• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KUALITAS PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KUALITAS PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KUALITAS PERPUSTAKAAN TERHADAP

MINAT BACA SISWA

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh

Nama : Intan Suryani NIM : 2014820165

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2018

(2)

i UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Skripsi Agustus 2018

Intan Suryani (2014820165)

PENGARUH KUALITAS PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT BACA SISWA

xvii + 114 hal, 38 tabel, 5 gambar, 13 lampiran

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kualitas perpustakaan di sekolah dasar sehingga tidak dapat menarik minat membaca siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa kelas V di SD Dharma Karya UT Pondok Cabe, Pamulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey, dimana subyek penelitian ini diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bahwa pengaruh yang signifikan kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa. Hal ini terlihat dari Uji Keberartian Regresi (Uji F) memperoleh nilai sebesar 0,033 kurang dari taraf signifikansi 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, dimana kondisi ini memiliki arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa. Hal ini berarti kualitas perpustakaan dapat memberikan pengaruh positif terhadap minat baca siswa khususnya siswa kelas 5, minat baca berpengaruh karena kualitas perpustakaan juga mempengaruhi minat baca siswa. Hasil penelitian ini semoga bermanfaat kepada pihak-pihak yang terkait.

Kata Kunci: Perpustakaan, Kualitas Perpustakaan, Minat Baca Siswa

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

vii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk

Bapak, Ibu dan Keluargaku Tercinta.

Tak lupa juga teman-teman seperjuangan

yang telah membantu penyelesaian skripsi ini.

(9)

viii

MOTTO

Tidak ada kesuksesan melainkan dengan

pertolongan Allah.

(10)

ix

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim Assalamua’laikum Wr. Wb

Alhamdulillahirobbil‟alamin penulis ucapkan puji syukur atas segala nikmat yang Allah SWT limpahkan kepada penulis, shalawat serta salam semoga selalu tersampaikan kepada Rasulallah SAW. Rasa syukur ini penulis ini penulis ngkapkan karena dengan izin Allah SWT penulis mampu menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “Pengaruh Kualitas Perpustakaan Terhadap Minat Baca Siswa”

Penulis ucapkan kepada semua pihak atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih serta penghargaan setulus hati kepada:

1. Bapak Dr. Iswan, M.Si. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang telah memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa PGSD untuk menyelesaikan proposal ini tepat pada waktunya.

2. Bapak Azmi Al Bahij, M.Si, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Jakarta yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada penulis sehingga proposal ini dapat terselesaikan pada tepat waktu.

(11)

x

3. Bapak Misriandi, M.Pd, Dosen Pembimbing yang telah memberikan waktu dan kesabarannya dalam memberikan arahan dan bimbingan pada proses penyusunan skripsi.

4. Kedua orangtua tercinta serta keluarga yang selalu memberikan semangat dan dukungan baik moril maupun materil dalam proses menyelesaikan skripsi.

5. Kepada kelompok 12 Praktikum Penelitian yang telah menemani serta memotivasi penulis hingga proposal ini dapat terselesaikan pada tepat waktu.

6. Teman-teman seperjuangan Mega Amalia Agustin, Intan Delani Prastanti, Muhammad Ikhwanudin, Faturahman Novandi, Rahmat Hidayat dan Zundy Al Amin yang tidak pernah lelah memberikan semangat, motivasi dan turut membantu hingga skripsi ini dapat terselesaikan.

7. Kepada Kakanda Wirda Rahmani yang turut membantu dan memberikan arahan saat penulis merasa kesulitan dalam proses penyelesaian skripsi. 8. Teman-teman DSD angkatan 2014 yang telah memberikan semangat

dan motivasi sehingga terselesainya skripsi ini.

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah memberikan bantuan dan dukungan serta semangat kepada penulis dalam rangka menyelesaikan skripsi ini.

Dalam penulisan proposal skripsi ini, penulis menyadari masih adanya kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

(12)

xi

membangun agar dapat menjadi pelajaran dalam penulisan dan dalam hal lainnya.Semoga proposal skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.Akhirrulkalam,

Wassalamua’laikum Wr. Wb.

Jakarta, Agustus 2018 Penulis,

(13)

xii

DAFTAR ISI

Hal. ABSTRAK ………... PERSETUJUAN PEMBIMBING ……….. PERSETUJUANPANITIA UJIAN SKRIPSI ……….. LEMBAR PENGESAHAN ……… PAKTA INTEGRITAS ……… PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH ……….. PERSEMBAHAN ……….. MOTTO ……… KATA PENGANTAR ………. DAFTAR ISI ……… DAFTAR TABEL ……….……….. DAFTAR GAMBAR ………..…….……… DAFTAR LAMPIRAN ……… BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……… B. Identifikasi Masalah ………... C. Pembatasan Masalah ……… D. Rumusan Masalah ………. E. Tujuan Penelitian ……… F. Manfaat Penelitian ………. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori ………. B. Kerangka Berpikir ……….. C. Hipotesis Penelitian ……….……….. BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian ……….. i ii iii iv v vi vii viii ix xii xiv xvi xvii 1 5 5 6 6 8 10 44 45 46

(14)

xiii

B. Metode Penelitian ……….. C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel ……… D. Populasi dan Sampel ………. E. Kisi-kisi dan Instrumen Penelitian ….………. F. Teknik Pengumpulan Data ………….……….. G. Teknik Analisis Data ……….. BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

1. Deskripsi Lokasi Penelitian ……… 2. Deskripsi Data Penelitian ………... B. Hasil Analisis Data

1. Uji Normalitas ………...

2. Uji Homogenitas

………...

3. Uji Linearitas ………. 4. Uji Hipotesis Penelitian ………... C. Interpretasi Hasil Penelitian ……….. BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ……….. B. Saran ……… DAFTAR PUSTAKA ……….. LAMPIRAN - LAMPIRAN ………. 47 48 49 49 51 54 61 64 80 81 82 83 84 86 86 89 91

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Hal. Tabel 3.1. Tabel 3.2. Tabel 3.3. Tabel 3.4. Tabel 3.5. Tabel 3.6. Tabel 4.1. Tabel 4.2. Tabel 4.3. Tabel 4.4. Tabel 4.5. Tabel 4.6. Tabel 4.7. Tabel 4.8. Tabel 4.9 Tabel 4.10. Tabel 4.11. Tabel 4.12. Tabel 4.13. Tabel 4.14. Tabel 4.15. Tabel 4.16. Tabel 4.17. Tabel 4.18. Tabel 4.19. Jadwal Penelitian ………... Kisi-kisiInstrumen Kualitas Perpustakaan ………. Kisi-kisi Instrumen Minat Baca Siswa ………. Skaladan Skor Jawaban Instrumen Penelitian ………. HasilUji Validitas Instrumen Penelitian ……….. Hasil Uji Reliabilitas ………... Deskripsi Statistik Kualitas Perpustakaan dan Minat Baca Siswa ………. Pernyataan Butir 1 ………. Pernyataan Butir 2 ………. Pernyataan Butir 3 ………. Pernyataan Butir 4……….. Pernyataan Butir 5 ………. Pernyataan Butir 6 ………. Pernyataan Butir 7……….. Pernyataan Butir 8 ………. Pernyataan Butir 9 ………. PernyataanButir 10 ………... Pernyataa Butir 11 ………... PernyataanButir 12 ………... PernyataanButir 13 ………... PernyataanButir 14 ………... PernyataanButir 15 ………... PernyataanButir 16 ………... PernyataanButir 17 ………... PernyataanButir 18 ………... 46 50 50 53 55 56 64 67 67 68 68 69 69 70 70 71 71 72 72 73 73 74 74 75 75

(16)

xv Tabel 4.20. Tabel 4.21. Tabel 4.22. Tabel 4.23. Tabel 4.24. Tabel 4.25. Tabel 4.26. Tabel 4.27. Tabel 4.28. Tabel 4.29. Tabel 4.30. Tabel 4.31. Tabel 4.32 PernyataanButir 19 ………... PernyataanButir 20 ………... PernyataanButir 21 ………... PernyataanButir 22 ………... PernyataanButir 23 ………... PernyataanButir 24 ………... PernyataanButir 25 ………... PernyataanButir 26 ………... Uji normalitas angket kualitas perpustakaan terhadap minatbaca siswa ……… Uji Homogenitas angket kualitas perpustakaan terhadapminat baca siswa ………... Uji Linieritas Kualitas Perpustakan terhadap Minat Baca Siswa ………. Uji Keberartian Regresi (Uji F) ………. Koefisien Determinasi ... 76 76 77 77 78 78 79 79 80 81 82 83 84

(17)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Hal. Gambar 2.1 Gambar 4.1. Gambar 4.2. Gambar 4.3. Gambar 4.4 Kerangka Berpikir ……….. Histogram Mean, Median, dan Modus Kualitas Perpustakaan dan Minat Baca Siswa ………. Histogram Standar Deviasi dan Variansi Kualitas Perpustakaan dan Minat Baca Siswa ………. Histogram Minimal dan Maksimal Kualitas Perpustakaan dan Minat Baca Siswa ………. Histogram Jumlah Nilai Kualitas Perpustakaan dan Minat Baca Siswa ………..

45

65

65

66

(18)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Hal. Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13

Angket Pengaruh Kualitas Perpustakan terhadap minat baca siswa ……….. Data hasil angket Pengaruh Kualitas Perpustakan terhadapminat baca siswa ……….. Uji normalitas dan homogenitas ………. Ujilinearitas ……… Uji hipotesis ……… Dokumentasi ……….. Berita Acara Seminar Proposal ……….. KartuMenyaksikan Sidang Skripsi ………. Surat Permohonan Dosen Pembimbing ……… Kartu Bimbingan Skripsi ……….. Surat Permohonan Penelitian ……….……… Surat Balasan dari Sekolah ……….……… Riwayat Hidup Penulis ……….

91 96 98 100 101 103 107 108 109 110 112 113 114

(19)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada zaman modern sekarang ini kemampuan membaca menjadi kebutuhan yang sangat penting, mengingat sebagian besar pengetahuan di dapat melalui sumber tertulis. Meskipun media informasi sudah semakin beragam dan canggih. Ada media cetak, media televisi, media internet dan banyak lagi media yang dapat kita lihat dan baca. Kemampuan membaca sangat diperlukan dihampir setiap segi kehidupan manusia di masa kini.

Allah SWT juga telah memperintahkan umatnya untuk membaca karena dengan membaca dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Seperti Dalam Surat Al-a‟alq Allah SWT Berfirman : { َقَل َخ يِذَّلا َكِّبَر ِمْساِب ْأَرْقا 1 { ٍقَلَع ْنِم َناَسنِلإا َقَلَخ } 2 { ُم َرْكَلأْا َكُّبَر َو ْأ َرْقا } 3 ِمَلَقْلاِبا َمَّلَع يِذَّلا } { 4 { ْمَل ْعَي ْمَلاَم َناَسنِلإْا َمَّلَع } 5 }

Artinya : ”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui”.

(20)

1

Berdasarkan Al-Qur‟an dijelaskan bahwa lima ayat pertama surah Al `Alaq ini adalah ayat-ayat Alquran yang pertama kali diturunkan sebagai rahmat dan panggilan Allah yang pertama kali yang dihadapkan kepada Nabi SAW. Adapun ayat-ayat lainnya diturunkan sesudah tersiarnya berita kerasulan Nabi SAW. dan sesudah Nabi mulai mengajak orang-rang beriman kepadanya. Ajakan Nabi ini pada mulanya disambut oleh sebahagian kecil orang-orang Quraisy, sedang kebanyakan mereka mengejek-ejek orang-orang yang telah beriman dan berusaha agar jangan beriman kepada agama yang di bawa Muhammad dari Tuhannya. Allah menyuruh Nabi agar membaca sedang beliau tidak pandai membaca dan menulis, maka dengan kekuasaan Allah ini beliau dapat mengikuti ucapan Jibril. Dan Allah akan menurunkan kepadanya suatu Kitab yang akan menjadi petunjuk bagi manusia. Maksudnya, bahwa Allah yang menjadikan dan menciptakan seluruh makhluk Nya dari tidak ada kepada ada, sanggup menjadikan Nabi-Nya pandai membaca tanpa belajar.

Membaca merupakan suatu keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Membaca mempunyai peranan penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan kritis. Dengan membaca seseorang mendapat

(21)

2

pengetahuan dan informasi dari berbagai penjuru dunia. Membaca merupakan suatu kegiatan yang bersifat kompleks karena kegiatan ini melibatkan kemampuan dalam mengingat simbol-simbol grafis yang berbentuk huruf, mengingat bunyi dari simbol-simbol tersebut dalam rangkaian kata-kata dan kalimat yang mengandung makna. Oleh sebab itu, kemampuan membaca dilandasi oleh kemampuan kognitif. Ketidakmampuan dalam operasi kognitif akan menyebabkan individu yang bersangkutan sulit untuk melakukan kegiatan membaca.

Belajar membaca tidak saja diharapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga meningkatkan minat dan kegemaran membaca. Kegemaran membaca merupakan salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam meraih ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin berkembang. Sehubungan dengan hal yang disebutkan diatas, dengan meningkatkan minat dan kegemaran membaca merupakan salah satu tolak ukur meningkatnya mutu pendidikan. Namun sangat disayangkan masih banyak siswa yang tidak gemar membaca. Kebanyakan dari mereka memilih untuk bermain game, pergi kewarnet untuk bermain game

(22)

3

Sedangkan berdasarkan observasi peneliti pada Sekolah Dasar Negeri 11 Larangan Kota Tangerang, dan Sekolah Dasar Negeri 19 Pagi Kebayoran Lama Jakarta Selatan, yang dilaksanakan pada bulan november, peneliti menemukan beberapa permasalahan yang sekiranya sama pada sekolah-sekolah tersebut yaitu kurangnya minat baca siswa, tidak adanya fasilitas untuk membuat anak tertarik akan minat baca, kondisi penataan buku diperpustakaan yang kurang tertata, kurangnya pencahayaan ruang perpustakaan, kurangnya fentilasi udara yang ada diperpustakaan, luas ruang perpustakaan yang membuat tidak nyaman, kurangnya sosialisasi akan perpustakaan, bahkan masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan membaca.

Terlebih lagi yang amat disayangkan adalah masih banyak siswa kelas tinggi juga yang belum bisa membaca. Kesulitan ini menyebabkan anak-anak tersebut mengalami hambatan dalam perolehan pelajaran yang lain pada akhirnya siswa tersebut akan tinggal kelas dan ada kemungkinan pula akan dinaikkan tetapi tentu mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.

Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak dini sebab membaca pada anak tidak akan tumbuh dengan sendirinya, tetapi sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diperoleh dari

(23)

4

lingkungan anak. Keluarga merupakan lingkungan paling awal dan dominan dalam menanamkan, menumbuhkan dan membina minat membaca anak. Orang tua khususnya ibu perlu menanamkan kesadaran akan pentingnya membaca dalam kehidupan anak, setelah itu baru guru di sekolah, teman sebaya dan masyarakat.

Perpustakaan merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang memiliki tugas dan peluang besar untuk berperan serta aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dengan koleksi bahan pustaka yang dikelola dan fasilitas yang tersedia, perpustakaan dapat mendorong siswa untuk meningkatkan akses informasi dalam rangka peningkatan minat baca siswa.

Buku terbukti berdaya guna dan tepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walau dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar.

Maka berdasarkan uraian diatas peneliti akan membahasnya kedalam artikel dengan judul “Pengaruh Kualitas Perpustakaan Terhadap Minat Baca Siswa”.

(24)

5 B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sehingga dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut:

1. Kurangnya minat baca siswa.

2. Tidak adanya fasilitas untuk membuat anak tertarik akan minat baca.

3. Kondisi penataan buku diperpustakaan yang kurang tertata. 4. Kurangnya pencahayaan ruang perpustakaan .

5. Kurangnya fentilasi udara yang ada diperpustakaan, 6. Luas ruang perpustakaan yang membuat tidak nyaman. 7. Kurangnya sosialisasi akan perpustakaan

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas dan juga keterbatasan kemampuan akademik, waktu, tenaga, biaya, penelitian ini hanya membatasi permasalahan sebagai berikut:

1. Kualitas Perpustakaan dalam penelitian ini mencakup koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan, dan pelayanan perpustakaan.

2. Minat Baca Siswa dalam penelitian ini mencakup kesenangan membaca, kesadaran akan manfaat membaca, frekuensi membaca dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca.

(25)

6

D. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan sebelumnya dapat diambil rumusan masalah,

1. Apakah terdapat pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa?

2. Seberapa besar pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa?

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka penelitian ini memiliki beberapa tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut adalah:

1. Tujuan Umum

Bedasarkan pembatasan masalah di atas bahwa tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi secara empiris melalui penyelidikan mengenai pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa kelas V di SD Dharma Karya UT Pondok Cabe, Pamulang.

(26)

7 2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah :

a. Untuk mengkaji apakah terdapat pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa kelas V.

b. Untuk mengkaji seberapa besar pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa kelas V.

F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini mempunyai arti penting akan informasi mengenai perpustakaan sekolah dan keterkaitan dengan minat baca siswa SD. 2. Manfaat Praktis

a. Manfaat Untuk Guru

Dengan penelitian ini guru menjadi terbantu dalam mendidik dan mengajarkan siswa dalam membaca.

b. Manfaat untuk Sekolah

Sebagai bahan pertimbangan untuk mempersiapkan dalam mengembangkan pendidikan kearah yang lebih baik dengan mengembangkan kualitas perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk menumbuhkan minat baca siswa dan memberi bekal keterampilan hidup yang akan datang.

(27)

8

c. Manfaat untuk Peneliti Selanjutnya

Sebagai salah satu dasar dan masukan untuk mengembangkan penelitian-penelitian selanjutnya.

(28)

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. KAJIAN TEORI 1. Perpustakaan a. Pengertian Perpustakaan

Menurut Bafadal (2011:3), perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya.

Menurut Good dalam Bafadal (2011:4), juga mendefinisikan terhadap perpustakaan sekolah. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan sekolah merupakan koleksi yang diorganisasi didalam suatu ruang agar dapat digunakan oleh murid-murid dan guru-guru. Di dalam penyelenggaraannya, perpustakaan sekolah tersebut diperlukan pustakawan yang bisa diambil dari salah seorang guru. Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.

(29)

1

Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun, di zaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku, tetapi bisa berupa film, slide, atau lainnya, yang dapat diterima di perpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu diorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya.

b. Pengertian Perpustakaan Sekolah

Menurut Nurhadi dalam Suryosubroto (2009:229) perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja yang merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sekolah, yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan oleh siswa dan guru sebagai sumber informasi, dalam rangka menunjang program belajar mengajar disekolah.

Dari pengertian tersebut terlihat beberapa ciri atau unsur pokok yang ada dalam perpustakaan, yaitu :

1) Tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi bahan pustaka. Tempat dapat berupa gedung atau ruangan khusus yang digunakan untuk menyelenggarakan perpustakaan sekolah, yang dapat diatur sesuai dengan macam kegiatan yang dilaksanakan.

(30)

2

2) Koleksi bahan pustaka itu dikelola dan diatur secara sistematid dengan cara tertentu.

3) Untuk digunakan secara berkelanjutan oleh guru dan murid.

4) Sebagai sumber informasi. 5) Merupakan suatu unit kerja.

Unit kerja mengandung arti bahwa, ada unsur manusia sebagai tenaga pengelola dan pengatur, sarana dan biaya yang diperlukan untuk melaksanakan segala kegiatan.

Dengan memperhatikan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. Perpustakaan sebagai lembaga pendidikan dan lembaga penyedia informasi akan memiliki kinerja yang baik apabila didukung dengan manajemen yang memadai, sehingga seluruh aktivitas lembaga akan mengarah para upaya pencapaian tujuan yang telah dicanangkan.

c. Kualitas Perpustakaan

Pengertian kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar.

(31)

3

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Standar Nasional Perpustakaan terdiri atas:

1) Standar Koleksi Perpustakaan

Standar koleksi perpustakaan memuat kriteria paling sedikit mengenai: a) Jenis koleksi b) Jumlah koleksi c) Pengembangan koleksi d) Pengolahan koleksi e) Perawatan koleksi f) Pelestarian koleksi

Lebih lanjut Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 12 menjelaskan sebagai berikut:

(1) Koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. (2) Pengembangan koleksi perpustakaan sebagai mana

dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan standar nasional perpustakaan.

(32)

4

(3) Bahan perpustakaan yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan disimpan sebagai koleksi khusus perpustakaan nasional.

(4) Koleksi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan secara terbatas.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyimpanan koleksi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan penggunaan secara terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diatur dengan peraturan pemerintah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka atau disesuaikan dengan jenis perpustakaan tersebut. Misalnya perpustakaan sekolah dasar, koleksinyapun disesuaikan dengan kebutuhan anak sekolah dasar. Dan juga memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

2) Standar Sarana dan Prasarana Perpustakaan

Standar sarana dan prasarana memuat kriteria paling sedikit mengenai:

a) Lahan b) Gedung c) Ruang

(33)

5 d) Perabot

e) Peralatan

Lebih lanjut Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 20 dan pasal 22 menjelaskan sebagai berikut:

Pasal 20

(1) Setiap perpustakaan wajib memiliki sarana penyimpanan koleksi, sarana akses informasi, dansarana pelayanan perpustakaan.

(2) Sarana penyimpanan koleksi paling sedikit berupa perabot yang sesuai dengan bahan perpustakaan yang dimiliki

(3) Sarana akses informasi paling sedikit berupa perabot, peralatan, dan sarana temu kembali bahan perpustakaan kembali bahan perpustakaan dan informasi.

(4) Sarana pelayanan perpustakaan paling sedikit berupa perabot dan peralatan yang sesuai dengan jenis pelayanan perpustakaan.

Pasal 22

(1) Setiap perpustakaan wajib memiliki lahan dan gedung atau ruang.

(34)

6

(2) Lahan perpustakaan pada ayat 1 harus berada dilokasi yang mudah diakses, aman, dan nyaman. (3) Gedung atau ruang perpustakaan pada ayat 1 harus

memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan.

(4) Perpustakaan paling sedikit memiliki ruang koleksi, ruang baca, dan ruang staf yang ditata secara efektif, efisien dan estetik.

(5) Ruang perpustakaan paling sedikit memiliki area koleksi ruang baca, dan ruang staf yang ditata secara efektif, efisien dan estetik.

(6) Setiap perpustakaan harus memiliki fasilitas umum dan failitas khusus.

Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasana perpustakaan harus memenuhi aspek teknologi, informasi, efisiensi, efektivitas serta dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. 3) Standar Pelayanan Perpustakaan

Standar pelayanan perpustakaan memuat kriteria paling sedikit mengenai sistem dan jenis pelayanan.

(35)

7

Lebih lanjut Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 24 dan pasal 25 menjelaskan sebagai berikut:

Pasal 24

(1) Sistem pelayanan perpustakaan terdiri atas sistem terbuka dan sistem tertutup.

(2) Sistem pelayanan perpustakaan sebagaimanaa dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh setiap perpustakan.

Pasal 25

(1) Jenis pelayanan perpustakaan terdiri atas: a. Pelayanan teknis dan

b. Pelayanan pemustaka.

(2) Pelayanan teknis sebagaimana mencakup pengadaaan dan pengolahan bahan perpustakaan (3) Pelayanan pemustaka mencakup pelayanan sirkulasi

dan referensi.

(4) Pelaksanaan pelayanan sirkulasi dapat menggunakan baik koleksi setempat maupun koleksi perpustakan lain.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelayanan sirkulasi dan pelayanan referensi diatur dengan peraturan Kepala Perpustakaan Nasional.

(36)

8

Parasuraman dalam Dharma (2013: 223) menyatakan bahwa “kualitas pelayanan adalah perbandingan antara pelayanan yang diharapkan konsumen dengan pelayanan yang diterimanya.” Dengan demikian pelayanan perpustakaaan yang mencakup pengadaan dan pengolahan bahan perpustakan maupun koleksi perpustakaan harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

4) Standar Tenaga Perpustakaan

Standar tenaga perpustakaan memuat kriteria minimal mengenai kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi.

Lebih lanjut Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 32 menjelaskan sebagai berikut:

(1) Tenaga perpustakaan terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan

(2) Selain tenaga perpustakakan, perpustakaan dapat memiliki tenaga ahli dalam bidang perpustakaan (3) Tenaga teknis perpustakaan merupakan tenaga non

pustakawan yang secara teknis mendukung pelaksanaan fungsi perpustakaan.

(37)

9

(4) Pustakawan, tenaga teknis perpustakan, tenaga ahli dalam bidang perpustakaan, dan kepala perpustakaan memiliki tugas pokok, kualifikasi, dan kompetensi.

Berdasarkan penjelasan mengenai standar tenaga perpustakaan peneliti menarik kesimpulan bahwa selain pustakawan ada juga tenaga perpustakaan lain yang disebut tenaga teknis perpustakaan yang secara teknis mendukung pelaksanaan fungsi perpustakaan. Pustakawan pada suatu perpustakaan harus memiliki kompentensi dan kemampuan yang ahli pada bidang perpustakaan.

5) Standar Penyelenggaraan

Standar penyelenggaraan memuat kriteria paling sedikit mengenai penyelenggaraan perpustakaan di berbagai jenis perpustakaan.

Lebih lanjut Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 42 menjelaskan sebagai berikut:

(1) Standar penyelenggaraan perpustakaan mencakup prosedur pengadaan dan pendayagunaan sumber daya perpustakaan, serta prosedur layanan informasi pada setiap jenis perpustakaan.

(38)

10

(2) Standar penyelenggaraan perpustakaan sebagaimaana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala perpustakaan nasional.

Selanjutnya menurut peneliti standar penyelenggaraan perpustakaan harus mencakup standar pengadaan dan pendayagunaan perpustakaan, serta prosedur layanan informasi pada setiap jenis perpustakaan sekolah.

6) Standar Pengelolaan

Standar pengelolaan perpustakaan memuat kriteria paling sedikit mengenai:

a) Perencanaan b) Pelaksanaan c) Pengawasan

Lebih lanjut Undang-Undang RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 42 menjelaskan sebagai berikut: a) Standar pengelolaan perpustakaan memuat kriteria paling

sedikit mengenai: a. Perencanaan; b. Pelaksanaan; dan c. Pengawasan

(39)

11

b) Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan demikian indikator kualitas perpustakaan yang peneliti gunakan mencakup koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan, serta pelayanan perpustakaan.

d. Tujuan Perpustakaan Sekolah.

Menurut Suhendar (2014:4) Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:

1) Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan; 2) Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan

ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik;

3) Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik;

4) Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia; 5) Dapat meningkatkan tarap kehidupan seharihari dan

(40)

12

6) Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa; 7) Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang

bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar.Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :

1) Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.

2) Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.

3) Memperluas pengetahuan para siswa.

4) Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.

(41)

13

5) Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.

6) Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.

7) Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.

8) Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler. Berdasarkan uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa tujuan perpustakaan adalah untuk menyediakan fasilitas dan sumber informasi dan menjadi pusat pembelajaran. Menumbuh kembangkan minat baca dan tulis. Para siswa dan guru dapat memanfaatkan waktu untuk mendapat informasi di perpustakaan. Kebisaan ini mampu menumbuhkan minat baca mereka yang pada akhirnya dapat menimbulkan minat tulis.

Dapat mengenalkan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi harus terus diikuti pelajar dan pengajar. Untuk itu perlu proses pengenalan dan penerapan teknologi informasi dari perpustakaan. Membiasakan akses informasi secara mandiri. Pelajar perlu didorong dan diarahkan untuk memiliki rasa percaya diri dan mandiri untuk mengakses

(42)

14

informasi. Hanya orang yang percaya diri dan mandirilah yang mampu mencapai kemajuan. Memupuk bakat dan minat. Bacaan, tayangan gambar, dan musik di perpustakaan mampu menumbuhkan bakat dan minat seseorang.

e. Fungsi Perpustakaan Sekolah.

Menurut Bafadal (2011:6) ada beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :

1) Fungsi Edukatif

Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.

2) Fungsi Informatif

Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.

(43)

15 3) Fungsi Administratif

Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien. 4) Fungsi Rekreatif.

Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.

5) Fungsi Penelitian

Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.

Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi perpustakaan yaitu sebagai sumber infirmasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing yang berbeda antara satu dan lainnya.

(44)

16 2. Minat Baca Siswa

a. Pengertian Minat

Menurut Jones dalam Taufani (2008:36) minat diartikan sebagai suatu perasaan terhadap suatu objek berupa benda atau situasi tertentu, dan perasaan suka ini dimanifestasikan dalam bentuk reaksi nyata atau berupa angan angan saja. Perasaan ini tidak dapat ditentukan secara objektif, tetapi hanya dapat diketahui dari pernyataan yang dibuat subjek sendiri.

Menurut Eyesenck dan Arnold (dalam Taufani, 2008:37) menyatakan minat merupakan kecenderungan berperilaku yang pada setiap individu berbeda intensitasnya,karena minat dipengaruhi oleh kebutuhan atau kepentngan individu terhadap suatu objk minat itu. Semakin individu membutuhkan atau tertarik objek minat tersebut semakin besar pula minatnya.

Menurut Slameto (2015:57) minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memerhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus yang disertai rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara ( tidak dalam waktu yang lama ) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan.

(45)

17

Menurut Sefrina (2013: 5) minat merupakan ketertarikan akan sesuatu objek yang berasal dari hati, bukan karena paksaan dari orang lain. Hal ini menunjukan bahwa minat yang dimiliki oleh seseorang merupakan hasil dari proses pemikiran,emosi serta pembelajaran sehingga menimbulkan suatu keinginan untuk mendalami objek atau mungkin suatu kegiatan tertentu.

Menurut Sabri dalam Idris (2014:7) menyatakan bahwa minat sebagai „‟suatu kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus‟‟. Minat merupakan ciri-ciri keinginan yang dilakukan melalu tindakan seorang individu yang dicobanya, dan ditujukan pada hal-hal yang disukainya. Minat merupkaan kesadaran seseorang bahwa suatu objek seseorang, suatu soal atau situasi mengandung sangkut paut dirinya. Minat berarti pula kecenderungan jiwa yang tetap kepada sesuatu hal yang berharga bagi seseorang. Sesuatu yang berharga bagi seseorang adalah yang sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut Hurlock dalam Idris (2014:9) berpendapat bahwa minat adalah sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk meilihnya. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya, maka mereka akan

(46)

18

tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya.

b. Pengertian Minat Baca

Menurut Farida Rahim dalam Idris (2014:6) mendefinisikan minat baca sebagai keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam ketersediaannya mendapatkan bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadaran sendiri tanpa adanya suatu paksaan sehingga diperoleh makna yang tepat menuju pemahaman yang dapat diukur.

Bila kita merujuk pada pengertian minat dan membaca maka dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada kegiatan penafsiran yang bermakna terhadap bahasa tulis (membaca) yang ditunjukan dengan keinginan, kecenderungan, untuk memperhatikan aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh atau dilakukan dengan rasa senang serta adanya usaha-usaha seseorang untuk membaca tersebut yang dilakukan karena adanya motivasi dari dalam diri.

c. Ciri-Ciri Minat Baca

Idris (2014:23) Minat merupakan hasil dari pengalaman belajar, baik minat dalam aspek kognitif maupun dalam aspek

(47)

19

afektif. Pengalaman diperoleh anak dari lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat, serta dari beragam media massa. Dari lingkungan-lingkungan tersebut anak belajar tentang lingkungan mana yang dapat memuaskan kebutuhannya dan lingkungan mana yang tidak dapat memuaskan. Yang memuaskan akan berkembang menjadi minat, sedangkan yang tidak memuaskan akan menghambat perkembangkan menjadi minat. Aspek afektif dari minat atau bobot perasaan dan emosional dari minat adalah sikap. Aspek afektif dari minat seringkali lebih berperan penting daripada aspek kognitif minat.

Hurlock dalam Idris (2014:23) mengemukakan yaitu; pertama, aspek afektif lebih memotivasi tindakan daripada aspek kognitif. Kedua, aspek afektif dari minat cenderung lebih bertahan lama dari aspek kognitif. Karena minat dapat dipelajari melalui tiga jenis pengalaman, yaitu; melalui belajar coba ralat, belajar melalui identifikasi, serta melalui bimbingan pengarahan.

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Baca

Menurut Soeatminah dalam Idris (2014:3), faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca adalah sebagai berikut :

1) Faktor dari dalam

a) Pembawaan atau bakat seseorang merupakan faktor genetik yang diturunkan oleh orangtua kepada

(48)

20

anaknya. Jika kedua orangtuanya senang membaca buku akan dimungkinkan sifat tersebut akan menurun pada anaknya. Apabila anak tersebut sudah memiliki rasa senang untuk membaca, berarti ia sudah memiliki kesadaran akan pentingnya membaca buku. Selain itu pembawaan atau bakat seorang anak mempengaruhi rasa ketertarikan anak pada suatu bacaan. Apabila anak tersebut sudah mempunyai rasa ketertarikan terhadap suatu bacaan maka anak tersebut akan berkeinginan untuk meminjam atau memiliki buku atau bacaan yang ia temui.

b) Jenis kelamin

Perbedaan minat membaca juga dipengaruhi oleh perbedaan kelamin. Mungkin karena sifat kodrati, maka pria dan wanita memiliki minat dan selera yang berbeda.

c) Tingkat pendidikan

Orang yang lebih tinggi tingkat pendidikannya akan berbeda minat membacanya dengan orang yang lebih rendah tingkat pendiddikannya. Minat yang berbeda disebabkan karena perbedaan kemampuan dan kebutuhan.

(49)

21 d) Keadaan kesehatan

Minat membaca seseorang akan dipengaruhi oleh keadaan kesehatannya. Apabila seseorang (khusunya anak-anak) yang mempunyai minat membaca buku, tapi dia dalam keadaan kurang sehat/sakit maka gairahnya untuk membaca akan terganggu bahkan minat membacanya bisa sampai hilang. Sebaliknya jika dalam keadaan sehat maka akan bersemangat untuk membaca.

e) Keadaan jiwa

Apabila seseorang (khusunya anak-anak) yang mempunyai minat membaca buku, tapi dia dalam keadaan resah, sedih ataupun kacau pikirannya maka gairahnya untuk membaca akan terganggu bahkan minat membacanya bisa sampai hilang. Berbeda jika dalam keadaan senang atau gembira maka akan bersemangat untuk membaca.

f) Kebiasaan

Anak yang mempunyai kebiasaan/kegemaran membaca tentu memiliki minat terhadap buku/bacaan, atau sebaliknya orang yang punya minat yang besar terhadap bacaan karena mereka telah mempunyai kebiasaan dan gemar membaca.

(50)

22

Intensitas/jumlah waktu yang diperlukan seseorang yang gemar membaca dengan orang yang tidak suka membaca aakan berbeda.

2) Faktor dari luar

Buku atau bahan bacaan yang dimaksud adalah keberagaman jenis buku juga mempengaruhi minat baca anak. Anak akan merasa lebih tertarik pada suatu bacaan apabila baacaan tersebut terdapat gamabr dan warna yang menarik. Ada beberapa jenis buku bacaan untuk anak. Misalnya, buku pelajaran dan buku non pelajaran seperti buku cerita (dongeng,fabel), majalah dan lain sebagainya.

3) Faktor lingkungan anak a) Lingkungan keluarga

Lingkungan keluarga yang punya kebiasaan dan kegemaran membaca akan memberikan pengaruh yang besar terhadap minat baca anak. Misalnya dengan membelikan sebuah buku bacaan, mendongengkan cerita sebelum tidur, mengajak pergi ke toko buku, mengajarkan membaca kepada anak, dan lain-lain. Hal itu dilakukan untuk merangsang, menarik perhatian, memupuk minat

(51)

23

anak terhadap bacaan dan menimbulkan anak gemar membaca.

b) Lingkungan sekolah

Sekolah memiliki peran besar terhadap usaha menumbuhkan dan membina minat baca anak. Melalui bimbingan dan dorongan dari para pendidik (guru) siswa akan mempunyai minat untuk membaca. Misalnya, siswa akan lebih berminat membaca buku jika ia diberi tugas oleh gurunya untuk membaca sebuah buku. Ataupun apabila sebuah sekolah menerapkan peraturan kepada siswanya untuk wajib membaca buku setiap hari, maka siswa dari sekolah tersebut akan mempunyai minat baca yang lebih tinggi dari siswa sekolah lain. Kondisi dari perpustakaan yang ada disekolah juga mempengaruhi minat baca anak diperpustakaan sekolah.

Siswa akan lebih tertarik mengunjungi perpustakaaan jika, perpustakaan yang ada di sekolah tersebut mempunyai ruangan yang nyaman, bersih dan rapi, kelengkapan isi dari perpustakaan juga mempengaruhi minat baca anak di perpustakaan sekolah. Selain itu teman bermain juga mempengaruhi minat baca

(52)

24

anak. Seorang anak jika mempunyai teman yang gemar membaca, anak tersebut juga akan gemar membaca. Karena secara tidak langsung sifat yang ada pada temannya tersebut mempengaruhi anak tersebut.

Sedangkan menurut Harris dan Sipay dalam Taufani, (2008: 41) mengemukakan bahwa minat baca dipengaruhi oleh dua golongan, yaitu golongan faktor personal dan golongan institusional. Faktor personal adalah faktor yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri meliputi: (1) usia, (2) jenis kelamin, (3) intelegensi, (4) kemampuan membaca, (5) sikap, (6) kebutuhan psikologis. Faktor institusional yaitu faktor yang 16 berasal dari luar individu itu sendiri yang meliputi: (1) tersedianya buku-buku, (2) status sosial ekonomi, (3) pengaruh orang tua, teman sebaya dan guru.

Dengan demikian minat membaca tidak dengan sendirinya dimiliki oleh seorang siswa melainkan harus dibentuk. Perlu suatu upaya, terutama dari kalangan pendidik, di samping dari lingkungan keluarganya sebagai lingkungan terdekat, untuk melatih, memupuk, membina, dan meningkatkan minat baca. Minat sangat memegang peranan penting dalam menentukan langkah yang akan kita kerjakan.

Walaupun motivasinya sangat kuat tetapi jika minat tidak ada, tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang

(53)

25

dimotivasikan pada kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat teratas, karena tanpa minat seseorang akan sukar melakukan kegiatan membaca.

Menurut Taufani (2008:38) Ada Tiga Faktor yang mendasari timbulnya minat adalah :

1) Faktor dorongan dalam ; dorongan dari individu itu sendiri, sehingga timbul minat untuk melakukan aktivitas atau tindakan tertentu untuk memenuhinya. Misalnya, untuk dorongan makan, menimbulkan minat untuk mencari makanan.

2) Faktor motivasi sosial; faktor ini merupakan faktor untuk melakukan suatu aktivitas agar dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya. Minat ini merupakan semacam kompromi pihak individu dengan lingkungan sosialnya. Misalnya, minat pada studi karena ingin mendapatkan penghargaan dari oarang tuanya.

3) Faktor emosional ; minat erat hubungannya dengan emosi karena faktor ini selalu menyertai seseorang dalam berhubungan dengan objek yang diminatinya. Kesuksesan seseorang pada suatu aktivitas tersebut menimbulkan perasaan suka atau puas, sedangkan kegagalan akan menimbulkan perasaan tidak kan kegagalan akan

(54)

26

menimbulkan perasaan tidak senang dan mengurangi minat seseorang terhadap kegiatan yang bersangkutan. Karena kompleksnya kepribadian seseorang faktor-faktor tersebut tidak berdiri sendiri secara terpisah tetapi terpadu sebagai penyebab timbulnya minat pada diri seseorang. Beberapa pendapat diatas menunjukan bahwa minat merupakan suatu hal yang penting karena minat merupakan suatu kondisi awal sebelum subjek mempertimbangkan atau membuat keputusan untuk melakukan tindakan. Minat merupakan perasaan tertarik, suka dan percaya terhadap suatu objek yang dipersepsi menyenangkan dan bermanfaat bagi subjek dan memiliki komponen afektif, kognitif dan konatif.

Menurut Aini (2011:27) mengemukakan bahwa suatu kualitas perpustakan yang dapat mempengaruhi minat baca siswa meliputi beberapa aspek, yaitu:

1) Tujuan yang hendak dicapai

Tujuan untuk membaca sangat diperlukan bagi siswa dalam rangka meningkatkan minat baca. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dari buku atau bahan-bahan yang tertulis lainnya. Untuk memahami suatu mata pelajaran tertentu, maka siswa dituntut untk belajar. Informasi yang mendukung dalam belajar adalah berupa bahan-bahan

(55)

27

yang tertulis yang mengharuskan kegiatan membaca sehingga apa yang dibutuhkan dapat tercapai.

2) Tersediannya sarana perpustakaan

Perpustakaan merupakan sarana yang mengantar siswa ke dunia yang lebiih luas, sebagai media yang dapat menghubungkan segala peristiwa pada masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Keberadaan perpustakaan sangat diperlukan karena perpustakaan dapat memberikan segala kebutuhan minat siswa, khususnya minat siswa dalam membaca koleksi-koleksi perpustakaan tersebut.

3) Bentuk pelayanan

Koleksi perpustakaan harus ditata rapih pada tempatnya agar lebih mudah dimanfaatkan oleh pembaca. Pelayanan yang baik akan berimplikasi pada meningkatnya minat baca siswa untuk melakukan kegiatan membaca. Pelayanan yang dimaksudkan disini adalah sikap staf perpustakaan yang ramah, berpengetahuan luas dan mempunyai sikap informasi dari setiap jenis pustaka. Pelayanan dapat dikatakan baik jika apa ng ditargetkan dari sasaran poko dari pelayanan tercapai yaitu meningkatnya minat baca siswa.

(56)

28 4) Kualitas Koleksi Perpustakaan

Kualitas koleksi perpustakan sangat mempengaruhi minat, kemauan dan kebiasaan siswa untuk selalu masuk perpustakaan. Jika suatu perpustakaan telah berhasil mengoleksi buku-buku bacaan berkualitas, membangun opini dan mempengaruhi siswa untuk masuk perpustakaan maka kemungkinan besar siswa akan terbiasa membaca dan pengetahuannya akan semakin bertambah

e. Aspek-aspek Minat Baca

Secara operasional Lilawati dalam Taufani (2008:40) mengartikan minat membaca anak adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca sehingga mengarahkan anak untuk membaca dengan kemauannya sendiri.

Lebih lanjut Lilawati dalam Taufani (2008:40) mengemukakan aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, kesadaran akan manfaat membaca, frekuensi membaca dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca oleh anak. Sinambela dalam Taufani (2008:40) mengartikan minat membaca adalah sikap positif dan adanya rasa keterikatan dalam diri anak terhadap aktivitas membaca dan tertarik terhadap buku bacaan. Aspek minat membaca meliputi

(57)

29

kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan, merasa tertarikdan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri.

Selanjutnya indikator minat baca yang penelti gunakan adalah minat membaca meliputi kesenangan membaca, kesadaran akan manfaat membaca, frekuensi membaca dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca.

f. Minat Baca Siswa

Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak anak masih kecil sebab minat membaca pada anak tidak akan terbentuk dengan sendirinya, tetapi sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang diperoleh dari lingkungan anak. Keluarga merupakan lingkungan paling awal dan dominan dalam menanamkan, kesadaran akan pentingnya membaca dalam kehidupan anak, setelah itu baru guru di sekolah, teman sebaya, dan masyarakat.

Mulyani (dalam Taufani, 2008:40) berpendapat bahwa tingkat perkembangan seseorang yang paling menguntungkan untuk pengembangan minat membaca adalah pada masa peka,

(58)

30

yaitu sekitar usia 5-6 tahun. Kemudian minat membaca ini akan berkembang sampai dengan masa remaja.

Minat membaca pertama kali harus ditanamkan melalui pendidikan dan kebiasaan keluarga pada masa peka tersebut. Anak usia 5-6 tahun senang sekali mendengarkan cerita. Mula-mula mereka tertarik bukan dari isi ceritanya, tetapi pada kenikmatan yang diperoleh dalam kedekatannya dengan orangtua. Ketika duduk bersama atau duduk dipangkuan orangtuanya, anak merasakan adanya kasih sayang dan kelembutan. Suasana yang menyenangkan dan didukung oleh buku cerita dengan penuh gambar-gambar indah akan membuat anak menjadi tertarik dan senang menikmati cerita dari buku.

Melalui proses imitasi, anak akan suka menirukan aktivitas membacakan cerita yang dilakukan oleh orang tuanya. Peniruan ini akan berulang bila anak juga sering melihat orangtua melakukan aktivitas membaca. Kemudian setelah anak mampu membaca sendiri, maka ia akan senang sekali mempraktikan kemampuan membacanya dengan membaca sendiri buku-buku yang tersedia dirumah. Kemampuan untuk membaca buku atas inisiatif diri sendiri adalah awal tumbuhnya minat membaca anak. Perkembangan selanjutnya dari minat membaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

(59)

31

Ada dua kelompok besar faktor yang mempengaruhi minat membaca anak, yaitu faktor personal dan faktor institusional (Purves dan Beach, dalam Taufani, 2008:41). Faktor personal adalah faktor-faktor yang ada dalam diri anak, yaitu meliputi usia, jenis kelamin, inteligensi, kemampuan membaca, sikap, dan kebutuhan psikologis. Adapun faktor institusional adalah faktor-faktor diluar diri anak, yaitu ketersediaan jumlah buku-buku bacaan dan jenis-jenis buku-bukunya, status sosial ekonomi orangtua,guru, dan teman sebaya anak.

Ada perbedaan minat anak terhadap buku bila ditinjau dari usia kronologis anak. Ediasari dalam Taufani (2008: 41) berpendapat bahwa pada usia antara dua sampai dengan enam tahun anak-anak menyukai buku bacaan yang didominasi gambar-gambar yang nyata.

Pada usia tujuh tahun anak menyukai buku yang didominasi oleh gambar-gambar dengan bentuk tulisan besar-besar dan kata-kata yang sederhana serta mudah dibaca. Biasanya pada usia ini anak sudah memiliki kemampuan membaca permulaan dan mereka mulai aktif unuk membaca kata.

Pada usia 8-9 tahun, anak-anak menyukai buku bacaan dengan komposisi gambar dan tulisan yang seimbang. Mereka biasanya sudah lancar membaca, walaupun pemahaman

(60)

32

mereka masih terbatas pada kalimat singkat dan sederhana bentuknya.

Kemudian, pada usia 10-12 tahun anak lebih menyukai buku dengan komposisi tulisan lebih banyak daripada gambar. Pada usia ini kemampuan berpikir abstrak dalam diri anak mulai berkembang sehingga mereka dapat menemukan intisari dari buku bacaan dan mampu menceritakan isinya kepada orang lain.

Munandar dalam Taufani (2008:42) menemukan ada perbedaan minat anak terhadap isi cerita ditinjau dari perkembangan usia kronologis anak. Pada usia 3-8 tahun, anak menyukai buku cerita yang berisi mengenai binatang dan orang-orang di sekitas anak.

Pada masa ini, anak bersikap egosentris sehingga mereka menyukai isi cerita yang berpusat pada kehidupan diseputar dirinya. Mereka juga menyukai cerita khayal dan dongeng. Pada usia 8-12 tahun anak menyukai isi cerita yang lebih realistik.

Munandar juga menemukan ada perbedaan umum antara minat membaca anak laki-laki dan perempuan dalam sifat dan tema cerita, walaupun perbedaan ini tidak bersifat memilah sama sekali; artinya anak perempuan juga menikmati bacaan anak laki-laki dan sebaliknya. Pada umumnya anak perempuan

(61)

33

menyukai buku cerita dengan tema kehidupan keluarga dan sekolah. Anak laki-laki lebih menyukai buku cerita mengenai petualangan, kisah perjalanan yang seram dan penuh ketegangan, cerita kepahlawanan, dan cerita humor.

Faktor institusional memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan minat membaca anak. Keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi, mampu menggunakan tingkat pendidikannya yang tinggi untuk memperoleh informasi mengenai buku-buku yang perlu untuk perkembangan kognitif dan afektif anak. Didukung dengan penghasilan mereka yang cukup tinggi maka orangtua dapat menyediakan buku-buku bacaan untuk anak dengan jenis yang beragam.

Slavin dalam Taufani (2008:43) menemukan ada perbedaan aktivitas orangtua dalam membimbing anak antara keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dengan status sosial ekonomi rendah. Orangtua dengan status sosial ekonomi tinggi memiliki harapan tinggi terhadap keberhasilan anak disekolah dan mereka sering memberi penghargaan terhadap pengembangan intelektual anak mereka juga mampu menjadi model yang bagus dalam berbicara dan aktivitas membaca.

Orangtua sering membaca bersama anak, memberikan pujian kepada anak saat mereka membaca buku atas inisiatif sendiri, membaca anak ketoko buku, mengunjungi

(62)

34

perpustakaan dan mereka menjadi model bagi anak dengan lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca. Adapun orangtua status ekonomi rendah sering memberi contoh negatif dalam berbicara, terutama saat mereka bertengkar karena keterbatasan keuangan keluarga. Mereka juga jarang memuji anak ketika anak membaca, bahkan orangtua memiliki pengharapan rendah terhadap keberhasilan sekolah anak sehingga mereka tidak mau terlibat untuk membantu pekerjaan rumah anak atau tugas sekolah yang lain. Akibat selanjutnya, anak menjadi tidak berprestasi disekolah dan hal ini menambah tekanan keluarga ketika orangtua dipanggil kesekolah untuk mempertanggungjawabkan kegagalan pendidikan anak. Tampak bahwa keluarga dengan status sosial ekonomi rendah mengalami stres yang tinggi.

B. Kerangka Berpikir

Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana pengaruh kualitas dan kuantitas perpustakaan terhadap minat baca siswa di Sekolah Dasar Dharma Karya UT Pondok Cabe, Pamulang. .Setelah penulis menjelaskan variabel perpustakaan dan minat baca siswa, penulis menemukan adanya pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa.

(63)

35 mempengaruhi

Siswa yang senantiasa menumbuhkan minat baca akan semakin menguasai bacaan dan tingkat kemampuan memahami bacaannya tinggi, sebaliknya menurunnya tingkat kemampuan pemahaman bacaan siswa dapat terjadi apabila minat baca siswa rendah.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diduga bahwa ada pengaruh kualitas perpustakaan antara minat baca dengan kemampuan memahami bacaan.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir C. Hipotesis

Berdasarkan deskripsi kajian teoritis dan kerangka berfikir yang telah diuraikan, maka dapat dikemukakan hipotesis:

= Terdapat pengaruh kualitas perpustakaan terhadap minat baca siswa

Siswa Sekolah Dasar

Minat

baca Siswa

Kualitas

(64)

36

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Dharma Karya UT yang terletak di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 sekitar bulan Desember sampai dengan bulan Mei. Adapun jadwal penelitian sebagai berikut:

(65)

37 Tabel 3.1. Jadwal Penelitian No. Kegiatan 2017 2018 12 1 2 3 4 5 6 7 1 Pengajuan judul penelitian 2 Penyusunan proposal penelitian 3 Penyusunan instrumen penelitian 4 Uji coba instrumen

penelitian 5 Pelaksanaan

penelitian

6

Pengolahan dan analisis data serta penyusunan laporan hasil penelitian

7

Penyerahan dan revisi laporan hasil penelitian

(66)

1 B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Sugiono (2016: 10) Metode kuantitatif dinamakan metode tradisonal, karena ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.

Pada penelitian survey, peneliti menanyakan kebeberapa orang (yang disebut dengan responden) tentang keyakinan, pendapat, karakteristik suatu objek dan perilaku yang telah lalu atau sekarang. Penelitian survey berkenaan dengan pertanyaan tentang keyakinan dan perilaku dirinya sendiri. Menurut Syaodih (2011: 82) survei digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang benar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi, unit-unit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya adalah orang.

Menurut Kerlinger dalam Sugiyono (2016: 12) penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang di pelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, untuk kejadian-kejadian relatif, distributif, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.

(67)

2

C. Variabel dan Definisi Operasional Variabel 1. Variabel

Penelitian ini melibatkan dua variabel, yaitu:

a. Variabel Bebas

Sugiyono (2016: 64) berpendapat, variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (dependent). Dalam penelitian ini, yang termasuk ke dalam variabel bebas adalah Kualitas Perpustakaan.

b. Variabel Terikat

Sugiyono (2016: 64) berpendapat, variabel terikat (dependent) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (independent). Dalam penelitian ini, yang termasuk variabel terikat adalah Minat Baca Siswa.

2. Definisi Operasional Variabel

a. Kualitas Perpustakaan

Kualitas perpustakaan merupakan tingkat baik atau buruknya suatu perpustakaan. Indikator yang digunakan adalah (1) koleksi perpustakaan, (2) sarana dan prasarana perpustakaan, dan (3) pelayanan perpustakaan.

(68)

3

Minat baca siswa adalah suatu ketertarikan terhadap membaca. Indikator yang digunakan adalah (1) kesenangan membaca, (2) kesadaran akan manfaat membaca, (3) frekuensi membaca dan (4) jumlah buku bacaan yang pernah dibaca.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sudjana (2005:6) totalitas semua nilai yang mungkin hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya dinamakan populasi. Penelitian ini dilakukan pada kelas V di SD Dharma Karya UT Oleh karena itu, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V.

2. Sampel

Menurut Sugiyono dalam Iskandar (2013: 70) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas V.

E. Kisi-kisi Instrument Penelitan

Menurut Sugiyono (2015: 148) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Untuk mempermudah penyusunan instrumen maka peneliti membuat kisi-kisi instrumen sebagai berikut:

(69)

4 Tabel 3.2. Kisi-kisi Instrumen Kualitas Perpustakaan

Variabel Dimensi Indikator Butir Soal

Positif Negatif Kualitas Perpustakaan Koleksi perpustakaan Mengetahui berapa banyak jumlah buku yang ada diperpustakaan 1,3,4,5 2 Sarana dan prasarana perpustakaan Mengetahui kelengkapan fasilitas perpustakaan 6,7,8 9,10 Pelayanan perpustakaan Mengetahui keramahan dan kesopanan pustakawan 11,12,13 14,15 Tabel 3.3. Kisi-kisi Instrumen

Minat Baca Siswa

Variabel Dimensi Indikator Butir Soal

Positif Negatif Minat baca siswa Kesenangan Membaca Mengetahui pemahaman siswa tentang pentingnya membaca buku 16,18,20 17,19 Kesadaran akan manfaat membaca Mengetahui pemahaman siswa terhadap hasil membaca buku 21,22,24 23,25 Frekuensi Membaca Mengetahui keinginan siswa dalam membaca buku 28,29,30 26,27 Jumlah buku bacaan yang pernah di baca Mengetahui berapa banyak buku yang telah dibaca

(70)

5 F. Teknik Pengumpulan Data

Sesuai permasalahan yang akan diteliti, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data. Untuk memperoleh data diperlukan sebagai berikut:

1. Observasi

Menurut Hadi dalam Sugiyono (2015: 203) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, laporan, foto-foto,film dokumenter, data yang relevan penelitian lainnya. Menurut Riduwan (2013: 77) dokumentasi foto merupakan data yang cukup penting sebagai bukti terjadinya suatu peristiwa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan foto sebagai dokumentasi dalam pengumpulan data.

3. Angket ( Kuesioner)

Sugiyono (2015: 199) Menjelaskan bahwa, Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir  C.  Hipotesis
Tabel 3.6  Hasil Uji Reliabilitas
Tabel 4.2  Pernyataan Butir 1
Tabel 4.4  Pernyataan Butir 3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Viimeisten 15 vuoden aikana kalastusmatkailijan kalastusviikon teorettisten soututuntien mää- rästä (144 tuntia) on noin 30 % pitänyt kalastaa yhdessä paikallisen soutajan

For the lecturer, the absence of a response is interpreted as uncooperative behavior, where in fact the students are more concerned with producing an egalitarian classroom

Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar merupakan salah satu wadah yang memberikan fasilitas penyelenggaraan pelatihan kerja kepada masyarakat secara gratis yang

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan motif Perguruan Tinggi menerapkan SNI ISO 9001 : 2008 pada lingkup jasa administrasi, memaparkan rancangan sistem manajemen mutu

Wayang Orang Ngesti Pandowo dahulu menjadi trademark Kota Semarang , namun sekarang sudah tidak dikenal oleh masyarakat khususnya para pemuda yang malah.

menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut,

pengorganisasian data, analisis data, serta verifikasi data (Creswell, John.W, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran perkusi dengan

Dalam penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari informan yang