HUBUNGAN PENGGUNAAN PONSEL CERDAS (SMARTPHONE) DENGAN KUALITAS TIDUR
(Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi Angkatan 2013 dan 2014)
Frizky Hendra Putri 1) Nur Lina dan Siti Novianti 2)
Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Peminatan Epidemiologi 1) Universitas Siliwangi ([email protected]) Dosen Pembimbing Bagian Epidemiologi Fakultas Ilmu Kesehatan 2)
Universitas Siliwangi
ABSTRAK
Ponsel cerdas (smartphone) adalah sebuah barang elekronik teknologi kecil yang memiliki fungsi khusus tetapi sering diasosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru. Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala, dan sering menguap atau mengantuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan ponsel cerdas dengan kualitas tidur pada mahasiwa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi angkatan 2013 dan 2014. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik pengambilan random sampling yaitu sebanyak 62 sampel dari 284 populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Person Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 atau 95% menunjukkan bahwa yang menggunakan ponsel cerdas >5 jam sebanyak 59,7% dan yang menggunakan ponsel cerdas <5 jam sebanyak 40,3%. Serta yang mengalami kualitas tidur buruk sebanyak 74,2% dan yang mengalami kualitas tidur baik sebanyak 25,8%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,017 < α = 0,05 dan nilai OR = 5,029 Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan penggunaan ponsel cerdas (smartphone) dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi angkatan 2013 dan 2014. Saran mengurangi waktu penggunaan ponsel cerdas dan mampu untuk memanejemen waktu tidur.
Kepustakaan : (2006 – 2013)
Kata Kunci : Ponsel Cerdas, Kualitas Tidur, Mahasiswa ABSTRACT
Smartphone is a little tech electronic goods that have specific functions but often is associated
as an innovation or a new item. The quality of one’s sleep is the satisfaction on the bedroom.
Thus, such a person does not ahow feeling tired, easily aroused and agitate, lethargic and apathetic, black around the eyes, swollen eyelids, red conjunctiva, eye irritation, attention is fragmented, headache, and frequent yawning or drowsy. The purpose of this study was to determine the relationship of the use of smartphones with the sleep quality of students of The Faculty of Health Sciences University Siliwangi force in 2013 and 2014. The research based on analytic survey with cross sectional method. The sample in this research was taken with random sampling technique with 62 samples from 284 population. The instrument of this research are questionnaire. The result of this research using analysis statistic of Pearson Chy-Square Test with a significant level α = 0,05 or 95% shows that the use of smartphone >5
hours as much as 59,7% and shows the use of smartphone <5 hours as much as 40,3%. As well as experiencing poor sleep quality as much as 74,2% and have good sleep quality as much as 25,8%. The result of statistic test have gained p value = 0,017 < α = 0,05 and value OR = 5,029. The conclusion of this research, there is a correlation the use of smartphones on the sleep quality of students of the Faculty of Health Sciences University Siliwangi force in 2013 and 2014.
Bibliography : (2006 – 2013)
Keywords : Smarphone, Sleep Quality, Student PENDAHULUAN
Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi Istirahat dan tidur sendiri merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh semua orang. Tidur yang normal melibatkan dua fase yaitu gerakan bola mata cepat atau rapid eye movement (REM) dan tidur dengan gerakan bola mata lambat atau non– rapid eye movement (NREM). Selama NREM seseorang mengalami 4 tahapan selama siklus tidur. Tahap 1 dan 2 merupakan karakteristik dari tidur dangkal dan seseorang lebih mudah bangun. Tahap 3 dan 4 merupakan tidur dalam dan sulit untuk dibangunkan (Martono, 2009).
Kualitas tidur seseorang tidak tergantung pada jumlah atau lama tidur seseorang, tetapi bagaimana pemenuhan kebutuhan tidur orang tersebut. Indikator tercukupinya pemenuhan kebutuhan tidur seseorang adalah kondisi tubuh waktu bangun tidur, jika setelah bangun tidur merasa segar berarti pemenuhan kebutuhan tidur telah tercukupi (Potter&Perry, 2006).
Menurut satu penelitian yang dilakukan pada anak remaja di China mendapati bahwa 18.8% melaporkan pola tidur yang buruk, 26.2% tidak berpuas hati dengan masa tidur mereka, 16.1% mengalami insomnia dan 17.9% mengantuk pada siang hari. Di Amerika, setelah dilakukan survei kepada 12.000 responden didapati bahwa rata-rata 10% daripada mereka tidur hanya sekitar 5 jam dan 23% tidur sekitar 6 jam pada waktu malam pada hari persekolahan (Duval, 2007).
Gaya hidup menggunakan ponsel cerdas (smartphone) dalam survey terbaru
yang diadakan oleh National Sleep Foundation, Amerika menyatakan banyak orang dewasa yang kini kurang tidur karena alat elektronik. Kebiasaan penggunaan ponsel cerdas dapat menjadikan seseorang mengalami sulit untuk tertidur. Hal ini terkait kenikmatan yang dijalani saat menggunakan alat teknologi seperti ponsel cerdas yang dapat membuat si pengguna sibuk dengan sendirinya hingga lupa waktu. Sekitar seperempat responden dalam jajak pendapat mengatakan mereka tidur dengan menyimpan ponsel cerdas di ranjang dan sekitar 10% mengatakan mereka sering kali terbangun setidaknya beberapa menit di tengah malam karena harus menjawab telepon, sms, atau email. Hal itu lebih sering dilaporkan oleh responden berusia muda, yakni 18% 13-19 tahun dan 20% responden usia 19-29 tahun (Cicik, 2012).
Teknologi komunikasi saat ini telah berkembang secara cepat. Trend gadget terus berkembang di Indonesia. Kecanggihan teknologi gadget semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan media yang modern dan praktis. Produsen gadget semakin berlomba-lomba dalam menawarkan kemudahan dan kecepatan bagi para pengguna media. Trend gadget yang mudah dijumpai di kalangan masyarakat adalah telepon genggam (handphone) dan ponsel cerdas (smartphone) (Ariani, 2013).
Pada usia tujuh tahun, anak-anak akan menghabiskan total waktu untuk menonton layar ponsel cerdas (smartphone) sekitar satu tahun. Remaja saat ini menghabiskan enam jam sehari
untuk memainkan ponsel cerdas mereka. Anak-anak yang saat ini berusia 10 tahun, rata-rata melihat 5 layar berbeda dari ponsel cerdas mereka dirumah dan bahkan menonton dua atau lebih layar pada saat yang sama. Pengaruh paparan layar ponsel cerdas untuk jangka panjang akan mengubah sirkuit otak anak-anak, seperti yang terjadi pada pecandu obat-obatan ataupun alcohol (Astutik, 2009).
Hasil penelitian Leung (2007) dengan subjek penelitian sebanyak 200 remaja yang berusia 17-18 tahun, didapatkan bahwa ada 4 gejala kecanduan ponsel cerdas antara lain Inability to control creaving (ketidakmampuan mengontrol keinginan menggunakan ponsel cerdas), anxiety and feeling lost (kecemasan dan merasa kehilangan bila tidak menggunakan ponsel cerdas), withdrawal and escape (menarik dan melarikan diri, artinya ponsel cerdas digunakan sebagai sarana untuk mengalihkan diri saat mengalami kesepian atau masalah), dan productivity loss (kehilangan produktivitas).
Hasil pra survey pada tanggal 12 Mei 2015 di Fakultas Ilmu Kesehatan menunjukkan bahwa 8 dari 10 mahasiswa (80%) menggunakan ponsel cerdas >7. Selain itu, 7 dari 10 partisipan (70%) memiliki kualitas tidur yang buruk dilihat dari hasil kuesioner yang di berikan. Bisa dilihat bahwa hasil pra survey menunjukkan bahwa di Fakultas Ilmu Kesehatan beberapa mahasiswanya terindikasi mengalami kualitas tidur yang buruk, padahal seharusnya mahasiswa jurusan kesehatan mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan akibat kualitas tidur yang buruk. Sehingga peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian di Fakultas Ilmu Kesehatan.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.
Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Siliwangi angkatan 2013 dan 2014 yang berjumlah 284 mahasiswa. Sampel penelitian ini adalah sebesar 62 mahasiwa.
Variabel dalam penelitian ini adalah penggunaan ponsel cerdas (smartphone) dengan kualitas tidur.
Teknik penelitian ini menggunakan simple random sampling, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan kuesioner untuk mengukur durasi penggunaan ponsel cerdas.
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini terbagi kedalam tiga tahapan yaitu, tahap suvei awal dengan melaksanakan survei awal di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi serta mengumpulkan data hasil pra survei. Setelah itu tahap penelitian dengan cara peneliti mengumpulkan literatur dan bahan kepustakaan lainnya yang berkaitan dengan materi penelitian sebagai bahan referensi yaitu menyangkut penggunaan ponsel cerdas dengan kualitas tidur serta pembuatan kuesioner yang akan disebarkan kepada responden. Dan yang terakhir yaitu tahap pelaksanaan dengan cara pengumpulan data primer dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden yang dijadikan subjek penelitian, pengumpulan data sekunder yaitu pengumpulan gambaran umum dan berbagai informasi tentang mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan serta pengukuran kualitas tidur dengan metode PSQI.
Pengolahan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini diolah secara manual dengan mengelompokkan hasil dari lembar kuesioner yang dibagikan dan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan program pengolah statistic (SPSS). Setelah itu diolah menggunakan system komputerisasi, tahapan-tahapan tersebut adalah editing, scoring, coding, entry, cleaning dan tabulating.
Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisa univariat Analisis yang digunakan dengan menjabarkan secara deskriptif untuk melihat distribusi dari
variabel-variabel yang diteliti baik dari variabel yang terikat maupun variabel yang bebas dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat adalah uji kolerasi, tujuan dari analis bivariat yaitu untuk menentukan hubungan antara variabel bebas dan terikat yang dilakukan dengan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan p value = 0,05 jika p value > 0,05 maka Ho diterima, Ha ditolak, sehingga tidak ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Jika p value < 0,05 maka Ho ditolak, Ha diterima, sehingga ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL
1. Analisis Univariat
a. Karakterisistik Subjek Penelitian
Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Tahun Masuk Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Angkatan Jumlah F Persentase (%) 1 2013 34 54,8 2 2014 28 45,2 Jumlah 62 100.0
Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jenis Kelamin Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Jenis Kelamin Jumlah F Persentase (%) 1 Laki-laki 14 22,6 2 Perempuan 48 77,4 Jumlah 62 100.0
Tabel 3 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Umur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Umur Frekuensi F Persentase (%) 1 >20 tahun 4 6,4 2 ≤ 20 tahun 58 93,6 Jumlah 62 100.0
Tabel 4 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jenis Ponsel Cerdas (Smartphone) Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
No Jenis Ponsel Cerdas Frekuensi F Persentase (%) 1 Android 44 71,0 2 Iphone 8 12,9 3 Blackberry 7 11,3 4 Lainnya 3 4,8 Jumlah 62 100.0
Tabel 5 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Keaktifan Media Sosial Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Keaktifan Media Sosial Frekuensi Ya Tidak F % F % 1 BBM 62 100 0 0 2 Facebook 54 87,1 8 12,9 3 Twitter 54 87,1 8 12,9 4 Path 39 62,9 23 37,1 5 Instagram 46 74,2 16 25,8 6 Lainnya 22 35,5 40 64,5
Tabel 6 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Durasi Penggunaan Media Sosial Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
Tabel 7 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Aktivitas Bermain Game Online Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Aktivitas Game Online Frekuensi F Persentase (%) 1 Tidak 45 72,6 2 Ya 17 27,4 Jumlah 62 100,0
Tabel 8 : Distribusi Frekuensi Responden Menurut Durasi Bermain Game Online Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Durasi Frekuensi F Persentase (%) 1 >5 jam 12 70,6 2 <5 jam 5 29,4 Jumlah 17 100,0
Tabel 9 : Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Tujuan Browsing Pada
Mahasiswa Fakultas Ilmu
KesehatanAngkatan 2013 dan 2014
Tabel 10 : Distribusi Frekuensi Responden Durasi Penggunaan Aplikasi Browsing Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
Tabel 11 : Distribusi Frekuensi Responden Penggunaan Ponsel Cerdas (Smartphone) Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
No Durasi Frekuensi F Persentase (%) 1 <5 jam lama 37 59,7 2 >5 jam singkat 25 40,3 Jumlah 62 100,0 No Browsing Frekuensi Jumlah >5 jam <5 jam F % F % N % 1 Informasi/ Berita 11 19,0 47 81,0 58 100.0 2 Bahan/Tu gas Kuliah 23 37,7 38 62,3 61 100.0 3 Lainnya 6 20,0 24 80,0 30 100.0 No Browsing Frekuensi Jumlah Ya Tidak F % F % N % 1 Informasi/Berita 58 93,5 4 6,5 62 100.0 2 gas Kuliah Bahan/Tu 61 98,4 1 1,6 62 100.0
3 Lainnya 30 48,4 32 51,6 62 100.0 No Durasi Media Sosial Frekuensi >5 jam <5 jam F % F % 1 BBM 56 90,3 6 9,7 2 Facebook 9 14,5 53 85,5 3 Twitter 2 3,2 60 96,8 4 Path 18 29,0 44 71,0 5 Instagram 27 43,5 35 56,5 6 Lainnya 8 12,9 54 87,1
Tabel 12 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kualitas Tidur Subjektif Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
No Kualitas Tidur Subjektif Frekuensi F Persentase (%) 1 Sangat baik 3 4,8 2 Baik 27 43,5 3 Kurang 20 32,3 4 Sangat kurang 12 19,4 Jumlah 62 100.0
Tabel 13 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Latensi Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Latensi Tidur Frekuensi F Persentase (%) 1 Tidak pernah 17 27,4 2 1x seminngu 16 25,8 3 2x seminggu 12 19,4 4 3x seminggu 17 27,4 Jumlah 62 100.0
Tabel 14 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Durasi Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Durasi tidur Frekuensi F Persentase (%) 1 >7 jam 8 12,9 2 6-7 jam 37 59,7 3 5-6 jam 10 16,1 4 <5 jam 7 11,3 Jumlah 62 100.0
Tabel 15 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Efisiensi Kebiasaan Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
No Efisiensi kebiasaan tidur Frekuensi F Persentase (%) 1 >85% 53 85,5 2 75-84% 2 3,2 3 65-74% 4 6,5 4 <65% 3 4,8 Jumlah 62 100.0
Tabel 16 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Gangguan Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Skor gangguan tidur Frekuensi F Persentase (%) 1 0 0 0,0 2 1-9 38 61,3 3 10-18 23 37,1 4 19-27 1 1,6 Jumlah 62 100.0
Tabel 17 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penggunaan Obat Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu KesehatanAngkatan 2013 dan 2014 No Penggunaan obat tidur Frekuensi F Persentase (%) 1 Tidak pernah sama sekali 59 95,2 2 Kurang dari sekali dalam seminggu 2 3,2 3
Satu atau dua kali dalam seminggu
1 1,6
4
Tiga kali atau lebih dalam seminggu
0 0,0
Tabel 18 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Disfungsi Disiang Hari Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
No Disfungsi siang hari Frekuensi F Persentase (%) 1 Skor disfungsi 0 0 0,0 2 Skor disfungsi 1-2 4 6,5 3 Skor disfungsi 3-4 16 25,8 4 Skor disfungsi 5-6 42 67,7 Jumlah 62 100.0
Tabel 19 : Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014 No Kualitas Tidur Frekuensi F Persentase (%) 1 Buruk 46 74,2 2 Baik 16 25,8 Jumlah 62 100,0
Tabel 20 : Hubungan Penggunaan Ponsel Cerdas (Smartphone) Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Angkatan 2013 dan 2014
Kategori Penggun aan Ponsel Cerdas Kuallitas Tidur Total p value OR Buruk Baik F % F % N % Lama 32 86,5 5 13,5 37 100. 0 0.01 7 5,029 Singkat 14 56,0 11 44,0 25 100.0 Jumlah 46 74,2 16 25,8 62 100. 0 PEMBAHASAN
Hasil penelitian hubungan penggunaan ponsel cerdas (smartphone) dengan kualitas tidur yang menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p < 0,05 (p value= 0,017) yang berarti ada hubungan antara penggunaan ponsel cerdas (smartphone) dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan angkatan 2013 dan 2014. Selain itu, berdasarkan uji statistik nilai OR=5,029 yang berarti responden yang menggunakan ponsel cerdas (smartphone) >5 jam (lama) memiliki risiko 5,029 kali mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan responden yang menggunakan ponsel cerdas (smartphone) <5 jam (singkat).
Hasil penelitian penulis menyatakan bahwa kualitas tidur buruk yang disebabkan oleh penggunaan ponsel cerdas (smartphone) >5 jam (lama) sebesar (86,5%) lebih banyak dibandingkan dengan yang mengalami kualitas tidur buruk dengan menggunakan ponsel cerdas (smartphone) <5 jam (singkat) sebesar (56,0%) dan yang mengalami kualitas tidur baik dengan menggunakan ponsel cerdas (smartphone) >5 jam (lama) sebesar (13,5%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang mengalami kualitas tidur baik dengan menggunakan ponsel cerdas (smartphone) <5 jam (singkat) sebesar (44,0%).
Responden yang menggunakan ponsel cerdas >5 jam dalam sehari sebanyak (59,7%). Selain itu dilihat dari penggunaan media sosial bahwa yang aktif menggunakan blackberry messanger (BBM) (100%), facebook (87,1%), twitter (87,1%), path (62,9%), instagram (74,2%) dan lainnya (35,5%) dengan durasi penggunaan >5jam sehari yaitu bbm (90,3%), facebook (14,5%), twitter (3,2%), path (29,0%), instagram (43,5%) dan lainnya (12,9%). Jika dilihat dari penggunaan game online maka responden yang mempunyai aplikasi game online sebanyak (27,4%) dengan durasi pemakaian >5 jam sehari sebanyak (70,6%). Dan jika dilihat dari keaktifan
browsing maka responden yang menggunakan aplikasi pencarian (browsing) untuk keperluan informasi/berita sebanyak (93,5%) dengan durasi penggunaan >5 jam sehari sebanyak (19,0%), untuk kepeluan bahan/tugas kuliah sebanyak (98,4%) dengan durasi pemakaian >5 jam sehari sebanyak (37,7%) dan untuk keperluan lainnya sebanyak (48,4%) dengan durasi penggunaan >5 sehari sebanyak (20,0%).
Untuk menentukan responden mengalami kualitas tidur baik atau buruk maka dapat ditentukan dari kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi kebiasaan tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi siang hari yang dapat dilihat pada tabel 4.12 tentang kualitas tidur subjektif, responden yang mengalami kualitas tidur subjektif sangat baik sebanyak (4,8%), baik (43,5%), kurang (32,3%) dan sangat kurang sebanyak (19,4%).
Bila dilihat pada tabel 4.13 tentang latensi tidur, responden yang tidak pernah mengalami latensi tidur sebanyak (27,4%), satu kali seminggu sebanyak (25,8%), dua kali seminggu sebanyak (19,4%) dan yang mengalami latensi tidur tiga kali seminggu sebanyak (27,4%).
Bila dilihat pada tabel 4.14 tentang durasi tidur, responden yang durasi tidurnya >7 jam sebanyak (12,9%), 6-7 jam sebanyak (59,7%), 5-6 jam sebanyak (16,1%) dan yang durasi tidurnya <5 jam sebanyak (11,3%).
Bila dilihat pada tabel 4.15 tentang efisiensi kebiasaan tidur maka responden yang mendapatkan presentase >85% sebanyak (85,5%), 75-84% sebanyak (3,2%), 65-74% sebanyak (6,5%) dan yang memperoleh presentase <65% sebanyak (4,8%).
Bila dilihat pada tabel 4.16 tentang gangguan tidur, dapat diketahui bahwa responden yang memperoleh skor gangguan tidur 1-9 sebanyak (61,3%), skor 10-18 sebanyak (37,1%), dan yang memperoleh skor gangguan tidur 19-27 (1,6%).
Selain itu, bila dilihat pada tabel 4.17 tentang penggunaan obat tidur, respoden yang tidak pernah mengkonsumsi obat tidur sebanyak (95,2%), yang menggunakan kurang dari sekali dalam seminggu sebanyak (3,2%), dan yang menggunakan obat tidur satu atau dua kali dalam seminggu sebanyak (1,6%).
Dan yang terakhir bila dilihat pada tabel 4.18 tentang disfungsi siang hari maka, responden yang memperoleh skor disfungsi 1-2 sebanyak (6,5%), skor 3-4 sebanyak (25,8%), dan yang memperoleh skor gangguan tidur 5-6 sebanyak (67,7%). Responden yang mengalami kualitas tidur buruk dan menggunakan ponsel cerdas <5 jam (singkat) sebanyak 14 orang (56,0%) bisa saja terjadi karena adanya gangguan tidur. Responden yang menggunakan ponsel cerdas >5 jam (lama) dalam sehari dan kualitas tidurnya baik sebanyak 5 orang (13,5%) bila dilihat dari tabel 4.11 meski ada responden yang menggunakan ponsel cerdas >5 jam sehari sebanyak 37 orang (59,7%) tetapi bila melihat presentase efisiensi tidur yang diperoleh responden >85% sebanyak 53 orang (85,5%) maka, seseorang dapat dikatakan mengalami kualitas tidur baik.
Untuk karakteristik respponden berdasarkan umur, berdasarkan Tabel 4.3 diketahui bahwa mahasiwa yang berumur >20 tahun sebanyak (6,4%) dan yang
berumur ≤20 tahun sebanyak (93,6%).
Tabel 4.4 menunjukan jenis ponsel cerdas yang digunakan responden, diketahui bahwa mahasiswa yang memiliki ponsel cerdas android sebanyak 44 orang (71,0%), iphone sebanyak 8 orang (12,9%), blackberry sebanyak 7 orang (11,3%) dan lainnya (window’s phone) sebanyak 3 orang (4,8%). Semakin canggih teknologi khususnya ponsel cerdas maka akan meningkatkan gejala kecanduan ponsel cerdas yang dinamakan Inability to control creaving atau bisa disebut sebagai ketidakmampuan mengontrol keinginan untuk menggunakan ponsel cerdas.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi angkatan 2013 dan 2014, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Proporsi kualitas tidur buruk sebanyak 46 orang (74,2%) dan responden yang mempunyai kualitas tidur baik sebanyak 16 orang (25,8%).
2. Penggunaan ponsel cerdas bahwa responden yang menggunakan ponsel cerdas >5 jam (lama) sehari sebanyak 37 orang (59,7%) dan responden yang menggunakan ponsel cerdas <5 jam (singkat) sehari sebanyak 25 orang (40,3%).
3. Ada hubungan penggunaan ponsel cerdas (smartphone) dengan kualitas tidur dengan nilai p value=0,017 dan nilai OR=5,029.
Saran dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Mahasiswa
Upaya perlu dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi kualitas tidur yang buruk, sehingga disarankan agar mereka mampu mengontrol durasi penggunaan ponsel cerdasnya sehingga tidak mengalami kualitas tidur buruk dengan cara mengurangi durasi pemakaian ponsel cerdas misalnya aktif di kegiatan nyata agar dapat mengurangi interaksi dengan ponsel cerdas serta mampu memanajemen waktu tidur.
2. Bagi Peneliti Lain
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan cara meneliti varibel lain seperti beban tugas, perilaku merokok, aktivitas fisik, kondisi lingkungan dll yang merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan kualitas tidur buruk. Selain itu, disarankan untuk menggunakan metode lain seperti eksperimen atau case control agar dalam mengukur sebab akibat tidak dilakukan dalam waktu yang
bersamaan dan dapat dilihat perbedaan pada sampel perlakuan dengan sampel yang menjadi kontrol.
DAFTAR PUSTAKA
Ariani, Mutia (dkk), 2013. Hubungan Intensitas Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Kualitas Tidur Remaja Di SMAN 3 Siak.
Qomariyah, Astutik. 2009. Perilaku Pengguna Internet Pada Kalangan Remaja Di Perkotaan. Universitas Airlangga.
Khristianty, Wydia. Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja di SMA Negeri 9 Manado. Jurnal Keperawatan (e-Kp) Volume 3 No 1 Februari 2015.
Sulistiyani, Cicik. Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 Tahun 2012.