• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rr. Maudy Chalida Nuzza. Drs. Aryanto Budhy Sulihyantoro, M.Si. Universitas Sebelas Maret Surakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rr. Maudy Chalida Nuzza. Drs. Aryanto Budhy Sulihyantoro, M.Si. Universitas Sebelas Maret Surakarta"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH KESADARAN MEREK DAN CITRA MEREK

SOCIOLLA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN

E-COMMERCE SOCIOLLA DIKALANGAN MAHASISWA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

Rr. Maudy Chalida Nuzza

Drs. Aryanto Budhy Sulihyantoro, M.Si Universitas Sebelas Maret Surakarta

Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret

Email: [email protected]

ABSTRAK

Kemajuan teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap pengetahuan global. Hal tersebut berdampak pada perubahan perilaku konsumen dari belanja secara langsung (offline) menjadi belanja secara online melalui platform e-commerce. Pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia menimbulkan persaingan baru baik perusahaan e-commerce di Indonesia maupun perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia. Sociolla adalah salah satu e-commerce di Indonesia yang menawarkan produk kecantikan original seperti makeup, perawatan kulit, perawatan rambut, parfum dan alat kecantikan. Untuk dapat bertahan di pasar yang kompetitif diperlukan upaya untuk menciptakan kesadaran merek yang kuat dan citra merek yang akan melekat secara terus menerus sehingga dapat membentuk kesetiaan terhadap merek tertentu yang dinamakan dengan dengan loyalitas. Menurut Marconi (1994, 56-60), loyalitas konsumen pada merek tertentu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan diantaranya nilai (harga dan kualitas merek), reputasi dan karakteristik merek, kenyamanan dan kemudahan mendapatkan merek, kepuasan, pelayanan, garansi atau jaminan. Berdasarkan pemikiran tersebut peneliti ingin mengetahui dan menganalisa apakah terdapat pengaruh kesadaran merek (X1) dan citra merek (X2) terhadap loyalitas konsumen e-commerce Sociolla (Y).

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi regresi. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dengan mengambil 100 sampel dari populasi pelanggan e-commerce Sociolla di kalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret

(2)

2

yang berjumlah 36304 orang. Data yang didapat diolah menggunakkan SPSS26 dengan menguji hipotesis variabel independen terhadap variabel dependen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek tidak berpengaruh signifikan pada loyalitas konsumen, namun citra merek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, dan secara bersama kesadaran merek dan citra merek berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.

Kata Kunci: kesadaran merek, citra merek, loyalitas konsumen, e-commerce.

Pendahuluan

Kemajuan teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap pengetahuan global. Perkembangan teknologi semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan segala aktivitas. Dengan perkembangan teknologi yang lebih maju, media online dan elektronik juga telah berkembang. Saat ini media online tidak hanya digunakan untuk mencari informasi, tetapi media online juga dapat menjadi sarana untuk melakukan komunikasi pemasaran.

Salah satu platform untuk melakukan komunikasi pemasaran dengan online dan mudah yaitu melalui e-commerce. Menurut Shely Cashman (2007 : 83) E-commerce atau kependekan dari elektronic commerce (perdagangan secara elektronik), merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet. Siapapun yang dapat mengakses komputer, memiliki sambungan ke internet, dan memiliki cara untuk membayar barang-barang atau jasa yang mereka beli, dapat berpartisipasi dalam e-commerce. Hal tersebut mendorong adanya perubahan perilaku konsumen dari belanja secara langsung (offline) menjadi belanja secara online.

Seperti yang dilansir iPrice.co.id berikut adalah Data Q3 2020 terakhir diperbarui pada 11/11/2020 menunjukkan bahwa pesatnya perkembangan e-commerce menimbulkan persaingan baru pada perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia, baik perusahaan start up di Indonesia maupun perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia. Sociolla adalah salah satu e-commerce yang mengambil peluang besar bisnis di dunia kecantikan. Sociolla merupakan start up e-commerce yang berbasis website yang pada tahun 2015. Sociolla adalah e-commerce berbasis Business to

Customer (B2C) di Indonesia yang menawarkan produk kecantikan original seperti

makeup, perawatan kulit, perawatan rambut, parfum dan alat kecantikan. Sociolla berada di peringkat Sembilan karena tidak sepopuler e-commerce lainnya karena memiliki spesifikasi terhadap produk yang dijual. Hanya masyarakat tertentu yang menggunakan yaitu yang membutuhkan keperluan kosmetik dan perawatan tubuh.

(3)

3

Dalam situasi pasar yang dinamis dan kompetitif, loyalitas konsumen terhadap merek menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing pasar. Agar suatu merek dapat dikenali dan diingat oleh konsumen maka perusahaan harus secara aktif mempromosikannya. (Aristyani dan Yasa, 2013) menyatakan bahwa untuk dapat bertahan di pasar yang kompetitif diperlukan suatu merek (brand) yang akan menciptakan nilai tambah atas suatu produk. Merek memiliki peranan yang sangat penting karena dapat mempersatukan harapan konsumen pada saat suatu produk memberikan janji pada konsumen (Chen & Lynn, 2012). Dengan demikian, semakin kuat suatu merek yang ada dipasar, maka semakin eksis produk yang dimiliki.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam membangun loyalitas pelanggan adalah citra merek. Citra merek terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek. Konsumen yang memiliki citra positif terhadap suatu merek, akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian (Setiadi, 2003:103).

Salah satu upaya membangun kesadaran merek dan citra merek Sociolla yaitu periklanan melalui sosial media diantaranya Instagram dan Youtube. Seperti yang dilansir markerteers.com, Sociolla telah dikenal banyak masyarakat Indonesia ditandai dengan jumlah pengguna yang mencapai 30 juta pengguna pada awal tahun 2020. Selain itu, Sociolla membangun brand awareness melalui sosial medianya yaitu @sociolla yang memiliki 968.000 followers.

Menurut Marconi (1994, 56-60), keputusan konsumen untuk tetap loyal pada merek tertentu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan diantaranya nilai (harga dan kualitas merek), reputasi dan karakteristik merek, kenyamanan dan kemudahan mendapatkan merek, kepuasan, pelayanan, garansi atau jaminan.

Jadi suatu merek yang melekat pada suatu produk merupakan upaya untuk membuat identitas dari produk tersebut sehingga memiliki perbedaan dan lebih mudah dikenali oleh konsumen. Merek yang kuat akan mampu menciptakan loyalitas terhadap merek tersebut. Selanjutnya, konsumen menganggap bahwa suatu merek tertentu memiliki fisik berbeda dari merek kompetitor, citra merek tersebut akan melekat secara terus menerus sehingga dapat membentuk kesetiaan terhadap merek tertentu yang dinamakan dengan dengan loyalitas Rangkuti (2002:44).

Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh kesadaran merek dan dan citra merek sociolla terhadap loyalitas konsumen

(4)

4

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah ada pengaruh antara kesadaran merek terhadap loyalitas konsumen sociolla di kalangan mahasiswa UNS?

2. Apakah ada pengaruh antara citra merek terhadap loyalitas konsumen sociolla di kalangan mahasiswa UNS?

3. Apakah ada pengaruh antara kesadaran merek dan citra merek sociolla terhadap loyalitas konsumen sociolla di kalangan mahasiswa UNS?

Kerangka Teori

1. Komunikasi Pemasaran

Menurut Effendy, (2000:6) Komunikasi adalah peristiwa penyampaian ide manusia. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan yang dapat berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.

Terence A. Shimp (2003: 160-163) menyatakan tujuan-tujuan komunikasi pemasaran tersebut diantaranya membangkitkan keinginan terhadap kategori produk, menciptakan kesadaran akan merek, mendorong sikap positif dan mempengaruhi niat membeli, serta memfasilitasi pembelian.

Menurut Terence A. Shimp (2000 : 5-7) ada beberapa bentuk-bentuk utama dari komunikasi pemasaran yaitu : Penjualan perorangan (personal selling), Iklan (advertising), Promosi penjualan (sales promotional), Pemasaran sponsorship (sponsorship marketing), Publisitas (publicity), Komunikasi di tempat pembelian (point-of-purchase communication)

2. Periklanan (Advertising)

Menurut Djaslim Saladin (2002:219) menyatakan bahwa Advertising adalah salah satu alat promosi, biasanya digunakan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat dimana bentuk penyajian iklan ini bersifat non-personal.

Shimp (2000 : 374) menyatakan bahwa periklanan diselenggarakan untuk mencapai beberapa tujuan seperti : (1) membuat pasar sasaran menyadari (aware) akan suatu merek baru, (2) memfasilitasi pemahaman konsumen tentang berbagai atribut dan manfaat merek yang diiklankan dibandingkan dengan merek pesaing,

(5)

5

(3) meningkatkan sikap-sikap dan mempengaruhi niatan untuk membeli, (4) menarik sasaran agar mencoba produk, dan (5) mendorong perilaku pembelian ulang.

3. Kesadaran Merek

American Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2009:258)

mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para pesaing. Menurut Sulaksana (2003:58), awareness itu sendiri adalah bagaimana membuat khalayak sadar terhadap suatu produk, karena apabila konsumen aware pada produk tersebut maka akan membentuk sikap positif dari konsumen dan akan berlanjut kepada proses mengonsumsi produk tersebut.

4 indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa jauh konsumen sadar (aware) terhadap sebuah merek (brand) yang mengacu pada (Kriyantono, 2006:26) antara lain:

1. Recall yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang diingat.

2. Recognition yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam kategori tertentu.

3. Purchase yaitu seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan ketika akan membeli produk/layanan.

4. Consumption yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang menggunakan produk/layanan pesaing.

4. Citra Merek

Jefkins, dalam Soemirat dan Ardianto (2015:114) menyebutkan citra secara umum diartikan sebagai kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya. Namun, Ruslan (2012:75-76) mengatakan bahwa pengertian citra itu abstrak dan tidak dapat diukur secara matematis, tetapi wujudnya bisa dirasakan dari hasil penilaian baik atau buruk. Seperti penerimaan dan tanggapan baik positif maupun negatif yang datang dari publik.

Secara umum image dapat dideskripsikan dengan karakteristik-karakteristik tertentu seperti manusia, semakin positif deskripsi tersebut semakin

(6)

6

kuat brand image dan semakin banyak kesempatan bagi pertumbuhan merek itu (Davis, 2000 : 152). Menurut Kotler & Keller (2009:110-113), menyatakan bahwa pengukuran brand image (citra merek) dapat dilakukan berdasarkan pada aspek sebuah merek yaitu kekuatan dan keunikan.

Indikator yang digunakan dalam variabel citra merek mengacu pada dalam penelitian ini mengacu pada Shimp dalam Radji (2009 : 99-103), yaitu: Atribut, Manfaat, dan Evaluasi Keseluruhan, yaitu nilai atau kepentingan subjektif dimana pelanggan menambahkannya pada hasil konsumsi.

5. Loyalitas Konsumen

Menurut Tjiptono (2000 : 110) loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjang. Menurut Vanessa (2007:71- 72), faktor yang memengaruhi loyalitas adalah ikatan emosi (emotional bonding), dalam ikatan emosi konsumen dapat terpengaruh oleh sebuah merek yang memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga sebuah merek dianggap sangat penting untuk terciptanya ikatan emosi yang dihasilkan.

Untuk memperoleh loyalitas konsumen diperlukan : (1) menyajikan suatu merek yang memenuhi kebutuhan konsumen, dan (2) secara kontinyu mengiklankan keunggulan merek untuk memperkuat sikap dan keyakinan konsumen terhadap merek. Shimp (2000 : 373).

Adapun menurut Griffin (2003:31) menyebutkan karakteristik atau sikap yang dilakukan oleh pelanggan yang loyal, yaitu:

- Repeat Purchase (melakukan pembelian ulang secara teratur) - Refers Other (memberikan referensi pada orang lain)

- Across Product (membeli lini produk lainnya) - Immunity (kekebalan terhadap produk pesaing)

Menurut Marconi (1994, 56-60), keputusan konsumen untuk tetap loyal pada merek tertentu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan diantaranya nilai (harga dan kualitas merek), reputasi dan karakteristik merek, kenyamanan dan kemudahan mendapatkan merek, kepuasan, pelayanan, garansi atau jaminan.

(7)

7

6. Hubungan Kesadaran Merek dan Citra Merek terhadap Loyalitas Konsumen Salah satu tujuan dari komunikasi pemasaran adalah membangun kesadaran merek. Hubungan antara kesadaran merek dengan loyalitas konsumen dapat dilihat dari seberapa jauh seseorang mengenal sebuah merek hingga menumbuhkan minat beli berulang dan sikap loyal. Suatu merek (nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau kombinasinya) yang melekat pada suatu produk merupakan upaya untuk membuat identitas dari produk tersebut sehingga memiliki perbedaan dan lebih mudah dikenali oleh konsumen. Sehingga kesadaran merek yang kuat akan mampu menciptakan loyalitas terhadap merek tersebut.

Selanjutnya, hubungan antara citra merek dengan loyalitas konsumen terletak pada representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu berupa kesan baik atau buruk. Kesan yang baik pada sebuah merek akan menimbulkan minat beli hingga menciptakan loyalitas konsumen. Teori penghubung antara citra merek dan loyalitas konsumen dikutip dari :

Freddy Rangkuti (2002:44)

“Konsumen menganggap bahwa suatu merek tertentu memiliki fisik berbeda dari merek kompetitor, citra merek tersebut akan melekat secara terus menerus sehingga dapat membentuk kesetiaan terhadap merek tertentu yang dinamakan dengan dengan loyalitas.”

Menurut Marconi (1994, 56-60), keputusan konsumen untuk tetap loyal pada merek tertentu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan diantaranya nilai (harga dan kualitas merek), reputasi dan karakteristik merek, kenyamanan dan kemudahan mendapatkan merek, kepuasan, pelayanan, garansi atau jaminan.

Definisi Konseptual

1. Variabel Independen a. Kesadaran Merek (X1)

Menurut Hermawan (2014 : 57) Kesadaran merek adalah kemampuan dari seseorang calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali (recognize) atau mengingat (recall) suatu merek yang merupakan bagian dari suatu kategori produk.

(8)

8

b. Citra Merek (X2)

Citra merek (Brand Image) merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. (Setiadi, 2003: 180)

2. Variabel Dependen

a. Loyalitas Konsumen (Y1)

Menurut Tjiptono (2000 : 110) loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjang.

Definisi Operasional

1. Kesadaran Merek (X1)

Kesadaran merek adalah kemampuan seseorang mengenal e-commerce Sociolla hingga melakukan proses pembelian produk kecantikan dan perawatan tubuh di e-commerce Sociolla. Dalam penelitian ini kesadaran merek dapat dikur dengan menggunakan Recall (pengingatan), Recognition (pengenalan), Purchase (pembelian), dan Consumption (menggunakan produk).

2. Citra Merek (X2)

Citra merek adalah keyakinan seseorang yang terbentuk dari informasi dan pengalaman berbelanja di e-commerce Sociolla berupa kesan baik atau buruk. Dalam penelitian ini citra merek dapat diukur dengan menggunakan atribut, manfaat, dan evaluasi keseluruhan.

3. Loyalitas Konsumen (Y1)

Loyalitas konsumen adalah kecenderungan konsumen terhadap

e-commerce Sociolla yang ditunjukkan dengan melakukan pembelian secara

berulang tanpa terpengaruh dari adanya situasi dan usaha pemasaran dari merek lain, mereferensikan Sociolla kepada orang lain, dan adanya keenganan untuk berpindah ke merek lain. Dalam penelitian ini loyalitas konsumen dapat diukur dengan menggunakan Repeat Purchase (melakukan pembelian ulang secara teratur), Refers Other (memberikan referensi pada orang lain), Across Product (membeli lini produk lainnya), dan Immunity (kekebalan terhadap produk pesaing).

Metodologi Penelitian

Pada penelitian ini digunakan penelitian kuantitatif akan meneliti pengaruh kesadaran merek dan citra merek terhadap loyalitas konsumen e-commerce Sociolla.

(9)

9

Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2011: 8) yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Populasi

Pada penelitian ini peneliti tertarik untuk menjadikan mahasiswa Universitas Sebelas Maret sebagai populasi karena target utama Sociolla adalah yang berusia 18-23 tahun dimana usia tersebut merupakan mahasiswa dan sesuai dengan lokasi penelitian. Berdasarkan data yang didapatkan dari website Executive Information System (EIS) jumlah mahasiswa aktif Universitas Sebelas Maret berjumlah 36304 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel nonprobabilitas dengan teknik purposive sampling.

Kriteria yang digunakan dalam memilih responden berdasarkan ketentuan bahwa responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif Universitas Sebelas Maret yang mengetahui Sociolla dan melakukan pembelian di Sociolla. Dalam menghitung jumlah sampel yang akan diambil, peneliti menggunakan rumus Slovin.

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁𝑒2

Keterangan :

n = Ukuran sampel

N = Ukuran populasi

E = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel populasi, dalam penelitian ini nilai e sebesar 0,1 (Husein Umar,2008)

Berdasarkan data yang didapatkan dari website Executive Information System (EIS) Universitas Sebelas Maret jumlah mahasiswa aktif Universitas Sebelas Maret berjumlah 36304 orang. Sehingga diperoleh sebagai berikut :

(10)

10

n = N / (1 + N𝑒2)

n = 36304 / [ 1 + 36304 (0,1)2]

n = 36304 / 364,04

n = 99,72 ≈ 100 responden. Teknik Analisis Data

1. Uji Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan pengujian analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis penelitian, maka terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengujian prasyarat analisis atas data yang akan diolah dengan Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, dan Uji Heteroskedastisitas.

2. Uji Hipotesis

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Adapun langkah-langkah yang peneliti tempuh untuk mengolah data yaitu pembuatan tabel induk berupa skor untuk melihat data awal dari responden untuk masing-masing variabel menggunakan aplikasi Microsoft

Excel, lalu kemuian data yang sudah didapatkan diolah menggunakan software

SPSS (Statistic Product and Service Solution) yang bertujuan untuk menguji regresi linier berganda, parsial (t), simultan (f), dan koefisien determinasi.

a. Regresi Linier Berganda

Rumus regresi linier berganda menurut Siregar (2018 : 379) adalah :

Y = a + 𝑏1𝑋1+ 𝑏2𝑋2+𝑏3𝑋3+...+𝑏𝑛𝑋𝑛 Keterangan :

y = variabel terikat

X1 = variabel bebas pertama X2 = variabel bebas kedua X3 = variabel bebas ketiga Xn = variabel bebas ke-n

b. Uji t ( Uji parsial )

Menurut Ghozali (2011), uji statistik T pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan

(11)

11

variabel dependen. Pengujian ini digunakan untuk menguji hipotesis 1, 2, dan 3. Uji t memiliki beberapa kriteria sebagai berikut :

1. Menentukan taraf signifikan (a)

2. Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka 𝐻0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang

signfikan secara parsial.

3. Rumus 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 menurut Siregar (2018 :410) 𝑡 =r√n − 2

√1 − 𝑟2

Keterangan :

r = koefisien korelasi sederhana

n = jumlah kasus

Rumus 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 menurut Siregar (2018 : 411) : 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑡(𝑎/2)(𝑛+2)

Keterangan :

a = taraf signifikan 0,1

n = jumlah kasus

c. Uji f (Uji Simultan)

Analisis dan interpretasi data setelahnya adalah dilakukan uji F, menurut Siregar (2018 : 408) uji secara simultan dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara simultan atau bersama-sama antara variabel X1 dan X2 terhadap Y. Pada tabel SPSS nilai F bisa dilihat dalam tabel annova. Kriteria uji F adalah 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sehingga daat dibuktikan bahwa terdapat pengatuh secara simultan.

Rumus 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 menurut Siregar (2018 : 409) : 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =

𝑅2 (𝑘 − 1)

(1 − 𝑅2 )(𝑛 − 𝑘)

Keterangan :

(12)

12

k = jumlah variabel independent

n = jumlah data

rumus 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 menurut Siregar (2018 : 409) : 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 𝐹(𝑎)(𝑑𝑘𝑎,𝑑𝑘𝑏) Keterangan :

dka = jumlah variabel bebas

dkb = n-m-1

d. Analisis Koefisien Determinasi

Analisis R2 (R Square) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar presentase sumbangan pengaruh variabel independen (X) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Y) (Priyatno, 2010:83). Signifikasi nilai penentu yaitu berada pada taraf 0-1 (0 ≤ KP ≤ 1). Maka kriteria penentunya adalah sebagai berikut:

- Jika nilai koefisien penentu (KP) = 0, berarti tidak ada pengaruh antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y)

- Jika nilai koefisien penentu (KP) = 1, berarti naik/turunnya variabel dependen (Y) adalah 100% dipengaruhi oleh variabel independen (X) - Jika nilai koefisien penentu (KP) berada diantara 0 dan 1 (0 < KP < 1)

maka besarnya pengaruh variabel independen (X) terhadap naik/turunnya variabel dependen (Y) adalah sesuai dengan nilai KP itu sendiri, dan selebihnya berasal dari faktor-faktor lain.

KP = (KK)2 × 100 KK = Koefisien korelasi

Hasil Analisis Data Uji Instrumen 1. Uji Validitas

penelitian ini diketahui bahwa n = 100 dan 𝛼 = 5%, maka rtabel (5%, 100-2) = 0,6. Hasil uji validitas yang peneliti dapatkan adalah sebagai berikut :

(13)

13

Hasil Uji Validitas

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji validitas pada tabel 4.8 , dapat dilihat bahwa semua butir pertanyaan dari setiap variabel (X1), (X2), dan (Y) dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,6.

2. Uji Reabilitas

Hasil Uji Reabilitas

No Variabel Cornbach

Alpha

Jumlah Soal

Keterangan

1 Kesadaran Merek 0.610 7 Reliable

2 Citra Merek 0.780 9 Reliable

3 Loyalitas Konsumen 0.617 7 Reliable

Variabel Item r hit r tab 0.05 Keterangan

X1.1 0.400 0.195 Valid X1.2 0.603 0.195 Valid X1.3 0.586 0.195 Valid X1.4 0.534 0.195 Valid X1.5 0.633 0.195 Valid X1.6 0.597 0.195 Valid X1.7 0.498 0.195 Valid Citra Merek X2.1 0.699 0.195 Valid X2.2 0.622 0.195 Valid X2.3 0.647 0.195 Valid X2.4 0.630 0.195 Valid X2.5 0.647 0.195 Valid X2.6 0.554 0.195 Valid X2.7 0.694 0.195 Valid X2.8 0.404 0.195 Valid X2.9 0.525 0.195 Valid Loyalitas Konsumen Y.1 0.705 0.195 Valid Y.2 0.585 0.195 Valid Y.3 0.457 0.195 Valid Y.4 0.533 0.195 Valid Y.5 0.620 0.195 Valid Y.6 0.287 0.195 Valid Y.7 0.614 0.195 Valid

(14)

14

Berdasarkan hasil uji reabilitas pada table 4.9, dapat dilihat bahwa seluruh butir pertanyaan dari setiap variabel kesadaran merek (X1), citra merek (X2), dan loyalitas konsumen (Y) dinyatakan reliable karena nilai

Cornbach Alpha lebih dari 0,6.

Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas

Hasil Uji Normalitas

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 4.10 , dapat dilihat bahwa nilai Asymp Sig. Adalah 0,094 yang berarti lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi dari model regresi adalah normal.

2. Hasil Uji Multikolinieritas

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error

Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 5.354 2.818 1.900 .060 Kesadaran Merek .122 .071 .110 1.711 .090 .997 1.003 Citra Merek .541 .045 .775 12.10 0 .000 .997 1.003

a. Dependent Variable: Loyalitas Konsumen

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Standardized Residual

N 100

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .98984745

Most Extreme Differences Absolute .082

Positive .082

Negative -.070

Test Statistic .082

(15)

15

Berdasarkan hasil uji multikolinieritas pada tabel 4.11, dapat dilihat bahwa nilai Tolerance dan Inflation Factor (VIF) pada variabel (X1) 0,997 > 0,1 dan 1,003 < 10, (X2) 0,997 > 0,1 dan 1,003 < 10, Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi multikolinieritas.

3. Uji Heteroskedasitas

Hasil Uji Heteroskedatisitas

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji heteroskedasitias pada gambar 4.12 , maka dapat dilihat bahwa pola titik-titik tersebut tidak membentuk pola tertentu dan menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga dapat disimpukan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas.

Uji Hipotesis

1. Hasil Analisis Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.354 2.818 1.900 .060 Kesadaran Merek .122 .071 .110 1.711 .090 Citra Merek .541 .045 .775 12.100 .000

a. Dependent Variable: Loyalitas Konsumen

Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda pada tabel diatas, maka persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:

(16)

16

1) Nilai konstantanya yaitu 5,354 maka dapat diartikan jika Kesadaran Merek dan Citra Merek nilainya adalah 0, maka loyalitas akan mengalami peningkatan sebesar 5,354.

2) Nilai koefisien regresi pada variabel kesadaran merek (X1) bernilai positif, yaitu sebesar 0,122 yang artinya bahwa setiap perubahan variabel Kesadaran Merek sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan perubahan loyalitas sebesar 0,122 satuan, sedangkan citra merek konstan. Peningkatan satu satuan pada variabel Kesadaran Merek akan meningkatkan loyalitas sebesar 0,122 satuan, sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel Kesadaran Merek akan menurunkan loyalitas sebesar 0,122 satuan.

3) Nilai koefisien regresi pada variabel citra merek (X2) bernilai positif, yaitu sebesar 0,541 yang artinya bahwa setiap perubahan variabel citra Merek sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan perubahan loyalitas sebesar 0,541 satuan, sedangkan citra merek konstan. Peningkatan satu satuan pada variabel citra merek akan meningkatkan loyalitas sebesar 0,541 satuan, sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel citra merek akan menurunkan loyalitas sebesar 0,541 satuan. 2. Uji t (Parsial) Hasil Uji t Model t Sig. 1 (Constant) 1.900 .060 Kesadaran Merek 1.711 .090 Citra Merek 12.100 .000

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji t pada table 4.14 dapat diketahui sebagai berikut :

a) Hipotesis Variabel Kesadaran Merek (X1)

Ha : kesadaran merek berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Ho : kesadaran merek tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Dari tabel diatas maka dapat diketahui t hitung variabel x1 yaitu 1,711, maka t hitung < t tabel. (1,711<1,985) Dan signifikasi 0,090, maka signifikasi > 0,05. Sehingga Ha ditolak, dan Ho diterima yang artinya kesadaran merek (X1) secara parsial tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y).

(17)

17

b) Hipotesis Variabel Citra Merek (X2)

Ha : citra merek berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Ho: citra merek tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.

Dari tabel diatas dapat diketahui t hitung variabel x2 yaitu 12,100, maka t hitung > t tabel. (12,100 > 1,985) Dan signifikasi 0,000, maka signifikasi < 0,05. Sehingga Ha diterima, dan Ho ditolak yang artinya citra merek (X2) secara parsial berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y). 3. Uji F (Simultan) Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 378.138 2 189.069 73.768 .000b Residual 248.612 97 2.563 Total 626.750 99

a. Dependent Variable: Loyalitas Konsumen

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji F pada tabel 4.15 diatas, dapat diketahui bahwa nilai f hitung yaitu 73.768. Apabila f tabel sebesar 3,090, maka f hitung > f tabel. Sedangkan nilai signifikasi sebesar 0,000, maka signikasi 0,000 < 0,005. Sehingga kesimpulannya adalah Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya kesadaran merek (X1) dan citra merek (X2), secara simultan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y).

4. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .777a .603 .595 1.601

a. Predictors: (Constant), Citra Merek, Kesadaran Merek b. Dependent Variable: Loyalitas Konsumen

Sumber : Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.16 , maka dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi Adjusted R Square sebesar 0,595. Sehingga hasil perhitungan Adjusted R Square dapat disimpulkan bahwa pengaruh kesadaran merek (X1) dan citra merek (X2) mampu menjelaskan variasi perubahan loyalitas konsumen (Y) Sociolla dikalangan mahasiswa Universitas

(18)

18

Sebelas Maret sebesar 59,5%. Sedangkan, 40,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis oleh peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kesadaran merek tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen Sociolla dikalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret, akan tetapi keduanya memiliki hubungan yang positif yang artinya semakin baik kesadaran merek yang tercipta dibenak konsumen, maka akan meningkatkan loyalitas konsumen Sociolla meskipun sifatnya tidak secara langsung. Sehingga kesadaran merek tidak dapat secara langsung mempengaruhi loyalitas konsumen.

2. Citra merek memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen Sociolla dikalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Semakin baik citra merek yang tercipta akan meningkatkan loyalitas pelanggan secara langsung.

3. Kedua variabel kesadaran merek dan citra merek berpengaruh secara bersama-sama terhadap loyalitas konsumen. Hal ini membuktikan, jika kesadaran merek dan citra merek ditingkatkan secara terus menerus dan bersamaan akan memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap loyalitas pengguna Sociolla.

DAFTAR PUSTAKA

Ardianto, Elvinaro dan Soemirat, Soleh. 2015. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Effendy, Onong Uchjana. 2000. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung : PT.Rosdakarya.

Gaffar, Vanessa. 2007. Costumer Relationship Management and Marketing. Public Relation. Bandung: Alfabeta.

Griffin, Jill. 2003. Customer Loyalty: Menumbuhkan Dan Mempertahankan

Pelanggan. Jakarta : Erlangga

(19)

19

Ilham, Prisgunanto. 2006. Komunikasi Pemasaran, Strategi dan Taktik. Jakarta : Ghalia Indonesia

Kriyantono, Rahmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : PT. Kencana Perdana.

Kotler, Philip., dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Marconi, J. 1994. Beyond Branding. Malaysia: S. Abdul Majeed & Co

Rangkuti, Freddy. 2002. The Power Of Brand. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Sulaksana, Uyung. 2003. Integrated Marketing Communications Teks dan Kasus.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.CV

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta

Terence A. Shimp. 2003. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Tjiptono, Fandy. 2000. Manajemen Jasa. Yogyakarta : Andy

Vermaat, Shelly Cashman. 2007. Discovering Computers: Menjelajah Dunia

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, dari penelitian ini juga ingin melihat bagaimana fenomena yang terjadi apabila model penelitian diterapkan pada penyedia jasa yang sudah memiliki

menjelaskan di bagian akhir penelitiannya bahwa model trust in a brand mungkin akan memiliki pengaruh lebih baik dalam menjelaskan loyalitas merek pada produk

Penelitian ini terbukti bahwa semakin tinggi sikap konsumen pada merek tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk yang

Produk, dan Citra Merek pada Niat Beli Produk Action Camera Xiaomi Yi yang dimoderasi oleh Gaya Hidup Traveling (Studi pada Mahasiswa di Universitas Sebelas