm. 117-122. Volume 2.
Yetti, E. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Gerak Tari terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Seni dan Budaya (Nomor. 2 Tahun 2012). Volume 22.
C. Narasumber
Harjiyati, Nur Diani. (24). Pelatih Tari Sahabat Anak Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta. Godean, Yogyakarta.
Santosa, Bagas Arga. (41). Ketua Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta,
Wikansih, Hanintyas. (32). Orang Tua Peserta Didik. Yogyakarta, Yogyakarta.