KATA PENGANTAR. Manado, Juni 2011 Kepala Balai Data, Surveilans dan Sistem Informasi Kesehatan. Dr. Nora Lumentut NIP
Teks penuh
(2)
(3) KATA PENGANTAR. Laporan pencapaian hasil pembangunan di Sulawesi Utara khususnya pembangunan kesehatan dilakukan melalui berbagai sarana diantaranya melalui. buku profil kesehatan.. Ketersediaan profil kesehatan yang diterbitkan tepat waktu merupakan salah satu indikator dalam rencana strategis Provinsi Sulawesi Utara dalam bidang kesehatan. Profil kesehatan memaparkan hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara di tahun 2010. Dengan demikian dapat dikatakan Buku Profil Kesehatan ini pada intinya berisi berbagai data dan informasi yang menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Sulawesi Utara pada tahun 2010. Penyusunan Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010 ini dilakukan dengan memperhatikan petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan yang diterbitkan oleh Pusdatin Depkes tahun 2008. Penerapan Juknis Penyusunan Profil Kesehatan dengan menggunakan data terpilah menurut jenis kelamin untuk tahun 2010 belum memungkinkan dilaksanakan mengingat ketersediaan data terpilah baik dari kabupaten/kota maupun dari program masih sangat minimal. Profil Kesehatan Provinsi dengan menggunakan data terpilah menurut jenis kelamin akan diterbitkan pada profil tahun 2011. Buku Profil Kesehatan ini disajikan dalam bentuk hard copy (pencetakan buku) dan soft copy (CD), dan dapat diakses dalam website resmi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dengan alamat http:www.depkes.go.id/dinkessulut Kepada tim yang telah bekerja keras serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan dan terima kasih. Kami menyadari bahwa data yang tersedia dan bentuk penyajian dalam Buku Profil Kesehatan ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan masukan dari pengguna untuk perbaikan buku ini di masa mendatang. Semoga Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010 ini dapat bermanfaat. Manado,. Juni 2011. Kepala Balai Data, Surveilans dan Sistem Informasi Kesehatan. Dr. Nora Lumentut NIP. 196201081996032001 Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. i.
(4) ii. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(5) KATA SAMBUTAN. Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat dan karuniaNya sehingga Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010 dapat diterbitkan sebagai wujud kerja keras dan partisipasi seluruh jajaran lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara sekaligus membuktikan bahwa Balai Data Surveilans dan Sistem Informasi Kesehatan yang merupakan UPTD Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mampu menjabarkan salah satu indikator dalam Renstra DInas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yaitu Ketersediaan Profil Kesehatan Provinsi yang tepat waktu. Saya menyambut baik terbitnya Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010 ini karena dengan profil kesehatan dapat diketahui gambaran kondisi kesehatan yang diperlihatkan dengan indikator-inkator seperti indikator derajat kesehatan, indikator upaya kesehatan, indikator sumber daya kesehatan serta indikator-indikator lain yang terkait dengan kesehatan. Di era informasi dan teknologi sekarang ini, semakin dirasakan bahwa data dan informasi kesehatan sangat dibutuhkan, baik untuk manajemen kesehatan, pelaksanaan pelayanan kesehatan, pengambilan keputusan serta dapat digunakan sebagai salah satu rujukan data dan informasi. Oleh karena itu di masa-masa mendatang perlu dibangun kerjasama dalam e ge. a gka. Data Kesehata. de ga. ara. e i gkatka koordi asi dala. pertukara. data dan informasi baik di lingkungan Dinas Kesehatan tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/Kota maupun dengan sektor terkait di berbagai tingkatan administrasi. Kerja sama tersebut dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas data yang dibutuhkan untuk manajemen kesehatan. Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik untuk penyempurnaan buku ini sangat kami harapkan, kerja sama yang telah dibina dalam proses penyusunan buku ini harus terus ditingkatkan. Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam menyumbangkan usulan, pikiran, data dan informasi dalam pembuatan Buku Profil ini. Semoga Buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara ini dapat bermanfaat. Manado, Juni 2011 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Dr. MAXI R. RONDONUWU, DHSM NIP. 196405201991031003. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. iii.
(6) iv Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(7) DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN. i. KATA PENGANTAR. iii. DAFTAR ISI. v. DAFTAR TABEL. ix. DAFTAR GAMBAR. v. BAB. I. PENDAHULUAN. BAB. II. GAMBARAN UMUM. BAB. 1. A. KEPENDUDUKAN ………………………………………………………………………………………... 3. B. KEADAAN EKONOMI …………………………………………………………………………………... 5. C. INDEK“ PEMBANGUNAN KE“EHATAN MANU“IA ………………………………………... 8. III SITUASI DERAJAT KESEHATAN A. UMUR HARAPAN HIDUP WAKTU LAHIR ……………………………………………………... 9. B. MORTALITA“ ……………………………………………………………………………………………... 10. . ANGKA KEMATIAN BAYI ………………………………………………………………………….. 10. . ANGKA KEMATIAN BALITA ……………………………………………………………………... 12. . ANGKA KEMATIAN IBU …………………………………………………………………………... 13. . “TATU“ GI)I …………………………………………………………………………………………….. 14. C. MORBIDITAS .. BAB. PENYAKIT MENONJOL TAHUN. …………………………………………………... 16. . ACUTE FLACCID PARALY“I“ AFP …………………………………………………………….. 16. . PENYAKIT HIV/AID“ …………………………………………………………………………………. 18. . PENYAKIT MALARIA …………………………………………………………………………………. 19. . PENYAKIT DEMAM DERDARAH DENGUE …………………………………………………. 21. . PENYAKIT RUBERKULO“I“ PARU ……………………………………………………………... 24. 7. PENYAKIT DIARE ……………………………………………………………………………………... 25. . PENYAKIT RABIE“ …………………………………………………………………………………….. 26. IV UPAYA PELAYANAN KESEHATAN A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR. 29. 1. KESEHATAN IBU a. PELAYANAN ANTE NATAL K DAN K …………………………………………………. 29. . PERTOLONGAN PER“ALINAN OLEH TENAGA KE“EHATAN ……………………. 31. . PELAYANAN NIFA“ ……………………………………………………………………………….. 32. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. v.
(8) d. PELAYANAN PEMBERIAN TABLET FE / FE ………………………………………... 33. e. PENANGANAN KOMPLIKASI OBSTETRI (PK). 34. 2. KESEHATAN ANAK a. CAKUPAN PELAYANAN NEONATAL PERTAMA (KN1) DAN NEONATUS LENGKAP …………………………………………………………………………………………….. . PENANGANAN KOMPLIKA“I NEONATAL PK. 35. ……………………………………... 36. BULAN ……………………………... 37. a. PREVALEN“I GI)I BURUK ………………………………………………………………………. 38. . PENIMBANGAN BALITA ………………………………………………………………………... 39. . PEMBERIAN KAP“UL VITAMIN A …………………………………………………………... 39. d. BALITA GI)I BURUK MENDAPAT PERAWATAN ……………………………………... 40. . IMUNI“A“I BAYI ………………………………………………………………………………………. 41. c. CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI (29 HARI– 3. UPAYA KESEHATAN GIZI. 5. KESEHATAN LINGKUNGAN a. “O“IALI“A“I PENDEKATAN KABUPATEN/KOTA “EHAT ………………………….. 46. . PENYEHATAN PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN …………………………………... 46. . PENYEHATAN “ARANA “ANITA“I DA“AR ……………………………………………….. 47. e. PEMERIK“AAN TEMPAT UMUM DAN PENGOLAHAN MAKANAN ………….. 50. 6. JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA-BAYAR …………………………………. 51. B. PELAYANAN KESEHATAN PENGEMBANGAN . KE“EHATAN KERJA ……………………………………………………………………………………. 54. . PELAYANAN KE“EHATAN U“IA LANJUT …………………………………………………….. 54. . PELAYANAN KE“EHATAN PADA “ITUA“I BENCANA …………………………………... 56. C. PELAYANA N KESEHATAN PENUNJANG 1. KEGIATAN PELAYANAN BPPK. vi. A. PEMERIK“AAN ……………………………………………………………………………………... 58. B. PENERIMAAN “PE“IMEN ………………………………………………………………………. 59. C. JENI“ DAN JUMLAH PEMERIK“AAN TIAP KELOMPOK BIDANG ……………... 59. D. REALI“A“I PEMERIK“AAN MENURUT JENI“ PARAMETER ………………………. 61. E. ANALI“I“ KEGIATAN PEMERIK“AAN ………………………………………………………. 61. F. ANALI“I“ KECENDERUNGAN PERMINTAAN KEBUTUHAN ………………………. 62. G. ANALI“I“ HA“IL PEMERIK“AAN ……………………………………………………………... 62. H. PELAYANAN RUJUKAN LABORATORIUM ……………………………………………….. 64. I. PEMANTAPAN MUTU …………………………………………………………………………….. 64. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(9) BAB. V. SUMBER DAYA KESEHATAN A SARANA KESEHATAN. 67. . PU“KE“MA“ ……………………………………………………………………………………………... 67 . RUMAH “AKIT …………………………………………………………………………………………… 72 . APOTEK DAN TOKO OBAT …………………………………………………………………………. 75 . “ARANA KE“EHATAN BER“UMBERDAYA MA“YARAKAT ……………………………. 75 B. TENAGA KESEHATAN . TENAGA MEDI“ ………………………………………………………………………………………… 78 . TENAGA PARAMEDI“ ………………………………………………………………………………… 80 C. PEMBIAYAAN KE“EHATAN …………………………………………………………………………… 81 BAB. VI. DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN 1 PROGRAM JAMKE“DA ………………………………………………………………………………….. 84 2 PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR A. PENGENDALIAN PENYAKIT HIV/AID“ ………………………………………………………… 85 B. PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE …………………………. 85 3 PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR ………………………………………………… 86 4 LINGKUNGAN “EHAT ……………………………………………………………………………………. 86 5 PROGRAM KE“EHATAN IBU DAN ANAK ………………………………………………………… 87 6 PROGRAM PENGEMBANGAN PELAYANAN KE“EHATAN DAERAH TPK …………… 87 7 LAIN-LAIN …………………………………………………………………………………………………….. 87. BAB. VII PENUTUP. 89. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. vii.
(10) viii Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(11) DAFTAR TABEL TABEL 2.1.. LUAS WILAYAH, JUMLAH PENDUDUK DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA SE PROPINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 5. TABEL 2.2.. PERBANDINGAN IPM KABUPATEN /KOTA TAHUN 2008-2009. 6. TABEL 3.1. PENYEBAB KEMATIAN NEONATAL DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 11. TABEL 3.2. PERKIRAAN SASARAN MDGs 2014 DI SULAWESI UTARA. 15. TABEL 3.3.. JUMLAH KASUS, MENINGGAL DAN CFR DBD DI SULAWESI UTARA TAHUN 2005-2010. TABEL 4.1.. JUMLAH BAYI YANG DIVAKSINASI MENURUT JENIS ANTIGEN DI KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 40. TABEL 4.2.. DISTRIBUSI JUMLAH PENDUDUK DENGAN JAMINAN KESEHATAN PRABAYAR MENURUT JENIS JAMINAN DAN KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 52. TABEL 4.3.. CAKUPAN PELAYANAN MASYARAKAT MISKIN DAN JPKM GAKIN KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 53. TABEL 4.4.. DISTRIBUSI PENDUDUK PRA-USILA DAN USILA YANG DILAYANI KESEHATAN TAHUN 2010. 55. TABEL 4.5.. KABUPATEN, KECAMATAN, PUSKESMAS DAN NAMA PULAU YANG TERMASUK DTPK DI SULAWESI UATAR TAHUN 2010. TABEL 5.1. DAFTAR PUSKESMASMENURUT KABUPATEN/KOTA DAN STATUS PERAWATAN DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 69. TABEL 5.2.. DAFTAR RUMAH SAKIT DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 73. TABEL 5.3. PERBANDINGAN DANA KESEHATAN DEKONSENTRASIPROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 82. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. ix.
(12) x. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(13) DAFTAR GAMBAR GAMBAR 2.1.. PETA WILAYAH PROVIN“I “ULAWE“I UTARA ……………....……………………………………….. 3. GAMBAR 2.2.. DISTRIBUSI PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR DI SULAWE“I UTARA TAHUN …………………………………………………………………………………. 4. GAMBAR 2.3.. PIRAMIDA PENDUDUK “ULAWE“I UTARA TAHUN. 4. GAMBAR 2.4. GRAFIK PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI UTARA TAHUN 2001 –. …………... 5. GAMBAR 2.5. SKOR INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KABUPATEN/KOTA SE SULAWESI UTARA TAHUN …………………………………………………………………………………………………………. 7. UMUR HARAPAN HIDUP PENDUDUK DI KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI UTARA TAHUN ………………………………………………………………………………………………………….. 7. SKOR DAN RANKING INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KABUPATEN/KOTA SE “ULAWE“I UTARA “E“UAI RI“KE“DA“ …………………………………………………………... 8. UMUR HARAPAN HIDUP PENDUDUK DI KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI UTARA TAHUN ………………………………………………………………………………………………………….. 9. GAMBAR 3.2.. TREN UMUR HARAPAN HIDUP “ULAWE“I UTARA ………………………………………………….. 9. GAMBAR 3.3.. “ITUA“I ANGKA KEMATIAN BAYI DI “ULAWE“I UTARA ………………………………………….. 10. GAMBAR 3.4. DI“TRIBU“I KA“U“ KEMATIAN BAYI DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. 11. GAMBAR 3.5.. DI“TRIBU“I KA“U“ KEMATIAN BALITA DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 3.6.. “ITUA“I JUMLAH DAN ANGKA KEMATIAN IBU DI “ULAWE“I UTARA ……………………... 13. GAMBAR 3.7.. DISTRIBUSI KASUS KEMATIAN IBU MATERNAL DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010 .. 13. GAMBAR 3.8. PROPOR“I KEMATIAN IBU MATERNAL DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. 14. GAMBAR 3.9.. DI“TRIBU“I KA“U“ GI)I BURUK PADA BAYI DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 3.10.. PENYAKIT MENULAR MENONJOL DI SULAWESI UTARA BERDASARKAN LAPORAN “TP BERBA“I“ PU“KE“MA“ ……………………………………………………………………………………. 16. GAMBAR 3.11... DI“TRIBU“I PENEMUAN KA“U“ AFP DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 3.12.. NON POLIO AFP RATE DI SULAWESI UTARA TAHUN 2007—. GAMBAR 3.13.. TREN PENEMUA N KASUS HIV/AIDS TAHUN 1997—. GAMBAR 3.14.. GAMBAR 2.6. GAMBAR 2.7 GAMBAR 3.1. GAMBAR 3.15.. ………………………………………... …………………. …………….. 12. …………….. ……… 15. ………………... 17. ………………………….. 17. ……………………………………... 18. DISTRIBUSI KASUS HIV DAN KASUS AIDS DI SULAWESI UTARA SAMPAI DESEMBER …………………………………………………………………………………………………………………..…. 18. DISTRIBUSI KASUS HIV/AIDS TOTAL TAHUN 1997S/D FEBRUARI 2010 MENURUT KAB/KOTA “E PROVIN“I “ULAWE“I UTARA ……………………………………………………………. 19. DI “ULAWE“I UTARA…………... 20. GAMBAR 3.16.. KASUS MALARIA KLINIS DAN AMI TAHUN 2005-. GAMBAR 3.17. DISTRIBUSI KASUS MALARIA KLINIS DAN AMI TAHUN 2005-2009 DI SULAWESI UTARA……………………………………………………………………………………………………………………. 20. DI“TRIBU“I KA“U“ DBD DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. 21. GAMBAR 3.18.. …………………………………... Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. xi.
(14) GAMBAR 3.19.. GRAFIK PERBANDINGAN KASUS DAN CFR DBD DI SULAWESI UTARA TAHUN 2005…………………………………………………………………………………………………………………….. 22. GAMBAR 3.20. GRAFIK KASUS DAN KEMATIAN KARENA DBD DI SULAWESI UTARA MENURUT BULAN “EPANJANG TAHUN ……………………………………………………………………………… ……………………. 23. GAMBAR 3.21.. POLA BULANAN KASUS DBD DI SULAWESI UTARATAHUN 2005-. GAMBAR 3.22. DISTRIBUSI PENEMUAN KASUS TB PARU KLINIS DAN TB POSITIF DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………... 24. GAMBAR 3.23.. CDR TB PARU KABUPATEN/KOTA DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ………………….... 24. GAMBAR 3.24.. ANGKA KE“EMBUHAN TB PARU DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ………………………. 25. GAMBAR 3.25.. DI“TRIBU“I KA“U“ DIARE DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ………………………………... 25. GAMBAR 3.26.. PERBANDINGAN KA“U“ GIGITAN DAN LY““A DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 3.27.. PERBANDINGAN KASUS GIGITAN DAN PEMBERIAN VAR DI SULAWESI UTARA TAHUN 2006…………………………………………………………………………………………………….. 26. PETA DISTRIBUSI KASUS GIGITAN DAN KASUS LYSSA DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………………... 27. GAMBAR 4.1. PERBANDINGAN CAKUPAN K DAN K DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ……………. 30. GAMBAR 4.2.. GAUGEMETER CAKUPAN K DAN K DI “ULAWE“I UATAR TAHUN. ……………….. 30. GAMBAR 4.3.. KE“ENJANGAN PELAYANAN ANTENATAL K DAN K DI “ULAWE“I UTARA ……………. 30. GAMBAR 4.5. CAKUPAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………………... 31. GAUGEMETER CAKUPAN PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………... 32. CAKUPAN PERSALINAN OLEH NAKES 1 TAHUN TERAKHIR MENURUT PROVINSI TAHUN ……………………………………………………………………………………………………….... 32. GAMBAR 4.8.. DI“TRIBU“I CAKUPAN PELAYANAN NIFA“ DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ……….. 33. GAMBAR 4.9.. GAUGEMETER CAKUPAN PELAYANAN NIFA“ DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. …... 33. GAMBAR 4.10. CAKUPAN PEMBERIAN TABLET FE 1 DAN FE 3 PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………………... 34. GAUGEMETER CAKUPAN PEMBERIAN TABLET FE 1 DAN FE 3 PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………... 34. CAKUPAN PENANGANAN IBU HAMIL DENGAN KOMPLIKASI DI SULAWESI UTARA TAHUN ………………………………………………………………………………………………………….. 35. GAUGEMETER CAKUPAN PERTOLONGAN KOMPLIKASI PERSALINAN DI PROVINSI “ULAWE“I UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………... 35. GAMBAR 4.14.. DI“TRIBU“I CAKUPAN KN DAN KN LENGKAP DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. 36. GAMBAR 4.15.. GAUGEMETER CAKUPAN KN1 DAN KN LENGKAP DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010 ……………………………………………………………………………………………………………………... 36. CAKUPAN PKN DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010 ………………………………………………... 37. GAMBAR 3.28.. GAMBAR 4.6 GAMBAR 4.7.. GAMBAR 4.11. GAMBAR 4.12. GAMBAR 4.13.. GAMBAR 4.16. xii. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. ….. ….. 23. 26.
(15) GAMBAR 4.17.. CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. …………………………... GAMBAR 4.18.. PREVALEN“I BALITA KEKURANGAN GI)I PER PROVIN“I RI“KE“DA“. GAMBAR 4.19. PREVALEN“I GI)I KURANG MENURUT PROVIN“I RI“KE“DA“. GAMBAR 4.20.. 37. …………….. 38. ………………………. 38. JUMLAH KABUPATEN/KOTA MENURUT PREDIKSI PENCAPAIAN SASARAN MDG 2014 DI PROVINSI SULAWE“I UTARA …………………………………………………………………….. 38. CAKUPAN BALITA YANG NAIK BERAT BADANNYADI SULAWESI UTARA TAHUN 2010 ……………………………………………………………………………………………………………………... 31. GAMBAR 4.22.. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ………………….. 39. GAMBAR 4.23.. CAKUPAN BALITA GIZI GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………... 40. CAKUPAN BAYI YANG MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………………... 41. GAMBAR 4.25.. CAKUPAN IMUNISASI Hb 0 DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 42. GAMBAR 4.26.. DI“TRIBU“I CAKUPAN IMUNI“A“I DPT _HB DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 4.27.. GAMBAR 4.21.. GAMBAR 4.24. …….. 43. CAKUPAN IMUNI“A“I CAMPAK DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. ……………………….. 43. GAMBAR 4.28.. DISTRIBUSI CAKUPAN DPT-HB DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. …………………………. 43. GAMBAR 4.29.. DI“TRIBU“I CAKUPAN IMUNI“A“I POLIO TAHUN. ………………………………………….. 44. GAMBAR 4.30.. DISTRIBUSI DO DPT 1-CAMPAK DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 4.31.. CAKUPAN KELURAHAN / DE“A UCI DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 4.32.. PETA CAKUPAN UCI DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 4.33. DISTRIBUSI CAKUPAN RUMAH SEHAT DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010. 47. GAMBAR 4.34.. PERBANDINGAN CAKUPAN JAMBAN YANG DIPERIKSA DAN MEMENUHI SYARAT DI “ULAWEW“I UTARA TAHUN …………………………………………………………………………. 48. DISTRIBUSI CAKUPAN KEPEMILIKAN TEMPAT SAMPAH PADA RUMAH YANG DIPERIK“A DI “ULAWE“I UTARA TAHUN ...……………………………………………………. 48. PERBANDINGAN CAKUPAN SPAL YANG DIPERIKSA DAN MEMENUHI SYARAT DI “ULAWE“I UTARA TAHUN …………………………………………………………………………….. 49. DISTRIBUSI CAKUPAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH YANG MEMENUHI SYARAT DARI KK YANG DIPERIKSA DI SULAWESI UTARATAHUN 2010. 49. DISTRIBUSI CAKUPAN HOTEL SEHAT PADA PEMERIKSAAN TUPM DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………... 50. GAMBAR 4.35 GAMBAR 4.36. GAMBAR 4.37. GAMBAR 4.38.. ……………………….. 45. ………………….. 45. …………………………………………. 46. GAMBAR 4.39.. DISTRIBUSI CAKUPAN RESTORAN YANG SEHAT PADA PEMERIKSAAN TUPM DI SULAWE“I UTARA TAHUN …………………………………………………………………………………. 51. GAMBAR 4.40.. DI“TRIBU“I CAKUPAN PA“AR YANG “EHAT PADA PEMERIK“AAN TUPM ……………….. 51. GAMBAR 4.41.. DISTRIBUSI CAKUPAN TUPM YANG LAINNYA YANG SEHAT PADA PEMERIKSAAN TUPM DI “ULAWE“I UTARA TAHUH ……………………………………………………………... 51. DISTRIBUSI PERSENTASE PENDUDUK DENGAN JENIS JAMINAN PEMELIHARAAN KE“EHATAN PRABAYAR DI “ULAWE“I UTARA TAHUN …………………………………... 52. GAMBAR 4.42.. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. xiii.
(16) GAMBAR 4.43.. PERBANDINGAN DANA JAMKESDA PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2009 DAN …………………………………………………………………………………………………………………….. 54. GAMBAR 4.44.. JUMLAH “AMPEL DAN PARAMETER DI BPPK TAHUN. ……………………………………. 60. GAMBAR 4.45. PERSENTASE JUMLAH SAMPEL DAN PARAMETER TIAP KELOMPOK BIDANG DI BPPK TAHUN ………………………………………………………………………………………………... 60. GAMBAR 4.46.. PERSENTASE HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM KIMIA KLINIK DI BPPK TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………………... 62. PERSENTASE HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI DI BPPK TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………... 63. GAMBAR 4.48.. PER“ENTA“E HA“IL PEMERIK“AAN BAKTERIOLOGI AIR DI BPPK TAHUN. ……….. 63. GAMBAR 4.49.. PER“ENTA“E HA“IL PEMERIK“AAN ECG DAN RONTGEN DI BPPK TAHUN. ……... 64. GAMBAR 4.50.. PERKEMBANGAN CROSS CHECK DI BPPK TAHUN 2008-. …………………………………. 65. GAMBAR 5.1.. DI“TRIBU“I PU“KE“MA“ MENURUT JENI“ PELAYANAN ………………………………………... 67. GAMBAR 5.2.. RA“IO PU“KE“MA“ PENDUDUK PROVIN“I “ULAWE“I UTARA TAHUN. …………... 68. GAMBAR 5.3. PERKEMBANGAN PUSKESMAS DI SULAWESI UTARA TAHUN 2006-. ……………….. 68. GAMBAR 5.4.. DISTRIBUSI RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA BERDASARKAN KEPEMILIKAN TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………... 72. GAMBAR 4.47.. GAMBAR 5.5.. PERKEMBANGAN JUMLAH RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA TAHUN 2006-2010. 72. GAMBAR 5.6. DI“TRIBU“I APOTEK DAN TOKO OBAT DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. GAMBAR 5.7.. PERKEMBANGAN POSYANDU DI SULAWESI UTARA TAHUN 2006-. ………………... 76. GAMBAR 5.8.. DISTRIBUSI POSYANDU MENURUT KAB/KOTA DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010 ... 76. GAMBAR 5.9. RASIO POSYANDU TERHADAP KELURAHAN /DESA DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………………... 76. GAMBAR 5.10.. JUMLAH PO“YANDU MENURUT JENI“ DI “ULAWE“I UTARA TAHUN. …………….. 77. GAMBAR 5.11.. PERBANDINGAN DESA SIAGA DENGAN POSKESDES DAN POSYANDU DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………... 77. …………….. 75. GAMBAR 5.12.. DISTRIBUSI TENAGA MEDIS YANG BEKERJA DI PUSKESMAS DI SULAWESI UTARA TAHUN …………………………………………………………………………………………………………. 78. GAMBAR 5.13.. RASIO TENAGA MEDIS YANG BEKERJA DI PUSKESMAS DI SULAWESI UTARA TAHUN ……………………………………………………………………………………………………………... 78. RASIO TENAGA MEDIS YANG BEKERJA DI PUSKESMAS TERHADAP 10.000 PENDUDUK DI “ULAWE“I UTARA TAHUN ……………………………………………………………. 79. DISTRIBUSI TENAGA PERAWAT/BIDAN YANG BEKERJA DI PUSKESMAS DI SULAWE“I UTARA TAHUN …………………………………………………………………………………. 80. GAMBAR 5.16.. RASIO TENAGA PARAMEDIS PER PUSKESMAS DI SULAWESI UTARA TAHUN 2010 ... 80. GAMBAR 5.17.. DANA KESEHATAN SUMBER DEKONSENTRASI MENURUT PROGRAM TAHUN 2010.. 81. GAMBAR 5.18.. APBD KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2004-. ………………………. 82. GAMBAR 5.19.. PERBANDINGAN DANA KESEHATAN PROVINSI SULAWESI UTARA SUMBER DEKONSENTRASI DAN SUMBER APBD TAHUN 2005………………………………………………... 83. GAMBAR 5.14. GAMBAR 5.15. xiv. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(17) GAMBAR 6.1 GAMBAR 6.2.. PENANDATANAGAN MOU ANTARA PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA DENGAN PT A“KE“..……………………………………………………………………………………………….. 85. PENYERAHAN ASKES AWARD KEPADA PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA OLEH MENTERI KOORDINATOR KE“EJAHTERAAN RAKYAT …………………………………….. 86. GAMBAR 6.3. PENGUKUHAN JUMANTIK KOTA MANADO OLEH GUBERNUR “ULAWE“I UTARA …. 86. GAMBAR 6.4. PEMANTAUAN KEGIATAN JUMANTIK OLEH IBU GUBERNUR “ULAWE“I UTARA ……. 87. GAMBAR 6.5.. PENANDATANGANAN KERJASAMA DINKES PROVINSI SULAWESI UTARA DAN BKOW SULAWESI UTARA DALAM DETEKSI DINI DAN PENGOBATAN KANKER LEHER RAHIM ………………………………………………………………………………………………………………….. 87. GAMBAR 6.6.. GUBERNUR “ULAWE“I UTARA MENCANANGKAN “ULAWE“I UTARA …………………... 88. GAMBAR 6.7.. PENANDATANGANAN KERJASAMA DINAS KESEHATAN DENGAN KEJAKSAAN TINGGI “ULAWE“I UTARA TENTANG PENUNJUKAN PENGACARA NEGARA ……………. 89. WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA MENERIMA PENGHARGAAN DARI IBU MENTERI KE“EHATAN RI ……………………………………………………………………………………….. 89. WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA BERSAMA KEPALA DINAS KESEHATAN “EU“AI PENYERAHAN PENGHARGAAN DARI IBU MENKE“ RI …………………………………. 89. GAMBAR 6.8 GAMBAR 6.9.. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. xv.
(18) BAB I PENDAHULUAN Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2010 seperti pada edisi-edisi sebelumnya merupakan gambaran situasi kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara yang diterbitkan setahun sekali. Profil ini memuat data tentang kesehatan, baik yang meliputi derajat kesehatan, upaya kesehatan dan sumber daya kesehatan. Pencapaian upaya-upaya kesehatan yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pembangunan milenium (MDGs) Provinsi Sulawesi Utara di tahun 2010. Profil kesehatan juga menyajikan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan, data sosial ekonomi, data lingkungan. Dalam setiap penerbitan Profil Kesehatan Sulawesi Utara selalu terdapat perbedaan baik dari segi materi, analisis maupun dari bentuk tampilan fisiknya sesuai masukan dari para pengelola program di lingkungan Dinas Kesehatan dan pemakai pada umumnya. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar/ grafik. Informasi yang disajikan dalam profil ini bersumber dari beberapa pihak baik dari bidangbidang di lingkungan internal Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara maupun yang bersumber dari luar seperti kantor statistik (BPS Sulawesi Utara) dan hasil-hasil survey dan riset seperti Riset Kesehatan Daerah tahun 2010 (yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan) dan Survei Kesehatan dan Demografi Indonesia (Indonesia Demographic and Health Survey 2007 yang dilaksanakan oleh Macro International bekerja sama dengan Depkes, BKKBN dan BPS). Selain itu dalam Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara edisi tahun 2010 ini menyajikan kegiatan UPT-UPT dalam lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yang untuk edisi kali ini dilaporkan dari Balai Penunjang Pelayanan Kesehatan yang pada tahun-tahun sebelum tahun 2009 dikenal dengan nama Balai Laboratorium Kesehatan.. Tujuan utama diterbitkannya Profil Kesehatan Sulawesi Utara 2010 adalah untuk memberikan informasi / gambaran keadaan kesehatan / hasil pembangunan di bidang kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di tahun 2010 dalam bentuk narasi , tabel dan gambar. Profil Kesehatan Sulawesi Utara 2010 ini terdiri dari 7(tujuh) bab yaitu: Bab I Pendahuluan. Bab ini menyajikan tentang maksud dan tujuan penulisan Profil Kesehatan Sulawesi Utara serta sistematika penyajiannya. Bab II Gambaran Umum. Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Sulawesi Utara. Selain uraian tentang letak geografis, demografis, administrasi, pendidikan ekonomi, bab ini juga menyajikan uraian singkat mengenai Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat sesuai dengan hasil Riskesdas 2010. Bab III. Situasi Derajat Kesehatan. Bab ini berisi uraian tentang situasi Derajat Kesehatan, antara lain Umur Harapan Hidup, Angka Kematian, Angka Kesakitan beberapa penyakit khususnya penyakit menular, serta Status Gizi. Bab IV. Situasi Upaya Kesehatan. Bab ini menguraikan hasil-hasil upaya-upaya kesehatan baik upaya kesehatan wajib seperti Kesehatan Ibu dan Anak, Perbaikan Gizi, Promosi Kesehatan, Pengendalian Penyakit Menular (dan Tidak Menu - lar), Lingkungan Sehat maupun upaya kesehatan pengembangan, termasuk uraian singkat tentang situasi jaminan pemeliharaan kesehatan masyara - kat miskin. Bab V. Situasi Sumber Daya Kesehatan. Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, ketenagaan dan pembiayaan kesehatan.. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 1.
(19) Bab VI.Dukungan Pemerintah Terhadap Peningkatan Pelayanan Kesehatan. Bab ini menguraikan tentang beberapa hal yang menjadi suatu keberhasilan dalam pengembangan program kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara melalui dukungan Pemerintah Sulawesi Utara. Bab VII. Penutup. Lampiran, berisi tabel-tabel sesuai dengan petunjuk teknis penyusunan profil tahun 2008.. 2. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(20) BAB I I GAMBARAN UMUM Provinsi Sulawesi Utara dengan ibu kota Manado terletak antara 0°1 ’ – 5°3 ’ Lintang Utara dan antara 123°07’ – 127°10’ Bujur Timur, yang berbatasan dengan Laut Sulawesi, Republik Philipina dan Laut Pasifik disebelah utara serta Laut Maluku di sebelah timur. Batas sebelah selatan dan barat masing-masing adalah Teluk Tomini dan Provinsi Gorontalo. Luas Wilayah Sulawesi Utara tercatat 15.273,60. km2 (luas ini memang mengalami perubahan karena dihitung dengan menggunakan peta rupa bumi skala 1 : 50.000) yang meliputi sembilan kabupaten dan empat kota. Bolaang Mongondow merupakan kabupaten terluas dengan luas wilayah 6.230,95 km2 atau 40,79 persen dari wilayah Sulawesi Utara. Terdapat 11 wilayah kabupaten dan 4 wilayah kota.. Gambar 2.1. Peta wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Di Sulawesi Utara terdapat 41 gunung yang terse- dari angka rasio jenis kelamin yang lebih besar barpada beberapa kabupaten/kota. Sedangkan dari 100 yaitu 104,43. jumlah danau tercatat ada sebanyak 17 danau Wilayah Sulawesi Utara seluas 15.273,10 km2, dan jumlah sungai yang mengaliri wilayah dengan Kabupaten Bolaang Mongondow meruSulawesi Utara sebanyak 30 sungai. pakan kabupaten terluas ( 3.547,49 ) diikuti oleh Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan a. Kependudukan Menurut BPS Sulawesi Utara Laju Pertumbu- ( 1.783,54) dan Kabupaten Bolaang Mongondow han Penduduk (LPP) Sulawesi Utara tahun tahun Utara (1.696,09). Namun jika dibandingkan dengan 2000-2010 adalah 1,28 dan berdasarkan hasil Sen- distribusi penduduk, maka penduduk terbanyak sus Penduduk 2010 yang dikeluarkan oleh BPS tinggal di Kota Manado (410.481), Kabupaten MiSulawesi Utara jumlah penduduk di Sulawesi nahasa ( 310.384) dan kabupaten Bolaang Mongondow ( 213.484 ). Dengan demikian Kota Manado, Utara tahun 2010 sebanyak 2.270.596 jiwa. Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Bolaang MonSecara keseluruhan jumlah penduduk gondow merupakan 3 daerah yang mempunyai yang berjenis kelamin laki-laki (1.159.903) le- jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Sulawesi bih banyak dari penduduk yang berjenis ke- Utara. lamin perempuan, (1.110.693 ) yang tercermin Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 3.
(21) Gambar 2.2. Distribusi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur. 140.000 Laki-laki. 120.000. Perempuan. 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000 75+. 70-74. 65-69. 60-64. 55-59. 50-54. 45-49. 40-44. 35-39. 30-34. 25-29. 20-24. 15-19. 10-14. 0-4. 5-9. 0. Sumber : BPS, 2010. Gambar 2.2 memperlihatkan distribusi penduduk Sulawesi Utara menurut jenis kelamin dan kelompok umur dimana jumlah penduduk laki-laki penduduk laki-laki lebih banyak sampai pada kelompok usia 55-59 tahun. Pada kelompok umur 6064 tahun dan seterusnya, jenis kelamin wanita lebih banyak, dan gambaran ini sesuai dengan. fakta bahwa umur harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Adapun persentasi penduduk Sulawesi Utara menurut golongan umur dan jenis kelamin dapat dilihat dari pyramid penduduk (gambar 2.3).. Gambar 2.3. Piramida penduduk Sulawesi Utara tahun 2010. 75 + 70 - 74 65 - 69 60 - 64 55 - 59 50 - 54 45 - 49 40 - 44 35 - 39 30 - 34 25 - 29 20 - 24 15 - 19 10 - 14 5-9 0-4. 12. 10. 08. 06. 04. 02. Laki-Laki. 4. 00. 02. Perempuan. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 04. 06. 08. 10. 12.
(22) Kepadatan penduduk menurut K a b u paten/kota se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2010 sebagaimana pada tabel 2.1 berikut. Terli-. hat bahwa penduduk terpadat berada di Kota Manado (2.599 / km2) diikuti oleh Kota Tomohon ( 624,51) dan Bitung (617,28). Tabel 2.1. Luas Wilayah, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk menurut Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara tahun 2010. No. Luas Wilayah (Km2). Kabupaten / Kota. Jumlah penduduk. Kepadatan penduduk (Jiwa/Km2). 1. Kab. Bolaang Mongondow. 3.547,49. 213.484. 60,18. 2. Kab. Minahasa. 1.025,85. 310.384. 302,56. 3. Kab. Kepulauan Sangihe. 625,96. 126.100. 201,45. 4. Kab. Kepulauan Talaud. 1.250,92. 83.434. 66,70. 5. Kab. Minahasa Selatan. 1.368,41. 195.553. 142,91. 6. Kab. Minahasa Utara. 937,65. 188.904. 201,47. 7. Kab. Kepulauan SITARO. 387,07. 70.693. 182,64. 8. Kab. Bolaang Mongondow Utara. 9 10 11. Kab. Minahasa tenggara Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Bolaang Mongondow Timur. 1.696,09 710,69 1.783,54. 63.801 100.443 57.001. 37,62 141,33 31,96. 899,42. 63.654. 70,77. 12. Kota Manado. 157,91. 410.481. 2.599,46. 13. Kota Bitung. 304,00. 187.652. 617,28. 14. Kota Tomohon Kota Kotamobagu. 146,60. 91.553. 624,51. 431,50 15.273,10. 107.459. 2.270.596. 249,04 148,67. 15. Jumlah. Sumber : BPS, 2010. b.. Keadaan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2010 adalah 7,12 yang berarti turun diband-. ingkan dengan tahun 2008 dan 2009 yang mencapai 7,56 dan 7,85. Di tahun 2009, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Grafik tren pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara sebagaimana pada gambar 2.4.. Gambar 2.4. Grafik pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2001—2010 10 8 6 4 2 0 Pertumbuhan ekonomi. 2001. 2002. 2003. 2004. 2005. 2006. 2007. 2008. 2009. 2010. 2,13. 3,32. 3,2. 4,26. 4,9. 6,18. 6,47. 7,56. 7,85. 7,12. Sumber : BPS,Sulawesi Utara 2011. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 5.
(23) b.. menggunakan informasi tahun 2009. Secara nasional tahun 2009 Provinsi Sulawesi Utara berada di posisi ke- 2 nasional dengan IPM 75,68 lebih tinggi dibandingkan IPM tahun 2008 sebesar 75,16. Meskipun demikian jika dibandingkan dari 13 Kabupaten/Kota, Kota Manado mempunyai ranking nasional tertinggi yaitu ranking 13, sedangkan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mencapai ranking 297, ranking terendah. Selengkapnya seperti pada tabel 2.2. Indeks Pembangunan Manusia. Indeks pembangunan manusia digunakan sebagai alat ukur untuk melihat dampak kemajuan pembangunan, IPM tersebut menggunakan empat indicator yaitu Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran per kapita riil. IPM Sulawesi Utara tahun 2010 belum dikeluarkan dari BPS Sulawesi Utara, oleh karena itu data yang dipergunakan masih. Tabel 2.2. Perbandingan IPM Kabupaten /Kota Tahun 2008-2009 IPM. KABUPATEN/KOTA 2008. 2009. 2008. 2009. Bolang Mongondow. 72,11. 72,52. 158. 159. Minahasa. 74,86 74,67 74,34 73,79 75,33. 75,28 75,21 74,83 74,18 75,57. 66 70 79 89 56. 65 67 78 92 57. 71,84. 72,27. 180. 182. 71,87. 72,31. 175. 176. 72,58. 72,86. 142. 147. Bolmong Selatan. 69,65. 70,03. 282. 297. Bolmong Timur. 71,49 77,28 74,61. 71,85 77,79 75,00. 191 13 71. 196 13 72. 76,65. 76,09. 50. 47. 74,46 75,16. 75,03 75,68. 74 2. 70 2. Sangihe Talaud Minahasa Selatan Minahasa Utara Bolmong Utara Minahasa Tenggara Siau Tagulandang Biaro. Manado Bitung Tomohon Kotamobagu SULUT. Dari tabel 2.2 di atas terlihat bahwa Kota Manado mempunyai indeks Pembangunan Manusia yang tertinggi diikuti oleh Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Utara, sedang daerah dengan IPM terendah adalah wilayah pemekaran dari kabupaten Bolaang Mongondow yaitu Bolmong Selatan , Bolmong Timur dan Bolmong Utara. Gambaran menurut kabupaten /. 6. RANKING NASIONAL. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. kota khusus untuk tahun 2009 dapat dilihat pada gambar 2. 5..
(24) Gambar 2.5. Skor Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara tahun 2009. Khusus untuk angka umur harapan hidup yang merupakan salah satu komponen kesehatan dalam IPM tersebut, maka Kabupaten Sangihe, Kota Manado dan kabupaten Minahasa Utara merupakan daerah yang mempunyai umur harapan hidup tertinggi di Sulawesi Utara sementara. kabupaten Sitaro, Bolmong Utara dan Minahasa Tenggara merupakan daerah yang mempunyai umur harapan hidup terendah. Distribusi umur harapan hidup Kabupaten / Kota di Sulawesi Utara tahun 2010 dapt dilihat pada gambar 2.6. Gambar 2.6. Umur Harapan Hidup penduduk di Kabupaten /Kota se Sulawesi Utara tahun 2009. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 7.
(25) Indeks Pembangunan Kesehatan Manusia. ratio Dokter/Puskesmas, dan ratio bidan/desa.. Untuk menentukan peringkat kabupaten/kota dalam pembangunan kesehatan disusunlah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yaitu indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan. IPKM dirumuskan dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survei Potensi Desa (Podes).. Selain menentukan peringkat pembangunan kesehatan kab/kota, IPKM dapat menjadi acuan pemerintah daerah (Pemda) membuat program intervensi yang lebih tepat, bahan advokasi ke Pemda agar terpacu menaikkan peringkat kesehatannya, perumusan daerah bermasalah kesehatan berat/khusus (DBKBK), dasar penentuan alokasi dana bantuan kesehatan dari pusat ke daerah, dan membantu Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KMPDT) dalam membangun kab/kota.. Ada 24 indikator kesehatan yang digunakan dalam IPKM dengan nilai korelasi UHH yang tertinggi. Indikator kesehatan tersebut adalah prevalensi balita gizi buruk dan kurang, prevalensi balita sangat pendek dan pendek, prevalensi balita sangat kurus dan kurus, prevalensi balita gemuk, prevalensi diare, prevalensi pnemonia, prevalensi hipertensi, prevalensi gangguan mental, prevalensi asma, prevalensi penyakit gigi dan mulut, prevalensi disabilitas, prevalensi cedera, prevalensi penyakit sendi, prevalensi ISPA, proporsi perilaku cuci tangan, proporsi merokok tiap hari, akses air bersih, akses sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, cakupan pemeriksaan neonatal-1, cakupan imunisasi lengkap, cakupan penimbangan balita,. Kesehatan berhubungan erat dengan kemiskinan. Secara keseluruhan IPKM juga berhubungan dengan proporsi penduduk miskin per kab/kota. Namun tidak semua kab/kota yang miskin berada pada peringkat kesehatan yang buruk, begitu pula sebaliknya. IPKM kota tidak berhubungan dengan kemiskinan dan tidak termasuk daerah tertinggal. Di Sulawesi Utara dari hasil Riskesdas 2010, skor dan ranking IPKM Kabupaten/Kota dapat terlihat sebagaimana pada gambar 2.7. Gambar 2.7. Skor dan ranking Indkes Pembangunan Kesehatan Manusia Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara tesuai RISKESDAS 2010.. 8. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(26) BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Derajat Kesehatan di Sulawesi Utara dilihat dengan menggunakan beberapa indikator seperti Umur Harapan Hidup, Angka Mortalitas, Angka Morbiditas dan Status Gizi masyarakat. A.. UMUR HARAPAN HIDUP WAKTU LAHIR Hingga waktu penulisan profil ini belum ada informasi terakhir tentang Umur Harapan Hidup penduduk SUlawesi Utara Tahun 2010, Oleh. karena itu pada profil ini masih tetap mengunakan informasi Umur Harapan Hidup tahun 2009. Umur harapan hiidup (UHH) penduduk Sulawesi Utara tahun 2009 adalah 72,12 dimana Kabupaten Sangihe, Kota Manado dan Kab. Minahasa Utara merupakan daerah yang mempunyai Umur harapan Hidup tertinggi di Sulawesi Utara, seperti terlihat pada gambar 3.1.. Gambar 3. 1. Umur Harapan Hidup menurut Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara Tahun. Sumber : BPS, 2010. UHH penduduk Sulawesi Utara juga meng-alami peningkatan, dari 64.96 tahun tahun 1997 menjadi 69 tahun pada tahun 2000 (SP 2000) tahun 2004 meningkat lagi menjadi 70.9 tahun (BPS Sulut. 2004), tahun 2007 dan tahun 2008 sebesar 70,9 tahun dan 72.01 tahun yang lebih tinggi dari angka nasional yang 68.5 tahun (BPS Sulut 2009) dan tahun 2009 meningkat menjadi 72,12.. Gambar 3.2. Tren Umur harapan Hidup Provinsi Sulawesi Utara. 74 72 70 68 66 64 62 60. 72,01. 72,12. 70,9 69. 64,96. 1997. 2000. 2004. 2008. 2009. Sumber : BPS 2010. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 9.
(27) B. MORTALITAS 1. Angka Kematian Bayi. Kematian Bayi adalah kematian yang terjadi antara setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Penyebab kematian ini jika dilihat dari usia bayi dapat bersumber dari 2 sisi penyebab, yaitu pada bayi kurang dari 1 bulan, umumnya disebabkan oleh faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan atau yang dikenal sebagai factor endogen. Kematian bayi eksogen adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang satu tahun yang disebabkan oleh factorfactor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.. Gambar 3.3. Memang tidak layak untuk digabungkan data SDKI dengan data Profil Kabupaten/Kota, karena AKB menurut SDKI tahun 2007 bukanlah merupakan Angka Kematian Bayi pada tahun 2007 semata karena melibatkan kematian-kematian bayi yang terjadi pada 5 tahun sebelum tahun survey. Namun jika dipaksakan akan terlihat sebagaimana gambaran pada grafik di bawah. : Situasi Angka Kematian Bayi Sulawesi Utara. Jika dilihat dari data Profil kabupaten/Kota, maka sepanjang tahun 2010 terdapat 242 kasus kematian bayi, dimana Kabupaten Bolaang Mongondow mempunyai kasus kematian terbanyak (50 kasus) diikuti oleh Kota Bitung (32 kasus) dan Kabupaten Minahasa Selatan (28 kasus). Tidak ter-. 10. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah di Sulawesi Utara berfluktuasi, jika disandingkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) hingga tahun 2007 dan data Profil Kabupaten/Kota tahun 2010. Menurut hasil SDKI 2007 AKB Sulawesi Utara (35) lebih tinggi dari AKB Nasional (34) sehi gga upaya u tuk pe apaia target MDG’s tahun 2015 sebesar 23 merupakan upaya yang ekstra keras, mengingat tenggat waktu yang sangat sempit.. dapat kabupaten yang tidak mempunyai kasus kematian bayi. Kasus kematian terendah terdapat di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro dan Kota Kotamobagu, yang masing-masing mempunyai 4 kasus kematian bayi sebagaimana terlihat pada gambar 3.4. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(28) Gambar 3.4. Distribusi kasus kematian bayi di Sulawesi Utara Tahun 2010. Dari 242 kasus kematian bayi yang terjadi selama tahun 2010, 209 kasus diantaranya merupakan kematian neo-. natal. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah asfiksia diikuti oleh BBLR, seperti pada tabel3.1.. Tabel 3.1. Penyebab Kematian neonatal di Sulawesi Utara tahun 2010 Sebab Kematian. Kab/Kota. BBLR Asfiksia. Tet. Neonat. Sepsis. Kelainan LainKongenital lain. Jumlah. Kota Manado. 1. 3. 0. 1. 0. 5. 10. Kota Bitung. 6. 9. 0. 0. 1. 6. 22. Kota Tomohon. 5. 3. 0. 0. 4. 2. 14. Kota Kotamobagu. 6. 4. 0. 3. 1. 1. 15. Kab. Minahasa. 7. 11. 0. 1. 2. 12. 33. Kab. Minahasa Utara. 0. 6. 0. 2. 0. 6. 14. 12. 10. 0. 0. 0. 7. 29. Kab. Minahasa Tenggara. 3. 1. 0. 0. 0. 6. 10. Kab. Kep. Sangihe. 2. 6. 1. 0. 1. 2. 12. Kab. Kep. Talaud. 1. 4. 0. 0. 1. 8. 14. Kab. Kep. Sitaro. 1. 0. 0. 0. 1. 0. 2. Kab. Bolmong. 3. 1. 0. 0. 0. 3. 7. Kab. Bolmong Utara. 6. 3. 0. 0. 1. 5. 15. Kab. Bolmong Timur. 1. 0. 0. 1. 1. 1. 4. Kab. Bolmong Selatan. 2. 3. 0. 0. 0. 3. 8. 56. 64. 1. 8. 13. 67. 209. Kab. Minahasa Selatan. Prov. Sulawesi Utara Sumber : Program Kesga, 2011. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 11.
(29) 2. Angka Kematian Balita (AKABA) Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir, yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun, 11 bulan, 29 hari). Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. Angka Kematian Balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). sar pada tahun 2010 angka kematian balita hari— 59 bulan) di Sulawesi Utara adalah 1,8/1.000 balita. Tentu saja angka ini masih perlu diteliti lebih jauh, mengingat beberapa daerah yang melaporkan 0 kasus kematian balita 12-59 bulan. Menurut data profil Kabupaten/Kota tahun 2010, kematian balita (umur 12-59 bln) sepanjang tahun 2010 sebanyak 63 kasus dengan kasus terbanyak berasal dari Kota Tomohon (16 kasus ) dan Kab. Minahasa (16 kasus).. AKABA mengambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan anak Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan. Indikator ini menggambarkan tingkat kesejahteraan sosial dan tingkat kemiskinan penduduk.. Penyebab kematian bayi ini secara teoritis dibagi atas 3 penyebab, yaitu 1) Penyakit menular (Pneumonia, diare, dll), 2) Penyakit Tidak menular dan 3) Kecelakaan. Tidak ada informasi yang valid tentang penyebab kematian anak balita di Sulawesi utara, kecuali bahwa dari antara penyakit AKABA di Indonesia menurut SDKI 97, 2002-2003 menular, diare yang merupakan penyebab terbandan 2007 adalah 58, 46 dan 44. AKABA di Provinsi yak diikuti pneumonia dan Demam Berdarah DenSulawesi Utara menurut SDKI 2007 adalah 43 yang gue) masih lebih rendah dari angka nasional. Secara ka-. Gambar 3.5. Distribusi kematian balita (0 HARI—59 Bulan) di Sulawesi Utara Tahun. SIAU TAGULANDANG BIARO. 6. MINAHASA UTARA. 29. MINAHASA TENGGARA. 34. MINAHASA SELATAN. 57. MINAHASA. 58. KOTA TOMOHON. 43. KOTA MANADO. 19. KOTA KOTAMOBAGU. 19. KOTA BITUNG. 63. KEPULAUAN TALAUD. 32. KEPULAUAN SANGIHE. 24. BOLAANG MONGONDOW UTARA BOLAANG MONGONDOW TIMUR BOLAANG MONGONDOW SELATAN BOLAANG MONGONDOW Sumber: Profil Kab/Kota tahun 2010. 12. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 32. 16 22 60.
(30) 3. Angka Kematian Ibu Kematian ibu adalah kematian yang terjadi sela,ma masa kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh oleh kecelakaan atau incidental (factor kebetulan). Bila Angka kematian tinggi maka dapat berarti bahwa jumlah kematian ibu yang meninggal mulai saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per 100.000 persalinan tinngi; atau angka kematian. yang melebihi dari angka target nasional. Tingginya angka kematian berarti rendahnya standar kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dan mencerminkan besarnya masalah kesehatan. Selama tahun 2010 terdapat 69 kasus kematian ibu di Sulawesi Utara, sehingga dengan asusmsi bahwa jika terjadi 100.000 kelahiran hidup di Sulawesi Utara maka terdapat kematian sebanyak 188 kasus. Adapun distribusi kasus kematian seperti pada gambar 3.6. Gambar. 3.6. SITUASI JUMLAH DAN ANGKA KEMATIAN IBU DI SULAWESI UTARA. Sumber : Program Kesga, 2011. Gambar 3.7. Distribusi kasus kematian ibu maternal di Sulawesi Utara tahun 2010. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 13.
(31) Jika dilihat dari jenis kematian ibu maternal, maka kematian ibu bersalin mempunyai poroporsi terbesar diikuti ibu nifas (25%) dan Ibu hamil (22%). Sehingga dalam rencana penurunan angka kema-. tian Ibu maternal, mungkin konsentrasi program pada kesehatan ibu setelah melahirkan perlu lebih ditingkatkan. Proporsi kematian ibu maternal di Sulawesi Utara dapat dilihat pada gambar 3.8. Gambar 3.8. Proporsi kematian Ibu maternal di Sulawesi Utara tahun 2010. Sumber : Profil Kab/kota tahun 2010. Meskipun secara nasional AKI menurun dari 390 (1991) menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007), namun jika menyesuaikan dengan target target Millenium Development Goals (MDGs) menyangkut kesehatan ibu, dimana target tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup, maka dapat dibayangkan betapa upaya yang sangat keras dan komitmen penuh dengan leadership yang tangguh untuk pencapaian target AKI tersebut. Perlu secara nyata dilaksanakan strategi penurunan AKB tersebut yang meliputi: 1) Peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan Ibu dan bayi baru lahir / anak berdasarkan bukti ilmiah; 2)Kerjasama lintas program dan lintas seckor terkait, mitra lain, pemerintah, DPR, Organisasi Profesi, Swasta; 3) Pemberdayaan perempuan dan keluarga dan 4) Pemberdayaan. 14. masyarakat. Tanpa pelaksanaan strategi yang sudah ditetapkan maka besar kemungkinan pencapaian target MDGs untuk peningkatan kesehatan ibu melalui penurunan Angka Kematian Ibu tersebut tidak akan tercapai.. 4. Status Gizi Sepanjang tahun 2010, jumlah kasus gizi buruk balita di Sulawesi Utara menurut profil kabupaten/ kota tahun 2010 adalah sebanyak 67 kasus dimana Kota Manado merupakan daerah yang mempunyai kontribusi terbesar dalam jumlah kasus gizi buruk bayi di Sulawesi Utara. Distribusi kasus gizi buruk balita di Sulawesi Utara sebagaimana terlihat pada gambar 3.9.. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
(32) Gambar 3.9. Distribusi kasus gizi buruk pada balita di Sulawesi Utara Tahun 2010. Boltim. 0. Mitra. 0. Minsel. 0. Tomohon. 0. Bitung. 0. Sangihe. 2. Bolmong. 2. Minut. 2. Minahasa. 2. Sitaro Bolsel. 3 7. Bolmut. 10. Talaud. 10. Kotamobagu. 11. Manado. 18. Sumber : Profil Kab/Kota 2010. Menurut hasil Riskesdas 2010, perkiraan pencapaian stus gizi pada tahun 2014 di Sulawesi Utara menurut Kabupaten/Kota adalah seperti pada tabel 3.2. Jika tidak ada kondisi-kondisi yang dapat. merubah variable-variable pembentuk status prevalensi gizi, maka Kota Bitung nampaknya belum dapat memecahkan masalah status gizi hingga tahun 2014.. Ta el . . Perkiraa Pe apaia sasara MDG’s. di “ula esi Utara. Prevalensi Gizi Burkur 2014. Kabupaten/Kota. Prev BurKur 2007. Bolaang Mongondow. 17,6. 13,1. 12,1. 10,1. 9,1. Minahasa. 6,0. 4,5. 3,5. 4,5. 3,5. Kepulauan Sangihe. 14,2. 10,8. 9,8. 8,8. 7,8. Kepulauan Talaud. 22,8. 17,2. 16,2. 13,2. 12,2. Minahasa Selatan. 14,4. 11,6. 10,6. 10,3. 9,3. Minahasa Utara. 16,4. 13,4. 12,4. 11,9. 10,9. Kota Manado. 18,5. 14,4. 13,4. 11,9. 10,9. Kota Bitung. 21,0. 17,6. 16,6. 15,6. 14,6. Kota Tomohon. 4,8. 2,7. 1,7. 2,1. 1,1. -Separuh K -Separuh K -Semua K & -3% P & -5% P & -3% P. -Semua K & -5% P. Sumber : Riskesdas, 2011. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010. 15.
(33) C. MORBIDITAS 1. 10 Penyakit Menular menonjol. Angka Kesakitan penduduk diperoleh dari beberapa sumber seperti laporan program khusus penyakit khususnya penyakit menular termasuk didalamnya laporan penyakit menular terpilih yang dilaporkan melalui Surveilans Terpadu Puskesmas (STP) Kabupaten/Kota, serta data yang bersumber dari Riset Kesehatan Dasar 2010. .. Sepanjang tahun 2010 , berdasarkan laporanlaporan STP Berbasis Puskesmas yang dikirimkan oleh Puskesmas dan diolah di kabupaten, maka penyakit influenza , diare dan malaria klinis merupakan 3 penyakit menular yang paling menonjol. Ranking 10 penyakit menular menonjol tahun 2010 dapat dilihat pada gambar 3.8, meskipun demikian data 10 penyakit menonjol tersebut sangat dipengaruhi oleh kelengkapan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang merupakan indikator. Berdasarkan laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2010, skor dari masing-masing penyakit menurut kabupaten dan kota akan juga ditampilkan.. Gambar 3. 10 Penyakit menular menonjol di Sulawesi Utara Berdasarkan Laporan STP Berbasis Puskesmas Tahun 2010. Influenza. 60.729. Diare. 16.894. Malaria Klinis. 11.062. Tersangka TB Paru. 4.862. Malaria vivax. 3.698. TB Paru (BTA+). 1.773. Malaria Falsiparum. 1.075. Pneumonia. 1.046. Demam Berdarah Dengue. 406. Tifus Perut Klinis. 404 0. 15.000. 30.000. 45.000. 60.000. 75.000. Sumber : Seksi Surveilans 2011. 2. Acute Flaccid Paralysis (AFP) Polio merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini umumnya menyerang anak usia 3 tahun ini dan dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, lumpuh layu (kecacatan) bahkan kematian. Penyakit ini tidak dapat diobati dan hanya bisa dicegah dengan pemberian imunisasi polio sebanyak empat kali pada bayi umur dibawah satu tahun. Setalah cacar, polio merupakan penyakit yang dapat dieradikasi dari muka bumi. Pada hakekatnya, polio belum sepenuhnya dapat diberantas total dan masih menjadi masalah kesehatan yang 16. perlu ditangani secara seksama. Pengamatan kasus polio dilaksanakan melalui surveilans AFP. Sepanjang tahun 2010, terdapat 36 kasus AFP yang didapatkan melalui surveilans AFP, dengan Non Polio AFP rate sebesar .Distribusi penemuan kasus AFP di Sulawesi Utara dapat dilihatpada gambar 3.11. Terlihat bahwa Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kota Manado merupakan daerah yang mempunyai kontribusi besar pada pencapaian AFP rate Sulawesi Utara atau dengan kata lain mempunyai kinerja surveilans AFP yang lebih baik dibandingkan daerah lain. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010.
Dokumen terkait
Persentase cakupan hasil pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan pada balita selama tahun 2011 pada 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam dapat dilihat dari cakupan
Profil Kesehatan Kabupaten Badung tahun 2014 merupakan gambaran nyata tentang kondisi pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Badung tahun 2014 dan merupakan salah
Semoga Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Utara Tahun 2020 dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan dibidang
Tabel 20 Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin, Kabupaten/Kota, Dan Puskesmas Provinsi Sulawesi Tengah Tahun
Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa Perkiraan Penderita kasus Pneumonia pada balita di Kabupaten Karimun Tahun 2012 sebanyak 2.779 kasus dengan jumlah penderita
Cakupan pelayanan kesehatan anak balita Provinsi Sulawesi Selatan (Laporan B12 tahun 2013) sebesar 60,07% yang berarti belum mencapai target renstra 2013 yang
Cakupan pelayanan kesehatan anak balita Provinsi Sulawesi Tenggara (Laporan B12 tahun 2013) sebesar 56,86% yang berarti belum mencapai target renstra 2013 yang sebesar
Cakupan pelayanan kesehatan anak balita Provinsi Sulawesi Tengah (Laporan B12 tahun 2013) sebesar 44,4% yang berarti belum mencapai target renstra 2013 yang sebesar