• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2014"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

17

LAPORAN KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH (LAKIP)

TAHUN 2014

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

KABUPATEN JEMBRANA

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

KABUPATEN JEMBRANA

Jln. Surapati No. 1 Telp. ( 0365 ) 41210, Fax (0365) 41010 NEGARA

(2)
(3)

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

Jln. Surapati No. 1 Telp. ( 0365 ) 41210 Ext. 3392 – 3394 Fax (0365) 41010 Negara

KEPUTUSAN

KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JEMBRANA

NOMOR / DUKCAPIL / 2015 TENTANG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DINAS,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka lebih meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan Pemerintah yang lebih berdaya guna, berhasil guna bersih dan bertanggung jawab di pandang perlu adanya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah untuk mengetahui kemampuan dalam penjabaran visi, misi dan tujuan serta sasaran organisasi;

b. bahwa untuk melaksanakan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dipandang perlu menetapkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana Tahun 2014.

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana Tahun 2014 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas;

Mengingat : 1. Undang – undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang pembentukan Daerah Daerah Tingkat II dan wilayah Daerah - Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122; tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655 );

(4)

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 ; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tembahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah dirubah berapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

7. Undang Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun2004 nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4438);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

10.Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

11.Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;

(5)

12.Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organiasi dan Tata Kerja Peangkat Daerah Kabupaten Jembrana ( Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Nomor 15; Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15.); dan 13.Peraturan Bupati Jembrana Nomor 28 Tahun 2014 tentang Rincian

Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana.

MEMUTUSKAN : Menetapkan :

KESATU : Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana Tahun 2014.

KEDUA : Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU merupakan laporan Kepala Dinas kepada Bupati Jembrana melalui Bapak Sekretaris Daerah sebagai laporan capaian kinerja sebagai mana yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja atau Perjanjian Kinerja Tahun 2014. KETIGA : Naskah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagaimana

dimaksud dalam diktum KESATU terlampir yang merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan keputusan ini.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Negara

pada tanggal 20 Pebruari 2015 Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana,

Drs. I Putu Cahyadi Pembina Utama Muda NIP. 19590730 198704 1001

Tembusan disampaikan kepada Yth :

1. Bupati Jembrana di Negara sebagai laporan. 2. Wakil Bupati Jembrana di Negara.

3. Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana di Negara sebagai laporan. 4. Kepala Bappeda dan PM Kabupaten Jembrana di Negara.

5. Inspektur Kabupaten Jembrana di Negara. 6. Arsip

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2014 dapat tersusun dengan baik. LAKIP ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam rangka melaksanakan tugas pembinaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta penyelenggaraan pelayanan umum pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana.

Visi, misi, tujuan, sasaran serta kebijakan program dan kegiatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana lima tahunan telah direncanakan melalui Rencana Strategis yang selaras dengan Rencana Strategis Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Selanjutnya kami berharap LAKIP yang kami susun ini dapat digunakan sebagai bahan pertanggungjawaban serta evaluasi terhadap kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana dalam Tahun 2014 dan sudah barang tentu LAKIP yang tersusun ini jauh dari sempurna sehingga pada kesempatan ini kami berharap ada masukan-masukan sebagai bahan perbaikan dalam penyusunan LAKIP di tahun berikutnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana,

Drs. I Putu Cahyadi Pembina Utama Muda Nip. 19590730 198704 1 001

(7)

iii

IKHTISAR EKSEKUTIF

Setiap akhir tahun sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 setiap Eselon II wajib menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Hal ini dimaksudkan untuk mengukur kinerja yang telah dicapai selama satu tahun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta sebagai bentuk pertanggungjawaban instansi pemerintah kepada masyarakat/publik/stakeholder dan sejauh mana aspirasi masyarakat sudah terpenuhi.

Untuk dapat melakukan pengukuran kinerja, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebelumnya wajib menyusun Rencana Strategis dimana didalamnya tertuang Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan yang dijabarkan setiap tahunnya melalui Rencana Kerja Tahunan (RKT). Demikian pula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana yang merupakan salah satu instansi pemerintah telah juga menetapkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan yang dituangkan kedalam Perencanaan Strategis Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana tahun 2011 – 2016.

Untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan tahun 2014 telah dilakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang telah tertuang pada LAKIP ini.

Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah untuk Meningkatnya Pelayanan dibidang Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil, dengan Sasaran yaitu dengan Meningkatkan Pelayanan dibidang Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat di bidang kependudukan dan Pencatatan sipil pada tahun 2014 telah dilaksanakan melalui Program Penataan Administrasi Kependudukan dengan 5 (lima) kegiatan yaitu : Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Kependudukan, Sosialisasi Kebijakan Kependudukan, Pengendalian Mobilitas Penduduk, Penerapan e-KTP, dan Peningkatan Pelayanan Publik Dalam Bidang Catatan Sipil.

Kegiatan Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Kependudukan pada Tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp. 252.768.800 dengan penyerapan dana sebesar Rp. 212.842.475 dengan tingkat penyerapan anggaran Renja Tahun 2014 sebesar 84,20% dari jumlah anggaran yang disediakan dengan didukung dengan SDM yang dilibatkan sebanyak 7 orang, serta sarana prasarana yang digunakan adalah Komputer/Laptop, dan Mobil Dinas serta sistem SIAK, adapun indikator output dari pada Kegiatan ini adalah :

1 Rasio Penduduk ber KTP persatuan Penduduk terealisasi sebesar 0,845 rasio dengan target 0,90 rasio yang seharusnya 1,00 rasio yang artinya setiap Wajib KTP memiliki KTP,

2. Kepemilikan KTP teralisasi sebesar 84,56 % dari 82,80 % yang ditargetkan dengan harapan setiap Wajib KTP memiliki KTP (100%)

3. Rasio Penduduk Ber Kartu KK Per Jumlah Penduduk terealisasi sebesar 0,957 rasio dari 1,00 rasio yang artinya setiap Kepala Keluarga memiliki Kartu Keluarga

Untuk meningkatkan rasio kepemilikan KTP maupun KK diperlukan anggaran untuk menyediakan belanja cetak formulir pendaftaran penduduk, formulir permohonan cetak KTP maupun KK, sesuai kebijakan Pemerintah untuk menggratiskan biaya cetak KTP maupun KK, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya penataan administrasi kependudukan dengan kontribusi anggaran sebesar 11,46 % dari total anggaran Program Penataan Administrasi Kependudukan.

(8)

iii

Kegiatan Pengendalian Mobilitas Penduduk dalam Bidang Kependudukan pada Tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp. 856.472.000 yang sebagian dibiayai APBD Propinsi sebesar Rp. 400.000.000,- dan APBD Kabupaten sebesar Rp. 456.472.000,- dengan penyerapan dana sebesar Rp. 852.875.350 dengan tingkat penyerapan anggaran Tahun 2014 sebesar 99,58% dengan SDM yang dilibatkan sebanyak 18 Orang di POS KTP Gilimanuk dan 10 orang yang tergabung dalam Tim Pengawasan Penduduk Pendatang, adapun Indikator Output daripada Kegiatan ini adalah rasio perpindahan penduduk yang semakin kecil dan pada tahun 2014 teralisasi sebesar 0,54 rasio dengan target sebesar 0,50 diharapkan rasio perpindahan penduduk pada tahun depan semakin menurun.

Untuk menurunkan rasio perpindahan penduduk di Kabupaten Jembrana diperlukan pengawasan yang ketat terutama penduduk pendatang baik di POS KTP Gilimanuk maupun sidak/razia penduduk yang tidak memiliki identitas ke Desa/Kelurahan sehingga anggaran yang diperlukan berupa biaya operasional kegiatan Monitoring dan Pengawasan Penduduk Pendatang baik itu BBM, honor petugas POS Pemeriksaan KTP Gilimanuk dan lain sebagainya, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya penataan administrasi kependudukan dengan kontribusi anggaran sebesar 38,81 % dari total anggaran Program Penataan Administrasi Kependudukan.

Kegiatan Sosialisasi kebijakan Kependudukan pada Tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp. 113.010.000 dengan penyerapan dana sebesar Rp110.833.919 dengan tingkat penyerapan anggaran Renja Tahun 2014 sebesar 98,07% dengan SDM yang dilibatkan sebanyak 5 orang sebagai Tim Sosialisasi Kebijakan Kependudukan, dengan sarana dan prasarana yang digunakan berupa mobil dinas operasional, laptop, proyektor, adapun indikator output daripada kegiatan ini adalah Jumlah penduduk yang mendapat Soaialisasi Kebijakan Kependudukan sebanyak 600 orang yang terbagi di 5 kecamatan maupun 51 desa/kelurahan, dan untuk terlaksananya kegiatan dimaksud anggaran diperuntukkan untuk belanja operasional Tim Sosialisasi Kebijakan Kependudukan baik itu ATK, Makan Minum, BBM, belanja cetak dan Honor Tim, sehingga dengan kegiatan ini masyarakat akan banyak tahu kebijakan apa yang dilaksanakan dalam bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam hal penggratisan biaya administrasi maupun tata cara permohonan pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya penataan administrasi kependudukan dengan kontribusi anggaran sebesar 5,12 % dari total anggaran Program Penataan Administrasi Kependudukan.

Kegiatan Penerapan e-KTP dalam Bidang Administrasi Kependudukan pada Tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp. 648.000.000 dengan penyerapan dana sebesar Rp. 512.495.126 dengan tingkat penyerapan anggaran Renja Tahun 2014 sebesar 79,09%, dengan didukung SDM sebanyak 8 orang yang tergabung dalam Tim Administrator Data Base Administrasi Kependudukan, sedangkan sarana dan prasarana berupa sistem SIAK, alat perekaman, mesin cetak e-KTP, mobil dinas operasional, komputer dan laptop, adapun indikator output daripada kegiatan ini adalah :

1. Jumlah penduduk menerapkan KTP Nasional berbasis NIK terealisasi cetak e-KTP sebesar 83,17% dari jumlah penduduk wajib KTP dengan target yang direncanakan 100% yang artinya seluruh penduduk wajib KTP menerapkan KTP Nasional

2. Ketersediaan data base Kependudukan Skala Propinsi/ Nasional sudah terealisasi sejak Tahun 2011 dengan sistem SIAK. Dan terintegrasi dalam identitas nasional pada tahun 2012. Mulainya sistem e-KTP

(9)

iii

Untuk terlaksananya kegiatan Penerapan e-KTP anggaran yang ada digunakan untuk belanja alat tulis kantor, belanja alat listrik dan elektronik, belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas, belanja cetak, belanja makan dan minum, serta belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, belanja modal jaringan dan sistem, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya penataan administrasi kependudukan dengan kontribusi anggaran sebesar 29,37 % dari total anggaran Program Penataan Administrasi Kependudukan.

Kegiatan Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Pecatatan Sipil pada Tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp. 336.350.000 dengan penyerapan dana sebesar Rp. 284.683.675 dengan tingkat penyerapan anggaran Tahun 2014 sebesar 84,64%, dengan SDM sebanyak 7 orang dan sarana prasarana berupa komputer, laptop dan mobil dinas operasional, adapun indikator output daripada kegiatan ini adalah :

1. Rasio Bayi berakta kelahiran terealisasi sebesar 0,306 rasio dari 0,56 rasio yang ditargetkan diharapkan mencapai 1,00 rasio yang artinya setiap kelahiran penduduk/seluruh penduduk memiliki akta kelahiran

2. Rasio Pasangan berakta Perkawinan trealisasi sebesar 0,223 rasio dari 0,26 rasio yang ditargetkan diharapkan mencapai 1,00 rasio yang artinya setiap pasangan/status kawin di Kabupaten Jembrana memiliki akta perkawinan

3. Kepemilikan akta kelahiran per 1.000 Penduduk baru mencapai 30,61 % dari 52% yang ditargetkan pada Tahun 2014 dari jumlah penduduk Kabupaten Jembrana. Untuk meningkatkan rasio dan memiliki akta dibutuhkan anggaran untuk menyediakan belanja cetak formulir pencatastan sipil maupun cetak blanko kutipan akta pencatatan sipil dengan harapan dapat meningkatkan penduduk yang wajib memiliki Akta Pencatatan Sipil memiliki Kutipan Akta Pencatatan Sipil, sehingga akan berdampak pada meningkatnya penataan administrasi kependudukan dengan kontribusi anggaran sebesar 15,24 % dari total anggaran Program Penataan Administrasi Kependudukan.

Sedangkan Program/Kegiatan lainnya untuk mendukung kegiatan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil antara lain Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan disiplin Aparatur dan Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capain kinerja pada Tahun 2014 tidak ada permasalahan sesuai dengan target yang direncanakan dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 610.684.200,- terealisasi sebesar Rp. 575.023.889,- atau 94,16%

Secara umum dapat dijelaskan Dana APBD untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil secara keseluruhan diberikan dana APBD sebesar 6.185.385.900 dengan realisasi anggaran sebesar 89,63% atau realisasi sebesar Rp. 5.544.266.872 yang terdiri dari Belanja

Tidak Lansung terealisasi sebesar Rp. 2.995.512.438 dan Belanja Langsung sebesar Rp. 2.548.754.434 sedangkan realisasi Fisik Belanja Tidak Langsung mencapai angka 100%

dan realisasi fisik Belanja Langsung mencapai angka 90,99% dan Belanja Tidak langsung 100% sehingga secara keseluruhan realisasi fisik pada Dinas Kependudukan dan Pencatata Sipil pada Tahun 2014 mencapai 95,50% (rata-rata realisasi fisik belanja langsung dan belanja tidak langsung)

(10)

DAFTAR ISI

SURAT KEPUTUSAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Umum ... 1

1.2 Dasar Hukum ... 2

1.3 Profil Layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ... 4

1.3.1. Tugas Pokok dan Fungsi ... 4

1.3.2. Sumber Daya Manusia ... 19

1.4 Kondisi Umum Kabupaten Jembrana ... 19

1.4.1. Aspek Geografis ... 19

1.4.2. Aspek Demografis ... 21

1.4.3. Aspek Kependudukan ... 23

BAB II PERENCANAAN STRATEGIS DAN PERJANJIAN KINERJA ... 24

2.1 Perencanaan Strategis ... 24

2.1.1. Visi dan Misi ... 24

2.1.2. Tujuan dan Sasaran ... 24

2.1.3. Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran ... 26

2.2 Perjanjian KInerja ... 27

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... 31

3.1 Pengukuran Kinerja ... 31

3.2 Analisis Evaluasi Pencapaian Kinerja ... 36

3.2.1. Capaian Kinerja Tahun 2013 ... 36

3.2.2. Capaian Kinerja Tahun 2014 ... 44

3.3 Aspek Keuangan ... 51

3.3.1. Pengelolaan Keuangan Tahun 2013 ... 51

3.3.2. Pengelolaan Keuangan Tahun 2014 ... 54

BAB IV PENUTUP ... 58

4.1. Kesimpulan ... 58

4.2. Saran-saran ... 58 LAMPIRAN

1 Penetapan Kinerja Perubahan Tahun 2014 2 Pengukuran Kinerja Tahun 2014

(11)

DAFTAR TABEL

1. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Jembrana ... 21

2. Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Jembrana 5 Tahun Terakhir... 22

3. Struktur Usia Penduduk Kabupaten Jembrana Keadaan Tahun 2013 ... 22

4. Tujuan dan Sasaran Tahun 2014 ... 25

5. Penetapan Kinerja Perubahan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana Tahun 2014 ... 28

6. Data Capaian Kinerja Bidang Kependudukan Tahun 2011-2013 ... 37

7. Tingkat Capaian Kinerja Bidang Kependudukan Tahun 2013 ... 38

8. Data Capaian Kinerja Bidang Pencatatan Sipil Tahun 2011-2013 ... 38

9. Tingkat Capaian Kinerja Bidang Pencatatan Sipil Tahun 2013 ... 39

10. Data Capaian Kinerja Bidang Administrasi Kependudukan Tahun 2011-2013 ... 40

11. Tingkat Capain Kinerja Bidang Administrasi Kependudukan Tahun 2013 ... 41

12. Tingkat Capaian Kinerja Pada Sekretariat Tahun 2013 ... 42

13. Data Capaian Kinerja Bidang Kependudukan Tahun 2011-2014 ... 44

14. Tingkat Capaian Kinerja Bidang Kependudukan Tahun 2014 ... 45

15. Data Capaian Kinerja Bidang Pencatatan Sipil Tahun 2011-2014 ... 46

16. Tingkat Capaian Kinerja Bidang Pencatatan Sipil Tahun 2014 ... 47

17. Data Capaian Kinerja Bidang Administrasi Kependudukan Tahun 2011-2014 ... 47

18. Tingkat Capain Kinerja Bidang Administrasi Kependudukan Tahun 2014 ... 48

19. Tingkat Capaian Kinerja Pada Sekretariat Tahun 2014 ... 50

20. Realisasi APBD Tahun 2013 ... 51

21. Realisasi APBD Tahun 2014 ... 54

DAFTAR GAMBAR 1. Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana .. 5

(12)

1 BAB. I PENDAHULUAN 1.1 UMUM.

Dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR No. XI/MPR/1998 dan Undang–undang No. 28 Tahun 1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas KKN. Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana Tahun 2011 s/d 2016 yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 51 Tahun 2012. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jembrana Tahun 2011 s/d 2016 berfungsi sebagai perencanaan taktik strategis sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dengan menampung sebanyak – banyaknya aspirasi masyarakat serta mengacu pada Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 s/d 2014.

Berdasarkan pada Inpres Nomor 7 Tahun 1999 setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah yang dipimpin Pejabat Eselon II ke atas diwajibkan menyusun Perencanaan Strategis (Renstra ) untuk masa lima tahun. Setelah berlangsung beberapa tahun, Inpres Nomor 7 Tahun 1999 dipandang masih belum optimal dalam mencapai Good Governance. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 baru mampu menggerakkan birokrasi untuk melaksanakan akuntabilitas dan Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas KKN dalam tataran wacana. Untuk menyempurnakan hal tersebut, maka pemerintah menerbitkan Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.Implementasi Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 mengamanatkan agar setiap penyelenggara pemerintah mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang baik yang diterapkan dalam bentuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP).

Sistem AKIP merupakan sistem manajemen pemerintahan berfokus pada peningkatan akuntabilitas yang berorientasi pada hasil (Outcomes oriented). Sistem AKIP diimplementasikan secara “self assesment” oleh masing-masing instansi pemerintah. Self assesment maksudnya instansi pemerintah membuat perencanaan dan pelaksanaan, serta mengukur/mengevaluasi kinerjanya sendiri dan melaporkannya kepada instansi yang lebih tinggi. Penerapan manajemen pemerintahan berbasis kinerja pada dasarnya adalah mengubah mind-set para birokrat dari sistem yang birokratis ke arah sistem yang bertujuan untuk lebih mewirausahakan birokrasi pemerintah. Dalam bahasa lain, transformasi sektor pemerintahan yang mengubah fokus akuntabilitas dari orientasi pada masukan-masukan (inputs oriented accountabillity) dan proses ke arah akuntabilitas pada hasil (result oriented accountabillity), terutama berupa outcomes. Salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan manajemen pemerintahan adalah dengan melakukan reformasi pengelolaan dan pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah. Prioritas strategis pemerintah harus ditetapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Instansi pemerintah berdasarkan prioritas-prioritas tersebut menetapkan sasaran strategis di instansi masing-masing dengan ukuran kinerja yang jelas dan terukur.

Berbagai peraturan perundang-undangan yang saat ini telah mengharuskan penerapan manajemen berbasis kinerja, seperti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,

(13)

2

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta berbagai peraturan pelaksanaannya. Sementara itu kondisi global serta tuntutan agar suatu instansi pemerintah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat mengharuskan pemerintah menerapkan manajemen pemerintahan yang lebih berorientasi pada hasil.

Tata kelola pemerintahan yang baik diwarnai oleh lahirnya Peraturan Pemerintah nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan perundangan-undangan tersebut telah menyempurnakan regulasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemeritah (Sistem AKIP). Sistem AKIP tidak saja menekankan pada output (keluaran) sebuah kegiatan, tetapi lebih menekankan pada outcomes (hasil), dengan demikian, maka dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) penekanan pada hasil kegiatan sangat perlu mendapat perhatian. LAKIP sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kegiatan tahunan yang telah disusun dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sangat tepat dipakai sebagai salah satu tolok ukur untuk mengukur keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

Untuk mengukur keberhasilan maupun kegagalam dalam melaksanakan prioritas pembangunan, telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana amanat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama. Menurut Tim Penilai LAKIP Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, penyusunan IKU wajib bagi daerah berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama Kinerja Instansi Pemerintah tersebut. IKU merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran atau tujuan instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.

Mengacu pada hal tersebut, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana telah menyusun job deskripsi yang jelas dengan pertanggungjawabannya. Masing-masing job deskripsi tersebut dinilai dalam LAKIP secara berjenjang, diawali dari staf dan eselon IV bertanggungjawab pada kegiatan, selanjutnya meningkat pada eselon III bertanggungjawab pada program, dan eselon II bertanggungjawab pada kebijakan strategis pada SKPD yang dipimpinnya serta Bupati bertanggungjawab pada Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Jembrana.

1.2 DASAR HUKUM.

Lakip Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana disusun berdasarkan :

a. Landasan Idiil yaitu Pancasila.

b. Landasan Konstitusional yaitu UUD 1945. c. Landasan Operasional :

1. Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

(14)

3

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 75; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomr 47 ; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286 );

4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 );

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 );

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keungan Daerah (Lembaran Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585 );

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614 );

11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011, tentang perubahan kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

13. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;

(15)

4

14. Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2011 Nomor 15, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 10 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2014, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2014 Nomor 43);

16. Peraturan Bupati Jembrana Nomor 36 Tahun 2013 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2014, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 21 Tahun 2014 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2014 (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2014 Nomor 549);

17. Peraturan Bupati Jembrana Nomor 28 Tahun 2014 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2014 Nomor 559). 1.3 PROFIL LAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

KABUPATEN JEMBRANA

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana merupakan SKPD Pemisahan dari SKPD gabungan yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tenaga Kerja dan Transmigrasi berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 3 Tahun 2008, tanggal 24 Desember 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana. Kemudian Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana dipisahkan menjadi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas.

1.3.1 Tugas Pokok dan Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana sesuai dengan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 15 Tahun 2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana disebutkan Dinas merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah yang mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan kabupaten berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan dan untuk melaksanakan tugas urusan pemerintahan kabupaten, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana menyelenggarakan fungsi :

1) perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

2) penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;

3) pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

4) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(16)

5

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil didukung 17 Pejabat Struktural yang meliputi :

1. Kepala Dinas,

2. Sekretaris Dinas membawahi

- Kasubag Penyusunan Evaluasi dan Pelaporan, - Kasubag. Keuangan dan

- Kasubag. Umum dan Kepegawaian, 3. Kepala Bidang Kependudukan membawahi

- Kasi Pendaftaran Penduduk,

- Kasi Pengawasan Mobilisasi Penduduk dan - Kasi Pelapoeran Penduduk,

4. Kepala Bidang Administrasi Kependudukan membawahi

- Kasi Penyedia Sarana & Prasarana Administrasi Kependudukan - Perekaman dan Penyajian Data Informasi Kependudukan - Kasi Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Kependudukan 5. Kepala Bidang Pencatatan Sipil membawahi

- Kasi Pencatatan Kelahiran dan Kematian

- Kasi Pencatatan Perkawinan Perceraian dan Mutasi - Kasi Penyuluhan

Untuk lebih jelasnya diuraikan dalam Bagan Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana sebagai berikut :

Gambar 1

Struktur Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana

U P T Bidang Kependudukan Bidang Administrasi Kependudukan Bidang Pencatatan Sipil Seksi Pendaftaran Penduduk Seksi Pengawasan Mobilitas Penduduk Seksi Pelaporan Penduduk Seksi Penyedia Sarana & Prasarana Adminduk

Seksi

Perekaman dan Penyajian Data Informasi Kependudukan Seksi Pembinaan dan Pengawasan Adminduk Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian Seksi Penyuluhan Seksi Pencatatan Perkawinan

Perceraian dan Mutasi KEPALA DINAS SEKRETARIAT Sub-Bagian Umum dan Kepegawaian Sub-Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Sub-Bagian Keuangan KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(17)

6

Adapun rincian Uraian Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing Jabatan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jembrana, antara lain :

Kepala Dinas

Dinas dipimpin oleh Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan kabupaten berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan dalam bidang urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan dalam melaksanakan tugas pokoknya Kepala Dinas menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan kebijakan teknis di bidang Kependudukan, dan Pencatatan Sipil; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang

Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

c. pembinaan/penyuluhan dibidang Kependudukan, dan Pencatatan Sipil;dan

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsi dibidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Rincian tugas pokok Kepala Dinas sebagai berikut:

a. mengkoordinasikan penyusunan program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan memberikan arahan kepada Sekretaris dan Kepala Bidang mengacu pada RPJPD, RPJMD, RKPD, Rencana Strategis Dinas, Kebijakan Bupati dan kondisi obyektif serta ketentuan yang berlaku;

b. merumuskan kebijakan teknis, inovasi dibidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan kewenangan yang ada dan kondisi obyektif di lapangan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas;

c. melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai bidangnya berdasarkan ketentuan yang berlaku;

e. membina bawahan dalam pencapaian program Dinas dengan memberi petunjuk pemecahan masalah agar bawahan mampu melaksanakan tugas jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

f. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun yang sudah dan sedang berjalan berdasarkan rencana dan realisasi sebagai bahan dalam penyusunan sasaran tahun berikutnya;

g. menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan rencana kerja, hasil yang dicapai sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier;

h. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan yang sesuai dengan bidang tugas dan fungsi dibidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil;dan

i. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

Sekretariat

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris, mempunyai tugas pokok merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas kesekretariatan, meliputi urusan umum dan kepegawaian, program, evaluasi dan pelaporan serta pengelolaan keuangan., dan dalam melaksanakan tugas pokoknya Sekretaris Dinas menyelenggarakan fungsi :

(18)

7

a. penyusunan program teknis administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, program, evaluasi dan pelaporan serta urusan rumah tangga;

b. penyelenggaraan kebijakan administrasi umum;

c. pembinaan, pengkoordinasi, pengendali, pengawas program dan kegiatan Sub bagian;

d. penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan sub bagian;dan

e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi sekretariat.

Rincian tugas Sekretaris Dinas sebagai berikut :

a. merencanakan operasionalisasi pengelolaan Administrasi Umum, Kepegawaian, program, pelaporan, dan keuangan;

b. memberi tugas kepada bawahan dalam pengelolaan urusan Administrasi Umum, kepegawaian , program, evaluasi, pelaporan dan keuangan;

c. mempelajari dan menelaah peraturan perundang-undangan dan naskah dinas dibidang tugasnya;

d. melaksanakan koordinasi dengan kepala bidang dalam melaksanakan tugas; e. melaksanakan urusan umum, kepegawaian, keuangan, surat-menyurat,

Inventarisasi dan perlengkapan Perencanan dan pelaporan serta rumah tangga Dinas;

f. menyelenggarakan perawatan/pemeliharaan perlengkapan peralatan dinas;

g. merencanakan pelaksanaan pelayanan terhadap kebutuhan peralatan / perlengkapan dinas;

h. melaksanakan penyusunan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas dan Penetapan Kinerja Dinas;

i. menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier;

j. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

k. mengevaluasi tugas yang diberikan kepada kepala sub bagian; l. menyusun laporan hasil kegiatan;

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan n. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan.

Kepala Sub. Bagian Umum

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seorang kepala sub bagian mempunyai tugas pokok merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan administrasi umum dan kepegawaian dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kasubag menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kerja sub bagian;

b. pelaksanaan pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, dan pengawasan dalam lingkup Sub bagian; dan

(19)

8

Rincian tugas Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian sebagai berikut :

a. menyusun rencana operasionalisasi program kerja Sub bagian umum dan Kepegawaian;

b. mengendalikan surat masuk dan surat keluar, arsip, kegiatan pengetikan, administrasi barang dan perlengkapan dinas, pelaksanaan administrasi penggunaan dan pemakaian kendaraan;

c. melaksanakan pengaturan urusan rumah tangga;

d. melaksanakan tugas humas dan protokoler dinas, mengumpulkan, mengelola, dan menyimpan data kepegawaian dinas;

e. mempersiapkan rencana kebutuhan pegawai dinas dan bahan usulan kenaikan pangkat, gaji berkala pegawai., penyiapan bahan dan data pegawai yang akan mengikuti pendidikan pelatihan kepegawaian;

f. mempersiapkan bahan pemberhentian, teguran pelanggaran disiplin, pensiun dan surat cuti pegawai dinas;

g. melaksanakan pengelolaan perpustakaan Dinas;

h. melaksanakan pengurusan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, perlengkapan dinas;

i. melaksanakan pemantauan pemeliharaan dan perawatan gedung kantor, perlengkapan dan kendaraan dinas;

j. menyelenggarakan administrasi kepegawaian meliputi penempatan, kenaikan pangkat, gaji berkala, cuti dan administrasi pensiun;

k. membuat laporan kepegawaian dan Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) dan bahan pembuatan DP-3 setiap pegawai;

l. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan; m. mengevaluasi hasil program kerja Sub bagian;

n. menyusun laporan hasil kegiatan Sub bagian;

o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan p. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan.

Kepala Sub. Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan

Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi kerja, memberi tugas, memberi petunjuk, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan tugas di bidang Program, Evaluasi dan pelaporan dan dalam menyelenggarakan tugas nya Kepala Sub Bagian mempunyai fungsi :

a. penyusunan rencana kerja sub bagian;

b. pelaksanaan program dan kegiatan sub bagian;

c. pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan pejabat non stuktural dalam lingkup Sub bagian;dan

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;

Rincian tugas pokok Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan sebagai berikut :

a. menyusun rencana operasionalisasi kegiatan kerja Sub bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan;

(20)

9 c. mengendalikan rencana tahunan;

d. menyiapkan bahan laporan bulanan, triwulan dan tahunan; e. mengumpulkan dan mengolah data laporan hasil kegiatan dinas;

f. melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan dan penyajian data statistik serta informasi Dinas;

g. melaksanakan penyusunan bahan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas; h. melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan dinas;

i. melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan RKA dan DPA Dinas;

j. melaksanakan Penyusunan bahan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas dan Penetapan Kinerja Dinas;

k. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

l. melaksanakan inventarisasi permasalahan penyelenggaraan program dan kegiatan;

m. membuat laporan hasil kegiatan Sub bagian;

n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas bidangnya;dan o. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan.

.

Kepala Sub. Bagian Keuangan

Sub bagian Keuangan dipimpin oleh seorang kepala sub bagian mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi, memberi petunjuk, memberi tugas, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan urusan keuangan, kegiatan kebendaharawanan dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan dalam melaksankan tugas nya Kepala Sub Bagian menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana program kerja sub bagian; b. pelaksanaan program dan kegiatan sub bagian;

c. pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan pejabat non stuktural dalam lingkup Sub bagian;dan

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya. Rincian tugas Kepala Sub Bagian Keuangan sebagai berikut :

a. menyusun rencana operasionalisasi program kerja Sub bagian; b. membuat daftar usulan kegiatan;

c. membuat daftar gaji dan melaksanakan penggajian;

d. menyiapkan proses administrasi terkait dengan penatausahaan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

e. menyiapkan pembukuan setiap transaksi keuangan pada buku kas umum; f. melaksanakan perbendaharaan keuangan dinas;

g. melaksanakan Pengendalian pelaksanaan tugas pembantu pemegang kas;

h. mengajukan SPP untuk pengisian kas, SPP beban tetap dan SPP gaji atas persetujuan pengguna anggaran (kepala satuan kerja perangkat daerah/lembaga teknis daerah yang ditetapkan sebagai pengguna anggaran dengan keputusan Bupati);

i. memeriksa pembayaran gaji SKPP pegawai yang mutasi;

j. mendistribusikan uang kerja kegiatan kepada pemegang kas kegiatan sesuai dengan jadwal kegiatan atas persetujuan pengguna anggaran;

(21)

10

k. melaksanaan kegiatan meneliti, mengoreksi dan memberi paraf Surat Pertanggungjawaban (SPJ) atas penerimaan dan pengeluaran kas beserta lampirannya dan laporan bulanan;

l. mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk kepada staf; m. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

n. melaksanakan inventarisasi permasalahan penyelenggaraan program dan kegiatan;

o. membuat laporan hasil kegiatan Sub bagian;

p. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan q. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan.

Kepala Bidang Kependudukan

Bidang Kependudukan dipimpin oleh Kepala Bidang, mempunyai tugas pokok melaksanakan pencatatan, pemeriksaan dan penelitian berkas pendaftaran, pengolahan data, pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK), penerbitan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta pengelolaan mutasi data penduduk dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Bidang menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kerja Bidang Kependudukan sesuai kebijakan Dinas;

b. penyelenggaraan pencatatan, pemeriksaan dan penelitian berkas pendaftaran, Pengolahan Data, Pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK), penerbitan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta pengelolaan mutasi data penduduk;

c. pengkoordinasian pelaksanaan urusan kependudukan;dan

d. pelaksana tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Rincian tugas Kepala Bidang Kependudukan sebagai berikut :

a. menyusun rencana kerja Bidang Kependudukan berdasarkan program Dinas; b. menyelenggarakan penyiapan bahan pendaftaran dan pencatatan , pemeriksaan

dan penelitian berkas pendaftaran, pengolahan data, pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP)dan pengelolaan mutasi data penduduk;

c. melakukan pengawasan dan penertiban penduduk;

d. menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan urusan kependudukan; e. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

f. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Bidang Kependudukan serta mencari alternatif pemecahannya;

g. mengkoordinasikan Kepala Seksi agar terjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung;

h. memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

i. menilai hasil kerja Kepala Seksi dan bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan;

k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan l. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan.

(22)

11 Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk

Seksi Pendaftaran Penduduk dipimpin oleh Kepala Seksi mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan pendaftaran penduduk dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten, meliputi; pencatatan dan pemuktahiran biodata penduduk serta penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pendaftaran perubahan alamat, pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah Republik Indonesia, pendaftaran Warga Negara Indonesia tinggal sementara, pendaftaran pindah datang antarnegara, pendataan penduduk rentan Administrasi Kependudukan, penerbitan dokumen dokumen kependudukan hasil pendaftaran penduduk dan penatausahaan pendaftaran penduduk dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana kegiatan Seksi Pendaftaran Penduduk berdasarkan program

Bidang;

b. pelaksanan kegiatan pendaftaran penduduk;

c. pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan tentang ketentuan administrasi kependudukan;dan

d. pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Rincian tugas Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pendaftaran Penduduk berdasarkan program Dinas;

b. melaksanakan kegiatan pendaftaran penduduk dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten, meliputi; pencatatan dan pemuktahiran biodata penduduk serta penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pendaftaran perubahan alamat, pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah Republik Indonesia, pendaftaran Warga Negara Indonesia tinggal sementara, pendaftaran pindah datang antarnegara, pendataan penduduk rentan Administrasi Kependudukan, penerbitan dokumen-dokumen kependudukan hasil pendaftaran penduduk dan penatausahaan pendaftaran penduduk;

c. melaksanakan pelaporan penggunaan blangko dokumen kependudukan; d. mengolah data informasi kependudukan;

e. melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan tentang ketentuan administrasi kependudukan;

f. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

g. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Pendaftaran Penduduk, serta mencari alternatif pemecahannya;

h. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

i. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan

(23)

12 Kepala Seksi Mobilitas Penduduk

Seksi Pengawasan Mobilisasi Penduduk dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengendalian dan analisis pengendalian kuantitas penduduk dan pengembangan kualitas penduduk, pengarahan mobilitas/penataan persebaran penduduk dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kegiatan Seksi Pengawasan Mobilitas Penduduk berdasarkan program Bidang;

b. pelaksanaan pengendalian Administrasi Penduduk Pendatang;dan

c. pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya. Rincian tugas Kepala Seksi Pengawasan Mobilitas Penduduk sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pengawasan Mobilitas Penduduk berdasarkan kebijakan Dinas;

b. melaksanakan pengendalian dan analisis pengendalian kuantitas penduduk dan pengembangan kualitas penduduk, pengarahan Pengawasan Mobilitas/penataan persebaran penduduk;

c. menyusun norma, standar, prosedur dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas, pengembangan kualitas, pengarahan Pengawasan Mobilitas dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk;

d. melaksanakan pendataan, pembinaan, pengawasan dan penertiban penduduk pendatang sementara/ musiman;

e. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Pengawasan Mobilitas Penduduk, serta mencari alternatif pemecahannya;

f. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

g. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan di Seksi Pengawasan Mobilitas Penduduk, serta mencari alternatif pemecahannya;

h. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

i. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

j. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan;

l. melaksanakan tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;dan

m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan. Kepala Seksi Pelaporan Penduduk

Seksi Pelaporan Penduduk dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengolahan terhadap data kependudukan dan disajikan dalam bentuk laporan kependudukan dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kegiatan Seksi Pelaporan Penduduk berdasarkan program Bidang;

b. pelaksanaan pelaporan kependudukan secara periodik bulanan, triwulan dan tahunan;dan

(24)

13

Rincian tugas Kepala Seksi Pelaporan Penduduk sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pelaporan Penduduk berdasarkan kebijakan Dinas;

b. pelaksanaan pelaporan kependudukan secara periodik bulanan, triwulan dan tahunan;

c. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

d. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Pelaporan Penduduk, serta mencari alternatif pemecahannya;

e. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

f. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku;

g. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

h. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan;

i. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;dan

j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan. Kepala Bidang Administrasi Kependudukan

Bidang Administrasi Kependudukan dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok menyediakan sarana dan prasarana, melaksanakan menyajikan data kependudukan, melakukan pembinaan dan pengawasan administrasi kependudukan dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Bidang menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rencana kerja Bidang Administrasi Kependudukan berdasarkan

kebijakan Dinas;

b. penyedia prasarana dan sarana administrasi kependudukan;

c. pelaksanaan perekaman dan penyaji data informasi kependudukan, serta pembina dan pengawas administrsi kependudukan;dan

d. pelaksana tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Rincian tugas Kepala Bidang Administrasi Kependudukan sebagai berikut :

a. menyusun rencana dan program kerja Bidang berdasarkan kebijakan Dinas; b. melaksanakan pengelolaan administrasi data kependudukan;

c. melaksanakan perekaman dan penyajian data kependudukan; d. menyusun profil perkembangan kependudukan;

e. melaksanakan pembinaan dan pengawasan administrasi kependudukan; f. menyediakan sarana dan prasarana administrasi kependudukan;

g. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

h. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Bidang Administrasi Kependudukan, serta mencari alternatif pemecahannya; i. mengkoordinasikan Kepala Seksi agar terjalin kerja sama yang baik dan saling

mendukung;

j. memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(25)

14

k. menilai hasil kerja Kepala Seksi dan bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

l. melaksanakan tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;dan

m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Kepala Seksi Penyediaan Prasarana dan Sarana Administrasi Kependudukan Seksi Penyediaan Prasarana dan Sarana Administrasi Kependudukan dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan perencanaan kebutuhan, pengadaan dan pemeliharaan prasarana dan sarana administrasi kependudukan dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kegiatan Seksi Penyediaan Prasarana dan Sarana Administrasi Kependudukan berdasarkan kebijakan Bidang;

b. pelaksanaan perencanaan kebutuhan, pengadaan dan pemeliharaan prasarana dan sarana admintrasi kependudukan;dan

c. pelaksana tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya. Rincian tugas Kepala Seksi Penyediaan Prasarana dan Sarana Administrasi Kependudukan sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi berdasarkan kebijakan Bidang; b. menyusun kebutuhan sarana dan prasarana administrasi kependudukan; c. mengelola penatausahaan sarana prasarana administrasi kependudukan; d. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

e. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Penyediaan Prasarana dan Sarana Administrasi Kependudukan, serta mencari alternatif pemecahannya;

f. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

g. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

h. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

i. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan

j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Kepala Seksi Perekaman dan Penyajian Data Informasi Kependudukan

Seksi Perekaman dan Penyajian Data Informasi Kependudukan dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan perekaman perkembangan jumlah penduduk dan penyajian data informasi kependudukan dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kegiatan Seksi perekaman dan penyajian data informasi kependudukan;

b. pelaksanaan pencatatan/perekaman perkembangan jumlah penduduk; c. penyajian data informasi kependudukan;dan

(26)

15

Rincian tugas Kepala Seksi Perekaman dan Penyajian Data Informasi Kependudukan sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi berdasarkan kebijakan Bidang ; b. melaksanakan perekaman perkembangan jumlah penduduk; c. menyajikan data informasi kependudukan;

d. mengelola sistem teknologi informasi administrasi kependudukan; e. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

f. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Perekaman dan Penyajian Data Informasi Kependudukan, serta mencari alternatif pemecahannya;

g. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

h. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

i. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan;dan k. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Kependudukan

Seksi Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Kependudukan dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan administrasi kependudukan dan dalam melaksanakan tugas pokoknya, Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kegiatan Seksi pembinaan dan pengawasan administrasi kependudukan berdasarkan kebijakan Bidang;

b. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan administrasi kependudukan;dan c. pelaksana tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya. Rincian tugas Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Kependudukan sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi berdasarkan kebijakan Bidang; b. melakukan evaluasi terhadap administrasi kependudukan;

c. melakukan pembinaan dan pengawasan adminstrasi kependudukan; d. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

e. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Pembinaan dan Pengawasan Administrasi Kependudukan serta mencari alternatif pemecahannya;

f. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

g. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

h. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan

(27)

16 Kepala Bidang Pencatatan Sipil

Bidang Pencatatan Sipil dipimpin oleh Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pencatatan dan penerbitan kutipan akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, akta kematian, perubahan akta catatan sipil karena terjadi peristiwa penting, pengangkatan anak, pengakuan anak, pengesahan anak, perubahan nama, perubahan kewarganegaraan dan perubahan peristiwa penting lainnya dan dalam melaksanakan tugas pokok nya Kepala Bidang menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana kerja Bidang Pencatatan Sipil berdasarkan kebijakan Dinas; b. pelaksanaan penyuluhan pencatatan sipil;

c. pelaksanaan penyuluhan, pendataan, penyelenggaraan pencatatan dan penerbitan kutipan serta pendokumentasian arsip akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, akta kematian, pengakuan anak, perubahan nama, perubahan kewarganegaraan dan perubahan peristiwa lainnya;

d. pelaksanaan penerbitan salinan akta, perubahan nama, dan surat keterangan pencatatan sipil;dan

e. pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Rincian tugas Kepala Bidang Pencatatan Sipil sebagai berikut :

a. menyusun rencana dan program kerja Bidang Pencatatan Sipil berdasarkan kebijakan Dinas;

b. melaksanakan penyuluhan pencatatan sipil;

c. menyelenggarakan penyiapan bahan penyuluhan, pendataan, penyelenggaraan pencatatan dan penerbitan kutipan serta pendokumentasian arsip akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, akta kematian, pengakuan anak, perubahan nama, perubahan kewarganegaraan;

d. menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan urusan pencatatan sipil; e. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

f. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Bidang Pencatatan Sipil, serta mencari alternatif pemecahannya;

g. mengkoordinasikan Kepala Seksi agar terjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung;

h. memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

i. menilai hasil kerja Kepala Seksi dan bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan;

k. melaksanakan tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;dan

l. melaporkan hasil pelaksanaan tugas / kegiatan kepada atasan. Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian

Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pencatatan dan penerbitan kutipan akta kelahiran, akta kematian, pengakuan anak, perubahan nama, perubahan

(28)

17

kewarganegaraan dan dalam melaksankan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

b. penyusunan rencana kegiatan Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian berdasarkan kebijakan Bidang;

c. pelaksanaan pencatatan dan penerbitan kutipan akta kelahiran, akta kematian, pengakuan anak;

d. pelaksanaan penerbitan salinan akta perubahan nama dan surat keterangan Pencatatan Kelahiran dan Kematian;dan

e. pelaksana tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya. Rincian tugas Kepala Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian berdasarkan kebijakan Bidang;

b. pelaksanaan pencatatan dan penerbitan kutipan akta kelahiran, akta kematian, pengakuan anak;

c. pelaksanaan penerbitan salinan akta perubahan nama dan surat keterangan pencatatan kelahiran dan kematian;

d. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

e. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Pencatatan Kelahiran dan Kematian, serta mencari alternatif pemecahannya; f. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar

sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

g. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

h. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

i. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya;dan

j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan. Kepala Seksi Pencatatan Perkawinan Pencarian dan Mutasi

Seksi Pencatatan Perkawinan, Perceraian dan Mutasi dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pencatatan perkawinan, perceraian, mutasi dan penerbitan kutipan akta perkawinan, dan akta perceraian dan dalam melaksankan tugas pokok nya Kepala Seksi menyelenggarakan fungsi :

b. penyusunan rencana kegiatan Seksi Pencatatan Perkawinan, Perceraian,dan Mutasi berdasarkan kebijakan Bidang;

c. pelaksanaan pencatatan perkawinan, perceraian, mutasi dan penerbitan kutipan akta perkawinan, serta akta perceraian;

d. pelaksanaan penerbitan salinan akta pencatatan perkawinan, akta perceraian dan surat keterangan kawin;dan

(29)

18

Rincian tugas Kepala Seksi Pencatatan Perkawinan, Perceraian dan Mutasi sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi berdasarkan kebijakan Bidang;

b. melaksanakan pencatatan perkawinan, perceraian, mutasi dan penerbitan kutipan akta perkawinan, serta akta perceraian;

c. melaksanakan pencatatan perkawinan, perceraian, mutasi dan penerbitan kutipan akta perkawinan, serta akta perceraian;

d. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

e. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Pencatatan Perkawinan, Perceraian dan Mutasi serta mencari alternatif pemecahannya;

f. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

g. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

h. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan;dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.

Kepala Seksi Penyuluhan

Seksi Penyuluhan dipimpin oleh Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendataan kepemilikan akta catatan sipil dan dalam menyelenggarakan tugas pokok nya Kepala Seksi mempunyai fungsi :

a. penyusunan rencana kegiatan Seksi Penyuluhan berdasarkan kebijakan Bidang; b. pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pendataan kepemilikan akta catatan

sipil;dan

c. pelaksana tugas dinas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.. Rincian tugas Kepala Seksi Penyuluhan sebagai berikut :

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Penyuluhan berdasarkan kebijakan Bidang Catatan Sipil;

b. menyiapkan bahan untuk kegiatan penyuluhan dan pendataan kepemilikan akta catatan sipil;

c. melaksanakan kegiatan penyuluhan dan mendata kepemilikan akta catatan sipil; d. memberikan pertimbangan/kajian teknis kepada atasan;

e. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan pada Seksi Penyuluhan, serta mencari alternatif pemecahannya;

f. membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

g. memberi petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku;

h. menilai hasil kerja bawahan dengan jalan memonitor dan mengevaluasi hasil kerjanya untuk bahan pengembangan karier;

Referensi

Dokumen terkait

Indikator kinerja sasaran yang telah ditargetkan dalam Tahun 2014 melalui 5 sub kegiatan yaitu sub Kegiatan: (1) Perakitan varietas, (2) Perakitan Teknologi peningkatan

LAKIP ini berisi gambaran perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan serta capaian sasaran strategis yang dilaksanakan pada tahun 2016, dan merupakan capaian

Ada 5 (lima) Program strategis yang dilaksanakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu pada tahun 2020 yaitu Program Pengembangan Budaya Baca dan

Laporan Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran Tahun 2018 didasari oleh Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu melalui Rencana Strategis Tahun 2016-2021 mengarah pada Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan, Program Pengendalian

Rencana Strategis merupakan jalan dari pelaksanaan program maupun kegiatan di suatu lembaga maupun instansi yang berpedoman kepada RPJMD yang telah ditetapkan oleh Kepala

Jumlah laporan kegiatan pendampingan model spektrum diseminasi multi chanel dan program strategis nasional/daerah.Ada 4 (tiga) laporan yang dibuat untuk